• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENULIS RINGKASAN

3. Bentuk-bentuk Sinonim dari Ringkasan

a. Ikhtisar

Menurut Ahmadi (19980:88) menjelaskan bahwa ikhtisar merupakan sinonim atau padanan/kesamaan dari ringkasan.

Menurut Kusumah (2002:1.12), hal yang perlu diingat dalam membuat ikhtisar adalah kebebasan dalam menggunakan kata-kata sendiri dengan tidak merusak ide asli semula. Agar kaitan antaride menjadi runtun dan padu, maka si pembuat ikhtisar boleh menggunakan kata sambung dan sejenisnya yang dapat meningkatkn keutuhan ikstisar yang dibuatnya.

Langkah-langkah penulisan ikhtisar bacaan, sebagai berikut. a. Langkah 1: Membaca Teks asli

b. Langkah 2: Menandai Informasi Penting Bacaan

Anda mungkin bertanya, bagian mana dari bacaan yang tergolong ke dalam butir-butir penting. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan dasar bagi ukuran penting dan tidak pentingnya sebuah informasi.ukuran-ukuran dimaksud adalah sebagai berikut :

1) Bagian bacaan tersebut berisi informasi yang dibutuhkan

pembacanya;

2) Bagian bacaan tersebut merupakan ide pokokdari setiap paragraf yang terdapat dalam bacaan tersebut;

3) Bagian bacaan tersebut merupakan ide penjelas yang memberikan sokongan kuat terhadap ide pokok.

c. Langkah 3: Mencatat Butir-butir Informasi yang Penting dalm Bentuk Kerangka Ide

Berdasarkan analisis kita terhadap terhadap ide pokok dan ide penjelas yang memberi sokongan kuat terhadap ide akan kita kita dapati kerangka idenya. Kerangka ide dimaksud merupakan kumpulan dari ide-ide pokok setiap paragraf, untuk lebih jelasnya.

d. Langkah 4: Menulis Ikhtisar Bacaan

Sekarang kita sudah siap dengan bitir-butir informasiyang dianggap penting dari bacaan kita diatas.selanjutnya kita akan mencoba memproduksi butir-butir informasi tersebut ke dalam bentuk ikhtisar atau ringkasan bacaan. Ebelum anada menulis ikhtisar dimaksud, sebaiknya anda memastikan diri, apakah pembuatan ikhtisar bacaan ini dibatasioleh jumlah kata tertentu atau tidak. Jika anda menginnginkan target jumlah kata maksiml tertentu untuk hasil ikhtisar yang anda buat, maka langkah pertamayang harus anda lakukan adalah menetapkanjumlah kata dimaksud sesuai dengan keinginan.

e. Langkah 5: Membandingkan Ikhtisar Dengan Teks Semula

Ikhtisar yang telah anada buat harusdiperiksa ulang untuk memstika bahwa informasi yang telah anda reproduksi lewat ikhtisar itu tidak menyimpang dari tuisan aslinya. Bandingkanlah ikhtisar yang telah anda buat tersebut dengan kerangka ide bacaan yang telah anda buat pada langkah (3).dengan jalan memperbandingkan kerangka ide dengan hasilreproduksi ide dimaksud, anda akan dapat menilai ketepatan da kecocokan ikhtisar tersebut dengan pikira-pikiran penulis aslinya.

Berikut ini disajikan sebuah contoh pembuatan ikhtisar yang sudah diringkaskan menjadi seperempat dari panjang teks aslinya.

Pelajaran bahasa lebih penting dari pelajaran lainnya, karena penguasaan bahasa merupakan kunci pembuka bagi mata-mata pelajaran lain. Karenanya, remidi untuk anak-anak terbelakang juga sering dilakukan

melalui pengajaran bahasa. Anak yang mengalami hambatan bahasa, cenderung menunjukkan kelambatan perkembangan mental: pemalu, pendiam, dan sulit menyesuaikan diri dalam pergaulan. Kadang-kadang kekurangmampuan siswa dalam berbahasa sering disebabkan oleh ketidaktepatan dalam pengajarannya. Hal ini menjadi kewajiban guru bahasa untuk menanganinya.

b. Sinopsis

Sinopsis biasa dilakukan pada buku seperti karya fiksi atau nonfiksi. Bentuk sinopsis merupakan salah satu bentuk ringkas suatu karya yang kiranya dapat memberikan dorongan kepada orang lain untuk membaca secara utuh (Djuharie dan Suherli:2001:12).

Menurut Ahmadi (19980:89), sinopsis biasanya digunakan untuk meringkas cerita atau lakon (dan hasil ringksannya itu) sehingga tetap memperlihatkan langkah-langkah alur atau plot cerita itu.

Langkah-langkah membuat sinopsis, sebagai berikut. a. Langkah 1: Menulis Identitas Buku

Memperhatiaka dan menuliskan kembali secara cermat identitas buku/bacaan (novel,cerpen,drama) yang hendak dibuat sinopsisnya. Identitas bacaan tersebut meliputi: judul buku, pengarang, penerbit, tahuan penerbiy, cetakan dan edisi, tebal halaman, harga buku (bila perlu).

Sebagai gambaran langkah ini, perhatikan contoh penulisan sinopsis di bawah ini!

1. IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Raumanen

Pengarang : Marianne Katopo Penerbit : PT Gaya favorit Press. Jakarta

Tahun terbit : 1997 Cetakan/edisi : II (1986) Tebal halaman : 95 halaman Harga : Rp 1.900,00

b. Langkah 2: Membaca Buku Secara Keseluruhan

Membaca novel tersebut secara keseluruhan,sambil berusaha memehami hal-hal tersebut:

1. Siapa tokoh-tokohnya dan bagaiman karakternya?

2. Dimana kejadian itu berlangsungserta bagaimana latarnya? 3. Apa tema cerita itu serta bagaimana jalan ceritanya?

4. Bagaimana cara pengarang bercerita (sudut pandang),apakah bergaya orangpartama taau bergaya orang ketiga?

5. Bagaimana gaya bertutur, gaya bahasa, dan daya tarik pengarang dalam menyajikan ceritanya?

c. Langkah 3: Menulis Sinopsis Buku

Menulis ringkasan cerita dengan memperhatikan hal-hal sebagi berikut.

- Tema, latar dan tempat kejadian, serta para tokoh cerita ditulis setelah penulisan “ identitas buku “

- Mulailah sistem enulisan dengan menggunakan sudut pandangoarang ketiga. Kalimat-kalimat pembukayang dapat digunakan untuk mengawali sinopsis ini antara lain:

Novel yang berjudul...ini mengisahkan... Buku yang ditulis oleh...ini berjudul... Kisah ini diawali....

- Jika diperlukan, mengutip seutuhnya bagian-bagian yang dipandang penting dari buku tersebut dengan mencantumkan halaman dari kutipan tersebut.

- Panjang sinopsis berkisar antara 2-4 halaman

Perhatikan contoh sinopsis berikut ini!

Novel Raumanenkarya Marianne Katopo yang berhasil meraih hadiah harapan pada Sayembara Penulisan Novel yang diselenggarakan Dewan

Kesenian Jakarta tahun 1975 ini mengisahkan tokoh utama yang bernama Raumanen (Manen) dan Hamonang Pohan (Monang). Manen seorang gadis Manado berumur 18 tahun. Ia dikenal sebagai gadis cantik yang lugu, aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Dalam suatu kegiatan yang diikutinya, ia bertemu dengan Ir.Monang, seorang pemuda Batak lulusan ITB.

Pertemuan itu berbebuntut terus. Hubungan yang semula dianggapnya sebagai “persahabatan” berlanjut pada hubungan sepasang kekasih.meskipun begitu, Manen tidak terlalu merisaukan peringatan teman-temanya akan bahaya “menjadi mangsa si perebut hati wanita”, karena pada pandangannya Monang lebih memperlakukannya sebagai “adi” daripada sebagai kekasih.

Dalam perkembangan selanjutnya,hubungan mereka semakin

mesra.seiring itu pula,ayah, ibu, teman-teman Manen tak bosan-bosannya memperinagtkan adis lugu itu pada sebuah falsafah Batak yang juga pasti dianut keluarga Monang. Putra laki-laki sulung Batak harus kawin dengan gadis sesukunya. Peringatan tersebut tidak membuat Manen memutuskan hubungannya dengan Monang,malah tali kasihnya semakin kuat. Hubungan kedua insan itu menyadarkan dirinya masing-masing. Monang bagi mManen merupakan cinta pertamanya; sedngkan Manen bagi Monang merupakan satu-satunya gadis yang mampu menaklukan petualangan cintanyaselama ini.

melampaui batas. Sebuah bungalaowdi Cibogo merupakan awal bencana bagi keduanya. Monang berjanji akan bertanggung jawab dan mengawinin Manen. “kalau memang itu sebabnyahingga kau mau kawin denganku...kurasa lebh baik kau lupakan saja,” kata Manen (hlm 48). Gadis itu tak mau kawin dengan lelaki yang bermaksud menikahinya hanya karena terpaksa.tetapi demikinlah yang sesungguhnya. Onang begitu mencintai gadis itu, sayang keluarganya tak merestuinya. Ibu Monang telah menjodohkan Monang dengan gadis batak pilihan keluarganya. Monang tak kuasa yang menolaknya,akhirnya dia kawin dengan gadis pilihan keluarganya.

Lain halnya dengan Manen,”begitu luas pandangannya, begitu lapang hatinya. Bagi merek Indonesia itu bukan Cuma istilah kosong saja, yang dapat

sewaktu-waktu didesak oleh kesetiaaanyang berlebih-lebihan pada

peninggalan leluhur Minahasa” (hlm 73).

Manen hamil, Menurut dokter, banyinya akan lahir cacat sebaagai akibat dari penyakit siphlis yang diidap bapaknya, Moanang. Dokter menyrarankan untuk menggugurkannya tetapi hati Manen meyangkalnya. Ini anaknya, darah dagingnya sendiri. Ia rela menderita sungguhpun itu disebabkan oleh kehidupan yang tidak sehat Monang sebelum kenal dengannyadikamarnya.

Suatu senja, didalam keputusasaannya yang amat sangat Manen mengurung diri di kamarya. Ia teringat kisah-kisah cinta pertama sekaligus cinta terakhirnya, suka-duka bersamanya, kepediahan hatinya. Ia tak kuasa membendung perasaan bersalah yang mendalamnya. Inilah akibat dari segalanya “... Aku terbuang selama-lamanya dari tuhan dan manusia” (hlm 92). Gadis manis yang malang itu, akhirnya

c. Abstrak

Abstrak merupakan intisari dari sebuah tulisan dalam bentuk mini. Abstrak atau ringkasan berdasarkan penjelasan Harianto GP (2000: 227)

dimaksudkan sebagai memberikan uraian yang sesingkat-singkatnya tentang segala pokok yang dibahas. Ringkasan dalam sebuah karya ilmiah hendaknya meliputi dasar masalah, asumsi dasar, hipotesa, metodologi, data, sumber-sumber pengolahan, kesimpulan, dan saran-saran.

Abstrak merupakan salah satu bentuk ringkasan yang biasa dilakukan terhadap karya-karya ilmiah, seperti skripsi (S-1), tesis (S-2), disertasi (S-3), dan karya-karya eksposisi formal lainnya, misalnya artikel-artikel dalam juranl ilmiah, rekaman peristiwa pengadilan yang bertepan dengan suatu kasus atau peristiwa hukum yang menjadi tanggung jawabnya.

Untuk memudahkan kita dalam mempelajari ihwalabstrak dan penulisannya, bahasan kita mengenai abstrak yang akan kita batasi pada abstrak dari laporan hasil penelitian, sperti skripsi, tesis, atau mungkin disertasi.

Mengapa kita dituntut untuk dapat membuat abstrak? Ada beberapa manfaat yang bisa kita petik melalui abstrak ini, di antaranya sebagai berikut. 1) Abstrak memberi peluang pada pembacanya untuk menghemat waktu

daripada dokumen aslinya.

2) Dengan waktu yang sama, oarang dpat memperoleh informasi yang lebih banyak dari sejumlah abstrak yang dibacanya.

3) Memberi kemudahan kepada para penggunanya untuk melakukan seleksi bacaan secara efektif dan efisien.

4) Mengurangi kesulitan penafsiran pengguanaan bahasa bila dibandingkan dengan tulisan aslinya.

5) Membantu pembaca untuk memperkaya sumber literatur, karena banyak tulisan ilmiah yang tidak dipublikasikan

6) Membantu para pustakawan didalam menyuguhkan informasi-informasi melalui kartu-kartu katalog yang harus disiapkannya.

Siapa sebenarnya penulis abstrak itu? Abstrak ditulis oleh si penulis karangan aslinya sendiri, dapat juga ditulis oleh pihak lain (abstraktor)yang memang ahli dalam bidangnya masing-masing

Bagaimana rambu-ramu penulisa sebuah abstrak? Ada beberapa kriteria yang bisa dipedomani dalam menyusun abstrak.kriteria-kriteria yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Abstrak disajikan dalam bentuk paparan informatif. 2. Bahasa yang diguankan lugas, singkat, padat, dan jelas. 3. Panjang abstrak lebih kurang 500-1500 perkataan.

4. Isi abstrak sekurang-kurang harus mencangkup: masalah dan tujuan penelitian, gambaran singkat mengenai metode dan teknik penelitian yang digunakan, hasil-hasil penelitian, kesimpulan dan saran.

Perhatikan contoh abstrak berikut ini!

ABSTRAK

ANALISIS KESALAHAN DIKSI PADA KARANGAN SISWA KELAS