KEGIATAN REUNI SMP ISLAM DAAR EL-ARQAM
1. Hakikat Diskusi
Dalam proses komunikasi, seseorang mengirimkan pesan kepada penerima pesan dengan harapan adanya reaksi terhadap pesan tersebut. Jadi, komunikasi akan terjadi jika terdapat tiga hal yaitu pengirim pesan, pesan itu sendiri dan terakhir penerima pesan.
Pesan merupakan ide / pikiran manusia yang didapat melalui berbagai cara. Ada secara inderawi, ada secara akli, intuisi dan lain sebagainya. Ide yang ada merupakan cerminan dari realitas yang ada, dengan mengaptraksi realitas yang ada manusia menemukan konsepsi-konsepsi tentang realitas tersebut. Cara manusia dalam mengaptraksikan suatu realitas ialah dengan membahasakannya, dimana bahasa bahasa yang dimaksud terdiri dari beberapa simbol yang menggambarkan ralitas tersebut.
Penyampaian pesan tersebut bisa ditampilkan dan diaktualisasikan dalam bentuk diskusi. Kata diskusi berasal dari bahas Latin discutio atau discusum yang berarti bertukar pikiran. Dalam bahasa Inggris digunakan kata discussion yang berarti perundingan atau pembicaraan.
Diskusi merupakan proses komunikasi dua arah dua orang atau lebih guna mendapat pengetahuan baru. Pengetahuan seseorang yang didapatkannya di luar diskusi disampaikan kepada peserta diskusi lain sehingga peserta diskusi akan mendapatkan pengetahuan baru. Namun pengetahuan baru tersebut tidak dapat langsung dibenarkan. Ia harus diuji terlebih dahulu baik dari segi bentuk maupun dari segi isi. Sehingga pengetahuan yang disampaikan dapat dipastikan kebenarannya.
Setiap manusia dianugrahi/diberi alat yang sama untuk befikir, sehingga untuk menguji kebenaran suatu yang sedang didiskusikan tentulah manusia bisa melakukannya dengan hal yang sama pula. Mungkin sebagian orang belum
mengerti kesamaan apa yang terdapat pada manusia ketika berfikir, dengan itu ada baiknya jika kita kupas bersama kesamaan yang terdapat pada kita dalam membuktikan kebenaran berfikir.
Tujuan diskusi adalah untuk medapat pengetahuan baru, tentunya pengetahuan yang jelas kebenarannya. Dengan demikian, jika pada diskusi terdapat orang memaksakan pendapat, maka yang terjadi bukanlah diskusi melainkan debat. Hal tersebut terjadi karna, orang yang memaksakan pendapat tidak memahami tujuan diskusi, bahwa diskusi harus memiliki tujuan yakni medapatkan pengetahuan baru yang benar.
Saat mendengarkan diskusi, perhatikan hal-hal berikut :
1. Berkonsentrasilah untuk mendengarkan pembicaraan dalam diskusi, 2. Catatlah hal-hal penting dari pembicaraan dalam diskusi tersebut, 3. Jangan mengganggu konsentrasi pembicara,
4. Jangan memotong atau menginterupsi pembicara!
5. Bila ada yang kurang jelas, catatlah dan tanyakan setelah pembicara menyelesaikan penjelasannya! (Sukasworo, 2010:104)
Teknik dan Seni Berdiskusi
Hal yang mendasar pada diskusi ialah bagaimana kita bisa memastikan proses diskusi berjalan dengan baik, untuk berjalannya proses diskusi degan baik maka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut adalah:
1. Adanya perbedaan
Karena tujuan diskusi adalah untuk mendapatkan pengetahuan baru, maka harus ada perbedaan pengetahuan antara satu dengan yang lainnya tentang sesuatu yang didiskusikan.
2. Adanya kesamaan
Hubungan dalam hal ini adalah hubungan pikiran satu orang dengan orang lain hanya akan terjadi jika ada kesamaan. Kesamaan ini bisa berupa kesamaan prinsip berpikir, kesamaan bahasa yang dipahami, masalah yang dibicarakan maupun kesamaan tujuan. Jika seseorang berdiskusi namun tujuannya bukan untuk mendapatkan pengetahuan baru yang benar, misalnya untuk memaksakan pendapatnya, maka diskusi tidak akan berjalan dengan baik.
Dalam kegiatan diskusi, kamu pasti dihadapkan pada berbagai macam pendapat, yang bisa kamu setujui atau menolaknya. Dalam hal seperti inilah muncul kemauan kamu untuk mengkritik atau memberikan dukungan. Namun, ketika mengeluarkan kritikan ada bebrapa etika yang harus dipenuhi dalam berdiskusi, seperti:
a) Niat;
b) situasi yang kondusif; c) ilmu;
d) manusia itu beragam;
e) jangan mendominasi pembicaraan; f) mendengarkan dengan baik;
g) perhatikan diri sendiri; h) kejelasan;
i) penggunaan ilustrasi;
j) memperhatikan titik-titik persamaan; k) saya tidak tahu;
l) tidak fanatik dan mengakui kesalahan; m) jujur dan kembali ke sumber rujukan; n) menghormati pihak lain;
o) pemikiran dan pemiliknya; p) yang lebih baik;
q) menyerang dan mematahkan;
r) perbedaan pendapat dan kasih saying; s) jangan marah;
t) ketika logika tak lagi berarti;
u) jangan menggunakan kata ganti orang pertama; v) jangan keraskan suaramu.
Agar diskusi berjalan dengan baik, maka perlu adanya usaha dalam penerapan pola gilir. Penerapan pola gilir dalam diskusi sangat bermanfaat untuk kelancaran proses diskusi. Diskusi adalah salah satu bentuk tukar pikiran dalam musyawarah.
Dalam diskusi, kita dituntut untuk menyumbangkan ide, pendapat, atau informasi kepada seluruh peserta diskusi. Namun, dalam pengungkapannya peserta diskusi harus penerapan pola gilir, artinya ide, pendapat, atau informasi itu disampaikan pada kesempatan yang diberikan. Oleh karena itu, ada beberapa perilaku yang harus diperhatikan dalam penerapan pola gilir dalam diskusi.
a. Menghargai orang lain b. Peka terhadap kesempatan
c. Relevan dengan topik pembicaraan
d. Santun dalam berbahasa (Siswasih, 2007:81).
2.Unsur-unsur dalam Diskusi
Diskusi merupakan proses komunikasi dua arah dua orang atau lebih guna mendapat pengetahuan baru. Dalam pengembangan diskusi, terjadinya diskusi dengan baik apabila memiliki unsur-unsur diskusi sebagai berikut.
a. Ketua / Moderator b. Peserta/ Pembicara c. Pendengar
2. Unsur Materi ,yaitu Tema Diskusinya
3. Unsur Fasilitas, yaitu Properti yang digunakan dalam diskusi
Tugas Ketua/ Moderator sebagai berikut. 1. Menjelaskan tujuan dan maksud diskusi
2. Menjamin kelangsungan diskusi secara teratur dan tertib
3. Memberikan anjuran, ajakan agar setiap peserta benar-benar mengambil bagian dalam diskusi tersebut
4. Menyimpulkan dan merumuskan setiap pembicaraan 5. Menyiapkan laporan hasil diskusi
Sifat-sifat yang perlu dimiliki oleh seorang ketua/moderator, sebagai berikut.
1. Berkepribadian
2. Mempunyai pengertian dan simpati terhadap orang lain 3. Tidak memihak
4. Mampunyai perasaan humor atau melucu 5. Mempunyai sifat mengerti dan merasakan 6. Intelegen dan berkemampuan untuk memutuskan 7. Mudah menjiwai sesuatu
8. Berbakat berbicara dan mendengarkan