MENGINFORMASIKAN/MENGKOMUNIKASIKAN
4) Bentuk Kibble
Bentuk Kibble (campuran dari bentuk pellet, mash dan bijian yang dipecah): bentuk ini sangat jarang digunakan, hanya pabrikan pakan tertentu yang menggunakan bentuk ini. Biasanya untuk ayam petelur (Layer).
MENGUMPULKAN INFORMASI / MENCOBA
Cari informasi dari berbagai sumber, (internet, modul, buku – buku referensi, serta sumber – sumber lain yang relevan) tentang identifikasi jenis–jenis hijauan (rumput dan legume)!!
Lakukan pengamatan jenis–jenis hijauan (rumput dan legume)! dengan menggunakan lembar kerja sebagai berikut
119 Lembar Kerja 1
Judul : Identifikasi Jenis Hijauan (rumput dan legume) Waktu : JP @ 45 menit
Tujuan : mampu mengenali dan memahami tentang karakteristik jenis-jenis penting rumput dan legum,
mampu mengenali ciri khas masing-masing jenis hijauan pakan.
Melakukan identifikasi jenis hijauan (rumput dan legume yang ada di lingkungan ternak atau kandang).
Dasar Teori Hijauan pakan yang diberikan kepada ternak digolongkan menjadi dua yaitu kelompok legum dan rumput. Jika diamati dari bentuk fisik, kelompok legum memiliki ciri umum yaitu batangnya diliputi rambut dengan buku dan ruas menyatu, daun trifoliate (3 helai daun tiap tangkai daun), bunga berbentuk tandan, dan biji dalam polong. Sedangkan untuk kelompok rumput memiliki ciri umum yaitu daunnya lambat mengayu, batangnya silindris berbuku dan beruas dengan sifat padat dan memperkuat, bunga tumbuh pada akhir batang batang utama. Ada tiga tipe daun pada kelompok rumput yaitu bentuk bulir, tandan dan malai
Alat Dan Bahan
Alat : Alat tulis untuk menggambar jenis rumput dan legum Tabel Komposisi Bahan Pakan Untuk Indonesia NRC (1994
Kamera untuk mengambil gambar tanaman hijauan (rumput, non rumput dan legume),
Kantong plastic untuk menyimpan jenis hijauan yang akan diidentifikasi,
Gunting atau pisau untuk memotong sample hijauan yang akan diidentifikasi.
Masker
Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah tanaman rumput (lengkap dengan akar, batang dan daun) di antaranya yaitu rumput raja, rumput gajah, rumput benggala, rumput setaria dan rumput brachiaria, serta tanaman legum (lengkap dengan akar, batang dan daun) yaitu centro, kalopo, lamtoro dan gamal.
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
Pakailah pakaian kerja (jas laboratorium) Hati-hati dalam menggunakan alat yang tajam
Lakukan tugas sesuai prosedur atau langkah kerja yang telah ditentukan
Simpan dan bersihkan alat yang selesai digunakan
selesai dilakukan Langkah
Kerja
: Siapkan dan periksa alat dan bahan yang tersedia. mempersiapkan macam-macam tanaman pakan yaitu
rumput dan legum lengkap dengan bagian-bagiannya (akar, batang, dan daun).
Kemudian mengamati dan menggambar jenis tanaman pakan (rumput dan legum) pada kertas yang tersedia.
Memberikan keterangan pada masing-masing bagian dan sistematikannya
Catat hasil pengamatan.
Diskusikan hasil pengamatan tersebut
Tentukan bahan pakan mana yang baik dan bahan pakan mana yang kurang baik untuk pembuatan pakan konsentrat
Dari hasil pengamatan buatlah kesimpulan
Buat laporan hasil identifikasi jenis-jenis bahan pakan ternak berdasarkan sumbernya!
Umpan balik Tugas ini dianggap berhasil apabila anda bisa melakukan setiap tahapan proses pembuatan terasi dengan baik. Apabila anda dapat melakukan tugas dan membuat laporannya, maka anda berhak untuk mempelajari materi pembelajaran pada selanjutnya.
Petunjuk penulisan laporan
Laporan praktikum harus dibuat oleh setiap kelompok dengan memuat hal-hal sebagai berikut :
Nama anggota kelompok Judul kegiatan praktikum
Pendahuluan (Latar belakang dan tujuan)
Pelaksanaan Kegiatan (waktu dan tempat kegiatan, bahan dan peralatan, metode pelaksanaan)
Hasil kegiatan dan pembahasan Kesimpulan
Daftar pustaka Kriteria
Penilaian
Penilaian dilakukan berdasarkan proses pelaksanaan tahapan praktikum, mutu hasil praktikum serta kelengkapan laporan
121 Lembar Kerja 2
Judul : Identifikasi Jenis Legume Waktu : JP @ 45 menit
Tujuan : Mengenal tanaman legume dan rumput hingga dapat dimanfaatkan oleh ternak
mengetahui karakteristik tanaman secara umum
Melakukan identifikasi jenis hijauan (rumput dan legume yang ada di lingkungan ternak atau kandang).
Dasar Teori Phyllum tanaman legume adalah Spermatophyta. Memiliki 3 sub family yaitu faboideae atau biasa juga disebut papilionoideae, caesalpinioideae atau mudahnya disebut caesalpinae, dan mimosoideae atau mimoseae.
Alat Dan Bahan
Alat : Alat tulis untuk menggambar jenis rumput dan legum Tabel Komposisi Bahan Pakan Untuk Indonesia NRC (1994
Kamera untuk mengambil gambar tanaman hijauan (rumput, non rumput dan legume),
Kantong plastic untuk menyimpan jenis hijauan yang akan diidentifikasi,
Gunting atau pisau untuk memotong sample hijauan yang akan diidentifikasi.
Masker
Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah tanaman koleksi tanaman legume (lengkap dengan akar, batang dan daun) yaitu Gliricida maculata, Desmodium rensonii, Tayuman, Codariocallix murbangensis, Calliandra calothyrsus dan lainnya Keselamatan
dan
Kesehatan Kerja
Pakailah pakaian kerja (jas laboratorium) Hati-hati dalam menggunakan alat yang tajam
Lakukan tugas sesuai prosedur atau langkah kerja yang telah ditentukan
Simpan dan bersihkan alat yang selesai digunakan
Bersihkan ruangan apabila kegiatan praktek/tugas telah selesai dilakukan
Langkah Kerja
: Siapkan dan periksa alat dan bahan yang tersedia. mempersiapkan macam-macam tanaman pakan yaitu
rumput dan legum lengkap dengan bagian-bagiannya (akar, batang, dan daun).
Kemudian mengamati dan menggambar jenis tanaman pakan (legum) pada kertas yang tersedia.
Memberikan keterangan pada masing-masing bagian dan sistematikannya
Catat hasil pengamatan.
Diskusikan hasil pengamatan tersebut
Tentukan bahan pakan mana yang baik dan bahan pakan mana yang kurang baik untuk pembuatan pakan konsentrat
Dari hasil pengamatan buatlah kesimpulan
Buat laporan hasil identifikasi jenis-jenis bahan pakan ternak berdasarkan sumbernya!
Umpan balik Tugas ini dianggap berhasil apabila anda bisa melakukan setiap tahapan proses pembuatan terasi dengan baik. Apabila anda dapat melakukan tugas dan membuat laporannya, maka anda berhak untuk mempelajari materi pembelajaran pada selanjutnya.
Petunjuk penulisan laporan
Laporan praktikum harus dibuat oleh setiap kelompok dengan memuat hal-hal sebagai berikut :
Nama anggota kelompok Judul kegiatan praktikum
Pendahuluan (Latar belakang dan tujuan)
Pelaksanaan Kegiatan (waktu dan tempat kegiatan, bahan dan peralatan, metode pelaksanaan)
Hasil kegiatan dan pembahasan Kesimpulan
Daftar pustaka Kriteria
Penilaian
Penilaian dilakukan berdasarkan proses pelaksanaan tahapan praktikum, mutu hasil praktikum serta kelengkapan laporan
123 Lembar Kerja 3
Judul : Identifikasi Jenis dan Macam Rumput Waktu : JP @ 45 menit
Tujuan : Untuk mengetahui beberapa jenis rumput unggul yang bisa digunakan sebagai sumber bahan pakan ternak. Untuk dapat mengetahui karakteristik dari bentuk
batang, tinggi batang, bentuk daun, dan bagian lain dari rumput unggul.
Untuk dapat mengetahui bagaimana cara pertunasan dan perkembangan dari rumput unggul tersebut
Menidentifikasi jenis hijauan (rumput) yang ada di lingkungan ternak atau kandang).
Dasar Teori Rumput sangat identik dengan bahan serat yang tinggi dan rendah protein. Itu merupakan ciri dari rumpu dibandingkan dengan legum. Sehingga dalam pemilihan jenis rumput harus dengan penuh ketelitian yaitu dala mengidentifikasi keseimbangan antara protin dan serat kasar dari rumpu tersebut. Maka harus dilakukan pemilihan jenis bibit rumput unggul yang efektif untuk dijadikan sebagai bahan pakan ternak. Alat Dan Bahan
Alat : Alat tulis untuk menggambar jenis rumput dan legum Tabel Komposisi Bahan Pakan Untuk Indonesia Meteran gulung
Kamera untuk mengambil gambar tanaman hijauan (rumput, non rumput dan legume),
Kantong plastic untuk menyimpan jenis hijauan yang akan diidentifikasi,
Gunting atau pisau untuk memotong sample hijauan yang akan diidentifikasi.
Masker
Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah rumput unggul (lengkap dengan akar, batang dan daun) yaitu Rumput Ruzi (Brachiaria ruziziensis), Rumpu Para/ Para grass (Brachiaria mutica), Rumpu BD (Brachiaria decumbens), Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dan lainnya
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
Pakailah pakaian kerja (jas laboratorium) Hati-hati dalam menggunakan alat yang tajam
Lakukan tugas sesuai prosedur atau langkah kerja yang telah ditentukan
Simpan dan bersihkan alat yang selesai digunakan
Bersihkan ruangan apabila kegiatan praktek/tugas telah selesai dilakukan
Langkah Kerja
: Siapkan dan periksa alat dan bahan yang tersedia. mempersiapkan macam-macam tanaman pakan yaitu
rumput lengkap dengan bagian-bagiannya (akar, batang, dan daun).
Kemudian mengamati dan menggambar jenis tanaman pakan (rumput) pada kertas yang tersedia.
Memberikan keterangan pada masing-masing bagian dan sistematikannya
Catat hasil pengamatan.
Diskusikan hasil pengamatan tersebut Dari hasil pengamatan buatlah kesimpulan
Buat laporan hasil identifikasi jenis-jenis bahan pakan ternak berdasarkan sumbernya!
Umpan balik Tugas ini dianggap berhasil apabila anda bisa melakukan setiap tahapan proses pembuatan terasi dengan baik. Apabila anda dapat melakukan tugas dan membuat laporannya, maka anda berhak untuk mempelajari materi pembelajaran pada selanjutnya.
Petunjuk penulisan laporan
Laporan praktikum harus dibuat oleh setiap kelompok dengan memuat hal-hal sebagai berikut :
Nama anggota kelompok Judul kegiatan praktikum
Pendahuluan (Latar belakang dan tujuan)
Pelaksanaan Kegiatan (waktu dan tempat kegiatan, bahan dan peralatan, metode pelaksanaan)
Hasil kegiatan dan pembahasan Kesimpulan
Daftar pustaka Kriteria
Penilaian
Penilaian dilakukan berdasarkan proses pelaksanaan tahapan praktikum, mutu hasil praktikum serta kelengkapan laporan
125 MENANYA
Berdasarkan hasil pengamatan (membaca lembar informasi) yang telah anda lakukan, dan untuk meningkatkan pemahaman anda tentang identifikasi jenis –jenis hijauan lakukan diskusi kelompok dan jawablah pertanyaan – pertanyaan berikut ini:
Apa yang anda ketahui tentang jenis-jenis hijauan pakan ternak! Berikan contoh jenis-jenis hijauan pakan ternak!
MENGINFORMASIKAN/MENGKOMUNIKASIKAN
Berdasarkan hasil pengamatan, dan hasil diskusi kelompok yang telah anda lakukan:
buatlah laporan tertulis secara individu
buatlah bahan presentasi dan presentasikan di depan kelas secara kelompok.
Apakah peternak kandang unggas maupun ruminansia sudah sesuai konsep biosekuriti struktural
Pertemuan Ke 6 Melakukan Uji Organoleptik Bahan Pakan Dan Pakan Satuan Pendidikan : SMK
Mata Pelajaran : Dasar-dasar Pakan Ternak Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : Menilai Kuliatas Bahan Pakan dan Pakan (Uji Organoleptik) Pertemuan Ke- : Ke 6
Alokasi Waktu : 4 x 45 Menit (1 kali tatap muka)
MENGAMATI / OBSERVASI :
Bentuklah kelas Anda menjadi beberapa kelompok
Lakukan pengamatan jenis–jenis bahan pakan dan pakan ternak dengan cara :
Membaca uraian materi tentang jenis–jenis bahan pakan dan pakan ternak
Mencari informasi tentang jenis–jenis bahan pakan dan pakan ternak dari berbagai sumber (dari internet, wawancara dengan pihak industri, dari bahan ajar lain)
Mengamati Klasifikasi Bahan Pakan yaitu dapat mengenal jenis-jenis bahan pakan beserta ciri-ciri fisiknya seperti warna, bentuk bau, rasa dan zat antinutrisi yang terkandung didalamnya
Jangan lupa… kaidah dalam prensentasi, biasakan memberi salam, tertib, siswa aktif, tanggungjawab, disiplin dan kerjasama
127 Bahan pakan adalah sesuatu yang bisa dimakan, dicerna seluruh atau sebagian tubuh dan tidak menggangu kesehatan ternak yang memakannya. Kelangsungan hidup ternak bergantung pada pakan. Pakan yang dikonsumsi oleh ternak harus mengandung gizi yang tinggi. Pakan yang dikonsumsi digunakan untuk pertumbuhan, produksi hidup pokok dan reproduksinya. Pakan yang diberikan harus sesuai dengan karakteristik, sistem dan fungsi saluran pencernaan ternak. Saluran pencernaan pada setiap hewan mempunyai struktur serta organ yang berbeda. Hewan non ruminansia seperti ayam dan itik kebanyakan memakan pakan yang lebih lembek atau pun halus. Sedangkan hewan ruminansia lebih banyak mengkonsumsi hijauan dikarenakan memiliki lambung yang dapat mencerna serat kasar, begitu pula pada pseudoruminansia yang juga dapat mencerna serat kasar namun tidak optimal.
Untuk dapat mendapatkan pakan sapi yang berkualitas, bahan baku penyusun ransum untuk pakan ruminansia harus dievaluasi. Ada beberapa cara yang biasa dilakukan antara lain:
1. Uji Organoleptik (analisis fisik), dengan melihat bentuk, warna, aroma, bau dan lainnya, agar tidak menyimpang dari yang disyaratkan.
2. Analisis kimia. Banyak metode metode kimia yang dapat digunakan untuk mengukur kandungan zat makanan pada setiap bahan pakan. Salah satu metode yang sangat umum digunakan adalah metode analisis proksimat. Metode ini dapat memberikan gambaran mengenai komposisi kimia suatu bahan pakan meliputi kandungan air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral
3. Percobaan daya cerna dan keseimbangan zat makanan.
Uji organoleptik merupakan uji mempergunakan bantuan organ tubuh seperti tangan, mata, hidung, dan lidah. Tangan dalam kontek ini dipakai untuk menentukan tekstur bahan, mata untuk menentukan warna bahan,
kehadiran bahan asing dan tingkat kerusakan, , hidung untuk menentukan bau sedangkan lidah untuk menentukan rasa dari suatu bahan pakan. Uji ini menuntut pengalaman dari pemakai sehingga makin banyak pengalaman pemakai makin akurat hasil yang dicapai. Pemakai yang berpengalaman akan mengetahui mutu standar dari suatu bahan pakan sehingga mereka dengan mudah dapat menentukan mana bahan yang baik dan buruk, atau bahkan untuk bahan yang dipalsukan.
Indikator tekstur hanya dapat dipakai untuk bahan pakan berbentuk tepung. Bahan pakan yang masih baik akan mempunyai tekstur yang baik seperti ketika bahan tersebut keluar dari mesin penggiling, sebaliknya pada bahan pakan yang jelek akan terdapat gumpalan-gumpalan pada sebagian atau keseluruhan bahannya. Umumnya bahan yang telah mengalami penyimpanan dalam waktu yang lama atau dalam kondisi yang tidak baik akan mempunyai tekstur tidak baik (terdapat gumpalan-gumpalan) yang diakibatkan oleh faktor kimia atau biologi yang terjadi selama penyimpanan. Bahan yang bertekstur tidak baik umumnya akan mempunyai bau dan rasa yang tidak baik juga.
Indikator warna bisa dipakai untuk semua jenis bahan pakan. Warna bahan yang baik dapat mengindikasikan bahwa bahan tersebut masih baru atau telah dikelola dengan baik sedangkan warna yang sudah memudar mengindikasikan bahwa bahan tersebut sudah lama mengalami penyimpanan atau telah dikelola dengan tidak baik. Mikroorganisma berperanan penting dalam memudarkan warna suatu bahan pakan.
Selain indikator warna, mata dapat juga dipakai untuk menguji bahan pakan dilihat dari segi kehadiran bahan asing atau mikroorganisma. Uji ini dapat dipakai untuk semua jenis bahan pakan baik berbentuk tepung maupun butiran. Makin besar kehadiran benda asing makin jelek bahan tersebut, sebaliknya makin sedikit kehadiran benda asing makin baik bahan tersebut Selain itu organ mata dapat juga dipakai untuk menguji bahan butiran
129 atau bijian dilihat dari sisi jumlah butiran atau bijian yang pecah atau keriput. Makin banyak bijian yang pecah makin mudah bahan tersebut terkontaminasi atau diserang oleh mikroorganisma, sehingga penilaian yang diberikan akan makin jelek dengan makin banyaknya butiran yang pecah. Hidung sebagai organ pencium dapat dipakai untuk menguji semua bahan pakan baik yang berbentuk tepung maupun bentuk lainnya. Uji ini sangat baik untuk diterapkan pada bahan pakan yang tinggi kandungan lemak nya terutama lemak tak jenuh, mengingat bahan yang termasuk kelompok ini akan mudah menjadi tengik dengan makin lamanya penyimpanan. Makin tengik bahan yang diuji makin jelek bahan tersebut.
Ujung lidah berperanan penting dalam menguji rasa suatu bahan pakan. Uji ini sangat menuntut pengetahuan dari penguji akan rasa dari suatu bahan pakan. Berbeda dengan uji warna yang dapat menggunakan photo standar dari suatu bahan pakan, uji ini tidak dapat menggunakan alat bantu dan bahkan seringkali antar penguji berbeda dalam menilai rasa suatu bahan pakan.
Klasifikasi Bahan Pakan Internasional
Bahan pakan adalah suatu bahan yang dimakan oleh ternak yang mengandung energi dan zat-zat gizi di dalam bahan pakan. Bahan makanan adalah bahan yang dapat dimakan, dan digunakan oleh hewan untuk pertumbuhan, produksi dan hidup pokok ternak. Kebutuhan ternak akan pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap nutrisi. Jumlah nutrisi setiap harinya sangat tergantung pada jenis ternak, umur, fase pertumbuhan (dewasa, bunting dan menyusui), kondisi tubuh, dan lingkungan tempat hidupya, serta bobot badannya
Pertumbuhan produksi dan hidup pokok hewan memerlukan zat gizi. Pakan ternak mengandung zat gizi untuk keperluan kebutuhan energi maupun fungsi-fungsi (pertumbuhan, produksi dan hidup pokok) tetapi kandungan zat gizi pada masing-masing pakan ternak berbeda. Klasifikasi bahan pakan secara internasional telah membagi bahan pakan menjadi 8 kelas, yaitu hijauan kering, pasture atau hijauan segar, silase, sumber energi, sumber protein, sumber mineral, sumber vitamin, zat additive
Bahan pakan dibagi menjadi dua menurut sumbernya, yaitu nabati dan hewani. Bahan pakan nabati adalah pakan yang berasal dari tanaman pangan seperti jagung, sorgum dan gandum. Bahan pakan hewani adalah bahan pakan yang bersumber dari hewan seperti udang, ikan dan darah. Secara Internasional bahan pakan dapat dibagi menjadi 8 kelas yaitu hijauan kering, pasture, silase, sumber energi, sumber protein, sumber mineral, sumber vitamin dan zat additive
Hijauan Kering dan Jerami
Bahan yang termasuk dalam kelas ini adalah semua hay jerami kering, dry fodder, dry stover dan semua bahan pakan kering yang berisi 18% atau lebih serat kasar (Rasyaf, 1994). Hijauan kering adalah rumput dan daun-daunan leguminosa yang sengaja dikeringkan agar dapat disimpan dalam waktu yang lama dan digunakan sebagai cadangan bahan pakan ternak pada musim kekurangan pakan. Pemberian jerami pada beberapa ternak akan menunjukkan defisiensi vitamin A karena terjadinya penurunan suplementasi vitamin A saat proses fermentasi di dalam rumen.
Pastura atau Hijauan Segar
Tanaman padangan hijauan yang diberikan segar termasuk dalam kelas ini adalah semua hijauan diberikan secara segar. Hijauan segar atau pasture dapat
131 pakan utama ruminansia baik berupa rumput maupun leguminosa. Hijauan akan terasa kasar bila diraba dan mempunyai bau khas masing-masing. Pastura atau hijauan segar memiliki nilai protein yang cukup tinggi.
Silase
Kelas ini menyebutkan silase hijauan (jagung, alfafa, rumput dsb) tetapi tidak silase ikan, biji-bijian dan akar-akaran. Bahan pakan yang termasuk dalam kelas ini adalah bahan pakan yang berasal dari hijauan yang telah mengalami proses fermentasi didalam silo secara anaerob, menagndung bahan kering sebesar 20,35%. Proses pengawetan hijauan dengan cara fermentasi menggunakan satu jenis bakteri disebut erilase. Bahan pakan yang mengalami ensilase di sebut silase. Silase membuat pakan menjadi asam dan lembek . Sumber Energi
Bahan pakan yang termasuk dalam kelas ini adalah bahan-bahan dengan kandungan protein kasar kurang dari 20% dan serat kasar kurang dari 18% atau kandungan dinding selnya kurang dari 35%. Zat makanan yang digunakan sebagai sumber energi utama adalah karbohidrat. Karbohidrat mensuplai sekitar 80% total energ.
Sumber Protein
Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20%. Bahan pakan sumber protein biasanya berupa tepung atau bungkil. Semua pakan yang mengandung protein 20% atau lebih biasanya berasal dari tanaman, hewan dan ikan.
Sumber Mineral
Bahan pakan yang termasuk dalam kelas ini adalah semua makanan yang mengandung cukup banyak mineral. Kandungan asam aminonya baik, banyak mengandung vitamin dan mineral. Unsur anorganik mempunyai banyak fungsi dalam proses pengatur pertumbuhan.
Sumber Vitamin
Vitamin adalah organik yang tidak ada hubungan satu dengan yang lain, diperlukan dalam jumlah kecil untuk pertumbuhan normal. Vitamin dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil tetapi merupakan regulator metabolis. Zat Additif
Bahan pakan yang termasuk dalam kelas ini adalah bahan-bahan yang ditambahkan kedalam ransum dalam jumlah sedikit. Zat additif adalah zat-zat tertentu yang biasanya ditambahkan pada ransum seperti antibiotik, zat-zat warna, hormon dan obat-obatan lainnya. Bahan additif adalah suatu komposisi dari zat tertentu yang biasanya ditambahkan sebagai pelengkap komposisi bahan pakan pada ternak. Misalnya: antibiotik, vitamin, mineral, obat-obatan dan sebagainya. Meskipun bukan tergolong sebagai bahan pakan, namun bahan additif hampir tidak terpisahkan dengan praktik peternakana modern karena sangat bermanfaat secara ekonomi, untuk mendukung secara efisiensi penggunaan pakan.
MENGUMPULKAN INFORMASI / MENCOBA
Cari informasi dari berbagai sumber, (internet, modul, buku – buku referensi, serta sumber – sumber lain yang relevan) tentang jenis-jenis bahan pakan dan pakan!
Lakukan pengamatan jenis–jenis bahan pakan dan pakan ternak dengan menggunakan lembar kerja sebagai berikut
133 Lembar Kerja 1
Judul : Mengamati berbagai jenis bahan pakan secara organoleptik Waktu : JP @ 45 menit
Tujuan : untuk mengetahui secara rinci berbagai komponen kimia dari berbagai jenis bahan pakan
mengenal jenis-jenis bahan pakan beserta ciri-ciri fisiknya seperti warna, bentuk bau, rasa dan zat ntinutrisi yang terkandung didalamnya serta mengetahui dan dapat membedakan saluran pencernaan hewan ruminansia, pseudoruminansia dan monogastrik.
Dasar Teori Bahan pakan adalah sesuatu yang bisa dimakan, dicerna seluruh atau sebagian tubuh dan tidak menggangu kesehatan ternak yang memakannya. Kelangsungan hidup ternak bergantung pada pakan. Pakan yang dikonsumsi oleh ternak harus mengandung gizi yang tinggi. Pakan yang dikonsumsi digunakan untuk pertumbuhan, produksi hidup pokok dan reproduksinya..
Alat Dan Bahan
Alat : Alat tulis
Tabel Komposisi Bahan Pakan Untuk Indonesia NRC (1994
Kaca pembesar Cawan petridish
Sampel bahan pakan konsentrat
Kamera untuk mengambil gambar tanaman hijauan (rumput, non rumput dan legume),
Kantong plastic untuk menyimpan jenis hijauan yang akan diidentifikasi,
Gunting atau pisau untuk memotong sample hijauan yang akan diidentifikasi.
Bahan pakan sebagai sumber protein yang disediakan dalam bentuk tepung.
Masker
Bahan Jenis-jenis bahan pakan ternak Keselamatan
dan
Kesehatan Kerja
Pakailah pakaian kerja (jas laboratorium) Hati-hati dalam menggunakan alat yang tajam
Lakukan tugas sesuai prosedur atau langkah kerja yang telah