• Tidak ada hasil yang ditemukan

MELIHAT KARYA PEMULIHAN

FRAGMEN 5: Berhimpun Di Betlehem

(dapat diperankan oleh Remaja, Anak, Dewasa, dan Lansia)

Para gembala di Efrata berupaya hadir dan bersyukur. Mereka siap dipakai membawa berita ini dalam hidup mereka: Berita yang memulihkan hidup banyak orang…

Gembala 1 : Apa yang akan kita bawa teman-teman untuk kita berikan kepada Sang Bayi

Gembala 2 : Entah, kita tak punya hal berharga

Gembala 3 : Sudah, kita berangkat saja seperti adanya kita.

Para gembala menghampiri sebuah rumah

Gembala 1 : Permisi, kami kawanan gembala. Ada berita luar biasa yang kami terima…

Gembala 2 : Ya, malaikat di tengah gelap malam

menyampaikan lahir bayi yang akan membawa pemulihan, menyelamatkan umat-Nya.

Penginapan 2 : Silahkan masuk, ada saudara kami yang istrinya baru melahirkan tapi mereka tinggal di… ehhh… (agak ragu menyebut)… di bekas kandang

Gembala 1 : Wauuu ini di luar bayangan kami!!

Gembala 2 : Kami kira… kami begitu tidak layak berjumpa bayi luar biasa itu, ternyata Ia lahir dalam kandang dan diletakkan dalam palungan

Gembala 3 : Sungguh Tuhan mau hadir memulihkan hidup, bahkan bagi hidup manusia hina seperti kita para gembala…

Pemilik Penginapan mengajak ke kandang

Penginapan 2 : Ini mereka, tapi maaf seperti aku bilang, ini kendang yang mau dibuat kamar tapi belum selesai

Yusuf : Mari masuk…

Maria dan Yusuf menyambut gembala dan menunjukkan bayi kudus

Gembala 1 : Indah… anak ini memberikan secercah harapan pemulihan bagi Israel dan Dunia

Gembala 2 : Tuhan memberkati kalian… hai keluarga kudus dari Tuhan

Gembala 1 : Kami mau dipakai Tuhan, menjadi saksi… saksi kasih Tuhan yang menjawab doa kami dan memberikan jawaban yang memulihkan hidup kami, Amin.

Semua pemain berkumpul, memberikan salam dan menjenguk Bayi Yesus, Maria, dan Yusuf. Fragmen ditutup bersama menyanyi dan menari dari pujian KJ 120:1, 2. Untuk contoh pujian dan tarian dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=2e9A6y40J2s atau

https://www.youtube.com/watch?v=nXcP5_eY8RM

umat berdiri dan menyanyikan KJ. 101:1-3

ALAM RAYA BERKUMANDANG

do = g 4 ketuk Les anges dans nos campagnes, Nyanyian Natal Perancis abad 18 1. Alam raya berkumandang oleh pujian mulia;

dari gunung, dari padang kidung malaikat bergema. Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelsis Deo! 2. Hai gembala, kar’na apa sambutan ini menggegar?

Bagi Maharaja siapa sorak sorgawi terdengar? Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelsis Deo! 3. Sudah lahir Jurus’lamat – itu berita lagunya.

Puji dan syukur dan hormat dipersembahkan pada-Nya. Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelsis Deo!

PENGUTUSAN

PF : Arahkanlah hatimu kepada Tuhan!

U : KAMI MEMGARAHKAN HATI KEPADA TUHAN PF : Jadilah Saksi tneng karya Allah yang memulihkan

U : KAMI TELAH DIPULIHKAN, MAKA KAMI AKAN PERGI DAN MENYAMPAIKAN BERITA PEMULIHAN INI KEPADA DUNIA

PF : Terpujilah Tuhan

BERKAT

PF : Pergilah dengan damai dan terimalah berkat-Nya: “Kasih

karunia Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah Bapa serta persekutuan Roh Kudus, menyertai Saudara-saudara sampai selama-lamanya.” Amin.

U : (menyambut dengan menyanyikan PKJ. 185:1-3) TUHAN MENGUTUS KITA KE DALAM DUNIA

do =f 4 ketuk Arnoldus Isaak Apituley 1998 bersama

1. Tuhan mengutus kita ke dalam dunia, bawa pelita kepada yang gelap.

Meski dihina serta dilanda duka, harus melayani dengan sepenuh.

Refrein:

Dengan senang, dengan senang, marilah kita melayani umat-Nya. Dengan senang, dengan senang, berarti kita memuliakan nama-Nya.

perempuan

2. Tuhan mengutus kita ke dalam dunia bagi yang sakit dan tubuhnya lemah. Meski dihina serta dilanda duka, harus melayani dengan sepenuh.

laki-laki

3. Tuhan mengutus kita ke dalam dunia untuk yang miskin dan lapar berkeluh. Meski dihina serta dilanda duka, harus melayani dengan sepenuh.

KEHADIRAN

YANG MEMULIHKAN

Keterangan: PL : Pelayan Liturgi PF : Pelayan Firman U : Umat/Anggota Jemaat

MJ : Majelis Jemaat (Diakan/Penatua) L : Lektor

PERSIAPAN

lonceng dibunyikan sebagai penanda persiapan ibadah para pelayan ibadah berdoa di konsistori, umat berdoa secara

pribadi

lonceng dibunyikan sebagai penanda dimulainya ibadah pembacaan warta lisan

penyalaan lilin natal

PANGGILAN BERIBADAH

PL : Dahulu kala, di negeri yang jauh, orang-orang memimpikan bahwa

suatu hari zaman keemasan akan datang. Kesukaan akan tiba.

Namun nampaknya kehidupan mereka makin hancur dan tidak memiliki harapan.

Musuh-musuh telah mengalahkan bangsa mereka, para penguasa bertindak lalim.

Mereka mulai berangan-angan: Seandainya saja waktu bisa kembali

pada masa kepemimpinan raja Daud yang hebat, yang memimpin penuh kemenangan

dan membawa kemakmuran.

Seandainya Allah yang menciptakan surga dan bumi berkenan mengirimkan Raja yang lebih lebat dari Daud, yang akan memerintah dengan kebenaran dan keadilan, yang dapat mengakhiri peperangan,

yang kerajaannya tidak akan berakhir. Saudaraku, angan itu menjadi nyata.

Seluruh dunia akan mengetahui bahwa Allah berkehendak manusia hidup bebas dan makmur,

hidup dalam kasih, kebenaran, keadilan dan kemurahan hati.

Natal... menjadi awal masa keemasan segera datang. Mari berhimpun menyambutnya!

umat berdiri dan menyanyikan KJ. 123:1-4

S’LAMAT, S’LAMAT DATANG

do = g 2 ketuk Nu zijt wellekome, Nyanyian Natal Belanda/Jerman abad Pertengahan

1. S’lamat, s’lamat datang, Yesus, Tuhanku! Jauh dari sorga tinggi kunjungan-Mu. S’lamat datang, Tuhanku, ke dalam dunia;

damai yang Kaubawa tiada taranya. Salam, salam! 2. “Kyrie eleison”: Tuhan tolonglah!

Semoga kidung kami tak bercela. Bunda-Mu Maria diberi karunia

melahirkan Dikau kudus dan mulia. Salam, salam! 3. Nyanyian malaikat nyaring bergema;

Gembala mendengarnya di Efrata:

“Kristus sudah lahir, hai percaya kabarku!

4. Datang orang Majus ikut bintang-Nya, Membawa pemberian dan menyembah.

Yang dipersembahkan: kemenyang, emas, dan mur; pada Jurus’lamat mereka bersyukur. Salam, salam!

VOTUM

PF : Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

U : (menyanyikan) AMIN, AMIN, AMIN

SALAM

PF : Tuhan beserta saudara

U : DAN BESERTA SAUDARA JUGA

umat duduk

KATA PEMBUKA

PL : Yesus lahir di Betlehem,

saat seorang raja bernama Herodes berkuasa sebagai raja. Sementara itu, para pengembara dari Timur datang dalam pencarian mereka dan bertanya

“Di manakah bayi yang lahir,

yang akan menjadi Raja orang Yahudi? Kami melihat bintang-Nya.”

Herodes yang mendengar hal itu menjadi cemas dan marah.

Dia memanggil semua orang pandai

di kerajaannya mencari tahu kitab nenek moyang yang menjelaskan tentang seorang raja

yang akan diberikan Allah, di manakah Ia akan lahir.” Herodes bertanya pada para pengembara,

ingin tahu kapan bintang itu muncul.

Lalu ia menyuruh mereka pergi mengikuti bintang itu dan memberitahukan di manakah bayi itu dilahirkan. Kelahiran Yesus memberi harapan baru.

Harapan agar keadilan kembali ditegakkan, Kasih kembali diberlakukan,

Kemurahan hati dinyatakan, Keselamatan dianugerahkan. Kelahiran Yesus menjadi simbol di mana Kerajaan Allah ditegakkan dan Kerajaan Sorga dinyatakan. Dialah sang Raja Besar.

umat menyanyikan KJ. 123:1-4

DARI TIMUR, JAUH BENAR

do = g 6 ketuk We Three Kings of Orient Are, John Henry Hopkins Jr. 1862

1. Dari Timur, jauh benar, kami cari Raja besar Lewat gurun, naik turun, dituntun bintang-Nya.

Refrein:

O, bintang pandu yang cerah, bintang Raja mulia, jalan kami kau sinari, langkah kami tuntunlah.

2. Lahir Raja damai baka. Mas kubawa kepada-Nya, kar’na Ia, memerintah, sampai selamanya.

3. Aku bawa dupa menyan, lambang doa yang beriman. Ya Tuhanku, pujianku kiranya berkenan.

4. Damar pahit yang kuberi, lambang dukacita pedih dan sengsara tak bertara dan kubur yang sepi.

DOA PENGAKUAN DOSA