B. Pengukuran Capaian Kinerja Misi Kedua
3 Berkembangnya Agribisnis Pertanian dan Perikanan
Dari hasil pengukuran capaian kinerja pada sasaran strategis Berkembangnya Agribisnis Pertanian dan Perikanan menunjukkan bahwa pada tahun 2015 pencapaian kinerja sasaran tersebut rata-rata sebesar 102,86%. Selengkapnya hasil pengukuran capaian kinerja Sasaran Strategis Ketiga yaitu Berkembangnya Agribisnis Pertanian dan Perikanan pada tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat dalam Tabel 3.21.
Tabel 3.21. Hasil Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran Berkembangnya Agribisnis Pertanian dan Perikanan pada tahun 2014 dan 2015
No Indikator Sasaran Satuan
Tahun 2014 Tahun 2015
Target Realisasi Capaian
(%) Target Realisasi
Capaian (%)
1
Terkendalinya wabah penyakit ternak hewan strategis (PHMS) penyakit ikan (Kec.)
- Rabies (dosis) Dosis 40 40 100 40 40 100
- Anthrax (dosis) Dosis 40 40 100 40 40 100
- Brucellosis (dosis) Dosis 40 40 100 40 40 100
- SE (dosis) Dosis 40 40 100 40 40 100
- AI (dosis) Dosis 40 40 100 40 40 100
- Aeromonas (dosis) Dosis 40 40 100 40 40 100
- KHV/Kol Herpes
Virus (dosis) Dosis 40 40 100 40 40 100
2 Terkendalinya keamanan PAH/HPAH (kecamatan) Dosis 40 40 100 40 40 100 3 Produksi Daging (kg) Kg 119.443.862 118.563.279 99,26 124.030.50 6 125.236.248 100,97 4. Produksi Telur (kg) Kg 48.007.137 49.379.616 102,86 49.850.611 50.997.745 102,30 5 Produksi Susu (liter) Liter 12.077.551 11.154.293 92,36 12.541.329 11.430.374 91,14 6
Konsumsi Protein Hewani Asal Ternak (gr/kap/hr)
(gr/kap/
hr) 5,48 5,57 101,64 5.66 5.72 101,06 7 Sentra agribisnis
peternakan (lokasi) (lokasi) 1 1 100 1 1 100
8 Produksi perikanan (dibandingkan dengan target daerah) % 100 100,43 100,43 100 100.24 100,24 9 Konsumsi ikan (dibandingkan dengan target daerah) % 100 101,57 101,57 100 102.01 102.01 10 Produksi ikan
konsumsi (ton) Ton 108.364 108.829,28 100,43 112.525 112.790,38 100,24 11 Konsumsi ikan
(kg/kap/th)
Kg/kap/t
h 24,79 25,18 101,57 25,89 26,41 102,41 12 Produksi Ikan Hias
(RE) RE 233.261 235.173,74 100,82 24.218 242.520 100,12 13 Produksi Benih Ikan
(RE) RE 2.980.010
2.994.016,0
5 100,47 3.094.442 3.107.748,10 100,43 14 Sentra agribisnis
No Indikator Sasaran Satuan
Tahun 2014 Tahun 2015
Target Realisasi Capaian
(%) Target Realisasi
Capaian (%)
15 Produksi olahan
produk perikanan (ton) Ton 13.622 17.154 125,93 14.415 23.774,03 168,70 16 Produksi olahan produk peternakan (ton) Ton 22.370 18.182,97 81,28 23.229 21.936,28 100,12 Rata-Rata Capaian 100,39 102,86
Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan(Distanhut) dan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) 2015
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa Sasaran Ketiga untuk mewujudkan misi kedua diperoleh melalui penjabaran indikator sasaran sebanyak 16 (enam belas) indikator sasaran, antara lain
1. Terkendalinya wabah penyakit ternak hewan strategis (PHMS) penyakit ikan (Kecamatan)
a. Rabies tahun 2015 dari target sebesar 40 dosis, terealisasi sebanyak 40 dosis, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100,00%. Capaian kinerja tersebut sama apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Rabies ditahun 2014 telah tercapai 40 dosis dari target sebesar 40 dosis atau telah tercapai sebesar 100,00%.
b. Anthrax tahun 2015 dari target sebesar 40 dosis, terealisasi sebesar 40 dosis, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100%. Kondisi tersebut sama bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014, dimana capaian pada tahun 2014 sebesar 100,00%. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Anthrax ditahun 2015 telah tercapai 40 dosis dari target sebesar 40 dosis atau telah tercapai sebesar 100,00%.
c. Brucellosis tahun 2015 dari target sebesar 40 dosis, terealisasi sebesar 40 dosis, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100%. Kondisi tersebut sama bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014, dimana capaian pada tahun 2014 sebesar 100,00%. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Brucellosis ditahun 2015 telah tercapai 40 dosis dari target sebesar 40 dosis atau telah tercapai sebesar 100,00%.
d. SE tahun 2015 dari target sebesar 40 dosis, terealisasi sebesar 40 dosis, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100%. Kondisi tersebut
sama bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014, dimana capaian pada tahun 2014 sebesar 100,00%. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini SE ditahun 2015 telah tercapai 40 dosis dari target sebesar 40 dosis atau telah tercapai sebesar 100,00%.
e. AL tahun 2015 dari target sebesar 40 dosis, terealisasi sebesar 40 dosis, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100%. Kondisi tersebut sama bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014, dimana capaian pada tahun 2014 sebesar 100,00%. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini AL ditahun 2015 telah tercapai 40 dosis dari target sebesar 40 dosis atau telah tercapai sebesar 100,00%.
f. Aeromonas tahun 2015 dari target sebesar 40 dosis, terealisasi sebesar 40 dosis, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100%. Kondisi tersebut sama bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014, dimana capaian pada tahun 2014 sebesar 100,00%. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Aeromonas ditahun 2015 telah tercapai 40 dosis dari target sebesar 40 dosis atau telah tercapai sebesar 100,00%.
g. KHV/Kol Herpes Virus tahun 2015 dari target sebesar 40 dosis, terealisasi sebesar 40 dosis, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100%. Kondisi tersebut sama bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini KHV/Kol Herpes Virus ditahun 2015 telah tercapai 40 dosis dari target sebesar 40 dosis atau telah tercapai sebesar 100,00%. 2. Terkendalinya keamanan PAH/HPAH (kecamatan) tahun 2015 dari target sebesar 40 dosis, terealisasi sebesar 40 dosis, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100,00%. Capaian kinerja tersebut sama apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Mengingat jumlah ternak dan ikan yang banyak dan terbatasnya pendanaan pemerintah maka pengendalian penyakit hewan dan ikan difokuskan pada daerah endemis dan potensial berjangkitnya penyakit menular hewan dan ikan. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini indikator
Terkebdalainya keamanan PAH/HPAH (kecamatan) telah tercapai di tahun 2015 sebesar 100%.
3. Produksi daging tahun 2015 dari target sebesar 124.030.506 kg, terealisasi sebesar 125.236.248 kg, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100,97%. Kondisi tersebut mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Hal ini disebabkan karena ketersediaan daging banyak diperankan oleh kehadiran perusahaan ayam ras dan feed lot yang cukup potensial di Kabupaten Bogor. Selain itu, kebijakan Pemerintah DKI Jakarta berupa larangan pemasukan unggas hidup ke wilayah Jakarta menyebabkan peningkatan pemotongan unggas di sekitar Jakarta salah satunya di Kabupaten Bogor. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Produksi Daging ditahun 2015 telah tercapai 124.030.506 Kg dari target sebesar 134.177.923 Kg atau telah tercapai sebesar 92,43%.
4. Produksi Telur tahun 2015 dari target sebanyak 49.850.611 kg, terealisasi sebesar 50.997.745 kg, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 102,30%. Kondisi tersebut mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Hal ini terjadi karena Produksi telur tersebut sebagian besar diperoleh dari produksi telur ayam ras. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Produksi Telur ditahun 2015 telah tercapai 49.850.611 Kg dari target sebesar 53.929.083 Kg atau telah tercapai sebesar 92,43%.
5. Produksi Susu tahun 2015 dari target sebanyak 12.541.329 liter, terealisasi sebanyak 11.430.374 liter, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 91,14%. Kondisi tersebut mengalami penurunan di bandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014 . Hal ini di sebabkan karena ketidakmampuan peternak dalam pelunasan kredit usaha sapi perah yang telah jatuh tempo. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Produksi Susu ditahun 2015 telah tercapai 11.430.374 liter dari target sebesar 13.567.384 liter atau telah tercapai sebesar 84,28%.
6. Konsumsi Protein Hewani Asal Ternak tahun 2015 dari target sebesar 5,6 (gr/kap/hr), terealisasi sebesar 5,72, (gr/kap/hr) sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 101,06%. Kondisi tersebut mengalami penurunan di bandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Hal ini di sebabkan karena
Penyediaan produksi yang diimbangi dengan peningkatan daya beli masyarakat Kabupaten Bogor terhadap produk hasil peternakan Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Konsumsi Protein Hewani Asal Ternak ditahun 2015 telah tercapai 5,72 (gr/kap/hr)dari target sebesar 6,25 (gr/kap/hr) atau telah tercapai sebesar 91,52%.
7. Sentra agribisnis peternakan tahun 2015 dari target sebanyak 1 lokasi, terealisasi sebanyak 1 lokasi, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja tersebut sama apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Hal ini disebabkan karena tinggi dan tidak stabilnya harga bahan baku daging di pertengahan tahun 2015. Sebaliknya pertumbuhan pesat ditunjukkan oleh produksi olahan produk perikanan yang mencapai 168,07% dari target karena beberapa UKM yang telah difasilitasi alat pengolahan langsung meningkatkan produksinya seiring meningkatnya permintaan. Namun hal ini perlu dijaga mengingat tingkat fluktuasi produksi olahan perikanan cukup besar. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Jumlah BPR/LKM aktif milik pemerintah ditahun 2015 telah tercapai 1 lokasi dari target sebesar 2 lokasi atau telah tercapai sebesar 50,00%.
8. Produksi perikanan (dibandingkan dengan target daerah) tahun 2015 dari target sebesar 100,00%, terealisasi sebesar 100,24%, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100,24%. Kondisi tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan capaian kinerja kinerja tahun 2014. Hal ini disebabkan karena Produksi perikanan yang terdiri dari ikan konsumsi, ikan hias dan benih ikan selama tahun 2015 seluruhnya dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Produksi ikan konsumsi pada tahun 2015 adalah sebesar 112.790,38 ton meningkat sebesar 3,64%. . Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Produksi perikanan (dibandingkan dengan target daerah) ditahun 2015 telah tercapai 100,24% dari target sebesar 100% atau telah tercapai sebesar 100,24%.
9. Konsumsi ikan (dibandingkan dengan target daerah) tahun 2015 dari target sebesar 100,00%, terealisasi sebesar 100,21%, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 102,01%. Kondisi tersebut mengalami penurunan apabila
dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Dimana capaian kinerja pada tahun 2014 sebesar 101,57%. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Konsumsi ikan (dibandingkan dengan target daerah) ditahun 2015 telah tercapai 100,21% dari target sebesar 100% atau telah tercapai sebesar 10,21%.
10. Produksi ikan konsumsi tahun 2014 dari target sebanyak 112.52500 ton, terealisasi sebanyak 112.790.38 ton sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100,24%. Kondisi tersebut mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Dimana capaian kinerja pada tahun 2014 sebesar 100,43%. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Produksi Ikan Konsumsi ditahun 2015 telah tercapai 112.790,38 ton dari target sebesar 121.731 ton atau telah tercapai sebesar 92,65%.
11. Konsumsi ikan tahun 2015 dari target sebesar 25,89 Kg/kap/th terealisasi sebesar 26,41 Kg/kap/th, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 102,41%. Kondisi tersebut mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Hal ini disebabkan karena banyaknya pembudidaya ikan lele di Kabupaten Bogor yang cukup potensial terutama di kawasan minapolitan. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Konsumsi Ikan ditahun 2015 telah tercapai 26,41 kg/kap/th dari target sebesar 29,46 kg/kap/th atau telah tercapai sebesar 89,64%.
12. Produksi Ikan Hias tahun 2015 dari target sebesar 24.218 RE, terealisasi sebesar 242,520,23 RE sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100,12%. Kondisi tersebut mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Hal ini disebabkan karena seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dan peningkatan infrastruktur pendukung pemasaran ikan hias. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Produksi Ikan Hias ditahun 2015 telah tercapai 242.520,23 RE dari target sebesar 222.328,14 RE atau telah tercapai sebesar 109,08%.
13. Produksi Benih Ikan tahun 2015 dari target sebanyak 3.094.442 RE terealisasi sebesar 3.107.748.10 RE sehingga pencapaian kinerjanya
sebesar 100,42%. Kondisi tersebut mengalami peningklatan apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Hal ini disebabkan karena Sebagian besar diperoleh dari komoditas benih ikan lele. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Produksi Benih Ikan ditahun 2015 telah tercapai 3.107.748,10 RE dari target sebesar 5.017.638 RE atau telah tercapai sebesar 61,93%.
14. Sentra agribisnis perikanan tahun 2015 dari target sebanyak 1 lokasi terealisasi sebanyak 1 lokasi sengga capaian kinerja sebesar 100,00%. Kondisi tersebut sama dengan capaian kinerja tahun 2014. Dimana capaian kinerja pada tahun 2014 sebesar 100,00%. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Sentra agribisnis perikanan ditahun 2015 telah tercapai 1 lokasi dari target sebesar 2 lokasi atau telah tercapai sebesar 50,00%.
15. Produksi olahan produk perikanan tahun 2014 dari target sebanyak 14.415 ton terealisasi sebesar 23.774.03 ton, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 168,07%. Kondisi tersebut mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Hal ini disebabkan karena beberapa UKM yang telah difasilitasi alat pengolahan langsung meningkatkan produksinya seiring meningkatnya permintaan. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Produksi olahan produk perikanan ditahun 2015 telah tercapai 23.774,03 ton dari target sebesar 15.302 ton atau telah tercapai sebesar 155,36%.
16. Produksi olahan produk peternakan tahun 2015 dari target sebanyak 23.229 ton, terealisasi ssebanyak 21.936.28 ton, sehingga pencapaian kinerjanya sebesar 100,12%. Kondisi tersebut mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014. Hal ini disebabkan karena tinggi dan tidak stabilnya harga bahan baku daging di pertengahan tahun 2015. Jika dibandingkan dengan kondisi akhir RPJMD, sampai dengan saat ini Produksi olahan produk peternakan ditahun 2015 telah tercapai 21.936,28 ton dari target sebesar 25.130 ton atau telah tercapai sebesar 87,29%.
Dalam mewujudkan Sasaran Ketiga pada Misi “Meningkatkan daya saing perekonomian masyarakat dan pengembangan usaha berbasis sumberdaya alam dan pariwisata” dilaksanakan oleh 1 (satu) OPD, yaitu Dinas Peternakan dan
Perikanan (Disnakan) dengan 16 (enam belas) indikator kinerja. Anggaran untuk mewujudkan sasaran ini mencapai sebesar Rp49.528.129.000,00 yang terealisasi sebesar Rp31.351.989.999,00 sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 90,13%, maka diperoleh efisiensi penggunaan anggaran sebesar Rp2.712.104.032,00 (9,87%).
Sasaran Ketiga tersebut diwujudkan dalam 5 (Lima) program utama, yaitu :
1) Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan yang dianggarkan sebesar Rp11.642.323.000,00 terealisasi sebesar Rp10.548.934.025,00 sehingga di peoleh capaian kinerja sebesar 90,61%
2) Program Pengembangan Budidaya Perikanan, yang dianggarkan sebesar Rp13.651.359.000,00 terealisasi sebesar Rp11.337.369.500,00 sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 83,05%.
3) Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan, yang dianggarkan sebesar Rp1.065.553.000,00 terealisasi sebesar Rp1.036.986,846,00 sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 97,32%. 4) Program Optimalisasi Pengelolaan Produksi Perikanan, yang dianggarkan
sebesar Rp1.229.705.000,00 terealisasi sebesar Rp1.174.148,500,00 sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 95,48%.
5) Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak, yang dianggarkan sebesar Rp21.939.189.000,00 terealisasi sebesar Rp7.254.551.128,00 sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 35,19%.
Sasaran Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran Strategis