BAB II: KAJIAN TEOR
B. Metode Bernyanyi
2. Bernyanyi
a. Pengertian bernyanyi
Menurut Jamalus (1988: 46) kegiatan bernyanyi adalah merupakan kegiatan dimana kita mengeluarkan suara secara beraturan dan berirama baik diiringi oleh iringan musik ataupun tanpa iringan musik. Bernyanyi berbeda dengan berbicara bernyanyi memerlukan teknik-teknik tertentu sedangkan berbicara tanpa perlu menggunakan teknik tertentu. Bagi anak kegiatan bernyanyi adalah kegiatan yang menyenangkan bagi mereka, dan pengalaman bernyanyi ini memberikan kepuasan kepadanya. Bernyanyi juga merupakan alat bagi anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya.
Manfaat bernyanyi akan terasa pada anak-anak dalam melafalkan bunyi-bunyian dengan baik, sehingga paling sedikit mereka sanggup menyanyikan dengan lafal yang tepat. Menurut Mubarok (2008: 68) manfaat dari bernyanyi diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Memperluas kebudayaan dengan memberikan pengertian yang mendalam melalui alam pikiran dan perasaan orang lain.
2) Memperkaya daya imajinasi anak.
3) Mempunyai olah nafas yang bagus, sebagai akibat kebiasaan menarik nafas dalam.
4) Memperkuat daya ingatan dan konsentrasi.
5) Memberikan kebahagiaan pada diri sendiri dan orang lain. c. Metode-metode latihan dalam bernyanyi
Menurut Mufti Mubarok (2008: 69) metode-metode yang perlu diperhatikan dalam latihan bernyanyi adalah sebagai berikut:
1) Latihan pelemasan
Tujuan latihan pelemasan ini tidak lain adalah melemaskan otot-otot yang kaku, sehingga dapat menguasai seluruh anggota badan dari kepala sampai kaki. Latihan ini dapat dilakukan dengan berlari, berdiri, duduk ataupunberbaring.
Dan lagi, pada saat menyanyi seyogyanya seluruh anggota badan dalam keadaan rileks dan terkontrol dengan baik dengan
demikian seluruh anggota badan, tenaga, perasaan, dan pikiran kita dapat dipusatkan pada alat-alat suara dan pernafasannya.
2) Latihan pengucapan
Keindahan, kemerduan dan kemurnian suara adalah amat tergantung kepada bentuk mulut. Sedangkan bentuk mulut ditentukan oleh bentuk, posisi dan simpel tidaknya alat-alat pengucapan kita.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan adalah bahwa waktu menyanyi kita segan untuk membuka mulut. Rahang bawah terlalu keatas dan kaku. Lebih-lebih pada nada-nada tinggi sehingga suara tidak lepas. Selain itu, posisi posisi dan kesupelan lidah uga perlu mendapat latihan.
Beberapa teknik latihan pengucapan meliputi: (a) Latihan rahang bawah, (b) Latihan bibir, (c) Latihan lidah, yaitu terdiri dari: latihan ketetapan pengucapan, latihan kelincahan, latihan penguasaan otot-otot lidah, (d) Latihan langit-langit.
Disamping itu perlu mendapat perhatian dalam latihan ini antara lain: (1) Semua otot-otot yang kebetulan tiddak dilatih, hendaknya tetap pasif dan rileks, (2) otot-otot leher dan muka hendaknya tetap lemas karena latihandengan memutar kepala ke kiri dan ke kanan, (3) Selama latihan pernafasan, tidak boleh diganggu, (4) Lebih baik lagi latihan didepan cermin, (5) Sangat efektif bila latihan tersebut dilakukan setiap hari.
3) Latihan pernafasan
Pernafasan merupakan unsur yang penting dalam bernyanyi, sebab suara terjadi karena terbentuknya udara (nafas) yang ditiup. Tanpa nafas tidak akan bisa bersuara. Orang yang dapat mengatur dan menguasai pernafasan akan sanggup dan menguasai suaranya.
Selama sirkulasi pernafasan berjalan lancar tanpa gangguan sedikitpun maka kita dapat bersuara dengan baik. Perubahan antara sirkulasi pernafasan untuk bicara dan sirkulasi untuk pernafasan adalh sebagai berikut:
a) Sirkulasi pernafasan untuk bicara
Tarik nafas (menghirup udara) langsung bicara – istirahat – tarik nafas – berbicara – tahan nafas (istirahat) – dan seterusnya. b) Sirkulasi untuk bernyanyi
Tarik nafas – tahan nafas sebentar (istirahat) – menyanyi – tarik nafas – tahan nafas (istirahat sebentar) – menyanyi.
Jika kita perhatikan, maka ada perbedaan khusus, antara sirkulasi nafas untuk berbicara dan menyanyi. Untuk menyanyi perlu olahan khusus, yakni istirahat beberapa saat disela-sela tarikan nafas, sedangkan untuk berbicara tidaklah demikian.
Dan setelah kita mengetahui bedanya maka dengan sendirinya latihan pernafasan yang kita lakukan adalah sesuai dengan sirkulasi pernafasan untuk menyanyi. Maka dalam latihan pernafasan menahan
nafas sebentar merupakan keharusan dengan maksud memperkuat daya rrentang dan daya tahan otot diafragma.
4) Metode latihan
Mula-mula berdiri tegap dengan kedua kaki sedikit merenggang (terbuka) kira-kira 45 cm. Kedua belah tangan tergantung disamping. Usahakan dan rasakan seluruh anggota badan dari kepala sampai ujung kaki dalam keadaan rileks. Dalam keadaan yang demikian itu, hiruplah nafas pelan-pelan melalui hidung serayamengangkat tangan ke depan sampai setinggi bahu.
Tariklah nafas sebentar sambil menghilanghkan ketegangan dibagian leher dengan cara menggerakan kepala kebelakang. Setelah itu barulah hembuskan kembali melalui mulut disertai suara ssss ... atau hfff ... cara inilah yang disebut latihan pernafasan. Dan dibawah ini syarat-syarat melakukan pernafasan diantaranya yaitu:
Sedapat mungkin latihan pernafasan dilakukan pada pagi hari di mana udara masih segar d bersih.
Usahakan latihan diudara terbuka.
Waktu menghirup nafas ssebaiknya melalui hidung. Dengan demikian udara yang kita hirup akan terasa hangat dan tersaring.
Cara menghembuskan nafas dan mulut bisa dengan suara mendesis pada tingkat permulaan, selanjutnya bisa dengan suara aaaaaa seperti orang menguap.
3. Metode Bernyanyi
a. Pengertian Metode Bernyanyi
Saifun Arif Kojeh (2007: 46) mengungkapkan bahwa bernyanyi adalah suatu metode yang mempunyai 4 faktor pendorong agar lebih efektif dalam penggunaanya, yaitu konsentrasi, jiwa yang tenang, pengulangan dan motivasi.
Menyanyi merupakan suatu seni yang dapat menjadi suatu alat penyampai pesan seseorang dalam berkomunikasi. Menyanyi bagi anak- anak selain menggembirakan juga dapat mencerdaskan otak kanannya. b. Kelebihan Metode Bernyanyi
Metode bernyanyi memilik beberapa kelebihan diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Metode bernyanyi tidak memerlukan biaya yang mahal.
2) Dapat digunakan oleh siapa saja dan bisa diajarkan kesemua siswa. 3) Menyanyi dapat memberikan landasan mental, pengetahuan,
keterampilan dan kreatifitas untuk generasi mendatang.
4) Melalui metode bernyanyi dapat membuat hati menjadi gembira. c. Kelemahan Metode Bernyanyi
Metode bernyanyi memilik beberapa kelemahan diantaranya adalah sebagai berikut:
2) Guru harus kreatif sendiri dalam menciptakan sebuah lagu yang sesuai dengan pembelajaran.