• Tidak ada hasil yang ditemukan

Biaja djalan, tiap km

Dalam dokumen Jilid-13 Depernas 24-Bab-116 (Halaman 29-43)

Pembantu Pemugaran tiaptahun

Djawa Luar Djawa Djawa Luar Djawa Rp. Rp. Rp. Rp. Djalan lori.

Badan djalan mil dan 80.000 190.000 1.950 2.650

besi ketjil. 50.000 50.000 50 50

Besi buat djembatan 20.000 20.000 —.— —.—

Djumlah 150.000 260.000 2.450 2.700 Beraspal 150.000 Djalan mobil 5,000 200.000 4.000 Tidak beraspal 120.000 170.000 5.000 7.400 Dalam perhitungan biaja jang diberikan diatas ini belum lagi di-masukkan pengeluaran tak tersangka jang dapat diperkirakan sebesar 10% dari tiap-tiap biaja. Pada perkiraan setjara kasarnja, biaja jang dibutuhkan adalah 1k. 1/3 dari Rp. financing tadi.

Pembiajaan dilapangan ini hendaknja dibebankan pada anggaran belandja routine.

Semua bahan-bahan mengenai perkiraan biaja tersebut diatas dipetik dari buku „Hutan Industri” jang diterbitkan oleh Djawatan Rehutanan Republik Indonesia tahun 1958.

§ 1345. Waktu pendirikan pabrik

Waktu jang diperlukan untuk menjiapkan pabrik rayon menurut pengalaman di Luar Negeri adalah ± 3½ tahun.

a. Setengah tahun diberikan kepada negeri-negeri jang berminat untuk membuat design dan menjusun rentjana jang teliti.

b. Tiga bulan untuk menentukan pemesanan dan membuat kontrak. c. 15 bulan sesudah itu barangbarang mulai tiba di Indonesia se

-bagian demi se-bagian.

d. Sesudah diletakkan batu pertama, diperlukan satu setengah ta -hun sebelum pabrik djalan.

Untuk memimpin pekerdjaan dari a sampai d, perlu selekasnja dibentuk Bureau Rayon jang merupakan bagian dari Balai Industri Tekstil.

Selama berlangsung fase a sampai dengan c, persiapan didalam negeri harus diselesaikan.

§ 1346. Buruh dan pegawai

Buruh dan pegawai jang diperlukan untuk projek rayon dapat diperkirakan sebagai berikut:

a. Pabrik rayon dengan produksi 40 ton rayon fibre sehari, lengkap dengan pabrik untuk pulp dan obat-obatan, ketjuali elektrolisis untuk sedium chlorida memerlukan tenaga kerdja administrasi dan teknik sebanjak 2487 orang.

b. Pabrik rayon dengan produksi 80 ton sehari, jang meliputi pabrik rayon, pabrik pulp dan semua pabrik pembantu lainnja memer -lukan tenaga administrasi/teknik sebanjak 5.600 orang.

c. Pabrik rayon jang menghasilkan 120 ton rayon fibres sehari jang meliputi pabrik rayon, pabrik pulp dan semua pabrik pem-bantu lainnja memerlukan tenaga administrasi/tehnik sebanjak 8263 orang.

Rentjana untuk mendirikan 2 unit pabrik dengan kapasitet 30.000 ton rayon setahun dan 2 unit pabrik dengan kapasitet masing-masing 45.000 ton rayon setahun, diperkirakan akan me-merlukan tenaga sebanjak 27:100 orang, jaitu : 13.000 untuk hutan Semangus dan Tjaban, 8.500 untuk hutan Samuda/Sampit, 8.500 untuk hutan Tanah Bumbu Utara dan 3.400 untuk hutan Toba.

§ 1341. Upah dan djaminan sosial

Pelaksanaan projek-projek rayon diatas pasti akan dapat me-ngurangi sedjumlah besar tenaga-tenaga penganggur dan setengah penganggur jang sangat penting artinja bagi usaha untuk mening -katkan daja beli Rakjat.

Adalah sewadjarnja apabila masalah upah dan djaminan sosial para pekerdja ini mendapat perhatian sepenuhnja, sate dan lain agar pelaksanaan rentjana ini dapat berhasil sebaik-baiknja.

Dalam hubungan ini sudah selajaknja, apabila dalam perentja-naan pendirian sebuah projek pabrik rayon itu diperhatikan peren-tjanaan projek perumahan jang memenuhi sjarat-sjarat planologi modern, tempat/taman rekreasi, lapangan olah raga, balai pertemuan dan tempat penitipan anakanak, mengingat besarnja djumlah peker -dja-pekerdja wanita nantinja.

Soal besarnja upah dan nilai djaminan sosial untuk tundjangan sakit, perawatan, djaminan hari tua, tundjangan hari raya dan lain-lain, dianggap belum waktunja untuk menetapkan djumlah jang pasti bagi seorang pekerdja sekarang, mengingat masih berlakunja sistim upah/djaminan sosial dan berbedanja keadaan daerah jang satu de -ngan jang lain.

Berhubung dengan itu, maka dalam pembangunan projek-projek rayon ini sebaiknja untuk keperluan upah dan djaminan sosial ditja dangkan sedjumlah uang tertentu dari hasil pendjualan guna mengem -bangkan usaha mendjamin hidup jang lajak bagi seluruh pekerdja. § 1348. Resume Pendjelasan mengenai Pola Pembangunan

Dibawah ini akan diberikan kesimpulan-kesimpulan dari pendje-lasan jang telah diberikan diatas mengenai projek-projek rayon.

a. Melihat perkembangan dinegeri-negeri lain, maka usaha men-dirikan pabrik rayon di-Indonesia ini merupakan tuntutan minimum, djika kita menghendaki selfsupporting dibidang sandang. Dibenua -benua lain telah dipergunakan tjara-tjara jang lebih madju untuk menghasilkan bahan pakaian, jaitu dengan djalan coal chemical indus-tries dan petro-chemical indusindus-tries. Tehnik-tehnik jang baru itu perlu djuga kita pertimbangkan, terutama sekali karena dengan demikian kita akan meninggikan nilai bahan baku jang tersedia dinegeri kita.

Dalam pada itu perlu sekali supaja selekas mungkin diambil tindakan persiapan pendirikan pabrik, seperti latihan, penentuan tem-pat, organisasi dsb.-nja itu.

b. Soal kedua jang penting sekali diperhatikan ialah soal mana-gerial dan technical skill.

Sebagai telah diterangkan pada paragrap mengenai staf dan pega -wai kita memeriukan banjak sekali tenaga ahli. Ada aliran jang kuat dikalangan kita jang menghendaki, supaja tenaga-tenaga jang akan memegang pimpinan dibidang administrasi dan tehnik sedapat mung kin diambil dari kalangan bangsa Indonesia sendiri, jang perlu disiap -kan untuk kewadjiban itu selama 5 sampai 6 tahun. Pemikiran jang

demikian dilandjutkan djuga terhadap tenaga pimpinan golongan me-nengah dan rendah (middle and lower leading personnel).

Arah penjelesaian sebagaimana dituliskan diatas buat waktu se-karang belum dapat didjalankan.

Kita mengetahui, bahwa negara-negara lain seperti Amerika dan Sovjet-Uni, pada zaman pembangunannja banjak memindjam tenagatenaga Asing. Politik seperti ini mempertjepat tempo kemadjuan, se -hingga timing dari hasil jang diperoleh dapat disesuaikan dengan perkembangan keadaan.

Melihat daftar pegawai jang diperlukan buat pabrik itu, jang perlu didatangkan dari luar ialah :

1. dari golongan administrasi 2 orang penasehat umum. 2. untuk penjelenggaraan tehnik :

1 derektur tehnik

2 pembantu utama tehnik

45 tehnolog kimia, analis dan penjelidik

15 insinjur mesin-mesin untuk pabrik-pabrik, planning dan beng kel. 2 insinjur listrik 2 insinjur fisika 1 insinjur tekstil 4 insinjur sipil 2 insinjur kehutanan 1 insinjur pertanian.

Ahli-ahli jang harus didatangkan itu berdjumlah 77 orang. Djika kita anggap bahwa mereka perlu bekerdja disini selama 3 tahun, se -belum dapat diganti dengan tenaga Indonesia dan gadji mereka kita perkirakan 1.000 U.S: dollar setahun sebagai penghasilan jang menarik untuk seorang ekspor Luar Negeri, maka pengeluaran devisen untuk semua ahli itu adalah 2.772.000 dollar.

Ditambah dengan biaja perdjalanan djumlah ini dapat dibulatkan djadi 3¼ djuta dollar. Perkiraan biaja ini rasanja tjotjok dengan keperluan jang sebenarnja, sebab dari achli-achli tersebut diatas ada jang mungkin tjukup diperlukan disini satu setengah tahun sadja, teta -pi ada djuga jang diperlukan lebih lama dari 3 tahun. Dengan membe-landjakan biaja extra sebesar tiga seperempat djuta dollar itu kita memenangkan waktu sekurang-kurangnja tahun jang selandjutnja berarti keuntungan jang besar.

Mengenai keuntungan dari usaha ini hanja dengan menjediakan sedjumlah 83 djuta U.S. dollar untuk sekali sadja, kita memenangkan penghematan devisen 26 djuta U.S. dollar setahun.

Disampiug itu pekerdjaan diadakan untuk 8.000 orang lebih di kompleks pabrik dan untuk 700 X 17 orang atau 11.900 orang ker -djantara dihutan. Dalam hubungan ini belum lagi dibitjarakan

tungan serba-guna jang kita peroleh dari projek rayon jang multi-purpose itu sebagaimana didjelaskan sebermula.

Suatu keuntungan lain jang sangat berarti pula ialah tertjapainja taraf selfsupporting jang penting dalam arti sosiologis-ekonomis dan politis-strategis.

c. Mengenai kwalitet kaju telah kita lihat, bahwa kaju jang ter -dapat dihutan rimba Semangus -dapat disamakan dengan kaju dibenua dingin, baik tentang kwantum selulosa maupun tentang apa jang di -sebut chemical dan tehnical properties.

Apa jang telah dikatakan mengenai kaju dihutan Semangus, dapat djuga kita katakan terhadap kaju jang terdapat dihutan rimba Kali-mantan. Hutan-hutan tropik di Kalimantan boleh dikatakan serupa komposisinja dengan hutan-hutan di Sumatera. Penjelidikan jang lebih teliti sedang dipersiapkan dengan djalan fotografi dari udara dan penafsiran foto-fotonja. Pengiriman team-team penindjauan dan penjelidik sering mengalami kesukaran, disebabkan ,pembaasan ke-ras terhadap perdjalanan guna penghematan.

Penjelidikan jang sudah banjak dilakukan tentang kaju tusam dan karat, baik setjara ikimia maupun untuk menentukan sifat-sifat tehnisnja menjatakan, bahwa kaju inibaik sekali untuk pembuatan rayon.

Di Porsea dan Kalimantan Tengah sebaiknja didirikan pabrik rayon jang berkapasitet 15.000 ton setahun. Mengenai pabrik di Por sea kapasitetnja itu Iebih baik untuk sementara dibatasi, menunggu selesainja projek Asahan, jang akan berarti menghemat bahan bakar. Motif untuk segera mulai mendirikan pabrik rayon di Porsea itu jalah supaja kaju tusan jang sudah terbukti sangatbaik untuk pembuatan rayon itu dapat dipergunakan se,baik-baiknja. Projek rayon dengan kapasitet 15.000 ton setahun, tjukup besar untuk dapat dipertanggung -djawabkan dari sudut ekonomi. Pabrik jang demikian tjukup memberi keuntungan, volume produksinja sudah tjukup untuk dilengkapi de ngan pabrik-pabrik pembantu. Keuntungannja jalah bahwa pabrik itu mudah diluaskan menurut keperluan berhubung dengan kenaikan djumlah penduduk Indonesia.

Untuk Samuda/Sampit patut pula ditetapkan untuk mendirikan sebuah pabrik rayon jang berkapasitet 15.000 ton setahun guna men -dampingi pabrik di Gunung Batu Besar. Putusan jang demikian sangat bidjaksana dipandang dari sudut nation dan statebuilding. Daerah Samuda/Sampit terkenal sebagai gudang kaju untuk diekspor dan un tuk dipergunakan didalam negeri. Mengingat akan kekajaan kaju di -daerah Kalimantan Tengah, maka dalam membangun pabrik rayon ditempat itu perlu diusahakan, supaja pulp dihasilkan sedemikian banjaknja, sehingga djauh melampaui kebutuhan pabrik. Kelebihannja dapat diekspor ke Luar Negeri, diantaranja ke Djepang, jang memerlukan pulp setiap tahun seharga ± 6 djuta U.S. Dollar. Dengan pemi -kiran mengekspor pulp itu, maka kapasitet pabrik rayon sendiri di batasi sampai 15.000 ton setahun. Kelebihan pulp itu dapat djuga dipergunakan untuk keperluan Dalam Negeri. Sebagai telah diterang-kan, selain pulp untuk membuat rayon, sebagian daripada produksi

dapat djuga ditudjukan kepada pembuatan mechanical pulp. Dengan mechanical pulp ini selain kertas biasa, dapat djuga dihasilkan karton dan kertas kraft untuk pembungkus.

Bahan pembungkus banjak sekali dipergunakan untuk pabrik pu-puk. Pabrik nitrat amonium jang mempunjai kapasitet 150.000 ton memerlukan kertas "Kraft" sampai seharga tiga djuta dollar tiap ta-hun. Untuk menghasilkan kertas sebanjak itu, tjukuplah djika pabrik rayon itu diperluas dengan biaja 3 djuta dollar, jang merupakan pengeluaran untuk satu kali sadja. Inilah salah satu dari sekian banjak keuntungan jang tertjapai, djika pabrik pupuk dipadukan dengan pabrik rayon.

d. Tentang djenis kaju untuk replantation dengan maksud mem-batasi keragaman kaju dalam komposisi hutan jang sekarang, pilihan masih belum tetap. Ada jang mengusulkan djenis-djenis Shorea jang ternjata tjepat tumbuhnja dan mempunjai kadar selulosa jang baik serta mengandung kadar hars jang tinggi, seperti ternjata dari banjak nja bahanbahan ekstrak jang didapat waktu pemesanan kaju. Dika -langan Direktorat Kehutanan dipertimbangkan djuga Anthocephalus Gadamba dan Macaranga, jang dalam 15 tahun sadja mentjapai daja produksi paling sedikit±200 m3 per ha.

Dilihat dari sudut pemilikan, Indonesia mempunjai 4 djenis hutan, jaitu hutan Negara (dibawah Pem. Pusat), hutan Swapradja, hutan Marga dan hutan Partikulir.

Berhubung dengan dikeluarkannja Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 1957 (Lembaran Negara No. 169/1957), maka sedjak 1 Djanuari 1958 pengurusan hutan-hutan (ketjuali hutan partikulir) diserahkan kepada Pemerintah Daerah Swatantra tingkat I, ketjuali untuk wila-jah bekas Negara Indonesia Timur, dimana urusan Kehutanan telah berada pada Daerah Swatantra tingkat II. Dengan Penetapan Presiden no. 6 tahun 1959 keadaan tersebut diatas perlu ditindjau kembali.

e. Jang akan dihasilkan dalam pabrik-pabrik rayon itu ada tiga matjam serat, jaitu staple fibre, high tenacity rayon dan filament fibre. Pembagian jang dipikirkan dalam pabrik jang berkapasitet 45.000 ton adalah sebagai berikut :

33.000 ton staple fibre

4.000 ton high tenacity fibre 8.000 ton filament fibre

Perbandingan ini perlu dipeladjari untuk disesuaikan dengan ke-perluan jang sebenarnja. Berapa harga pembuatan dan pendjualan rayon itu belum lagi dapat diperhitungkan. Dalam pada itu karena mudahnja dapat disediakan semua bahan-bahan jang diperlukan dan tersedianja tenaga-tenaga pekerdja, maka berdasarkan pengalaman di Luar Negeri dapat dipastikan, bahwa harga rayon lebih rendah dari pada kapas. Harga itu antara lain akan dipengaruhi djuga oleh taraf upah dan djaminan sosial jang akan diberikan kepada buruh.

f. Mengenai designing dan pelaksanaan projek-projek rayon, hal itu lebih baik diserahkan 100% kepada pihak designing-office dan contractor Luar Negeri, jang sesudah berlalu satu setengah tahun

sedjak perletakan batu pertama, akan menjerahkan kuntji-kuntji pa-brik jang sudah djalan. Contractor itulah jang bertanggung-djawab atas siapnja segala sesuatu dalam batas waktu jang ditentukan dan atas baiknja penjelenggaraan. Djalannja usaha pihak Luar Negeri itu dapat diikuti dan dipimpin oleh Balai Industri Tekstil jang perlu se-kali dibentuk dibawah auspices Depernas.

Usaha mendirikan pabrik-pabrik rayon itu merupakan sumbangan untuk pelaksanaan ichtiar merobah Indonesia dari negeri agraria men-djadi negeri industri. Betapa penting artinja perobahan ini, nampak dari nilai daja produksi jang termaktub didalamnja. Dengan tenaga buruh sedjumlah 34 ribu orang dihutan-hutan jang mendjadi sumber kaju, dan 27 ribu orang dipabrik, maka kelima-lima kompleks pabrik rayon itu memperoleh hasil rayon seharga 150.000 x 51 U.S. cents jaitu ± 75 djuta U.S.Dollar setahun. Djumlah ini masih dapat ditam -bah lagi dengan 3 X 3 djuta U.S.-dollar = 9 djuta U.S.-dollar berupa karton dan kertas kraft jang mudah dapat dibuat di Semangus, Tebing Tinggi dan Kalimantan Tengah. Besarnja persediaan kaju meng -izinkan suplesi dari waste wood dapat menghasilkan ditiga pabrik itu 45.000 ton karton dan kertas kraft setahun. Produksi sebesar 84 djuta U.S.-dollar jang dihasilkan oleh 61.000 orang kerdjantara, berarti suatu kemadjuan besar dalam nilai pekerdjaan. Dengan bantuan alatalat tehnik dan kekajaan alam berupa hutan, tiaptiap pekerdja meng hasilkan barangbarang keperluan rnasjarakat seharga 1.400 U.S.dol -lar setahun. Dalam penilaian ini belum lagi diperhitungkan keuntung-an berupa surplus obat-obatkeuntung-an dkeuntung-an berubahnja hutkeuntung-an rimba kita men-djadi hutan industri, sehingga kemungkinan untuk mempergunakan-nja bertambah luas.

§ 1349. Pembiajaan Rentjana

Biaja jang diperlukan ialah berupa devisen sedjumlah 276 djuta dollar dan uang rupiah sedjumlah 276 x 45 djuta = 12.420 djuta. Sebagai telah diterangkan, penghematan dalam pemakaian devisen adalah 84 djuta dollar setahun.

Kemungkinan jang terbuka untuk pembiajaannja terletak dalam pindjaman djangka pandjang. Indonesia dalam keadaan jang sekarang dapat mengusahakan pindjaman dari tiap-tiap negara, baik negara Timur maupun negara Barat, dengan djangka waktu 8 sampai 10 ta -hun.

Pada umumnja penjitjilan mulai dilakukan setelah perdjandjian pembiajaan mengenai projek jang tertentu ditandatangani. Djadi se-belum pabrik mulai menghasilkan, pembajaran penjitjilan harus ditanggung dulu oleh Pemerintah, jang berarti memperbesar beban Ne -gara. Sesudah pabrik menghasilkan, penjitjilan dapat diambil dari pengeluaran routine untuk tekstil.

Untuk meringankan beban Negara perlu diatur, supaja tjitjilan lebih ringan pada permulaannja dan makin diperbesar dengan men -dekatnja achir djangka waktu-kredit.

Pembiajaan dengan rupiah ditanggung oleh Pemerintah Pusat sendiri. Pemerintah Swatantra I dan II dapat djuga dikuasakan untuk mengusahakan pindjaman obligasi dan pendjualan sero-sero

dikalang-an rakjat didaerah masing-masing sampai batas persentase jdikalang-ang tertentu. Akan tetapi itu mengusahakan pindjaman dari rakjat dan men -djual sero kepada mereka mungkin akan banjak memakan waktu. Djalan ini hanja baik ditempuh, djika Pemerintah kekurangan uang. Ke -longgaran keuangan dikalangan pengusaha waktu sekarang terbatas sekali, sehingga dari pihak ini hanja sedikit dapat dharapkan.

Agar supaja djaminan emas tetap berada pada taraf jang diingin-kan, maka harus dipelihara suatu ratio antara volume uang (termasuk deposito pihak lain plus drafts) dan persediaan mas (devisen).

Djika x % merupakan dekking jang dikehendaki, maka untuk tiap miijard rupiah jang diedarkan, harus ditambah persediaan mas dengan: 1.000 djuta U.S. $ 100 X 45 x

Untuk memelihara posisi djaminan pada tingkat jang sekarang, untuk setiap miljard rupiahfinancing djaminan harus ditambah de -ngan ± 8 djuta U.S. $.

ti 1350. Tindjauan umum tentang kapas

Dalam rangka tudjuan kita untuk mendjadi selfsupporting dibi-Bang sandang, kapas merupakan salah satu bahan baku jang perlu diperhatikan untuk menentukan, dapatkah bahan ini memperluas ke -mungkinan untuk mentjapai tudjuan tersebut.

Kapas memenuhi sjarat-sjarat untuk didjadikan bahan sandang. Sekarang timbul pertanjaan, dapatkah kita menghasilkannja. Dengan adanja keputusan, untuk mendjadi selfsupporting dibidang sandang, posisi kita berobah dari pemakai (consumer bahan impor) mendjadi produsen. Dengan demikian kita memasuki lapangan baru, dimana kita berhadapan dengan berbagai persoalan. Jang terpenting jalah jang mengenai bidang pertanian, perindustrian dan penggunaan hasil -hasil tambahan. Dimana dapat, penanaman kapas itu kita sesuaikan dengan keadaan jang sudahsudah, untuk membatasi pengeluaran mo -dal. Tetapi djika perlu djangan segan pula kita merentjanakan sistim pertanian jang mempergunakan alat-alat paling modern.

Mengenai perindustriannja, harus kita pastikan taraf integrasi jang rasionil jaitu apakah ginnery, spindle dan loom termasuk hal jang tidak boleh dipisahkan dari penanaman. Kemudian sangat penting djuga untuk menggunakan segala tanaman kapas itu selain daripada seratnja, jaitu bidjinja, daunnja dll.

Bukan tidak mungkin kita kelak pada suatu taraf, dimana serat kapas itu sendiri hanja merupakan hasiltambahan jang lumajan, se -dang bidji, daun-daunnja dll. Adalah hasil pokok. Dengan demikian kita akan memperkuat posisi kapas itu dalam hubungan dan banding -annja dengan tanaman-tanaman perkebunan jang lain.

§ 1351. Sifat-sifat umum pada kapas dan sjarat-sjarat tumbuhnja Tumbuhan „kapas” jang termasuk djenis Gossypium L. mem-punjai sifat-sifat umum jang a.l. adalah sebagai berikut :

a. Tanaman menahun (jaargewas).

b. Berbatang kehidjau-hidjauan atau berwarna,

c. Berbunga besar jang berwarna putih-kekuningan dan putih.

d. Berbuah jang bentuknja membundar dan berbintik hitam dja-rang-djarang dan terbagi atas 4 ruang.

e. Tjabang vegetatif hampir tidak ada.

f. Daun penumpu lantjip-lantjip puntjaknja dan berdjumlah antara 7 sampai 10 lembar.

g. Puntjak sari berwarna kuning dan susunannja kurang teratur. h. Djangka waktu sampai menghasilkan buah kapas pada umumnja

kl. 6 bulan.

i. Serat kapas (serabut) keluar mengembang setelah masak.

Sarat-sarat tumbuh untuk djenis kapas ini adalah sebagai berikut : a. Sebelum penanaman kapas dimulai, tanah penanaman terlebih

dahulu harus mendapat pengairan atau tjurah hudjan jang banjak djumlahnja.

b. Dalam djangka waktu tumbuhnja, tiurah hudjan atau pengairan harus sudah berkurang setjara merata.

c. Pada waktu mulai berbunga dan berputih tjurah hudjan atau pengairannja harus sudah berkurang.

d. Pada waktu musim panen baiknja hudjan tidak turun lagi tetapi sementara itu harus tetap diusahakan agar tanaman terus hidup dalam zat air didalam tanah, tidak kurang.

Selain faktor iklim hudjan tersebut diatas, diperlukan djenis ta-nah jang gembur, supaja air dapat meresap setjara teratur.

Kesuburan tanah itu telah dapat memenuhi sarat tumbuh jang tjukup memuaskan bagi penanaman taraf minimal. Dalam hal ini masalah pupuk tidak merupakan sarat utama dalam bidang penanam-an djenis kapas ini.

Akan tetapi faktor iklim dan tjurah hudjan adalah faktor-faktor jang harus mendapat perhatian istimewa dalam tudjuan mengadakan penanaman setjara ekonomis dan besar-besaran.

Pada umumnja djenis kapas ini dapat tumbuh pada tanah tropik maupun sub-tropik. Meskipun demikian, djika ditindjau dari sudut faktor iklim dan air hudjan tersebut diatas, maka tidak semua daerah dapat dipergunakan untuk perkebunan kapas, karena keadaan iklim kita tidak semuanja sama rata dan djenis tanahnjapun berlainan.

Dalam hubungan ini maka daerah jang dapat dipergunakan untuk penanaman kapas pada umumnja ialah daerah-daerah sekitar Palem-bang, Djawa Tengah, Djawa Timur, kepulauan Nusa Tenggara sampai ke daerah Sulawesi Selatan.

§ 1352. Djenis dan varietet kapas

Kapas termasuk djenis tumbuhan G o s s y p i u m L jang ku-rang lebih berdjumlah 29 matjam dan tiap matjam mempunjai varie-tas-varietas sendiri.

Tumbuhan kapas itu dikatakan berasal dari India dan dewasa ini telah tersebar hampir diseluruh dunia. Meskipun kapas itu demikian banjak djenisnja tetapi jang panting bagi kita hanja beberapa djenis sadja.

Penanaman setjara meluas dinegara-negara jang menghasilkan kapas sampai sekarang ini menjatakan bahwa djenis-djenis kapas jang terutama memenuhi sarat-sarat produksi ialah :

a. Gossypium arboreum. b. Gossypium Nanking Meyen. c. Gossypium Herbaceum. d. Gossypium Hirsutum. e. Gossypium Barbadence. f. Gossypium Brasilience Macf. g. Gossypium Peruvianum.

Djenis jang pernah dan lazim ditanam ditanah air kita pada masa jang lampau hanja jang berserat pendek dan djenis-djenis jang tak dikenal. Baru setelah tahun 1908 diadakan penjelidikan setjara men -dalam dengan mendirikan di Muara Enim sebuah Balai Penjelidikan Kapas jang disebut "Katoen Proefstation". Setelah Proklamasi usaha penjelidikan kapas itu dikerdjakan oleh Balai Besar Penjelidikan Per -tanian (B.B.P.P.) jang berpusat di Bogor. Penjelidikan itu dewasa ini telah berhasil menemukan varietas-varietas dari djenis "Kambodja" jang bersifat lebih baik dari pada djenis-djenis jang dipergunakan sampai achir-achir ini al. Kapas Kenidai, Nasi, Bulukutjing, Demak, Gogo dan Belanda.

Djenis Kambodja ini termasuk golongan jang berserat menengah dan jang lazim ditanam di Amerika Serikat.

Dalam dokumen Jilid-13 Depernas 24-Bab-116 (Halaman 29-43)

Dokumen terkait