• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2.2.3 Biaya overhead pabrik

Dalam dokumen Materi Studi Kelayakan Bisnis FULL (Halaman 90-94)

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 1 Pendahuluan

II. 4.2.2.3 Biaya overhead pabrik

Biaya overhead pabrik terdiri dari biaya bahan penolong, biaya listrik, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya penyusutan, biaya pemeliharaan, biaya asuransi, dan biaya-biaya lainnya di luar biaya bahan mentah dan upah tenaga kerja langsung.

Untuk menghitung besamya harga pokok produksi yang didasarkan pada koniponcn-komponen di atas perlu adanya penetapan dan perkiman produksi dalam satu tahun.

Setelah diketahui jumlah produksi dalam satu tahun yang didasarkan pada perkiraan penjualan, kemudian dihitung kebutuhan bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead yang diperlukan untuk memproduksi jumlah produksi yang telah ditetapkan. Jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan dibagi dengan jumlah produksi dalam satu tahun adalah harga pokok per unit produksi yang dihasilkan.

Permasalahan, yang sering timbul dalam hal ini adalah penetapan harga jual dari produk yang dihasilkan. Semakin tinggi harga jual semakin sulit produk tersebut untuk memasuki pasar dan sebaliknya apabila harga terlalu rendah terlalu lama untuk mencapai tingkat break even point dari usaha yang dikembangkan. Berdasarkan pada permasalahan ini, dalam menetapkan besarnya keuntungan terhadap produk yang dihasilkan, perlu adanya beberapa pertimbangan, antara lain.

1. Apakah produk yang dihasilkan mempunyai daya saing yang kuat di pasaran. Kalau mempunyai daya saing yang kuat, salah satu kobijakm yang perlu dikembangkan adalah dengan cara menetapkan keuntungan seminimal mungkin serta menekan cost seefisien mungkin, di samping menggunakan aset yang mempunyai teknologi lebih tinggi. Dengan menggunakan teknologi tinggi biasanya harga pokok produksi bisa ditekan di samping kualitas produksi lebih baik, dengan demikian lebih mudah dalam memasuki pasar.

2. Apabila produk yang dihasilkan tidak mempunyai daya saing yang begitu kuat, mungkin dalam penetapan harga jual tidak sesulit pada produk yang mempunyai saingan yang ketat. Namun demikian dalam penetapan harga harus bersaing di samping kualitas harus ditingkatkan.

3. Salah satu kebijakan yang diperlukan pasar bebas dalam rangka meningkatkan keuntungan perusahaan adalah dengan bekerja secara efektif dan efisien karena harga tidak mungkin untuk dinaikkan.

4. Kemungkinan pesaing untuk menurunkan harga, keadaan ini bisa saja terjadi karena pesaing telah menguasai pasar di samping kedudukannya yang telah kuat.

5. Mempelajari kembali tentang kelemahan produk saingan sehingga konsumen dapat membedakan dari produk yang dihasilkan.

II.5 Sistem Pembayaran dan Biaya Pernasaran

Dalam sistem pembayaran dari hasil penjualan nroduksi juga perlu diketahui secara jelas, apakah produk yang dijual dilakukan secara cash atau kredit dan berapa besar potongan-potongan yang diberikan pada penjual. Apabila hasil produksi dijual dengan cara kredit, apakah pembayaran dilakukan pada setiap penyerahan barang yang kedua atau dilakukan pada setiap bulan, setiap minggu, dan lain sebagainya karena keadaan ini akan berpengaruh terhadap penyediaan modal kerja serta kemampuan usaha dalam menutupi segala kegiatan ini. Demikian pula halnya dalam biaya pemasaran, apakah biaya pemasaran seperti biaya transportasi, biaya pajak, dan pungutan-pungutan lainnya merupakan beban perusahaan atau merupakan beban pembeli. Jika merupakan beban perusahaan tentu keadaan ini memerlukan perhitungan harga pokok produksi dilihat dari biaya pemasaran.

Di pihak lain, perlu diketahui dan dipelajari tentang pola konsumsi dan selera dari konsumen, terutama yang berhubungan dengan produk yang dihasilkan.

II.6 Program Pemasaran

Berdasarkan pada hasil pembahasan dari uraian tersebut, terakhir perlu dibuat suatu program pemasaran yang merupakan kesimpulan akhir yang harus disusun secara jelas dan terperinci baik mengenai rencana penjualan, tingkat harga, kebijaksanaan pengadaan bahan baku, kebijaksanaan penyaluran, sistem pembayaran, promosi, dan lain sebagainya. Dengan mengetahui semua faktor ini, tentu para perencana dan penyusun studi kelayakan dapat mempertimbangkan keputusan akhir dari usaha yang direncanakan.

3. Faktor Persaingan

Dalam mengisi peluang usaha yang ada, perlu diperhatikan tentang faktor persaingan dari perusahaan sejenis, terutama terhadap usaha yang telah ada dan kemungkinan tentang berdirinya usaha sejenis lainnya di masa yang akan datang.

Faktor-faktor yang perlu dipelajari dan diperhitungkan terhadap usaha sejenis yang telah ada adalah bagaimana kapasitas produksi mereka dan apakah mereka merencanakan untuk mengisi peluang yang masih ada. Jika mereka merencanakan untuk mengisi peluang yang ada, apakah mereka lakukan dengan cara memperbesar tingkat produksi, melalui penambahan jam kerja, atau mereka membuka usaha baru. Jika mereka membuka usaha baru, berapa besar kapasitas produksi yang direncanakan, di mana didirikan dan bagaimana sumber modalnya, serta teknologi apa yang digunakan.

Demikian pula, perlu dipelajari tentang perusahaan sejenis yang telah ada, baik mengenai kesehatan perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya maupun besarnya peranan mereka dalam mengisi kebutuhan konsumen. Perlu juga

dipelajari kembali bagaimana strategi pemasaran yang rnereka lakukan, baik dalam produk, harga, distribusi produk, maupui dalam kebijaksanaan promosi. 4. Ringkasan

Pembahasan yang dilakukan dalam aspek pemasaran bertujuan untuk menguji serta menilai seberapa jauh pemasaran dari produk yang dihasilkan dapat mendukung pengembangan usaha/proyek yang direncanakan. Baik tidaknya aspek pemasaran dari produk yang dihasilkan dapat dilihat dari daya serap pasar, prospek pengembangannya di masa yang akan datang, kondisi pemasaran, dan tepat tidaknya program pemasaran dari hasil usaha/ proyek yang direncanakan,

Untuk melihat daya serap pasar dari hasil produksi dapat dilakukan berdasarkan pada perhitungan konsumsi per kapita dan perhitungan jumlah konsumsi nyata. Kondisi pasar adalah keadaan pasar yang mendasari proses dan kegiatan pemasaran dari kegiatan usaha yang direncanakan, seperti rantai pemasaran, penetapan harga, sistem pembayaran dan biaya pemasaran, serta program pemasaran.

Program pemasaran merupakan kesimpulan akhir yang harus disusun secara jelas dan terperinci baik mengenai rencana penjualan, tingkat harga, kebijaksanaan pengadaan bahan baku, kebijaksanaan penyaluran, sistem pembayaran, promosi, dan lain sebagainya.

Dalam aspek pemasaran juga perlu dipelajari tentang faktor saingan, baik mengenai usaha yang telah ada maupun usaha yang mungkin didirikan pada masa yang akan datang, terutama yang menyangkut luas usaha, teknologi yang digunakan, sumber modal, kebijakan yang digunakan, peranannya dalamm menguasai komsumen, serta kelemahan dan keunggulannya.

BAB VII

ASPEK TEKNIS DAN MANAJEMEN

Dalam dokumen Materi Studi Kelayakan Bisnis FULL (Halaman 90-94)