• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI PROYEK 1 Pendahuluan

Dalam dokumen Materi Studi Kelayakan Bisnis FULL (Halaman 132-137)

Dalam bab ini disajikan evaluasi proyek mengenai perhitungan benefit (manfaat proyek), jenis biaya, dan keputusan analisis dari evaluasi proyek sebagai perbandingan antara studi kelayakan bisnis dengan evaluasi proyek.

Proyek adalah suatu rangkaian aktivitas yang direncanakan untuk mendapatkan benefit/manfaat dalam jangka waktu tertentu. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pengorbanan dad resources yang dimiliki, karenanya dalam pemilihan suatu proyek yang akan dikerjakan harus diadakan penilaian, baik dari segi teknis maupun ekonomis agar penanagnan modal/investasi jatuh pada pilihan proyek yang paling tepat.

Seperti yang telah diuraikan dalam Bab I, persamaan antara studi kelayakan dengan evaluasi proyek adalah samamsama bertujuan menilai kelayakan suatu gagasan usaha/proyek, hasil dari penilaian ini merupakan bahan pertimbangan bagi pengambil keputusan untuk menerima atau menolak usaha/proyek yang direncanakan.

Dilihat dari segi studi kelayakan bisnis, yang disusun merupakan suatu pedoman kerja bagi pelaksana proyek, baik dalam produksi, pelaksanaan pemasaran hasil produksi, cara dalam penanaman investasi, bahkan cara dalam menentukan jumlah tenaga kerja serta jumlah pimpinan yang diperlukan. Layaknya suatu gagasan usaha/proyek untuk dikerjakan, dalam sebuah studi kelayakan, adalah apabila kegiatan usaha/proyek yang dikerjakan berdasarkan pada kegiatan yang telah diatur dalam kelayakan usaha, dan keadaan ini tidak menjamin kegiatan proyek apabila dikerjakan tidak selaras dengan kegiatan yang telah ditetapkan dalam sebuah studi kelayakan.

2. Perhitungan Benefit

Benefit/manfaat yang berdasarkan, evaluasi proyek pada umumnya lebih bersifat social benefit dan pada financial benefit. Sebaliknya perhitungan studi kelayakan bisnis lebih menitikberatkan pada financial benefit daripada Social benefit.

Berdasarkan pada perbedaan ini, untuk menghitung benefit dalam evaluasi proyek, terutama dalam perhitungan kriteria investasi, penilaian didasarkan pada manfaat langsung yang diterima dari proyek, di samping mengadakan penilaian secara kualitatif terhadap dampak proyek bagi perekonomian masyarakat secara keseluruhan, seperti penyerapan tenaga kerja, perubahan pola pikir masyarakat, terbukanya isolasi daerah, dan berbagai dampak sosial lainnya yang timbul secara multiplier effects.

Dengan demikian, ruang lingkup evaluasi proyek lebih. Luas dari ruang lingkup studi kelayakan. Ruang lingkup studi kelayakan, pada umumnya, lebih menitikberatkan pada kelayakan usaha dari pengusaha secara individu sedangkan ruang lingkup dari evaluasi proyek melihat kelayakan suatu proyek ditinjau dari kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Berdasarkan pada uraian ini, layaknya sebuah studi kelayakan yang dilihat dari kepentingan pengusaha secara individu belum tentu layak terhadap masyarakat secara keseluruhan. Demikian pula sebaliknya, layaknya proyek, dilihat dari masyarakat secara keseluruhan (evaluasi proyek) tidak selalu layak bila dilihat dari segi individu.

Besar kecilnya dampak proyek terhadap perekonomian, masyarakat secara keseluruhan, berhubungannya dengan besar kecilnya jumlah investasi yang ditanam dalam sebuah proyek. Semakin besar proyek yang dikerjakan, semakin besar pula dampak yang ditimbulkannya terhadap perekonomian, masyarat. Keadaan ini sama halnya dengan melemparkan sebuah batu ke dalam sebuah danau yang tenang, semakin besar batu yang dilempar, semakin besar pula riak gelombang yang ditimbulkannya.

Benefit/manfaat yang dinilai dari evaluasi proyek pada urnumnya lebih bersifat social benefit daripada financial benefit dan sebaliknya dalam perhitungan studi kelayakan bisnis lebih menitikberatkan pada financial benefit daripada social benefit.

Manfaat proyek, dilihat dari evaluasi proyek, adalah penerimaan (revenue) yang dihasilkan suatu proyek sebelum dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan. Dilihat dari sifatnya, manfaat proyek ini dapat digolongkan atas 3 bagian, yaitu: - Manfaat langsung (direct benefits).

- Manfaat tidak langsung (indirect benefits). - Manfaat tidak kentara (intangible benefits). 3.1 Manfaat Langsung

Manfaat langsung adalah manfaat yang diterima sebagai akibat adanya proyek, seperti naiknya nilai hasil produksi barang atau jasa, perubahan bentuk, turunnya biaya, dan lain sebagainya.

Kenaikan nilai hasil produksi dapat disebabkan karena meningkatnya jumlah produksi dan kualitas dari produk yang dihasilkan sebagai akibat adanya proyek. Misalnya, kenaikan produksi padi karena adanya irigasi, tururuiya biaya pengangkutan karena adanya perbaikan jalan, membaiknya job description di antara tenaga kerja karena adanya perbaikan cara-cara kerja, dan lain sebagainya.

Demikian pula dalam perubahan bentuk, dengan adanya perubahan bentuk dari sesuatu produk yang dihasilkan, demand bisa meningkat bila dibanding dengan sebelurn adanya perubahan. Semua manfaat yang diperoleh sebagai tujuan utama dalam pembangunan proyek dinamakan dengan manfaat langsung (direct benefits).

3.2 Manfaat Tidak Langsung

Manfaat tidak langsung adalah manfaat yang timbul sebagai dampak yang bersifat multiplier effects dari proyek yang dibangun terhadap kegiatan pembangunan lainnya.

Sebagai contoh, adanya perbaikan jalan dari sebuah kota ke kota lainnya telah menyebabkan timbulnya berbagai kegiatan masyarakat dalam memanfaatkan berbagai potensi ekonomi di sepanjang jalan yang dibangun. Demikian pula, dengan adanya pmyek listrik masuk desa telah tumbuh berbagai industri yang memanfaatkan listrik sebagai sumber energi. Kesemua kegiatan usaha yang timbul sebagai dampak dari proyek yang dibangun adalah benefit/ manfaat tidak langsung (indirect benefits) yang perlu diperhitungkan dalam evaluasi proyek. 3.3 Manfaat Tidak Kentara

Manfaat tidak kentara sebuah proyek adalah manfaat dari pembangunan proyek yang sulit diukur dalam bentuk yang, seperti perubahan pola pikir masyarakat, perbaikan lingkungan, berkurangnya pengangguran, peningkatan

ketahanan nasional, kemantapan tingkat harga, dari lain sebagainya. Manfaat tidak kentara ini juga perlu diperhitungkan secara kualitatif dalam mengadakan evaluasi proyek.

Berdasarkan pada uraian ini, jelas pertutungan benefit dalam evaluasi proyek lebih luas dan lebih rumit jika dibanding dengan studi kelayakan bisnis yang hanya melihat segi financial benefit, seperti contoh-contoh sebelumnya.

4. Jenis Biaya (Costs)

Jenis biaya dalam evaluasi proyek pada umumnya dapat dikelompokkan dalam 2 bagian, yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang berhubungan langsung dengan kepentingan proyek, seperti biaya investasi, biaya operasi, dan biaya pemeliharaan proyek. Biaya investasi dalam suatu proyek terdiri dari biaya pembangunan konstruksi dan biaya peralatan lainnya. Biaya operasi dan pemeliharaan proyek terdiri dari biaya penyusutan, biaya bunga bank, biaya tanah, modal kerja, biaya pengganti, dan berbagai biaya lainnya sesuai dengan kebutuhan biaya dari masing-masing proyek. Biaya tidak langsung adalah biaya yang perlu diperhitungkan dalam menganalisis proyek, seperti biaya polusi udara karena adanya proyek, biaya untuk mengatasi pencemaran, bising, dan berbagai biaya lainnya yang haru dikeluarkan untuk mengatasi dampak negatif atas keberadaan proyek

5. Keputusan dalam Evaluasi Proyek

Keputusan yang diambil dari hasil evaluasi proyek pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam 3 keputusan, yaitu:

a. Menolak atau menerima proyek.

b. Memilih satu atau beberapa proyek dari proyek yang layak, sesuai dengan dana yang tersedia.

c. Membuat skala prioritas dari beberapa proyek yang layak.

Penerimaan atau penolakan dari sebuah proyek biasanya didasarkan pada hasil perhitungan kriteria investasi seperti yang telah diuraikan dalam Bab IX. Apabila hasil perhitungan secara ekonomis telah menunjukkan bahwa proyek layak untuk dikembangkan maka keputusan yang diambil adalah menerima proyek, demikian pula sebaliknya.

Keputusan kedua dalam evaluasi proyek adalah menerima satu atau, beberapa proyek yang layak untuk dikerjakan sesuai dengan dana yang tersedia.

Sebagai contoh, jumlah prayek yang dinilai submiyak 7 buah dan setelah dinilai hanya 5 dari jumlah tersebut yang layak untuk dikeinbangkan dengan jumlah dana dari masing-masing proyek seperti terlihat dalam Tabel X-I berikut:

Tabel X-I

Nama Proyek dan Jumlah Dana Proyek dari 5 Proyek yang Layak Dikerjakan

No. Nama Proyek Jumlah Dana

(Rp) 1. Pembangunan Irigasi 350.000.000 2. Perbaikan Jalan Kabupaten 150.000.000 3. Pembuatan Jalan Baru 450.000.000 4. Pembukaan Jalan Desa 200.000.000 5. Peningkatan Jalan Desa 120.000.000

JUMLAH 1.270.000.000

Seperti terlihat dalam Tabel X-1 tersebut, jumlah dana proyek Rp 1.270.000.000.- sedangkan dana yang tersedia hanya sebesar Rp 550.000.000 Berdasaikan pada keterbatasan ini, mungkin salah satu keputusan yang diambil adalah mengerjakan 2 Proyek masing-masing proyek no.1 dan 2 dengan jumlah dana sebesar Rp 500.000.000,-. Atau mengerjakan 2 proyek, masing-masing proyek No. 1 dan 4 dengan jumlah dana sebesar Rp 550.000.000,-. Altematif ketiga adalah mengerjakan proyek no. 3 dengan jumlah dana sebesar Rp 450.000.000,-, atau mengerjakan proyek no. 4 dan 5 dengan alasan proyek-proyek lainnya, kendatipun layak untuk dikembangkan, kelayakannya masih berada dalam batas-batas minimum.

Demikianlah, dari berbagai macam alternatif yang ada perlu dibuat penetapan skala prioritas untuk menentukan pilihan terhadap proyek yang layak, di samping menentukan pilihan sesuai dengan dana investasi yang tersedia.

6. Ringkasan

Dalam bab ini sengaja disajikan evaluasi proyek, baik mengenai perhitungan benefit (manfaat proyek), jenis biaya, maupun keputusan analisis dan evaluasi proyek sebagai perbandingan antara studi kelayakan bisnis dengan evaluasi proyek.

Benefit/manfaat yang dinilai dari segi evaluasi proyek pada umumnya lebih bersifat social benefit daripada financial benefit, dan sebaliknya dalam perhitungan studi kelayakan bisnis lebih ditikberatkan pada financial benefit daripada social benefit. Dilihat dari sifatnya, manfaat proyek ini dapat digolongkan atas 3 bagian, yaitu manfaat langsung (direct benefits), manfaat tidak langsung (indirect benefits) dan manfaat tidak kentara (intangible benefits).

Jenis biaya dalam evaluasi proyek pada umumnya dapat dikelompokkan dalam 2 bagian, yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang berhubungan langsung dengan kepentingan proyek, seperti biaya investasi, biaya operasi, dan biaya pemeliharaan proyek. Biaya tidak langsung adalah biaya yang perlu diperhitungkan dalam menganalisis proyek, seperti biaya polusi udara karena adanya proyek, biaya untuk mengatasi pencemaran, bising, dan berbagai biaya lainnya yang hams dikeluarkan untuk mengatasi dampak negatif atas keberadaan proyek.

BAB XI

PEMILIHAN KEGIATAN USAHA/PROYEK DENGAN

Dalam dokumen Materi Studi Kelayakan Bisnis FULL (Halaman 132-137)