DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM DKI JAKARTA
PERMASALAHAN HUKUM
A. Bidang Hukum Pidana
1. Narkotika/Psikotropika
Perkara narkotika menempati urutan pertama dibandingkan dengan perkara-perkara lainnya dengan perincian sebagai berikut :
No. Pengadilan Jumlah Perkara
1. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 600
2. Pengadilan Negeri Jakarta Utara 379
3. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 415
4. Pengadilan Negeri Jakarta Timur 448
5. Pengadilan Negeri Jakarta Barat 788
Jumlah 2.630
Apabila digunakan secara benar Narkotika sangat besar manfaatnya bagi kesehatan dan ilmu pengetahuan. Tetapi kalau disalahgunakan atau salah menggunakan akan menimbulkan bencana dan kesengsaraan. Penyalahgunaan artinya menggunakan narkotika bukan untuk tujuan kesehatan dan ilmu pengetahuan.
Pelaku tindak pidana narkotika terdiri dari pengedar, pembawa, penjual, pemakai, dan lain-lain. Pemakai narkotika jumlahnya semakin meningkat setiap tahun dan umumnya dari kalangan remaja. Pelaku tindak pidana narkotika, khususnya pengedar, melakukan kegiatannya karena terdorong oleh faktor ekonomi, mereka ingin mendapatkan uang, tanpa memeras keringat.
Bisnis narkotika ini menjanjikan keuntungan yang besar, karena para pecandu akan berusaha membelinya sekalipun harganya mahal.
Bagi para pemakai, mereka menyalahgunakan narkotika karena berbagai sebab, antara lain, rumah tangga atau hubungan orangtua kurang harmonis, ingin tahu,
lalu coba-coba, pengaruh lingkungan, dipengaruhi teman-teman, menderita penyakit yang tidak sembuh-sembuh.
2. Pencurian.
Kasus pencurian menempati urutan kedua dari dibandingkan dengan perkara-perkara lainnya, diwilayah Pengadilan Negeri lainnya dengan perincian sebagai berikut :
No. Pengadilan Jumlah Perkara
1. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 210
2. Pengadilan Negeri Jakarta Utara 274
3. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 263
4. Pengadilan Negeri Jakarta Timur 194
5. Pengadilan Negeri Jakarta Barat 281
Jumlah 1.222
Faktor yang melatarbelakangi terjadinya tindak pidana pencurian ini umumnya karena faktor ekonomi, karena umumnya pelakunya adalah pengangguran. Para pelaku sulit mendapatkan pekerjaan karena di samping kurang keahlian dan keterampilan, juga karena memang lapangan kerja yang tersedia sangat sempit. Pencurian bisa terjadi pada malam hari dan bisa juga pada malam hari. Pada siang hari biasanya terjadi di permukiman penduduk, di pasar, di tempat parkir, halte bis, perempatan dan di pinggir jalan raya. Dalam melakukan aksinya tidak jarang pelaku menggunakan senjata tajam, senjata api dengan maksud untuk melancarkan aksi pelaku. Pencurian tidak jarang juga dilakukan secara berkelompok. Sedangkan pada malam hari biasanya pelaku memasuki rumah penduduk dengan merusak pintu atau jendela rumah dengan menggunakan alat.
3. Penggelapan
Tindak pidana pengelapan menjadi urutan ketiga diantara perkara-perkara yang lain di wilayah Pengadilan Negeri lainya dengan perincian sebagai berikut :
No. Pengadilan Jumlah Perkara
1. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 81
2. Pengadilan Negeri Jakarta Utara 65
3. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 71
4. Pengadilan Negeri Jakarta Timur 48
5. Pengadilan Negeri Jakarta Barat 57
Jumlah 326
Tindak pidana penggelapan melanggar pasal 372 KUHP yang menyatakan bahwa barang siapa dengan sengaja menguasai secara melawan hukum, suatu benda yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, yang berada padanya bukan karena kejahatan, karena salah telah melakukan penggelapan, dihukum
dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun atau denda setinggi-tingginya sembilan ratus rupiah.
Tindak pidana ini dilakukan umumnya disamping karena adanya peluang atau kesempatan juga karena faktor ekonomi. Cara melakukan
penggelapan adalah menguasai barang orang lain lalu digunakan untuk kepentingan diri sendiri tanpa ijin dari orang yang berhak atas barang itu.
4. Perjudian.
Kasus Perjudian menempati urutan keempat diantara perkara-perkara lainya di wilayah Pengadilan Negeri dengan perincian sebagai berikut :
No. Pengadilan Jumlah Perkara
1. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 32
2. Pengadilan Negeri Jakarta Utara 22
3. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 8
4. Pengadilan Negeri Jakarta Timur 41
5. Pengadilan Negeri Jakarta Barat 119
Jumlah 222
5. Penipuan.
Tindak pidana penipuan menempati urutan kelima diantara perkara-perkara lainnya di wilayah Pengadilan Negeri dengan perincian sebagai berikut :
No. Pengadilan Jumlah Perkara
1. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 27
2. Pengadilan Negeri Jakarta Utara 42
3. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 24
4. Pengadilan Negeri Jakarta Timur 20
5. Pengadilan Negeri Jakarta Barat 60
Jumlah 173
Tindak Pidana penipuan melanggar pasal 378 dan 379 KUHP. Penipuan termasuk perbuatan curang, karena dalam melaksanakan aksinya, ia menggunakan cara-cara seperti pemakaian nama palsu, bujuk rayu, tipu muslihat ataupun menjanjikan sesuatu agar orang lain mau menyerahkan sesuatu barang.
Pelaku berpendidikan SLTA ke atas, karena untuk melakukan kejahatan ini memerlukan keterampilan khusus, yaitu mampu merayu atau membujuk orang lain dengan berbagai cara untuk menyerahkan sesatu kepadanya. Sedangkan alasan melakukan penipuan ini adalah umumnya kesulitan ekonomi dan tidak memiliki pekerjaan tetap.
6. Penganiayaan,Penidongan,Pemerasan.
Tindak pidana Penganiayaan menempati urutan keenam diantara perkara-perkara lainnya di wilayah Pengadilan Negeri dengan perincian sebagai berikut :
No. Pengadilan Jumlah Perkara
1. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 33
2. Pengadilan Negeri Jakarta Utara 42
3. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 50
4. Pengadilan Negeri Jakarta Timur 22
5. Pengadilan Negeri Jakarta Barat 20
Jumlah 167
Tindak Pidana Penganiayaan diatur dalam Pasal 351 (ayat 1-5) KUHP yang berbunyi :
“ayat (1) : Penganiayaan di ancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan/denda paling banyakj 3 ratus rupiah.”
“ayat (2) : Jika perbuatan mengakibatkan luka – luka berat yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama 5 tahun.”
“ayat (3) : Jika mengakibatkan mati, dikenakan pidana penjara paling lama 7 tahun. “
“ayat (4) dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan ayat (5) percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana ( hal 50 KUHP) “
7. Pemalsuan.
Tindak pidana pemalsuan surat menempati urutan ketujuh diantara perkara-perkara lainya di wilayah Pengadilan Negeri dengan perincian sebagai berikut :
No. Pengadilan Jumlah Perkara
1. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 13
2. Pengadilan Negeri Jakarta Utara 19
3. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 16
4. Pengadilan Negeri Jakarta Timur 7
5. Pengadilan Negeri Jakarta Barat 11
Jumlah 66
Tindak pidana pemalsuan ini melanggar pasal 263 KUHP yang menyatakan bahwa barang siapa membuat secara palsu atau memalsukan sepucuk surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, sesuatu perikatan atau pembebasan hutang, atau diperuntukkan untuk membuktikan sesuatu hal, dengan maksud untuk mempergunakannya atau menyuruh mempergunakannya oleh orang lain, seolah-olah surat itu surat yang asli dan tidak dipalsukan dan apabila dpemakaiannya dapat menimbulkan sesuatu kerugian, maka karena telah salah melakukan pemalsuan surat dihukum dengan hukuman pebnjara selama-lamanya enam tahun. Alasan melakukan tindak pidana ini umumnya karena alasan ekonomi.
8 Perkosaan.
Kasus Perkosaan menempati urutan kedelapan diantara Perkara-perkara lainya di wilayah Pengadilan Negeri dengan perincian sebagai berikut :
No. Pengadilan Jumlah Perkara
1. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 8
2. Pengadilan Negeri Jakarta Utara 7
3. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 11
4. Pengadilan Negeri Jakarta Timur 12
5. Pengadilan Negeri Jakarta Barat 11
Jumlah 49
Tindak Pidana Perkosaan ini melanggar ketentuan KUHP Bab XIV Tentang Kejahatan Kesusilaan, Pasal 285 – 289 Tindak Pidana ini banyak disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan masyarakat ( Khusus pendidikan Agama ), Faktor lingkungan ( Keluarga/sekitar rumah ), Media masa ( Surat kabar maupun TV ) yang mempertontonkan Aurat, Maraknya perdagangan VCD porno ( menyajikan hal-hal pornografi.
9. Korupsi
Kasus Korupsi menempati urutan kesembilan diantara Perkara-perkara lainya di wilayah Pengadilan Negeri dengan perincian sebagai berikut :
No. Pengadilan Jumlah Perkara
1. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 12
2. Pengadilan Negeri Jakarta Utara 1
3. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 7
4. Pengadilan Negeri Jakarta Timur 1
5. Pengadilan Negeri Jakarta Barat 0
Jumlah 21
10. Pembunuhan.
Kasus Pembunuhan menempati urutan kesepuluh diantara perkara-perkara lainya di wilayah Pengadilan Negeri dengan perincian sebagai berikut :
No. Pengadilan Jumlah Perkara
1. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 5
2. Pengadilan Negeri Jakarta Utara 5
3. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 5
4. Pengadilan Negeri Jakarta Timur 0
5. Pengadilan Negeri Jakarta Barat 0
Tindak pidana ini melanggar ketentuan KUHP Bab XIX Tentang Kejahatan Terhadap Nyawa, Pasal 338 – 340. Tindak Pidana ini banyak disebabkan oleh dendam, minuman keras (mabuk) dan perampokan yang diikuti dengan penghilangan nyawa.
Ketidak mampuan mengendalikan emosi serta kesulitan ekonomi yang menhimpit yang kemudian menyebabkan mudahnya orang menjadi emosional juga merupakan penyebeb tindak pidana ini.