BANYAKNYA FASILITAS KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN/ PENGELOLAAN DI KABUPATEN ACEH JAYA TAHUN
2.13. BIDANG PEMERINTAHAN 1 Perencanaan Pembangunan
Sistem perencanaan pembangunan Kabupaten Aceh Jaya merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan daerah Provinsi Aceh, dan dalam lingkup yang lebih luas merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan Nasional. Oleh karenanya, hubungan antara berbagai dokumen perencanaan pembangunan daerah seyogyanya tidak boleh bertentangan dengan dokumen perencanaan pembangunan Provinsi aceh, bahkan harus diacu/diperhatikan dalam proses penyusunan maupun penetapannya. Sistem perencanaan pembangunan daerah juga merupakan kesatuan dengan sistem penganggaran daerah. Pengintegrasian sistem perencanaan pembangunan dengan sistem penganggaran ditujukan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan. Lima pendekatan yang digunakan dalam proses perencanaan pembangunan yaitu pendekatan politik, teknokratik, partisipatif,bottom up dan top down. Hal ini sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Aceh Jaya telah dilakukan sesuai dengan yang diamanatkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Namun demikian, partisipasi masyarakat dari aspek intensitas maupun cakupan bidang pembangunan masih terbatas. Kendala-kendala utama dalam proses perencanaan pembangunan daerah antara lain: (1) Masih adanya inkonsistensi berbagai peraturan perundangan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat; (2) Ketersediaan, kelengkapan dan keterbaharuan data dan informasi pembangunan yang masih kurang disertai dengan adanya ketidaksinkronan data antar instansi; (3) Konsistensi antara produk perencanaan pembangunan dengan produk penganggaran masih lemah; (4) Masih lemahnya mekanisme pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan; serta (5) Publikasi hasil perencanaan pembangunan kepada masyarakat yang masih lemah.
2.13.2. Keuangan Daerah
Pengelolaan keuangan daerah dilakukan dalam rangka meningkatan penerimaan daerah secara berkesinambungan, sehingga mendorong kemampuan pembiayaan daerah yang mandiri. Penerimaan Kabupaten Aceh Jaya sangat erat kaitannya dengan pajak daerah, karena apabila dilihat berdasarkan struktur perekonomian maka sektor perindustrian merupakan sektor yang mendominasi ekonomi Kabupaten Aceh Jaya. Optimalisasi penerimaan pajak daerah, akan memperbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang merupakan indikator untuk mengukur tingkat kemandirian dan kemajuan ekonomi daerah serta keberhasilan daerah dalam menggali potensi pendapatan. Hingga tahun 2012, realisasi PAD Kabupaten Aceh Jaya, belum melebihi dari target yang direncanakan. Tercatat pertumbuhan PAD Kabupaten Aceh Jaya selama sepuluh tahun lalu mencapai 47,4%. Pertumbuhan PAD yang cukup besar tersebut dipengaruhi optimalisasi pengelolaan sumber-sumber PAD kabupaten yang terdiri dari 4 jenis. Adapun jumlah dan jenis pendapatan berdasarkan jenis pungutan terdiri dari: Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli yang sah.
Table 2.30
Target dan Realisasi PAD Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2012
NO JENIS PAD TARGET REALISASI PERSEN
1 Pajak Daerah 4.617.500.000 2.651.008.000 57,41 2 Retribusi daerah 2.137.500.000 2.588.258.000 121,09 3 Hasil Pengelolaan Kekayaan
daerah yang Dipisahkan 2.800.000.000 2.917.579.000 104,20 4 Lain-Lain PAD 6.630.015.000 7.296.817.000 110,05
JUMLAH 16.185.015.000 15.453.662.000 95,48
Sumber : DPKKD kab. Aceh Jaya 2.13.3. Peraturan Daerah
Sejauh ini, pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah belum terlaksana secara optimal serta menghadapi beberapa kendala yang disebabkan adanya inkonsistensi peraturan perundang- undangan dari berbagai tingkat pemerintahan serta belum adanya peraturan untuk pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah secara komprehensif. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan di daerah, sepanjang tahun 2009-2012 telah ditetapkan sebanyak 47 Qanun. Disamping itu, telah dihasilkan pula 39 Keputusan DPRD dan 6 Keputusan pimpinan DPRD.
Perkembangan Jumlah Produk Hukum Yang Dihasilkan Kabupaten Aceh JayaTahun 2009-2012
No Tahun 2009 2010 2011 2012 1 Qanun 10 11 8 18 2 Keputusan DPRD 26 0 1 12 3 Keputusan Pimpinan DPRD 1 0 2 3 Jumlah 37 11 11 33
Sumber : sekretariat DPRK kabupaten Aceh Jaya 2.13.4. Pelayanan Publik
Peningkatan pelayanan publik melalui pembangunan bertujuan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Aceh Jaya. Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Pelayanan Publik yang meliputi aspek pelayanan dasar pendidikan, kesehatan dan sarana prasarana perkotaan, menunjukan bahwa secara rata-rata pelayanan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bagi masyarakatnya berada pada kategori baik. Berdasarkan pengukuran terhadap aspek pendidikan selama kurun waktu 2004-2008, memperlihatkan bahwa indeks yang tertinggi dicapai pada tahun 2008 sebesar 91,00 point sedangkan indeks terendah mencapai angka 25,00 point pada tahun 2005, dengan rata-rata indeks setiap tahunnya adalah 50,00. Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja pelayanan publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk bidang pendidikan secara umum berada di atas rata-rata. Dapat dinyatakan bahwa pelayanan publik di bidang pendidikan pada interval waktu 2004-2010 sudah cukup baik. Hasil pengukuran terhadap aspek kesehatan, memperlihatkan bahwa indeks yang tertinggi dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya pada tahun 2008 mencapai 91,10 sedangkan indeks terendah mencapai angka 55,18 pada tahun 2005. Rata-rata nilai indeks per tahunnya untuk kesehatan adalah 44,77. Dapat dinyatakan bahwa pelayanan publik di bidang kesehatan masih perlu ditingkatkan lagi, baik dari dimensi anggaran, akses pelayanan, pemberian penyuluhan keluarga dan lingkungan serta peningkatan kualitas SDM tenaga kesehatan. Sedangkan untuk aspek sarana dan prasarana kabupaten, terlihat bahwa indeks yang tertinggi dicapai pada tahun 2008 mencapai angka 55,47 sedangkan indeks terendah mencapai angka 45,84 pada tahun 2006. Adapun rata-rata indeks adalah 48,86 setiap tahunnya. Bila dibandingkan dengan daerah-daerah yang ada di lingkungan Provinsi Aceh, nilai rata-rata ini menempati posisi pertama. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pelayanan publik di Kabupaten Aceh
Jaya untuk bidang sarana dan prasarana secara umum sudah berada di atas rata-rata, sehingga dapat dinyatakan bahwa pelayanan publik dapat dikatagorikan baik.
2.13.5. Sistem kelembagaan
Penyelenggaraan urusan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah sejak tahun 2011 telah didukung oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) sebagai bentuk organisasi perangkat daerah yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, 13 Dinas, 3 badan, 5 kantor, 5 Sekretariat dan 9 Sekretariat Kecamatan. Namun sistem kelembagaan (organisasi) dan ketatalaksanaan (manajemen) Pemerintahan Kabupaten Aceh Jaya tersebut masih memerlukan peningkatan kualitas; kondisi ini tercermin dari belum optimalnya koordinasi antar kelembagaan, sehingga pada tataran implementasi masih sering terjadinya tumpang tindih dan ketidakjelasan kewenangan, baik antar SKPK maupun antara Pemerintah Kabupaten, Propinsi dan Pusat.
2.13.6. Urusan Kepegawaian
Sumber daya manusia dalam lingkup pemerintahan Kabupaten Aceh Jaya terdiri dari dari PNS dan TKK. Berdasarkan data mengenai jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Aceh Jaya menunjukan peningkatan setiap tahunnya. Namun dalam operasionalnya jumlah PNS tersebut masih terbatas untuk menjalankan kinerja pelayanan pemerintahan, sehingga untuk membantu operasional pelayanan pemerintahan, digunakan TKK. Pada tahun 2012 jumlah pegawai negeri sipil daerah sebanyak 3.042 orang yang terdiri atas golongan I sebanyak 61 orang, golongan II sebanyak 1.206 orang, golongan III sebanyak 1.448 dan golongan IV sebanyak 327 orang. Dalam era otonomi daerah, pemerintah daerah dituntut untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu faktor kuncinya terletak pada aparatur pemerintah yang menjalankan kegiatan pemerintahan. Untuk itu maka dalam menjalankan manajemen dan organisasi pemerintahan, perencanaan sumber daya manusia yang meliputi pengembangan organisasi, sistem perencanaan dan pengembangan karir menjadi mutlak diperlukan. Pengembangan karir yang bertumpu pada kinerja akan membantu mewujudkan kondisi pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan. Salah satu perencanaan sumber daya manusia adalah memberikan kesempatan untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
2.13.7. Kearsipan
Arsip memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama dalam menyimpan dokumen-dokumen yang berguna dalam mengevaluasi pemerintahan, perjalanan historis pemerintahan dan lainnya. Tujuan kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan
dan dokumen penting lainnya. Inti utama kearsipan adalah melestarikan arsip demi pemanfaatannya bagi kegiatan administrasi yang akan memiliki nilai memori dan historis yang tinggi bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya.