Barang/Jasa Alamat
1 PT Onda Mega Inddustri Meter Air Jakarta Utara 2 PT Risti Pratamindo Meter Air Jakarta Timur 3 PT Kian Bangun Pradiza Bahan kimia Jakarta Pusat 4 PT Lautan Luas Tbk Bahan kimia Jakarta Pusat 5 PT Inti Kaliasin Bahan kimia Jakarta Utara 6 PT Merck Chemicals And Life
Sciences Bahan kimia Jakarta Timur 7 PT Harapan Widyatama
Pertiwi Perpipaan Jakarta Utara
8 PT Wavin Duta Jaya Perpipaan Jakarta Timur 9 PT Maspion Perpipaan Jakarta Pusat 10 PT Rurli Vinilon Sakti Perpipaan Jakarta Pusat 11 PT Grundfos Pompa Pompa Jakarta Timur 12 PT Multi Sindomulya Pompa Jakarta Pusat 13 PT Danfos Industrie Pompa Jakarta Selatan 14 PT Indobara Bahana Pompa Jakarta Pusat 15 PT Sinar Quality Internusa Acessories Jakarta Barat 16 CV Nozzle Alinco Mufen
Pratama Acessories Jakarta Timur
17 PT Mojopahit Mandiri Jaya
Sentosa Acessories Jakarta Utara
18 AVK Indonesia Acessories Jakarta Selatan 19 PT Suryanata Cipta Mandiri Suplayer Jakarta
20 PT Pan Asian Water Solutions Suplayer Jakarta Utara 21 PT Tirta Cisadane Pengolahan
AM Jakarta Pusat 22 PT Traya Tirta, Makasar Pengolahan
AM Jakarta
23 PT Traya Pengolahan
AM Jakarta
24 PT Wijaya Kusuma Emindo Pengolahan
AM Jakarta Pusat 25 PT Drupadi Agung Lestari Pengolahan
AM Jakarta Selatan
xlvii Setelah melakukan proses kriteria, maka terpilih 11 sampel perusahaan dengan jumlah 137 responden.
Tabel 3.4
Sampel Perusahaan Pengelolaan Air Minum Swasta di Jakarta
NO NAMA PERUSAHAAN /
ALB
BIDANG USAHA Jumlah
Staff Accounting Barang/Jasa Alamat
1 PT Wavin Duta Jaya Perpipaan Jakarta Timur 8 2 PT Rurli Vinilon Sakti Perpipaan Jakarta Pusat 10 3 PT Grundfos Pompa Pompa Jakarta Timur 6 4 PT Danfos Industrie Pompa Jakarta
Selatan
15 5 PT Indobara Bahana Pompa Jakarta Pusat 10 6 CV Nozzle Alinco Mufen
Pratama Acessories Jakarta Timur
15 7 AVK Indonesia Acessories Jakarta
Selatan
17 8 PT Suryanata Cipta Mandiri Suplayer Jakarta 8 9 PT Tirta Cisadane Pengolahan
AM Jakarta Pusat
18 10 PT Traya Tirta, Makasar Pengolahan
AM Jakarta 15 11 PT Traya Pengolahan AM Jakarta 15 Jumlah 137 Sumber : perpamsi.co.id
3.5 Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer (primary data).Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu maupun perorangan seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuisioner. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada para responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Instrumen pertanyaan dalam kuesioner pada para responden yang diberikan oleh
xlviii peneliti merupakan instrumen pertanyaan yang dikembangkan oleh para peneliti sebelumnya, yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (2001), Hartadi (1999) dan Tuanakotta (2010).
Tabel 3.5
Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
No Variabel Indikator No Item
Instrumen 1 Keefektifan Pengendalian Intern Bidang Akuntansi Pengamanan harta/aktiva 1.2 Dipercayainya catatan akuntansi 3,4
Pemberian otoritas terhadap setiap transaksi
5
Metode pengolahan data 4
Tanggung jawab manajemen 7,8,9 Pemisahan fungsi 10,11,12 Pengendalian fisik 13,14
Pemantauan dan evaluasi 15.16
2 Pengembangan Mutu Karyawan Pengembangan inteletualitas 1,2,3,4,5 Pengembangan keterampilan 6,7,8 Pengembangan sikap 9, 10 3 Kesesuaian Kompensasi Karyawan Kompensasi langsung 1,2,3,4,5,6,7,8 Kompensasi tidak langsung 9,10,11,12,13,14,
15,16 4 Pencegahan
Kecurangan Akuntansi
Pengendalian intern 1,2,10,12,13,14
Menanamkan kesadaran
tentang adanya kecurangan
3,6,7,9,11
Menilai risiko terjadinya kecurangan
4,5,8,15
3.6 Metode danTeknikPengumpulanData
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yaitu memberi seperangkat pernyataan atau
xlix pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab yang kemudian dikumpulkan. Kuesioner dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Kuesioner yang disebarkan berupa daftar pertanyaan yang berkaitan dengan obyek yang diteliti, kuesioner diberikan disertai dengan surat permohonan izin dan penjelasan mengenai tujuan dari penelitian yang dilakukan tersebut. Selain itu, dalam penyebaran kuesioner juga disertakan petunjuk pengisian yang jelas agar memudahkan responden dalam memberikan jawabannya secara lengkap. Skala pengukuran adalah 5 (lima) poin skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tertentu tentang fenomena sosial.
3.7 MetodeAnalisis Data 3.7.1 Statistik Deskriptif
Menurut Ghozali (2006 : 19), statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai distribusi frekuensi dan presentase. Dalam penelitian saya ini, menjelaskan gambaran umum mengenai variabel bebas (Pengendalian Intern Bidang Akuntansi, Mutu Karyawan, dan Kompensasi Karyawan) yang diteliti dalam penelitian ini.
3.7.2 Uji Kualitas Data
Kualitas data yang dihasilkan dari penggunaan instrumen penelitian dapat dievaluasi melalui uji reliabilitas dan validitas. Pengujian yang dimaksud adalah untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan dari
l penggunaan instrumen. Prosedur pengujian kualitas data adalah sebagai berikut:
1. UjiValiditasdanReliabilitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas dapat dilakukan dengan melihat nilai correlated Item. Total Correlation dengan kriteria sebagai berikut: Jika nilai �ℎ� � lebih besar dari � �� dan nilainya positif, maka butir pertanyaan atau indikator tersebut dikatakan “valid” (Ghozali, 2006). Namun sebaliknya, jika nilai �ℎ� � lebih kecil dari � ��, maka pertanyaan tersebut dapat dikatakan “tidak valid”.
Suatu kusioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Pengujian ini dilakukan dengan menghitung koefisien cronbach alpha dari masing-masing instrumen dalam suatu variabel. Instrumen dapat dikatakan handal (reliabel) bila memiliki koefisien cronbach alpha lebih dari 0,60.
3.7.3 Uji Asumsi Klasik
Untuk melakukan uji klasik data primer ini, maka peneliti melakukan Uji Multikolinearitas, Uji Heteroskedastisitas, dan Uji Normalitas. Uji asumsi klasik yang dilakukan sebagai berikut :
li
1. Uji Multikolinieritas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya hubungan antar independen dalam model regresi. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara independen. Pengujian multikolonieritas dapat dilakukan dengan cara: 1) Nilai R2 pada estimasi model regresi.
2) Menganalisis matrik korelasi variabel – variabel independen. 3) Menggunakan variance inflation factor (VIF) dan nilai tolerance. 4) Multikolinieritas terjika VIF > 10 dan nilai tolerance<0,10.
2 Uji Heteroskedastisitas
0=Uji heterokedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi telah terjadi ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lainnya.Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki persamaan variance residual atau homokedastisitas.Untuk melihat adatidaknya heterokedasititas dapat dilakukan dengan melihat grafik Scatterplot. Cara memprediksi pola gambar Scatterplot adalah dengan :
1) Titik data menyebar diatas dan dibawah atau disekitar angka 0. 2) Titik data tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja.
3) Penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar.
lii
3 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam data, variabel independen dengan variabel dependen keduanya mempunyai hubungan distribusi normal atau tidak. Data yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal (Ghozali,
2011:28). Proses ujinormalitas data
dilakukandenganmenggunakanujiKolmogrof Smirnov. Ditribusi data dapatdilihatdengan kriteria sebagaiberikut:
1) Nilai sig atausignifikanatauprofitabilitas> 0,05makadistribusi data dikatakan normal.
2) Nilai sig atausignifikanatauprofitabilitas< 0,05makadistribusi data dikatakantidak normal.
3.7.4 Model Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model analisis regresi berganda, yaitu metode statistik yang digunakan untuk menguji hubungan suatu variabel dependen terhadap lebih dari satu variabel independen. Dalam penelitian ini, analisis regresi yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh keefektifan pengendalian intern bidang akuntansi pengembangan mutu dan kesesuaian kompensasi karyawan terhadap pencegahan kecurangan akuntansi di perusahaan. Menurut Ghozali (2006 : 83), “analisis regresi berganda dilaksanakan dengan cara mengukur
goodness of fit model regresi untuk menilai ketepatan fungsi regresi sampel
liii dapat diukur dari nilai adjusted �2, signifikansi nilai statistik F dan nilai statistik t “. Model dasar pengujian ini adalah sebagai berikut:
Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + ε Keterangan:
Y = Pencegahan Kecurangan Akuntansi α = konstanta
β1β2β3 = Koefisien regresi
X1 = Keefektifan Pengendalian Intern Bidang Akuntansi X2 = Pengembangan Mutu Karyawan
X3 = Kesesuaian Kompensasi Karyawan ε = error (tingkat kesalahan)
Untuk menguji hipotesis diterima atau ditolak, maka dilakukan pengujian terhadap variabel-variabel penelitian secara parsial dan simultan. Pengujian secara parsial digunakan uji statistik t (t–test). Pengujian secara simultan digunakan uji signifikansi simultan (F-test).
1 Koefisien Determinasi
Koefisien Determinasi (R2) pada intinya untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Nilai koefisien determinasi adalah diantara nol dan satu (0<R2< 1). Nilai R2 yang mendekati satu berarti variabel-variabel terikat independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen, dan apabila nilai R2 semakin kecil mendekati nol, berarti variabel-variabel
liv independen hampir tidak memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
2 Uji Simultan (F-test)
Uji F dilakukan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model regresi berganda mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut : H0 : b0 = b1 = b2 ≠ 0 : semua variabel independen berpengaruh secara bersama-sama (simultan).
Kriteria yang digunakan dalam menerima atau menolak hipotesis adalah :
1) � diterima apabila Fhitung > Ftabel, pada α = 5% dan nilai probabilitas <level of significant sebesar 0,05,
2) � ditolak apabila Fhitung < Ftabel, pada α = 5% dan nilai probabilitas >level of significant sebesar 0,05.
3 Uji Parsial (t-test)
Uji parsial digunakan untuk menguji seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelasan/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Menurut Ghozali (2007 : 55), “uji-t digunakan untuk menentukan apakah dua sampel yang tidak berhubungan memiliki nilai rata-rata yang berbeda”. Kriteria yang digunakan dalam menerima atau menolak hipotesis adalah:
lv 1) � diterima apabila thitung > ttabel, pada α = 5% dan nilai probabilitas
<level of significant sebesar 0,05.
2) � ditolak apabila thitung < ttabel, pada α = 5% dan nilai probabilitas >level of significant sebesar 0,05.
lvi
BAB IV