• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidang Prasarana dan Sarana (PSP)

Dalam dokumen 67dca285ed648a6d27663388078d3fdd Lakip 2013 (Halaman 106-115)

BAB IV. PENUTUP LAMPIRAN LAMPIRAN

17 SUNGAI ROTAN

IV. Sasaran : Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi, khususnya sektor ekonomi Unggulan

IV. 1. Peningkatan produktivitas pertanian

3. Bidang Prasarana dan Sarana (PSP)

Dasar penyelenggaraan kegiatan Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian dana APBN Tugas pembantuan bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Tahun Anggaran 2013, dengan surat pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Menteri Keuangan dengan Nomor DIPA : 018.08.4.119004/2013 tanggal 5 Desember 2012 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 3.241.660.000,- yang diarahkan untuk

melaksanakan 5 (lima) Kegiatan dengan realisasi per 31 Desember 2013 mencapai Rp.2.830.000.000,- atau 87,30% dengan rincian program sebagai berikut :

1. Pengelolaan Air Irigasi Pertanian

Pada Program Pengelolaan Air Irigasi Untuk Pertanian sub kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi seluas 1.000 Ha, dengan Pagu Anggaran sebesar Rp.1.000.000.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 1.000.000.000,- atau 100%, yang di alokasikan di 4 (empat) kecamatan antara lain sebagai berikut :

a. Kecamatan Semende Darat Laut seluas 150 Ha yang dilaksanakan di Desa Pulau Panggung (25 Ha), Desa Muara Dua (25 Ha), Desa Tanah Abang (100 Ha).

b. Kecamatan Semende Darat Ulu seluas 150 Ha yang dilaksanakan di Desa Cahaya Alam (35 Ha), Desa Aremantai (45 Ha), Desa Danu Gerak (35 Ha), dan Desa Tanjung Tiga (35 Ha).

c. Kecamatan Semende Darat Tengah seluas 150 Ha yang dilaksanakan di Desa Tanjung Raya (34 Ha), Desa Tenam Bungkuk (73 Ha), dan Gunung Agung (43 Ha).

d. Kecamatan Tanjung Agung seluas 550 Ha yang dilaksanakan

di Desa Bedegung (25 Ha), Pagar Jati (17 Ha), Lambur (18 Ha), Lebak Budi (40 Ha), Paduraksa (80 Ha), Desa Embawang (61 Ha), Desa Lesung Batu (50 Ha), Desa Tanjung Bulan (63 Ha), Desa Tanjung Agung (43 Ha), Desa Muara Emil (20 Ha), Desa Seleman (35 Ha), dan Desa Tanjung Karangan (48 Ha). 2. Perluasan Areal dan Pengelolaan Lahan Pertanian

Pada Program Perluasan Areal dan Pengelolaan Lahan Pertanian dengan Pagu Anggaran sebesar Rp.1.950.000.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 1.847.500.000,- atau 93,85%.

a. Pelaksanaan Optimasi Lahan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 840.00.000 terealisasi Rp. 830.000.000,- atau sebesar 98,81%. Kegiatan optimasi lahan seluas 400 Ha yang

dilaksanakan di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Muara Belida seluas 350 Ha (Desa Patra Tani seluas 75 Ha, Tanjung Baru 75 Ha, Gedung Buruk 75 Ha, Mulia Abadi 25 Ha, Kayu Ara Batu 25 Ha, Arisan Musi 25 Ha, Arisan Musi Timur 25 Ha dan Harapan Mulia 25 Ha) dan Kecamatan Lembak seluas 50 Ha di Desa Petanang

b. Pengembangan Metode SRI Mendukung Tanaman Pangan dengan Pagu Anggaran Rp. 1.050.000.000,- dan terealisasi

sebesar Rp. 1.017.500.000,- atau sebesar 96,90%.

Pengembangan SRI seluas 500 Ha dilaksanakan di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Tanjung Agung seluas 400 Ha (Desa Bedegung seluas 20 Ha, Indramayu seluas 20 Ha, Sugih waras seluas 20 Ha, Lebak Budi 40 Ha, Pandan Enim 40 Ha, Embawang 40 Ha, Lesung Batu 20 Ha, Tanjung Bulan 60 Ha, Paduraksa 40 Ha, Tanjung Agung 40 Ha, Muara emil 20 Ha dan Tanjung Karangan 40 Ha) dan Kecamatan Semende Darat Laut (di Desa Babatan 40 Ha, Desa Penyandingan 40 Ha, dan Desa Muara Danau 20 Ha).

3. Dukungan Manajemen/Layanan Perkantoran dengan pagu anggaran sebesar Rp. 75.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 50.730.000,- atau sebesar Rp.67,64% hal ini disebabkan karena dalam pelaksanaan kegiatan ini dibantu dari anggaran pendampingan APBD II Muara Enim.

4. Fasilitas Pupuk dan Pestisida

Pada Program Fasilitas Pupuk dan Pestisida dengan Pagu

Anggaran sebesar Rp.191.660.000,- terealisasi sebesar Rp.

115.040.000,- atau sebesar 60% hal ini disebabkan karena dalam pelaksanaan kegiatan ini dibantu dari anggaran pendampingan APBD II Muara Enim dan pada kegiatan ini untuk pengambilan sampel pupuk dan pestisida tidak dapat dilaksanakan karena tidak adanya tenaga untuk pengambilan sampel.

Pada Program Fasilitas Pembiayaan Pertanian dengan Pagu

Anggaran sebesar Rp.25.000.000,- untuk operasional PUAP tidak

terealisasi dikarenakan dalam pelaksanaan kegiatan ini dibantu dari anggaran pendampingan APBD II Muara Enim sehingga dalam pelaksanaan pembinaan ke Gapoktan sebagian digunakan dari dana APBD tersebut.

b. Dana APBD

Untuk tahun 2013 Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muara Enim mengalokasikan kegiatan untuk peningkatan produksi padi, adapun kegiatannya adalah sebagai berikut :

- Pengembangan Intensifikasi Tanaman Padi dan Palawija.

Dialokasikan dana sebesar Rp.1.413.677.000,- untuk membiayai belanja :

a. Bibit tanaman padi gogo sebanyak 60.000 kg yang dialokasikan di 6 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Talang Ubi sebanyak 17.100 kg yang dialokasikan di Desa Panta Dewa, Desa Benuang, Desa Simpang Tais, Desa Talang Bulan, Desa Beruge Darat, Desa Talang Akar, Desa Sungai Ibul, Desa Talang Ujan, Desa Sumberejo, Desa Talang Ubi Barat dan Desa Sungai Baung,

2. Kecamatan Kelekar sebanyak 16.500 kg yang dialokasikan diDesa Menanti selatan dan Desa Menanti,

3. Kecamatan Gelumbang sebanyak 2.500 kg yang dialokasikan di Desa Melilian dan Desa Teluk Limau,

4. Kecamatan Penukal sebanyak 6.250 kg yang dialokasikan di Desa Mangku Negara Timur, mangku Negara Induk dan Mangku Negara Timur,

5. Kecamatan Penukal Utara sebanyak 6.250 kg yang dialokasikan di Desa Prabu Menang dan Desa Tanding Marga,

6.Kecamatan Tanah Abang sebanyak 11.400 kg yang dialokasikan di Desa Pandan dan Sedupi.

b. Padi Non Hibrida (Padi sawah) sebanyak 75.000 kg yang dialokasikan di 9 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Sungai Rotan sebanyak 37.500 kg yang dialokasikan di Desa Tanding Marga, Muara Lematang, Paya Angus, Petar Dalam, Petar Luar, Suka Meridu, Danau Tampang, Kasai,Sungai Rotan, Suka Rami, Modong, Danau Baru, Tanjung Miring, Penandingan dan Danau Rata,

2. Kecamatan Tanah Abang sebanyak 3.750 kg yang dialokasikan di Desa Raja, Raja Barat dan Tanah Abang Selatan,

3.Kecamatan Gunung Megang sebanyak 2.625 kg yang

dialokasikan di Desa Sido Mulyo, Tanjung Muning dan Penanggiran,

4. Kecamatan Muara Enim sebanyak 5.750 kg yang dialokasikan di Desa karang Raja, Muara Lawai, Muara Enim, Lubuk Empelas, Muara Harapan, Pasar I dan Suka Jaya,

5. Kecamatan Ujan Mas sebanyak 9.500 kg yang dialokasikan di Desa Tanjung Raman, Muara Gula Lama, Pinang Belarik, Ujan Mas Lama, Ujan Mas Baru, Guci dan Ulak Bandung,

6. Kecamatan Semende Darat Laut sebanyak 5.000 kg yang dialokasikan di Desa Tanah Abang, Perapau dan Pagar Agung, 7. Kecamatan Talang Ubi sebanyak 1.825 kg yang dialokasikan di

Desa Talang Akar,

8. Kecamatan Abab sebanyak 2.500 kg yang dialokasikan di Desa Perambatan dan Pengabuan,

9. Kecamatan Tanjung Agung sebanyak 6.525 kg yang dialokasikan di Desa Lebak Budi, Tanjung Bulan, Lesung Batu, Embawang, Seleman dan Tanjung Karangan

- Pengembangan infrastruktur dan kelembagaan pengelolaan

lahan dan air.

Dialokasikan anggaran sebesar Rp.3.409.168.650,- untuk membiayai :

a. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan air berupa pengembangan irigasi permukaan di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Muara Belida di Desa Patra Tani, Desa Tanjung Baru, Desa Arisan Musi Timur dan Desa Gedung Buruk serta

Kecamatan Muara Enim di Kelurahan Muara Enim,

Pengembangan Embung di Desa Gunung Agung Kecamatan Semende Darat Tengah dan di Desa Karang Raja Kecamatan Muara Enim,

b. Penyediaan sarana jalan pertanian berupa pengembangan jalan

usaha tani di Desa Patra Tani Kecamatan Muara Belida dan di Desa Tanah Abang Kecamatan Semende Darat Laut.

- Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian /

Perkebunan Tepat Guna

Dialokasikan anggaran sebesar Rp.159.080.900,- untuk

membiayai pertemuan koordinasi petugas tingkat kecamatan dan petugas Pengamat Hama Penyakit (PHP) dan tersedianya cadangan Rodentisida/racun tikus sebanyak 1.000 kg insektisida di 22 Kecamatan.

- Pengadaan Sarana Prasarana Teknologi Tepat Guna

Dialokasikan anggaran sebesar Rp. 1.252.826.050,- untuk membiayai :

a. Hand Traktor sebanyak 20 unit yang dialokasikan di 13 Kecamatan yaitu Kecamatan Semendo Darat Laut (Desa Penindaian, Desa Pulau Panggung, Desa Tanah Abang) Kecamatan Semendo Darat Ulu (Desa Danau Gerak, Tanjung

Tiga dan Pajar Bulan), Kecamatan Semendo Darat Tengah (Desa Rekimai Jaya dan Gunung Agung), Kecamatan Tanjung Agung Desa Lubuk Nipis, Kecamatan Lawang Kidul Desa Bedeng Kresek, Kecamatan Muara Enim, Kecamatan Ujan Mas (Desa Guci, Pinang Belarik, Tanjung Raman), Kecamatan Lembak Desa Talang Nangka, Kecamatan Rambang Dangku Desa Banu Ayu, Kecamatan Lubai Desa Pagar Agung, Kecamatan Sungai Rotan Desa Suka Cinta, Kecamatan Gelumbang Desa Segayam dan Kecamatan Muara Belida Desa Gedung Buruk.

b. Power Threser sebanyak 7 unit yang dialokasikan di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Semende Darat Tengah (Desa Tanjung Raya dan Batu Surau), Kecamatan Semende Darat Laut (Desa Perapau dan Muara Dua), Kecamatan Tanjung Agung Desa Bedegung, Suka Raja dan Lesung Batu)

c. Pompa air sebanyak 5 unit yang dialokasikan di 4 Kecamatan Semende Darat Ulu (Desa Tanjung Tiga dan Desa Pajar Bulan), Kecamatan Ujan Mas Desa Pinang Belarik, Kecamatan Lembak Desa Talang Nangka, dan Kecamatan Gelumbang Desa Segayam.

- Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian

Dialokasikan anggaran sebesar RP. 759.234.500,- untuk membiayai pembelian :

a. Alat Penggiling Padi (RMU) sebanyak 4 unit yang dialokasikan di Desa Tanjung Karangan Kecamatan Tanjung Agung, Desa Gunung Agung Kecamatan Semende Darat Tengah, Desa Tanjung Baru dan Desa PatraTani Kecamatan Muara Belida masing-masing sebanyak 1 unit,

b. Terpal jemur sebanyak 100 lembar yang dialokasikan di 7 kecamatan yaitu Kecamatan Semende Darat Tengah, Tanjung

Agung, Ujan Mas, Lembak, Lubai dan Muara Belida.

Grafik III

Peningkatan Produksi Padi di Kabupaten Muara Enim Tahun 2011, 2012 dan 2013 0 50,000 100,000 150,000 200,000 250,000 2011 2012 2013

Produksi Padi (ton)

Luas Panen Produksi

b. Jagung

Pada tabel 1 diatas, produksi jagung tahun 2012 sebanyak 2.399,59 sedangkan untuk tahun 2013 sebanyak 2.405,26 ton. Hal ini berarti ada peningkatan produksi sebesar 5,67 ton dari tahun sebelumnya. Peningkatan produksi jagung ini karena adanya dukungan program dan kegiatan sebagai berikut :

Dana APBN

Untuk kegiatan pengembangan komoditi jagung yang dana bersumber dari APBN berupa SL-PTT Komoditas Jagung seluas 1.000 ha tidak dapat terlaksana dikarenakan benih bersubsidi tidak tersedia dari PSO (Public Servic Obligation) yang ditunjuk. Namun untuk kegiatan pengadaan benih jagung untuk pendampingan kegiatan SL- PTT Jagung tahun 2014 seluas 750 ha akan diadakan pengadaan benihnya yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Muara Enim. Dana APBD

Untuk kegiatan pengembangan komoditi jagung yang dana bersumber dari APBD berupa kegiatan Pengembangan Cadangan Pangan Daerah dialokasikan dana sebesar Rp. 901.858.000,- dengan realisasi sebasar Rp. 812.853.700,- atau setara dengan 90,13 persen

untuk membiayai pengembangan :

a. Jagung Hibrida seluas 107 Ha yang dialokasikan di Desa

Rekimai Jaya kecamatan Semende Darat Tengah, Desa Menanti Selatan Kecamatan Kelekar, Desa siku, Muara Niru, Baturaja Kecamatan Rambang Dangku

b. Jagung Manis seluas 50 H yang dialokasikan di Desa Muara Dua Kecamatan Semende Darat Laut, selanjutnya Desa Datar Lebar, Desa Tanjung Tiga dan Desa Segamit Kecamatan Semende Darat Ulu, Desa Tebing Abang Kecamatan Semende Darat Tengah, serta Desa Kuripan Selatan dan Pangkalan Babat Kecamatan Rambang Dangku.

c. Kedelai

Pada tabel 1 diatas, produksi kedelei tahun 2012 sebanyak 773,25 ton sedangkan untuk tahun 2013 sebanyak 194,42 ton. Hal ini berarti terjadi penurunan produksi sebesar 578,83 ton dari tahun sebelumnya. Adapun program dan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan komoditi kedelei adalah sebagai berikut :

Dana APBN

Untuk kegiatan pengembangan komoditi kedelei yang dana bersumber dari APBN berupa Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi.

Pada kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi dengan Pagu Anggaran sebesar Rp.486.750.000,- yang terdiri dari kegiatan SLPTT komoditas aneka kacang dan umbi sebesar Rp. 460.850.000,- (bansos kepada masyarakat Rp. 458.150.000,- seluas 500 Ha) dan kegiatan laporan pelaksanaan SLPTT sebesar Rp.25.900.000,- tidak dapat terealisasi, hal ini disebabkan belanja bantuan sosial kepada masyarakat tidak dapat direalisasikan karena benih kedelai bersubsidi tidak tersedia dari PSO (Public Service Obligation) yang ditunjuk oleh pemerintah.

Namun untuk kegiatan pengadaan benih kedelei untuk pendampingan kegiatan SL-PTT kedelei tahun 2014 seluas 250 ha akan diadakan pengadaan benihnya yang bersumber dari dana APBD

Kabupaten Muara Enim.

Dana APBD

Untuk kegiatan pengembangan komoditi jagung yang dana

bersumber dari APBD berupa kegiatan Pengembangan Pertanian

Pada Lahan Kering dialokasikan anggaran sebesar Rp.298.780.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 290.775.000,- atau setara

dengan 97,32 persen untuk membiayai pengembangan komoditi

Kacang Kedelai sebanyak 1.600 kg untuk 40 ha yang dialokasikan di Desa Pandan dan Desa Sedupi kecamatan Tanah Abang masing- masing seluas 20 Ha (800 Kg).

1.2 Karet, Kelapa Sawit, Kopi

Dalam dokumen 67dca285ed648a6d27663388078d3fdd Lakip 2013 (Halaman 106-115)

Dokumen terkait