• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI BIDANG SOSIAL DAN LINGKUNGAN HIDUP

Dalam dokumen sma11geo Geografi Dibyo (Halaman 140-144)

6 XJMBZBI!QFMFTUBSJBO MJOHLVOHBO!IJEVQ!LBJUBOOZB

DI BIDANG SOSIAL DAN LINGKUNGAN HIDUP

Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya wilayah pusat pertumbuhan antara lain sebagai berikut.

a. Faktor alam: pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, cuaca, iklim, rawa-rawa, dan kesuburan tanah.

b. Faktor ekonomi: perbedaan kebutuhan antara tempat yang satu dengan yang lain.

c. Faktor industri: kebutuhan tenaga kerja, tempat tinggal, dan peralatan rumah.

d. Faktor sosial: pendidikan, pendapatan, dan kesehatan.

e. Faktor lalu lintas: jenis transport, kondisi jalan, dan fasilitas lalu lintas. 3. Wilayah Pusat Pertumbuhan di Indonesia

Bappenas membagi wilayah di Indonesia menjadi empat buah pusat pertumbuhan wilayah dari A sampai D. Masing-masing wilayah tersebut dibagi lagi menjadi beberapa wilayah pembangunan.

Pembagian tersebut seperti pada tabel berikut. Tabel 1.

Regional Pusat Pertumbuhan dengan Wilayahnya di Indonesia

No. Regional Pusat Per- Wilayah Meliputi Daerah-daerah

tumbuhan

1. A Medan I Aceh, Sumatera Utara, pusatnya di Medan. II Sumatera Barat, Riau, pusatnya di

Pekan Baru.

2. B Jakarta III Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu,

pusatnya di Palembang.

IV Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa

Tengah, Yogyakarta, pusatnya di Jakarta.

V Kalimantan Barat, pusatnya di

Pontianak.

3. C Surabaya VI Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan

Selatan, pusatnya di Balikpapan dan

Samarinda.

4. D Ujung VIII NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi pandang Utara, pusatnya di Ujungpandang.

IX Sulawesi Tengah, Sulawesi utara,

pusatnya di Manado.

X Maluku, Papua, pusatnya di Sorong.

(Sumber: Wardiyatmoko dan Bintarto, 2004) Pembagian wilayah tersebut dapat bermanfaat bagi negara yang besar dan luas seperti Indonesia. Pembagian itu bermanfaat untuk menjamin tercapainya pembangunan yang serasi dan seimbang, baik antarsektor di dalam suatu wilayah pembangunan maupun antarwilayah pembangunan.

Prinsip perwilayahan tersebut di atas dapat juga diterapkan di dalam skala yang lebih kecil di dalam provinsi-provinsi itu sendiri, dengan cara memperhatikan hubungan yang saling terkait antara kabupaten dan kecamatan dalam satuan wilayah administrasi yang lebih kecil.

4. Kaitan Wilayah Pusat Pertumbuhan dan Pengaruh Pusat Pertumbuhan a. Pengaruh Pusat-pusat Wilayah Pertumbuhan Terhadap Pemusatan dan

Persebaran Sumber Daya

Kemunculan pusat pertumbuhan akan menarik jumlah tenaga kerja yang banyak, dapat dilihat dari arus mobilitas dan migrasi penduduk dari desa ke kota maupun antarprovinsi. Arus migrasi penduduk dari pedesaan menuju kota besar maupun kota kecil di Indonesia, menunjukkan angka yang terus meningkat sejalan dengan pesatnya pertumbuhan kota.

b. Pengaruh Pusat-pusat Wilayah Pertumbuhan Terhadap Perkembangan Ekonomi

Terjadinya peluang kerja di berbagai sektor yang relatif terbuka dan adanya gerakan arus barang agar membawa dampak terjadinya peluang kerja di berbagai sektor yang relatif terbuka. Adanya gerakan arus barang agar membawa dampak terhadap alat transportasi, perhubungan, perdagangan, perkantoran, jasa, dan lain-lainnya.

Contoh: Meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas transportasi seperti mobil telah memacu tumbuhnya pemasaran alat-alat transportasi dan sarana perbekalan. Bertambah padatnya jumlah penduduk wilayah tersebut maupun pertambahan alami akan memacu tumbuhnya sarana-sarana dan fasilitas pemukiman, pemasaran, hiburan, kesehatan, dan lain-lain. Sektor-sektor ekonomi yang bersifat nonformal pun dapat ditempuh dan berkembang dengan pesat seiring bertambahnya penduduk dan meningkatnya pendapatan masyarakat. Misalnya, munculnya rumah- rumah kos dan kontrakan, perbengkelan, dan perdagangan kaki lima.

1. Buatlah bagan wilayah pembangunan di provinsi tempat tinggal Anda dengan beberapa pusat pertumbuhan yang meliputi kabupaten dan kecamatan!

2. Jelaskan dampak terhadap lingkungan dan peranan pusat pertumbuhan terhadap daerah di sekeliling Anda!

c. Pengaruh Pusat-pusat Wilayah Pertumbuhan di Bidang Sosial dan Lingkungan Hidup

Semakin maraknya kemajuan pusat-pusat pertumbuhan akan mempengaruhi kondisi sosial dan lingkungan hidup masyarakat. Pengaruh kemajuan pusat pertumbuhan adalah sebagai berikut.

1) Terbukanya lapangan pekerjaan yang banyak dan luas akan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara otonomi sehingga status sosial mereka akan lebih baik.

2) Melatih masyarakat untuk mengatur waktu, disiplin, bersikap hemat, dan menyeleksi mana kebutuhan primer dan sekunder supaya tidak terpengaruh oleh tuntutan barang dan jasa yang berlebihan.

3) Akan memotivasi masyarakat untuk saling berlomba memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan untuk menghadapi perubahan sosial budaya.

4) Akibat mobilitas penduduk baik melalui migrasi maupun pertambahan alami dari berbagai latar belakang budaya, akan terjadi akulturasi dan asimilasi nilai budaya.

5) Terbukanya arus informasi dan komunikasi akan mempercepat laju pertumbuhan daerah tersebut.

6) Makin banyaknya penduduk yang datang akan berpengaruh terhadap keadaan lingkungan hidup di sekitarnya antara lain pemukiman, sanitasi, keamanan, lalu lintas, dan pencemaran.

- Fungsi pusat pertumbuhan - Wilayah pusat pertumbuhan di Indonesia

1. Jelaskan tentang konsep dasar pusat pertumbuhan dan apakah hubungan dengan lingkungan geografi!

1. Contoh Perwilayahan Formal

Suatu wilayah yang ditandai dengan asosiasi areal yang ditandai dengan kenampakan fisik (alam), biotik (kehidupan), dan sosial (kemasyarakatan) merupakan wilayah secara formal.

Permukaan bumi ini sangat luas sehingga perwilayahan secara formal juga banyak aneka ragamnya.

a. Contoh Kenampakan Areal Fisik

1) Gunung dan pegunungan. 2) Sungai, DAS, dan rawa.

3) Relief berbentuk antiklinal, sinklinal, patahan, dan lipatan. b. Contoh Kenampakan Areal Biotik

1) Hutan-hutan.

2) Daerah pertanian dan perkebunan. 3) Daerah sawah, tegal, dan ladang. c. Contoh Kenampakan Areal Sosial

1) Kelompok RT, RW, dan kelurahan.

2) Golongan masyarakat desa dan masyarakat kota. 3) Golongan bangsa kulit putih dan kulit hitam.

Wilayah di permukaan bumi merupakan tempat bagi manusia untuk dapat melakukan berbagai aktivitas, baik sosial, ekonomi, maupun budaya. Pemilihan wilayah sebagai tempat berbagai aktivitas tersebut sangat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti iklim, topografi, keadaan tanah, air, dan sumber daya alam lainnya. Adanya perbedaan kondisi fisik antarwilayah menyebabkan terjadinya perbedaan perkembangan wilayah. Contohnya daerah yang relatif datar dan terletak dekat daerah perkotaan akan berkembang lebih cepat daripada daerah pegunungan yang jauh dari perkotaan.

Hubungan antartempat dan antarwilayah yang memungkinkan untuk terbentuknya wilayah formal disebut asosiasi areal.

Usaha pelestarian lingkungan hidup kaitannya pembangunan di perwilayahan formal adalah sebagai berikut.

a. Reboisasi hutan dan penghijauan desa.

b. Lahan pertanian dan perkebunan jangan sampai kosong tidak ditanami. c. Daerah pegunungan pengolahan tanah dengan sistem terasering. d. Pelestarian hutan, contour plowing dan strip cropping, dan relief pegunungan

tetap harus terjaga.

D MEMBERI CONTOH PERWILAYAHAN SECARA FORMAL

Dalam dokumen sma11geo Geografi Dibyo (Halaman 140-144)