HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN
A. Strategi Pembinaan Muallaf
3) Bidang Sosial
Stategi pembinaan dibidang social yaitu menjadikan masjid sebagai cenrtal kegiatan. Masjid tidak hanya digunakan sebagai sarana ibadah melainkan dapat digunakan untuk kegiatan sosial. Salah satunya adalah santunan dhuafa produktif. Muallaf dalam
79 katagori dhuafa (mustahiq zakat) diberikan modal usaha melalui bantuan BAZNAS kemudian setiap hari dari hasil keuntungan yang mereka dapatkan diinfakkan. Misal seribu rupiah ke masjid dengan harapan dari mustahiq menjadi muzzaki.
Unit kesehatan masjid adalah pos pelayanan kesehatan gratis kepada jama’ah masjid. Program ini selenggarakan oleh yayasan mutiara bekerja sama dengan klinik kesehatan.
Kegiatan sosial lainnya adalah diadakan agenda “Gebyar Muallaf “ di kecamatan Turi. Agenda gebyar muallaf merupakan suatu grand event untuk meneguhkan hati dan menyatukan dan para muallaf. Diantara agenda gebyar muallaf adalah pemberian santunan berupa sembako dan ternak bebek mentok dibagikan kepada dua ratus kepala keluarga. Acara khitanan masal sebanyak lima puluh depalan anak, pengobatan gratis, baksos pakaian layak pakai, serta galih potensi muallaf. Galih potensi muallaf adalah salah satu program yang menarik bagi keluarga muallaf acara ini merupakan kisah perjalanan muallaf inspiratif dan sukses yang ditayangkan melalui TVRI Yogyakarta. Sehingga dapat memotivasi bagi muallaf lainnya untuk berkarya serta menerapkan nilai-nilai keislaman dalam sendi kehidupannya. 69
69 Wawancara dengan Bapak Widodo S.Ag., M.S.I Penyuluh Agama KUA Kec. Pakem. Pendiri Yayasan Mutiara Qolbu. Pada Tanggal 16 Mei 2018, pukul 12.55 WIB, tempat di KUA Pakem.
80 b) Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI)
UII
Berangkat dari kesadaran pentingnya penguatan nilai-nilai keislaman di universitas Islam, Direktorat Pendidikan dan Pegembangan Agama Islam Universitas Islam Indonesia yang diketuai oleh Dr. Muntoha, SH. M.Ag. DPPAI mempunyai visi kelembagaan bersifat religious dan social kemasyarakatan. Salah satu divisi DPPAI yaitu divisi pendidikan dan pembinaan dakwah diharapkan mampu menjalankan pembinaan dan pengembangan agama Islam secara terencana diinternal kampus maupun pembinaan dakwah di masyarakat. Diantara program-program DPPAI pembinaan dakwah di masyarakat adalah pengislaman dan pembinaan muallaf.
Proses pengislaman dibimbing oleh pimpinan DPPAI dan diikrarkan di masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia. DPPAI melayani konsultasi agama dan memberikan bimbingan praktek ibadah bagi muallaf di kantor sekretariat DPPAI Universitas Islam Indonesia. Pembinaan muallaf juga dilakukan di luar kampus dengan mendatangkan dosen dan penda’i dari Universitan Islam Indonesia di daerah yang populasi muallafnya banyak termasuk Dusun Ngandong. Program ekternal DPPAI lainnya adalah penerjunan da’i hijrah. Penerjunan da’i hijrah atau da’i tetap bertujuan dalam upaya pendampingan serta pembinaan agama Islam secara intensif di daerah pelosok. DPPAI UII menerjunkan da’i Ramadhan bagi mahasiswa
81 maupun mahasiswi semester akhir sebagai bentuk pengabdian masyarakat.
Hadirnya da’i Ramadhan sangat dirasakan oleh warga Ngandong. Kegiatan yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan adalah menjadi imam sholat tarawih dan memberikan kultum di masjid, selama ini kultum menjelang tarawih belum pernah dilaksanakan. Pada sore hari diadakan kegaiatan TPA bagi anak-anak setempat hingga menjelang berbuka. Adapun kegiatan pagi setelah sholat subuh diadakan belajar Iqra’ khusus untuk para ibu-ibu. Setiap seminggu sekali diadakan buka puasa bersama seluruh warga di masjid al-Karim Ngandong dan masjid Muaz bin Jabal di Tritis.
Upaya menciptakan generasi muda yang bertaqwa dan bebas buta baca Al-Quran, Lembaga Dakwah Kampus Al-Farabi Fakultas Pendidikan Agama Islam UII mengajak anak-anak Ngandong belajar mengaji di TPA di masjid Al-Karim Ngandong. Kegitan mengajar TPA dilakukan seminggu sekali. Sehingga diharapkan generasi muda kedepan bebas buta baca al-Qur’an karena mereka sudah dikenalkan dan belajar al-Qur’an sejak dini.
Selain pembinaan secara spiritual DPPAI memberikan bantuan berupa santunan sembako kepada keluarga muallaf dan dhuafa dilakukan moment tertentu. 70
c) Lembaga Swadaya Masyarakat
70 Wawancara dengan Bapak Khoirul Fahmi M.Pd.I, anggota Divisi Pendidikan dan Pengembangan Dakwah DPPAI UII Yogyakarta. Pada Tanggal 24 Oktober 2017, pukul 12.35 WIB di kantor DPPAI UII.
82 Perhatian dan kepedulian Lembaga Swadaya Masyarakat, CSR (corporate social responsibility) dari perusahaan dan para volunteer di Pedukuhan Ngandong cukup tinggi, karena secara ekonomi serta sarana prasarana umum di Ngandong masih rendah dan terbatas jika dibandingkan dengan dusun lain. Berbeda dengan dusun Kemirikebo yang berdekatan dengan dusun Ngandong jauh lebih maju karena terdapat pusat pengolahan susu kambing terbesar di Sleman. Usaha yang dikelola mandiri oleh warga setempat sehingga kondisi ekonomi dan kehidupan mereka lebih baik dan mapan.
Melihat kondisi rumah masyarakat Ngandong sebagian tidak memiliki WC yang layak, Fakultas Kedokteran UII bekerja sama dengan Bank Syari’ah Mandiri memberikan bantuan berupa pembangunan WC sebanyak 40 keluarga di Dusun Ngandong. Program jambanisasi yang layak dan bersih merupakan salah satu upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan keluarga dan masyarakat.
Selain bantuan fisik, bantuan berupa beasiswa sekolah oleh yayasan ORBIT Yogyakarta diberikan kepada anak yatim dan keluarga kurang mampu mulai dari tingkat SLTP hingga perguruan tinggi. Yayasan ORBIT Yogyakarta yang telah bekerja sama dengan beberapa sekolah, pesantren dan perguruan tinggi memberikan bantuan beasiswa khusus untuk keluarga muslim dalam rangka peningkatan di bidang pendidikan guna mendidik kader pemuda desa agar lebih maju dan berkembang.71
71 Hasil wawancara dengan dr. Sunarto, M.kes. Relawan dakwah sosial, pengurus yayasan ORBIT Yogyakarta. Pada Tanggal 27 Juli 2017, pukul 15.35 WIB di kediamannya.
83 3. Pembinaan Kultural
Pembinaan secara kultural adalah pembinaan yang dilakukan dengan mengembangkan potensi masyarakat setempat. Pembinaan kultural merupakan upaya pembinaan untuk memajukan masyarakat melalui sumber daya alam setempat dan sumber daya manusia. Sumber daya alam yang terdapat di Ngandong adalah tanah yang subur serta alam yang sejuk merupakan potensi alam yang mendukung untuk pertanian dan peternakan. Disektor pertanian, selain petani salak masih banyak peluang pertanian lain yang dapat dikembangkan di Ngandong misalnya budidaya jamur, cabe, dan pohon sengon memiliki nilai jual yang lebih menguntungkan. Disektor peternakan misalnya ternak sapi dan kambing sebenarnya masih banyak peluang yang menguntungkan apabila dikembangkan dan dikelola dengan baik, namun belum maksimal dimanfaatkan oleh warga. 72
Salah satu upaya pembinaan muallaf agar keluar dari kemiskinan adalah melalui pemberdayaan ekonomi. Hal ini dapat dilakukan oleh individu atau kelompok lembaga tertentu. Seperti yang dilakukan oleh ibu Yunantini seorang muallaf warga Ngandong yang sukses bersama suaminya pak Salim menjadi supplier mangga terbesar di Sleman. Jatuh bangun dalam bisnis membuat keduanya tetap optimis dan semangat mencoba berbagai macam usaha. Semangat meningkatkan perekonomian masyarakat Ngandong beliau mengajak dan membina ibu-ibu untuk
84 membuat usaha ekonomi produktif rumah tangga. UPPKS (Usaha Peningkatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) memberikan modal kepada kelompok tani khususnya para kaum wanita untuk memanfaatkan aneka tanaman di sekitar warga seperti keripik daun kelor, daun pegagan, membuat sarisa sari salak khas Sleman untuk di jual sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Selain usaha makanan para ibu-ibu juga diajarkan pelatihan membatik selama 1 bulan di Sleman, namun yang menjadi kendala adalah pemasaran produk.
Upaya pembinaan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara kelompok dilakukan oleh Yayasan Mutiara bekerja sama dengan BAZNAS. Usaha yang dilakukan adalah mengembangkan balai ternak dengan cara memberikan hewan ternak kambing atau sapi kepada muallaf,
fuqorā dan masākin untuk dipelihara kemudian dijual kepada pengelola
jika berat hewan tersebut bertambah. Penambahahan berat hewan inilah yang dihitung sebagai keuntungan para peternak.
Pembinaan dan bantuan ekonomi produktif yang dilakukan oleh lembaga dengan memanfaatkan potensi di masyarakat agar perekonomian mereka lebih meningkat. Jika muallaf lemah imannya dan ekonominya dikhawatirkan akan murtad dan kembali ke agama semula. Maka perlu dilakukan pembinaan ekonomi sesuai dengan potensi kultural di masyarakat. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Mâlik berikut:
85
ُرْقَفلا َداك : َمَّلَسَو ِهْيَلَع ُ َّالله ىَّلَص ِالله ُلْوُسَر َلاَق :َلاَق ُهْنَع ُالله َيِضَر ٍكِلاَم ِنْب ِسَنَأ ْنَع
اًرْفُك َن ْوُكَي ْنأ
Dari Anas bin Mâlik radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh shallallahu „alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran.” 73
Strategi pembinaan muallaf di dusun Ngandong Kecamatan Turi
Kabupaten Sleman.
a. Melalui pendekatan psikologi
Muallaf yang baru masuk Islam harus dikuatkan hati dan jiwanya. Muallaf yang baru masuk Islam harus dikuatkan jiwanya supaya dapat melebur dengan sesama muslim lainnya dalam beribadah maupun mua’malah. Cara penyampaian agama Islam adalah dengan cara penyampaian metode aktif (aktif learning) seorang pembina tidak selalu memberikan doktrin agama kepada muallaf akan tetapi mereka juga diharapkan aktif dalam bertanya dan menyampaikan apa yang menjadi hambatan dan kekurangan dalam memahami agama Islam sehingga dapat menjalankan kehidupan sebagai seorang muslim kaffah. Budaya biarlah berjalan apa adanya sesuai dengan kultur masyarakat, namun tugas dari pembina adalah memberikan pengetahuan keyakinan agama yang benar.
Pembinaan muallaf melalui pendekatan psikologi memperoleh hasil yaitu melakukan pendekatan terhadap orang yang mempunyai pengaruh atau tokoh masyarakat dan dengan orang terdekat dengan muallaf yakni
86 melalui Bapak dukuh dan Ibu dukuh Ngandong agar dapat berdialog dan berkomunikasi dengan muallaf secara intensif dan mendalam.
b. Melalui pendekatan social religious
Masjid adalah sarana ibadah berkumpulnya umat muslim, selain sebagai sentral tempat ibadah menjadikan masjid sebagai pos kesehatan bekerja sama dengan lembaga kesehatan Rumah Sehat BAZNAS dan PKU Muhamadiyah dalam acara tertentu missal pengajian agar kesehatan masyarakat lebih terjamin.
Mengadakan acara “Gebyar Muallaf“ mengundang pejabat pemerintah dan memberikan bantuan berupa mentok kepada 200 KK, acara khitanan masal sebanyak 58 anak, pemberian sembako untuk 200KK, baksos pakaian baru, gelar potensi muallaf bagi muallaf yang kreatif dan mampu membuat industry olahan seperti bahan singkong, salak ditampilkan di stasuin televise TVRI Yogykarta agar menjadi inspirasi bagi yang lain.
Mengadakan acara qurban bersama serta pembagian zakat fitrah diakumulasi khususnya wilayah sleman utama dan diberikan kepada muallaf Turi dan Pakem. Hasilnya dari pendekatan adalah sangat tepat untuk membesarkan dan menyenangkan hati para muallaf agar mereka merasa sama seperti muslim lainnya.
87 Pengembangan ekonomi berbasis zakat santunan kepada warga. Diberikan modal tambahan usaha tiap orang tiga juta rupiah tapi tiap hari infak tiga ribu rupiah yang dikelola oleh masjid setelah uang infak terkumpul cukup dikembangkan lagi untuk warga lain yang ingin mengembangkan usahanya, dengan harapan seorang muallaf dulunya menjadi mustahiq bagaimana menjadi muzzaki. Dana dari BAZNAS kurang lebih tiga ratus juta pertahun dikembangkan untuk usaha local masyarakat setempat seperti ternak, bengkel, budidaya jamur dan olahan makanan dari jamur, olahan salak (Sarisa) untuk membantu perekonomian.
Mengadakan pelatihan ketrampilan usaha kecil keluarga atau kelompok tani misalnya pengeloaan daur ulang sampah menjadi barang yang bisa dipakai dan dan dijual seperti dompet, tas, dari bungkus minuman, membuat kerajian dari bambu, mengolah tanaman di pekarangan rumah menjadi keripik kelor, kerpik bayam, salak dibuat manisan salak, pelatihan packaging serta memberikan bantuan alat packaging mesin agar makanan atau minuman kemasan yang dibuat memiliki harga jual ekonomis yang lebih tinggi. Mengajak warga untuk melatih skill lainnya seperti pelatihan menjahit bekerjasama dengan DPLK agar mereka lebih mandiri. Hasil dari pendekatan ini adalah sudah berjalan dengan baik dan sudah diterapkan oleh beberapa muallaf dalam memajukan usaha mandiri.
88 d. Kaderisasi pemuda
Kaderasi pemuda dilakukan untuk membelajarkan kepada generasi selanjutnya agar lebih baik dan berkembang dari sebelumnya. Maka dibuatlah forum KMG (Kaderisasi Muslim Girikerto), Forsilmi (Forum Silaturahmi Masyarakat Muslim) untuk menyatukan inspirasi warga. Para pemuda dibina bekerjasama dengan organisasi masyarakat seperti : MTA, NU, Muhamadiyah, dan LDII. Hasilnya adalah belum maksimal, namun cukup efektif dipertemukan dalam suatu kegiatan besar dari berbagai macam ormas sehingga tercipta ukhuwah islamiyah yang kuat.
e. Melalui pendekatan sosial
Pendekatan sosial dilakukan dengan memetakan kebutuhan masyarakat, misalnya masalahnya kesehatan, masyarakat pegunungan masih percaya kepada pengobatan alternative dari pada pengobatan medis, sehingga mereka enggan memerisa kesehatan ke rumah sakit, atau ke dokter.
Sebagai bentuk pengabdian masyarakat dilakukan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan fakultas kedoteran UII melakukan yang dilakukan setiap bulan khususnya bagi lansia. Di samping penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan secara jasmani, ditamankan kepada mereka pentingnya merawat kesehatan mental spiritual.
Hasilnya warga sangat antusias karena diperhatikan dalam hal kesehatan dan mulai percaya pada pengobatan medis serta mulai perlahan meninggalkan pengobatan tradisional yang masih bersifat mistis.
89 f. Lembaga Dakwah Kampus.
Lembaga Dakwah Kampus menjadi wadah gerakan dakwah kampus, menjadi ruang alternatif bagi masyarakat kampus untuk belajar Islam, menjadi mitra pihak universitas secara akademik, dan menjadi ruang penyalur minat dan bakat mahasiswa. Lembaga Dakwah Kampus tidak hanya berperan di kampus saja akan tetapi juga berperan di luar kampus. Dalam hal ini LDK UII adalah lembaga dakwa kampus yang mempunyai sasaran dakwah dan pendidikan agama Islam di sekitas wilayah kampus. Adapun salah satu program LDK adalah ikut dalam pembinaan dan pendidikan agama Islam terhadap anak-anak di dusun Ngandong. Bentuk kegiatannya adalah mengajarkan TPA dalam kegiatan bulan suci Ramadhan di masjid. Bertujuan untuk mendidik karakter generasi Islam sejak dini.
Hasilnya respon warga cukup baik dalam menerima kegitan dari lembaga dakwah kampus khusunya dalam pembinaan anak-anak generasi Islam di Ngandong.