• Tidak ada hasil yang ditemukan

Amiruddin 1 , Kurnia Eliyanti 2 Jurusan Pendidikan Olahraga

3. Suatu bidang studi

Kurikulum merupakan suatu bidang studi yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum dan yang menjadi sumber konsep-konsep atau memberikan landasan–landasan teoritis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan.

Kedudukan kurikulum dan pengajaran adalah unsur paling penting dalam menjalankan proses belajar mengajar. Maka kurikulum dan pengajaran tidak bisa dipisahkan dalam sekolah.

Kesimpulan

Kurikulum pendidikan nasional telah mengalami beberapa perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, dan 2013. Perubahan tersebut sudah sebanyak 10 kali sejak tahun 1945, kini Kurikulum 2013 sudah berjalan 4 tahun. Sejak ditetapkan oleh PERMENDIKBUD di tahun 2013. Banyak sekolah yang belum menerapkan kurikulum 2013 khususnya guru Pendidikan jasmanikes baik itu ditingkat SD, SMP/ MTSN maupun SMA/SMK. Hal ini banyak disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Baik itu dari segi guru yang belum mengimplementasikan kurikulum 2013 di sekolah maupun kurangnya sarana dan prasarana pendukung praktek Pendidikan jasmanikes pada sekolah Kabupaten/ Kota Provinsi Aceh itu sendiri. Hal diatas menjelaskan bagaimana kedudukan kedua yang berkaitan antara kurikulum dan pengajaran. Jika kurikulum adalah programnya maka, pengajaran adalah implementasi.Jika kurikulum adalah konsep maka, pengajaran adalah penerapannya. Dan jika kurikulum adalah teorinya maka, pengajaran adalah praktiknya.

Daftar Pustaka

Abdul Wahab, Solichin. (2008). Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Press.

Arifin, Zainal. (2012). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Remaja Rosdakarya: Bandung.

Dwidjowijoto, Riant Nugroho. (2004). Kebijakan Publik: Formulasi, Implementasi, dan Evaluasi.

Jakarta: PT. Elex Media Komputindo

Rohman A. (2014). Akar Filosofis dan Ideologis Kebijakan Kurikulum Pendidikan, Makalah Seminar Nasional Pendidikan yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa Fakultaf Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ma‟as, Shobirin. (2016). Konsep Dan Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Yogyakarta : CV.

Budi Utama.

Nasution. (1989). Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara

Nurdin, Syafruddin dan Usman, Basyiruddin. (2003). Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum.

Jakarta: Ciputat Press.

Sukmadjinata, Nana. (2004). Pengembangan kurikulum (teori dan praktik). PT. Remaja rosdakarya.

Bandung.

ANALISIS PENILAIAN PRESTASI KERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI DISEKOLAH SMA NEGERI KOTA BANDA ACEH

1.Muharil. 2.Aidil Ramadhani

1.Dosen Jurusan Pendidikan jasmanikesrek Universitas Abulyatama Aceh

2.Dosen Jurusan Pendidikan dan Kepelatihan Olahraga Universitas Gunung Leuser

[email protected].

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prestasi kerja guru pendidikan jasmani di SMA Negeri Se Kota Banda Aceh, bagaimana penilaian prestasi kerja guru pendidikan jasmani di SMA Negeri Se Kota Banda, serta untuk mengetahui penghargaan apa saja yang diberikan sekolah pada guru pendidikan jasmani SMA Negeri Se Kota Banda Aceh. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri Se Kota Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala sekolah dan staf/

guru pendidikan jasmani pada pada tahun 2017 yang berjumlah 16 orang. Metode penentuan sampel yaitu menggunakan Total sampling sebanyak 16 orang dari populasi yang ada. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuesioner, dan observasi. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dan dengan bantuan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Dari hasil penelitian bahwa penilaian prestasi kerja guru pendidikan jasmani di Sekolah SMA Negeri Se Kota Banda Aceh tergolong cukup tinggi, dimana responden penelitian yang berjumlah 16 orang yang menyatakan “Sangat Setuju” sebesar 36,111%, responden yang menyatakan “Setuju” sebesar 53,177%, responden yang menyatakan “Cukup Setuju” sebesar 10,602%. Sedangkan responden yang menyatakan “Tidak Setuju” sebesar 0,0%, dan responden yang menyatakan “Sangat Tidak Setuju” sebesar 0,0%.. Untuk mengetahui prestasi kerja dan beserta penghargaan yang diberikan sekolah kepada guru pendidikan jasmani dilakukan penelitian melalui wawancara langsung terhadap Kepala sekolah atau guru pendidikan jasmani yang berkompeten yang berhubungan dengan penelitian. Saran yang dapat disimpulkan adalah memberitahukan hasil penilaian prestasi kerja yang telah dilakukan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya kepada para guru pendidikan jasmani, baik hasil yang bersifat positif sehingga guru pendidikan jasmani yang bersangkutan dapat lebih meningkatkannya maupun hasil yang bersifat negatif agar guru pendidikan jasmani tersebut dapat memperbaikinya dimasa mendatang.

Kata kunci: Penilaian, prestasi kerja, guru pendidikan jasmani

Pendahuluan

Perubahan pendidikan yang sangat pesat merupakan dampak dari globalisasi yang ditandai dengan adanya revolusi dalam informasi, komunikasi, dan transportasi. Kecepatan, ketepatan, dan keakuratan menjadi syarat dalam menjalankan berbagai aktivitas. Hal tersebut menurut adanya sumber daya manusia secara berkesinambungan, agar terwujud sumber daya manusia yang professional, kreatif dan inovatif.

Sumber daya manusia merupakan dasar yang paling penting dalam membangun pendidikan Indonesia. Pemanfaatan sumber daya manusia tersebut tidak hanya dalam kontek bagaimana memanfaatkan kualitas sumber daya manusia itu sendiri, tetapi yang paling penting bagaimana meningkatkan sumber daya manusia sehingga dapat menunjang tujuan Pembangunan Nasional.

Permasalahan guru yang sering dijumpai di dalam suatu sekolah adalah mengembangkan kemampuan kerja guru pendidikan jasmani. Guru pendidikan jasmani harus dikembangkan potensinya dan diberikan kesempatan untuk meningkatkan diri demi tercapainya prestasi kerja yang maksimal demi kelangsungan hidup sekolah di masa yang akan datang. Prestasi merupakan kemampuan yang dimilki seorang guru pendidikan jasmani dalam menjalakan tugasnya dan pencapaian standar keberhasilan yang telah ditentukan oleh organisasi sesuai dengan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Pada dasarnya tingkat prestasi kerja guru pendidikan jasmani ditetukan oleh motivasi dan kemampuan kerja yang dimiliki.

Prestasi kerja guru pendidikan jasmani harus dipertahankan dan ditingkatkan demi menunjang kegiatan operasional sekolah. Untuk itu para guru pendidikan jasmani yang mengalami masalah berupa stress dan kejenuhan harus segera diantisipasi dengan cara mencari solusi yang terbaik bagi guru itu sendiri maupun bagi sekolah. Permasalahan dapat terjadi berupa kejenuhan yang diakibatkan dari spesialisasi kerja atau rutinitas kerja, maka guru tersebut perlu dimutasi ke Sekolah lain yang kerjanya dari sebelumnya, hal tersebut akan membuat guru tersebut terasa melakukan pekerjaan baru dan guru tersebut akanmeningkatkan diri pada pekerjaan baru yang ditempatinya. Selain itu, sekolah juga dapat melaksanakan program pendidikan dan pelatihan, memperbaiki sistem kompensasi, peningkatan kualitas lingkungan kerja dan lain sebagainya.

Penilaian prestasi kerja guru merupakan salah satu tugas yang paling penting bagi setiap kepala sekolah sumber daya manusia, yang mana diakui pula bahwa banyak kesulitan yang dialami dalam menangani hal itu secara memadai. Tidaklah mudah untuk menilai prestasi kerja seorang guru pendidikan jasmani atau para bawahan secara akurat dan lagi pula serba sulit untuk menyampaikan hasil penilaian tersebut kepada bawahan yang bersangkutan tanpa menimbulkan rasa kecewa bagi yang bersangkutan.Penilaian prestasi kerja merupakan evaluasi terhadap perilaku, prestasi kerja dan potensi pengembangan yang telah dilakukan. Penilaian prestasi ini juga pada dasarnya merupakan suatu proses mengestimasi dan menentukan nilai keberhasilan tugas para guru pendidikan jasmani. Juga bisa membandingkan realisasi nyata dengan standar yang dicapai guru pendidikan jasmani. Penilaian prestasi ini mutlak harus dilakukan untuk mengetahui prestasi yang dicapai oleh setiap guru pendidikan jasmani.Penilaian ini penting bagi guru pendidikan jasmani dan berguna bagi sekolah untuk menetapkan tindakan kebijakan selanjutnya.

Dalam upaya memaksimalkan prestasi kerja guru pendidikan jasmani, maka pihak sekolah berupaya mengelola sumber daya manusia secara terarah dan terpadu sehingga guru pendidikan jasmani memiliki motivasi kerja yang tinggi .

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka penulis bermaksud mengadakan penelitian untuk mengetahui lebih lanjut tentang penilaian prestasi kerja pada .SMA Negeri Se Kota Banda Aceh tersebut, dengan judul penelitian :“Analisis Penilaian Prestasi kerja guru pendidikan jasmani di SMA Negeri Kota Banda Aceh”

Kajian Teoritis

Pengertian Prestasi Kerja

Keahlian dan pengalaman merupakan dua kualisifikasi yang selalu diperhatikan dalam pemilihan guru. Pada umumnya organisasi lebih mengarah untuk memilih guru yang berpengalaman, tetapi hal ini bukan menjamin dalam penyelesaian tugas dengan baik apabila tidak didukung dengan intelegasi yang baik pula, artinya sumber daya manusia menentukan maju dan mundurnya sekolah atau pemerintahan.Guru yang bekerja tentu mengharapkan peningkatan karir atau pengembangan potensi yang nantinya akan bermanfaat baik bagi dirinya maupun bagi organisasi. Apabila terbuka kesempatan untuk berprestasi, maka akan menimbulkan dorongan psikologis untuk meningkatkan dedikasi pemanfaatan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Bernardin dan Russel (1993) memberikan definisi tentang prestasi adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan tertentu. Byars dan Rue (1984), mengartikan prestasi sebagai tingkat kecakapan seseorang pada tugas-tugas yang mencakup pada pekerjaan adapun prestasi kerja adalah hasil upaya seseorang yang ditentukan oleh kemampuan karakteristik pribadinya serta persepsi terhadap perannya dalam pekerjaan itu.

Pada umumnya, prestasi kerja diberi batasan sebagai kesuksesan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan (Maier, 1965). Lebih tegas lagi adalah Lawler dan Porter (1967), yang menyatakan bahwa job performance adalah “success ful role achievement” yang diperoleh seseorang dari perbuatan- perbuatannya (Sutrisno, 2011:150).

Pengertian Penilaian Prestasi Kerja

Definisi penilaian yang penulis gunakan ialah pengukuran dan pembandingan hasil-hasil yang nyatanya dicapai dengan hasil-hasil yang harus dicapai. (Sondang Siagian : 2005 : 152)

Setelah guru pendidikan jasmani diterima, ditempatkan, dan dipekerjakan maka tugas manajer selanjutnya adalah melakukan penilaian prestasi guru pendidikan jasmani. Penilaian prestasi guru

pendidikan jasmani mutlak harus dilakukan untuk mengetahui prestasi yang dicapai setiap guru pendidikan jasmani baik, sedang, atau kurang. Penilaian prestasi penting bagi setiap guru pendidikan jasmani dan berguna bagi sekolah untuk menetapkan tindakan kebijaksanaan selanjutnya.

Tujuan Penilaian Prestasi Kerja

Setiap penilaian prestasi kerja guru pendidikan jasmani harus benar-benar memiliki tujuan yang jelas, apa yang ingin dicapai. Tujuan yang ingin dicapai dengan penilaian tersebut dapat bermacam-macam, antara lain untuk :

a. Mengidentifikasikan para guru pendidikan jasmani mana yang membutuhkan pendidikan dan pelatihan

b. Menetapkan kenaikan gaji ataupun upah guru pendidikan jasmani.

c. Menetapkan kemungkinan pemindahan guru pendidikan jasmani ke penugasan baru.

d. Menetapkan kebijaksanaan baru dalam rangka organisasi

e. Mengidentifikasikan para guru pendidikan jasmani yang akan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi dan sebagainya.

Unsur-unsur Penilaian Prestasi Kerja

Adapun unsur-unsur penilaian prestasi kerja menurut pendapat Hasibuan (2011 ; 95), antara lain : 1) Kesetiaan, 2) Prestasi Kerja, 3) Kejujuran, 4) Kedisiplinan, 5) Kreativitas, 6) Kerja Sama, 7) Kepemimpinan, 8) Kepribadian, 9) Prakarsa, 10) Kecakapan, dan 11)Tanggung Jawab.

Hubungan Antara Penilaian Prestasi Kerja Dengan Prestasi Kerja

Sebagai mana diketahui bahwa penilaian prestasi kerja memiliki kegunaan tersendiri dalam penerapanya. Beberapa diantaranya yaitu memperbaiki kinerja guru pendidikan jasmani, promosi jabatan , dan yang terutama yaitu mengevaluasi kinerja guru pendidikan jasmani tersebut.Prestasi kerja sendiri memiliki korelasi yang positif dengan penilaian prestasi kerja, dimana semakin besar intensitas penerapan penilaian prestasi kerjamaka semakin tinggi pula prestasi kerja dari para guru pendidikan jasmani. Hal ini dikarenakan penilaian prestasi kerja menganalisis dari segala aspek yang dimiliki guru pendidikan jasmani baik kedisplinan, kerajinan dll, sehingga guru pendidikan jasmani berusaha untuk meningkatkan segala aspek pribadi yang tercantum dalam penilaian prestasi kerja tersebut.

Metode Penelitian

Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada SMA Negeri Se Kota Banda Aceh yang berkedudukan SMA Negeri Se Kota Banda Aceh. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari para responden melalui daftar wawancara dan kuesioner yang telah dipersiapkan tentang penilaian prestasi kerja guru pendidikan jasmani pada SMA Negeri Se Kota Banda Aceh dan data sekunder, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk dokumen, laporan- laporan maupun sejarah berdirinya serta aktifitas sekolah yang berasal dari SMA Negeri Se Kota Banda Aceh sesuai kebutuhan untuk melengkapi data penelitian ini.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala sekolah dan staf/ guru pendidikan jasmani pada .SMA Negeri Se Kota Banda Aceh yang pada tahun 2017 berjumlah 16 orang. Karena jumlah populasi yang relatif besar, maka sampel penelitian ditentukan dengan Total sampling sebanyak 16 orang dari populasi yang ada.

Untuk memperoleh data yang mendukung dalam penelitian ini maka penulis menggunakan teknik sebagai berikut: 1) Angket (Quesioner), yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara membuat daftar pertanyaan disususn secara sistematis dan disertai beberapa jawaban yang telah disediakan.Isi angket menyangkut prestasi kerja guru, yang ditetapkan berdasarkan indikator dan dijabarkan melalui item-item pernyataan. Yang kedua observasi, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang diperoleh dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap gejala-gejala dan permasalahan yang terdapat pada lokasi penelitian.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu data yang diperoleh disusun sedemikian rupa kemudian dianalisis berdasarkan teori-teori yang relevan dengan permasalahan untuk mengambil kesimpulan dan saran (Umar : 2004 :142). Berdasarkan metode penelitian yang telah dikemukakan diatas

maka data informasi yang diperoleh akan dikelompokkan dan dipisahkan sesuai dengan jenisnya dan diberi nilai persentase, disajikan dalam bentuk tabel dan diuraikan dengan rumus persentasenya.

Kemudian untuk mendapatkan kesimpulan pelaksanaan penilaian prestasi kerja guru pendidikan jasmani di SMA Negeri Se Kota Banda Aceh Banda keseluruhan indikator yang telah diajukan kepada responden dengan menggunakan teknik pengukuran sesuai dengan pendapat (Arikunto : 2003 : 171).

Hasil dan Pembahasan Penelitian

Analisis prestasi kerja guru pendidikan jasmani

Prestasi kerja guru pendidikan jasmani di SMA Negeri Kota Banda Aceh memenuhi standar yang telah ditetapkan sehingga membanggakan sekolah. Hal ini didasarkan pada peneliti mengamati langsung kelapangan. Maka hasil penelitian ini sangat sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Hasibuan (2003:93) prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan pada kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta ketetapan waktu.

Analisis Penilaian Prestasi Kerja Guru Pendidikan Jasmani

Dari penelitian yang penulis lakukan ditinjau dari aspek kesetian dituangkan dalam tabel 5.7 di atas dapat dilihat 47,6% responden menyatakan sangat setuju, 48,5% responden menyatakan setuju dan 3,7%

responden menyatakan cukup setuju, yaitu kesetiaan guru pendidikan jasmani pada sekolah Banda Aceh dapat diperhatikan pada table dibawah ini

Kesimpulan

1. Hasil analisis prestasi kerja guru pendidikan jasmani yang diperoleh peneliti dari terjun langsung kelapangan menunjukkan bahwa prestasi kerja guru pendidikan jasmani di SMA Negeri Se Kota Banda Aceh Banda Aceh sudah cukup baik. Yakni dari segi kinerja guru pendidikan jasmani setiap Sekolah maupun pribadi.

2. Analisis Penilaian Prestasi Kerja Guru pendidikan jasmani Penilaian prestasi kerja guru pendidikan jasmani dalam penelitian ini dianalisa berdasarkan pada indikator kesetiaan, prestasi kerja, kejujuran, kedisiplinan, kreativitas, kerja sama, kepemimpinan, kepribadian, prakarsa, kecakapan, dan tanggung jawab.Hasil analisis dari tanggapan responden dari setiap sub variabel dapat disimpulkan bahwa yang menyatakan “Sangat Setuju” sebesar 36,111%, responden yang menyatakan “Setuju” sebesar 53,177%, responden yang menyatakan “Cukup Setuju” sebesar 10,602%. Dari hasil angket yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar tanggapan responden terhadap penilaian prestasi kerja guru pendidikan jasmani yang dilaksanakan pada 70

60

50

40

30

20

10

SS

S CS TS 0 STS

SMA Negeri Se Kota Banda adalah pada kategori mempengaruhi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penilaian prestasi kerja guru pendidikan jasmani pada sekolah telah terlaksana dengan baik.

Daftar Pustaka

Handoko, T. Hani. (2003). Manajemen, BPFE. Yogyakarta.

Hasibuan, Malayu S.P. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara.

Mangkuprawira. (2004). Sumber Daya Manusia Strategik. Yogyakarta: BPFE

Mondy, R. Wayne (2008) Manajemen Sumber Daya Manusia. Jilid 1 Edisi 10. Jakarta: Erlangga.

Rivai, Veithzal, 2006, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Sekolah, . Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Panggabean, Mutiara (2004) Manajemen Sumber Daya Manusia. Bogor: Ghalia Indonesia

Sastrohardiwiryo, Siswanto. (2005). Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendidikan Administratif dan Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Siagian, Sondang P. (2005) Fungsi-Fungsi Manajerial. Edisi Revisi: Jakarta: Bumi Aksara.

PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PERMAINAN SEPAKBOLA (SUATU PENELITIAN PADA PEMUDA DESA LAMPUYANG

KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR) Ifwandi1, Yudhi Adisti2

Jurusan Pendidikan Olahraga

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Corresponding Email: [email protected]1, [email protected]2

Abstrak

Partisipasi masyarakat dalam permainan sepakbola sebagai suatu tindakanyang mendasar untuk bekerjasama yang memerlukan waktu dan usaha, agar mencapai keberhasilan yang baik dan terus maju dalam bidang sepakbola. Tim PORDELA singkatan dari persatuan sepakbola desa lampuyang yang bediri dari tahun 1988. Penelitian yang digunakan adalah jenis evaluasi dengan metode penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai data yang ada di lapangan tentang partisipasi masyarakat dalam permainan sepakbola di Desa Lampuyang Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar.

Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa Partisipasi masyarakat desa Lampuyang terhadap permainan sepakbola menjadi salah satu tempat masyarakat desa berkumpul bersama dari yang tua, muda maupun anak-anak. Disamping sarana dan prasana yang kurang baik, namun antusias masyarakat terhadap permainan sepakbola sangat kuat. Tim PORDELA sendiri pernah menjuarai turnamen di tahun 2000 an di tingkat kecamatannamun sekarang kepengurusan tim di desa lampuyang sudah tidak aktif lagi. Partisipasi masyarakat dalam permainan sepakbola di desa Lampuyang Kecamatan Pulo Aceh memiliki kemauan dalam berolahraga, maka perlu adanya upaya-upaya oleh pemerintah untuk merangsang masyarakat untuk berpartisipasi dalam sepakbola. Sebagai salah satu contoh yang perlu ditempuh adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih cara bagaimana mereka mau berpartisipasi dalam sepakbola. senantiasa memperbaiki dan memfasilitasi sarana dan prasarana segala bentuk apapun dalam olahraga sepakbola. Disamping itu perlu pula diadakan pembinaan/kepelatihan terhadap masyarakat dalam membangun sepakbola dalam negeri khususnya Pulo Aceh.

Kata kunci: partisipasi, masyarakat, sepakbola.

Pendahuluan

Olahraga adalah kegiatan jasmani yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Olahraga yang dilakukan secara konsisten akan memberikan manfaat berupa kesehatan dan kebugaran jasmani.

Olahraga merupakan upaya kesehatan yaitu setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Olahraga selaku upaya kesehatan dilakukan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilakukan secara menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan. Upaya kesehatan dapat terwujud jika pemerintah pemangku kebijakan olahrga dan kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi olahraga saling bekerjasama.Sebagian besar masyarakat hanya fokus pada olahraga prestasi, padahal olahraga pendidikan dan rekreasi juga memegang peranan penting dalam pembangunan olahraga.Di Pulo Aceh terdapat berbagai jenis olahraga seperti bulutangkis, sepak bola, bola voli, dan sebagainya.Perkembangan kegiatan olahraga di Pulo Aceh semakin beragam hal tersebut dapat dilihat dari tujuan kegiatan olahraga yang dilakukan masyarakat dan Pemuda desa Lampuyang Kecamatan Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar.

Perkembangan sepakbola di pulo Aceh sangat diminati oleh masyarakat desa Lampuyang dari anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua. Antusias masyarakat desa Lampuyang sangat tinggi terhadap cabang sepakbola. Sepakbola merupakan olahraga yang sangat populer di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Hampir semua kaum laki-laki baik dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua pernah melakukan olahraga sepakbola meskipun tujuan melakukan olahraga ini berbeda-beda, ada yang untuk rekreasi,

untuk menjaga kebugaran atau sekedar menyalurkan hobby atau kesenangan.Pada dasarnya sepakbola adalah permainan dengan cara menyepak, bola disepak diperebutkan antara pemain yang bermaksud memasukan bola kegawang lawan dan mempertahankan gawang sendiri jangan sampai kemasukan (Sucipto, 2000: 7). Oleh karena itu, untuk dapat bermain sepakbola harus menguasai teknik-teknik dasar sepakbola yang baik.Untuk dapat menghasilkan permainan sepakbola yang optimal, maka seorang pemain harus dapat menguasai teknik-teknik dalam permainan. Teknik dasar sepakbola,

Pulo Aceh adalah sebuah nama kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Merupakan daerah kepulauan yang di kawasan ini terdapat dua pulo besar (pulo dalam bahasa Indonesia diartikan pulau) yaitu Pulo Nasi dan Pulo Breuh (breuh artinya dalam bahasa Indonesia beras). Selain itu Kecamatan Pulo Aceh terdapat tiga kemukiman (mukim) dan 17 gampong (desa).Tiga kemukiman tersebut yaitu Mukim Pulo Breuh Utara, Mukim Pulo Breuh Selatan, dan Mukim Pulo Nasi. Penduduk Kecamatan Pulo Aceh yaitu berjumlah 4.385 jiwa atau sekitar 1.344 Kepala Keluarga (KK), dengan mata pencarian sebagai nelayan dan petani.Pulau yang termasuk ke dalam salah satu kawasan Sabang ini memiliki banyak potensi pariwisata, khususnya pariwisata bahari, wisata sejarah, dan wisata Alam.

Adapun beberapa potensi wisata bahari yang terdapat di Pulo Aceh antara lain Pantai Nipah, Pantai Deumit, Pantai Deudap, Pantai Alue Reuyeng, Pantai Pasi Raya, Pantai Meulingge, Pantai Balu, Pantai Alue Raya, Pantai Pasi Lambaro, Pantai Pasi Raya, Pantai Mata-ie, Pantai Krisek, Pantai Lapeng, dan beberapa teluk yang sangat indah.Mukhlis Basyah masyarakat pulau Acehmengatakan, “potensi wisata sejarah, kawasan ini juga memiliki histori yang tidak kalah penting dengan daerah lain. Di ataranya, di sini terdapat mercusuar peningalan Belanda yaitu Mercusuar William Toren.Mercusuar ini berusia sekitar 139 tahun dengan ketinggian sekira 85 meter yang terdapat di Pulo Breuh.Juga, ada Makam Raja Kandang yang terdapat di Pulo Nasi”.

Letak Pulau Aceh yang sangat strategis dan tidak jauh di tempuh dari Kota Banda Aceh yang merupakan Ibukota Provinsi Aceh, membuat pulau ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu daerah kunjugan wisata dibawah Badan Pengembangan Kawasan Sabang (BPKS). Kecamatan Pulau Aceh nantinya diwancanakan akan menjadi potensi unggulan baru bagi kemajuan pariwisata di kawasan BPKS.Pulau pulau dikawasan Pulau Aceh yaitu: Pulau Breueh, pulau nasi, Pulau Keureusek, pulau Batee, Pulau Bunta, Pulau U, Pulau Sidom dan lain lain. Permukiman pulau aceh sebagai berikut: 1.

Mukim Pulo Breueh Utara (Alue Raya, Lapeng, Meulingge,Rinon), 2. Mukim Pulo Breueh Selatan, (Blang Situngkoh, Gugop, Lampuyang, Lhoh, Paloh, Seurapong, Teunom, Ulee Paya), 3.Mukim Pulau Nasi, ( Alue Reuyeueng, Deudap, Lamteng, Pasi Janeng, Rabo).

Dilihat dari letak geografis, Pulo Aceh terdiri dari perairan & perbukitan layak dengan letak daerah seperti itu lebih cocok dikembangkan olahraga air seperti, dayung, renang, selam dan slancar.Namun hasil pengamatan pada bulan Februari 2017 masyarakat desa lampuyang pada umumnya rutin memainkan olahraga sepakbola.

Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian ini akan mencoba untuk membahas tentang “Partisipasi Masyarakat Pada Permainan Sepakbola (Suatu Penelitian Pada Pemuda Desa Lampuyang Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar)”.

Metode Penelitian

Penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatifialah metode yang menyelidiki obyek yang tidak dapat diukur dengan angka-angka ataupun ukuran lain yang bersifat eksak.

Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Lampuyang Pulo Aceh yang berjumlah 363 jiwa atau 197 KK.Mengingat populasi terlalu besar maka penulis mengambil sampel sebanyak 8 orang.

Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara yaitu melakukan tanya jawab langsung kepada responden berdasarkan kuisioner (daftar pertanyaan) yang telah disusun sesuai kebutuhan penelitian.

Penelitian dilaksanakan di desa lampuyangKecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar pada tanggal pada tanggal 11Desember s/d 12 Desember 2017.

Dokumen terkait