• Tidak ada hasil yang ditemukan

Miskalena 1 , Eli Suharman 2 Jurusan Pendidikan Olahraga

2. Pembahasan Penelitian

Hasil analisis data penelitian menunjukkan tingkat motivasi orang tua untuk menyekolahkan anaknya pada sekolah sepakbola (SSB) Laskar T. Cut Ali Aceh Selatan memperoleh katagori sangat tinggi yaitu sebesar 40%,sedangkan tinggi mendapatkan 52%, motivasi orang tua katagori sedang sebesar 8%, motivasi orang tua katagori rendah 0% dan motivasi orang tua katagori sangat rendah 0%. Motivasi orang tua berdasarkan faktor intrinsik menjawab alternatif jawaban Ya sebanyak 50 responden atau 100%

responden sedangkan berdasarkan faktor ekstrinsik menjawab alternatif jawaban Ya sebanyak 28 40%

52%

8%

0% 0%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat

Rendah

responden atau 56 % responden dan menjawab alternatif jawaban Tidak 22 responden atau 44 % responden.

Motivasi intrinsik yaitu dorongan yang terjadi dari dalam diri orang tua cenderung lebih besar daripada motivasi ekstrinsik sendiri. Namun motivasi ekstrinsik juga penting untuk menentukan arah orang tua dalam menyekolahkan anaknya pada sekolah sepakbola (SSB) Laskar T. Cut Ali Aceh Selatan.

Dengan keterampilan yang dimiliki anak menjadi salah satu motivasi Orang tua untuk menyekolahkan ananknya di SSB Laskar T. Cut Ali, Orang tua juga harus memperhatikan perkembangan bakat anaknya dari hari ke hari.

Orang tua dalam memberikan kesepatan anak untuk bermain, berkembang, anak-anak tidak bisa terlepas dari seorang teman. Pengaruh orang tua sendiri untuk menyekolahkan anaknya ke SSB Laskar T.

Cut Ali sangat vital, apalagi perkembangan anak di sekolah sepakbola akan sangat mendukung dengan kondisi sarana dan prasarana yang baik. Pelatih sangat berpengaruh dalam perkembangan keterampilan anak-anak pada Sekolah sepakbola (SSB) Laskar T. Cut Ali. Tak dapat dipungkiri kini Sekolah Sepakbola (SSB) telah menjadi suatu terobosan baru dalam dunia pendidikan sepakbola, dimana anak-anak bisa memperlihatkan bakat dan mengembangkan kemampuannya untuk bersaing dengan anak-anak lainnya.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data secara keseluruhan dengan rata-rata menjawab alternatif jawaban sebesar 10,9 (berada pada katagori tinggi). Motivasi orang tua berdasarkan faktor intrinsik menjawab alternatif jawaban Ya sebanyak 50 responden atau 100% responden sedangkan berdasarkan faktor ekstrinsik menjawab alternatif jawaban Ya sebanyak 28 responden atau 56 % responden dan menjawab alternatif jawaban Tidak 22 responden atau 44 % responden.

Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa orang tua mempunyai motivasi yang tinggi untuk menyekolahkan pada sekolah sepakbola (SSB). Motivasi yang tinggi tersebut dapat menjadikan sekolah sepakbola SSB Laskar T. Cut Ali kepercayaan para orang tua untuk menyekolahkan anaknya.

Daftar Pustaka

Ahmadi. 2011. Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak. Jakarta: Rineka Cipta.

Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-Aspek Pskologis dalam Coaching. Jakarta: CV. Tambak Kusuma Husdarta (2010). Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik . Olahraga dan Kesehatan. Alfabeta Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Pendekatan Kuantitatif Kualitatif, dan R&D. Bandung

: Alfabeta

PENERAPAN ALAT TES KEBUGARAN JASMANI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Yeni Marlina

Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Syiah Kuala Banda Aceh [email protected]

Abstrak

Kualitas manusia akan menjadi utuh dan selalu bersemangat dalam menjalani aktivitas kehidupannya sehari-hari merupakan dampak dari melakukan aktivitas olahraga secara konsisten dan konsekuen. Melakukan aktivitas olahraga menanamkan nilai-nilai moral yang baik, menanamkan akhlak mulia, sportivitas, disiplin akan menjadikan sebuah suasana kebersamaan yang di dalamnya tidak ada memandang status sosial, ras, agama, suku, dan sikap diskriminasi lainnya, maka akan tercipta persatuan dan kesatuan bangsa yang erat memiliki kepribadian dan jati diri bangsa yang utuh. Memadukan program kebugaran dalam program kurikulum pendidikan jasmani sangat sulit diterapkan. Sehingga peserta didik akan terus tertarik untuk melakukan aktifitas kebugaran dalam kehidupannya sehari-hari. Tujuan Penelitian 1) Untuk mengetahui bentuk tes kebugaran jasmani .2) Untuk mengetahui model pengembangan tes kebugaran .3) Untuk mengetahui tingkat reliabilitas tes kebugaran jasmani .4)Untuk mengetahui Respon peserta didik terhadap tes kebugaran jasmani untuk peserta didik Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Aceh Besar Model penelitian yang digunakan yaitu model penelitian pengembangan (Researh and Development/R&D) adalah merupakan metode penelitian pengembangan yang menghasilkan produk baru dan selanjutnya menguji keefektifan produk yang dihasilkan.

Kata kunci: pengembangan, kebugaran fisik, peserta didik

Pendahuluan

Berkembangnya suatu bangsa bukan dari segi ekonomi atau mewahnya pusat perkantoran akan tetapi hal yang mendongkrak kualitas bangsa adalah segi pendidikan karena dengan pendidikan mampu meningkat derajat manusia seutuhnya, sehingga mampu mewujudkan kecerdasan dari masyarakat dari segi iptek dan imtaq dan mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan beradab berdasarksan Pancasila dan UUD 1945. Penyempurnaan Sistem Pendidikan Nasional untuk meningkatkan SDM menuai pro dan kontra di bidang pendidikan contohnya penyelenggaraan Ujian Nasional yang melibatkan guru dan peserta didikdalam melakukan kecurangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut di berbagai jenjang pendidikan dan wilayah yang ada di indonesia. Peningkatkan kualitas pendidikan yang diharapkan tidak dilaksanakan dengan sesuai, sehingga menimbulkan kesenjangan ini disebabkan oleh berbagai hambatan diantaranya adalah keterbatasan dana, letak geografis disebabkan negara Indonesia sangat luas dengan ribuan pulau sementara sarana komunikasi dan transportasi belum memadai.

Siedentop dalam Husdarta (2010:142) menyatakan “education through and of physical activities”

artinya Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Berdasarkan kutipan diatas pelaksanaan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan harus diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut. Aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui dapat berkemabang melalui akivitas jasmani. kegiatan aktivitas jasmani dan olah raga merupan tujuan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan selain dari mengembangkan ranah jasmani. Melalui aktifias jasmani diharapkan mampu mendorong gerak motorik, aktifitas fisik, perkembangan ilmu pengetahuan, dan psikologis, serta membiasakan pola hidup sehat yang untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan yang selaras. Menurut Paturusi ”Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik ( Jasmani) dan olahraga untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik dalam hal fisik, mental serta emosional”. Perpaduan program kebugaran dalam kurikulum pendidikan jasmani merupakan hal

yang sangat sulit dilakukan, sehingga pendidik harus mampu meyakini peserta didik kebutuhan aktifitas fisik dalam kehidupan sehari-hari.

Ranah yang paling mendasar dari pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dan pengembangan materi belajar untuk pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan harus dipahami oleh tenaga pendidik yang bekompten di bidang pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Konsep pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan lebih mengarah untuk body building (mengembangkan organ-organ tubuh manusia), physical fitness (pengembangan kebugaran jasmani), physical activities (peningkatan aktifitas fisik), dan skill development (mengembangan keterampilan). Tingkat kebugaran jasmani dapat diukur secara kuantitatif melalui akifitas yang dilaskukan secara rutin. Beberapa komponen Kebugaran jasmani yang dapat diukur adalah ketahanan jantung -paru, kekuatan otot, kelenturan otot, ketahanan otot dan komposisi tubuh. tingkat kemampuan jasmani seseorang dapat diukur dengan serangkaian aktifitas fisik yang berhubungan dengan komponen tersebut dengan menggunakan beberapa tes dan peralatan penunjang yang sesuai dengan tujuan pengukuran. Kebugaran dan kesamaptaan jasmani memiliki makna yang sama, karena keduanya berhungungan aktifias dan kebugaran. Peningkatan aktifitas jasmani unuk peserta didik dapat meningkatkan gairah belajar sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan maksimal walaupun ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Irianto (2004:2-3) menyatakan bahwa :

Kesegaran jasmani dibagi tiga bagian yaitu: 1) keadaan seseorang bebas dari penyakit atau disebut sehat merupakan Kesegaran Statis; 2) kemampuan seseorang bekerja secara efisien yang tidak memerlukan keterampilan khusus, misalnya, berjalan, berlari, melompat dan mengangkat merupakan kesegaran dinamis adalah ; 3) kemampuan seseorang bekerja secara efisien yang dituntut keterampilan khusus merupakan kesegaran motoris. Ketiga hal tersebut hal yang berkaitan kesegaran jasmani.

Beberapa kajian tersebut di atas maka peneliti berkeinginan melakukan penelitian dengan judul penerapan alat tes kebugaran jasmani yang sesuai untuk tingkat usia SMP atau 13-15 tahun yang pernah di kembangkan.

Kajian Teoritis

Pengertian Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan dan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Orang dengan kondisi tubuh sangat bugar berarti memiliki tingkat kesehatan yang sempurna. Tingkat kebugaran yang baik dapat menunjang berbagai aktivitas fisik maupun psikis.

“Kebugaran yang dimiliki seseorang akan memberikan pengaruh terhadap kinerja seseorang dan juga akan memberikan dukungan yang positif terhadap produktivitas bekerja atau belajar” (Giriwijoyo, 2007:20)

Lebih lanjut Giriwijoyo, 2007:20 menjelaskan “Kehidupan manusia dalam setiap seginya membutuhkan dukungan derajat sehat dinamis pada tingkat tertentu” . Setiap orang harus memiliki tingkat kesehatan yang dinamis, manusia harus sehat seutuhnya jangan haya sehat pada waktu istirahat.

Menurut Widiastuti (2011: 14) Komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan meliputi:

1) Kekuatan Otot. 2) Daya Tahan Jantung Paru ( Kardiorespirasi). 3) Daya tahan Otot. 4) Kelentukan (Fleksibelitas). 5) Komposisi Tubuh.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebugaran Jasmani

Lutan (2001:61), menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani, diantaranya: 1) Keteraturan berlatih dengan intensitas kegiatan cukup berat, 2) Faktor genetika, dan 3) Kecukupan gizi. Lebih lanjut Irianto (2004:22) menyelaskan kebugaran jasmani seseorang dapat dipengaruhi beberapa faktor latihan, biologis, psikologis, lingkungan, fisical dan motivasi.“Exercises involving large muscle groups in dynamic movement for periods oftwenty minutes or longer, three or more times weekly, at an intensity requiring 60 per cent or more of an individual’s cardiorespiratorycapacity”(Ross and Gilbert 1985: 49) dalam (Capel 2000:173.

Pengertian Penjasorkes

Penjasorkes merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. Penjasorkes merupakan satuan pendidikan yang tidak terpisahkan dari program pendidikan lainnya. Penjasorkes adalah suatu proses pendidikan melalui aktivitas fisik atau gerak dalam usaha mencapai tujuan pendidikan sehingga menberikan dampak positif dari sistem pendidikan. Program pendidikan jasmani memiliki potensi untuk meningkatkan tingkat aktivitas fisik untuk semua anak (Wallhead & Buckworth 2004).

Metode Penelitian Model Pengembangan

Model penelitian yang digunakan yaitu model penelitian pengembangan (Researh and Development/R&D) adalah merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru, dan selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono 2013:407).

Revisi produk

Revisi produk diperlukan apabila dalam uji coba lapangan atau penerapannya ditemukan kekurangan dan kelemahan, revisi produk dilakukan berdasarkan masukan dari para ahli yang berkompoten di bidang tersebut.

Desain uji coba

Uji coba dalam pelaksanaan penelitian adalah uji coba produk pada sampel di sekolah menengah pertama.

Subjek Uji Coba

Subjek uji coba dalam pengembangan model tes kebugaran jasmani adalah siswa SMP dengan usia 13-15 tahun.

Jenis Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatifdan kuantitatif. Data kualitatif yang berasal dari hasil wawancara pendahuluan, survey lapangan, dan masukan dari para ahli, Sedangkan data kuantitatif yang digunaka adalah data hasil tes berupa nilai dari hasil pengukuran di lapangan.

Instrumen Tes

Tabel 1. Instrumen tes kebugaran Jasmani N

o

Indikator Pengukuran Hasil Alat Ukur

1 Tinggi Badan

Panjang tubuh saat berdiri tegak dari lantai ke ujung kepala

Dalam Angka Tinggi Badan 0,5 centimeter

Meteran 2 Berat Badan Berat seluruh badan dengan

tidak memakai alas kaki/sepatu atau seminimal mungkin pakaian yang dikenakan

Berat Badan dalam Kilogram

Timbangan

3 Kecepatan Gerak

Kemampuan berpindah badan dari satu tempat ke tempat lainnya dalam waktu sesingkat-singkat-nya (direncanakan kece-patan gerak koordinasi motorik).

Lari cepat 40 m

Dalam angka (detik) Stopwatch

4

Daya Tahan Kekuatan

Kekuatan : Kemampuan otot sekelompok otot untuk

melakukan kon-traksi melawan tahanan

Dayatahan : Kemampuan otot atau sekelompok otot untuk bekerja dalam waktu yang lama Lengan dan Perut

Lama bertahan dan Jumlah ulangan dalam menit

Stopwatch dan perhitungan jumlah

6 Daya Ledak (*)

Kemampuan Pengerahan perpaduan kekuatan dgn kecepatan secara maksimal

Ukuran Centimeter Meteran

7 Daya tahan kardiovaskul er

Kemampuan menghirup, dan mengeluarkan oksigen .(lari atau jalan dengan jarak 800 Metert)

Skor nilai Angka Stopwatch

Teknik Analisis Data

data atau hasil yang diperoleh dari pengukuran lapangan kemudian dianalisis menggunakan rumus mencari nilai rata-rata, standar deviasi dan norma atau kategori dari hasil tes kebugaran jasmani. Menguji keabsahan untuk melihat tingkat validitas dab reliabilitas tes yang sudah dikembangkan dan diterapkan sebagai alat uji coba dari desain penelitian yang digunakan.

Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian

Penerapan alat tes kebugaran jasmani yang telah di kembangkan telah dinyatakan layak oleh validasi ahli dan akan diujicoba pada subjek untuk mengetahui hasil uji validitas dan reliabilitas.

Pengembangan alat tes kebugaran jasmani merupakan rancangan alat tes untuk peningkatan kebugaran jasmani peserta didik usia 13-15 tahun yang menghasilkan beberapa alat tes diantaranya: tes kecepatan (lari 40 meter), tes daya tahan kekuatan (baring angkat tubuh), tes kelentukan (jangkauan kedepan), daya ledak (lompat satu kaki kedepan) dan daya tahan jantung paru.

Tabel 2. Nilai rata-rata dan standar deviasi putri

Baterai Tes N Min Max Mean Standar Deviasi

Lari 40 Meter 180 6.99 12.34 8.29 1.06

Baring Angkat Tubuh 180 1.00 12.00 5.64 2.37

Jangkauan ke depan 180 2.50 16.50 8.73 3.25

Lompat satu kaki ke depan 180 4.10 6.70 5.48 0.61

Lari Bufagon 800 Meter 180 5.51 9.51 7.13 0.94

Tabel 3. Nilai rata-rata dan standar deviasi putra

Baterai Tes N Min Max Mean Standar Deviasi

Lari 40 Meter 177 4.20 10.53 6.91 0.90

Baring Angkat Tubuh 177 2.00 21.00 10.94 5.29

Jangkauan ke depan 177 4.00 18.00 10.58 3.80

Lompat satu kaki ke depan 177 5.07 8.30 4.30 0.20

Lari Bufagon 800 Meter 177 3.44 7.40 5.11 0.96

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari data di atas maka dapat disusun langkah-langkah untuk standar norma tes kebugaran Jasmani. Hasil dari penyusunan standar untuk norma kebugaran jasmani disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 4. Norma Tes Kebugaran jasmani Putri Baterai Tes untuk Putri Sangat

Baik Baik Sedang Kurang Kurang sekali

Nilai 5 4 3 2 1

Lari 40 Meter X < 6.66 6.66-7.77 7.78-8.87 8.88-9.97 X > 9.97 Baring Angkat Tubuh X > 10 6 –9 4 -6 2 – 4 X < 2 Jangkauan ke depan X >

13.71

10.42–

13.71

7.13–

10.4

3.84 – 7.12

X < 3.84 Lompat satu kaki ke depan X > 4.00 3.77–

4.00

3.54 – 3.76

3.31 – 3.53

X < 3.31 Lari Bufagon 800 Meter X < 5.71 5.71 –

6.66

6.67 – 7.62

7.63 – 8.57

X > 8.57

Tabel 5. Norma Tes Kebugaran jasmani Putra Baterai Tes untuk Putra Sangat

Baik Baik Sedang Kurang Kurang sekali

Nilai 5 4 3 2 1

Lari 40 Meter X < 5.56 5.56 – 6.46 6.47 – 7.36 7.37 – 8.25 X > 8.25 Baring Angkat Tubuh X > 18 14– 17 9 – 13 4 – 8 X < 3 Jangkauan ke depan X > 16.27 12.48–

16.27

8.68 –

12.47 4.88 – 8.67 X < 4.88 Lompat satu kaki ke

depan X > 4.60 4.40 – 4.60 3.20 – 4.39 4.00 – 4.19 X < 4.00 Lari Bufagon 800 Meter X < 3.67 3.67 – 4.63 4.64 – 5.58 5.59 – 6.54 X > 6.54 Tabel 6. Kategori umum Tes Kebugaran jasmani Putri

Nilai Kategori 22 – 25 Sangat baik

18 – 21 Baik

13 – 17 Sedang

9 – 12 Kurang

5 – 8 Kurang sekali

Penelitian ini menerapkan alat tes yang sudah di kembangkan yaitu tes kebugaran jasmani untuk peserta didik sekolah menengah pertama (13-15 tahun). Keunggulan dari produk yang dikembangkan mampu mengukur tingkat kebugaran jasmani peserta didik sekolah menengah pertama secara efektif dalam waktu yang efisien. Pemanfaatan fasilitas (ruangan atau lapangan dan peralatan) yang ada disekolah menjadi dasar pengembangan alat tes kebugaran ini. Guru penjas dapat melaksanakan tes secara optimal baik dalam pelaksanaan tes atau pun pengolahan data karena alat tes ini telah dilengkapi dengan buku petunjuk, video dan software.

Kesimpulan

Penelitian ini menerapkan alat tes kebugaran jasmani untuk sekolah menengah pertama (13-15 tahun). Pengembangan tes kebugaran jasmani telah dilakukan dan diujicobakan pemakaian kepada peserta didik sekolah menengah pertama (13-15 tahun) di Kabupaten Aceh Besar.

Simpulan penelitian ini adalah:

1) Instrumen tes yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi tes kecepatan (lari 40 meter), tes daya tahan kekuatan (baring angkat tubuh), tes kelentukan (jangkauan kedepan), daya ledak (lompat kedepan satu kaki), daya tahan jantung paru (lari bufagon 800 meter).

2) Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan oleh ahli dan uji lapangan dengan hasil yang diperoleh dari ahli adalah jenis kesalahan dalam pelaksanaan tes dan saran perbaikan untuk instrumen tes yang dirancang oleh peneliti. Hasil pengukuran lapangan menunjukkan uji validitas dengan menggunakan analisis faktor dan hasil yang diperoleh menunjukkan instrumen tes yang dirancang sudah valid.

3) Uji reliabilitas dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dari uji tes-retes berada pada taraf signifikan 0.01 atau 99%.

4) Uji objektivitas penelitian Pengembangan instrumen tes kebugaran jasmani berada pada taraf signifikan 99% pada uji tes-retes menunjukkan bahwa tes ini memiliki objektivitas yang tinggi. Hasil uji total dapat dilihat tingkat kebugaran jasmani berdasarkan tingkat klasifikasi baik dan sedang.

Hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen tes kebugaran jasmani yang dirancang menunjuk tingkat objektifitas yang tinggi.

Daftar Pustaka

Fagan. (2006). Psikologi Remaja. PT Gramedia

Giriwijoyo, (2007). Ilmu kesehatan olahraga. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-Aspek Pskologis dalam Coaching. Jakarta: CV. Tambak Kusuma Hoeger WWK & Hoeger SA., 2005. Lifetime Physical Fitness and Wellness, a Personalized Program., Ed

ke-5, USA: Thomson Wadsworth

Husdarta (2010). Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik . Olahraga dan Kesehatan. Alfabeta Irianto, K. (2004). Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia untuk Paramedis. Bandung: Yrama Widya

Lutan (2001). Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Pendekatan Kuantitatif Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta

Sukmadinata. (2007). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung. PT Remaja Rosdakarya

ANALISIS ANTROPOMETRI, KEPRIBADIAN, KONSENTRASI DAN AKTIVITAS KESEHARIAN ATLET PANAHAN PERAIH MEDALI PON JAWA BARAT

Dokumen terkait