• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Corresponding Email: [email protected]1, [email protected]2

Abstrak

Antropometri merupakan pengukuran tubuh manusia dan rancangan yang menyangkut dengan fisik, massa, kekuatan dan karakteristik tubuh manusia yang berupa bentuk dan ukuran tubuh manusia . Manusia pada hakikatnya memiliki bentuk, ukuran tinggi dan berat yang berbeda satu dengan manusia yang lain. Antropometri bermanfaat untuk mengetahui struktur tubuh seseorang dan dapat menempatkan pada suatu olahraga apa yang cocok pada orang tersebut. Dalam olahraga antropometri dibutuhkan untuk memaksimalkan suatu prestasi dengan mengetahui ukuran antropometri dan dapat memaksimalkan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur atlet sepakbola SMA Negeri 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017. Jenis penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian evaluasi dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu seluruh atlet sepakbola SMA Negeri 9 plus Olahraga Banda Aceh yang berjumlah 25 orang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan pengukuran antropometri (Talent scouting) yang berjumlah 8 butir. Analisa data dilakukan dengan menghitung persentase untuk hasil tes dan pengukuran dengan menggunakan rumus mencari rata-rata dan mencari nilai persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran antropometri pada atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh mempunyai nilai rata-rata pada tinggi badan sebesar 165,23 cm, berat badan sebesar 54,35 kg, tinggi duduk sebesar 50,68 cm, panjang tungkai sebesar 95,98 cm, panjang lengan sebesar 72,16 cm, lebar telapak kaki sebesar 9,43 cm, lingkar kepala sebesar 54,24 cm, dan nilai rata-rata pada IMT sebesar 19,97 berada pada kategori berat badan normal.

Kata Kunci: pengukuran, antropometri, atlet sepakbola

Pendahuluan

Antropometri merupakan pengukuran tubuh manusia yang menyangkut fisik, massa, kekuatan dan karakteristik tubuh manusia yang berupa bentuk dan ukuran. Manusia pada dasarnya akan memiliki bentuk, ukuran tinggi dan berat yang berbeda satu dengan yang lainnya. Antropometri bermanfaat untuk mengetahui struktur tubuh seseorang dan dapat menempatkan pada suatu olahraga apa yang cocok pada orang tersebut. Oleh sebab itu adanya Antroometri di dalam olah raga bisa membuat setiap indivdu lebih mengetahui tentang olah raga dan cara pengukuran serta tes dengan volume yang disesuaikan dengan cabang masing masing. Dengan stuktur badan yang kurang memadai pemain juga tidak dapat berkembang, oleh sebab itu perlu ditanamkan sejak dini kepada insan olah raga di seluruh dunia khususnya indonesia, untuk mendalami bagaimana fungsi dan peran pentingnya tes dan pengukuran olahraga di pahami dan disampaikan.

Olahraga sepakbola berkembang pesat di masyarakat indonesia. Dalam sepakbola sangat dibutuhkan seperti kerjasama tim, sportivitas sesame pemain, toleransi, disiplin dalam latihan atau bermain pada saat pertandingan dan semangat pantang menyerah yang harus diterapkan kepada pemain, akan sangat mempengaruhi pembentukan dan pembinaan sikap anak pada masa yang akan datang khususnya dalam lingkungannya. Sepakbola merupakan salah satu permainan yang dimainkan masing-masing regu terdiri dan sebelas pemain dan seorang penjaga gawang.Para pemain sepakbola di bolehkan untuk menggunakan anggota badan kecuali tangan dan lengan, hanya penjaga gawang yang diperbolehkan memainkan bola dengan kaki dan tangan.

Atlet sepakbola yang berprestasi harus didukung oleh beberapa faktor-faktor yang sangat berperan penting antara lain: faktor fisik, faktor teknik, faktor taktik, dan faktor Mental. Selain itu dalam dunia sepakbola harus adanya bakat dalam diri seseorang, agar bermain sepakbola lebih terampil dan lebih dijiwai untuk mencapai prestasi sepakbola. Arikunto (2005:60) “menyatakan bahwa bakat adalah suatu kondisi pada seseorang dengan suatu latihan khusus memungkinkannya mencapai suatu tujuan. Bukan hanya bakat yang berperan didalam olahraga sepakbola, tetapi juga postur tubuh yang baik, apabila seorang atlet sepakbola yang baik maka harus mempunyai bentuk tubuh yang sesuai sebagai pemain sepakbola”.

SMA Negeri 9 Plus Olahraga Banda Aceh merupakan SMA yang unggul dalam melahirkan atlet, khususnya atlet sepakbola yang berprestasi di kompetisi Liga Pendidikan Indonesia (LPI). SMA Negeri 9 Banda Aceh berhasil meraih juara 1 untuk level SMA se-Provinsi Aceh sehingga mewakili Aceh ditingkat Liga LPI Provinsi. Selain itu kemampuan yang dimiliki oleh atlet sepakbola SMA Negeri 9 Banda Aceh dapat perhatian khusus dari Pemerintah Aceh dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh.

Berdasarkan pengamatan tanggal 8 Januari 2017 dilapangan bahwa penulis melihat atlet sepakbola SMA Negeri 9 Plus Olahraga Banda Aceh masih kurang ideal postur tubuh untuk menjadi atlet sepakbola nasional. Hal ini penulis fokus kepada atlet sepakbola SMA Negeri 9 Plus Olahraga Banda Aceh agar berkualitas dalam usaha memperbaiki prestasi yang dinilai dan lebih bermakna pada masa akan datang khususnya bidang olahraga sepakbola. Suatu hal yang sangat mendasar adalah bagaimana mekanisme merekrut calon atlet sepakbola yang dikhususkan pada atlet bakat yang luar biasa dan juga postur tubuh atlet yang lebih tinggi dengan berat badan dengan dilakukan pengukuran pemanduan bakat sebagaimana telah dilakukan pada cabang-cabang olahraga lainya dalam meningkatkan prestasi pada masa yang akan datang. Meningkatkan prestasi harus mempunyai bakat, dan bagian-bagian tulang anggota gerak bagian bawah yang lebih panjang, proporsi badan yang sesuai merupakan gambaran dari kemampuan fisik yang sangat menunjang prestasi dalam olahraga sepakbola.

Berdasarkan Uraian di atas maka peneliti tertarik untuk mengetahui mengenai antropometri atlet sepakbola dengan beberapa bagian tubuh yang menjadi pengukuran yaitu berupa pengukuran tinggi badan (X1), Pengukuran tinggi duduk (X2), Pengukuran berat badan (X3), Pengukuran panjang tungkai (X4), Pengukuran panjang lengan (X5), Pengukuran lebar telapak kaki (X6), Pengukuran lingkar kepala (X7) dan pengukuran Indeks Massa Tubuh (X8). Akan dituangkan dalam penelitian deskriptif yang berjudul:

“Pengukuran Antropometri Atlet Sepakbola SMA Negeri 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017”.

Metode Penelitian

Jenis Penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian evaluasi dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif, sesuai dengan tujuan agar dapat memperoleh data dengan lengkap sesuai yang diinginkan, yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah antropometri atlet sepakbola SMA Negeri 9 Plus Olahraga Banda Aceh.

Hasil dari observasi subjek yang terlihat, kemudian peneliti mengadakan penelitian untuk mencari faktor yang menjadi penyebab dengan cara pengumpulan data. Namun sebelum melakukan penelitian harus dibuat sebuah rancangan atau instrument penelitian agar memudahkan pelaksanaan pengukuran yang dilaksanakan. Rancangan penelitian adalah rancangan yang dibuat oleh peneliti, Sebagai kegiatan yang akan dilakukan. Langkah yang dilakukan adalah tes talent scouting atlet sepakbola SMA Negeri 9 Plus Olahraga Banda Aceh. Adapun rancangan penelitian ini sebagai berikut:

Populasi adalah jumlah kesuluruhan atlit sepakbola,sedangkan objek yang mempunyai kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian peneliti menarik sebuah kesimpulan.

Populasi adalah keseluruhan subyek yang akan diteliti. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet sepakbola SMA Negeri 9 Plus Olahraga yang berjumlah 25 atlet.

Sampel adalah jumlah atlit yang akan di teliti dari jumlah keseluruhan populasi yang dijadikan subyek penelitian.Adapun sampel dalam penelitian ini adalah Atlet sepakbola SMA Negeri 9 Plus Olahraga Banda Aceh yang aktif dan telah mendapatkan sertifikat kejuaraan sebanyak 25 orang atlet.

Jadi dalam pengambilan sampel penelitian ini adalah Total sampling.

Ltelapak kaki

Tinggi Badan Tinggi Duduk Berat Badan

PLeng PTung Lkepala

IMT

Tabel 1. Nama Sampel Penelitian Atlet Sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017

No Nama Atlet JK Umur (Tahun)

1 Aulawi Ilham L 17

2 Muhammad Akbar L 15

3 Muhammad Iqbal L 14

4 Radika Dwi Jaya S L 15

5 Fazlul Auwal L 15

6 Hafid Enril Adam L 15

7 Irza Rahmad Dian L 14

8 Fitra Akbar L 15

9 Rofan Niza Rahman L 15

10 Muhammad Firdhaus L 15

11 M. Ichsan Andiga L 15

12 Abdi Juanna Fadhillah L 15

13 Maulana Muhibbuthibni L 15

14 Isramuddin L 16

15 M. Khairul L 15

16 Zahran Iqbal L 15

17 Septian Maldini Vantona L 15

18 Rejil Nopisraj L 16

19 M. Taufiq Akhsar L 16

21 M. Zulfandi L 16

22 Hamzatul Iqbal L 16

23 Reza Fahmi L 16

24 Iqbal Ardeis L 16

25 Rengga Markiananda L 17

(Sumber : Pelatih sepakbola SMAN 9 Banda Aceh, 2017.

Sedangkan untuk mengumpulkan data, maka peneliti menggunakan alat yang tepat untuk memperoleh data yang falid , cara peneliti gunakan untuk mengumpulkan data tersebut metode pengumpulan data. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa butir tes. Dalam teknik pengumpulan data terdapat beberapa butir tes menurut Widiastuti (2015:58) yaitu: “pengumpulan bentuk Talent scouting ada 8 butir di dalam pemanduan bakat. Pengadministrasian butir tes dalam suatu sesi berdurasi 90 menit yang memungkinkan dilaksanakan. Butir-butir tes yang ada dapat dilaksanakan dengan membagi pos-pos pelaksanaan tes dan yang perlu diingat bahwa pelaksanaan tes harus dilaksanakan secara sistimatis. Pastikan atlet dalam kondisi yang sehat dan memiiki motivasi yang tinggi pada saat pelaksanaan.

Tabel 2. Indikator, Bentuk Tes dan Parameter

No Indikator Bentuk Tes Parameter

1 Bentuk dan Ukuran Tubuh

1. Tinggi badan 2. Tinggi duduk 3. Berat badan

4. Panjang tungkai (PTung) 5. Panjang lengan (PL) 6. Lebar Telapak Kaki 7. Lingkar Kepala

8. Indeks Massa Tubuh (IMT)

1. Cm 2. Cm 3. Kg 4. Cm 5. Cm 6. Cm 7. Cm 8. Cm (Sumber: Widiastuti, 2015:58).

Teknik Analisis Data menggunakan rumus persentase yang dikemukakan Hadi (1990:65) sebagai berikut:

a) Menentukan nilai rata-rata, penulis menggunakan formula rata-rata yang dikemukakan oleh Sudjana (2005:67) sebagai berikut:

Mencari Rata-Rata X =

n

X

Keterangan: X = Nilai Rata-rata yang dihitung

 X = Jumlah skor X

n = Jumlah sample penelitian b) Mencari Persentase:

% 100 n x P f

Keterangan :

P = Persentase yang Diberikan Simbol % F = Frekwensi

N = Jumlah Sampel 100 = Bilangan Tetap

Menafsirkan hasil setiap jawaban dengan persentase, penulis menggunakan kriteria yang dikemukakan Hadi (1986:68) yaitu:

100% = Seluruhnya 80-99% = Pada Umumnya 60-79% = Sebagian Besar 50-59% = Lebih dari Setengah

20-40% = Sebagian Kecil 0 – 19% = Sedikit Sekali

Penelitian ini akan dilaksanakan pada hari senin tanggal 19 Agustus 2017 Pukul 10.00 WIB-Selesai.

Dilaksanakan pada lapangan Sintetis SMA Negeri 9 Plus Olahraga Banda Aceh yang bertempat di Komplek Stadion Harapan Bangasa Desa Lhong Raya Kota Banda Aceh.

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data tes pengukuran antropometri atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017, yang terdiri dari delapan (8) item tes yaitu: (1) pengukuran tinggi badan, (2) Pengukuran tinggi duduk, (3) Pengukuran berat badan (4) Pengukuran panjang tungkai, (5) Pengukuran panjang lengan, (6) Pengukuran Lebar telapak kaki, (7) Pengukuran lingkar kepala dan (8) pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), telah diperoleh hasil sebagaimana terlihat dalam jawaban pertanyaan penelitian.

Hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa ukuran antropometri pada atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh mempunyai nilai yang baik pada tinggi badan 165,23 cm, berat badan 54,35 kg, tinggi duduk 50,68 cm, panjang tungkai 95,98 cm, panjang lengan 72,16 cm, lebar telapak kaki 9,43 cm, lingkar kepala 54,24 cm, dan nilai rata-rata pada IMT sebesar 19,97.

Rata-rata berat badan atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh memiliki berat badan yang normal berdasarkan skala perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) berat badan atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh sebesar 19,97 termasuk pada kategori berat badan normal, ini terjadi karena atlet sering melakukan aktivitas fisik sehingga lemak yang masuk ke dalam tubuh dibakar kembali melalui aktivitas fisik yang dilakukan.

Adapun hasil rata-rata yang diperoleh dari hasil pelaksanaan tes pengukuran antropometri atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 yang terdiri dari 8 (delapan) item tes adalah sebagai berikut:

Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Tes dan Pengukuran Antropometri Atlet Sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017

Berdasarkan tabel 3, rata-rata Atlet olahraga sepabola pada SMAN 9 Banda Aceh memiliki tinggi badan 165,23 cm dengan berat badan 54,35cm menyatakan bahwa postur badan yang efisien dalam melakukan gerakan ataupun latihan. ditinjau berdasarkan rata-rata panjang lengan Atlet olahraga sepakbola pada SMAN 9 Banda Aceh yaitu 72,16cm menyatakan bahwa rata-rata Atlet olahraga sepabola pada SMAN 9 Banda Aceh dapat memiliki panjang lengan yang cukup signifikan dalam gerakan menangkap bola. Kemudian bila ditinjau berdasarkan lebar olahraga sepabola pada SMAN 9 Banda Aceh yaitu rata-rata 9,43cm mengartikan bahwa setiap atlet mampu dengan segera melakukan penahan terhadap syok. jika terjadi serangan yang mendadak, baik operan ataupun telapak kaki yang dimiliki oleh Atlet dalam keadaan menggiring bola.

Dari penjelasan beberapa pengukuran antropometri diatas dapat disimpulkan bahwa, hasil tersebut dapat terjadi karena pada atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh sering melakukan latihan-latihan yang bersifat fisik secara rutin dan terprogram sehingga postur tubuhnya bagus.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tes pengukuran antropometri atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 maka telah diperoleh hasil sebagaimana yang terpaparkan dalam analisis data yang disajikan dalam hasil penelitian yang menyebutkan bahwa dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Rata-rata tinggi badan atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 adalah 165,23 Cm, sedangkan persentase tinggi badan pada atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 menunjukkan bahwa 3 orang (12%) memiliki tinggi badan 152-160 Cm, 19 orang (76%) memiliki tinggi badan 161-170 Cm dan 3 orang (12%) memiliki tinggi badan 171-175 Cm.

2. Rata-rata tinggi duduk atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 adalah 50,68 Cm, sedangkan persentase tinggi duduk pada atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 menunjukkan bahwa 5 orang (20%) memiliki tinggi duduk 46-50 Cm dan 20 orang (80%) memiliki tinggi duduk 51-54 Cm. Rata-rata berat badan atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 adalah 54,35 Kg, sedangkan persentase berat badan pada atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 menunjukkan bahwa 9 orang (36%) memiliki berat badan 42-50 Kg, 10 orang (40%) memiliki berat badan 51-60 Kg dan 6 orang (24%) memiliki berat badan 61-66 Kg.

3. Rata-rata panjang tungkai atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 adalah 95,98 Cm, sedangkan persentase panjang tungkai pada atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 menunjukkan bahwa 4 orang (16%) memiliki panjang tungkai 87-90 Cm, 6 orang (24%) memiliki panjang tungkai 91-95 Cm dan 15 orang (60%) memiliki panjang tungkai 96-102 Cm.

4. Rata-rata panjang lengan atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 adalah 72,94 Cm, sedangkan persentase panjang lengan pada atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 menunjukkan bahwa 5 orang (20%) memiliki panjang lengan 63-70 Cm dan 20 orang (80%) memiliki panjang lengan 71-79 Cm.

5. Rata-rata lebar telapak kaki atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 adalah 9,43 Cm, sedangkan persentase lebar telapak kaki pada atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda

No Pengukuran Rata-rata Rentang

1 Tinggi Badan 165,23 Cm 152-175 Cm

2 Tinggi Duduk 50,68 Cm 56-54 Cm

3 Berat Badan 54,35 Kg 42-66 Kg

4 Panjang tungkai 95,98 Cm 87-102 Cm

5 Panjang Lengan 72,16 Cm 63-79 Cm

6 Lebar Telapak Kaki 9,43 Cm 8-11,5 Cm

7 Lingkar Kepala 54,24 Cm 51-57 Cm

8 IMT 19,97 15,61-24,38

Aceh Tahun 2017 menunjukkan bahwa 13 orang (52%) memiliki lebar telapak kaki 8-9 Cm dan 12 orang (48%) memiliki lebar telapak kaki 10-11 Cm.

6. Rata-rata lingkar kepala atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 adalah 54,24 Cm, sedangkan persentase lingkar kepala pada atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 menunjukkan bahwa 15 orang (60%) memiliki lingkar kepala 51-54 Cm dan 10 orang (40%) memiliki lingkar kepala 55-57 Cm.

7. Rata-rata indeks massa tubuh (IMT) atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 adalah 19,97 atau berada dalam kategori Normal, sedangkan persentase indeks massa tubuh (IMT) pada atlet sepakbola SMAN 9 Plus Olahraga Banda Aceh Tahun 2017 menunjukkan bahwa 14 orang (56%) berada pada kategori berat badan normal, 8 orang (32%) berada pada kategori berat badan kurang dan 3 orang (12%) berada pada kategori berat badan lebih.

Daftar Pustaka

Au. 2010. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern. Jakarta: Pustaka Amani.

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Pratik Jakarta: Rineka Cipta.

Amir, Nyak. (2000). Pengembangan Instrumen Kecemasan Olahraga. Anima. Jurnal-Vol. 20,No. 1, 55-69.

Anshels. (2000). Pendekatan Kuantitatf dan Kualitatif Serta Kombinasinya Dalam Penelitian Psikologi.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Atkinson, R.L. (1983). Pengantar Antropometri. Jakarta: Erlangga.

Barlow, D.H. (2006) .Pengukuran. Buku Pertama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Budiarjo. dkk. (1987). Antropometri. Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Cox, R.H. (2002). Antropometri: Concepts and Applications. New York: Mc Graw-Hill Companies, Inc.

Gunarsa. (1999). Antropometri. Jakarta: PT BPK Gunung Mulya.

Ghufron, Risnawita S. (2010). Teori-teori Antropometri. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Gunarsa, S.D. (1986). Pengukuran. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.

Hadi, Sutrisno. (2001). Metodologi Research Jilit 2. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Husdarta, H.J.S. (2010). Antropometri. Bandung: Alfabeta.Hudoyo. 1999. Pengantar Antropometri Jakarta: Erlangga.

Satiadarma. (2000). Dasar-Dasar sepakbola. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

HUBUNGAN POWER OTOT TINGKAI TERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT JAUH DI SMP N 15 BANDA ACEH

Nuzuli1, Rahmatsyah Yoga2

Dokumen terkait