BAB 3 JENIS PEKERJAAN
G. Bidang Teknis Air Minum (Pelapisan/Coating)
G. Bidang Teknis Air Minum (Pelapisan/Coating)
Pelapisan Pelat Baja menurut SNI 6773-2008 adalah sebagai berikut:
1. Pelat baja harus dibersihkan dengan pasir bertekanan/sand blasting (belum diatur didalam SNI)
Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton 27
2. Pelapisan bagian dalam IPA menggunakan jenis epoxy yang
diperuntukan untuk air minum (food grade) bukan sekedar berkategori tidak beracun (Non Toxic) dengan ketebalan lapisan epoxy, minimal 100 mikron.
3. Pelapisan bagian luar
a. pelapisan ini menggunakan cat dasar zinchromat dengan ketebalan 50 mikron,
b. pelapisan akhir (Finished coat) menggunakan jenis epoxy dengan ketebalan 50 mikron dan diwarnai biru.
4. Apabila unit IPA dibuat sesuai dengan standar ini dan pelapisan pelat dilakukan dengan epoxy sesuai yang ditetapkan, maka umur pakai unit IPA mencapai minimum 15 tahun
5. Pengukuran ketebalan Lapisan Coating epoxy dilakukan dengan alat Elcometer seperti terlihat pada gambar di bawah ini
Elcometer :
Prinsip kerja alat ini adalah memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk mengukur ketebalan lapisan coating pada pelat baja/ pipa
Gambar 10. Elcometer
H. Bidang Teknis Air Minum (Alat Ukur Aliran)
• IPA dilengkapi alat ukur aliran (flow meter) minimum pada posisi aliran air baku masuk ke IPA dan pada posisi aliran air hasil pengolahan keluar dari IPA / Reservoir untuk memastikan debit pengolahan dan debit distribusi
• Secara umum meter air yang digunakan berpedoman pada SNI 2547 : 2008 tentang Spesifikasi Meter Air Minum
28 Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton
• Kriteria Akurasi & daya tahan terhadap tekanan Meter air yang digunakan berpedoman pada SNI 2547-2008 tentang Spesifikasi Meter Air Minum yaitu :
Tahan terhadap Tekanan kerja 1 Mpa (10 bar) untuk meter air DN<500 mm & 0,6 Mpa (6 bar ) untuk meter DN≥500 mm dengan temperatur maksimum 500C
Kesalahan pengukuran pada debit minimum yang diizinkan positif atau negatif terhadap volume yang mengalir adalah 5%.
Kesalahan pengukuran pada debit maksimum yang diizinkan positif atau negatif terhadap volume yang mengalir adalah 2% pada suhu air ≤ 300 C, dan 3% pada suhu air > 300 C
Pemilihan jenis meter air dipengaruhi oleh karakteristik air dan posisi meter air di IPA :
1. Woltman/ Turbine/ Vane meter Kelebihan :
Tetap akurat terhadap variasi perubahan debit & tekanan air, mudah didapat di pasaran dengan harga terjangkau
Kekurangan :
Komponen bergerak relatif cepat aus sehingga perlu kalibrasi rutin setiap ±5 tahun, bila terdapat kotoran dalam air pengukuran mudah terganggu (tidak cocok utk air baku/ air limbah), bila terdapat gelembung udara dalam air akurasi pengukuran dapat terpengaruh, sensitif terhadap getaran sehingga sebaiknya meter air dipasang pada pipa yang cukup kaku seperti pipa besi/GIP.
Gambar 11. Meter Air
Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton 29
2. Ambang/ Pelimpah/ Weir : (V-Notch, Cipoletti, U-Notch) Kelebihan :
Sederhana, dapat dibuat sendiri (pedoman Permen PUPR No. 27 thn 2016), biaya rendah, cocok untuk air baku
Kekurangan :
Berdimensi cukup besar, bila dimensi tidak sesuai ketentuan akurasi pengukuran diragukan
Gambar 12. Weir
3. Model Katup/ Flap : Kelebihan :
Akurat untuk air yang tekanan nya sering berubah, konstruksi meter sederhana tidak mudah terpengaruh kotoran dalam air karena debit pengukuran berdasarkan besarnya bukaaan katup (flap) di dalam meter , cocok untuk air baku
Kekurangan :
Relatif sulit ditemui karena masih jarang digunakan di IPA, harga cukup tinggi karena belum diproduksi di dalam negeri
Model ini dapat ditemui pada IPA yang memiliki aliran air baku masuk dari bagian bawah IPA sehingga tidak bisa menggunakan meter air baku model ambang/weir.
30 Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton
Gambar 13. Meter Air Model Katup
4. Electromagnet Flow Meter: (Gelombang Elektromagnet) Kelebihan :
Tidak mudah terpengaruh suhu, kekentalan air, tidak terpengaruh kotoran dalam air, tidak ada komponen bergerak, cocok untuk air baku
Kekurangan :
Gelembung udara dalam air mempengaruhi akurasi, harga relatif mahal
Gambar 14. Electromagnet Flow Meter 5. Ultrasonic flow meter: (Gelombang suara frekuensi tinggi) Kelebihan :
Tidak ada komponen bergerak, cocok untuk air baku Kekurangan :
Relatif Terpengaruh suhu, kekentalan air, kurang cocok untuk air yang kontaminasinya tinggi, Gelembung udara dalam air mempengaruhi akurasi, harga relatif mahal
Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton 31
I. Bidang Teknis Air Minum (Pelat dan Perpipaan)
• Katup dan Aksesoris Lainnya
1. Untuk Katup berulir dengan bahan kuningan mengacu pada SNI 05-0166-1998 dan SNI 05-0168-1998
2. Untuk Katup dan Aksesoris lainnya belum diketahui apakah sudah diatur dalam SNI
• Perpipaan
1. Spesifikasi pipa PVC mengikuti standar SNI 03-6419-2000 tentang Spesifikasi Pipa PVC bertekanan berdiameter 110-315 mm untuk Air Bersih dan SK SNI S-20-1990-2003 tentang Spesifikasi Pipa PVC untuk Air Minum.
2. Spesifikasi pipa HDPE mengikuti standar SNI 06-4829-2005 tentang Pipa Polietilena untuk Air Minum
3. Standar BS 1387-67 untuk pipa baja kelas medium.
4. Fabrikasi pipa baja harus sesuai dengan AWWA C 200 atau SNI-07-0822-1989 atau SII 2527-90 atau JIS G 3452 dan JIS G 3457.
Gambar 15. Pipa
• Kabel-kabel
Semua instalasi kabel harus memenuhi 7.10 PUIL 2000 SNI 04-0225-2000; dan dilindungi dengan konduit. Untuk kabel yang ditanam langsung berjenis NYF GBY sedangkan kabel yang terpasang dalam air harus jenis submarine. Dan sebelum dipasang ada persetujuan terlebih dahulu dari supervisi (siklus RCP).
32 Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton
Gambar 16. Kabel-Kabel
J. Latihan
1. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam konstruksi pondasi IPA (beton / paket baja) ?
2. Untuk IPA Beton berapa spesifikasi minimum kualitas beton untuk bangunan air dimana salah satu karakteristik yang diharapkan selain kekuatan konstruksi adalah kedap air, selain itu persyaratan apa lagi yang harus dipenuhi ?
3. Bagaimana untuk menjamin kualitas suatu beton bertulang sejak tahap awal hingga tahap akhir pelaksanaan konstruksi bangunan beton bertulang ?
K. Rangkuman
Bidang pekerjaan teknik sipil uji tanah meliputi uji tanah/soil test, uji pengeboran (standard penetration test) dan uji sondir (cone penetration test).
Pekerjaan Pondasi dilaksanakan untuk mencapai nilai daya dukung tanah yang memadai untuk selanjutnya dilakukan pekerjaan konstruksi diatasnya (struktur atas).
Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton 33
BAB 4
PENUTUP
34 Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton
Penutup
A.
Simpulan
Instalasi Pengolahan Air (IPA) secara lengkap (konvensional) terdiri dari 4 tahap proses pengolahan yaitu : Koagulasi (pengadukan cepat), Flokulasi (pengadukan lambat), Sedimentasi (pengendapan), dan Filtrasi (penyaringan). Baik pada IPA Beton maupun IPA Paket Baja tetap terdiri dari 4 unit pengolahan sebagaimana tersebut diatas, perbedaan utama hanya dari material IPA saja. Penjelasan materi selanjutnya berlaku sama untuk IPA Beton maupun IPA Paket Baja kecuali bila disebut perbedaan secara khusus.
B.
Tindak Lanjut
Untuk dapat melaksanakan pekerjaan perpipaan dengan baik, maka penyelenggara SPAM harus memiliki pengetahuan tentang prinsip-prinsip supervisi pekerjaan konstruksi SPAM minimal dengan mengetahui item-item kegiatan yang perlu perhatian khusus dalam tahap persiapan, pelaksanaan hingga pemeriksaan.
Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton 35
DAFTAR PUSTAKA
Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Supervisi SPAM
PERMEN PUPR No. 27-2016 Tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum
SNI 03-2914-1992 Tentang Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air
SNI 03-1729-2002 Tentang Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung
SNI 7505-2011 Tentang Spesifikasi Material Baja Untuk IPA SNI 6773-2008 Tentang Spesifikasi Unit Paket IPA
36 Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton
GLOSARIUM
Supervisi Pengawasan dalam rangka mengarahkan pelaksanaan suatu kegiatan terkait penyelenggaraan SPAM, agar pelaksanaan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan
Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA)
Suatu unit yang dapat mengolah air baku melalui proses fisika dan/atau kimia, dan/atau biologi tertentu sehingga menghasilkan air minum
IPA Beton Unit instalasi pengolahan air yang terbuat dari beton IPA Paket Baja Unit instalasi pengolahan air yang terbuat dari baja
Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton 37
LAMPIRAN
38 Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton
A. Format Kesiapan Pelaksanaan Konstruksi
(Petunjuk Pelaksanaan No. DITPAM/SMM/PP/53/2015)
Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton 39
B. Instruksi Kerja
40 Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton
C. Format Pengendalian Mutu Konstruksi (Beton)
Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton 41
D. Form Ketidaksempurnaan Pekerjaan
42 Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton
E. Format Harian
Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton 43
F. Format Mingguan (Alat, Material, Personil)
44 Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton
G. Format Mingguan (Progress)
Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton 45
H. Format Bulanan (Alat, Material, Personil)
46 Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton
I. Format Bulanan (Progress)
Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton 47
J. Kesiapan (Cek Fisik) M & E
48 Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton
Pelaksanaan Pekerjaan IPA Paket Baja dan Beton 49