FRAKSI PARTAI DEMOKRAT (PD)
KINERJA DPRD JAWA BARAT 2014-2019
A. Prestasi Fenomenal Periode 2014-2019
5. BIJB Kertajati Kebanggaan Warga Jawa Barat
Setelah menanti sekitar 15 tahun, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, resmi beroperasi, Kamis (24/5/2018). Peresmian pengoperasian BIJB Kertajati tersebut ditandai dengan pendaratan pertama (historical landing).
Bandara ini memiliki sejumlah keistimewaan, terutama menjadi bandara pertama yang diinisiasi oleh tokoh dan masyarakat Jawa Barat. Keistimewaan kedua, bandara ini adalah bandara di daerah yang paling luas dan besar. Ketiga, karena bandara ini lahir dari tokoh dan masyarakat Jabar, maka bandara ini dimiliki masyarakat oleh BUMD Pemprov Jabar.
Dalam perjalanannya sekitar 15 tahun, banyak catatan penting dalam pembangunan Bandara Kertajati, seperti sempat diambil alih pengelolaannya oleh pemerintah pusat pada awal 2016. Namun, pada September 2016, pembangunan dan pengelolaan BIJB batal diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Pelaksanaan pembangunan saat itu kembali
111
dilimpahkan kepada Pemprov Jawa Barat serta PT BIJB. Keputusan dikembalikannya pengelolaan BIJB dari pemerintah pusat kepada Pemprov Jabar muncul setelah pergantian Menteri Perhubungan. Catatan lainnya, BIJB menjadi satu-satunya bandara di Indonesia yang pengelolaannya dilakukan BUMN (PT Angkasa Pura II) dan BUMD (PT BIJB, BUMD milik Pemprov Jabar). Pada 22 Januari 2018, Pemprov Jabar membuat Kesepakatan dengan PT Angkasa Pura II untuk pengelolaan BIJB di Gedung Negara Pakuan.
Pendaratan perdana dilakukan Pesawat Kalibrasi Hawker 900 XP milik Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Selasa (17/4/2018) pukul 07.45 WIB. Peswat itu berhasil mendarat di landas pacu Bandar Udara Kertajati, Majalengka sebagai bagian dari uji coba di Bandara Kertajati tersebut.
Pesawat tersebut mengangkut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santosa, Direktur Angkasa Pura 2 Muhammad Awaludin, Direktur Utama Pembangunan Perumahan Tumiyono, Direktur Garuda Pahala Mansury dan Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Gani Ghazali. Usai pesawat itu mendarat, Menhub Budi beserta pejabat lainnya berfoto bersama di dalam pesawat sebagai bentuk perayaan sederhana atas uji coba landasan pacu bandara tersebut.
Pengelolaan BIJB berdasarkan perjanjian kerjasama operasional BIJB antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, PT Bandaraudara Internasional Jawa Barat dan PT Angkasa Pura II (Persero) dengan jangka waktu KSO selama 17 Tahun. PT BIJB dari aspek pengusahannya dari PT Angkasa Pura II (Persero) akan menyelengarakan Operasi dan Pemeliharaan BIJB. Berharap berbagai pekerjaan rumah kedepan yang harus dilakukan dalam pembangunan bandara bisa berjalan tepat dan berjalan sesuai dengan petunjuk pemerintah pusat, pada pertengahan atau akhir Tahun 2018 segera bisa dioperasikan.
Selain itu, penandatangan kesepahaman pun dilakukan pula terkait pengoperasian Bandara Kertajati. Adapun rencananya, Bandara Kertajati sementara akan melayani 14 rute penerbangan, terdiri dari 10 rute penerbangan domestik dan 4 rute penerbangan internasional.
Untuk rute penerbangan internasional, BIJB melayani penerbangan ke Arab Saudi untuk umroh dan haji, Singapura, Kuala Lumpur, Malaysia dan Bangkok, kemudian Thailand.
Penerbangan domestik di antaranya, akan menuju Medan, Bali, dan Surabaya. Saat ini maskapai yang sudah berkomitmen akan membuka rute penerbangan di Bandara Kertajati adalah Citilink, Qatar Airlines, Sriwijaya.
BIJB Kertajati memiliki banyak keistimewaan. BIJB tercatat sebagai bandar udara tersebesar kedua di di Indonesia setelah Bandara Soekarno Hatta. Selain itu masyarakat Jawa
112
Barat pun turut berbangga dengan lahirnya BIJB karena menjadi bandara pertama yang diinisiasi oleh tokoh dan masyarakat Jawa Barat. Keistimewaan bandara ini adalah bandara di daerah yang paling luas dan besar di Indonesia. Karena BIJB lahir dari tokoh dan masyarakat Jabar, maka bandara ini dimiliki masyarakat oleh BUMD Pemprov Jabar. \
Banyak catatan penting terukir dalam pembangunan BIJB Kertajati, mulai dari permasalahan tarik ulur rencana pengelolaan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terjadi pada awal 2016. Namun, pada September 2016, pembangu-nan dan pengelolaan BIJB batal diambil alih sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat. Pemerintah Porvinsi Jawa Barat berhasil mempertahankan BIJB hingga akhirnya pelaksanaan pemba-ngunan kembali dilimpahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta PT BIJB.
Catatan lainnya, BIJB menjadi satu-satunya bandara di Indonesia yang pen-gelolaannya melibatkan dua unsur yaitu BUMN (PT Angkasa Pura II) dan BUMD (PT BIJB) yang tidak lain adalah BUMD miliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat . Hal tersebut diwujudkan pada 22 Januari 2018 saat Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat kesepakatan dengan PT Angkasa Pura II untuk pengelolaan BIJB. Kesepakatan tersebut dilaksanakan di Gedung Pakuan.
Bandara yang sudah lama diidam-idamkan ini diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi warga Majalengka dan Jawa Barat pada umumnya. Bandara Kertajati di Majalengka diharapkan betul-betul menjadi sebuah bandara yang bisa mem-berikan kelancaran pada seluruh warga Jabar dan tentu saja seluruh masyarakat Indonesia yang ingin ke Jabar.
Bandara Kertajati sendiri diproyeksi menjadi penopang Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng yang sudah padat. Kehadiran bandara ini akan menopang berbagai kegiatan ekonomi yang ada di Jawa Barat dan menjadi efek domino bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. Oleh karena itu, BIJB diproyeksikan terintegrasi dengan pelabuhan Patimban.
Karena jaraknya kurang lebih 40 km sehingga integrasi itu memudahkan dan memberikan pelayanan pada investor yang masuk.
Presiden Jokowi pun memuji keberhasilan kerja sama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan juga swasta yang akhirnya menyukseskan pembangunan bandara Kertajati ini. Kata Presiden, model bisnis seperti ini akan dikembangkan di daerah lain sehingga percepatan pembangunan bisa dilakukan.
Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) tidak sepenuhnya bergantung pada uang negara, tapi menggunakan skema kemitraan pemerintah-swasta (KPS), dengan total anggaran Rp 2,6 triliun.
113
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat berharap keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka selain dapat menjadi kebanggan masyarakat Jawa Barat dapat menjadi solusi terkait permasalahan transportasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Pur-wadewi Sundari saat mengahadiri Acara Pendaratan Pertama Bandara Internasional Jawa Barat oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (24/5/2018).
Lebih lanjut Ineu menambahkan, pendaratan perdana Pesawat R-1 di Bandara Kertajati adalah salah satu wujud keberpihakan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan bandara di Provinsi Jawa Barat dan daerah lainnya di Indonesia. Ia pun menceritakan perjuangan perjalanan terbentuknya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang dimulai dari semenjak ia menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2009-2014.
Ineu menyatakan, terwujudnya Bandara Internasional Jawa Barat merupakan hasil kerja sama sejumlah pihak seperti DPRD Jaabar, Pemprov Jabar, Pemkab Majalengka, hingga Pemerintah Pusat. Ineu pun optimistis, keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati, di Kabupaten Majalengka, dapat mendokrak perekonomian masyarakat Jawa Barat dan khususnya masyarakat Majalengka.
Dorongan dari DPRD terhadap BIJB sangat besar karena DPRD Jawa Barat berperan aktif dari pembebasan lahan. Pertama persiapan, kerjasama terkait sisi udara, sisi darat dengan pemerintah pusat, mengelola sisi darat sampai pembentukan BIJB yang mengelola bandara. Peran serta dari DPRD juga kedepan harus dibuat perda yang harus dilakukan tentang assetnya menjadi asset BUMD , kemudian akan mengelola BIJB. Sejak awal DPRD Jawa Barat membidani BUMD BIJB, sehinga menjadi tanggung jawab DPRD dan pertanggungjawaban juga kepada masyarakat, intinya membuktikan kerja yang bagus dan tentunya yang dilakukan ini akan berkoloborasi terhadap kepentingan masyarakat di bidang transporasi.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memastikan Bandara Internasional Jawa Barat resmi akan beroperasi untuk penerbangan komersial pada 8 Juni 2018 mendatang. Hal tersebut dikatakannya usai melakukan historycal flight (penerbangan bersejarah) dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB Kertajati, pada Kamis (24/05/2018).
Aher mengungkapkan, walaupun bandara belum dibuka secara resmi, tetapi tiket pe-nerbangan pada tanggal 8 Juni untuk pepe-nerbangan dari BIJB ke Bandara Juanda Surabaya telah habis dipesan atau fullbooked. Maskapai yang pertama kali mengudara tanggal 8 Juni
114
adalah Citilink dan di internet penjualan tiketnya habis dipesan untuk ke Surabaya.
Disamping itu maskapai lainnya saat ini juga tengah melakukan persiapan penerbangan di BIJB. Terlebih untuk pelayanan arus mudik tahun ini semua maskapai dipastikan siap me-layani.
Aher pun memastikan BIJB akan terintegrasi dengan pelabuhan Patimban di Subang.
Jarak dari BIJB ke Patimban sejauh 40 Km. Untuk aksesnya menggunakan jalan Tol Cipali.
Aher pun mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan BIJB yang kini menjadi Bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno Hatta.
Aher juga menyebutkan, dengan dilakukannya kesepakatan pelepasan saham tersebut, BIJB dan Angkasa Pura II bersama akan mengoperasikan Bandara BIJB Kertajati.
Gubernur Aher juga sempat menyinggung soal perpanjangan landasan bandara (run way) menjadi 3.300 meter, pembebasan lahan ditargetkan selesai tahun ini. Kemudian pembebasan jalan non tol supaya ada jalur yang sampai ke bandara yang tol dan non tol.
Semakin yakin dengan targetnya, Gubernur juga menuturkan, Bandara Kertajati Jawa Barat, telah direncanakan untuk dapat melayani penerbangan jemaah haji.
Adapun rencananya, Bandara Kertajati sementara akan melayani 14 rute penerbangan, terdiri dari 10 rute penerbangan domestik dan 4 rute penerbangan internasional.Untuk rute penerbangan internasional, bandara ini akan melayani penerbangan ke Arab Saudi untuk umroh dan haji, Singapura, Kuala Lumpur, Malaysia dan Bangkok, kemudian Thailand. Rute penerbangan domestik di antaranya, akan menuju Medan, Bali, dan Surabaya. Saat ini maskapai yang sudah berkomitmen akan membuka rute penerbangan di Bandara Kertajati adalah Citilink, Qatar Airlines, Sriwijaya.*