FRAKSI PARTAI DEMOKRAT (PD)
KINERJA DPRD JAWA BARAT 2014-2019
B. Peran Alat Kelengkapan DPRD
Prestasi-prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2014-2019 yang menjalankan tugas dengan baik pada setiap alat kelengkapan DPRD masing-masing.
1. Badan Pembentukan Perda Provinsi
Tugas utama Badan Pembentukan Perda Provinsi adalah menyusun rancangan Program Pembuatan Peraturan Daerah Provinsi yang memuat daftar urutan dan prioritas Raperda beserta alasannya untuk setiap tahun anggaran di lingkungan DPRD, koordinasi untuk penyusunan program legislasi daerah antara DPRD dan pemerintah daerah, menyiapkan Raperda usul DPRD berdasarkan program prioritas yang telah ditetapkan, melakukan pengharmonisan, pembulatan, dan pemantapan konsepsi Raperda yang diajukan anggota, komisi dan/atau gabungan komisi sebelum Raperda tersebut disampaikan kepada Pimpinan DPRD, memberikan pertimbangan terhadap Raperda yang diajukan oleh anggota,
126
komisi dan/atau gabungan komisi, di luar prioritas Raperda tahun berjalan atau di luar Raperda yang terdaftar dalam program legislasi daerah, mengikuti perkembangan dan melakukan evaluasi terhadap pembahasan materi muatan Raperda melalui koordinasi dengan komisi dan/atau panitia khusus, memberikan masukan kepada Pimpinan DPRD atas Raperda yang ditugaskan oleh Badan Musyawarah, dan membuat laporan kinerja pada masa akhir keanggotaan DPRD baik yang sudah maupun yang belum terselesaikan untuk dapat digunakan sebagai bahan oleh komisi pada masa keanggotaan berikutnya.
Badan Pembentukan Perda Provinsi pada DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2014-2019 secara umum memiliki prestasi yang membanggakan karena telah menghasilkan produk berupa Peraturan Daerah dan aturan lainnya. Kendati aturan itu seolah dihasilkan oleh Pemerintah Daerah melalui Gubernur Jawa Barat, tetapi pada dasarnya tidak terlepas dari kontribusi Badan Pembentukan Perda Provinsi DPRD Provinsi Jawa Barat.
Berikut jumlah Peraturam Daerah yang lahir pada masa DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2014-2019 per tahun.
NO TAHUN JUMLAH PERDA KETERANGAN
1 2014 21
2 2015 13
3 2016 10
4 2017 14
5 2018 11
6 2019 4 Sampai Februari
2019
Dari jumlah Peraturan Daerah tersebut sepuluh di antaranya merupakan Peraturan Daerah inisiatif DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2014-2019. Kesepuluh Peraturan Daerah tersebut, yakni: 1) Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan; 2) Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No 20 Tahun 2010 Tentang Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada PT Jasa Sarana Jawa Barat; 3) Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No 21 Tahun 2010 Tentang Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Jawa Barat Pada PT Tirta Gemah Ripah; 4) Perda Nomor 5 Tahun 2015 Pengelolaan Jasa Lingkungan Hidup, 5) Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No 14 Tahun 2006 Tentang Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat dan Perusahaan Daerah Perkreditan Kecamatan; 6) Perda Nomor 7 tahun 2015 tentang Perubahan Bentuk Hukum Perusahaan Daerah Perkreditan Kecamatan
127
Hasil Konsolidasi atau Merger Menjadi Perseroan Terbatas Lembaga Keuangan Mikro; 7) Perda Jabar No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Perubahan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Sampah Di Jawa Barat; 8) Perda Jabar Nomor 2 tahun 2016 tentang Pedoman Pengendalian Kawasan Bandung Utara Sebagai Kawasan Strategis Provinsi Jawa Barat; 9) Perda Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pedoman Perlindungan Dan Pemberdayaan Nelayan; 10) Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No 3 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Peraturan Daerah.
2. Badan Musyawarah
Badan Musyawarah merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap dan dibentuk oleh DPRD pada awal masa jabatan keanggotaan DPRD. Badan Musyawarah terdiri dari unsur-unsur fraksi berdasarkan perimbangan jumlah anggota dan paling banyak ½ (setengah) dari jumlah anggota DPRD. Susunan keanggotaan Badan Musyawarah ditetapkan dalam Rapat Paripurna setelah terbentuknya pimpinan DPRD, Komisi, Badan Anggaran, dan Fraksi. Ketua dan Wakil Ketua DPRD karena jabatannya adalah pimpinan Badan Musyawarah merangkap anggota. Sekretaris DPRD karena jabatannya adalah Sekretaris Badan Musyawarah dan bukan sebagai anggota.
3. Badan Anggaran
DPRD Jawa Barat Periode 2014-2019 didampingi sejumlah pakar dan ilmuwan di bidang anggaran, sehingga mengeluarkan berbagai ide untuk mengubah sistim anggaran, sehingga lebih efektif dan efisien.
Bupati dan Walikota tetap mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tetapi berbasiskan kinerja, kekeluargaan, dan saling menghargai. Seluruh anggota DPRD Jawa Barat sepakat, kepala daerah kabupaten/kota yang kinerjanya kurang baik dan tidak menghargai eksistensi Pemerintahan Provinsi Jawa Barat tidak mendapatkan bantuan.
Yang dikuatkan juga oleh DPRD Jawa Barat Periode 2014-2019 adalah pemerataan penganggaran. Selama ini penganggaran pembangunan lebih tersentral di Bandung Raya, sedangkan wilayah Cirebon, Depok dan Bekasi pun di bawah. Sejak tahun 2010, DPRD Jawa Barat sudah membuat penganggaran tidak sistem langsam lagi, tapi dengan berbasis kinerja.
Dengan pemerataan alokasi anggaran daerah, diharapkan berbagai kendala perekomonian dan kesejahteraan masyarakat akan lebih meningkat.
128
Selama kurun waktu 2014-2019, pembahasan anggaran selalu tepat waktu dan tidak pernah menyeberang ke tahun anggaran baru. Ini juga merupakan salah satu sejarah melanjutkan tradisi baik dari yang dicapai DPRD Provinsi Jawa Barat 2009-2014.
Pembahasan anggaran paling lambat sudah dapat diselesaikan di Bulan November. Kalaupun lambat sebelum akan diahirinya tahun anggaran di Bulan Desember, anggaran tahun yang akan datang itu sudah dapat disetujui. Itu pun terjadi mengingat adanya alokasi anggaran tertentu yang biasanya memakan biaya yang amat besar, sehingga perlu disinkronkan dengan kondisi keuangan dan anggaran setiap dinas / badan.
Dengan begitu tidak ada lagi proses pengucuran anggaran yang tidak tepat waktu.
Ketika tahun anggaran berjalan, maka seketika itu pula anggaran sudah bisa digunakan oleh seluruh SKPD. Di sisi lain, bagi kabupaten / kota adanya anggaran seperti itu juga makin memudahkan dan mempercepat penyelesaian APBD daerah bersangkutan. Alokasi bantuan keuangan kabupaten dan kota sudah tergambarkan sejak awal.
Apresiasi yang membanggakan lainnya dalam penganggaran pada DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2014-2019, yakni mendapatkan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI atas laporan pengelolaan APBD genap selama masa lima tahun (2014-2015-2016-2017-2018) dan dapat menyelesaikan APBD rata-rata bulan November.
Pemerintahan Jawa Barat telah mengimplementasikan Permendagri No. 14 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Permendagri No. 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD serta Permendagri No. 123 Tahun 2018 tentang Hibah bagi Ormas yang bersumber dari APBD. Dengan dijadikannya Permendagri tersebut sebagai salah satu dasar pembahasan RAPBD, sistem pengelolaan keuangan antara lain terkait bansos dan hibah peruntukannya akan semakin tepat sasaran.
Terkait dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat terus mengalami peningkatan. APBD Pemprov Jabar tahun anggaran 2014 sebesar Rp21,672 triliyun lebih, tahun 2015 sebesar Rp24,753 triliun lebih, tahun 2016 sebesar Rp29,966 triliun lebih, tahun 2017 sebesar Rp31,367 trilyun lebih, tahun 2018 sebesar Rp33,96 triliun lebih, dan tahun 2019 sebesar Rp 37,05 triliun lebih.
DPRD Jabar Periode 2014-2015 secara efektif menyelesaikan tugas pembahasan terkait APBD sejak tahun 2014 sampai 2019, sehingga laporan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada lima tahun berturut-turut (2014-2019) mendapatkan opini WTP atas laporan pengelolaan APBD 2014 – 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
129
Pada DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2014-2019 pula terjadi peningkatan yang signifikan atas besaran APBD dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Provinsi Jawa Barat sebagaimana tergambar dalam tabel berikut:
APBD (Rp) PAD (Rp)
Tahun 2014 Tahun 2019 Tahun 2014 Tahun 2019
Rp21,672 Triliyun Rp 37,05 Triliun 15,038 Triliun Rp 19,765 Triliun
4. Komisi-Komisi
Secara khusus, keberhasilan pembangunan di Provinsi Jawa Barat pun dapat ditakar dari catatan statistik bidang, dalam konteks DPRD Provinsi Jawa Barat, berdasarkan bidang garapan komisi, mulai dari Komisi I sampai Komisi V. Berikut digambarkan secara ringkas keberhasilan pembangunan Provinsi Jawa Barat selama periode 2014-2019.
A. Tahun 2015 - 2016