• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bisnis Proses/Metode

Dalam dokumen Handbook Inovasi Administrasi Negara (Halaman 146-156)

BANK SAMPAH DI KOTA MALANG

08. Bisnis Proses/Metode

C.

Manfaat

Upaya serius Pemerintah dan Tim Penggerak PKK beserta kader-kader lingkungan di Kota Malang dalam pengelolaan sampah telah mampu sedikit demi sedikit mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat Kota Malang dalam mengelola sampah (APEKSI, 2013: 103). Sampai bulan April 2013, sudah ada 282 unit BSM masyarakat, 169 unit BSM sekolah, 23 BSM instansi baik pemerintah maupun swasta, 420 BSM individu, dan nasabahnya mencapai 21.000. Selain itu, jumlah sampah di Kota Malang yang terambil per hari mencapai 2,5 ton dari nasabah BSM, dari lapak 0,5 ton, dan transaksi per hari di BSM ini sebesar 3-4 juta rupiah. Dalam konteks ini BSM telah menjadi percontohan nasional.

BSM terus berkembang menjadi lembaga profesional dan menjadi percontohan bagi daerah lain. BSM telah mampu menyelenggarakan pelatihan manajemen pengelolaan sampah

beserta software database-nya seharga

Rp 10.000.000,00 (di luar akomodasi dan transportasi), selain telah berhasil memproduksi mesin pencacah plasik dengan kapasitas 1-1,5 ton seharga Rp 35.000.000,00 (tiga puluh lima juta rupiah) (APEKSI, 2013:105). Hal ini tentu saja menjadi faktor pendorong kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sampah, mengingat anggaran pemerintah sangat terbatas dibandingkan dengan biaya pengelolaan sampah yang tentu membutuhkan alokasi biaya yang cukup besar. Sejak keberadaan BSM, jumlah pembuangan sampah di Kota Malang mengalami penurunan yang cukup signifikan (APEKSI, 2013:103-104). Kapasitas pembuangan/pengangkutan sampah melalui gerobak sampah menurun hingga kurang lebih 50% dari total harian. Berdasarkan data BPS (2014), jumlah sampah yang dapat diolah sejak tahun 2010-2012 terus meningkat. Dari

    Gambar 4.5 Pemberitaan Tentang BSM Sumber: http://banksampah.org/home. php?page=profil/gerakan (akses 22 Agustus 2014)

Program ini telah berhasil mengantarkan Kota Malang meraih piala Adipura Kencana pada tahun 2013 (SK Menteri Lingkungan Hidup No. 192 Tahun 2013 tentang Penghargaan Adipura 2013), setelah terakhir kali meraihnya pada tahun 1993 (APEKSI, 2013:104). Pada tahun 2014, Kota Malang kembali meraih Penghargaan Adipura Kencana. Selain itu, Kota Malang juga mendapatkan penghargaan dari Kelompok kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) 2013 bidang terobosan manajemen pada Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2013.

Keberlanjutan

BSM telah memiliki dasar hukum yang kuat dengan adanya akte, SIUP, TDP, HO dan ijin usaha industri (IUI) (APEKSI, 2013:105). BSM pun sedang merintis pembentukan paguyuban lapak-lapak dengan harapan agar terbentuk etika dalam usaha. BSM terus melakukan pengembangan sistem. Saat ini, BSM tengah bekerjasama dengan Sekolah Politeknik Malang untuk membuat sistem informasi online dan dengan Universitas Machung Malang untuk teknologi SMS Gateway.

Menjaga agar semangat masyarakat tetap stabil untuk menjalankan program pengolahan sampah ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Malang dan tim penggeraknya. Penilaian terhadap sampah sendiri bersifat sangat subyektif. Pandangan orang yang satu dan yang lain bisa saja berbeda. Belum lagi, nilai jual sampah dalam jumlah kecil hasilnya tidak seberapa dan fluktuatif mengikuti kurs rupiah. Di sinilah pentingnya peran pemerintah dan kader lingkungan untuk dapat terus memberikan pendampingan kepada masyarakat. Selain itu, terdapat tantangan dalam hal pendanaan. BSM hanya sekali mendapatkan

D.

Kendala

dukungan dana hibah dari Pemerintah Kota sebesar Rp 250.000.000,00 (APEKSI, 2013:105). Selain itu, sumber pendanaan mengandalkan bantuan dari CSR. BSM mengharapkan tetap ada alokasi anggaran rutin oleh pemerintah kota mengingat biaya operasional BSM per bulan sebesar Rp 16-20 juta.

Pertumbuhan penduduk di suatu daerah akan memberikan dampak terhadap meningkatnya jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Oleh karena itu, perlu dibangun sistem pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan (Integrated Sustainable Waste Management). Sistem ini perlu mengidentifikasi stakeholders yang terkait, elemen-elemen yang dipilih untuk melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah, dan pertimbangan aspek-aspek penting yang memengaruhi di dalamnya. Pengalaman Kota Malang menunjukkan bahwa dukungan pemerintah dan strategi yang jelas sangat menentukan jalannya sistem yang dibangun. Inisiatif dapat muncul dari siapa saja (pemerintah ataupun di luar pemerintah), namun adanya perhatian pemerintah ternyata dapat menjadi katalis inovasi, memberikan semangat positif dalam proses realisasi inisiatif tersebut. Pemerintah harus menyadari besarnya pengaruh yang dimilikinya tersebut dan sebisa mungkin dapat proaktif berkomunikasi dengan masyarakat untuk menggali ide-ide inovatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Bagi pemerintah daerah lain yang akan membentuk

E.

Lessons Learned

1.

Komitmen yang kuat dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah di daerahnya. Pemerintah perlu memiliki pengetahuan yang jelas mengenai karakteristik sampah di daerahnya sehingga dapat menyusun perencaan yang sesuai, menetapkan target, dan sistem apa saja yang perlu dibangun. Misalnya, jika jumlah timbunan sampah organik lebih banyak daripada sampah anorganik, tentu program pengelolaan sampah perlu gencar dalam membangun

sistem composting. Pengelolaan sampah

memerlukan perencanaan sistem yang terpadu, tidak hanya parsial pada cakupan tertentu saja (skala rumah tangga saja atau TPA saja) atau dengan metode tertentu saja. Selain mendorong masyarakat untuk terlibat, harus direncanakan pula pengolahan sampah menggunakan mesin-mesin penunjang agar nantinya tidak ada lagi pengolahan sampah dengan cara ditimbun (open dumping) di TPA. Sistem harus saling terkoneksi dan simultan, pelaksanaannya sesuai prioritas dan kondisi daerah.

2.

Proses edukasi yang terus menerus.

Pembentukan pemahaman dan kebiasaan masyarakat memerlukan sosialisasi yang terus menerus. Selain itu, penting juga untuk menyediakan fasilitas yang menunjang pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah (misalnya menyediakan tempat sampah sesuai kategori sampah, alat-alat composting) dan melakukan pendampingan selama proses kegiatan pengelolaan sampah. Pemerintah dapat bekerja sama dengan PKK membentuk kader lingkungan yang memberi perhatian khusus dalam hal ini.

3.

Pembentukan Bank Sampah perlu diperhatikan keberlanjutan dan keterkaitannya dengan sistem pengelolaan sampah lainnya. Bank Sampah sendiri memiliki potensi besar dalam aspek ekonomi. Bisa dipertimbangkan BSM dibentuk berbadan hukum seperti koperasi atau jika memungkinkan bisa dibentuk menjadi BUMD, sehingga akuntabilitasnya dan keberlanjutannya jelas.

4.

Membentuk sistem pengelolaan sampah

terpadu dan berkelanjutan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk penyediaan fasilitas. Untuk membentuk BSM, selain pengetahuan manajemen dan pemasarannya perlu juga dipersiapkan tempat, kendaraan angkut, alat timbang, petugas pelaksana. Untuk mengolah sampah dalam skala besar diperlukan alat-alat berat, seperti pencacah, incenerator. Oleh karena itu, pemerintah perlu membuka peluang kerja sama dengan daerah lain, maupun sektor swasta.

5.

Secara bertahap, sistem pengelolaan sampah

harus mengarah pada prinsip zero waste, tidak hanya mengolah sampah, melainkan juga membangun paradigma mengurangi sampah dari sumbernya, misalnya dengan membuat, melaksanakan, dan mengawasi perjanjian dengan para produsen manufaktur untuk menghasilkan produk-produk yang dapat didaur ulang atau menarik kembali kemasan yang tidak dapat didaur ulang.

Buku:

Ancok, Djamaludin. (2012). Psikologi Kepemimpinan & Inovasi. Jakarta: Erlangga.

APEKSI. (2013). Dokumentasi Best Practices Kota-Kota Jilid 9. Jakarta: APEKSI.

Scheinberg, Anne. (2010). “Integrated Sustainable Waste Management”. Dalam Giok Ling Ooi dan Belinda Yuen (editor)

World Cities: Achieving LiveAbility and Vibrancy. Singapore:

World Scientific Publishing CO. Pte. Ltd.

Zero Waste Academy Japan. (2014). Zero Waste in Kamikatsu, Tokushima.

Website:

Available at http://www.apeksi.or.id/index.php/home/jilid/ best-practice/jditems/view/pengelolaan-sampah-kota-malang-melalui-bank-sampah (akses 17 Juli 2014).

BPS Kota Malang. (2014). Kota Malang Dalam Angka. http:// malangkota.bps.go.id/?hal=publikasi_detil&id=22 (akses 15 Agustus 2014).

BSM – Bank Sampah Malang: http://www.youtube.com/ watch?v=G4iWy-ROQXQ, (akses 18 Agustus 2014). Facebook BSM. https://www.facebook.com/pages/BANK-SAMPAH-MALANG/555392991167114?sk=timeline (akses 6 Oktober 2014).

Hoornewg, Daniel dan Perinaz Bhada-Tata. “What a Waste: A Global Review of Solid Waste Management” yang diterbitkan oleh Bank Dunia. (Maret, 2012). Urban Development Series Knowledge Papers no.15.. https://www.google.com/url?sa=t&r ct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CB0QFjAA&url=ht tps%3A%2F%2Fopenknowledge.worldbank.org%2Fbitstream %2Fhandle%2F10986%2F17388%2F681350WP0REVIS0at0 a0Waste20120Final.pdf%3Fsequence%3D1&ei=WdE0VPfCL IHhuQTQ6YKICQ&usg=AFQjCNHYhccLinZ25ef3ann1HdW2x TnEzw&sig2=b-UtK-vot9AC9pCPvVlhQg&bvm=bv.76943099 ,d.c2E&cad=rjaf (akses 29 Juni 2012).

Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2010 tentang Pedoman Pedoman Pengelolaan Sampah Proses Menabung pada Bank Sampah Malang: http://www.

youtube.com/watch?v=sUGhXLVI01Q (akses 18 Agustus 2014).

Purnama, Agus Rachmad. (2011). Model Optimasi Alokasi Pengelolaan Sampah dengan Pendekatan Inexact Fuzzy Linear Programming (Studi Kasus: Pengelolaan Sampah di Kota Malang). Tesis. Program Studi Magister Manajemen Teknologi Bidang Keahlian Manajemen Industri. Program Pascasarjana. Institut Teknologi Sepuluh November. http:// digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-17043-Chapter1-219615.pdf (akses 22 Agustus 2014).

Sari, Maria Dika Puspita. (2013). Desain Perubahan Kebijakan Pengelolaan Sampah Kota Depok. Skripsi. Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Universitas Indonesia. http://www. google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1& cad=rja&uact=8&ved=0CB0QFjAA&url=http%3A%2F%2Flib. ui.ac.id%2Ffile%3Ffile%3Ddigital%2F20345944-S47482-mari a%2520dika%2520puspita%2520sari.pdf&ei=gwo1VMSVJ42 MuATl6oGQDA&usg=AFQjCNEsw3Ypvj8CTTrDZYgnnvahJB7 06A&sig2=zclUGyF1Z1k9g1yAss_1QA&bvm=bv.76943099,d. c2E (akses 7 Oktober 2014).

Sukandar, Rahmat. 2010. Inovasi Kota Sukabumi dalam Mengintegrasikan Pengelolaan Persampahan dan Agribisnis. http://www.sukabumikota.go.id/artikel/INOVASI_KOTA_ SUKABUMI.pdf (akses 20 Desember 2012).

Website BSM.(2014). http://banksampah.org/index.php (akses

22 Agustus 2014).

___________.(2014). http://banksampah.org/home. php?page=struktur_BSM/struktur_bsm (akses 22 Agustus 2014).

___________.(2014). http://banksampah.org/home.

php?page=profil/pengurus_nasabah (akses 22 Agustus 2014). ___________.(2014.http://banksampah.org/home.

php?page=profil/gerakan (akses 22 Agustus 2014).

Website Pemerintah Kota Probolinggo. (7 September 2012).

Probolinggo Masuk 3 Besar Inovasi Management Perkotaan (IMP) Award 2012. http://probolinggokota.go.id/index. php?option=com_content&task=view&id=765&Itemid=158 (akses 20 Desember 2012).

Gas Metan, DKP akan Dibantu Kementerian PU. http://dkp. malangkota.go.id/2014/03/kembangkan-gas-metan-dkp-akan-dibantu-kementerian-pu/(akses 13 Oktober 2014).

____________________. (9 Juni 2014). Kota Malang Kembali Meraih Penghargaan Adipura Kencana 2014. http://dkp. malangkota.go.id/2014/06/kota-malang-kembali-meraih- penghargaan-adipura-kencana-2014-sumber-httpmediacenter- malangkota-go-id201406kota-malang-kembali-meraih-penghargaan-adipura-kencana-2014ixzz384avortz/(akses 13 Oktober 2014).

PENGELOLAAN

Dalam dokumen Handbook Inovasi Administrasi Negara (Halaman 146-156)