• Tidak ada hasil yang ditemukan

Inovasi Perubahan Mindset dan Budaya

Dalam dokumen Handbook Inovasi Administrasi Negara (Halaman 109-120)

PENATAAN KOTA KREATIF YANG

06. Inovasi Perubahan Mindset dan Budaya

sampah tidak pada tempatnya. Hal lain yang juga mengganggu adalah masalah pengemis dan anak jalanan. Meskipun razia dan anak jalanan telah sering dilakukan, tetapi masih ada saja yang berkeliaran. Padahal kepada pengemis, pemerintah telah menawarkan mereka pekerjaan yang lebih layak sebagai pembersih jalanan, namun mereka justru menolaknya dengan alasan penghasilan sebagai pengemis lebih besar ketimbang gaji yang ditawarkan oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai pembersih jalanan. Sikap mental semacam ini merupakan cerminan dari masalah budaya yang akut. Harus diakui bahwa untuk mengubahnya tentu dibutuhkan waktu yang tidak singkat.

Pada hari-hari tertentu, Pemerintah Kota Bandung mengusung tema yang berbeda, di antaranya:

1.

Senin Gratis Naik DAMRI bagi pelajar yang

berseragam, bertujuan untuk membiasakan pelajar di Kota Bandung memilih kendaraan umum dari pada kendaraan pribadi;

2.

Selasa “No smoking day”;

3.

Rebo Nyunda, pelajar dan pegawai negeri sipil

di Kota Bandung diharuskan menggunakan pakaian daerah sekaligus berbahasa Sunda;

4.

Kamis Inggris, hari di mana pegawai dianjurkan bahkan diharuskan untuk menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi;

5.

Jumat bersepeda, pegawai negeri sipil

khususnya dan masyarakat Bandung pada umumnya dihimbau untuk menggunakan sepeda menuju kantor maupun sekolah pada hari jumat. Harapannya kegiatan ini dapat Di Bandung banyak

hal berbasis

komunitas, perubahan di Kota Bandung juga akan berbasis komunitas sebab orang-orang Bandung senang bergerak bersama (Ridwan Kamil)

mengurangi polusi dan kemacetan di Kota Bandung;

6.

Sabtu Hari cinta produk Lokal, di mana setiap

sabtu malam Pemerintah kota Bandung

mengadakan Bandung Culinary Night yang

kegiatannya diselenggarakan berpindah-pindah tempat;

7.

Minggu car free day.

Masing-masing hari bertema tersebut sesungguhnya memiliki misi khusus tertentu, misalnya, dengan mencanangkan sehari tanpa merokok, sehari bersepeda, dan sehari bebas kendaraan mobil, pemerintah ingin menjadikan warganya lebih sehat sekaligus lebih mencintai lingkungan. Dengan membuat hari Rebo Nyunda, pemerintah berkeinginan agar budaya lokal tetap terjaga. Dengan mencanangkan hari Sabtu cinta produk lokal, pemerintah ingin memberdayakan ekonomi lokalnya terutama dalam bidang makanan.

Gambar 3.8

Agenda Mingguan Kota Bandung

Sumber:

Inovasi-inovasi yang diciptakan Pemkot Bandung tidak ada nilainya jika tidak bermanfaat dan tidak dapat dinikmati oleh warga Bandung dan wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut. Sesuai dengan visi Kota Bandung, yakni “Terwujudnya Kota Bandung yang Unggul, Nyaman dan Sejahtera”, warga Bandung kini sudah dapat merasakan langsung manfaat atas inovasi-inovasi yang sudah berjalan. Beberapa manfaat tersebut di antaranya adalah:

1.

Tujuan destinasi rekreasi warga Kota Bandung

kini tidak hanya melulu pergi ke mal-mal, tetapi bisa pergi ke Taman-taman kota bersama dengan keluarga;

2.

Bandung kini memiliki bus Bandros, bus

pariwisata dengan atap terbuka sebagai transportasi publik untuk berwisata keliling Kota Bandung;

3.

UMKM khususnya yang bergerak dibidang

makanan memiliki tempat menarik dalam menjajakan dagangannya yakni dengan

adanya event mingguan ‘Bandung Culinary

Night’ sekaligus menjadi obyek wisata kuliner;

4.

Beberapa komunitas telah terakomodir dengan

disediakannya tempat berekspresi seperti taman persib bagi kumpulan pencinta olah raga sepak bola, taman film untuk menonton film secara gratis bagi penggemar film, taman musik, taman jomblo, taman fotografi, dan masih banyak lagi taman lainnya;

5.

Kesadaran akan kebersihan sudah mulai

ditanamkan pada pola pikir masyarakat. Setiap tiga hari dalam sepekan, masyarakat

D.

Manfaat

secara bergotong-royong memungut sampah yang ada di sekitarnya.

6.

Keluhan warga cepat mendapat respons dari

jajaran aparat pemerintah dengan adanya kepemilikan akun media sosial dari setiap dinas serta aparat pemerintah;

7.

Kontribusi dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Bandung dapat lebih terlihat dengan adanya program magang di lingkungan Pemkot Bandung serta dengan adanya inisiatif Pemkot Bandung untuk menggandeng ITB dan beberapa perguruan tinggi lainnya;

8.

Penggunaan bahasa Sunda dan pakaian adat

Sunda kembali membumi di Kota Bandung. Tercipta sebuah rasa bangga akan budaya Sunda;

9.

Pembiayaan pelayanan publik tidak lagi

bergantung sepenuhnya pada APBD sepenuhnya.

Indonesia itu memiliki kekuatan sosiologis dan gotong royong yang kalau dipanen dalam hal pembangunan hasilnya bisa luar biasa. Kuncinya ada pada pemimpinnnya yang mau memotivasi (Ridwan Kamil)

E.

Kendala

Inovasi yang dilakukan oleh Ridwan Kamil diterima oleh sebagian besar kalangan warga di Kota Bandung, terutama kalangan muda. Hal ini dikarenakan inovasi yang diterapkan sangat erat kaitannya dengan pengembangan dan pelestarian budaya, fasilitasi interaksi antar warga, serta gerakan-gerakan sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan. Namun demikian, inovasi tersebut bukan berarti tidak menemui banyak kendala di lapangan. Walaupun tujuan dari inovasi

belum sepenuhnya dapat terlaksana dengan baik. Kendala eksternal berkaitan dengan belum optimalnya alur informasi di antara aktor yang terlibat. Beberapa kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Bandung dalam melakukan inovasi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun belakangan ini di antaranya adalah:

1.

Pembangunan serta perbaikan infrastruktur

yang ada di Kota Bandung memerlukan dana yang cukup besar, namun anggaran yang dimiliki pemerintah sangat terbatas;

2.

Pemerintah Kota Bandung membutuhkan

aparatur pemerintah yang berkompeten

dengan skill bahasa Inggris serta wawasan

tata pemerintahan yang baik;

3.

Belum semua warga Bandung mau diajak

untuk mengubah kebiasaan buruk yang dapat merusak lingkungan. Gerakan-gerakan sosial dalam menjaga lingkungan dan fasilitas umum masih terus membutuhkan pendampingan dari pemerintah;

4.

Masih ditemui penolakan-penolakan yang

berasal dari warga sehingga membutuhkan sosialisasi yang masif agar warga sepenuhnya dapat mendukung setiap program pemerintah. Berbagai kendala di atas mengakibatkan terjadinya sumbatan (bottleneck) dalam proses jejaring inovasi di bidang administrasi negara. Untuk mengatasinya, pemerintah perlu memperhatikan bagaimana besaran dukungan yang tepat terhadap program yang akan diimplementasikan. Terdapat tiga macam dukungan yang mesti diperhatikan optimalisasinya oleh pemerintah, di antaranya

dukungan yuridis, dukungan politik, dan dukungan keterlibatan masyarakat.

1.

Dukungan Yuridis

Sebuah program inovasi akan lebih kuat dalam pelaksanaan jika ada dasar hukum yang jelas seperti surat keputusan, peraturan daerah, peraturan pemerintah ataupun undang-undang. Terobosan inovasi yang ada di Kota Bandung dalam kurun waktu satu tahun pertama Walikota Bandung Ridwan Kamil lebih banyak baru sebatas ajakan atau himbauan, belum pada tahap pembuatan peraturan daerah. Hendaknya berbagai inovasi tersebut dilandaskan pada aturan tertentu agar keberlanjutannya dapat dipastikan.

2.

Dukungan Politik

Dukungan politik sangat berpengaruh terhadap dukungan anggaran yang akan dialokasikan terkait program inovasi. Dukungan politis dan komitmen eksekutif maupun legislatif (kepala daerah dan DPRD) dalam mewujudkan inovasi

Gambar 3.9

Dukungan yang Dibutuhkan dalam Implementasi Program

yang memadai melalui pengalokasian dana APBD. Dalam waktu dekat ini salah satu bentuk dukungan DPRD Kota Bandung terhadap salah satu Inovasi di Kota Bandung misalnya dengan mengalokasikan sekitar 600 miliar untuk kebutuhan infrastruktur di Kota Bandung pada tahun 2014.

3.

Dukungan Masyarakat

Dukungan masyarakat selaku penerima manfaat program inovasi menjadi sangat berarti sebagai pendorong untuk terus melanjutkan program inovasi yang telah dilakukan. Respons positif dan antusiasme masyarakat terhadap gerakan-gerakan yang diciptakan oleh Ridwan Kamil menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat. Misalnya di setiap hari Selasa, Kamis, dan Jumat banyak sekali kiriman foto GPS (Gerakan Pungut Sampah) dari warga ke alamat Twitter Ridwan Kamil.

F.

Lesson Learned

Terdapat beberapa pelajaran yang dapat diambil dari inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung. Pelajaran tersebut dapat dipetik dan ditiru oleh kota-kota lain di Indonesia yang ingin menata kotanya dengan berbasis pada kearifan lokal yang sengaja dikondisikan oleh Pemerintah Kota Bandung. Beberapa pelajaran tersebut di antaranya adalah:

1.

Networking is everyting. Networking menjadi

kunci utama Pemerintah Kota Bandung dalam menggalang massa serta dana;

2.

Travelling is investing. Travelling sebagai

salah satu cara Pemerintah Kota Bandung dalam berinovasi. Dengan mengamati dan

memodifikasi ulang inovasi yang telah ada di luar negeri, Kota Bandung menjadi kota yang kreatif;

3.

Think Globally Act Locally. Berpikir jauh

ke depan, global, dan masif namun tetap berpegang pada nilai-nilai lokal. Jangan sampai budaya setempat hilang seiring dengan pertumbuhan kota;

4.

Menjadi teladan sebelum memberi perintah.

Walikota beserta jajarannya terlebih dahulu memberikan contoh. Misalnya, untuk menggiatkan gerakan bersepeda demi mengurangi kemacetan Kota Bandung, walikota seringkali menggunakan sepeda ketika berangkat ke kantornya;

5.

Happiness index menjadi acuan dalam

keberhasilan setiap program yang ditelurkan. Dengan menjadikan indeks kebahagiaan sebagai ukuran, Kota Bandung membuktikan bahwa kualitas dan kesejahteraan hidup warga yang substantif dapat dicapai tidak melulu dengan indikator ekonomi. Kebahagiaan lebih penting dari segalanya karena dengan berbahagia, warga merasa penuh dan nyaman.

Buku:

Gwee, June. 2012, Case Studies in Public Governance: Building institutions in Singapore.

Website:

RPJMD Kota Bandung 2013. http://bandung.go.id/site/ RPJMD_2014/Rancangan_Akhir_RPJMD_2014_02_16.pdf. diakses pada tanggal 23 juli 2014 Pukul 14.00 WIB.

Twitter https://Twitter.com/ridwankamil diakses pada tangga 11 agustus 2014 Pukul 10.23 WIB.

Facebook https://www.facebook.com/RKbdg diakses pada tanggal 11 agustus 2014 Pukul 10.24 WIB.

http://bandungjuara.com/berita diakses pada tanggal 11 agustus 2014 Pukul 10.24 WIB.

Utomo, Tri Widodo Wahyu. 2014. Inovasi Kota Bandung. http://makassar.lan.go.id/index.php/survei/refleksi/169-inovasi-kota-bandung diakses pada tanggal 23 Juli 2014 Pukul 09.41 WIB.

Forum BUMN Peduli Bandung Juara. 2014. http://www.dprd- bandungkota.go.id/beranda/berita-foto-slide/424-forum-bumn-peduli-bandung-juara.html diakses pada tanggal 23 Juli 2014

http://fokusjabar.com/2013/12/06/gokil-ridwan-kamil-canangkan-hari-sabtu-sebagai-hari-cinta-produk-lokal/diakses pada tanggal 13 Juli 2014 Pukul 14.43 WIB.

http://bandung.go.id/rwd/index.php?fa=berita.detail&id=2346& token=91548249a9ab60550c4acd16d7781d68 diakses pada tanggal 14 Juli 2014 Pukul 22.49 WIB.

http://regional.kompas.com/read/2014/06/02/1550141/10.Poin. yang.Disampaikan.Ridwan.Kamil.di.Depan.Wali.Kota.Sedunia diakses pada tanggal 13 Juli 2014 Pukul 08.20 WIB.

Video:

Andrianto Soekarnoen. 2013. MIMPI-MIMPI RIDWAN KAMIL UNTUK BANDUNG. https://www.youtube.com/ watch?v=Y2N3h7sCDsY. Diakses pada tanggal 12 agustus 2014 Pukul 09.30 WIB.

BANK SAMPAH

Dalam dokumen Handbook Inovasi Administrasi Negara (Halaman 109-120)