RASIONALISME DAN EMPIRIS
3. Blaise Pascal (1623-1662 M)
Orang ketiga yang kita bicarakan adalah Blaise Pascal (1623-1662). Adalah seorang ahli ilmu pasti, ahli ilmu alam dan seorang filsuf. Ia berusaha untuk membela agama kristen, yang mendapat serangan-serangan hebat karena pemikiran modern ini. Di satu pihak ia sama halnya dengan Descartes, mencintai ilmu pasti dan ilmu alam, akan tetapi di lain pihak ia menampakan perbedaan dengan Descartes. Perbedaannya terletak pada pengertian tentang sifat ilmu alam jauh melebihi Descartes. Ia menerima serta menerapkan metode induktif seperti yang dipakai di dalam ilmu alam. Ilmu pasti bukan suatu ilmu yang metodenya harus ditiru oleh seorang filsuf. Sebab seorang filsuf pertama-tama harus menyelami keadaan
79 Setiap monad mencerminkan semua monad lainnya. Misalnya, saat aku menyadari selembar daun jatuh di depanku, kesadaranku itu merupakan sebuah keadaan dari monad yang mencerminkan keadaan monad-monad lain yang bersama-sama mengidentifikasikan “daun”, sedemikian rupa sehingga dari sudut pandang kesadaran yang kacau, daun itu disadari dalam keadaan “jatuh”. Ahmad Tafsir, Filsafat Umum., 57.
manusia yang konkrit dihadapi, orang demi orang, bahwa realitas itu pada hakekatnya adalah suatu rahasia.80
Filsafat pascal mewujudkan suatu dialog diantara manusia yang konkrit dengan Allah. Di dalam relitas hidup manusia terdapat tiga macam tertib, yaitu: tertib bendawi, tertib rohani, dan tertib kasih. Pengetahuan didapatkan dari pengamatan di dalam pengamatan inderawi tidak dapat ditetapkan apa yang subyektif dan apa yang obyektif. Segala pengetahuan dimulai dengan gambaran-gamabaran inderawi. Kemudian ditingkatkan hingga sampai kepada tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi, yaitu pengetahuan rasional dan pengetahuan intuitif.81
4. Spinoza (1632-1677 M)
Di dalam etikanya Spinoza mulai dengan menguraikn hal afek-afek atau perasaan-perasaan. Segala perasaan atau afek lainnya diturunkan dari ketiga perasaan. Pertama-tama yang diturunkan dari rasa gilang adalah kasih (amor), sedang yang dirutunkan dari rasa sedih adalah kebencian (odium). Selanjutnya, kemudian diturunkan lagi rasa kagum (admiratio) dari pada kasih dan penghinaan (conteniptus) dari pada kebencian.82
Latar belakang pemikran Spinoza ini adalah pengertian aktivitas. Aktivitas-lah yang dapat membawanya kepada kesempurnaan. Tujuan pengenalan segala perasaan tadi adalah
80 Ibid., 58.
81 Ahmad Syadali dan Mudzakir, Filsafat Umum (Bandung; Pustaka Setia, 1997), 25.
82 Harun Hadiwijono, Sari Sejarah Filsafat Barat 2 (Yogyakarta; Kanisius, 1980), 28.
untuk menguasainya. Barang siapa mengenal akan segala perasannya, ia akan melihat gejala-gejala, perasaan-perasaan itu dalam hubungannya, sehingga ia juga akan menguasainya. Di dalam perealisasian diri dalam kasih yang akali inilah manusia berusaha menuju kepada Allah (amor Dei intellectualis).83
Ajaran Spinoza di bidang metafisika menunjukkan kepada suatu ajaran Monistis yang logis, yang mengajarkan bahwa dunia sebagai keseluruhan, mewujudkan suatu substansi tunggal. Ajaran ini didasarkan atas keyakinan, bahwa tiap hal memiliki suatu subyek tunggal dan suatu predikat tunggal, sehingga harus disimpulkan, bahwa segala hubungan dan kejamakan adalah semu.
B. EMPIRISME
Kata ini berasal dari kata Yunani, yaitu; empeirisko, artinya pengalaman. Menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya. Dan bila dikembalikan kepada kata Yunaninya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi. Pengetahuan inderawi bersifat parsial. Itu disebabkan oleh adanya perbedaan antara indera yang satu dengan yang lainnya, berhubungan dengan sifat khas fisiologis indera dan dengan objek yang dapat ditangkap sesuai dengannya. Masing-masing indera menangkap aspek yang berbeda mengenai barang atau makhluk yang menjadi objeknya. Jadi pengetahuan inderawi berada menurut
perbedaan indera dan terbatas pada sensibilitas organ-organ tertentu. 84
John Locke (1632-1704), bapak empiris Britania mengemukakan teori tabula rasa (sejenis buku catatan kosong). Maksudnya ialah bahwa manusia itu pada mulanya kosong dari pengetahuan, lantas pengalamannya mengisi jiwa yang kosong itu, lantas ia memiliki pengetahuan. Mula-mula tangkapan indera yang masuk itu sederhana, lama-kelamaan menjadi kompleks, lalu tersusunlah pengetahuan berarti. Jadi, bagaimanapun kompleks pengetahuan manusia, ia selalu dapat dicari ujungnya pada pengalaman indera. Sesuatu yang tidak dapat diamati dengan indera bukanlah pengetahuan yang benar. Jadi, pengalaman indera itulah sumber pengetahuan yang benar.85
David Hume, salah satu tokoh empirisme mengatakan bahwa manusia tidak membawa pengetahuan bawaan dalam
84 Ahmad Syadali dan Mudzakir, Filsafat Umum., 116.
85 John Locke lahir 29 Agustus 1632 meninggal 28 Oktober 1704. Ia seorang filsuf abad ke-17 ternama dalam bidang kemasyarakatan dan epistemologi. Gagasan terkenal John Locke adalah mengenai bentuk pemerintahan. Ia menjelaskan "Pemerintah adalah manifestasi dari yang diperintah". Idenya Menjadi pondasi bagi konsep hukum dan pemerintahan Amerika. Dalam bidang epistemologi dan filsafat, pemikiran John Locke juga memiliki banyak pengaruh signifikan di Amerika. Locke diposisikan dalam kelompok yang disebut empiris nggris, bersama David Hume dan George Berkeley. Karya-karya besar John Locke antara lain (1) Essay Tentang Memahami Manusia (1689), (2) A Letter Concerning Toleration (1690), (3) Essay tentang Pemerintahan Sipil (1690). Ibid., 120.
hidupnya. Sumber pengetahuan adalah pengamatan. Pengamatan memberikan dua hal, yaitu:86
1. Kesan-kesan (impression)
Yang dimaksud kesan-kesan adalah pengamatan langsung yang diterima dari pengalaman, seperti merasakan tangan terbakar.
2. Ide-ide (ideas)
Yang dimaksud dengan ide adalah gambaran tentang pengamatan yang samar-samar yang dihasilkan dengan merenungkan kembali atau terefleksikan dalam kesan-kesan yang diterima dari pengalaman.
Jadi, gejala-gejala alamiah menurut anggapan kaum empiris adalah bersifat konkret dan dapat dinyatakan lewat pancaindera.
Berdasarkan teori ini, akal hanya mengelola konsep gagasan inderawi. Kaum empiris juga menganggap akal sebagai sejenis tempat penampungan yang secara pasif menerima hasil-hasil penginderaan tersebut. Akal berfungsi untuk memastikan hubungan urutan-urutan peristiwa tersebut, padahal hubungan yang demikian itu bersifat kemungkinan belaka dan pengetahuan kita tentang hubungan peristiwa tersebut sesungguhnya berasal dari pengalaman.
86 Hume lahir di Edinburgh Skotlandia pada April 26, 1711 anak bungsu dalam keluarga yang baik tetapi tidak kaya. Ayahnya meninggal ketika Hume masih kecil, dan ia dibesarkan oleh ibunya di perkebunan keluarga Ninewells, dekat Berwick. Hume adalah seorang murid yang sukses, dan sebagai anak muda, ia memiliki perhatian yang tinggi terhadap sastra dan filsafat. Solomon, menyebut bahwa filsafat Hume adalah skeptisisme yang menyeluruh. Tahun 1723 ia masuk Universitas Edinburgh, studi pada hukum sesuai keinginan ibunya. Selama tiga tahun studi hukum dia membangun pandangan filsafatnya. Ibid., 121.
Diantara tokoh dan pengikut aliran Empirisme adalah Francis Bacon, Thomas Hobbes, John Lock dan lainnya.87