IV. PENGISIAN DAFTAR SPPLH13.RT
4.2 Konsep Definisi dan Cara Pengisian Daftar SPPLH13.RT
4.2.6. Blok VI Pemanfaatan Energi
Blok ini digunakan untuk memperoleh informasi tentang pemanfaatan sumber daya energi oleh rumah tangga responden.
Rincian 7 : Bahan bakar memasak yang digunakan.
Rincian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi bahan bakar memasak yang biasanya digunakan oleh rumah tangga. Lingkari kode jawaban dan isikan salah satu kode 1 sampai dengan kode 9 ke dalam kotak a atau kotak b.
Kotak jawaban a diisi kode bahan bakar memasak yang utama/paling sering digunakan oleh rumah tangga.
Kotak jawaban b diisi kode bahan bakar memasak cadangan.
Penjelasan:
1. Jika rumah tangga hanya menggunakan satu jenis bahan bakar memasak, maka isian pada kotak a dan kotak b adalah kode yang sama.
2. Jika rumah tangga menggunakan lebih dari dua jenis bahan bakar memasak, maka isikan pada kotak a dan kotak b jenis bahan bakar memasak yang dimulai dari jenis bahan bakar yang paling sering digunakan.
3. Apabila rumah tangga tidak memasak, maka isikan kode 9 ke kotak a dan kotak b.
Pedoman Pencacahan SPPLH 2013 29 4. Bahan bakar listrik yang dimaksud adalah memasak dengan menggunakan kompor listrik, tidak
termasuk memasak nasi menggunakan magic com/rice cooker.
5. Serbuk gergaji yang dipadatkan dan digunakan sebagai bahan bakar/energi untuk memasak tidak dikategorikan sebagai kayu bakar, akan tetapi termasuk kategori lainnya.
Contoh:
Ibu Budi memasak dengan menggunakan bahan bakar dari kayu dan gas. Ibu Budi menggunakan bahan bakar gas hanya untuk memanaskan sayuran saja karena dirasa lebih praktis. Cara pengisian untuk Rincian 7 adalah lingkari kode 2 dan 7, kemudian isikan kode 7 pada kotak pertama (a) dan isikan kode 2 pada kotak kedua (b).
Rincian 8 : Pada saat memasak, seberapa sering menutup panci?
Menurut Mirpury (2011), kebiasaan menutup panci pada saat memasak dapat menghemat energi sampai dengan 70%.
Lingkari salah satu kode 1 sampai dengan 3 dan pindahkan ke kotak yang telah disediakan.
Kode 1 “Tidak pernah”, jika responden tidak pernah menutup panci ketika memasak;
Kode 2 “Kadang-kadang”, jika responden lebih sering tidak menutup panci ketika memasak daripada menutupnya;
Kode 3 “Sering”, jika responden lebih sering/selalu menutup panci ketika memasak daripada tidak menutupnya.
Rincian 9.a : Sumber penerangan utama
Lingkari salah satu kode 1 sampai dengan kode 5 sesuai sumber penerangan yang digunakan oleh rumah tangga responden, lalu tuliskan ke dalam kotak yang tersedia. Apabila responden menggunakan lebih dari satu sumber penerangan, maka pilih sumber penerangan yang mempunyai nilai lebih tinggi (kode terkecil). Jika rumah tangga mengisi kode 3 atau kode 4 maka pertanyaan langsung dilanjutkan ke R.10.a.
Listrik PLN adalah sumber penerangan listrik yang dikelola oleh PLN. Rumah tangga responden dikatakan menggunakan listrik PLN baik menggunakan maupun tidak menggunakan meteran (volumetrik).
Listrik non PLN bersumber energi alternatif adalah sumber penerangan listrik yang dikelola selain PLN dengan menggunakan energi alternatif (misal bersumber dari tenaga surya, kincir air, kincir angin, biogas).
Listrik non PLN bukan bersumber energi alternatif adalah sumber penerangan listrik yang dikelola selain PLN dengan menggunakan bukan energi alternatif (misal accu, generator).
Sumber penerangan dari minyak tanah seperti petromak/lampu tekan, dan aladin (termasuk lampu gas, lampu teplok, pelita, dan sejenisnya) masuk kode 4. Sementara untuk lampu karbit, lilin, biji jarak, dan kemiri masuk kode 5.
30 Pedoman Pencacahan SPPLH 2013 Rincian 9.b : Jika listrik PLN (R9.a=1), daya listrik terpasang
Rincian ini ditanyakan jika rincian 9.a berkode 1 (Listrik PLN). Lingkari salah satu kode daya listrik terpasang. Jika rumah tangga menggunakan lebih dari satu daya terpasang, maka jumlahkan semua daya terpasang yang dikuasai rumah tangga.
Rincian 10.a : Jumlah lampu yang terpasang di rumah
Jumlah lampu yang dimaksud adalah lampu yang digunakan untuk penerangan di dalam rumah, maupun di luar rumah seperti teras, taman, dan pekarangan rumah. Lampu yang digunakan hanya sebagai aksesoris seperti lampu aquarium, lampu hiasan dinding, lampu jam, dan lampu belajar tidak termasuk yang dihitung. Tuliskan banyaknya lampu yang digunakan di rumah responden ke dalam kotak yang tersedia.
Catatan :
Lampu Kristal dan sejenisnya di hitung satu lampu, walaupun sebenarnya terdiri dari banyak lampu.
Gambar 3.6. Lampu Kristal Rincian 10.b : Jumlah lampu hemat energi yang terpasang di rumah
Tuliskan banyaknya lampu hemat energi yang terpasang di rumah ke dalam kotak yang tersedia.
Lampu Hemat Energi (LHE) adalah lampu yang dapat menghemat pemakaian energi listrik sampai beberapa persen.
Pedoman Pencacahan SPPLH 2013 31 Contoh lampu tidak hemat energi adalah lampu pijar.
Gambar 3.8. Lampu Tidak Hemat Energi Rincian 10.c : Jumlah lampu yang menyala pada siang hari
Tuliskan banyaknya lampu yang menyala pada siang hari yang digunakan oleh rumah tangga responden ke dalam kotak yang tersedia.
Lampu yang menyala pada siang hari adalah lampu yang tetap menyala secara terus menerus sebagai penerangan ruangan oleh rumah tangga meski di siang hari yang cerah. Hal ini disebabkan tanpa dinyalakannya lampu tersebut, maka ART tidak dapat melihat dengan jelas sehingga aktivitas terganggu.
Rincian 10.d : Jumlah lampu yang tetap menyala pada malam hari ketika tidur
Tuliskan banyaknya lampu yang tetap menyala pada malam hari ketika tidur yang digunakan oleh rumah tangga responden ke dalam kotak yang tersedia.
Lampu yang tetap menyala pada malam hari ketika tidur adalah lampu yang dibiarkan tetap menyala secara terus menerus pada waktu ART tidur di malam hari sampai pagi hari.
Rincian 11 : Berapa jumlah alat elektronik yang dikuasai/digunakan rumah tangga dan bagaimana kebiasaan rumah tangga dalam penggunaannya? Apakah sering, kadang-kadang atau tidak pernah membiarkan menyala meski tidak digunakan?
Rincian ini terdiri dari tiga kolom, yaitu alat elektronik yang digunakan, jumlah alat elektronik, dan kebiasaan penggunaan alat elektronik tersebut. Tanyakan terlebih dahulu jumlah alat elektronik yang dikuasai/digunakan oleh rumah tangga dan isikan ke kolom (2).
Jika rumah tangga tidak menguasai/menggunakan alat elektronik yang dimaksud maka isikan nilai 0 di kolom (2) dan lanjutkan ke alat elektronik berikutnya.
Jika rumah tangga menguasai/menggunakan alat elektronik (isian kolom (2)≠0), maka isikan kebiasaan rumah tangga dalam penggunaan alat elektronik tersebut pada kolom (3), apakah sering, kadang- kadang atau tidak pernah membiarkan alat elektronik tetap menyala meski tidak digunakan dengan melingkari salah satu kode 1 sampai 3 yang bersesuaian. Khusus R11.g s.d. R11.l untuk kolom (3) tidak ditanyakan.
Catatan :
Jika rumah tangga memiliki lebih dari satu alat elektronik maka kebiasaan yang dipilih adalah yang terburuk. Contoh : Jika suatu rumah tangga memiliki 2 televisi, televisi yang satu tidak pernah dibiarkan menyala jika tidak ditonton, sedangkan televisi yang satunya kadang-kadang dibiarkan menyala jika tidak ditonton maka pada kolom (3) R11.a kode yang dilingkari adalah kode 2 “kadang-kadang”.
32 Pedoman Pencacahan SPPLH 2013 Rincian 12 : Jika memiliki AC (rincian 11.b kol (2) ≠0) Apakah menyalakan AC pada suhu dibawah 25°C selama sebulan terakhir :
Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.31 Tahun 2005 pasal 4 tentang perlakuan penghematan energi pada rumah tangga salah satunya dapat dilakukan dengan mengatur suhu ruangan di rumah dengan suhu minimal 25°C. Pertanyaan ini dimaksudkan untuk menanyakan rumah tangga yang memiliki AC terkait kebiasaan menyalakan AC di bawah suhu 25°C (16°C-24°C) selama sebulan terakhir.
Lingkari salah satu kode 1 sampai dengan 3 dan pindahkan ke kotak yang telah disediakan.
Kode 1 “Tidak pernah”, jika responden tidak pernah menyalakan AC pada suhu di bawah 25°C (16°C-24°C);
Kode 2 “Ya, Kadang-kadang”, jika responden lebih sering menyalakan AC pada suhu 25°C atau lebih daripada di bawah 25°C (16°C-24°C);
Kode 3 “Ya, Sering”, jika responden lebih sering/selalu menyalakan AC pada suhu di bawah 25°C
(16°C-24°C) daripada pada suhu 25°C atau lebih.
Jika responden mulai menyalakan AC pada suhu di bawah 25°C (16°C-24°C) kemudian suhu baru dinaikkan menjadi 25°C atau lebih maupun kebalikannya, harus dilihat rentang waktunya. Jika responden lebih lama menyalakan AC pada suhu 25°C atau lebih, maka responden dikategorikan kode 2 dan jika responden lebih lama menyalakan AC pada suhu di bawah 25°C (16°C-24°C) maka responden dikategorikan kode 3. Jika rentang waktunya sama pilih kondisi terburuk (kode terbesar).
Rincian 13.a : Dalam setahun terakhir, apakah rumah tangga mengurangi pemakaian listrik?
Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui adanya usaha rumah tangga untuk mengurangi konsumsi listrik selama setahun terakhir. Rumah tangga yang sudah terbiasa melakukan penghematan listrik tetap dikategorikan mengurangi pemakaian listrik tanpa dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Lingkari salah satu kode jawaban dan isikan kode ke dalam kotak yang telah disediakan. Jika jawaban berkode 2 “Tidak”, lanjutkan ke R14.
Rincian 13.b : Alasan utama mengurangi pemakaian listrik:
Rincian ini diisi jika ada usaha mengurangi pemakaian listrik selama setahun terakhir (R13.a =1). Tanyakan alasan mengapa mengurangi pemakaian listrik, namun jangan dibacakan pilihan jawabannya. Biarkan responden menjawab secara spontan. Berdasarkan jawaban yang pertama kali diucapkan oleh responden, pencacah dapat menyimpulkan alasan sesuai kode yang tersedia.
Penghematan biaya adalah alasan terkait penghematan pengeluaran tagihan listrik. Misal, karena tarif listrik naik, maka rumah tangga berusaha melakukan penghematan listrik seperti mematikan lampu atau alat elektronik jika tidak digunakan.
Peduli lingkungan adalah alasan terkait kepedulian rumah tangga terhadap lingkungan. Misal rumah tangga sadar bahwa listrik berasal dari sumber daya yang tidak tergantikan, sehingga rumah tangga tersebut melakukan usaha-usaha penghematan pemakaian listrik.
Keterbatasan daya/pasokan sumber listrik adalah alasan karena adanya keterbatasan daya listrik sehingga rumah tangga harus mematikan alat elektroniknya untuk menghidupkan alat elektronik yang lain, atau adanya aturan pembatasan konsumsi listrik oleh pemerintah setempat.
Pedoman Pencacahan SPPLH 2013 33