IV. PENGISIAN DAFTAR SPPLH13.RT
4.2 Konsep Definisi dan Cara Pengisian Daftar SPPLH13.RT
4.2.8. Blok VIII Pemanfaatan Air
Blok ini digunakan untuk memperoleh informasi tentang cara pemanfaatan air oleh rumah tangga.
Rincian 18 : Sumber air utama yang digunakan
Tanyakan sumber air utama yang digunakan oleh rumah tangga responden guna keperluan minum, masak, mandi, cuci baju, dan cuci kendaraan. Isikan salah satu kode 01 sampai dengan kode 10, jawaban yang sesuai dan tuliskan di dalam kotak yang tersedia untuk masing-masing jenis keperluan. Apabila rumah tangga tidak menyediakan sendiri keperluan tersebut, seperti tidak memasak, tidak mencuci baju/kendaraan sendiri maka isikan kode “99” pada kotak yang bersesuaian.
Air kemasan/air isi ulang adalah air yang diproduksi dan didistribusikan oleh suatu perusahaan dalam kemasan botol (500 ml, 600 ml, 1 liter, 12 liter, atau 19 liter) dan kemasan gelas; misalnya air kemasan merk Aqua, Moya, 2Tang, VIT serta air yang diproduksi melalui proses penjernihan dan tidak memiliki merek;
Leding adalah air yang diproduksi melalui proses penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada konsumen melalui suatu instalasi berupa saluran air. Sumber air ini diusahakan oleh PAM (Perusahaan Air Minum), PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), atau BPAM (Badan Pengelola Air Minum), baik dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Air hasil penjernihan disalurkan ke konsumen oleh perusahaan air melalui instalasi dengan meteran maupun tanpa meteran, termasuk juga melalui pedagang air keliling/pikulan.
Sumur bor/pompa adalah air tanah yang cara pengambilannya dengan pompa tangan, pompa listrik, atau kincir angin, termasuk sumur artesis (sumur pantek);
Sumur terlindung adalah air yang berasal dari dalam tanah yang digali dan lingkar sumur tersebut dilindungi oleh tembok paling sedikit 0,8 meter di atas tanah dan 3 meter ke bawah tanah, serta ada lantai semen sejauh 1 meter dari lingkar sumur;
Sumur tak terlindung adalah air yang berasal dari dalam tanah yang digali dan lingkar sumur tersebut tidak dilindungi oleh tembok dan lantai semen sejauh 1 meter dari lingkar sumur.
Cara pengambilan air sumur terlindung maupun tak terlindung dengan menggunakan gayung atau ember, baik dengan maupun tanpa katrol;
Mata air terlindung adalah sumber air permukaan tanah di mana air timbul dengan sendirinya dan terlindung dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci, atau lainnya;
38 Pedoman Pencacahan SPPLH 2013 Mata air tak terlindung adalah sumber air permukaan tanah di mana air timbul dengan sendirinya tetapi tidak terlindung dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci, atau lainnya.
Penjelasan:
1. Ruta yang air minumnya berasal dari mata air atau air hujan yang ditampung dan dialirkan ke rumah dengan menggunakan pipa pralon/pipa leding maka sumber air minumnya tetap mata air atau air hujan.
2. Ruta yang menggunakan dua sumber air minum atau lebih, maka sumber air minum yang dicatat adalah yang terbanyak dimanfaatkan selama sebulan terakhir.
3. Bila suatu ruta menggunakan sumur terlindung sebagai sumber air minum, namun dalam mengambil (menaikkan) airnya, ruta itu menggunakan pompa (pompa tangan atau pompa listrik), maka sumber air ruta tersebut dikategorikan sumur terlindung jika mulut sumur terbuka, tetapi jika mulut sumur tersebut tertutup maka dikategorikan pompa.
Rincian 19 : Dalam seminggu terakhir, apakah memanfaatkan air bekas (cucian sayur/buah/beras, wudhu, dll) untuk keperluan lain?
Mirpury (2011) menjelaskan yang dimaksud air bekas (gray water) adalah air yang berasal dari bak cuci piring, mesin cuci dan kamar mandi. Sementara air yang sudah digunakan untuk menyiram kloset disebut air kotor (black water).
Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui kebiasaan rumah tangga dalam memanfaatkan air bekas seperti menggunakan air bekas mencuci beras/sayuran/daging/ikan untuk menyiram tanaman atau menggunakan air bekas mencuci pakaian untuk mencuci motor. Lingkari salah satu kode 1 sampai kode 3 dan isikan ke kotak yang tersedia.
Kode 1 ”Tidak pernah”, jika responden tidak pernah memanfaatkan air bekas untuk keperluan lain;
Kode 2 ”Ya, Kadang-kadang”, jika responden lebih sering tidak memanfaatkan air bekas untuk keperluan lain daripada memanfaatkannya;
Kode 3 ”Ya, Sering”, jika responden lebih sering memanfaatkan air bekas untuk keperluan lain daripada tidak memanfaatkannya.
Rincian 20 : Fasilitas mandi yang digunakan sebagian besar anggota rumah tangga:
Lingkari salah satu kode 1 sampai dengan kode 4, fasilitas mandi yang digunakan oleh sebagian besar ART responden, lalu tuliskan ke dalam kotak yang tersedia. Bila fasilitas mandi yang digunakan lebih dari satu, pilih fasilitas mandi yang lebih sering digunakan.
Lainnya adalah fasilitas mandi dengan menggunakan ember timba, pancuran, selang, dll.
Tidak menggunakan fasilitas mandi adalah rumah tangga yang mandi di sungai, danau, laut, dll. Isikan kode “9” untuk rumah tangga yang tidak menggunakan fasilitas mandi.
Perlu berhati-hati dalam menentukan sumber air minum rumah tangga, karena di
beberapa daerah ada yang menyalurkan air sungai atau mata air dari gunung ke
rumahnya dengan bambu atau pipa pralon/plastik. Dalam hal ini sumber air
minumnya adalah air sungai atau mata air, bukan leding.
Pedoman Pencacahan SPPLH 2013 39
Rincian 21 : Bagaimana penggunaan air untuk membilas cucian pakaian?
Lingkari salah satu kode 1 sampai dengan kode 5 tentang penggunaan air untuk membilas cucian pakaian oleh rumah tangga responden, lalu tuliskan ke dalam kotak yang tersedia. Bila cara penggunaan air untuk membilas cucian pakaian lebih dari satu, pilih yang paling sering dilakukan.
Menggunakan mesin cuci 1 tabung adalah cara membilas pakaian dengan menggunakan mesin cuci 1 tabung/otomatis.
Air mengalir adalah cara membilas cucian pakaian dengan menggunakan air yang terus mengalir dari kran atau selang.
Air ditampung (≤ 2 kali bilas) adalah cara membilas cucian pakaian dengan menggunakan air cucian yang ditempatkan di wadah, baskom, ember, atau tempat lainnya termasuk juga yang menggunakan mesin cuci 2 tabung/manual, maksimal 2 kali bilas.
Air ditampung (> 2 kali bilas) adalah cara membilas cucian pakaian dengan menggunakan air cucian yang ditempatkan di wadah, baskom, ember, atau tempat lainnya termasuk juga yang menggunakan mesin cuci 2 tabung/manual, lebih dari 2 kali bilas
Lainnya, adalah cara penggunaan air untuk membilas cucian pakaian selain tersebut di atas, seperti membilas di sungai, danau, rawa serta rumah tangga yang tidak mencuci dirumah/laundry.
Rincian 22 : Apakah menggunakan instalasi air (seperti: pipa, selang, dll)?
Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui keberadaan instalasi air yang digunakan rumah tangga responden. Lingkari kode 1 atau kode 2 sesuai jawaban responden dan isikan ke dalam kotak yang tersedia.
Instalasi air merupakan bangunan alur air bersih dari sumber air melalui komponen penyalur dan penyambungnya ke bak-bak penampungan air maupun kran-kran yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari. Jika jawaban berkode 2 atau “Tidak” lanjutkan ke R26. Rincian 23.a: Bagaimana penggunaan air untuk mencuci alat makan dan minum?
Isikan salah satu kode 1 atau kode 2 ke dalam kotak yang tersedia mengenai penggunaan air untuk mencuci alat makan/minum (termasuk peralatan dapur lainnya) yang biasanya dilakukan oleh rumah tangga responden.
Alat makan/minum dan peralatan dapur adalah peralatan yang digunakan untuk makan dan minum ART, seperti piring, sendok, gelas, serta peralatan dapur untuk memasak.
Mencuci dengan air mengalir adalah mencuci dengan menggunakan air yang terus mengalir dari kran atau selang.
Mencuci dengan air ditampung adalah mencuci dengan menggunakan air cucian yang ditempatkan di wadah, baskom, ember, atau tempat lainnya.
Rincian 23.b : Bagaimana penggunaan air untuk mencuci sayuran/buah?
Isikan salah satu kode 1 atau kode 2 ke dalam kotak yang tersedia mengenai penggunaan air untuk mencuci sayuran atau buah-buahan yang biasanya dilakukan oleh rumah tangga responden. Jika rumah tangga tidak memasak (tidak mencuci sayuran) dan tidak mencuci buah maka isikan kode “9”.
40 Pedoman Pencacahan SPPLH 2013 Rincian 24 : Apakah pernah membiarkan air mengalir tanpa digunakan?
Perilaku membiarkan air mengalir tanpa digunakan contohnya seperti mengisi bak mandi dan ditinggal melakukan aktivitas lainnya hingga meluap, menggosok gigi dan membiarkan kran tetap terbuka, dan lain-lain. Termasuk jika di rumah tersebut terdapat pipa bocor, namun dibiarkan untuk tidak diperbaiki. Isikan sesuai dengan kode yang bersesuaian.
Kode 1 “Tidak pernah”, jika responden tidak pernah membiarkan air mengalir tanpa digunakan;
Kode 2 “Ya, Kadang-kadang”, jika responden lebih sering tidak membiarkan air mengalir tanpa digunakan daripada membiarkannya;
Kode 3 “Ya, Sering”, jika responden lebih sering membiarkan air mengalir tanpa digunakan daripada tidak membiarkannya;
Rincian 25.a : Dalam setahun terakhir, apakah rumah tangga mengurangi pemakaian air?
Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui adanya usaha untuk mengurangi konsumsi air yang digunakan oleh rumah tangga. Lingkari kode 1 jika ”Ya” atau kode 2 jika “Tidak” dan isikan kode ke dalam kotak yang tersedia. Jika jawaban berkode 2 lanjutkan ke R26.
Rincian 25.b : Alasan utama mengurangi pemakaian air:
Rincian ini diisi jika ada usaha mengurangi pemakaian air selama setahun terakhir (R25.a = 1).
Tanyakan alasan mengapa mengurangi pemakaian air, namun jangan dibacakan pilihan jawabannya. Biarkan responden menjawab secara spontan. Berdasarkan jawaban yang pertama kali diucapkan oleh responden, pencacah dapat menyimpulkan alasan utama sesuai kode yang tersedia. Lingkari salah satu kode alasan dan pindahkan ke dalam kotak yang tersedia.
Penghematan biaya adalah alasan terkait penghematan pengeluaran/biaya untuk memperoleh sumber air. Misal, karena kenaikan tarif air, biaya pengambilan air mahal, hemat biaya listrik untuk mesin pompa air, maka rumah tangga berusaha melakukan penghematan seperti mematikan kran air ketika tidak digunakan;
Peduli lingkungan adalah alasan terkait kepedulian rumah tangga terhadap lingkungan. Misal rumah tangga sadar bahwa cadangan air bersih di dunia terbatas, air bersih dihemat untuk kepentingan generasi mendatang, sadar bahwa proses pembuatan air bersih memakan waktu lama dan tidak mudah, antisipasi kemarau panjang, atau sudah merupakan kebiasaan rumah tangga tersebut;
Pasokan/distribusi air terbatas adalah alasan di luar kedua alasan di atas. Misal karena keterbatasan pasokan atau tersendatnya distribusi air bersih oleh PDAM setempat, adanya keterbatasan air bersih pada musim kemarau sehingga rumah tangga terpaksa harus menghemat pemakaian air.
Usaha mengurangi pemakaian air yang dimaksud TIDAK TERMASUK jika rumah tangga mengganti/mensubtitusi satu jenis sumber air dengan jenis sumber air lainnya, seperti mengurangi pemakaian air leding dengan jalan
Pedoman Pencacahan SPPLH 2013 41