PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA AGROWISATA BUKIT BAROS CEMPAKA
SKOR BOBOT TOTAL IFE
Kuat 3,0-4,0 Sedang 2,0-2,99 Lemah 1,0-1,99 3,0 2,0 3,0 2,0 4,0 1,0 1,0
63 media promosi yang suadah ada seperti memaksimalkan pemanfaatan brosur dan leaflet, pemasangan stiker di kendaraan pengunjung serta memanfaatkan media lain seperti internet sebagai media promosi, seperti pembuatan blog, website, dan memanfaatkan jaejaring sosial yang ada.
Menurut David (2010) yang dimaksud dengan strategi pengembangan produk adalah strategi yang mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifikasi produk atau jasa yang sudah ada saat ini untuk meningkatkan penjualan.
Menurut (Pearce/Robinson, 2005) strategi pengembangan produk dapat dilakukan dengan cara:
1. Mengembangkan atribut produk baru : a. Adaptasi (gagasan lain, pengembangan)
b. Modifikasi (mengubah warna, gerakan, suara, bau, bentuk, rupa) c. Memperbesar (lebih kuat, lebih panjang, lebih tebal, tambahan) d. Memperkecil (lebih kecil, lebih pendek, lebih ringan)
e. Substitusi (bahan lain, proses, sumber tenaga)
f. Penataan kembali (pola lain, tata letak lain, urutan lain, komponen). g. Membalik (luar menjadi dalam)
h. Kombinasi (mencampur, meramu, asortasi, rakitan, unit gabungan, kegunaan, daya pikat, gagasan)
2. Mengembangkan beragam tingkat mutu.
3. Mengembangkan model dan ukuran lain (profilerasi produk).
Strategi pengembangan produk yang dapat dilakukan oleh agrowisata Bukit Baros Cempaka diantaranya seperti menambah fasilitas baru seperti out bond, meningkatkan mutu pelayanan agrowisata, penataan kembali sistem manajemen yang sudah ada agar semakin jelas dalam melaksanakan kegiatan usaha agrowisata, kemudian melaksanakan pengelolaan informasi agrowisata sebagai evaluasi usaha yang telah dilaksanakan.
Matriks IE hanya menghasilkan strategi yang secara umum, sehingga matriks IE perlu dilengkapi matriks SWOT sehingga menghasilakan alternatif strategi yang lebih spesifik
Analisis Matriks Strength-Weaknesses-Opportunities-Threats (SWOT)
Hasil analisis matriks SWOT (Strength-Weaknesses-Opportunities-Threats Matrix) dengan mencocokan faktor ekternal berupa peluang dan ancaman serta faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan menghasilkan enam strategi yang dikembangakkan dalam empat tipe strategi pengembangan. Strategi tersebut antara lain: Strategi S-O (kekuatan dan peluang; Strength-Opportunities ), W-O (kelemahan dan peluang; Weaknesses-Opportunities), ST (kekuatan dan ancaman; Strength-Threats), dan WT (kelemahan dan ancaman; Weaknesses-Threats). Matriks SWOT dari agrowisata Bukit Baros Cempaka disajikan pada Lampiran 4. Penjabaran terhadap matriks SWOT diatas yang mencakup empat kelompok strategi diuraikan sebagai berikut:
1. Strategi SO (Strength-Opportunities)
Stretegi SO adalah strategi yang memanfaatkan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang eksternal. Alternatif strategi SO agrowisata Bukit Baros Cempaka adalah menambah fasilitas out bond baru sebagai pelengkap fasilitas agrowisata Bukit Baros Cempaka.
64
Pada saat ini fasilitas yang sudah ada di agrowisata Bukit Baros Cempaka adalah fasilitas yang sudah umum ada seperti taman bermain, kolam mini, kafe, serta aula pertemuan yang umumnya hanya dapat dinikmati oleh pengunjung yang datang bersama rombongan maupun grup. Penambahan fasilitas berupa produk- produk wisata yang bisa dinikmati secara individual, maupun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan rombongan maupun grup, agar dapat meningkatkan pangsa pasar dan memperluas target pasarnya. Contoh fasilitas agrowisata yang dapat ditambahkan di agrowisata Bukit Baros Cempaka seperti sarana Out Bond seperti paint ball, flying fox, spider web.
Penambahan fasilitas Out Bond selain hanya sebagai sarana melakukan permainan sederhana yang dilakukan oleh para pemandu wisata kepada pengunjung, perlu ditambahkan juga fasilitas pada Out Bond seperi sarana paint ball,flying fox, spider web.
Alternatif penambahan fasilitas yang pertama adalah paint ball. Paint Ball adalah suatu permainan simulasi pertempuran, dimana seorang atau kelompok permainan berusaha untuk mengalahkan pemain / kelompok lain dengan cara memberi tanda ditubuh lawan menggunakan paint gun yaitu serupa dengan senjata api tetapi senjata api yang memiliki peluru berupa cat, dengan durasi ataupun atauran yang telaah disepakati dan ditentukan sebelumnya. Para peserta permainan ini wajib menggunakan pelindung tubuh, dari pelindung kepala seperti helm, pelindung mata, pelindung wajah seperti masker, pakaian berupa jaket maupun rompi, serta pelindung persendian. Lokasi yang cocok untuk permainan ini adalah hutan pinus kecil yang berada di Agrowisata Bukit Baros Cempaka, karena hutan pinus kecil tersebut memungkinkan bagi para pemain paint ball dapat bersembunyi dan melakukan serangan dalam permainan.
Alternatif penambahan fasilitas yang kedua adalah flying fox. Flying fox sendiri adalah jenis permainan tantangan yang sedang digemari sebagai sarana out bond, permainan ini dilakukandengan cara meluncur dari suatu tempat dengan ketinggian tertentu, menuju lokasi yang lebih rendah yang telah ditentukan sebelumnya. Permainan bisa dilakukan dengan bantuan pengaman yang telah dipasangkan terlebih dahulu kepada pemain, seperti helm dan tali pengaman sebagai penopang tubuh saat meluncur.
Alternatif penambahan fasilitas yang ketiga adalah Spider web, pemainan ini juga merupakan salah satu permainan out bond, permainan ini dilakukan dengan cara para pemain ataupun para peserta harus berpindah dari satu sisi ke sisi yang lainnya dengan melalui sebuah jarik raksasa, menyerupai jaring laba- laba dengan bantuan tali pengaman, serta pelingdung kepala seperti helm yang telah terpasang sebelumnya pada pemain. Lokasi yang cocok untuk permainan flying fox adalah lokasi yang memiliki ketinggian yang berbeda antara satu lokasi dengan lokasi yang lainnya, seperti lokasi berbukit yang dimiliki oleh agrowisata Bukit Baros Cempaka. Lokasi yang cocok untuk permainan spider web adalah lokasi yang dikelilingi phon-pohon tinggi sebagai penopang jaring, seperti lokasi yang terdapat di agrowisata Bukit Baros Cempaka yang memiliki banyak kumpulan pepohonan tinggi seperti kumpulan pepohonan pinus. Sebelum strategi penambahan fasilitas ini dilaksanakan tentu saja harus da penelitian dan perencanaan secara lebih matang mengenai penambahan fasilitas.
65 Semua perencanaan strategi tersebut, tentu saja harus didukung dengan meningkatkan mutu pelayanan yang sudah ada selama ini sebagai nilai lebih yang didapat oleh wisatawan yang berkunjung ke agrowisata Bukit Baros Cempaka. 2. Strategi WO (Weaknesses-Oppotunities)
Strategi WO adlah strategi yang bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan ara mengambil keuntungan dari peluang eksternal. Alternatif strategi WO bagi agrowisata Bukit Baros Cempaka adalah Meningkatkan promosi melalui media cetak, media elektronik yang lebih efektif, membuat paket khusus yang telah di tentukan demi meningkatkan pelayanan dan Menerapkan pelatihan dan pengembangan SDM.
Promosi merupakan suatu hal yang penting dalam pemasaran suatu produk maupun jasa. Keberadaan media cetak maupun media elektronik dapat membatu promosi bagi perusahaan. Selama ini agrowisata Bukit Baos Cempaka kurang memaksimalkan media promosi yang ada, selama ini hanya lebih pada media cetak sebagai sarana media promosi, promosi yang dilakukan pun masih sangat terbatas seperti hanya melalui leaflet, brosur, spanduk, papan promosi agrowisata, mouth of word dan melalui kunjungan dari program televisi.
Promosi yang dilakukan bisa lebih efektif lagi dengan cara menambahkan media yang sudah ada sebelumnya menambahkan papan agrowisata di tempat- tempat strategis seperti di pusat kota atau di jalur utama yang sering dilalui oleh kendaraan, membuat stiker untuk di pasang di kendaraan, kemudian bisa memanfaatkan media lain promosi sebagai sarana promosi yang lebih efektif, misalnya memanfaatkan media internet seperti memiliki website ataupun blog agrowisata, ataupun jejaring sosial yang ada seperti Facebook, Twitter dan sebagainya, sehingga lebih bisa mengikuti perkembangan jaman yang serba didukung oleh teknologi, yang menunjang kemudahan dalam mendapatkan informasi tanpa ada batasan ruang dan waktu.
Membuat paket khusus bertujuan untuk mempermudah calon pengunjung untuk mendapatkan informasi, mempermudah dalam menentukan pilihan paket agrowisata beserta harga yang perlu dibayar sehingga tidak perlu bingung bertanya kepada pengelola, serta mempermudah bagi pengelola untuk mempersiapkan kunjungan karena telah mengetahu paket apa yang telah dipilih oleh calon pengunjung sebelumnya, sehingga kualitas pelayanan tidak menurun. Paket khusus ini meliputi jenis makanan apa yang akan disediakan, kegiatan apasaja yang akan dilakukan di agrowisata dan terdapat fasilitas apa saja didalam agrowisata.
Menerapkan pelatihan dan pengembangan SDM juga perlu dilakukan oleh agrowisata Bukit Baros Cempaka sebagai cara untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pengetahuan dan keterampilan bagi para pekerja terutama dalam berkomunikasi dan melayani pengunjung agrowisata. Kegiatan pelatihan dan pengembangan ini dilakukan berupa latihan dalam berkomunikasi dan melayani terutama sebagai pemandu wisata, pemberian infomasi dasar mengenai lingkungan agrowisata dan produk yang ditawarkan.
3. Strategi ST (Strengths-Threats)
Strategi ST menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk menghindari atau mengurangi pengaruh ancaman eksternal. Alternatif strategi ST bagi agrowisata Bukit Baros Cempaka adalah Meningkatkan mutu pelayanan dan dan kualitas dari fasilitas agrowisata dengan ciri khas yang ada, sehingga konsumen
66
merasa puas dengan pelayanan dan fasilitas yang ada dan menjalin hubungan dengan objek wisata yang lain di Kabupaten Sukabumi, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, serta kerjasama dengan agen wisata, dalam menciptakan paket wisata.
Meningkatkan mutu pelayanan dan kualitas dari fasilitas agrowisata sehingga konsumen akan merasa puas dengan pelayanan dan fasilitas yang ada. Banyaknya obyek wisata yang menawarkan wisata alam, menyebabkan konsumen ataupun pengunjung memiliki banyak pilihan untuk berwisata ke obyek wisata mana saja yang diinginkan. Hal ini menyebabkan setiap perusahaan yang menawarkan pruduk/jasa yang sejenis harus melakukan suatu strategi dengan memanfaatkan kekuatan yang ada untuk menghadapi persaingan yang ada. Peningkatan mutu pelayanan jasa dan kualitas dari fasilitas wisata adalah sesuatu yang dilakukan agar tidak mengalami penurunan tingkat kunjungan. Agrowisata Bukit Baros Cempaka adalah suatu perusahan jasa agrowisata sehingga pelayanan dan memberikan fasilitas terbaik kepada konsumen maupun pengunjung merupakan modal terpenting yang harus dimiliki agar mampu bersaing dengan usaha sejenis yang lainnya.
Menjalin hubungan dengan objek wisata yang lain di Kabupaten Sukabumi, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, serta kerjasama dengan agen wisata, dalam menciptakan paket wisata. Tingkat persaingan antar wisata alam yang terletak di Kabupaten Sukabumi justru dpat menjadi suatu keuntungan bagi agrowisat Bukit Baros Cempaka. Wisata alam Pondok Halimun, Curug Cibereum, Wisata Danau dan Air Terjun Cinumpang, Bumi Perkemahan Cinumpang yang beraada di Kabupaten Sukabumi dan berdekatan dengan agrowisata Bukit Baros Cempaka dapat dimanfaatkan untuk menciptakan suatu bentuk kerjasama yang saling menguntungkan. Bentuk Kerjasama ini adalah dengan menciptakan paket wisata Kabupaten Sukabumi.
Adanya Dukungan dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sukabumi menjadikan gagasan tentang paket wisata ini memiliki kemungkinan untuk direalisasikan. Yang harus dilakukan pertamakali adalah mengumpulkan pengeloa wisata sejenis dalam suatu forum pertemuan dengan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sukabumi untuk mebentuk suatu kerjasama. Dalam forum tersebut dirumuskan mengenai ide, kerjasama, pembagian keuntungan, mekanisme berjalannya paket wisata, hingga pemasaran. Salah satu langkah pemasaran yang dapat dilakukan yaitu dengan manfaatkan agen-agen wisata yang terdapat dibeberapa pintu masuk kedatangan pariwisaata di pulau Jawa. Pemasaran melalui agen wisata ini adalah langkah strategis dalam memperluas pangsa pasar karena dapat menjangkau pangsa pasar yang sebelumnya belum terjangkau atau belum mengetaui keberadaan agrowisata Bukit Baros Cempaka. Strategi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan agrowisata Bukit Baros Cempaka maupun obyek wisata lainnya di Kabupaten Sukabumi dalam menghadapi persaingan dengan obyek wisata lainnya diluar Kabupaten Sukabumi.
4. Strategi WT (Weaknesses-Threats)
Strategi WT ini mengurangi kelemahan yang ada di internal dan menghindari ancaman dari eksternal. Alternatif strategi WT bagi agrowisata Bukit Baros Cempaka adalah menciptakan sistem manajemen yang jelas dan pengelolaan informasi agrowisata yang baik.
67 Memperbaiki sistem manajemen yang ada terutama mengenai pelaksanaan pembagian program kerja di agrowisata Bukit Baros Cempaka, pelaksanaan program kerja yang dilakukan selama ini memang sudah jelas, tetapi mengenai pelaksanaanya masih sering kali terjadi rangkap jabatan yang terjadi, serta pengambilan keputusan yang dilakukan bukan oleh orang yang seharusnya. Tahap pelaksanaan yang jelas sesuai dengan tugas yang telah diberikan merupakan bagian dari lancarnya suatu alur organisasi dalam usaha dan memberikan rasa percaya kepada pekerja untuk menjalankan program kerjanya juga merupakan bagian dari kondusifnya suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya, tertutama perusahaan jasa seperti agrowisata ini yang memerlukan pembagian tugas dan pelaksanaan yang jelas, serta membangun rasa percaya sesama pekerja memanglah sangat dibutuhkan demi berkembangnya usaha yang dilakukan.
Pengelolaan informasi agrowisata merupakan bagian dari evaluasi dari usaha yang dilakukan seperti pengolaan informasi mengenai internal dan eksternal agrowisata, terutama pengelolaan informasi mengenai jumlah pengunjung per periodenya. Pengelolaan informasi mengenai jumlah pengunjung per periodenya memang harus dilakukan sebagai bahan evaluasi, karena dengan mengetahui jumlah pengunjung per periode, maka perusahaan dapat mengetahui peresentase apakah mengalami penurunan, maupun peningkatan jumlah pengunjung per periodenya sebagai bahan acuan target yang harus dicapai pada periodenya, agar bisa terus meningkat dalam setiap periodenya, serta dapat memperjelas selama ini jenis konsumen, dan golongan konsumen yang datang berkunjung, sebagai target pasar dan bagian dari pemasaran yang akan semakin jelas dan tepat sasaran.
Selama ini di agrowisata Bukit Baros Cempaka belum memiliki pengelolaan data yang jelas mengenai jumlah wisatawan yang berkunjung, sehingga agrowisata Bukit Baros Cempaka belum memiliki target jumlah kunjungan yang akan di capai, sehinga mengalami kesulitan untuk mengetahui trend kunjungan yang terjadi disetiap periodenya, apakah terjadi penurunan jumlah kunjungan dan harus melakukan evaluasi alasan penurunannya, ataupun sudah terjadi peningkatan yang harus dipertahankan oleh perusahaan perusahan, karena tentu saja akan berpengaruh terhadap pendapatan arowisata.
Berdasarkan hasil analisis SWOT menghasilkan enam strategi yang bisa dilakukan oleh Agrowisata Bukit Baros Cempaka dalam mengembangakan usahanya. Strategi ini selaras dengan alternatif strategi yang dihasilakan oleh matriks IE yaitu strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Tabel 26 berikut menunjukan keselarasan strategi yang dihasilakan oleh matriks SWOT dan matriks IE.
68
Tabel 26 Keselarasan strategi hasil Matriks SWOT dan Matriks IE
No Matriks SWOT Matriks IE
1 Menambah fasilitas out bond baru sebagai pelengkap fasilitas agrowisata Bukit Baros Cempaka
Strategi pengembangan produk
2 Meningkatkan promosi melalui media cetak, media elektronik yang lebih efektif, serta membuat paket khusus yang telah ditentukan
Strategi penetrasi pasar
3 Menerapkan pelatihan dan pengembangan SDM
Strategi pengembangan produk
4 Meningkatkan mutu pelayanan dan dan kualitas dari fasilitas agrowisata dengan ciri khas yang ada, sehingga konsumen merasa puas dengan pelayanan dan fasilitas yang ada
Strategi pengembangan produk
5 Menjalin hubungan dengan objek wisata yang lain di Kabupaten Sukabumi, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, serta kerjasama dengan agen wisata, dalam menciptakan paket wisata
Strategi penetrasi pasar
6 Memperbaiki sistem manajemen yang ada dan pengelolaan informasi agrowisata sebagai bagian dari bahan evalusi agrowisata
Strategi pengembangan produk
Tahap Keputusan (Quantitative Strategic Planning Matrix - QSPM)
Setelah perumusan srategi menggunakan matriks SWOT yang didasarkan pada informasi dari matrik IFE, dan EFE tahap terkhir dari proses perumusan strategi terbaik menggunakan alat analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Penggunaan QSPM didasarkan pada tujuan untuk memperoleh prioritas strategi terbaik untuk dilaksanakan sesuai dengan kondisi perusahaan. Penentuan skor daya tarik QSPM dilakukan oleh satu orang responden yaitu Kepala Arowisata Bukit Baros Cempaka, penentuan daya tarik oleh satu orang ini berdasarkan pertimbangan bahwa responden tersebut merupakan pemegang keputusan tertinggi sekaligus merupakan orang yang mermuskan strategi di agriwisata Bukit Baros Cempaka. Penentuan daya tarik QSPM oleh responden tersebut dapat dilihat pada Lampiran 5 dan Hasil analisa QSPM agrowisata Bukit Baros Cempaka diringkas pada Tabel 27.
69 Tabel 27 Hasil analisis QSPM agrowisata Bukit Baros Cempaka
Strategi STAS Peringkat
1. Menambah fasilitas out bond baru sebagai
pelengkap fasilitas agrowisata Bukit Baros Cempaka (SO1)
5,902 3
2. Meningkatkan promosi melalui media cetak, media elektronik yang lebih efektif, serta membuat paket khusus yang telah ditentukan (WO1)
6,536 1
3. Menerapkan pelatihan dan pengembangan SDM (WO2)
5,672 5
4. Meningkatkan mutu pelayanan dan dan kualitas dari fasilitas agrowisata dengan ciri khas yang ada, sehingga konsumen merasa puas dengan pelayanan dan fasilitas yang ada (ST1)
5,866 4
5. Menjalin hubungan dengan objek wisata yang lain di Kabupaten Sukabumi, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, serta kerjasama dengan agen wisata, dalam menciptakan paket wisata (ST2)
5,867 6,425
2
6. Menciptakan sistem manajemen yang jelas dan pengelolaan informasi agrowisata sebagai bagian dari bahan evalusi agrowisata (WT1)
5,041 6
Sesuai dengan hasil penilaian strategi melalui QSPM, strategi yang harus pertama kali oleh agrowisata Bukut Baros Cempaka adalah meningkatkan promosi melalui media cetak, media elektronik yang lebih efektif, serta membuat paket khusus yang telah di tentukan demi meningkatkan pelayanan. Dengan memanfaatkan media promosi seperti media cetak, media elektronik dengan lebih efektif, diharapkan akan semakin dapat meningkatkan jumlah kunjugan wisatawan, yang akan berdampak pada pemasukan perusahaan. Kemudian dengan membuat paket khusus bertujuan untuk mempermudah calon pengunjung untuk mendapatkan informasi, mempermudah dalam menentukan pilihan paket agrowisata beserta harga yang perlu dibayar sehingga tidak perlu bingung bertanya kepada pengelola, serta mempermudah bagi pengelola untuk mempersiapkan kunjungan karena telah mengetahu paket apa yang telah dipilih oleh calon pengunjung sebelumnya, sehingga kualitas pelayanan tidak menurun. Paket khusus ini meliputi jenis makanan apa yang akan disediakan, kegiatan apasaja yang akan dilakukan di agrowisata dan terdapat fasilitas apa saja didalam agrowisata.
70