• Tidak ada hasil yang ditemukan

Butir Nomor 2

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 50-200)

(4) Analisis Data

Dilihat dari pada paparan data wawancara 1, tidak terlihat adanya kesulitan pada subjek V2 dalam melakukan prosedur berdasarkan rencana strategi yang dipilih sebelumnya. Akan tetapi, dilihat dari hasil jawaban siswa pada gambar 4.17, subjek V2 melakukan sedikit kesalahan dalam menjawab permasalahan pada butir nomor 1, yakni subjek tidak menuliskan tanda faktorial (!) pada perhitungannya. Meskipun demikian, kesalahan tersebut tidak mempengaruhi perhitungan yang dilakukan oleh subjek V2, sehingga hasil akhirnya tetap benar. Hal ini dapat disebabkan karena subjek kurang teliti atau lupa untuk memberi tanda faktorial. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek V2 tidak mengalami kesulitan dalam melakukan prosedur matematik pada butir 1. Selanjutnya berdasarkan paparan data wawancara 2, tidak terlihat adanya kesulitan pada subjek V2. Hal ini dapat dilihat dari kutipan V2,2,9 yang menyebutkan bahwa subjek tidak mengalami kesulitan selama melakukan penyelesaian masalah matematika pada butir nomor 1. Selain itu, berdasarkan gambar 4.18 tidak terlihat adanya kesalahan dan subjek V2 mampu menyelesaikan butir nomor 1 dengan benar. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek V2 tidak mengalami kesulitan dalam melakukan prosedur matematik pada butir nomor 1.

soal. Akan tetapi dalam dialog wawancara, subjek mengatakan apa saja yang diketahui dengan pemahamannya sendiri.

Gambar 4.19 merupakan lembar jawab subjek V2 dalam memahami masalah pada butir nomor 1.

Gambar 4.19. Lembar Jawab 1 Subjek V2 dalam Memahami Masalah Butir No. 2

Berikut adalah kutipan wawancara 1 subjek V2 dalam memahami masalah dan menerjemahkan masalah ke dalam model matematika pada butir nomor 2.

P1,13 : “Nah kalo gitu sekarang nomor 2, apa aja yang kamu pahami dan kamu ketahui dari soal ini?”

V2,1,12 : “Itu bu, saya nangkepnya ini soal permutasi karena ada syarat benderanya dipasang berjajar, jadi gak bisa kalo benderanya udah dipasang di urutan pertama terus dipasang di urutan ke lima.”

P1,13 : “Oh gitu? Berarti menurut kamu ini bentuk soalnya termasuk contoh soal permutasi?”

V2,1,13 : “Iya.

P1,14 : “Terus apa aja yang diketahui dari soal ini?”

V2,1,14 : “n sama dengan 9, terus r sama dengan 4.”

P1,15 : “Udah gitu aja?”

V2,1,15 : “Iya bu, kan ini n nya 9 karena ada 9 bendera.

Terus r nya 4 karena ada 4 warna bendera.”

P1,16 : “Ooh gitu, udah ya gitu aja menurut kamu yang diketahui?”

V2,1,16 : “Iya.”

(2) Paparan Data Wawancara 2

Pada saat wawancara 1 dilakukan, subjek diberikan lembar tugas pemecahan 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Pada saat mengerjakan butir nomor 2, subjek V2 tidak menuliskan apa saja yang diketahui dalam soal. Akan tetapi dalam dialog wawancara, subjek mengatakan

apa saja yang diketahui dengan pemahamannya sendiri.

Gambar 4.19 merupakan lembar jawab subjek V2 dalam memahami masalah pada butir nomor 1.

Gambar 4.20. Lembar Jawab 2 Subjek V2 dalam Memahami Masalah Butir No. 2

Berikut adalah kutipan wawancara 2 subjek V2 dalam memahami masalah dan menerjemahkan masalah ke dalam model matematika pada butir nomor 2.

P2,10 : “Oke, lanjut nomor 2.”

V2,2,10 : “(Siswa membawa soal nomor 2)”

P2,11 : “Apa yang bisa kamu pahami dari soal ini?”

V2,2,11 : “Mmm… ada 8 kursi yang disusun berjajar, terus 8 kursi itu terdiri dari 4 kursi warna hitam, 2 kursi warna merah, 1 kursi warna kuning dan 1 kursi warna hijau. Terus… karena mau disusun jadinya pake permutasi nanti.”

P2,12 : “Oh gitu, terus apa aja yang diketahui dari soal nomor 2 selain itu?”

V2,2,12 : “Diketahui n nya 8, terus r nya 4.”

P2,13 : “Hanya n sama dengan 8 dan r sama dengan 4?”

V2,2,13 : “Iya.”

P2,14 : “Kenapa r nya bisa bernilai 4?”

V2,2,14 : “Karena ini ada 4 warna kursi.”

P2,15 : “Ooh karena ada 4 warna kursi jadi r nya 4?”

V2,2,15 : “Iya hehehee”

P2,16 : “Berarti angka-angka yang menunjukkan jumlah masing-masing warnanya kaya 4 hitam, 2 merah, 1 kuning, dan 1 hijau ini gak ada artinya ya?”

V2,2,16 : “Nggak, karena total 8 kursi ini kan dari sini 4 hitam 2 merah 1 kuning 1 hijau ini.”

P2,17 : “Oh jadi kamu menganggap kalo angka-angka ini hanya keterangan bahwa warna hitam ada 4 dan seterusnya gitu ya?”

V2,2,17 : “Iya.”

Berdasarkan paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2 di atas, selanjutnya akan dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data pada data wawancara 1.

(3) Triangulasi

Dari paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2, diperoleh kesesuaian yakni subjek tidak mengalami kesulitan dalam memahami masalah dan memodelkan masalah butir nomor 2. Hal ini dapat dilihat dari kutipan V2,1,12, V2,1,14 dan V2,1,15 pada paparan data wawancara 1 dan kutipan V2,2,11 dan V2,2,12 pada paparan data wawancara 2, subjek mampu menjawab pertanyaan peneliti terkait alasannya dalam menyebukan unsur-unsur yang terdapat pada butir nomor 2 meskipun jawaban subjek kurang tepat karena disebabkan subjek salah memahami konsep pada soal nomor 2. Dari kesesuaian yang diperoleh dari kedua analisis pada wawancara tahap 1 dan tahap 2, maka data pada wawancara tahap 1 dikatakan valid.

(4) Analisis Data

Berdasarkan gambar 4.19 pada paparan data wawancara 1, subjek tidak menuliskan apa saja yang diketahui dalam butir nomor 2 pada lembar jawab siswa, akan tetapi subjek mampu menjelaskan dengan bahasanya sendiri terkait hal-hal yang diketahui dalam butir nomor 2. Hal ini dapat dilihat dari kutipan V2,1,12, subjek mampu memahami masalah pada butir nomor 2 dengan baik dan menjelaskan tentang ketentuan yang terdapat pada butir nomor 2. Selanjutnya dilihat dari kutipan V2,1,14 dan V2,1,15, subjek V2 telah menyebutkan unsur-unsur yang diketahui pada butir nomor 2. Akan tetapi, unsur-unsur yang telah disebutkan masih kurang tepat. Hal ini dapat disebabkan karena subjek V2 salah dalam memahami konsep

untuk memodelkan masalah matematika yang diketahui di dalam soal tersebut. Berdasarkan kutipan V2,2,11 pada paparan data wawancara 2, subjek mampu memahami masalah pada butir nomor 2 dengan baik dan menjelaskan ketentuan yang terdapat pada butir nomor 2. Selain itu, dilihat dari kutipan V2,2,12 subjek V2 telah menyebutkan unsur-unsur yang diketahui pada butir nomor 2. Akan tetapi, unsur-unsur yang telah disebutkan masih kurang tepat. Hal ini disebabkan karena subjek V2 salah dalam memahami konsep untuk memodelkan masalah matematika yang diketahui di dalam soal seperti yang ditunjukkan pada kutipan V2,2,16. Subjek hanya menganggap bahwa pernyataan dari 4 kursi warna hitam, 2 kursi warna merah, 1 kursi warna kuning dan 1 kursi warna hijau hanya berupa keterangan yang menyataan bahwa jumlah dari seluruh kursi tersebut ada 8 kursi. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek V2 tidak mengalami kesulitan dalam menerjemahkan masalah ke dalam model matematika pada butir nomor 2.

b) Menentukan Starategi

(1) Paparan Data Wawancara 1

Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Berikut adalah kutipan wawancara subjek V2 dalam menentukan strategi pada butir nomor 2.

P1,17 : “Oke, kalo strateginya kamu pake rumus apa?”

V2,1,17 : “Permutasi yang per n min r itu bu.”

(2) Paparan Data Wawancara 2

Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 2 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara.

(cuplikan wawancara aspek memahami masalah poin a)

𝑉2,2,11 : “Mmm… ada 8 kursi yang disusun berjajar, terus 8 kursi itu terdiri dari 4 kursi warna hitam, 2 kursi warna merah, 1 kursi warna kuning dan 1 kursi warna hijau. Terus… karena mau disusun jadinya pake permutasi nanti.”

Berikut adalah kutipan wawancara subjek V2 dalam menentukan strategi pada butir nomor 2.

P2,17 : “Oh gitu, oke. Terus berarti strateginya pake permutasi tadi ya?”

V2,2,18 : “Iya bu.”

P2,18 : “Kenapa langsung milih permutasi?”

V2,2,19 : “Ya ini bu, karena mau disusun hehehe.”

P2,19 : “Oalaah jadi alasan yang meyakinkan kamu hanya itu ya?”

V2,2,20 : “Iya bu, karena patokan saya emang itu. Biasanya kalo soal yang ada kata kaya gininya (menunjuk kata “disusun” pada soal nomor 2) biasanya permutasi. Terus sebenernya saya bisa bedain soal permutasi sama kombinasi, cuma saya bingung bu kalo harus jelasin.”

Berdasarkan paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2 di atas, selanjutnya akan dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data pada data wawancara 1.

(3) Triangulasi

Dari paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2, diperoleh kesesuaian yakni subjek tidak mengalami kesulitan dalam memahami menentukan strategi untuk menyelesaikan masalah pada butir nomor 2. Hal ini dapat dilihat karena pada kedua paparan data wawancara di atas, subjek tidak terlihat ragu dalam menentukan pilihan strageginya yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah pada butir nomor 2. Dari kesesuaian yang diperoleh dari kedua analisis pada wawancara tahap 1 dan tahap 2, maka data pada wawancara tahap 1 dikatakan valid.

(4) Analisis Data

Berdasarkan kutipan V2,1,12 pada paparan data wawancara 1, subjek V2 telah mengatakan bahwa strategi yang digunakan untuk menyelesaikan butir nomor 2 adalah permutasi.

Meskipun subjek melakukan kesalahan dalam menentukan strategi yang tepat digunakan untuk menyelesaikan butir nomor 2, peneliti tidak melihat adanya kesulitan dari subjek V2 saat menentukan strategi yang dipilihnya. Hal ini dapat disebabkan karena subjek lupa dengan permutasi jenis lainnya atau karena subjek tidak dapat membedakan jenis permutasi yang satu dengan jenis permutasi lainnya. Selanjutnya berdasarkan kutipan wawancara V2,2,11 pada paparan data wawancara 2, subjek V2 telah menyebutkan bahwa butir nomor 2 merupakan jenis soal yang menggunakan strategi permutasi untuk dapat menyelesaikannya. Selain itu, subjek juga memberi alasan terkait dipilihnya permutasi sebagai strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah matematika pada butir nomor 2. Hal ini dapat dilihat dari kutipan V2,2,19 dan kutipan V2,2,20. Akan tetapi, meskipun subjek telah mengatakan bahwa strategi yang akan digunakan adalah permutasi, penentuan strategi tersebut masih belum tepat karena subjek belum menyebutkan jenis dari permutasi yang seharusnya. Selain itu, tidak terlihat adanya kesulitan dari subjek saat menentukan strategi untuk menyelesaikan masalah pada butir nomor 2, melainkan subjek hanya melakukan kesalahan. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek tidak mengalami kesulitan dalam menentukan strategi pada butir nomor 2.

c) Melakukan Prosedur Matematik (1) Paparan Data Wawancara 1

Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Gambar 4.21 merupakan lembar jawab subjek V2 dalam melakukan prosedur matematik pada butir nomor 2.

Gambar 4.21. Lembar Jawab 1 Subjek V2 dalam Melakukan Prosedur Matematik Butir No. 2

Berikut adalah kutipan wawancara 1 subjek V2 dalam melakukan prosedur matematika pada butir nomor 2.

P1,18 : “Oke, silahkan dikerjakan dulu kalo gitu.”

V2,1,18 : “Iya bu. (Siswa melakukan prosedur matematik butir nomor 2)”

P1,19 : “Hati-hati dalam menghitung ya, teliti jangan sampe ada yang salah. (Peneliti memberi peringatan karena melihat subjek tidak menuliskan tanda faktorial (!) setelah angka 5 pada lembar jawab siswa)”

V2,1,19 : “(Siswa tetap fokus pada pekerjaannya)”

V2,1,20 : “Sudah”

P1,20 : “Masih mau diteliti lagi gak itu? Mungkin aja kamu gak teliti ngerjainnya.”

V2,1,21 : “Udah kok bu.”

P1,21 : “Oh yaudah. Kesulitan gak ngerjain nomor 2 ini?”

V2,1,22 : “Nggak sih bu Insyaa Allah.”

P1,22 : “Gak ada kesulitan ya dari awal pengerjaan?”

V2,1,23 : “Nggak ada.”

P1,23 : “Oke.”

(2) Paparan Data Wawancara 2

Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 2 sebagai

pengantar beserta acuan dalam wawancara. Gambar 4.22 merupakan lembar jawab subjek V2 dalam melakukan prosedur matematik pada butir nomor 2.

Gambar 4.22. Lembar Jawab 2 Subjek V2 dalam Melakukan Prosedur Matematik Butir No. 2

Berikut adalah kutipan wawancara 2 subjek V2 dalam melakukan prosedur matematika pada butir nomor 2.

P2,20 : “Ooh gitu, yaudah silahkan dikerjakan.”

V2,2,21 : “(Siswa mengerjakan prosedur matematik nomor 2)”

V2,2,22 : “Udah bu.”

P2,21 : “Jawabannya 1680. Yakin itu jawabannya segitu?”

V2,2,23 : “Yakin bu, Insyaa Allah hehehe.”

Berdasarkan paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2 di atas, selanjutnya akan dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data pada data wawancara 1.

(3) Triangulasi

Dari paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2, diperoleh kesesuaian yakni subjek tidak mengalami kesulitan dalam melakukan prosedur matematik pada butir nomor 2. Hal ini dapat dilihat karena pada kedua paparan data wawancara di atas, subjek mampu melakukan prosedur matematik berdasarkan strategi yang telah ditentukan sebelumnya meskipun strategi yang ditentukan tersebut salah.

Dari kesesuaian yang diperoleh dari kedua analisis pada wawancara tahap 1 dan tahap 2, maka data pada wawancara tahap 1 dikatakan valid.

(4) Analisis Data

Berdasarkan gambar 4.21 pada paparan data wawancara 1, subjek V2 melakukan sedikit kesalahan dalam menjawab permasalahan pada butir nomor 2, yakni subjek tidak menuliskan tanda faktorial (!) pada perhitungannya. Selain itu, subjek telah salah menentukan strategi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pada butir nomor 2 ini. Sehingga menyebabkan jawaban akhir subjek V2 menjadi salah.

Meskipun demikian, jika dilihat dari kutipan wawancara di atas yakni pada kutipan V2,1,12 subjek V2 menyebutkan tidak mengalami kesulitan dalam melakukan prosedur berdasarkan rencana strategi yang dipilih sebelumnya. Selanjutnya berdasarkan gambar 4.22 pada paparan data wawancara 2, subjek V2 melakukan kesalahan dalam melakukan prosedur matematik pada butir nomor 2. Hal ini dikarenakan sebelumnya subjek telah salah menentukan strategi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pada butir nomor 2 ini. Sehingga menyebabkan jawaban akhir subjek V2 menjadi salah. Meskipun demikian, berdasarkan kutipan V2,2,23 dan pada saat peneliti memperhatikan subjek V2 melakukan prosedur matematika tidak terlihat adanya kesulitan dari subjek V2, melainkan subjek hanya melakukan kesalahan.

Sehingga dapat dikatakan subjek V2 tidak mengalami kesulitan saat melakukan prosedur matematik pada butir nomor 2.

3) Butir Nomor 3

a) Memahami Masalah dan Menerjemahkan Masalah ke dalam Model matematika

(1) Paparan Data Wawancara 1

Pada saat wawancara 1 dilakukan, subjek diberikan lembar tugas pemecahan masalah 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Pada saat mengerjakan butir nomor

3, subjek V2 tidak menuliskan apa saja yang diketahui dalam soal. Akan tetapi dalam dialog wawancara, subjek mengatakan apa saja yang diketahui dengan pemahamannya sendiri.

Gambar 4.23 merupakan lembar jawab subjek V2 dalam memahami masalah pada butir nomor 3.

Gambar 4.23. Lembar Jawab 1 Subjek V2 dalam Memahami Masalah Butir No. 3

Berikut adalah kutipan wawancara 1 subjek V2 dalam memahami masalah dan menerjemahkan masalah ke dalam model matematika pada butir nomor 3.

P1,24 : “Nomor 3 ya sekarang, apa aja yang kamu pahami dan kamu ketahui dari soal ini?”

V2,1,24 : “Mmm (siswa membaca soal nomor 3) bu ini tuh kayanya permutasi yang ada n+1 nya itu ya bu?”

P1,25 : “Yang mana maksudnya?”

V2,1,25 : “Yang permutasi siklus itu bu.”

P1,26 : “Permutasi siklis?”

V2,1,26 : “Eh iya siklis hehe.”

P1,27 : “Kenapa kamu bisa mikir kalo ini permutasi siklis?”

V2,1,27 : “Karena sepemahaman saya itu, yang duduk berdampingan itu pakenya permutasi siklis bu.

Karena dia kan misalnya tadinya 3 orang, karena harus berdampingan jadi dihitung 1 doang.

Gimana ya bu hehe bingung jelasinnya.”

P1,28 : “Oh gitu. Terus apa aja yang diketahui?”

V2,1,28 : “Kalo siklis itu berarti n nya ditambah 1, jadi 7 ditambah 1 itu jadi n nya 8, terus r nya 3.”

P1,29 : “Yakin ya itu aja yang diketahui?”

V2,1,29 : “Iya bu.”

(2) Paparan Data Wawancara 2

Pada saat wawancara 2 dilakukan, subjek diberikan lembar tugas pemecahan masalah 2 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Pada saat mengerjakan butir nomor 3, subjek V2 tidak menuliskan apa saja yang diketahui dalam soal. Akan tetapi dalam dialog wawancara, subjek mengatakan apa saja yang diketahui dengan pemahamannya sendiri.

Gambar 4.24 merupakan lembar jawab subjek V2 dalam memahami masalah pada butir nomor 3.

Gambar 4.24. Lembar Jawab 2 Subjek V2 dalam Memahami Masalah Butir No. 3

Berikut adalah kutipan wawancara 2 subjek V2 dalam memahami masalah dan menerjemahkan masalah ke dalam model matematika pada butir nomor 3.

P2,22 : “Oke lanjut, nomor 3 apa saja yang kamu pahami dan kamu ketahui ya?”

V2,2,24 : “(Siswa membaca soal nomor 3) Yang saya pahami, ini soal kombinasi. Diketahui n nya 7, sama…”

P2,23 : “n nya 7? Terus?”

V2,2,25 : “Bentar bu.”

P2,24 : “Oke.”

V2,2,26 : “Sama r nya 2 bu.”

P2,25 : “Kenapa r nya 2?”

V2,2,27 : “Heheheh karena harus ada 2 orang yang duduk berdampingan.”

P2,26 : “Kalo r nya yang 7 karena ada 7 siswa?”

V2,2,28 : “Jumlah, eh iya total ada 7 siswa.”

Berdasarkan paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2 di atas, selanjutnya akan dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data pada data wawancara 1.

(3) Triangulasi

Dari paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2, diperoleh kesesuaian yakni subjek tidak mengalami kesulitan dalam memahami masalah dan memodelkan masalah butir nomor 3. Hal ini dapat dilihat dari kutipan V2,1,27 dan V2,1,28 pada paparan data wawancara 1 dan kutipan V2,2,26, V2,2,27, V2,2,28 pada paparan data wawancara 2, subjek mampu dengan menjawab pertanyaan peneliti terkait alasannya dalam menyebukan unsur-unsur yang terdapat pada butir nomor 3 meskipun jawaban subjek kurang tepat karena disebabkan subjek salah memahami konsep pada soal nomor 3. Dari kesesuaian yang diperoleh dari kedua analisis pada wawancara tahap 1 dan tahap 2, maka data pada wawancara tahap 1 dikatakan valid.

(4) Analisis Data

Berdasarkan gambar 4.23 pada paparan data wawancara 1, subjek tidak menuliskan apa saja yang diketahui dalam butir nomor 3 pada lembar jawab siswa, akan tetapi subjek menjelaskan dengan bahasanya sendiri terkait hal-hal yang diketahui dalam butir nomor 3. Dapat dilihat dari kutipan V2,1,27, subjek mengutarakan pemahamannya dengan menyebutkan strategi yang akan digunakannya untuk menyelesaikan permasalahan matematika pada butir nomor 3.

Meskipun pemahaman dari subjek V2 belum tepat, tetapi peneliti tidak melihat adanya kesulitan dari subjek V2 saat wawancara berbasis tugas berlangsung. Hal ini dapat disebabkan karena subjek tidak benar-benar memahami konsep dari permutasi siklis. Selain itu, dilihat dari kutipan

V2,1,28 subjek V2 telah menyebutkan unsur-unsur yang diketahui dalam butir soal nomor 3 dengan baik dan tidak terlihat adanya kesulitan dari subjek.

Selanjutnya dilihat dari kutipan V2,2,24, pada paparan data wawancara 2, siswa mengutarakan pemahamannya dengan menyebutkan strategi yang akan digunakannya untuk menyelesaikan masalah dan menyebutkan salah satu unsur yang diketahui dalam butir nomor 3. Selain itu, dilihat dari kutipan V2,2,26,V2,2,27,V2,2,28, subjek menyebutkan unsur lainnya yang diketahui dalam butir soal nomor 3 dan menjelaskan alasannya. Akan tetapi pernyataan yang diungkapkan oleh subjek terkait unsur-unsur yang diketahui masih kurang tepat. Meskipun demikian, tidak terlihat adanya kesulitan dari subjek saat mengutarakan pemahamannya dan unsur yang diketahui dalam butir nomor 3. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek tidak mengalami kesulitan dalam memahami masalah dan menerjemahkan masalah ke dalam model matematika pada butir nomor 3.

b) Menentukan Strategi

(1) Paparan Data Wawancara 1

Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Berikut adalah kutipan wawancara subjek V2 dalam menentukan strategi pada butir nomor 3.

P1,30 : “Strateginya tadi pake apa??”

V2,1,30 : “Permutasi siklis.”

P1,31 : “Oke silahkan dikerjakan.”

(2) Paparan Data Wawancara 2

Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 1 sebagai

pengantar beserta acuan dalam wawancara. Berikut adalah kutipan wawancara subjek V2 dalam menentukan strategi pada butir nomor 2.

P2,27 : “Oke berarti tadi kamu pake strateginya apa?”

V2,2,29 : “Kombinatorik”

P2,28 : “Yakin?”

V2,2,30 : “Iya, menurut saya. Hehehe.”

Berdasarkan paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2 di atas, selanjutnya akan dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data pada data wawancara 1.

(3) Triangulasi

Dari paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2, diperoleh kesesuaian yakni subjek tidak mengalami kesulitan dalam memahami menentukan strategi untuk menyelesaikan masalah pada butir nomor 3. Hal ini dapat dilihat dari kutipan V2,1,30 pada paparan data wawancara 1 dan kutipan V2,2,29 pada paparan data wawancara 2, subjek tidak terlihat ragu dalam menentukan pilihan strateginya yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah pada butir nomor 3. Dari kesesuaian yang diperoleh dari kedua analisis pada wawancara tahap 1 dan tahap 2, maka data pada wawancara tahap 1 dikatakan valid.

(4) Analisis Data

Berdasarkan kutipan V2,1,30, subjek V2 telah mengatakan bahwa strategi yang digunakan untuk menyelesaikan butir nomor 3 adalah permutasi siklis. Tidak terlihat adanya keraguan atau kesulitan dari subjek saat menentukan strategi yang akan dipilih untuk menyelesaikan masalah pada butir soal nomor 3 ini. Selanjutnya berdasarkan kutipan V2,2,29, subjek V2 telah mengatakan bahwa strategi yang digunakan untuk menyelesaikan butir nomor 1 adalah kombinatorik.

Tidak terlihat adanya keraguan atau kesulitan dari subjek saat menentukan strategi yang akan dipilih untuk menyelesaikan masalah pada butir soal nomor 3 ini. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek V2 tidak mengalami kesulitan dalam menentukan strategi untuk menyelesaikan masalah matematika pada butir nomor 3.

c) Melakukan Prosedur Matematik (1) Paparan Data Wawancara 1

Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Gambar 4.25 merupakan lembar jawab subjek V2 dalam melakukan prosedur matematik pada butir nomor 3.

Gambar 4.25. Lembar Jawab 1 Subjek V2 dalam Melakukan Prosedur Matematik Butir No. 3

Berikut adalah kutipan wawancara 1 subjek V2 dalam melakukan prosedur matematika pada butir nomor 3.

V2,1,31 : “(Siswa melakukan prosedur matematik butir nomor 3) Bu, boleh tanya gak?”

P1,32 “Tanya apa?”

V2,1,32 “Kalo siklis itu yang bener n – 1 atau n + 1? ” P1,33 : “Seinget kamu aja yang bener apa.”

V2,1,33 : “Aduh bingung bu, jadi ragu to bu saya.”

P1,34 : “Gimana? Kesulitan dimana?”

V2,1,34 : “Ini bu, kalo saya pake n+1 berarti n nya jadi 8, tapi kalo saya pake n-1 kan jadinya n nya 6. Nah itu kan pasti mempengaruhi hasil akhirnya bu kalo salah.”

P1,35 : “Kamu lebih inget yang mana? Ditambah apa dikurangin?”

V2,1,35 : “Ditambah sih bu kayak e”

P1,36 : “Oh yaudah kalo ditambah ya silahkan yakin aja.”

V2,1,36 : “(Siswa kembali melakukan prosedur matematik butir nomor 3)

V2,1,37 : “Udah bu. Hasilnya 336.”

P1,37 : “Oke, yakin sekarang sama hasilnya?”

V2,1,38 : “Iya bu, udah.”

P1,38 : “Oke, sempat kesulitan dibagian mana aja?”

V2,1,39 : “Ya itu tadi bu, bingung sama rumusnya pake plus atau minus.”

P1,39 : “Oh gitu, selain itu gak ada kesulitan ya?”

V2,1,40 : “Iya.”

(2) Paparan Data Wawancara 2

Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 2 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Gambar 4.26 merupakan lembar jawab subjek V2 dalam melakukan prosedur matematik pada butir nomor 3.

Gambar 4.26. Lembar Jawab 2 Subjek V2 dalam Melakukan Prosedur Matematik Butir No. 3

Berikut adalah kutipan wawancara 2 subjek V2 dalam melakukan prosedur matematika pada butir nomor 3.

P2,29 : “Oh gitu, yaudah kerjain aja dulu.”

V2,2,31 : “(Siswa melakukan prosedur matematik butir nomor 3)”

V2,2,32 : “Bu, saya lupa ini cara ngitungnya (menunjuk ke operasi bilangan 2 ∙ 5! Pada lembar jawab siswa).”

P2,30 : “Terus?”

V2,2,33 : “(Siswa melanjutkan perhitungannya) 2 dikali 5 faktorial sama dengan 10 faktorial, berarti…

(sambil terus mengerjakan)”

P2,31 : “Gimana? Susah?”

V2,2,34 : “Lumayan bu.”

P2,32 : “Udah yakin belum sama jawaban kamu?”

V2,2,35 : “Hehehe gak begitu.”

Berdasarkan paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2 di atas, selanjutnya akan dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data pada data wawancara 1.

(3) Triangulasi

Dari paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2, diperoleh kesesuaian yakni subjek mengalami kesulitan dalam melakukan prosedur matematik pada butir nomor 3. Hal ini dapat dilihat pada kutipan V2,1,33 pada paparan data wawancara 1 dan kutipan V2,2,34 pada paparan data wawancara 2, subjek mengaku merasa kesulitan dan tidak yakin dengan jawabannya terkait prosedur yang telah dikerjakan. Selain itu jawaban subjek pun masih salah. Dari kesesuaian yang diperoleh dari kedua analisis pada wawancara tahap 1 dan tahap 2, maka data pada wawancara tahap 1 dikatakan valid.

(4) Analisis Data

Berdasarkan gambar 4.25 pada paparan data wawancara 1, subjek V2 melakukan sedikit kesalahan dalam menjawab permasalahan pada butir nomor 3, yakni subjek telah salah menulis rumus permutasi siklis yang telah ditentukan sebelumnya. Hal ini menyebabkan hasil akhir dari jawaban subjek juga menjadi salah. Selain itu, dilihat dari kutipan V2,1,33, subjek mengaku sedikit kebingungan atau kesulitan saat mengingat rumus dari permutasi siklis. Sama halnya dengan jawaban subjek pada paparan data wawancara 1

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 50-200)

Dokumen terkait