a) Memahami Masalah dan Menerjemahkan Masalah ke dalam Model matematika
(1) Paparan Data Wawancara 1
Pada saat wawancara 1 dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Pada saat mengerjakan butir nomor 4, subjek V1 tidak menuliskan apa saja yang diketahui dalam soal. Akan tetapi dalam dialog wawancara, subjek mengatakan apa saja yang diketahui dengan pemahamannya sendiri. Gambar 4.11 merupakan lembar jawab subjek V1 dalam memahami masalah pada butir nomor 4.
Gambar 4.11. Lembar Jawab 1 Subjek V1 dalam Memahami
Masalah pada Butir No. 4
Berikut adalah kutipan wawancara 1 subjek V1 dalam memahami masalah pada butir nomor 4.
P1,52 : “Oke sekarang nomor 4, apa aja yang kamu ketahui dari nomor 4 ini?”
V1,1,54 : “Tunggu, ini ada unsur keseluruhan sama unsur yang ditanyakan”
P1,53 : “Terus?”
V1,1,55 : “Mmmm yang jadi n nya berarti ada 2 ya bu?”
P1,54 : “Kenapa ada 2?”
V1,1,56 : “Lha ini ada 6 ayam sama 4 kambing. Berarti kan n nya ada 2 bu. Terus r nya juga 2, karena diminta 3 ayam dan 2 kambing.”
P1,55 : “Ooh gitu maksudnya. Berarti n sama r nya berapa kalo gitu?”
V1,1,57 : “n nya 6 sama 4, r nya 3 sama 2.”
(2) Paparan Data Wawancara 2
Pada saat wawancara 2 dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Pada saat mengerjakan butir nomor 4, subjek V1 tidak menuliskan apa saja yang diketahui dalam soal. Akan tetapi dalam dialog wawancara, subjek mengatakan apa saja yang diketahui dengan pemahamannya sendiri. Gambar 4.12 merupakan lembar jawab subjek V1 dalam memahami masalah pada butir nomor 4.
Gambar 4.12. Lembar Jawab 2 Subjek V1 dalam Memahami
Masalah pada Butir No. 4
Berikut adalah kutipan wawancara 2 subjek V1 dalam memahami masalah pada butir nomor 4.
P2,42 : “Nah sekarang kalo di nomor 4 apa aja yang kamu ketahui?”
V1,2,42 : “n nya ada 2 bu, yang kelas X n nya 8 terus yang kelas XI n nya 6.”
P2,43 : “Udah itu aja?”
V1,2,43 : “Sek bu kan ada r nya.”
P2,44 : “Ooh oke, r nya berapa?”
V1,2,44 : “r nya juga kan ada 2 to bu, itu r yang kelas X tu 1, terus r yang kelas XI nya 2.”
P2,45 : “Udah? Ada lagi gak yang diketahui selain itu?”
V1,2,45 : “Ndak, udah bu.”
Berdasarkan paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2 di atas, selanjutnya akan dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data pada data wawancara 1.
(3) Triangulasi
Dari paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2, diperoleh kesesuaian yakni subjek tidak mengalami kesulitan dalam memahami masalah dan memodelkan masalah butir nomor 4. Hal ini dapat dilihat dari kutipan V1,1,56 pada data wawancara 1 dan kutipan V1,2,42 dan V1,2,44 pada data wawancara 2, subjek mampu dengan menjawab dengan benar pertanyaan peneliti terkait alasan pemilihan jumlah unsur yang terdapat pada soal nomor 4. Dari kesesuaian yang diperoleh dari kedua analisis pada wawancara tahap 1 dan tahap 2, maka data pada wawancara tahap 1 dikatakan valid.
(4) Analisis Data
Dilihat dari lembar jawab siswa pada gambar 4.11, subjek V1 tidak menuliskan apa saja yang diketahui dalam butir nomor 4. Tetapi melalui kutipan wawancara yakni pada kutipan V1,1,56, subjek telah mengatakan unsur-unsur yang diketahui dalam soal dengan baik dan benar. Selanjutnya pada penggalan kutipan di atas subjek terlihat yakin dalam menjawab pertanyaan peneliti terkait alasannya memilih nilai n dan r yang berjumlah 2 dan tidak terlihat adanya kesulitan pada subjek V1. Selanjutnya dilihat dari 4.12 pada data wawancara 2, subjek V1 tidak menuliskan apa saja yang diketahui dalam butir nomor 4. Tetapi melalui kutipan wawancara yakni pada kutipan V1,2,42 dan V1,2,44, subjek telah mengatakan unsur-unsur yang diketahui dalam soal. Menurut subjek, ada 2 nilai n dan r, hal ini disebabkan karena ada 2 unsur yang tidak bisa disatukan yakni siswa kelas X dan siswa kelas XI. Selanjutnya pada penggalan kutipan di atas tidak terlihat adanya kesulitan pada subjek V1, sehingga dapat
dikatakan bahwa subjek V1 tidak mengalami kesulitan dalam memahami masalah pada butir nomor 4.
b) Menentukan Strategi
(1) Paparan Data Wawancara 1
Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Berikut adalah kutipan wawancara subjek V1 dalam menentukan strategi pada butir nomor 4.
P1,56 : “Terus menurut kamu ini pake strategi apa ya buat ngerjainnya?”
V1,1,58 : “Permutasi bu.”
P1,57 : “Yakin?”
V1,1,59 : “Eh eh. Salah bu?”
P1,58 : “Ya kan saya tanya. Yakin pake permutasi?”
V1,1,60 : “Gak yakin bu jadinya hahahaha. Eh yawes bu yakin aja.”
(2) Paparan Data Wawancara 2
Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 2 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Berikut adalah kutipan wawancara subjek V1 dalam menentukan strategi pada butir nomor 4.
P2,46 : “Ooh oke, terus pakai rumus apa ini kira-kira?”
V1,2,46 : “Permutasi kayanya bu.”
P2,47 : “Kayanya? Yakin pake permutasi nggak?”
V1,2,47 : “Iya bu, seingetku kemaren yang soalnya mirip mirip ini tak pakein permutasi.”
P2,48 : “Oh gitu, yakin ya tapi?”
V1,2,48 : “Aaa bu jangan gitu to bu.”
P2,49 : “Saya kan cuma memastikan kamu aja supaya kamu lebih yakin.”
V1,2,49 : “Yaudah, yakin permutasi.”
Berdasarkan paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2 di atas, selanjutnya akan dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data pada data wawancara 1.
(3) Triangulasi
Dari paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2, diperoleh kesesuaian yakni subjek mengalami kesulitan dalam memahami masalah dan memodelkan masalah butir nomor 4. Hal ini dapat dilihat karena pada kedua paparan data wawancara di atas, subjek terlihat memiliki keraguan terhadap pemilihan strateginya untuk menyelesaikan butir nomor 2. Selain itu, subjek hanya menjawab dengan menerka-nerka dan menyebabkan jawabannya menjadi salah.
Dari kesesuaian yang diperoleh dari kedua analisis pada wawancara tahap 1 dan tahap 2, maka data pada wawancara tahap 1 dikatakan valid.
(4) Analisis Data
Berdasarkan kutipan V1,1,58 pada paparan data wawancara 1, subjek V1 telah mengatakan bahwa strategi yang digunakan untuk menyelesaikan butir nomor 4 adalah permutasi.
Meskipun subjek telah menyebutkan strategi yang digunakan yakni permutasi, tampak dengan jelas bahwa subjek hanya menerka-nerka strategi tersebut. Hal ini dapat dilihat karena subjek tampak ragu dalam menentukan pilihannya seperti yang ditunjukkan pada kutipan wawancara di atas. Selain itu, jawaban subjek dalam memilih permutasi sebagai strategi penyelesaian untuk butir nomor 4 adalah salah. Begitu pula dengan kutipan V1,2,46 pada paparan data wawancara 2, subjek V1 hanya menerka-nerka strategi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pada butir nomor 4. Selain itu, pada saat peneliti bertanya lebih lanjut untuk memastikan jawabannya, subjek tampak ragu dalam menentukan pilihan
strategi yang tepat seperti yang ditunjukkan pada kutipan wawancara di atas dan mengakibatkan subjek salah dalam menentukan strategi yang benar untuk menyelesaikan masalah pada butir nomor 4. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek V1 mengalami kesulitan dalam menentukan strategi melainkan hanya melakukan kesalahan dalam memahami konsep pada butir nomor 4.
c) Melakukan Prosedur Matematik (1) Paparan Data Wawancara 1
Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Gambar 4.13 merupakan lembar jawab subjek V1 dalam melakukan prosedur untuk menyelesaikan permasalahan pada butir nomor 4.
Gambar 4.13. Lembar Jawab 1 Subjek V1 dalam Melakukan Prosedur Matematik Butir No. 4
Berikut adalah kutipan wawancara 1 subjek V1 dalam melakukan prosedur matematika pada butir nomor 4.
P1,59 : “Ooh oke kalo yakin, berarti gimana cara ngerjainnya coba?”
V1,1,61 : “(Siswa mengerjakan prosedur nomor 4)”
V1,1,62 : “Udah bu, gini bu?”
P1,60 : “Udah selesai ya? Coba saya liat.”
V1,1,63 : “Kalo salah nanti ngaruh ke nilai saya ndak bu?”
P1,61 : “Ooh nggak kok.”
V1,1,64 : “Yaudah bu, gitu wae bu jawaban saya, wes pasrah aku bu.”
(2) Paparan Data Wawancara 2
Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 2 sebagai
pengantar beserta acuan dalam wawancara. Gambar 4.14 merupakan lembar jawab subjek V1 dalam melakukan prosedur untuk menyelesaikan permasalahan pada butir nomor 4.
Gambar 4.14. Lembar Jawab 2 Subjek V1 dalam Melakukan Prosedur Matematik Butir No. 4
Berikut adalah kutipan wawancara 2 subjek V1 dalam melakukan prosedur matematika pada butir nomor 4.
P2,50 : “Yaudah coba dikerjain dulu.”
V1,2,50 : “(Siswa mengerjakan prosedur butir nomor 4)”
V1,2,51 : “Gini bukan to bu caranya? (menunjuk ke
8!6!
(8−1)!(6−2)! pada lembar jawab siswa)”
P2,51 : “Ya saya kan bilang, saya gabisa ngasih tau kamu apa-apa. Udah sebisa kamu aja pokoknya.”
V1,2,52 : “(Siswa melanjutkan perhitungannya)”
V1,2,53 : “Udah nih bu.”
P2,52 : “(Melihat jawaban siswa) Oh yaudah, mau diperiksa lagi apa udah gini aja?”
V1,2,54 : “Udah bu gini aja.”
P2,53 : “Oke.”
Berdasarkan paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2 di atas, selanjutnya akan dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data pada data wawancara 1.
(3) Triangulasi
Dari paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2, diperoleh kesesuaian yakni subjek tidak mengalami kesulitan dalam melakukan prosedur matematik pada butir nomor 4. Hal ini dapat dilihat dari paparan data
wawancara 1 dan kutipan V1,2,51 pada data wawancara 2, subjek mampu mengikuti alur dari strategi yang telah ditentukan sebelumnya. Dari kesesuaian yang diperoleh dari kedua analisis pada wawancara tahap 1 dan tahap 2, maka data pada wawancara tahap 1 dikatakan valid.
(4) Analisis Data
Dilihat dari paparan data wawancara 1, tidak terlihat adanya kesulitan pada subjek V1 dalam melakukan prosedur berdasarkan rencana strategi yang dipilih sebelumnya. Akan tetapi, dilihat dari hasil jawaban siswa pada gambar 4.13, subjek V1 melakukan kesalahan dalam menjawab permasalahan pada butir nomor 4. Hal ini dikarenakan sebelumnya subjek V1 telah salah menentukan strategi yang digunakan dan menyebabkan hasil akhir dari jawaban butir nomor 4 menjadi salah. Selanjutnya dilihat dari paparan data wawancara 2, tidak terlihat adanya kesulitan pada subjek V1, dikarenakan subjek langsung melakukan prosedur matematik sesuai dengan strategi yang telah dipilih sebelumnya meskipun dengan rasa kurang percaya diri. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan V1,2,51. Selanjutnya, dilihat dari hasil jawaban siswa pada gambar 4.14, subjek V1 telah melakukan kesalahan dalam menentukan strategi yang seharusnya digunakan, hal ini mengakibatkan subjek V1 juga melakukan kesalahan dalam melakukan perhitungan dan menyebabkan jawaban akhir dari butir nomor 4 menjadi salah. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek V1 tidak mengalami kesulitan dalam melakukan prosedur matematik pada butir nomor 4.
b. Paparan Subjek 2 dengan Gaya Belajar Visual (𝐕𝟐) 1) Butir Nomor 1
a) Memahami Masalah dan Menerjemahkan Masalah ke dalam Model matematika
(1) Paparan Data Wawancara 1
Pada saat wawancara 1 dilakukan, subjek diberikan lembar tugas pemecahan 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Pada saat mengerjakan butir nomor 1, subjek V2 tidak menuliskan apa saja yang diketahui dalam soal. Akan tetapi dalam dialog wawancara, subjek mengatakan apa saja yang diketahui dengan pemahamannya sendiri.
Gambar 4.15 merupakan lembar jawab subjek V2 dalam memahami masalah pada butir nomor 1.
Gambar 4.15. Lembar Jawab 1 Subjek V2 dalam Memahami Masalah Butir No. 1
Berikut adalah kutipan wawancara 1 subjek V2 dalam memahami masalah dan menerjemahkan masalah ke dalam model matematika pada butir nomor 1.
P1,1 : “Oke saya tanya ya, menurut pemahaman kamu apa saja yang diketahui dari butir nomor 1 ini?”
V2,1,1 : “Mmm ini soalnya nanyain menyusun 3 angka berbeda yang mungkin terjadi dari angka-angka ini (menunjuk ke angka 1, 2, 4, 6, 7, 9 pada lembar tugas pemecahan masalah matematika 1), terus pakenya permutasi.”
P1,2 : “Ooh gitu, terus selain itu unsur apa aja yang diketahui di soal tersebut?”
V2,1,2 : “Ada n sama dengan 6, r sama dengan 3, terus…
udah itu aja.”
P1,3 : “Udah hanya itu saja?”
V2,1,3 : “Iya, karena yang dibutuhkan di rumusnya nanti juga cuma n sama r doang.”
(2) Paparan Data Wawancara 2
Pada saat wawancara 2 dilakukan, subjek diberikan lembar tugas pemecahan 2 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Pada saat mengerjakan butir nomor 1, subjek V2 tidak menuliskan apa saja yang diketahui dalam soal. Akan tetapi dalam dialog wawancara, subjek mengatakan apa saja yang diketahui dengan pemahamannya sendiri.
Gambar 4.16 merupakan lembar jawab subjek V2 dalam memahami masalah pada butir nomor 1.
Gambar 4.16. Lembar Jawab 2 Subjek V2 dalam Memahami Masalah Butir No. 1
Berikut adalah kutipan wawancara 1 subjek V2 dalam memahami masalah pada butir nomor 1.
P2,1 : “Apa saja yang kamu ketahui dari soal nomor 1 itu?”
V2,2,1 : “(Subjek membaca soal) Ini permutasi, diminta nyusun 2 angka, eh 2 angka berbeda.”
P2,2 : “Apa maksudnya permutasi?”
V2,2,2 : “Iya ini soal yang pake rumus permutasi.
Diketahui r nya itu 2, n nya 5.”
P2,3 : “Oh gitu. Terus? Udah?”
V2,2,3 : “Udah bu.”
Berdasarkan paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2 di atas, selanjutnya akan dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data pada data wawancara 1.
(3) Triangulasi
Dari paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2, diperoleh kesesuaian yakni subjek tidak
mengalami kesulitan dalam memahami masalah dan memodelkan masalah butir nomor 1. Hal ini dapat dilihat dari kutipan V2,1,1 dan V2,1,2 pada paparan data wawancara 1 dan kutipan V2,2,1 dan V2,2,2, subjek mampu menjawab dengan benar dan tidak terlihat adanya kesulitan pada subjek dalam memahami dan memodelkan masalah pada soal nomor 1. Dari kesesuaian yang diperoleh dari kedua analisis pada wawancara tahap 1 dan tahap 2, maka data pada wawancara tahap 1 dikatakan valid.
(4) Analisis Data
Berdasarkan gambar 4.15 pada paparan data wawancara 1, subjek tidak menuliskan apa saja yang diketahui dalam butir nomor 1 pada lembar jawab siswa, akan tetapi subjek mampu menjelaskan dengan bahasanya sendiri terkait hal-hal yang diketahui dalam butir nomor 1. Hal ini dapat dilihat dari kutipan V2,1,1, subjek menjelaskan tentang menyusun 3 angka berbeda dari angka-angka yang telah tertera pada soal. Selain itu, pada kutipan V2,1,2 subjek mampu menyebutkan unsur-unsur yang diketahui dalam butir nomor 1. Selanjutnya pada kutipan V2,2,1 dan V2,2,2 pada paparan data wawancara 2, subjek telah menyebutkan unsur-unsur yang diketahui dalam soal dan mampu mengetahui dengan cepat strategi yang harus digunakan sebelum peneliti bertanya lebih dulu. Hal ini menunjukkan bahwa subjek V2 dapat memahami masalah pada butir nomor 1 dengan baik. Selanjutnya pada penggalan kutipan di atas tidak terlihat adanya kesulitan pada subjek V2. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek V2 tidak mengalami kesulitan dalam memahami masalah dan menerjemahkan masalah ke dalam model matematika pada butir nomor 1.
b) Menentukan Strategi
(1) Paparan Data Wawancara 1
Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Berikut adalah kutipan wawancara subjek V2 dalam menentukan strategi pada butir nomor 1.
P1,4 : “Emang kamu mau pake rumus apa buat ngerjain nomor 1 ini?”
V2,1,4 : “Permutasi.”
P1,5 : “Permutasi yang seperti apa?”
V2,1,5 : “Maksudnya bu?”
P1,6 : “Maksud saya permutasi yang jenis apa?”
V2,1,6 : “Ooh, sek bu. Kalo yang rumusnya n faktorial per n min r faktorial itu apa bu?”
P1,7 : “Oh, kamu mau pake rumus permutasi itu?”
V2,1,7 : “Iya bu.”
(2) Paparan Data Wawancara 2
Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 2 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Berikut adalah kutipan wawancara subjek V2 dalam menentukan strategi pada butir nomor 1.
P2,4 : “Nah kira-kira ini kamu mau pake strategi apa buat ngerjainnya?”
V2,2,4 : “Permutasi.”
P2,5 : “Apa alasan kamu pake permutasi?”
V2,2,5 : “Karena… ini kan mau disusun, kalo setau saya yang susunan gitu pakenya permutasi bu.”
P2,6 : “Yakin pake permutasi?”
V2,2,6 : “Iya.”
Berdasarkan paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2 di atas, selanjutnya akan dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data pada data wawancara 1.
(3) Triangulasi
Dari paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2, diperoleh kesesuaian yakni subjek tidak mengalami kesulitan dalam menentukan strategi pada butir nomor 1. Hal ini dapat dilihat dari kutipan V2,1,4 pada paparan data wawancara 1 dan kutipan V2,2,4 pada paparan data wawancara 2, karena subjek mampu dengan menjawab dengan benar dan tidak terlihat adanya kesulitan pada subjek dalam penentuan strategi pada soal nomor 1. Dari kesesuaian yang diperoleh dari kedua analisis pada wawancara tahap 1 dan tahap 2, maka data pada wawancara tahap 1 dikatakan valid.
(4) Analisis Data
Berdasarkan kutipan V2,1,4 pada paparan data wawancara 1, subjek V2 telah mengatakan bahwa strategi yang digunakan untuk menyelesaikan butir nomor 1 adalah permutasi.
Meskipun subjek tidak mampu menyebutkan nama dari jenis permutasi tersebut, tetapi subjek mampu menyebutkan formula dari permutasi yang dimaksud. Selanjutnya berdasarkan kutipan V2,2,4 pada paparan data wawancara 2, subjek V2 telah mengatakan bahwa strategi yang digunakan untuk menyelesaikan butir nomor 1 adalah permutasi. Selain itu, pada kutipan V2,2,5 subjek meyakinkan jawabannya dengan memberi alasan terkait strategi yang ditentukan untuk menyelesaikan butir nomor 1. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek V2 tidak mengalami kesulitan dalam menentukan strategi butir nomor 1.
c) Melakukan Prosedur Matematik (1) Paparan Data Wawancara 1
Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 1 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Gambar 4.17
merupakan lembar jawab subjek V2 dalam melakukan prosedur pada butir nomor 1.
Gambar 4.17. Lembar Jawab 1 Subjek V2 dalam Melakukan Prosedur Matematik Butir No. 1
Berikut adalah kutipan wawancara 1 subjek V2 dalam melakukan prosedur matematika pada butir nomor 1.
P1,8 : “Oke, coba kerjain dulu.”
V2,1,8 : “(Siswa mengerjakan prosedur matematik butir nomor 1)”
P1,9 : “Kenapa kamu yakin pakai rumus permutasi?”
V2,1,9 : “Karena kalo permutasi itu memperhatikan urutan atau susunan, nah nomor 1 ini perlu memperhatikan susunan, jadinya saya pake permutasi bu.”
P1,10 : “Oh gitu.”
V2,1,10 : “Sudah bu.”
P1,11 : “Coba itu dicek lagi ada yang salah gak kamu ngerjainnya?”
V2,1,11 : “Udah bu, Insyaa Allah udah.
P1,12 : “Oke.”
(2) Paparan Data Wawancara 2
Pada saat wawancara dilakukan, subjek diberikan lembar jawab tugas pemecahan masalah matematika 2 sebagai pengantar beserta acuan dalam wawancara. Gambar 4.18 merupakan lembar jawab subjek V2 dalam melakukan prosedur pada butir nomor 1.
Gambar 4.18. Lembar Jawab 2 Subjek V2 dalam Melakukan Prosedur Matematik Butir No. 1
Berikut adalah kutipan wawancara 2 subjek V2 dalam melakukan prosedur matematika pada butir nomor 1.
P2,7 : “Oke, silahkan dikerjakan kalo gitu.”
V2,2,7 : “(Subjek mulai melakukan prosedur
perhitungan)”
V2,2,8 : “Sudah.”
P2,8 : “Oke, ada kesulitan gak dalam mengerjakan butir nomor 1 ini?”
V2,2,9 : “Insyaa Allah gak ada.”
P2,9 : “Ooh yaudah berarti ini sudah yakin ya?”
V2,2,10 : “Iya.”
Berdasarkan paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2 di atas, selanjutnya akan dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data pada data wawancara 1.
(3) Triangulasi
Dari paparan data wawancara 1 dan paparan data wawancara 2, diperoleh kesesuaian yakni subjek tidak mengalami kesulitan dalam melakukan prosedur matematik pada butir nomor 1. Hal ini dapat dilihat karena pada kedua paparan data wawancara di atas, subjek mampu dengan menjawab dengan benar dan tidak terlihat adanya kesulitan pada subjek dalam melakukan prosedur matematik pada soal nomor 1. Dari kesesuaian yang diperoleh dari kedua analisis pada wawancara tahap 1 dan tahap 2, maka data pada wawancara tahap 1 dikatakan valid.
(4) Analisis Data
Dilihat dari pada paparan data wawancara 1, tidak terlihat adanya kesulitan pada subjek V2 dalam melakukan prosedur berdasarkan rencana strategi yang dipilih sebelumnya. Akan tetapi, dilihat dari hasil jawaban siswa pada gambar 4.17, subjek V2 melakukan sedikit kesalahan dalam menjawab permasalahan pada butir nomor 1, yakni subjek tidak menuliskan tanda faktorial (!) pada perhitungannya. Meskipun demikian, kesalahan tersebut tidak mempengaruhi perhitungan yang dilakukan oleh subjek V2, sehingga hasil akhirnya tetap benar. Hal ini dapat disebabkan karena subjek kurang teliti atau lupa untuk memberi tanda faktorial. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek V2 tidak mengalami kesulitan dalam melakukan prosedur matematik pada butir 1. Selanjutnya berdasarkan paparan data wawancara 2, tidak terlihat adanya kesulitan pada subjek V2. Hal ini dapat dilihat dari kutipan V2,2,9 yang menyebutkan bahwa subjek tidak mengalami kesulitan selama melakukan penyelesaian masalah matematika pada butir nomor 1. Selain itu, berdasarkan gambar 4.18 tidak terlihat adanya kesalahan dan subjek V2 mampu menyelesaikan butir nomor 1 dengan benar. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek V2 tidak mengalami kesulitan dalam melakukan prosedur matematik pada butir nomor 1.