• Tidak ada hasil yang ditemukan

C PENDIDIKAN DJASMAN

Dalam dokumen Jilid-06 Depernas 24-Bab-79 (Halaman 122-128)

GURU-GURU DAN MURID

BAB 79 C PENDIDIKAN DJASMAN

TINDJAUAN UMUM.

§ 940. Arti Pendidikan Djasmani

a. Olah raga itu penting bagi sesuatu bangsa dan djuga bagi hubungan internasional. Lambat laun barulah kita insjafi hal itu sesudah negara kita ikut serta dalam beberapa perlombaan2 internasional seperti umpama pertandingan sepak bola, atletik, tennis, bulu- tangkis.

Makin terasa kekurangan kita sesudah kita mendapat kehormatan pula untuk mendjadi penerka tamu dalam penjelenggaraan Asian Games ke-IV.

b. Karena Indonesia berpolitik bebas dan aktip serta bersahabat dan hidup berdampingan dengan segala bangsa2 didunia tanpa me- mandang sesuatu blok, sesuai dengan Manifesto Politik Republik Indonesia, maka penerimaan penjelenggaraan2 pertemuan2 dan gerakan2 keolahragaan seperti Asian Games, Olympic Games, Uni- versiade, dsb. di Indonesia, akan sangat menguntungkan dan ber- manfaat bagi politik Pemerintah.

Sebagian besar dari negara2 didunia akan pasti memberikan prio- riteit pertama bagi Indonesia, djika Indonesia bersedia mendjadi penjelenggara sesuatu pertemuan keolahragaan Internasional ter- sebut, djustru karena politik bebas dan aktip dari Pemerintah Indonesia itu.

Dengan aparatuur2 Pendidikan Djasmani dan Olahraga jang telah ada pada dewasa ini, penerimaan penjelenggaraan2 pertemuan2 in- ternasional seperti termaksud diatas, berat untuk dilaksanakan. c. Sedjak dulu ternjata segi pendidikan djasmani dan olahraga ini

kurang diperhatikan. Hampir2 tidak ada sedikitpun pengertian tentang kedudukan olahraga bagi sesuatu bangsa.

Pendidikan Djasmani dan Olahraga itu perlu mendapat peng-orga- nisasian tersendiri jang djauh lebih effisien dari jang ada dewasa ini.

d. Betapa besar artinja bagi bangsa dan negara kita perebuan Thomas Cup jang baru lalu dapat kita maklumi. Perhatian dunia serta penghormatan mereka kepada ketjakapan2 bangsa kita pasti telah bertambah. Perhatian dunia kinipun mulai diarahkan ke Indonesia berkenaan dengan penjelenggaraan Asian Games ke-IV di Djakarta pada tahun 1962 nanti. Hal ini perlu kita sadari untuk lebih me- nambah rasa harga diri bagi bangsa kita.

e. Pendidikan Djasmani merupakan salah satu unsur jang penting untuk membentuk manusia susila jang tjakap dan berdjiwa demo- kratis dan bertanggung-djawab terhadap kesedjahteraan bangsa dan tanah air sebagaimana tertjantum dalam tudjuan Pendidikan Nasional negara kita :

1. Pendidikan djasmani dapat mendjalankan peranan jang positip dalam pembentukan watak dan kepribadian Bangsa dengan 1260

menitik-beratkan pada pembangunan djiwa jang mengandung budi luhur, harga diri dan zelfdiseipline serta dalam mena- namkan rasa persatuan, kewaspadaan dan kebanggaan nasional. 2. Pendidikah djasmani merupakan unsur jang positip dalam

menanam sifat2 manusia jang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan Negara dan Masjarakat.

3 Untuk mentjegah kemungkinan adanja kemerosotan moraal, dan penggunaan waktu terluang setjara negatip, selajaknja kepada pendidikan djasmani diberi nilai dan fungsi jang positip, jaitu untuk mengisi waktu terluang setjara sehat dan berman- faat, sudah selajaknja kepada pendidikan djasmani diberikan tempat dalam rangka pendidikan dan pengadjaran disemua tingkatan jang sesuai dengan kebutuhan perkembangan gene- rasi muda kita.

4. Sesungguhnja rakjat Indonesia akan memiliki kesanggupan dan kemampuan jang lebih besar untuk membangun, membela tanah air dan melangsungkan kehidupan Bangsa, apabila salah satu sjarat untuk itu dipenuhi, jaitu adanja kesehatan Rakjat, jang dapat tertjapai dengan usaha2 pendidikan djasmani.

5. Dasar2 fikiran tersebut diatas merupakan unsur2 jang penting bagi pembinaan Bangsa (Dalam Undang-undang tentang dasar- dasar pendidikan dan pengadjaran disekolah No. 12 tahun 1954 tidak ditjantumkan sistim pendidikan bagaimanakah jang akan dianut disekolah-sekolah).

Maka pendidikan djasmani di Indonesia perlu didudukkan pada tempat dan fungsinja, untuk merealisasi dasar2 fikiran tersebut dan untuk maksud itu perlu diadakan pemikiran jang mendalam, baik setjara ilmiah maupun setjara praktis jang chusus ditindjau dari berbagai segi dan menjediakan hasil kar- janja kepada masjarakat, kegiatan mana dapat dilakukan oleh sebuah aparatur pemerintah jang lebih sempurna dan lebih luas dari pada aparatur2 jang ada pada dewasa ini.

§ 941. Keadaan sekarang

Meskipun pendidikan djasmani penting sekali bagi pembinaan bangsa, tetapi dalam hampir segala segi olah-raga kita kekurangan te - naga ataupun alat2 jang diperlukan a.l.:

a. Tjalon2 peserta untuk segala djenis olah-raga hampir2 tidak ada jang bermutu internasional.

b. Para pelatih jang ahli. c. Para wasit.

d. Ahli2 lapangan olah-raga.

e. Ahli2 penjelenggara pertandingan. f. Lapangan2 olah-raga.

g. Alat2 olah-raga dsb.

Di Tjekoslowakia ada perajaan jang disebut Spartakiade.

Orang mempergunakan gymnastiek sebagai alat untuk pembangun- an kembali moril dan intelektuil. Usaha ini sekarang telah meningkat

mendjadi satu gerakan pembaharuan dari seluruh Rakjat dan merupa- kan pusat dari pada perasaan kebangsaan.

Mereka telah mentjiptakan suatu perpaduan dari pada Daja Pikir, Badan dan Djiwa, suatu matjam co-education dari pada ketiga-tiganja. Seluruh manusia djika bergerak mendjadi machluk jang menguasai diri dengan pengetahuan dan ketangkasannja. Kesadaran akan diri pribadi disertai dengan kemampuan untuk menguasai diri sendiri mem - bangkitkan hasrat jang kuat untuk perbuatan2 creatif sebagai pernja-taan dari pada djiwanja.

Atas dasar pertimbangan2 diatas serta memperhatikan pula usul kepala Staf Angkatan Darat selaku penguasa perang pusat dengan suratnja jang ditudjukan kepada J.M. Menteri Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan No. Srt/Peperpu/0114/1958, ttgl. 7 Oktober 1958, me - ngenai pembentukan sebuah badan jang dinamakan „Dewan Pendidikan Djasmani maka diusulkan: agar Pemerintah memberi status jang tju- kup tinggi kepada pendidikan Djasmani, misalnja Djawatan atau Departemen.

Jang pasti perlu dibentuk selekas mungkin ialah Dewan Pendidikan Djasmani jang karena sifatnja inter-departemental selajaknja ada di - bawah Perdana Menteri R.I.

§ 942. R e n t j a n a

a. Dasar2 pikiran.

1. Undang2 Pokok Pendidikan No. 12 tahun 1954 Bab VI pasal 9 mengenai tugas Pendidikan Djasmani jang berwudjud : Membuat bangsa Indonesia sehat dan kuat lahir/batin dengan mengingat keselarasan diantara bertimbulnja badan dan ber- kembangnja djiwa.

2. Kembalinja bangsa Indonesia ke U.U.D. 1945 ;

3. Manifesto Politik 17 Agustus 1959 jang bertudjuan a.l. men- tjiptakan kemakmuran dan keadilan bagi masjarakat Indonesia jang sosialistis

a

la Indonesia ;

4. Sapta Usaha Tama sebagai sumbangan Pendidikan untuk men- tjapai program Pemerintah Kabinet Kerdja ;

5. Pantja Wardana sebagai Sistim Pendidikan Nasional;

6. Sumbangan jang dapat diberikan oleh Pendidikan Djasmani dan Olah Raga pada umumnja bagi pembangunan Semesta ; 7. Sebagai jang telah berulang-ulang terbukti dalam sedjarah ; 8. Kewadjiban untuk membangun bangsa Indonesia physik/

psychologis mentjapai mutu daja kekuatan/ketahanan dan kondisi jang sedemikian rupa, sehingga sanggup menghadapi perkembangan kultur jang bertaraf internasional dewasa ini. b. Adalah suatu kemutlakan agar dalam waktu sesingkat-singkatnja

diberikan kemungkinan2 dan pasilitet2 jang wadjar kepada pen- didikan djasmani, sebagai alat resmi negara untuk dapat bekerdja dengan se-baik2nja.

Untuk itu perlu dengan segera disempurnakan Biro Pendidikan Djasmani, Departemen P.P.K. dengan segala apparaturnja dalam hal ini chusus dalam bidang materiilnja jang keadaannja amat me- njedihkan seperti sekarang ini.

Adapun jang dimaksud harus disempurnakan itu adalah sebagai berikut :

Biro Pendidikan Djasmani sendiri:

1. Dalam bidang kepegawaian teknis administratip richtformasi tidak sesuai dan masih djauh dibawah wensformasi jang Biro Pendidikan Djasmani madjukan untuk tahun 1960, sedangkan untuk membantu Dewan Asian Games perlu diperbantukan beberapa pegawai teknis mendjadi fulltimers:

2. Dalam bidang material:

—Untuk Biro Pendidikan Djasmani harus ada kantor/ruangan jang tjukup besar untuk dapat bekerdja dengan baik. (Sekarang berkantor jang luasnja hanja 14 M2 untuk 61 orang pegawai menurut persetudjuan K.U.P.). Sebaiknja dibeli sebuah gedung seharga Rp. 5.000.000,— hingga Rp. 10.000.000,—.

—Harus diadakan ruangan2 chusus untuk penjelidikan2 dan laboratorium jang lengkap jang ditaksir memerlukan biaja sebesar Rp. 5.000.000,—.

—Hendaknja disediakan djuga anggaran jang tjukup untuk fieldwork latihan2 dan perbandingan/perlombaan.

—Alat2 kantor berupa tambahan mobiler, mesin2 tulis pan- djang, standard dan pendek, pesawat telepon jang baik, alat2 dokumentasi dan propaganda, perpustakaan jang leng- kap serta alat2 pengangkutan agar masuk/keluar kantor dapat diatur se-baik2nja.

Tambahan biaja istimewa dibutuhkan sebanjak Rp. 4.500.000,—.

3. Alat2 Olahraga untuk:

22 Kantor Inspeksi Daerah Pendidikan Djasmani 37 Kantor Inspeksi Pendidikan Djasmani Karesidenan 179 Kantor Inspeksi Pendidikan Djasmani Kabupaten 881 Kantor Inspeksi Pendidikan Djasmani Wilajah 16 Sekolah Guru Pendidikan Djasmani

10 Kursus B I Pendidikan Djasmani 3 Kursus B II Pendidikan Djasmani 397 Sekolah Landjutan Tingkat Atas Negeri 1761 Sekolah Landjutan Tingkat Pertama Negeri

Untuk keperluan ini dibutuhkan biaja sebesar Rp. 212908.500,— Dalam Anggaran ini belum termasuk anggaran untuk 30.000 Sekolah Rakjat jang mendjadi kompetensi Departemen Dalam Negeri, sedangkan alat2 Olahraganja pada umumnja amat me- njedihkan djuga.

4. Tanah2 lapang (Ovals), bangsal2 senam dan kolam2 renang

tidak dimadjukan disini setjara chusus pembiajaannja, karena menurut perhitungan akan menelan biaja sebesar 100 miljar rupiah.

5. Alat2 kendaraan bermotor:

Jeep Pick-up Truk/bis

(a) Untuk 16 SGPD — 16 16

(b) Untuk 10 Kursus B I P.D. 10 — 10 (c) Untuk 3 Kursus B II P.D. 3 — 3 (d) Utk. 22 Kant. Insp. Daerah P.D. 22 22 — (e) Utk. 37 Kant. Insp. Kares. — 179 — (f) Utk. 169 Kant. Insp. Kab. — 179 — (g) Utk. 881 Kant. Insp. Wilajah — 881 —

Djumlah seluruhnja 35 1277 29

6. Alat2 mobiler

Biaja tambahan istimewa : Untuk 22 Kantor Inspeksi

Daerah P.D. a Rp. 50.000,— = Rp. 1.100.000.— Untuk 37 kantor inspeksi :

Kares P.D a ,, 20.000.— = ,, 740.000.— Untuk 200 kantor inspeksi :

Kab. P.D a ,, 2.000.— = „ 400.000.— Untuk 700 kantor inspeksi :

Wilajah P.D. a „ 15.000.— = „ 10.500.000.— Untuk 5 SGPD Lama a „ 820.000.— = „ 4.100.000.— Untuk 11 SGPD Baru a „ 500.000.— = „ 5.500.000.— Untuk 7 Kursus B I P.D. Lama a „ 50.000.— = „ 350.000.— Untuk 3 Kursus B I P.D. Baru a „ 150.000.— = „ 450.000.— Untuk 3 Kursus B II P.D. a „ 150.000.— = „ 450.000.— Djumlah: Rp. 23.590.000. 7. Gedung Sekolah/kantor

Untuk Gedung2/Kantor SGPD dan IPD2 belum dimadjukan disini biajanja setjara insidentil, karena sesuai dengan pasal (3) tadi harus dihadapi setjara chusus.

1264 .

V

Baiklah diketahui bahwa dari semua apparatur dibawah Biro Pendidikan Djasmani jang ada sebagai tersebut diatas hanja tiga bulan SGPD jang mempunjai gedung jang agak lengkap. Selebihnja belum ada, ketjuali satu dua SGPD, seperti Dja- karta jang telah mulai dengan pembangunan gedungnja.

Sebenarnja pada tempatnjalah kalau biaja untuk itu dapat disediakan. Biaja seluruhnja djika akan dibangun maka per- intjiannja adalah sebagai berikut:

(a) 22 Kantor Insp.

Daerah P.D. a Rp. 2.000.000.— = Rp. 44.000.000.— (b) 179 Kantor Insp. Kab. P.D. a „ 1.500.000.— = ,, 268.500.000.— (c) 881 Kantor Insp. Wilajah P.D. a „ 500.000.— = „ 440.500.000. — (d) 14 Gedung SGPD a „ 8.000.000.— = „ 112.000.000. — Djumlah: Rp. 865.000.000.—

(Lihat Rentjana Pembukaan Baru Th. 1960/1961, hal. 1266 s/d 1272).

RENTJANA PEMBUKAAN BARU TH. 1960/1961 

Dalam dokumen Jilid-06 Depernas 24-Bab-79 (Halaman 122-128)

Dokumen terkait