• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Manajemen Risiko

3. Cabang Risk Assessment dalam MORT

Tujuan dari MORT adalah untuk merumuskan sistem manajemen keselamatan yang ideal berdasarkan sintesis terbaik elemen program keselamatan sehingga tersedia teknik manajemen keselamatan. MORT digunakan sebagai alat praktis dalam penyelidikan kecelakaan dan evaluasi program keselamatan yang ada (Ericson, 2005).

Pertanyaan-26

pertanyaan di MORT memiliki urutan tertentu, yang dirancang untuk membantu mengklarifikasi fakta-fakta seputar insiden.

Struktur MORT menyerupai sebuah pohon dan berasal dari fault tree (pohon kegagalan). Dilihat dari struktur pohon MORT, kerugian akibat kecelakaan dan insiden timbul dari dua sumber yang berbeda. Sumber pertama berasal dari risiko yang sudah diidentifikasi lalu risiko tersebut diterima dengan pengelolaan yang benar (assumed risk) dan sumber kedua berasal dari risiko yang belum dikelola dengan benar. Sumber kedua ini dimasukkan sebagai kelalaian (oversight and omission).

Bagan MORT berperan sebagai daftar yang memungkinkan untuk berkonsentrasi pada isu-isu terungkap melalui proses. Bagan MORT dasar dapat digunakan untuk memfasilitasi dan memeriksa proses identifikasi bahaya secara keseluruhan (International Crisis Management Association, 2014). Bagan MORT memiliki dua kegunaan langsung yaitu untuk menganalisis manajemen dan faktor organisasi relatif terhadap kecelakaan yang telah terjadi dan untuk mengevaluasi atau mengaudit program keselamatan dalam kaitannya dengan kecelakaan yang signifikan yang memiliki potensi untuk terjadi (ILO, 2011).

Untuk menganalisis penyebab masalah pelaksanaan risk assessment berdasarkan teknik MORT yaitu terletak pada cabang Task Spesific Risk Assessment Not Performed dan Task Spesific Risk Assessment LTA (Less Than Adequate). Cabang Task Spesific Risk

Assessment Not Performed membahas tidak terlaksananya risk assessment. Sedangkan cabang Task Spesific Risk Assessment LTA membahas ketidaktepatan pelaksanaan risk Assessment.

Bagan 2. 3 Cabang Risk Assessment MORT

Berikut ini penjelasan cabang Task Spesific Risk Assessment Not Performed dan Task Spesific Risk Assessment LTA (Noordwijk Risk Initiative, 2009):

28

a. Task Spesific Risk Assessment Not Performed

Pada cabang Task Spesific Risk Assessment Not Performed membahas tentang risk assessment yang. Permasalahan dapat timbul jika penilaian risiko tidak dilakukan pada pekerjaan yang memiliki risiko tinggi.

1) Task Analysis Not Required

Cabang ini merupakan cabang pertama pada lapisan Supervision and Stuff Peformance LTA dengan kode e1. Cabang ini akan membahas apakaah perusahaan mewajibkan pelaksanaan pre-job analysis pada setiap pekerjaan.

2) Task Analysis LTA

Cabang ini merupakan cabang kedua pada lapis Supervision and Stuff Peformance LTA dengan kode e2. Jika perusahaan mewajibkan pre-job analysis maka cabang ini akan membahas ketepatan job analysis yang ditinjau dari identifikasi bahaya pada setiap langkah proses kerja.

3) Task Analysis Not Made

Cabang ini merupakan cabang ketiga pada lapis kelima Supervision and Stuff Peformance LTA dengan kode e3. Pada cabang Task Analysis Not Made terdapat empat cabang lagi yang wajib dipertimbangkan sebagai penyebab kegagalan pre-job analysis, yakni:

a) Authority LTA

Cabang ini merupakan cabang pertama yang menjurus bahwa kelemahan risk assessment disebabkan oleh ketidakahlian analisis menganalisis sebuah pekerjaan.

b) Budget LTA

Cabang ini merupakan cabang kedua yang menekankan pada aspek pembiayaan untuk pelaksanaan risk assessment.

30

c) Time LTA

Cabang ini merupakan cabang yang membahas tentang permasalahan waktu untuk pelaksanaan risk assessment. d) Supervisor Judgement LTA

Cabang ini merupakan cabang keempat yang membahas tentang ketidaktepatan supervisor mengambil keputusan dalam pelaksanaan pre-job analysis.

b. Task Spesific Risk Assessment LTA

Cabang Task Spesific Risk Assessment LTA merupakan cabang yang akan menjadi fokus analisis untuk mengetahui penyebab ketidaktepatan pada pelaksanaan risk assessment. Berikut merupakan cabang dari Task Spesific Risk Assessment: 1) Task Spesific Risk Analysis LTA

Cabang dengan kode D10 ini mempertimbangkan kualitas analisis risiko pekerjaan yang sudah dilakukan.

a) Knowledge LTA

Cabang dengan kode E4 ini mempertimbangkan pengetahuan yang memadai tersedia untuk analisis risiko.

i. Use of Workers’ Suggestion and Inputs LTA

Cabang dengan kode F5 ini mempertimbangkan saran dan input pekerja yang memadai digunakan dalam analisis risiko.

ii. Technical Information Systems LTA

Cabang dengan kode F6 ini mempertimbangkan analisis risiko pekerjaan cukup didukung oleh sistem informasi teknis.

b) Execution LTA

Cabang dengan kode E5 ini mempertimbangkan hal-hal yang memengaruhi kualitas analisis risiko.

iii. Time LTA

Cabang dengan kode F7 ini mempertimbangkan waktu yang cukup untuk melakukan analisis risiko.

iv. Budget LTA

Cabang dengan kode F8 ini mempertimbangkan anggaran yang memadai untuk melakukan analisis risiko. v. Scope

Cabang dengan kode F9 ini mempertimbangkan ruang lingkup dan detail dari analisis risiko pekerjaan yang cukup untuk mencakup semua risiko yang terkait dengan pekerjaan/ proses tersebut.

vi. Analytical Skill LTA

Cabang dengan kode F10 ini mempertimbangkan pengalaman dan keterampilan para pengawas dan peserta lain yang memadai untuk menyelesaikan penilaian risiko pekerjaan yang diperlukan.

32

vii. Hazard Selection LTA

Cabang dengan kode F11 ini menganggap bahaya yang tidak dicantumkan memicu masalah. Temuan bahaya sangat penting untuk kecukupan analisis risiko.

- Hazard Identification LTA

Cabang dengan kode G1 ini mempertimbangkan kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi bahaya. - Hazard Prioritisation LTA

Cabang dengan kode G2 ini mempertimbangkan metode yang digunakan dalam memprioritaskan bahaya yang telah diidentifikasi.

2. Recommended Risk Control LTA

Cabang dengan kode D11 ini mempertimbangkan kecukupan pengendalian yang direkomendasikan oleh penilaian risiko pekerjaan.

c. Clarity LTA

Cabang dengan kode E6 ini mempertimbangkan rekomendasi dari penilaian risiko pekerjaan cukup jelas untuk mengizinkan penggunaannya mudah dan paham.

d. Compatibility LTA

Cabang dengan kode E7 ini mempertimbangkan pengendalian yang direkomendasikan kompatibel dengan persyaratan yang ada.

e. Testing of Control LTA

Cabang dengan kode E8 ini mempertimbangkan pengendalian diuji untuk efektivitas sebelum diimplementasikan. f. Directive LTA

Cabang dengan kode E9 ini mempertimbangkan arahan untuk penggunaan pengendalian yang direkomendasikan.

g. Availability LTA

Cabang dengan kode E10 ini mempertimbangkan pengendalian yang direkomendasikan tersedia untuk digunakan oleh personil yang terlibat.

h. Adaptability LTA

Cabang dengan kode E11 ini mempertimbangkan pengendalian yang direkomendasikan dirancang dengan cara yang memungkinkan mereka untuk secara memadai disesuaikan dengan situasi yang berbeda-beda.

i. Use Not Mandatory

Cabang dengan kode E12 ini mempertimbangkan penggunaan pengendalian yang direkomendasikan adalah wajib.

34 Berikut ini cabang Task Spesific Risk Assessment LTA:

Berikut arti simbol-simbol dalam MORT (Noordwijk Risk Initiative, 2009): Tabel 2. 2 Arti Simbol dalam MORT

Simbol Arti

Simbol ini digunakan untuk menyatakan suatu kegagalan atau kelalaian.

Simbol ini mendeskripsikan komponen dasar dari sebuah cabang.

Simbol ini menyatakan akhir dari sebuah rangkaian tanpa informasi dan solusi yang cukup. Cabang ini baru dapat dianalisis pada cabang Assumed Risk.

Gerbang DAN.

Gerbang ATAU.

Simbol yang digunakan untuk perpindahan ke lokasi lain.

Untuk meninjau proses lebih mudah menggunakan kode warna bagan (Noordwijk Risk Initiative, 2009):

Tabel 2. 3 Kode Warna Pohon MORT

Warna Arti

Merah Masalah ditemukan

Hijau Isu telah relevan dan dinilai memuaskan

Biru Menunjukan masalah relevan tetapi tidak memiliki informasi yang cukup untuk menilai masalah besar

36

c12

d10 d11

e4 e5

e6 e7 e8 e9 e10 e11 e12

f5 f6 f7 f8 f9 f10 f11 g1 g2

Dokumen terkait