BAB V HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Perusahaan dan Proyek
1. Sejarah Perkembangan PT Waskita Karya (Persero)
PT Waskita Karya merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia yang memainkan peran utama dalam pembangunan negara. PT Waskita Karya didirikan pada 1 Januari 1961 dan sejak 1973 status hukum PT Waskita Karya telah diubah menjadi
“Persero”. Sejak saat itu, perusahaan mulai mengembangkan usahanya
sebagai kontraktor umum terlibat dalam jangkauan yang lebih luas dalam kegiatan konstruksi termasuk jalan raya, jembatan, pelabuhan, bandara, bangunan, tanaman pembuangan limbah, pabrik semen, pabrik dan fasilitas industri lainnya.
Memasuki tahun 1990, PT Waskita Karya (Persero) telah menyelesaikan banyak bangunan bertingkat dengan reputasi baik diterima seperti BNI City (bangunan tertinggi di Indonesia), Bank Indonesia Bangunan Kantor, Graha Niaga Tower, Mandiri Plaza Tower, Shangri-La Hotel dan beberapa apartemen bertingkat bangunan di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia.
Upaya selalu dilakukan untuk mengutamakan kualitas terdepan apa pun telah memungkinkan PT Waskita Karya (Persero) dalam memperoleh sertifikasi ISO 9002:1994 pada bulan November 1995; yang menjadi pengakuan internasional meyakinkan tentang Sistem Manajemen
50
Mutu ISO dilaksanakan oleh perusahaan dan titik awal menuju era global kompetisi. Pada bulan Juni 2003, PT Waskita Karya (Persero) telah berhasil memperbarui Sistem Manajemen Mutu dan mampu mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000 dan pada tahun 2007 melanjutkan proses restrukturisasi dan siap menjalani provatisasi untuk pengembangan usahanya. Hingga saat ini PT Waskita Karya (Persero) terdiri dari beberapa wilayah dan divisi, kantor cabang dan anak perusahaan yang tersebar di Indonesia dan luar negeri.
2. Visi dan Misi Perusahaan a. Visi
Menjadi perusahaan jasa konstruksi terbaik yang memberikan nilai tambah bagi stakeholder.
b. Misi
Meningkatkan nilai perusahaan yang kompetitif dan berkualitas dengan:
1) Sumber daya manusia yang kompeten
2) Sinergi dengan pelanggan, mitra kerja dan lembaga keuangan serta, 3) Berorientasi pada keselamatan, kesehatan dan peduli lingkungan
3. Kebijakan K3
PT Waskita Karya (Persero) sebagai Badan Usaha Jasa Konstruksi selalu mengendalikan risiko terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lingkungan dan Mutu dengan cara menerapkan Sistem Manajemen PT Waskita Karya (Persero) untuk memenuhi kepuasan stakeholders.
a. Mematuhi peraturan perundangan dan persyaratan lain yang berlaku. b. Meningkatkan kinerja secara berkesinambungan
c. Mencegah cidera, sakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan d. Memberikan pelatihan, menyediakan tempat dan sarana kerja yang
sehat, aman dan nyaman kepada seluruh stakeholders. 4. Jenis Kegiatan Usaha
PT Waskita Karya (Persero) saat ini memiliki 5 (lima) bidang bisnis yang meliputi Jasa Konstruksi, Beton Precast, Properti, Engineering dan Procurement, serta Jasa Pengoperasian dan Pemeliharaan Jalan Tol.
a. Konstruksi
Jasa konstruksi mencakup dua bidang usaha, yaitu Konstruksi Sipil dan Konstruksi Gedung. Konstruksi Sipil dikelola oleh Divisi Sipil yang berkedudukan di Jakarta. Daerah operasi Divisi Sipil mencakup
Jabodetabek dan Banten (NK ≥ 30 M), Pulau Jawa (≥ 100 M), dan Luar Jawa (≥ 250 M). Divisi Sipil mengerjakan proyek-proyek infrastruktur seperti jalan dan jembatan, irigasi, bendungan, dermaga, pelabuhan, serta bandara.
b. Beton Precast
PT Waskita Karya melakukan inovasi dan terobosan dalam pengembangan usaha produksi beton dengan mendirikan anak perusahaan PT Waskita Beton Precast. Fasilitas Beton Precast adalah pengembangan dan diversifikasi dalam bidang selain kontraktor dan memiliki core bisnis yang menunjang Waskita Karya sebagai
52
perusahaan jasa konstruksi di Indonesia. PT Waskita Beton Precast memiliki visi agar menjadi unit bisnis di bidang Precast dan Ready Mix yang dapat memberikan profit dengan menghasilkan produk-produk Precast & Ready Mix yang bermutu tinggi dan harga yang kompetitif.
c. Properti
Proyek-proyek property dikelola oleh PT Waskita Karya Realty, yang berkedudukan di Jakarta. Divisi ini melaksanakan kegiatan perusahaan dalam bidang Pemasaran sampai dengan produksi, dengan jenis usaha Rumah Tapak (real estate, town house), Rumah Susun (rusun, apartemen, kondominium, condotel), serta Commercial Building (perhotelan, perkantoran, ruko/rukan/soho, mall, industrial building, sekolah, rumah sakit).
d. EPC
Kegiatan perusahaan dalam kegiatan pemasaran, engineering dan procurement proyek-proyek dilaksanakan oleh Divisi EPC. Segmen usaha Engineering, Procurement, Construction (EPC)mencakup pekerjaan bangunan pabrik dan energi. Pekerjaan bangunan pabrik meliputi bangunan sarana industri, konstruksi dan pabrikasi, serta maintenance.
e. Jasa Pengoperasian dan Pemeliharaan Jalan Tol
Usaha Jasa Pengoperasian dan Pemeliharaan Jalan Tol dilakukan oleh PT Waskita Toll Road, yang merupakan anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero). Jasa pengoperasian dan pemeliharaan untuk
saat ini meliputi Jalan Tol Pejagan - Pemalang serta Jalan Tol Kriyan - Legundi - Bunder.
5. Gambaran Area Proyek Cibis Tower 9 Cilandak
Nama Proyek : Cibis Tower 9
Lokasi Proyek : Jl. Cilandak kko. Jakarta Selatan Waktu Pelaksanaan : 23 September 2014 s/d 23 April 2016 Pemilik Proyek : PT. Bhumyanca Sekawan
Batas Area Proyek : Sisi Utara : Traxindo Build
Sisi Timur : Jalan Raya Cilandak KKO Sisi Barat : Kawasan Komersial Sisi Selatan : Toserba Seven Eleven
Sumber: Dokumen Proyek Cibis Tower 9 Cilandak Gambar 5. 1 Lokasi Proyek Cibis Tower 9 Cilandak
54
6. Struktur Organisasi Proyek Cibis Tower 9 Cilandak
55
7. Sistem Manajemen K3LMP Proyek Cibis Tower 9 Cilandak
PT Waskita Karya (Persero) selalu berupaya untuk memastikan proyek dalam pelaksanaannya selalu menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan dan Mutu serta Sistem Manajemen Pengamanan (SM-K3LMP), sesuai dengan kebijakan perusahaan di dalam masalah Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, Mutu dan Pengamanan yang terukur sesuai yang disyaratkan dalam regulasi peraturan perundangan Republik Indonesia dan peraturan daerah setempat, terlaksana dan terukur dengan baik dan sesuai Nilai Ambang Batas yang disyaratkan.
Ruang lingkup implementasi Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, Mutu dan Pengamanan (SM-K3LMP) di proyek mencakup semua persyaratan yang diminta di dalam standar OHSAS 18001:2007, ISO 14001:2004 dan ISO 9001:2008 serta SMP SMK3 Perkap RI No. 24 : 2007, selama proses pelaksanaan proyek dari awal hingga selesai.