SITUASI DERAJAT KESEHATAN
D. PENGENDALIAN PENYAKIT
8. Cakupan Desa/Kelurahan Terkena KLB Ditangani < 24 jam
Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu desa/kelurahan dalam jangka waktu tertentu. KLB penyakit menular dan keracunan masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Temanggung.
Gambar 3.31 Frekuensi dan Jenis KLB di Kabupaten Temanggung Tahun 2016
Sumber : Bidang P2PL DKK Temanggung Tahun 2016
Tingginya frekuensi KLB seperti DBD, Keracunan Makanan, Campak, Diare, disamping menimbulkan korban kesakitan dan kematian juga berdampak pada situasi sosial ekonomi masyarakat secara umum (keresahan masyarakat, produktivitas menurun). Kondisi tersebut menuntut upaya atau tindakan secara cepat dan tepat (kurang dari 24 jam) untuk menanggulangi setiap KLB serta melaporkan kepada tingkat administrasi kesehatan.
3
20
3 3
Keracunan Makanan DBD
Diare
Campak Klinis
Profil Kesehatan Kabupaten Temanggung Tahun 2016 46 E. KESEHATAN LINGKUNGAN
PP Nomor 66 tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan menyatakan bahwa kesehatan lingkungan adalah upaya pencegahan penyakit dan/atau gangguan kesehatan dari faktor risiko lingkungan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi, maupun sosial.
UU Nomor 36 tentang Kesehatan menegaskan bahwa upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
1. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Penyelenggaraan STBM bertujuan untuk mewujudkan perilaku yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Dalam pelaksanaan STBM berpedoman pada lima pilar, yaitu : 1. Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan),
2. Cuci tangan pakai sabun,
3. Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, 4. Pengamanan sampah rumah tangga, dan
5. Pengamanan limbah cair rumah tangga.
Desa STBM adalah desa yang sudah Stop BABS minimal 1 dusun, mempunyai tim kerja STBM atau natural leader, dan telah mempunyai rencana kerja STBM atau rencana tindak lanjut.
DI Kabupaten Temanggung hingga tahun 2016 jumlah desa yang telah melaksanakan STBM sebanyak 215 desa, meningkat jika dibandingkan tahun 2015 yaitu sebanyak 177 desa.
2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok dan masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.
PHBS dapat dilakukan di berbagai tatanan masyarakat, seperti tatanan rumah tangga, sekolah, tempat kerja dan tempat-tempat umum. Rumah Tangga sehat
Profil Kesehatan Kabupaten Temanggung Tahun 2016 47 adalah proporsi rumah tangga yang memenuhi minimal 11 dari 16 indikator Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) tatanan rumah tangga. PHBS di rumah tangga merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah risiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.
Adapun 16 indikator PHBS tatanan rumah tangga tersebut meliputi :
a. Variabel Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan gizi : persalinan nakes, ASI Eksklusif, penimbangan balita, gizi seimbang,
b. Variabel Kesehatan Lingkungan : air bersih, jamban, sampah, kepadatan hinian, dan lantai rumah,
c. Variabel Gaya hidup : aktifitas fisik, tidak merokok, cuci tangan, kesehatan gigi dan mulut, miras/narkoba,
d. Variabel Upaya Kesehatan Masyarakat : Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dan pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Di Kabupaten Temanggung tahun 2016 cakupan PHBS PHBS Tatanan Rumah Tangga yang dilaporkan oleh puskesmas sebesar 80% atau 176.577 rumah tangga dari 220.668 rumah tangga yang dipantau. Pencapaian persentase rumah tangga sehat yaitu yang diwakili oleh rumah tangga yang mencapai strata sehat utama dan sehat paripurna.
3. Air Minum
Air minum yang aman bagi kesehatan adalah air minum yang memenuhi persayaratan secara fisik, mikrobiologis, kimia dan radioaktif. Secara fisik air minum yang sehat adalah tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna serta memiliki total zat padat terlarut. Secara mikrobiologis air minum yang sehat harus bebas dari bakteri E Coli dan total bakteri Coliform. Secara kimiawi, zat kimia yang terkandung dalam air minum harus dibawah ambang batas yang ditentukan.
Tahun 2016 capaian penduduk dengan akses berkelanjutan terhadap air minum yang layak sebesar 79,8% menurun jika dibandingkan capaian tahun 2015 yaitu sebesar 82,81% apabila dibandingkan dengan target, maka sudah memenuhi target yaitu sebesar 78%.
Profil Kesehatan Kabupaten Temanggung Tahun 2016 48 Gambar 3.32 Proporsi Sarana Air Minum Menurut Jenis Sarana
di Kabupaten Temanggung Tahun 2016
Sumber : Seksi Penyehatan Lingkungan DKK Temanggung Tahun 2016
4. Sanitasi Layak
Akses terhadap sanitasi layak merupakan salah satu pondasi inti dari masyarakat yang sehat. Sanitasi berhubungan dengan kesehatan lingkunganyang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Buruknya kondisi sanitasi akan berdampak negatif di banyak aspek kehidupan, mulai dari turunnya kualitas lingkungan hidupmasyarakat, tercemarnya sumber air minum bagi masyarakat, meningkatnya kasus diare dan munculnya beberapa penyakit.
Capaian penduduk dengan akses Sanitasi layak (jamban sehat) di Kabupaten Temanggung tahun 2016 sebesar 58,3% menurun jika dibandingkan tahun 2015 yaitu sebesar 67,4% dari target 75% sehingga masih belum mencapai target. Jenis jamban yang dipantau meliputi : jamban komunal, Leher angsa, plengsengan dan cemplung dapat dilihat pada gambar berikut.
16.91%
10.22%
0.01%
0.51%
0.89%
71.47%
SGL terlindung SGL dg Pompa Sumur Bor dg Pompa
Terminal Air Mata Air Terlindung Perpipaan (PDAM &
BPSPAM)
Profil Kesehatan Kabupaten Temanggung Tahun 2016 49
Profil Kesehatan Kabupaten Temanggung Tahun 2016 50 Sesuai dengan Kepmenkes RI Nomor 829/MENKES/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan disebutkan bahwa Rumah sehat adalah rumah yang memiliki kriteria minimal akses air minum, akses jamban sehat, lantai, pencahayaan, dan ventilasi.
Gambar 3.34 di atas menunjukan bahwa di Kabupaten Temanggung pada tahun 2016 terdapat 75,49% rumah yang memenuhi syarat kesehatan, meningkat jika dibandingkan tahun 2015 yaitu sebesar 71,41%. Hasil ini belum memenuhi target Renstra Dinas Kesehatan tahun 2013-2018 yaitu 80%. Baru 9 puskesmas yang memenuhi target rumah sehat sedangkan 15 puskesmas masih dibawah target.
Profil Kesehatan Kabupaten Temanggung Tahun 2016 51 Tempat-Tempat Umum (TTU) adalah tempat atau sarana umum yang digunakan untuk kegiatan masyarakat dan diselenggarakan oleh pemerintah/swasta atau perorangan, antara lain sarana pendidikan (SD,SMP,SMA dan setingkat), fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas dan rumah sakit), serta hotel bintang atau non bintang.
Seperti pada gambar 3.35 di atas jumlah TTU yang sudah memenuhi syarat kesehatan di tahun 2016 sebesar 83,27%. Cakupan TTU yang sudah memenuhi syarat kesehatan dengan capaian 100% yaitu Puskesmas Tretep, Gemawang, Kaloran, Pringsurat, Kranggan, Selopampang, Tembarak, Bansari dan Traji.
Profil Kesehatan Kabupaten Temanggung Tahun 2016 52