• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Kesehatan

4) Cakupan Imunisasi Campak

Diantara penyakit pada balita yang dapat dicegah dengan imunisasi, campak adalah penyebab utama kematian pada balita. Oleh karena itu pencegahan campak merupakan faktor penting dalam mengurangi angka kematian balita.

Imunisasi campak memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak. Imunisasi ini diberikan sebanyak satu dosis pada saat anak umur 9 bulan. Cakupan imunisasi campak per wilayah puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut :

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

53 Grafik 4.23

Persentase Cakupan Imunisasi Campak per Puskesmas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Sumber : Seksie Cegmat Dinkes Kab. TBB Thn 2013

Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa imunisasi campak diseluruh wilayah kerja puskesmas telah mencapai target SPM, dimana cakupannya lebih dari 90 %.

p. Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Bayi dan Anak Balita

Pemberian vitamin A merupakan upaya pelayanan gizi dimaksudkan untuk

menangani permasalahan gizi yang dihadapi masyarakat. Tujuan pemberian kapsul Vitamin A adalah untuk menurunkan prevalensi dan mencegah kekurangan Vitamin A. Pemberian vitamin A dosis tinggi merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk pencegahan dan penanggulangan kekurangan vitamin A. Bukti-bukti lain menunjukkan peranan Vitamin A dalam menurunkan angka kematian yaitu sebesar 30% sampai 40%, maka selain untuk mencegah kebutaan, pentingnya vitamin A saat ini lebih dikaitkan dengan kelangsungan hidup anak, kesehatan dan pertumbuhan anak.

Sasaran pemberian vitamin A adalah bayi (6-12 bulan) mendapatkan 1 kapsul vit A 100.000 IU, anak balita mendapatkan 1 kapsul vit A 200.000IU tiap 6 bulan,

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

54 dan ibu nifas mendapatkan vitamin A 200.000 selama masa nifas. Target cakupan pemberian vitamin A pada balita pada tahun 2013 sebesar 82 %.

Grafik 4.24

Persentase Cakupan Vitamin A pada Bayi dan Balita per Puskesmas di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Sumber : Seksie Gizi Dinkes Kab. TBB Thn 2013

q. Cakupan Baduta di Timbang

Dalam memantau pertumbuhan balita, indikator yang digunakan adalah D/S dan N/D. Begitu juga dengan pemantauan pertumbuhan BADUTA (Bayi Berusia Dua Tahun/ 0- 23 Bulan). Adapun Cakupan Baduta di timbang di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2013 seperti pada grafik dibawah ini :

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

55 Grafik 4.25

Persentase Cakupan Penimbangan Baduta per Puskesmas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Sumber : Seksie Gizi Dinkes Kab. TBB Thn 2013

r. Cakupan Pelayanan Anak Balita

Anak balita adalah anak berumur 12 - 59 bulan. Setiap anak umur 12 - 59 bulan memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan setiap bulan, minimal 8 x dalam setahun yang tercatat di Kohort Anak Balita dan Pra Sekolah, Buku KIA/KMS, atau buku pencatatan dan pelaporan lainnya. Cakupan pelayanan anak balita di Kabupaten Tulang Bawang Barat sebesar 59,1 %, masih belum mencapai taget SPM sebesar 70 %. Cakupan pelayanan anak balita tahun 2013 di Kabupaten Tulang Bawang Barat seperti terlihat pada grafik di bawah ini :

Grafik 4.26

Cakupan Pelayanan Anak Balita per Puskemas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2013

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

56

s. Cakupan Balita di Timbang

Sedangakan cakupan balita ditimbang berdasarkan wilayah puskesmas di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2013 seperti terlihat pada grafik berikut :

Grafik 4.27

Cakupan Balita di Timbang

Di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2013

Sumber : Seksie Kesga Dinkes Kab. TBB Thn 2013

t. Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan

Dari tahun 2009-2013 balita gizi buruk semuanya mendapatkan perawatan oleh tenaga kesehatan, baik perawatan di puskesmas maupun perawatan rujukan di rumah sakit. Jumlah balita gizi buruk di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2009-2013 dapat dilihat pada grafik berikut :

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

57 Grafik 4.28

Persentase Gizi Buruk Mendapatkan Perawatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2009-2013

Sumber : Seksie Gizi Dinkes Kab. TBB Thn 2013

u. Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat

Penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat adalah pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas 1 SD dan Madrasah Ibtidaiyah yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama guru, dokter kecil.

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektor dalam rangka meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selanjutnya membentuk perilaku hidup sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah. Sekolah Dasar setingkat adalah Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Dasar Swasta, Sekolah Dasar Luar Biasa, Madrasah Ibtidaiyah serta satuan pendidikan keagamaan termasuk Ponpes baik jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan Setingkat tahun 2013 sebesar 100 % sesuai dengan target SPM yaitu 100 % dengan cakupan 5.268 siswa.

v. Rasio Tumpatan / Pencabutan Gigi Tetap

Rasio tumpatan terhadap pencabutan gigi tetap masih sangat rendah sebesar 0,2 %. Belum pernah dilakukan survey apakah pencabutan terhadap gigi tetap sudah menjadi alternatif terakhir bagi pasien atau cukup dengan perawatan dan

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

58 tumpatan. Bahkan di Puskesmas Panaragan Jaya tidak ada tumpatan dari 113 gigi tetap yang dicabut, begitu juga di Puskesmas Mercubuana. Rasio Tumpatan/ Pencabutan Gigi Tetap menurut puskesmas seperti terlihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.2

Rasio Tumpatan/ Pencabutan Gigi Tetap Menurut Puskesmas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

No Puskesmas Tumpatan Gigi Tetap Pencabutan Gigi Tetap Rasio Tumpatan/ Pencabutan 1. Panaragan Jaya 0 113 0 2. Mulya Asri 8 129 0,1 3. Karta Raharja 131 256 0,5 4. Dayamurni 0 107 0

5. Kibang Budi Jaya 60 238 0,3

6. Totomulyo 15 32 0,5

7. Sukajaya 0 0 0

8. Mercubuana 0 7 0

9. Pagar Dewa 0 0 0

Sumber : Seksie PKDR Dinkes Kab. TBB Thn 2013

w. Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut (USILA)

Kesehatan merupakan milik kita yang paling berharga. Jadi masalah kesehatan merupakan aspek yang sangat penting yang perlu diperhatikan oleh semua orang termasuk para lanjut usia. Pada usia lanjut terjadi kemunduran sel-sel karena proses penuaan yang dapat berakibat pada kelemahan organ, kemunduran fisik, timbulnya berbagai macam penyakit terutama penyakit degenerative, seperti jantung koroner, stroke, patah tulang akibat osteoporosis, demensia dan lain-lain. Hal ini sangat memberatkan perekonomian baik pada penderita maupun pemerintah karena penyakit tersebut memerlukan pengobatan yang lama dan perlu banyak dana baik untuk terapi dan rehabilitasinya. Pelayanan kesehatan usia lanjut (USILA) di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2013 sebesar 68.07 %,

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

59 belum mencapai target yang ditetapkan sebesar 80 %. Cakupan Pelayanan kesehatan usia lanjut (USILA) menurut puskesmas seperti terlihat pada grafik berikut :

Grafik 4.29

Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut (USILA) Di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2013

Sumber : Seksie PKDR Dinkes Kab. TBB Thn 2013

Dari grafik di atas dapat kita lihat bahwa cakupan pelayanan kesehatan terhadap usia lanjut di Puskesmas Panaragan Jaya dan Puskesmas Sukajaya 0 %. Ini berarti pealayanan kesehatan usia lanjut di puskesmas tersebut belum berjalan.

x. Jumlah Kegiatan Promosi Kesehatan

Promosi kesehatan adalah upaya perubahan atau perbaikan perilaku dibidang kesehatan disertai dengan upaya mempengaruhi lingkungan atau hal- hal lain yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan. Promosi kesehatan meliputi pendidikan atau penyuluhan kesehatan, ini merupakan bagian penting dari promkes. Promosi kesehatan juga berarti upaya yang bersifat promotif (peningkatan), kuratif (pengobatan), dan rehabilitatif (pemulihan) dalam rangkaian upaya kesehatan yang komprehensif. Jumlah kegiatan promosi kesehatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat menurut puskesmas seperti terlihat pada tabel berikut :

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

60 Tabel 4.3

Jumlah Kegiatan Promosi Kesehatan Menurut Puskesmas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2013

No Puskesmas Kegiatan Promosi Kesehatan

Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Jumlah Kunjungan Rumah Penyebaran Informasi 1. Panaragan Jaya 2.162 1.620 315 2. Mulya Asri 446 3.152 65 3. Karta Raharja 1.312 1.779 187 4. Dayamurni 58 4.296 25

5. Kibang Budi jaya 11.340 3.990 1.890

6. Totomulyo 728 900 90

7. Sukajaya 2.851 3.189 400

8. Mercubuana 1.107 3.520 150

9. Pagar Dewa 6.644 840 3.322

Jumlah 26.648 23.286 6.444

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

61

Dokumen terkait