• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Kesehatan

1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Upaya kesehatan di kabupaten Tulang Bawang Barat diarahkan untuk meningkatkan mutu dan kemudahan pelayanan kesehatan yang makin terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat khususnya pada kelompok rentan yaitu bayi, anak balita, ibu hamil, ibu bersalin dan ibu menyusui.

a. Cakupan K1 dan K4

Cakupan pelayanan ibu hamil dapat dipantau melalui pelayanan kunjungan baru ibu hamil (K1) atau juga disebut akses dan pelayanan ibu hamil sesuai standar 5T paling sedikit empat kali dengan distribusi sekali pada triwulan I, sekali pada triwulan II dan dua kali pada triwulan III kehamilan (K4).

Cakupan kunjungan ibu hamil tahun 2009-2013 antara lain ; tahun 2009 cakupan K1 82,45 % dan K4 sebesar 79,04 %, tahun 2010 cakupan K1 sebesar 83 % dan K4 sebesar 85,8 % , tahun 2011 cakupan K1 sebesar 92,7 % dan K4 sebesar 91 %, pada tahun 2012 cakupan K1 sebesar 90,6 % dan K4 sebesar 84,1 % dan pada tahun 2013 cakupan K1 sebesar 95 % dan K4 sebesar 90.35 %, seperti pada grafik berikut ini :

BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

34 Grafik 4.1

Persentase Cakupan Kunjungan Bumil K1 dan K4 di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2009-2013

Sumber : Seksi Kesga Dinkes Kab. TBB Thn 2013

Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa sampai tahun 2011 cakupan K1 maupun K4 semakin naik, tetapi sedikit menurun pada tahun 2012. Namun kembali naik ditahun 2013.

b. Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan

Komplikasi dan kematian ibu dan atau bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa persalinan. Hal ini disebabkan pertolongan persalinan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (profesional). Tenaga kesehatan yang dapat memberikan pertolongan persalinan yaitu tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi / profesional kebidanan, diantaranya dokter spesialis kebidanan, dokter, bidan dan perawat bidan.

Selama tahun 2009-2013 persalinan oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat cenderung fluktuatif turun naik, seperti terlihat pada grafik berikut :

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

35 Grafik 4. 2

Persentase Cakupan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2009-2013

`

Sumber : Seksie Kesga Dinkes Kab. TBB Thn 2013

Pada tahun 2013 persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan sebesar 5.237 (93,5 %) melebihi target SPM Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2013, yaitu sebesar 90 %. Dengan rincian berdasarkan wilayah Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut ini :

Grafik 4.3

Distribusi Cakupan Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan per Puskesmas di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

36

b. Cakupan Pelayanan Nifas

Nifas adalah periode mulai 6 jam sampai dengan 42 hari pasca persalinan, pelayanan nifas sangat menjadi perhatian bagi tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi untuk mempertahankan kesehatan ibu pasca melahirkan karena bila penanganan tidak maksimal bisa menimbulkan infeksi yang serius bahkan mengancam keselamatan. Pada tahun 2012 cakupan pelayanan nifas sebesar 47,5 % masih kurang dari target SPM yakni 90 %, namun pada tahun 2013 cakupan pelayanan nifas sebesar 94,2 % melebihi target SPM yaitu 90 %. Seperti terlihat pada grafik berikut :

Grafik 4.4

Presentasi Cakupan Pelayanan Nifas

Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2012-2013

Sumber : Seksie Kesga Dinkes Kab. TBB Thn 2013

c. Cakupan Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas

Pemberian kapsul vitamin A bagi ibu nifas dapat menaikkan jumlah kandungan vitamin A dalam ASI, sehingga akan meningkatkan status vitamin A pada bayi yang disusuinya. ASI merupakan sumber utama vitamin A bagi bayi pada enam bulan kehidupannya dan merupakan sumber yang penting hingga bayi berusia dua tahun. Pada tahun 2013 cakupan pemberian Vitamin A pada ibu nifas sebesar 94,3%. Ini berarti semua ibu nifas mendapatkan vitamin A. Cakupan

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

37 pemberian Vitamin A pada ibu nifas tahun 2013 seperti terlihat pada grafik dibawah ini :

Grafik 4.5

Cakupan Vitamin A pada Ibu Nifas per Puskesmas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Sumber : Seksie Kesga Dinkes Kab. TBB Thn 2013

d. Presentasi Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil dan WUS

Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) ibu hamil berguna untuk mencegah terjadinya Neonatus Neonatorum pada bayi. Imunisasi ini diberikan pada ibu hamil selama kehamilan sebanyak dua kali yaitu TT1 dan TT2. Target cakupan TT1 dan TT2 adalah > 85 %. Imunisasi TT ibu hamil tahun 2013 dapat dilihat pada grafik berikut :

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

38 Grafik 4.6

Persentase Cakupan Imunisasi TT Ibu Hamil Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Sumber : Seksie Cegmat Dinkes Kab. TBB Thn 2013

Dari grafik diatas terlihat bahwa pencapaian Imunisasi TT ibu hamil di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2013 belum sesuai target, hanya Puskesmas Panaragan Mercubuana yang mencapai target untuk TT ibu hamil dan Puskesmas Pagar Dewa yang mendekati target imunisasi TT ibu hamil.

Sedangkan imunisasi TT pada Wanita Usia Subur (WUS) berfungsi untuk

melindungi pada saat hamil dari penyakit tetanus dan melindungi bayi yang akan dilahirkan dari penyakit Tetanus Neonatorum (kejang tetanus). WUS adalah wanita dengan rentang usia antara 15 – 39 tahun. Bila wanita usia subur melakukan imunisasi TT-1 dan TT-2, bila dalam waktu tiga tahun ia melahirkan maka bayi yang dilahirkan akan terlindung dari tetanus neonatorum. Sedangkan bila ia melakukan imunisasi sampai dengan TT-5, maka akan mendapatkan perlindungan selama 25 tahun atau seumur hidup.

Namun pelaksanaan skrining TT 5 dosis belum terlaksana di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Pada tahun 2013 cakupan TT1 dan TT2 masih rendah, sebesar 3,9 % dan 3,3 %. Cakupan pemberian TT1 dan TT2 pada WUS tahun 2013 seperti terlihat pada grafik berikut ini :

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

39 Grafik 4.7

Persentase Cakupan Imunisasi TT Ibu pada WUS Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Sumber : Seksie Cegmat Dinkes Kab. TBB Thn 2013

Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa cakupan TT1 dan TT2 di Puskesmas se-Kabupaten Tulang Bawang Barat masih sangat rendah, namun belum ada target yang ditetapkan oleh kabupaten terhadap cakupan pemberian TT pada Wanita usia Subur (WUS).

e. Presentasi Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe

Suplemen tablet zat besi/ Fe diberikan kepada ibu hamil berfungsi untuk

mencegah dan menanggulangi kejadian anemia besi. Cakupan Fe1 dan Fe3 nampak fluktuatif naik turun dari tahun 2009-2013, seperti terlihat pada gafik dibawah ini :

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

40 Grafik 4.8

Persentase Cakupan Pemberian Tablet Fe1 dan Fe3 Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2009-2013

Sumber : Seksie Gizi Dinkes Kab. TBB Thn 2013

Berdasarkan distribusinya, cakupan pemberian tablet Fe ibu hamil per wilayah puskesmas masih banyak yang belum mencapai target SPM, seperti grafik dibawah ini :

Grafik 4.9

Persentase Cakupan 90 Tablet Fe pada Ibu Hamil per Puskesmas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

41

f. Cakupan Komplikasi Kebidanan yang di Tangani

Komplikasi atau resiko tinggi adalah penyimpangan dari normal yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Komplikasi kebidanan yang ditangani adalah ibu hamil resiko tinggi yang mendapat pelayanan di puskesmas perawatan atau rumah sakit.

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani tahun 2009 sebesar 120 (12,1 %), tahun 2010 sebesar 166 (13,6 %), tahun 2011 sebesar 480 (47,3 %) dan pada tahun 2012 sebesar 784 (71,5%), dan pada tahun 2013 sebesar 982 (89.6 %) seperti pada grafik berikut :

Grafik 4.10

Persentase Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2009-2013

Sumber : Seksie Kesga Dinkes Kab. TBB Thn 2013

Dari grafik diatas terlihat bahwa cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani di Kabupaten Tulang Bawang Barat selama tahun 2009-2011 pencapaiannya mulai meningkat walaupun belum mencapai target SPM. Namun pada tahun 2012-2013 pencapaiannya semakin naik bahkan melebihi target SPM.

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

42

g. Cakupan Neonatus Dengan Komplikasi yang Ditangani

Neonatus dengan komplikasi adalah neonatus dengan penyimpangan dari normal yang dapat menyebabkan kesakitan dan kematian. Neonatus dengan komplikasi yang ditangani adalah neonatus dengan komplikasi yang ditangani oleh tenaga kesehatan yang terlatih.

Selama tahun 2009-2013 cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani masih rendah walaupun sudah ada peningkatan pada tahun 2012 dan tahun 2013, seperti terlihat pada grafik berikut :

Grafik 4.11

Persentase Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2009-2013

Sumber : Seksie kesga Dinkes Kab. TBB Thn 2013

Dari grafik diatas terlihat bahwa cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani dari tahun 2009-2011 masih jauh dari target SPM, namun pada tahun 2012-2013 sudah mendekati target SPM.

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

43

h. Persentase Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi

Keberhasilan program KB dapat diketahui dari beberapa indikator, pencapaian target KB baru, cakupan peserta KB aktif terhadap PUS dan persentase peserta KB aktif metode kontrasepsi efektif terpilih.

Berdasarkan data tahun 2013 jumlah pasangan usia subur di Kabupaten Tulang Bawang Barat sebesar 43.894 orang. Cakupan peserta KB baru terhadap PUS sebesar 3.424 orang (7,8 %). Untuk peserta KB aktif tahun 2013 sebanyak 21.750 orang (49,6 %). Cakupan peserta KB Aktif menurut puskesmas seperti pada grafik berikut :

Grafik 4.12

Persentase Peserta KB Aktif Menurut Puskesmas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Sumber : Seksi Kesga Kab. TBB Thn 2013

i. Persentase Peserta KB Baru Menurut Jenis Kontrasepsi

Sedangkan proporsi penggunaan alat kontrasepsi untuk peserta KB Baru adalah IUD 4,4 %, MOP 0 %, MOW 0 %, Implant 22,3 %, Suntik 35,9 %, Pil 30,4 % dan kondom 7,0 %, seperti terlihat pada grafik berikut ini :

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

44 Grafik 4.13

Proporsi Penggunaan Alat Kontrasepsi KB Baru Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Sumber : Seksi Kesga Kab. TBB Thn 2013

j. Persentase Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)

Berat badan bayi lahir rendah (BBLR) merupakan kondisi yang harus menjadi perhatian khusus bagi pertugas kesehatan, karena berat badan dibawah normal (<2500gr) berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, seperti menurunnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, gangguan pernafasan, maupun tidak optimalnya absorbsi terhadap nutrisi yang diberikan karena karena ukuran tubuh BBLR kecil, kurang energi, lemah, lambungnya kecil dan tidak dapat mengisap ASI. Persentase berat badan bayi lahir rendah (BBLR) tahun 2013 di Kabupaten Tulang Bawang Barat seperti terlihat pada grafik berikut ini :

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

45 Grafik 4.14

Persentase Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Sumber : Seksi Kesga Kab. TBB Thn 2013

k. Cakupan Kunjungan Neonatus

Cakupan Kunjungan Neonatal (KN) adalah persentase neonatal yang memperoleh pelayanan kesehatan minimal 2 kali dari tenaga kesehatan. Satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari. Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan kunjungan bayi umur 1-12 bulan di sarana pelayanan kesehatan maupun di rumah, posyandu, tempat penitipan anak, panti asuhan dan sebagainya melalui kunjungan petugas kesehatan. Setiap bayi memperoleh pelayanan kesehatan minimal 4 kali yaitu satu kali pada umur 1-3 bulan, satu kali pada umur 3-6 bulan, satu kali umur 6-9 bulan dan sekali pada umur 9-12 bulan.

Grafik dibawah ini menggambarkan bahwa cakupan kunjungan neonatus dan kunjungan bayi selama lima tahun dari 2009-2013 cenderung meningkat, seperti terlihat pada grafik berikut :

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

46 Grafik 4.15

Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus dan Bayi Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2009-2013

Sumber : Seksie kesga Dinkes Kab. TBB Thn 2013

l. Persentase Bayi yang Mendapat ASI Eklusif

Cara pemberian makanan pada bayi yang baik dan benar adalah menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan dan meneruskan menyusui anak sampai umur 24 bulan. Mulai umur 6 bulan, bayi mendapatkan makanan pendamping ASI yang bergizi sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya.

Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan selama tahun 2009-2013 menunjukkan kecenderungan meningkat walaupun masih jauh dibawah target SPM, seperti pada grafik berikut ini :

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

47 Grafik 4.16

Persentase Pemberian ASI Eksklusif

di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2009-2013

Sumber : Seksie Gizi Dinkes Kab. TBB Thn 2013

Persentase pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2013 sebesar 62,3 %. Angka ini lebih tinggi bahkan mendekati target kabupaten bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Puskesmas dengan cakupan tinggi diantaranya Puskesmas Panaragan Jaya 97,6 % Puskesmas Totomulyo 90,5 % dan Puskesmas Mulya Asri 78,2 % dan terendah Puskesmas Mercubuana 23,3 %, seperti terlihat dibawah ini :

Grafik 4.17

Cakupan ASI Eksklusif Pada bayi 0-6 Bulan per Puskesmas Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

48 Cakupan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya : 1) Pemasaran susu formula masih gencar dilakukan untuk bayi 0-6 bulan yang

tidak ada masalah medis

2) Masih banyak tenaga kesehatan yang kurang peduli pada pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif yaitu masih mendorong untuk memberi susu formula pada bayi 0-6 bulan.

3) Belum maksimalnya kegiatan edukasi, sosialisasi dan kampanye terkait pemberian ASI eksklusif.

m. Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi

Pelayanan kesehatan terhadap bayi merupakan salah satu program kesehatan yang bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup , tumbuh kembang anak secara optimal. Setiap bayi memperoleh pelayanan kesehatan minimal 4 kali yaitu satu kali pada umur 29 hari-3 bulan, 1 kali pada umur 3-6 bulan, 1 kali pada umur 6-9 bulan, dan 1 kali pada umur 9-11 bulan. Cakupan pelayanan kesehatan bayi di Kabupaten Tulang Bawang Barat sudah mencapai target SPM sebesar 90 %, seperti terlihat pada grafik di bawah ini.

Grafik 4.18

Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi Di Kabupaten Tulang Bawang Barat

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

49

n. Cakupan Desa/Kelurahan UCI

Universal Child Immunization (UCI) merupakan gambaran suatu

desa/kelurahan dimana ≥ 80 % dari jumlah bayi (0-11 bulan) yang ada sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Sejak tahun 2009 indikator UCI adalah cakupan BCG, DPT/HB3, Polio 4 dan Campak. Tahun 2012 target cakupan desa UCI adalah 85 % dan diharapkan pada tahun 2014 akan mencapai target nasional sebesar 100 %. Namun cakupan UCI tahun 2013 justru turun 10 % menjadi 75 %. Hal ini dikarenakan pada tahun 2013 terdapat pemekaran desa/ kelurahan di Kabupaten Tulang Bawang Barat sebanyak 14 desa sehingga cakupan UCI turun.

Persentase cakupan desa / kelurahan UCI di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2009-2013 dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

Grafik 4.19

Persentase Cakupan Desa / Kelurahan UCI Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2009-2013

Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2013

50

o. Persentase Cakupan Imunisasi Bayi

Pada tahun 1990 Indonesia telah mencapai UCI (Universal Child Imunitation) dan cakupannya merata secara nasional pada tahun 1993. Perkembangan kegiatan imunisasi menunjukkan kemajuan dengan adanya uniject yang mendukung penyuntikan secara safe injection. Uniject merupakan vaksin kemasan tunggal. Berdasarkan tabel dibawah dapat dilihat bahwa cakupan imunisasi bayi dan

drop out dari tahun 2009-2013 berfluktuatif turun naik. Cakupan imunisasi sangat

dipengaruhi ketepatan dalam pencatatan dan pelaporan serta penentuan besarnya sasaran.

Tabel 4.1

Persentase Cakupan Imunisasi Bayi

di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2009-2013

Tahun BCG DPT1+HB1 DPT3+HB3 POLIO3 CAMPAK DO

2009 78,5 81,2 83,6 82,8 74,9 7,7 2010 79 94,4 92,2 90,7 93,7 0,7 2011 102 91,5 91,7 96 83,3 9 2012 108,7 108,6 106,7 105,8 105 3,3 2013 103 104 111.7 111 108.4 4.27

Sumber : Seksie Cegmat Dinkes Kab. TBB Thn 2013

Persentase cakupan imunisasi pada tahun 2013 semuanya melebihi 100 %, ini terjadi karena sasaran bayi berdasarkan angka CBR (Crude Bird Rate) 1,93 sehingga didapatkan sasaran bayi lebih rendah dibandingkan dengan cakupan immunisasi.

Dokumen terkait