• Tidak ada hasil yang ditemukan

CAPAIAN KINERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH

Tabel 3.1. berikut ini menyajikan data pencapaian kinerja terhadap Indikator Kinerja Sasaran dan Indikator Kinerja Utama yang ditabulasikan sebagai berikut :

Tabel 3.1.

Indikator Kinerja Sasaran,Indikator Kinerja Utama (IKU), Target, Realisasi dan Capaiannya Tahun 2014

SASARAN STRATEGIS / INDIKATOR

KINERJA UTAMA TARGET REALISASI

CAPAIAN Tercapai Tidak

Tercapai Terwujudnya pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan publik yang berkualitas, transparan, akuntabel, efektif dan efisien di bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah

Frekuensi Penyelenggaraan

Konsultasi dan Koordinasi Daerah 150 kali dalamdaerah 36 kali luar daerah 132 kali dalam daerah dan 36 kali luar daerah 90,86%

Persentase Pelaksanaan Administrasi Perkantoran

100% 100%

100% Persentase Pemenuhan Kebutuhan

Sarana dan Prasarana Aparatur

100% 100%

100%

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

Nilai Pengukuran Indeks Kepuasan

Masyarakat 72 76,37 106%

Adanya SOP Pelayanan Informasi

Publik Ada Ada 100%

Terlaksananya Pelayanan Administrasi dan Penyusunan Laporan Keuangan serta proses APBD Kota Malang

Jumlah Naskah Perjanjian Hibah Daerah yang Diterbitkan

135 895

662,96% Jumlah Terbitnya Surat Penyediaan

Dana

282 316

112,05% Jumlah SP2D yang terbit 25.000 28.481 113,92% Jumlah Daftar Gaji yang terbit 475 432 90,95%

Jumlah Pejabat Penatausahaan Keuangan yang Dapat Menyajikan Laporan Keuangan dengan Benar Berdasarkan Standart Akuntansi Keuangan

50 50 100%

Opini BPK terhadap Laporan

Keuangan Daerah WTP

Terlaksananya Tertib Administrasi dan Sistem Informasi Pengelolaan Aset Daerah dan Barang Milik Daerah

Jumlah Pendapatan Asli Daerah dari pemanfaatan bidang lahan aset daerah Rp 3.600.000.000 ,00 Rp 3.250.451.89 5,00 90,29%

Persentase Penyelesaian Sengketa

Lahan Aset Daerah 100% 66,66% 66,66%

Persentase Bidang Lahan Aset Daerah Penyumbang Pendapatan

Asli Daerah 51,13% 58,95% 100%

Jumlah Benda Berharga yang

Terporforasi 17.000.950 15.905.781 93,56%

Adanya Hasil Inventarisasi Tanah

dan Bangunan Aset Daerah Ada/1.200obyek

Ada/1.500

obyek 125%

Jumlah Dokumen benda berharga

dan Aset Daerah yang Dilestarikan 1.500 9.923 661,53%

Jumlah SKPD yang melakukan

Asistensi Laporan Barang Milik Daerah 100 SKPD 100 SKPD 100% Jumlah Lahan yang Bersertifikat

( bidang dan luas)

20 bidang/27.322 m2 27 bidang/70.70 6 m2 100%

Persentase Lahan Aset yang Sudah

Bersertifikat 40%/ 40bidang

31,62%/27

bidang 67,5%

Dari uraian tabel diatas, Indikator Kinerja Utama (IKU) sesuai dengan RPJMD 2013-2018, tergambarkan bahwa dari 10 ( sepuluh) indikator kinerja Utama tersebut, secara umum berhasil dicapai 5 indikator sesuai dengan target yang telah ditetapkan pada awal tahun, terdapat 3 indikator yang dapat melebihi target, sedangkan 2 indikator yang belum tercapai targetnya.

Berikut tabel 3.2 adalah jika diperbandingkan terhadap realisasi per indikator kinerja pada tahun 2009 – 2013, tahun 2013 dan tahun 2014:

Tabel 3.2.

Perbandingan Capaian Kinerja Utama Tahun 2009 - 2013 Realisasi Indikator

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

Daerah pengukur

an 2. Lamanya proses penerbitan

SP2D setelah berkas lengkap

100 % 2 hari (9.147) 100 % 2 hari (11.460) 100 % 2 hari (17.040) 100 % 2 hari (21.559) 100 % 2 hari (23.207) 3. Jumlah dokumen pelaporan

keuangan yang dapat diselesaikan tepat waktu

100 % 4 dokumen 100 % 4 dokumen 100 % 4 dokumen 100 % 4 dokumen 100 % 4 dokumen 4. Jumlah SKPD yang menyerahkan SPJ di atas tanggal 10 100 % 0 SKPD 100 % 0 SKPD 100 % 0 SKPD 100 % 0 SKPD 100 % 0 SKPD 5. Jumlah penerbitan Ijin

Pemakaian Kekayaan dan tempat-tempat tertentu yang dikuasai Pemerintah Kota Malang 100% (128 obyek) 100% (224 obyek) 100% ( 254 obyek) 100% (278 obyek) 110,67% (83 obyek) 6. Persentase penyelesaian

kasus tanah negara

100% (7 kasus) 100% (5 kasus) 100% (5 kasus) 20% (1 kasus dari 5 kasus) 166% (8 kasus) 7. Persentase luas lahan

bersertifikat 100% (20bidang =44.816 m2) 87.23% (41 bidang) 28.21% (11 bidang =14.005 m2) 87.9% (168.345m 2) 38% (810bid = 2.819.417 m2) Tabel 3.3.

Perbandingan Capaian Kinerja Utama dan Indikartor Kinerja Sasaran Tahun 2013 dengan Tahun 2014

No. Indikator Kinerja Realisasi Indikator Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 1.

Frekuensi Penyelenggaraan Konsultasi dan Koordinasi Daerah

51% (90 kali) 58,04%(132 dan 37 = 169 kali)

2. Lamanya proses penerbitan SP2D setelah berkas lengkap

100 % 2 hari (23.207) -3. Jumlah dokumen pelaporan keuangan

yang dapat diselesaikan tepat waktu

100 % 4 dokumen -4. Jumlah SKPD yang menyerahkan SPJ

di atas tanggal 10 100 % 0 SKPD

-5.

Jumlah penerbitan Ijin Pemakaian Kekayaan dan tempat-tempat tertentu yang dikuasai Pemerintah Kota Malang

110,67% (83 obyek)

-6. Persentase penyelesaian kasus tanah negara

166% (8 kasus)

-7. Persentase luas lahan bersertifikat 38% (810bid = 2.819.417m2) 8. Persentase Pelaksanaan Administrasi

Perkantoran

- 100%

9. Persentase Sarana dan Prasarana AparaturPemenuhan Kebutuhan - 100% 10. Persentase Pelaksanaan Administrasi

Capaian Kinerja Kuangan

- 100%

11. Nilai Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat

75,875 76,37

12. Adanya SOP Pelayanan Informasi Publik

Ada Ada

13. Jumlah Naskah Perjanjian Hibah Daerah yang Diterbitkan

135 895

14. Jumlah Terbitnya Surat Penyediaan Dana

282 316

15. Jumlah SP2D yang terbit 23.207 28.481 16. Jumlah Daftar Gaji yang terbit 475 432

17.

Jumlah Pejabat Penatausahaan Keuangan yang Dapat Menyajikan Laporan Keuangan dengan Benar Berdasarkan Standart Akuntansi Keuangan

50 50

18. Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Daerah

WTP

19.

Jumlah Pendapatan Asli Daerah dari pemanfaatan bidang lahan aset daerah

Rp 3.477.835.000,- Rp

3.250.451.895,-20. Persentase Penyelesaian Sengketa Lahan Aset Daerah

100% 66,66%(10 kasus)

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

7,362.514,25M2) 9.141.330,48) 22. Jumlah Benda Berharga yang

Terporforasi

Belum terukur 15.905.781 23. Adanya Hasil Inventarisasi Tanah dan

Bangunan Aset Daerah

Belum terukur Ada/ 1.500

24.

Jumlah Dokumen benda berharga dan Aset Daerah yang Dilestarikan

Belum terukur Sertifikat= 812 dokumen, Ijin Pemakaian= 8.163 obyek, BPKB= 861 dokumen

25. Jumlah SKPD yang melakukan Asistensi Laporan Barang Milik Daerah

100 SKPD 100 SKPD

26. Jumlah Lahan yang Bersertifikat ( luas) 2.819.417 M2 2.890.123 M2

27. Persentase Bidang Lahan Aset yang Sudah Bersertifikat 30,84% (810 bidang= 2,819.417 M2) 74,66% dari 837/1.121x100%) atau 84,7% dari 2.890.123/3.412.329x10 0%

Dari tabel di atas menunjukkan realisasi indikator kinerja pada tahun 2013 dan 2014 masih belum dapat diperbandingkan, dikarenakan penetapan Indikator Kinerja ( Indikator Kinerja Sasaran dan Indikator Kinerja Utama ) berubah merujuk pada Rencana Strategis ( Renstra ) yang disusun sesuai dengan RPJMD Tahun 2013-2018, dimana terdapat 10 ( sepuluh ) Indikator Kinerja Utama dan 10 (sepuluh) Indikator Kinerja Sasaran. Dari masing-masing Indikator Kinerja Utama (IKU) tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

Frekuensi Penyelenggaraan Konsultasi dan Koordinasi Daerah

Konsultasi dan koordinasi ditargetkan sebanyak 150 kali kedalam daerah dan 36 kali keluar daerah. Pada tahun 2014 terealisasi sebanyak 132 kali kedalam daerah dan 37 kali keluar daerah. Konsultasi dan koordinasi dilaksanakan selain untuk memenuhi surat undangan rapat-rapat koordinasi, rapat kerja, sosialisasi, bimbingan teknis dan sejenisnya, termasuk pelaksanaan konsultasi dan koordinasi terkait pengelolaan keuangan dan aset daerah dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi lainnya serta Pemerintah Pusat di Jakarta.

Nilai Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat

Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) merupakan instrumens untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat dalm memperoleh pelayanan dari penyelenggara pelayanan publik. Tingkat kepuasan masyarakat diperoleh dari hasil pengukuran atas pendapat masyarakat yang memperoleh pelayanan. Pengukuran atas 14 (empatbelas)

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

interval IKM 62,51 – 81,25 Mutu Pelayanan B, kategorisasi “BAIK”.Pada Tahun 2013 Indeks Kepuasan Masyarakat ( IKM) dicapai BPKAD sebesar 75,875. Sehingga jika dibandingkan dengan capaian indikator pada tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 0,495%. Pada Tahun 2014, Unsur pelayanan yang memperoleh penilaian baik akan diupayakan untuk ditingkatkan lagi menjadi sangat baik atau paling tidak dipertahankan untuk memperoleh penilaian baik. Unsur kesopanan dan keramahan pelayanan mendapat nilai rata-rata tertinggi diantara unsur pelayanan yang lain, yakni sebesar 3,160. Unsur pelayanan yang mendapat nilai terendah adalah unsur kecepatan pelayanan, yakni sebesar 2,980. Kecepatan pelayanan, yaitu target waktu pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil pengamatan, rendahnya nilai unsur ini pada umumnya disebabkan oleh :

1. Kurangnya pemahaman SKPD terhadap prosedur pengelolaan keuangan daerah sehingga masih terjadi penganggaran, pelaksanaan dan pertanggungjawabannya tidak tepat( PPK SKPD belum optimal sebagai fungsi verifikator, sehingga pengajuan dana yang belum tepat ( baik secara penganggaran dan prosesnya masih lolos ke BUD ). 2. Pengajuan pencairan dana yang dilakukan oleh SKPD tidak dilengkapi data/berkas

kelengkapan pengajuan SPP, SPM oleh PPK SKPD

3. Pengajuan pencairan dana yang dilakukan oleh SKPD diserahkan/ dilakukan menjelang akhir anggaran, sehingga menumpuk di BPKAD dan membutuhkan waktu relatif lama, mengingat volume SPM yang tinggi dan proses verifikasi yang harus berjalan. Hal demikian yang menimbulkan penafsiran bahwa pelayanan BPKAD kurang cepat.

4. Kurang tertibnya SKPD melakukan penyerapan anggaran sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Adanya SOP Pelayanan Informasi Publik

Bahwa dalam rangka menjaga konsistensi dan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah yang memiliki integritas, produktivitas dan bertanggungjawab serta memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan prima, maka ditetapkan Standar Operasional Prosedur ( SOP ). SOP ini menjadi standarisasi pelaksanaan tugas dan tanggungjawab aparatur Badan Pengelola

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

efisien serta dapat dipertanggungjawabkan dan terhindar dari kesalahan dalam pelaksanaannya. Namun demikian khusus untuk UPT Perkantoran Terpadu yang dibentuk sesuai Peraturan Walikota Malang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Perkantoran Terpadu pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang belum disusun SOP-nya, dan akan disusun dan ditetapkan bersamaan dengan evaluasi dan penyempurnaan SOP Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Tahun 2015 setelah keluar Peraturan Walikota Malang Nomor 24 Tahun 2014 tentang Perubahan Peraturan Walikota Malang Nomor 65 tahun 2012 tentang Uraian Tugas Pokok Fungsi dan Tata Kerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.

Jumlah Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD Yang Dapat Menyajikan Laporan Keuangan dengan Benar Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan

Sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah, bahwa kebijakan pengelolaan keuangan daerah berbasis akrual. Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual adalah SAP yang mengakui pendapatan, beban, aset, utang, dan ekuitas dalam pelaporan finansial berbasis akrual, serta mengakui pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam APBD. Menuju pada itu telah ditetapkan Peraturan Walikota Malang Nomor 14 tahun 2014 tentang Sistem dan Kebijakan Akuntansi. Peraturan Walikota tersebut menjadi pedoman bagi SKPD untuk melaksanakan akuntansi keuangan daerah. Dalam rangka mendukung pelaksanaan kebijaksanaan akuntansi berbasis akrual, dilaksanakan pengadaan Sistem Aplikasi Pengelolaan Keuangan Daerah Berbasis Akrual dengan Web Based (e-finance) sebagai penyempurnaan aplikasi yang lama menggunakan Dekstop Based. Selanjutnya sosialisasi, bimbingan teknis/pelatihan tentang Aplikasi Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah Berbasis Akrual dilaksanakan kepada 100 SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang, masing-masing diikuti oleh Pejabat Penatausahaan Keuangan ( PPK-SKPD) dan

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

Penatausahaan Keuangan (PPK-SKPD) dapat menyajikan Laporan Keuangan SKPD dengan Benar sesuai Standar Akuntansi Keuangan. Pada tahun 2014, ditargetkan 50 PPK-SKPD dapat menyajikan Laporan Keuangan SKPD dengan benar sesuai Standar Akuntansi Keuangan Daerah berbasis Akrual, yang akan lebih meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Opini Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) terhadap Laporan Keuangan Daerah

Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) memeriksa Laporan Keuangan Pemerintah Kota Malang, yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

BPK sesuai peraturan BPK RI Nomor 01 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara ( SPKN). Standar tersebut mengharuskan BPK merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas penerapan prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Malang, penilain atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, penilaian atas keandalan sistem pengendalian intern yang berdampak material terhadap laporan keuangan, serta penilaian terhadap penyajian atas laporan keuangan secara keseluruhan. Hal-hal tersebut diatas menjadi dasar memadai bagi Badan Pemeriksa Keuangan untuk menyatakan Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Daerah Pemerintah Kota Malang.

Tahun 2014 ditargetkan opini Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) terhadap Laporan Keuangan Daerah adalah Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ) sama seperti 2 tahun berturut-turut, yaitu tahun 2012 dan tahun 2013. Beberapa kebijakan Pemerintah Kota Malang dalam rangka pengembangan pengelolaan keuangan dan aset daerah diharapkan menjadi point penilaian BPK dalam rangka mencapai Opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) antara lain :

1. Penerapan Sistem Akuntansi Pemerintahan ( SAP ) berbasis akrual mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

Akrual. Pada Pemerintah Daerah melalui Peraturan Walikota Malang Nomor 14 Tahun 2014 tentang Sistem dan Kebijakan Akuntansi;

2. Pengembangan Sistem Aplikasi Pengelolaan Keuangan berbasis Akrual;

3. Peningkatan penatausahaan aset daerah melalui pengembangan Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah ( SIMBADA );

4. Penerapan aplikasi berbasis web based.

Jumlah Pendapatan Asli Daerah dari Pemanfaatan Bidang Lahan Aset Daerah

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pemanfaatan bidang lahan aset daerah pada tahun 2014 ditargetkan sebesar Rp 3.600.000.000,00 terealisasi sebesar Rp 3.250.451.895,00 atau sebesar 90,29%. Selisih kurang capaian target PAD dari pemanfaatan bidang lahan aset sebesar Rp 349.548.105,00 atau sebesar 9,71%.

Dijelaskan bahwa PAD dari pemanfaatan bidang lahan aset daerah terdiri dari Retribusi ijin pemakaian tempat-tempat tertentu yang dikuasai Pemerintah Kota Malang dan tanah aset/pertanian Namun terjadi perubahan peng-kode rekening-an khusus tanah aset/pertanian yang semula masuk kedalam retribusi ijin pemakaian tempat-tempat tertentu berubah menjadi lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah, yaitu di kode rekening 4.1.20.72.1.4.11.02 Fasilitas Umum, hasil dari pemanfaatan kekayaan daerah/ sewa., terealisasi sebesar Rp 421.713.395.00 ( Empat ratus dua puluh satu juta tujuh ratus tiga belas ribu tiga ratus sembilan puluh lima rupiah ). Sehingga total PAD dari pemanfaatan bidang lahan aset daerah terealisasi sebesar ( 3.250.451.895,00 + 421.713.395,00 = 3.672.165.290,00 ) atau 102 %.

Persentase Penyelesaian Sengketa Lahan Aset Daerah

Penyelesaian sengketa terkait lahan aset dan bangunan milik daerah mencapai 66,66 %. Dari ditargetkan 15 kasus, terjadi sengketa sebanyak 20 kasus, namun yang terselesaiakan 10 kasus. Penyelesaian kasus tanah negara dalam hal ini adalah penanganan proses fasilitasi penyelesaian kasus tanah negara dengan lembaga-lembaga terkait baik secara hukum ataupun secara kekeluargaan. Keseluruhan 20 ( dua puluh ) kasus tersebut meliputi :

Tabel 3.4.

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

No. Uraian Keterangan

1. Kasus tanah sewa jalan Kecapi 7 Sudah terfasilitasi 2. Kasus tanah SIP Jalan Hamid Rudi Sudah terfasilitasi 3. Kasus tanah sewa KCVRI Jalan Tumbalnegara Sudah terfasilitasi 4. Kasus tanah sewa KCVRI Jalan Sawunggaling Sudah terfasilitasi 5. Kasus tanah bengkok Jalan Majyen Sungkono Dalam proses fasilitasi 6. Kasus tanah sewa Jalan Delima

7. Kasus tanah sewa Jalan Dieng 23 dan 23a Sudah terfasilitasi 8. Kasus tanah sewa Jalan Mergosono 3b Sudah terfasilitasi 9. Kasus tanah Jalan Raden Intan Sudah terfasilitasi 10. Kasus tanah sewa Jalan Arjosari Dalam proses fasilitasi 11. Kasus SMP Negeri 26 Dalam proses fasilitasi 12. Kasus tanah Jalan Jakarta 36 Dalam proses fasilitasi 13. Kasus tanah Jalan Jakarta 48 Sudah terfasilitasi 14. Kasus PT SADEAN ( Ramayana/Alun-Alun Mall ) Sudah terfasilitasi 15. Kasus SDN Sukun 2 Sudah terfasilitasi 16. Kasus PT Dinar Regency Cemorokandang Dalam proses fasilitasi 17. Kasus tanah a.n. Ny Mashuda Samsul Zaki, Jalan Sulfat Dalam proses fasilitasi 18. Kasus SMK 6 Dalam proses fasilitasi 19. Kasus PKPN Jalan Bondowoso Dalam proses fasilitasi 20. Kasus tanah Jalan Kediri Dalam proses fasilitasi

Bidang Lahan Aset Daerah Penyumbang Pendapatan Asli Daerah

Bidang lahan aset daerah penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi ijin pemakaian kekayaan dan tempat-tempat tertentu yang dikuasai Pemerintah Kota Malang dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah adalah sebanyak 6.799 bidang ( 6.221 bidang + 578 bidang ) dengan luas 5.389.035,08 m2 ( 1.865.296,58 m2 + 3.523.738,50 m2 ) dari seluruh bidang dan lahan aset yang dimiliki Pemerintah Kota Malang sebanyak 8.256 bidang dan 9.141.330,48 m2. Tahun 2014 ditargetkan sebesar 51,13% atau seluas 3.764.763 m2 dari total luas aset 7.362.514,25 m2 sesuai renstra BPKAD 2013-2018, namun terealisasi sebesar 5.389.035,08 dari seluruh lahan aset seluas 9.141.330,48 m2 atau sebesar 58,95 %. Hal ini dapat dijelaskan , bahwa setelah dilakukan pendataan ulang dan verifikasi jumlah aset tanah yang dikuasai oleh Pemerintah

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

sebagaimana data yang dikemukan di atas. Jumlah lahan aset tanah yang dikuasai Pemerintah Kota Malang sampai dengan tahun 2014 adalah sebesar 9.141.330,48 m2

Rekapitulasi jumlah lahan aset tanah yang dikuasai pemerintah Kota Malang disajikan tabel berikut ini :

Tabel 3.5.

Rekapitulasi Lahan Aset Tanah yang Dikuasai Pemerintah Kota Malang Tahun 2014

No. Uraian

Jumlah Lahan Aset Tanah Daerah Tahun 2013 s/d Tahun 2014 Bidang Luas (M2) Bidang Luas (M2) 1.

Ijin Sewa Tempat-tempat

tertentu 6.221 1.265.297,50 6.221 1.865.296,58

2.

Tanah dan Gedung

Instansi 141 287.359,50 141 315.560,50 3. Tanah Fasilitas Pendidikan, Kesehatan, Sosial 496 1.207.353,24 496 1.507.352,82 4. Tanah Pasar 141 271.560,50 141 315.560,50 5. Tanah Taman 76 140.284,50 76 190.271,50 6. Tanah Makam 20 493.778,00 20 493.778,00 7. Tanah TPA 11 355.309,00 11 355.309,00 8. Tanah TPS 44 5.814,00 44 7.814,00

9. Tanah Rumah Dinas 518 48.725,80 518 56.725,80 10.

Penyerahan Fasilitas

Sosial, Fasilitas Umum 10 309.928,25 10 509.923,28

11.

Tanah Ex.

Bengkok/pertanian 578 3.341.538,00 578 3.523.738,50

JUMLAH 8.256 7.726.948,29 8.256 9.141.330,48

Dengan demikian capaian target mencapai 58,95 % dari luas aset 5.389.035,08 m2/ 9.141.330,48 m2. Bidang lahan aset daerah penyumbang PAD akan dapat lebih optimal, bilamana kepastian status tanah aset daerah lebih jelas. Inventarisasi/sensus dan kodefikasi terhadap tanah dan bangunan aset daerah terus dilakukan. Selanjutnya untuk menjamin kepastian status kepemilikan, dilaksanakan sertifikasi atas tanah aset Pemerintah Kota Malang ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tanah/lahan aset daerah

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

kepemilikannya oleh Pemerintah Kota Malang. Selain itu intensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dilakukan dengan melakukan penyesuaian tarif/ retribusi sewa/ijin pemakaian kekayaan dan tempat-tempat tertentu yang dikuasai oleh Pemerintah Kota Malang.

Adanya Hasil Inventarisasi Tanah dan Bangunan Aset Daerah

Bahwa dalam rangka peningkatan dan pengembangan pengelolaan aset daerah sangat diperlukan manajemen aset yang baik. Manajemen aset yang baik diawali dengan adanya data yang akurat. Untuk menyiapkan data yang akurat maka inventarisasi data mutlak diperlukan. Pada tahun 2014, dilaksanakan kegiatan inventarisasi/sensus dan kodefikasi terhadap aset dan bangunan milik daerah. Sebagaimana disampaikan terdahulu bahwa Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah merupakan peleburandari Bagian Keuangan, Bagian Perlengkapan dan Dinas Perumahan. Sehingga inventarisasi data-data aset dan bangunan milik daerah yang ada, dilakukan melalui sistem penataan arsip yang baik, handal dan akuntabel. Pada tahun 2014 telah diinventarisasikan sebanyak 1.500 obyek. Disampaikan pula bahwa dalam rangka penatausahaan aset daerah, pada tahun 2014 dilaksanakan pengembangan sistem informasi aset daerah dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA) Kota Malang untuk inventarisasi/ mapping aset daerah dan memastikan apakah data barang milik daerah sudah sesuai dengan Neraca masing-masing SKPD. Untuk memberikan pemahaman dan pelatihan aplikasi sistem SIMBADA dilaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis penatausahaan Barang Milik Daerah melalui Sistem Aplikasi SIMBADA, diikuti 100 SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang dengan peserta masing-masing Kepala Subag Umum dan Pengurus Barang SKPD. Selanjutnya pendampingan/ asistensi penyusunan Laporan Keuangan SKPD dilaksanakan kepada 100 SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Jumlah Dokumen Benda Berharga dan Aset Daerah yang Dilestarikan

Dokumen benda-benda berharga dan aset daerah yang diinventarisasi, disimpan melalui sistem penataan arsip. Pada tahun 2013 telah dilakukan update data SIGMA ( Sistem

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

tersimpan berupa data tekstual maupun spacial yang dilengkapi titik-titik ordinat pada masing-masing obyek. Selanjutnya di tahun 2014 disempurnakan melalui aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan ijin Pemakaian Tanah ( SIPIPT) dimana tanah aset daerah terarsipkan per obyek dan diharapkan data tersaji secara tekstual dan spacial (obyek tersaji riil dilengkapi foto/dokumentasi serta peta). Pada Tahun 2014 target lokasi adalah 2 Kecamatan, yaitu Kecamatan Klojen dan Kecamatan Lowokwaru. Selain dengan aplikasi SIPIPT, arsip data obyek tanah dan bangunan milik daerah, tertata rapi dalam rak/lemari arsip yang di tahun depan akan terus lebih ditingkatkan penataannya dan dilakukan pengembangan/pemeliharaan sofware aplikasinya. Pada Tahun 2014, telah diarsipkan Sertifikat sebanyak 812 dokumen, Ijin Pemakaian Kekayaan dan Tempat-Tempat Tertentu yang Dilkuasai Pemerintah Kota sebanyak 8.163 obyek dan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor ( BPKB ) sebanyak 948 dokumen.

Persentase Bidang Lahan Aset Daerah Yang Sudah Bersertifikat

Target indikator ini pada tahun 2014 adalah sebanyak 20 bidang dengan luas 27.322 m2, terealisasi sebanyak 27 bidang dengan luas 70.706 m2. Realisasi target indikator ini tidak dapat diperhitungkan capaiannya secara parsial, karena sepenuhnya dipengaruhi oleh proses sertifikasi yang dilakukan di BPN, artinya dari 307 bidang lahan yang diajukan proses sertifikasinya sampai pada tahun 2018, kecepatan dan realisasi sertifikasi atas bidang lahan tidak dapat ditentukan. Namun demikian capaian target indikator ini mencapai 100%, dari ditargetkan 20 bidang terealisasi 27 bidang. Dikemukakan bahwa target capaian jumlah bidang lahan aset yang telah diajukan proses sertifikasinya sampai dengan tahun 2018 sebanyak 1.121 bidang atau luas 3.412.329 m2. Sampai dengan tahun 2014 bidang lahan aset yang bersertifikasi sebanyak 837 dengan luas 2.890.123 m2. Perhitungan persentase capaian indikator sampai dengan tahun ke 5 (lima ) sebesar 837: 1.121 x 100% = 74,66% untuk bidang lahan atau 2.890.123: 3.412.329 x 100% = 84,69% untuk luas lahan aset daerah. Prosentase lahan aset bersertifikat sebesar 2.890.123: 9.131.330,48 x 100 % = 31,65% untuk luasan aset dan

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

Pemerintah Kota Malang. Adapun luas lahan yang bersertifikat disajikan pada tabel 3.6. berikut ini.

Tabel 3.6.

Data Aset Tanah Pemerintah Kota Malang yang Bersertifikat sampai dengan Tahun 2014

No. Peruntukan

Jumlah Bidang Luas Tanah ( m2 ) Tahun 2013 s/d Tahun 2014 Tahun 2013 s/d Tahun 2014 1. Pertanian 320 5 1.296.948 1.311.609 2. Pendidikan 205 10 619.733 642.777 3. Taman 62 2 143.469 155.336 4. Puskesmas 26 1 18.568 18.951 5. Kantor 71 3 152.106 154.763 6. Pasar 29 1 142.753 144.634 7. Terminal 12 12 72.689 72.689 8. Makam 18 1 83.896 85.580 9. Fasilitas Umum 7 4 2.816 17.345 10. Gedung 14 14 53.669 53.669 11. Jalan 12 12 12.587 12.587 12. Lapangan 20 20 178.592 178.592 13. Rumah Dinas 4 4 5.917 5.917 14. TPA/TPS 6 6 15.964 15.964 15 Lain-lain 4 4 19.710 19.710 JUMLAH 810 837 2.819.417 2.890.123

Berikut adalah capaian indikator kinerja sasaran yang digambarkan dalam Pengukuran Pencapaian Sasaran sebagai berikut :

Tabel 3.7.

Indikator Kinerja Sasaran, Target, Realisasi dan Capaiannya tahun 2014

SASARAN STRATEGIS / INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI

CAPAIAN Tercapai Tidak

Tercapai Terwujudnya pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan publik yang berkualitas, transparan, akuntabel, efektif dan efisien di bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah

Persentase Pelaksanaan Administrasi

Perkantoran 100% 100% 100%

Persentase Pemenuhan Kebutuhan

Sarana dan Prasarana Aparatur 100% 100% 100% Persentase Pelaksanaan Admnistrasi

Capaian Kinerja dan Keuangan 100% 100% 100%

Terlaksananya pelayanan administrasi dan penyusunan laporan keuangan serta proses APBD

PENDAHULUAN BAB I

AKUNTABILITAS KINERJA BAB III

Daerah Yang Diterbitkan

Jumlah Terbitnya Surat Penyediaan

Dana 282 316 112,06%

Jumlah SP2D Yang Terbit 25.000 SP2D, 8.000 Daftar Penguji 28.481 SP2D/8.516 Daftar penguji 113,9% Jumlah Daftar Gaji Yang Terbit 475 432 90,95%

Dokumen terkait