• Tidak ada hasil yang ditemukan

CAPAIAN KINERJA – Customer Perpective

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 33-44)

Penghitungan capaian kinerja yang dilihat dari Customer Perspective dibagi ke dalam dua Sasaran Strategis yaitu C.1 “Pelindungan WNI/BHI dan Pelayanan Publik KBRI Sarajevo yang Prima”; dan C.2 “Dukungan dan Komitmen yang Tinggi atas Kesepakatan Bilateral di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo”.

Pemberian pelayanan publik oleh aparatur pemerintah kepada masyarakat merupakan implikasi dari fungsi aparat negara sebagai pelayan masyarakat sehingga kedudukan aparatur pemerintah dalam pelayanan umum (public service) sangat strategis. Hal ini mengingat pemberian pelayanan publik akan menentukan sejauh mana pemerintah mampu memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi masyarakat dan sejauh mana negara telah menjalankan perannya dengan baik sesuai dengan tujuan pendiriannya.

Sesuai tugas dan fungsinya, pelayanan publik yang diberikan KBRI Sarajevo mencakup pelayanan di bidang perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) serta pelayanan di bidang kekonsuleran. Dengan demikian, publik yang mendapatkan pelayanan dari KBRI Sarajevo tidak hanya individu Warga Negara Indonesia (WNI), tetapi juga warga negara Bosnia dan Herzegovina, maupun warga negara asing (WNA) lainnya yang membutuhkan pelayanan KBRI Sarajevo sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Adapun jenis pelayanan publik yang diberikan KBRI Sarajevo bersifat administratif, yaitu pelayanan paspor, pemberian dokumen-dokumen terkait perijinan, dan informasi yang perlu diketahui oleh masyarakat umum.

Sasaran Strategis (C.1): Pelindungan WNI/BHI dan Pelayanan Publik KBRI Sarajevo yang Prima.

29

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 29 Pencapaian Sasaran Strategis KBRI Sarajevo “Pelindungan WNI/BHI dan Pelayanan Publik KBRI Sarajevo yang Prima” sebagai Sasaran Strategis C.1 diperoleh dari pengukuran 3 (tiga) Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu: IKU C.1.1 “Presentase kasus WNI di Negara Akreditasi yang diselesaikan” dan IKU C.1.2 “Indeks Kepuasan Pelayanan Kekonsuleran KBRI Sarajevo”, serta IKU C1.3 “Indeks Kepuasan Pelayanan Perlindungan WNI/BHI KBRI Sarajevo”. Pada tahun 2020, berdasarkan realisasi kedua IKU dimaksud, rata-rata nilai capaian SS “Terpenuhinya Pelayanan dan Aspirasi Publik di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo” sebesar 101.08% seperti terlihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 10

Capaian Sasaran Strategi C.1 KBRI Sarajevo Tahun 2020

No IKU Target Bobot Realisasi Capaian Capaian

Pembobotan 1 Presentase kasus WNI di

Negara Akreditasi yang

Penjabaran penghitungan capaian Sasaran Strategi C.1 Tahun 2020 dapat dilihat dalam tiga analisis berikut.

• Analisis IKU C.1.1: Presentase kasus WNI di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo yang diselesaikan.

IKU ini bertujuan untuk mengetahui presentase kasus WNI dan BHI di Bosnia dan Herzegovina termasuk penyediaan bantuan informasi/ hukum/ dan/ atau sosial dengan memperhatikan prinsip mengedepankan keterlibatan pihak yang bertanggung jawab dan/atau berwenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; tidak mengambil alih tanggung jawab pidana dan/atau perdata WNI; dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, hukum negara setempat serta hukum dan kebiasaan internasional. IKU C.1.1 tersebut dihitung menggunakan Laporan penanganan kasus, database Portal Peduli WNI, dan Berita Acara Serah Terima Penanganan Kasus.

Sepanjang tahun 2020, berdasarkan laporan penangan kasus, database Portal Peduli WNI, dan berita acara serah terima penanganan kasus didapatkan realisasi tahunan sebesar 120%.

Pada tahun 2020, realisasi IKU C.1.1 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 11

Capaian IKU C.1.1 KBRI Sarajevo Tahun 2020

IKU C.1.1 Informasi Kinerja Nilai

Presentase kasus WNI di negara

• Analisis IKU C.1.2: Indeks Kepuasan Pelayanan Kekonsuleran KBRI Sarajevo.

Pelayanan Kekonsuleran kegiatan Perwakilan RI dalam memberikan pelayanan kepada publik sesuai dengan kewenangan yang telah diberikan oleh hukum nasional

30

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 30 dengan memperhatikan hukum negara setempat serta kebiasaan dan hukum internasional yang mencakup, namun tidak terbatas pada layanan kependudukan, notariat, kehakiman, keimigrasian, dan ketenagakerjaan. KBRI Sarajevo sebagai salah satu Perwakilan RI di luar negeri yang menjadi pelaksana pelayanan kekonsuleran di negara akreditasi senantiasa terus mengupayakan penyelesaian berbagai layanan kekonsuleran di negara akreditasi.

Untuk mengukur tingkat kepuasan pelayanan kekonsuleran dalam menerima pelayanan pelayanan kekonsuleran dari KBRI Sarajevo, pada tahun 2020 telah dilakukan penyebaran kuesioner dan wawancara secara langsung kepada para orang/pihak yang menerima jasa kekonsuleran.

Berdasarkan data yang dimiliki KBRI Sarajevo, jumlah layanan kekonsuleran yang dilaksanakan di negara akreditasi KBRI Sarajevo pada tahun 2020 berjumlah 80 layanan. Hal tersebut menunjukkan bahwa capaian kepuasan pelayanan kekonsuleran mencapai 93% sebagaimana terlihat pada tabel berikut.

Tabel 12

Capaian IKU C.1.2 KBRI Sarajevo Tahun 2020

IKU C.1.2 Informasi Kinerja Nilai

Indeks Kepuasan Pelayanan

• Analisis IKU C.1.3: Indeks Kepuasan Pelayanan Pelindungan WNI/BHI KBRI Sarajevo.

Pelayanan perlindungan WNI dan BHI di luar negeri sebagai pelayanan publik tidak akan lepas dari konsep kepercayaan publik. Dalam implementasinya sehari-hari, pelaksana pelindungan selalu berinteraksi dengan situasi yang kompleks. KBRI Sarajevo sebagai salah satu Perwakilan RI di luar negeri yang menjadi pelaksana pelindungan WNI di negara akreditasi senantiasa terus mengupayakan penyelesaian berbagai peristiwa yang dihadapi oleh WNI di negara akreditasi.

Untuk mengukur tingkat kepuasan WNI dalam menerima pelayanan perlindungan dari KBRI Sarajevo, pada tahun 2020 telah dilakukan penyebaran kuesioner dan wawancara secara langsung kepada para WNI yang mendapatkan pelayanan perlindungan WNI terutama di tengah kondisi pandemi COVID-19.

Berdasarkan data yang dimiliki KBRI Sarajevo, jumlah WNI yang berdomisili di negara akreditasi KBRI Sarajevo pada tahun 2020 berjumlah 69 orang. Selama tahun 2020, KBRI Sarajevo menangani dan menyelesaikan kasus WNI yang bermasalah. Hal tersebut menunjukkan bahwa capaian kepuasan pelayanan perlindungan mencapai 90.25% sebagaimana terlihat pada tabel berikut.

Tabel 13

Capaian IKU C.1.3 KBRI Sarajevo Tahun 2020

IKU C.1.3 Informasi Kinerja Nilai

Indeks Kepuasan Pelayanan

31

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 31 Hubungan bilateral antara Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina telah dimulai sejak tanggal 11 April 1994. Dalam melaksanakan hubungan bilateral tersebut, kedua negara telah memiliki beberapa kesepakatan yang disetujui kedua pihak. Kesepakatan tersebut perlu diimplementasikan agar dapat dirasakan manfaatnya baik oleh rakyat Indonesia maupun rakyat di negara akreditasi. Mengingat tugas Kementerian Luar Negeri atau Perwakilan RI di luar negeri bukan sebagai implementing agency, Kementerian Luar Negeri atau Perwakilan RI perlu memberikan rekomendasi kepada K/L focal point untuk mengimplementasikan atau menindaklanjuti kesepakatan bilateral yang dihasilkan di tingkat nasional. Fungsi yang dilakukan Kementerian Luar Negeri atau Perwakilan RI adalah memastikan bahwa kesepakatan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik. IKU ini diperlukan agar Kementerian Luar Negeri atau Perwakilan RI dapat melakukan monitoring, follow up dan melakukan koordinasi dalam menindaklanjuti kesepakatan kerja sama oleh pemangku kepentingan terkait.

Pencapaian Sasaran Strategis (SS) KBRI Sarajevo “Dukungan dan Komitmen yang Tinggi atas Kesepakatan Bilateral di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo” diukur dengan IKU “Persentase tindak lanjut/implementasi kesepakatan bilateral Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo”. Pada tahun 2020, capaian SS “Dukungan dan Komitmen yang Tinggi atas Kesepakatan Bilateral di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo”

sebesar 100%, seperti terlihat pada tabel berikut.

Tabel 14

Capaian Sasaran Strategi C.2 KBRI Sarajevo Tahun 2020

No IKU Target Bobot Realisasi Capaian Capaian

• Analisis IKU C.2.1: Persentase tindak lanjut/implementasi kesepakatan bilateral Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo.

Pada tahun 2020, realisasi IKU C.2.1 “Persentase tindak lanjut/implementasi kesepakatan bilateral Indonesia dengan negara Akreditasi KBRI Sarajevo” sebesar 100% dari target 86,90%, dengan nilai capaian sebesar 115,07%. Nilai capaian tersebut diperoleh dari jumlah perjanjian bilateral yang ditindaklanjuti pemangku kepentingan dalam negeri sebanyak 1 kesepakatan dari 1 perjanjian kerja sama bilateral di bidang terkait. Berikut tabel capaian IKU C.2.1 dimaksud.

Tabel 15

Capaian IKU C.2.1 KBRI Sarajevo Tahun 2020

IKU C.2.1 Informasi Kinerja Nilai

Persentase tindak Jumlah total kesepakatan bilateral Indonesia dengan

negara Akreditasi

2

Sasaran Strategis (C.2): Dukungan dan Komitmen yang Tinggi atas Kesepakatan Bilateral di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo.

32

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 32 negara Akreditasi KBRI

Sarajevo

Target 86,90%

Realisasi 100%

Capaian 115.07%

Jumlah kesepakatan bilateral maupun bentuk kerja sama yang menjadi implementasi dari kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina masih relatif kecil. Sampai saat ini jumlah total kesepakatan bilateral baru berjumlah 2 kesepakatan yaitu 1 perjanjian kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan, serta 1 perjanjian tentang pemberian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Terdapat 1 lagi perjanjian kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan antar Kadin kedua negara yang tidak termasuk dalam perjanjian bilateral.

Dalam tahun 2020, bentuk kerja sama yang terjalin sebagai implementasi kesepakatan bilateral adalah sebagai berikut:

1. Terjalinnya rencana kerja sama perusahaan Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina yaitu: counter trading antara Vocar doo. dengan PT Rezeki Inthi Artha melalui Luka Koper di Slovenia, asal dari berdirinya Vocar d.o.o. Pengusaha Indonesia, Sherly Fam tertarik untuk mengimpor peanut butter, popcorn, buah plum ukuran tertentu dalam kemasan dan buah peach dalam kaleng yang sudah diawetkan dari Vocar d.o.o. Sedangkan Vocar d.o.o. tertarik mengimpor nanas dalam kaleng, spesifik berbentuk ring tanpa ruas batang yang selama ini mereka impor dari Filipina. Selain nanas, bubuk kakao, shortening, margarin, dan kacang mentah, Vocar d.o.o. juga tertarik untuk mengimpor coklat blok untuk produksi plum yang dilumuri/dibungkus dengan coklat.

2. Kesepakatan dagang antara Pobjeda-Rudet dd dengan PT Pusaka Ayu Bahari untuk pembelian 20 ribu detonator dari Pobjeda-Rudet dd. Kesepakatan dagang ini ditandai dengan adanya surat kuasa dan surat penunjukan yang telah dilegalisasi oleh Atase Pertahanan KBRI Beograd pada tanggal 10 Agustus 2020. Pengiriman pertama sudah dilaksanakan pada September 2020.

KBRI Sarajevo dan Kementerian Luar Negeri masih mengupayakan terjalinnya kesepakatan-kesepakatan bilateral baru di bidang-bidang lain antara lain, bidang pertanian, pendidikan, penanggulangan bencana alam, sosial, dan lainnya. Kendala yang KBRI Sarajevo temui selama ini adalah adanya instansi dalam negeri yang belum menjadikan negara akreditasi KBRI Sarajevo sebagai prioritas peningkatan kerja sama bilateral. Ke depannya, KBRI Sarajevo akan terus mengupayakan dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di Indonesia baik untuk mengupayakan kesepakatan kerja sama bilateral yang baru maupun untuk menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan yang sudah ada.

Secara keseluruhan hasil capaian berdasarkan Customer Perspective dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 16

Capaian Customer Perspective KBRI Sarajevo Tahun 2020

Perspektif Sasaran Strategis Nilai

Customer Perspective

C.1 Pelindungan WNI/BHI dan Pelayanan Publik KBRI Sarajevo yang Prima

101,08%

C.2 Dukungan dan Komitment yang Tinggi atas Kesepakatan Bilateral di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

115,07%

Capaian 108,08%

33

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 33 C. CAPAIAN KINERJA – Internal Business Process Perpective

Penghitungan capaian kinerja yang dilihat dari Internal Business Process Perspective dibagi ke dalam empat Sasaran Strategis yaitu B.1 “Diplomasi Ekonomi, Sosial dan Budaya KBRI Sarajevo yang Kuat”; B.2 “Diplomasi Polkam KBRI Sarajevo yang Kuat”;

dan B.3 “Basis Data WNI KBRI Sarajevo yang Akurat”.

Diplomasi ekonomi, sosial dan budaya yang kuat merupakan aspek yang sangat strategis dan merupakan instrumen penting kebijakan luar negeri setiap negara, termasuk Indonesia. Diplomasi ekonomi dapat diartikan sebagai aktivitas diplomasi untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi melalui berbagai kerja sama seperti perdagangan, investasi, energi, perhubungan, pariwisata, pertanian, perikanan, perindustrian, keuangan, perpajakan, serta kerja sama ekonomi teknik.

Diplomasi sosial adalah aktivitas diplomasi untuk mencapai tujuan-tujuan sosial melalui berbagai kerja sama seperti pembanguan kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan.

Sementara diplomasi budaya adalah aktivitas diplomasi untuk mencapai tujuan-tujuan pelestarian dan pengenalan budaya kepada dunia internasional, dengan penggunaan aset budaya sebuah negara untuk mendukung pemenuhan tujuan kebijakan luar negeri Indonesia.

Pencapaian Sasaran Strategis “Diplomasi ekonomi, sosial dan budaya KBRI Sarajevo yang kuat” diukur dengan 2 Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu:

1. B.1.1 “Jumlah kesepakatan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya”

2. B.1.2 “Indeks Respon Positif terhadap Informasi Data Economic Intelligence/Market Intelligence KBRI Sarajevo”

Capaian SS “Diplomasi ekonomi, sosial dan budaya KBRI Sarajevo yang kuat” pada tahun 2020 sebesar 120% seperti terlihat pada tabel berikut.

Tabel 17

Capaian Sasaran Strategi B.1 KBRI Sarajevo Tahun 2020

No IKU Target Bobot Realisasi Capaian Capaian

Pembobotan 1 Jumlah kesepakatan di bidang

ekonomi, sosial, dan budaya

1 50 3 300%

120%

(batas toleransi)

120%

2 Indeks Respon Positif terhadap Informasi Data Economic Intelligence/Market Intelligence KBRI Sarajevo

4 (Skala 5)

50 4

(Skala 5)

100% 100%

Capaian B.2 110%

• Analisis IKU B.2.1: Jumlah kesepakatan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Sepanjang tahun 2020, realisasi IKU B.2.1 Jumlah kesepakatan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya oleh KBRI Sarajevo mencapai 120% yang dapat dilihat pada tabel berikut.

Sasaran Strategis (B.1): Diplomasi Ekonomi, Sosial dan Budaya KBRI Sarajevo Yang Kuat.

34

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 34 Tabel 18

Capaian IKU B.1.1 KBRI Sarajevo Tahun 2020

IKU B.2.1 Informasi Kinerja Nilai

Jumlah kesepakatan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya

Jumlah kesepakatan di bidang diplomasi ekonomi, sosial dan budaya

3

Target 1

Realisasi 3

Capaian 300%

120% (batas toleransi) Capaian jumlah kesepakatan hasil perundingan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan yang sudah ditargetkan sebelumnya. Kesepakatan-kesepakatan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kesepakatan MoU antara Universitas Pertahaan Indonesia dan Universitas Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina pada Kerjasama Akademik dengan tujuan membangun kerjasama akademik, pendidikan, dan budaya antara kedua lembaga.

MoU ini ditandatangani secara desk to desk dengan yang telah dilengkapi tanda-tangan kedua rektor pada tanggal 4 Maret 2020 di Universitas Sarajevo.

2. Kesepakatan counter trading antara Vocar d.o.o. dengan PT Rezeki Inthi Artha melalui Luka Koper di Slovenia, asal dari berdirinya Vocar d.o.o. Pengusaha Indonesia, Sherly Fam tertarik untuk mengimpor peanut butter, popcorn, buah plum ukuran tertentu dalam kemasan dan buah peach dalam kaleng yang sudah diawetkan dari Vocar d.o.o. Sedangkan Vocar d.o.o. tertarik mengimpor nanas dalam kaleng, spesifik berbentuk ring tanpa ruas, bubuk kakao, shortening, margarin, dan kacang mentah, Vocar d.o.o. juga tertarik untuk mengimpor coklat blok untuk produksi plum yang dilumuri/dibungkus dengan coklat.

Foto 6

Penandatanganan MoU antara Universitas Pertahanan Indonesia dan Universitas Sarajevo secara desk to desk oleh Rektor Universitas Sarajevo, 4 Maret 2020

35

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 35 3. Kesepakatan dagang antara Pobjeda-Rudet dd dengan PT Pusaka Ayu Bahari

untuk pembelian 20 ribu detonator dari Pobjeda-Rudet dd. Kesepakatan dagang ini ditandai dengan adanya surat kuasa dan surat penunjukan yang telah dilegalisasi oleh Atase Pertahanan KBRI Beograd pada tanggal 10 Agustus 2020. Pengiriman pertama sudah dilaksanakan pada September 2020.

Selain kesepakatan-kesepakatan yang dicapai tersebut, dalam tahun 2020, KBRI Sarajevo melanjutkan perbaharuan isi Indonesian Corner yang memamerkan produk-produk Indonesia berupa produk-produk konsumsi, produk-produk pakaian, dan produk-produk-produk-produk utama lainnya di Universitas Zenica, dan Indonesian Corner kedua telah dibuka pada Februari 2020 di Universitas Tuzla.

• Analisis IKU B.1.2: Indeks Respon Positif terhadap Informasi Data Economic Intelligence/Market Intelligence KBRI Sarajevo

Salah satu IKU yang penting untuk untuk mengukur SS “Diplomasi ekonomi, sosial dan budaya KBRI Sarajevo yang kuat” adalah IKU “Indeks Respon Positif terhadap Informasi Data Economic Intelligence/Market Intelligence KBRI Sarajevo”. Data economic intelligence adalah informasi dan kajian hasil analisis di bidang ekonomi (perdagangan, keuangan, investasi, pariwisata, dan jasa) yang bersifat strategis bagi pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan diplomasi ekonomi Indonesia terhadap negara akreditasi. Data enonomic intelligence tersebut disusun dan dimutakhirkan secara berkala setiap tahun.

Informasi yang disajikan di dalam data economic intelligence KBRI Sarajevo nantinya akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait di Indonesia, baik dari kalangan

Foto 7

Pertemuan Bisnis antara PT Rezeki Inthi Artha dan Vocar doo, 2 Februari 2020 di Celic, Distrik Brcko

Foto 8

Penyerahan Legalisasi Surat Kuasa dan Surat Penunjukkan Bosnis antara Pobjeda-Rudet dan PT Pusaka Ayu Bahari, 10 Agustus 2020 di Gorazde

36

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 36 pemerintah maupun swasta sebagai upaya untuk mendorong para pelaku bisnis Indonesia melakukan ekspansi pasar ke negara akreditasi. Selain itu, data economic intelligence juga dapat digunakan sebagai rujukan informasi terkait potensi ekonomi maupun bisnis serta aturan kebijakan yang diterapkan di negara akreditasi.

Tanggapan dari Market Intelligence yang disusun oleh Perwakilan RI diberikan oleh Kementerian Luar Negeri dengan menilai besar atau kecilnya manfaat yang diterima oleh para pemangku kepentingan di Indonesia dalam hubungan bilateral. Ada pun penilaian tersebut diberikan berdasarkan 5 kriteria atau indeks yaitu:

Nilai

Indeks Penjabaran Nilai Kriteria Penilaian

1 Tidak Bermanfaat Perwakilan RI tidak mengirim data economic intelligence 2 Kurang Bermanfaat Perwakilan RI mengirim data yang sudah tidak update

dan kurang relevan

3 Cukup Bermanfaat Perwakilan RI mengirim sesuai format yang ditentukan namun tidak tepat waktu

4 Bermanfaat Data economic intelligence Perwakilan RI telah ditindaklanjuti/dimanfaatkan oleh stakeholders

5 Sangat Bermanfaat - Data economic intelligence telah menghasilkan kesepakatan bisnis/transaksi/outcome; atau

- Data economic intelligence tersebut telah mendapatkan kuesioner dengan nilai sangat bermanfaat oleh stakeholders terkait

Berdasarkan penilaian Kementerian Luar Negeri, KBRI Sarajevo mendapatkan nilai indeks 4 di mana data economic intelligence yang disusun oleh KBRI Sarajevo telah dimanfaatkan oleh stakeholders terkait dengan catatan positif adanya transaksi bisnis antara perusahaan kedua negara selama tahun 2020.

Tabel 19

Capaian IKU B.2.2 KBRI Sarajevo Tahun 2020

IKU B.1.2 Informasi

Kinerja Nilai

Indeks Respon Positif Stakeholders terhadap Informasi Data Economic Intelligence/Market Intelligence

Target 4 (Skala 5) Realisasi 4 (Skala 5)

Capaian 100%

Diplomasi Politik dan Keamanan merupakan negosiasi atau perundingan yang dilakukan mengenai hubungan politik dan keamanan yang dilakukan antara dua negara atau lebih.

Diplomasi polkam amat penting bagi Indonesia untuk turut memberikan sumbangsih bagi upaya-upaya pencapaian perdamaian dan keamanan dunia. Saat ini, tantangan bersama yang dihadapi adalah instabilitas politik dan keamanan di tingkat global, potensi ancaman keamanan di berbagai belahan dunia, dan mundurnya beberapa negara dari komitmen internasioinal yang menyisakan tanda tanya besar.

Sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020, Indonesia dituntut untuk dapat memainkan peran yang lebih besar demi terciptanya keamanan dan perdamaian dunia.

Sasaran Strategis (B.2): Diplomasi Polkam KBRI Sarajevo Yang Kuat.

37

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 37 Pencapaian Sasaran Strategis (SS) KBRI Sarajevo “Diplomasi Polkam KBRI Sarajevo yang kuat” diukur dengan IKU “Jumlah kesepakatan hasil perundingan di bidang diplomasi polkam”. Capaian IKU ini untuk tahun 2020 mencapai nilai yang sama dengan capaian KBRI Sarajevo tahun 2019 yaitu sebesar 100%, seperti yang terlihat pada tabel berikut.

Tabel 20

Capaian Sasaran Strategi B.2 KBRI Sarajevo Tahun 2020

No IKU Target Bobot Realisasi Capaian Capaian

Pembobotan 1 Jumlah kesepakatan hasil

perundingan di bidang diplomasi polkam

1 100 1 100 100

Capaian B.1 100%

• Analisis IKU B.2.1: Jumlah Kesepakatan Hasil Perundingan di Bidang Diplomasi Polkam.

Sepanjang tahun 2020, realisasi IKU B.2.1 Jumlah Kesepakatan Hasil Perundingan di Bidang Diplomasi Polkam oleh KBRI Sarajevo sebesar 1 kesepakatan dari 1 target kesepakatan dengan nilai capaian sebesar 100%. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 21

Capaian IKU B.2.1 KBRI Sarajevo Tahun 2020

IKU B.1.1 Informasi Kinerja Nilai

Jumlah Kesepakatan Hasil Perundingan di Bidang Diplomasi Polkam

Jumlah kesepakatan hasil perundingan di bidang diplomasi polkam

1 Target 1 Realisasi 100%

Capaian 100%

Capaian jumlah kesepakatan hasil perundingan di bidang diplomasi polkam sesuai dengan yang sudah ditargetkan sebelumnya.

Kedua kesepakatan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kesepakatan untuk saling dukung atas pencalonan Indonesia sebagai Dewan Operasi Pos 2021-2024 pada Kongres Serikat Pos Universal (POC) yang akan diadakan di Abidjan, Côte

d'Ivoire, dan Indonesia akan secara timbal balik mendukung Bosnia dan Herzegovina dalam pencalonannya sebagai Dewan Administrasi (CA) di kongres.

Foto 9

Duta Besar RI Melakukan Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Bosnia dan Herzegovina

38

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 38 Isu perlindungan WNI merupakan salah satu prioritas dalam Nawa Cita Presiden/Wakil Presiden RI dan sebagai salah satu pilar prioritas politik luar negeri Indonesia. Selama 4 tahun terakhir dan masa pandemi COVID-19, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Sarajevo secara konsisten melakukan investasi dalam pembenahan sistem yang diharapkan akan melibatkan semua pemangku kepentingan di pemerintahan dan non-pemerintahan, serta basis data di Perwakilan RI di Sarajevo yang diberikan peran yang jelas, karena amanah perlindungan WNI adalah amanah nasional. Tujuan akhirnya adalah terbentuknya sistem perlindungan WNI yang lebih baik di Perwakilan RI sarajevo.

Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri RI menegaskan: “Tugas perlindungan WNI dan BHI adalah tugas konstitusional. Karena itu ia akan terus menjadi tugas yang melekat dalam kebijakan luar negeri. Dengan sistem yang lebih baik, ke depan pelayanan dan perlindungan WNI yang prima dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun, dalam situasi apapun secara efektif dan efisien”.

Dalam mendukung perlindungan WNI di negara akreditasi terutama di masa pandemi COVID-19, KBRI Sarajevo secara terus menerus melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait di Bosnia dan Herzegovina, namun yang lebih penting adalah KBRI mengutamakan pendekatan dan pengayoman kepada WNI yang berdomisi di Bosnia dan Herzegovina untuk selalu mematuhi hukum setempat agar tidak terjerat masalah dengan pihak berwenang serta terlindungi dari kondisi pandemi COVID-19 yang telah melanda seluruh dunia terutama Bosnia dan Herzegovina.

Jumlah WNI yang berada di Bosnia dan Herzegovina berdasarkan data dari Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI adalah 69 orang, namun yang masuk ke dalam Portal WNI sebanyak 45 orang. Namun demikian, KBRI tetap memandang penting untuk melindungi dan mengayomi warga tersebut. Dalam tahun 2020, KBRI melakukan

Jumlah WNI yang berada di Bosnia dan Herzegovina berdasarkan data dari Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI adalah 69 orang, namun yang masuk ke dalam Portal WNI sebanyak 45 orang. Namun demikian, KBRI tetap memandang penting untuk melindungi dan mengayomi warga tersebut. Dalam tahun 2020, KBRI melakukan

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 33-44)

Dokumen terkait