• Tidak ada hasil yang ditemukan

KBRI Sarajevo

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 48-52)

Nilai SMART 96,84%

Nilai IKPA 87,15%

Realisasi (60% SMART + 40% IKPA) 92,96%

Target 90%

Capaian 103,29%

Secara keseluruhan hasil capaian berdasarkan Learning and Growth Perspective dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 30

Capaian Learning and Growth Perspective KBRI Sarajevo Tahun 2020

Perspektif Sasaran Strategis Nilai

Learning and Growth Perspective

L.1 Tata kelola organisasi KBRI Sarajevo yang baik 89,77%

L.2 Sarana dan prasarana KBRI Sarajevo yang memadai 120%

L.3 Pengelolaan anggaran KBRI Sarajevo yang optimal 103,29%

Capaian 104,35%

E. REALISASI ANGGARAN DAN ANALISIS EFISIENSI SUMBER DAYA

Realisasi anggaran KBRI Sarajevo tahun 2020 adalah sebesar Rp. 16.010.803.467 atau 95,03% dari pagu Rp. 16.847.594.000 dengan komposisi sebagai berikut:

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

Pagu Pagu Pagu

Rp. 9.222.727.000 Rp. 7.375.314.000 Rp. 249.553.000

Realisasi • Realisasi Realisasi

Rp. 8.840.522.079 Rp. 6.930.106.974 Rp. 240.174.414

Persentase Serapan • Persentase Serapan Persentase Serapan

95,86% 93,96% 96,24%

Program

Anggaran 2019 Anggaran 2020

Pagu (Rp.) Realisasi Pagu (Rp.) Realisasi Dukungan Manajemen

dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya

Kementerian Luar Negeri

15.673.017.000 15.183.393.819 14.879.285.000 14.270.352.000

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Luar Negeri

1.900.000.000 1.896.736.211 249.553.000 240.174.414

• Pagu : Rp. 16.847.594.000

• Realisasi : Rp. 16.010.803.467

• Persentase serapan : 95,03%

KBRI Sarajevo

44

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 44 Program

Anggaran 2019 Anggaran 2020

Pagu (Rp.) Realisasi Pagu (Rp.) Realisasi Pelaksanaan Diplomasi

dan Kerja Sama Internasional pada Perwakilan RI di Luar Negeri

3.532.441.000 2.899.544.614 1.718.756.000 1.500.277.053

Total 21.105.458.000 19.979.674.644

(94,67%) 16.847.594.000 16.010.803.467 (95,03%)

Dilihat dari hasil realisasi anggaran KBRI Sarajevo tahun 2019 yang mencapai 95,03%

dan tahun 2020 yang mencapai 95,03%, dapat terlihat bahwa pelaksanaan tugas secara keseluruhan pada KBRI Sarajevo telah sesuai dengan prinsip budget follows function dalam kerangka membangun sebuah organisasi yang berorientasi hasil.

Grafik 4

Analisis Efisiensi Sumber Daya

KBRI Sarajevo telah melakukan upaya efisiensi sumber daya dengan memaksimalkan resource SDM yang ada untuk mendukung performance kinerja dan anggaran organisasasi yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan arahan pusat dan instruksi Presiden RI untuk melakukan efisiensi pada setiap K/L, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI. KBRI Sarajevo juga melakukan langkah efisiensi terkait penghematan dalam pelaksanaan kegiatan, pengurangan biaya perjalanan dinas, waktu kerja, pembatasan jumlah SDM yang terlibat dalam setiap kegiatan dengan tetap mempertahankan kualitas dan hasil kinerja.

Di samping itu, KBRI Sarajevo juga telah melakukan realokasi anggaran sesuai dengan prioritas kinerja yang akan dilaksanakan dalam tahun 2020. Kebijakan terkait efisiensi sumber daya baik manusia maupun anggaran tersebut, mendorong KBRI Sarajevo untuk lebih efisien dalam pelaksanaan diplomasi dengan tetap menjaga kualitas kinerja.

0 5.000.000.000 10.000.000.000 15.000.000.000 20.000.000.000 25.000.000.000

2016 2017 2018 2019 2020

Perbandingan Pagu dan Realisasi Anggaran Tahun 2016-2020

Pagu Realisasi

45

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 45 F. PERBANDINGAN REALISASI IKU DENGAN TARGET JANGKA MENENGAH

Perbandingan Realisasi IKU dengan target jangka menengah merupakan perbandingan realisasi IKU tahun 2020 dibandingkan dengan tujuan KBRI Sarajevo yang akan dicapai pada tahun 2021, 2022, 2023 dan 2024.

TARGET KINERJA KBRISARAJEVO TAHUN 2020 S.D. 2024

Sasaran Strategis

(SS) Indikator Kinerja Utama (IKU) Target

2020 Realisasi

Persentase Peningkatan Nilai Investasi Asing ke

Indonesia dari Negara Akreditasi KBRI Sarajevo 1% 0 1% 1% 1% 1%

Persentase Peningkatan Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia dari Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

Indeks Citra Indonesia di Negara Akreditasi KBRI

Sarajevo 3.8

Persentase kasus WNI di negara akreditasi KBRI

Sarajevo yang diselesaikan 73% 97,7% 73% 73% 73% 73% bilateral Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

Jumlah Kesepakatan di Bidang Ekonomi, Sosial,

dan Budaya 2 3 2 2 2 2

Indeks Respon Positif terhadap Informasi Data Economic Intelligence/Market Intelligence KBRI

Jumlah Kesepakatan Hasil Perundingan di Bidang

Diplomasi Polkam 1 1 1 1 1 1

Basis Data WNI KBRI Sarajevo yang Akurat

Persentase WNI di negara akreditasi KBRI Sarajevo

yang Terdaftar di Portal Peduli WNI 20% 50% 50% 70% 80% 90%

Persentase Sarana dan Prasarana KBRI Sarajevo

yang Dipenuhi Sesuai dengan Rencana 100% 150% 100% 100% 100% 100%

46 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 46

BAB IV PENUTUP

Laporan Kinerja (LKj) KBRI Sarajevo tahun 2020 ini diharapkan dapat mengungkapkan kinerja Perwakilan RI selama tahun 2020 melalui pengukuran Indikator Kinerja Utama (IKU) serta target yang telah disepakati dalam Penetapan Kinerja (PK) Tahun 2020. Capaian kinerja KBRI Sarajevo selama tahun 2020 sangat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi dalam negeri Indonesia, kondisi dalam negeri Bosnia dan Herzegovina, dan kondisi global.

Secara keseluruhan, capaian kinerja KBRI Sarajevo selama tahun 2020 telah mendekati IKU dan target yang telah ditetapkan. Namun demikian, dirasa masih perlu untuk terus dilakukan perbaikan dan peningkatan oleh KBRI sehingga kinerja KBRI Sarajevo dapat menjadi lebih akuntabel, efektif dan efisien.

Capaian kinerja KBRI Sarajevo tahun 2020 hanya menunjukkan yang cukup memuaskan yaitu mencapai nilai 96,68% yang diikuti dengan nilai serapan anggaran menunjukkan nilai yang memuaskan juga yaitu 98,37%. Namun demikian, capaian dalam perspektif Stakeholders Perspective masih tercatat rendah yaitu 73,34%. Hal ini banyak disebabkan belum adanya nilai investasi di antara kedua negara baik investasi Indonesia di Bosnia dan Herzegovina maupun investasi Bosnia dan Herzegovina di Indonesia, yang menyebabkan capaian IKU S.1.2 Persentase Peningkatan Nilai Investasi Indonesia dengan negara akreditasi KBRI Sarajevo menjadi 0%. Nilai yang rendah tersebut juga disebabkan masih rendahnya jumlah wisatawan manca asal Bosnia dan Herzegovina yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2020. Walaupun terdapat peningkatan dalam jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, namun peningkatan jumlah wisatawan tersebut masih berada di bawah yang ditargetkan oleh KBRI Sarajevo.

Secara umum, upaya-upaya yang dilakukan oleh KBRI Sarajevo dalam mempromosikan Indonesia terutama dalam upaya peningkatan nilai ekspor Indonesia ke Bosnia dan Herzegovina dan peningkatan jumlah wisatawan asal Bosnia dan Herzegovina ke Indonesia telah mengalami peningkatan yang cukup memuaskan. Hal ini terlihat dengan jumlah peningkatan nilai ekspor Indonesia ke Bosnia dan Herzegovina yang mengalami peningkatan sampai dengan 160%. Namun demikian, peningkatan tersebut masih belum maksimal di mana KBRI Sarajevo masih menghadapi berbagai kendala terkait upaya promosi tersebut. Kendala-kendala yang dihadapi KBRI dalam upaya pencapaian kinerja, antara lain sebagai berikut:

• Lambatnya proses birokrasi untuk memperoleh informasi dan konfirmasi terhadap informasi yang diperlukan dari negara akreditasi.

• Berbagai pihak di Indonesia baik pemerintah maupun pihak swasta masih belum memprioritaskan maupun memberi perhatian besar untuk mengembangkan kerja sama ke Bosnia dan Herzegovina yang dianggap sebagai pasar non-tradisional.

• Kurangnya dukungan pemerintah pusat maupun pihak swasta terhadap kegiatan-kegiatan promosi yang diselenggarakan oleh KBRI Sarajevo.

• Terbatasnya bahan promosi dan terbatasnya sponsor dari Indonesia, serta terbatasnya biaya yang diterima perwakilan guna menunjang kegiatan promosi.

• Belum adanya moda transportasi dari dan menuju Bosnia dan Herzegovina yang dinilai murah sehingga menyebabkan warga Bosnia dan Herzegovina maupun Indonesia masih harus berpikir dua kali untuk melakukan kunjungan.

• Produk ekspor Indonesia ke Bosnia dan Herzegovina belum memiliki variasi yang cukup, terutama masih sedikitnya produk-produk unggulan yang memiliki peluang besar untuk berkompetisi dengan produk sejenis.

47 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 47

• Bosnia dan Herzegovina masih mengenakan tarif bea masuk dan pajak lainnya yang cukup tinggi terhadap produk asal Indonesia, sehingga perusahaan-perusahaan setempat lebih memilih untuk melakukan perdagangan melalui negara ketiga utamanya negara-negara yang telah memiliki perjanjian kerja sama ekonomi dengan Bosnia dan Herzegovina antara lain negara-negara CEFTA (Centra European Free Trade Agreement).

• Negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, maupun Vietnam masih menjadi pesaing utama dalam pasar di Bosnia dan Herzegovina baik dalam perdagangan produk-produk konsumtif maupun dalam sektor pariwisata. Malaysia dan Bosnia dan Herzegovina telah memulai perundingan pembentukan free trade agreement.

Dalam menghadapi kendala-kendala tersebut, KBRI Sarajevo terus berupaya untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

• membangun hubungan kerja yang lebih baik sehingga upaya pendekatan dapat berjalan lebih cepat;

• melakukan pendekatan terhadap pihak swasta di Indonesia guna menjajaki kemungkinan dukungan kegiatan-kegiatan di Bosnia dan Herzegovina;

• meningkatkan intensitas pertemuan dengan pihak-pihak baik pemerintah maupun swasta di daerah-daerah di Bosnia dan Herzegovina untuk membuka kerja sama baru;

• meningkatkan pendekatan kepada media dan penjajakan kesepakatan dengan media;

• meningkatkan kualitas pelaksanaan Indonesia - Bosnia dan Herzegovina Business Matching untuk mempertemukan pelaku-pelaku bisnis dari Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina;

• meningkatkan kegiatan promosi produk ekspor yang memiliki nilai tambah dan memetakan produk unggulan Indonesia yang memiliki competitive advantage di Bosnia dan Herzegovina;

• mendorong dimulainya pembahasan penguatan kerja sama ekonomi dan perdagangan melalui pembentukan Preferential Trade Agreement Republik Indonesia - Bosnia dan Herzegovina sehingga produk Indonesia dapat berkompetisi dengan produk negara lain.

---

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 48-52)

Dokumen terkait