• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA SARAJEVO

TAHUN 2020

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA SARAJEVO, BOSNIA DAN HERZEGOVINA

JANUARI 2020

(2)
(3)

2 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi

Ringkasan Eksekutif

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Perwakilan Republik Indonesia di Sarajevo 1

B. Aspek Strategis Organisasi 2

C. Isu-Isu Strategis 3

BAB II PERENCANAAN KINERJA 5

A. Rencana Strategis 5

B. Peta Strategi 6

C. Perjanjian Kinerja KBRI Sarajevo Tahun 2020 8

D. Pengukuran Kinerja 10

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 12

A. Capaian Kinerja - Stakeholders Perspective 13

B. Capaian Kinerja - Customer Perspective 28

C. Capaian Kinerja – Internal Business Process Perspective 33 D. Capaian Kinerja – Learning and Growth Perspective 39 E. Realisasi Anggaran dan Analisis Efisiensi Sumber Daya 43 F. Perbandingan Realisasi IKU dengan Target Jangka Menengah 45

BAB IV PENUTUP 46

LAMPIRAN

I. Perjanjian Kinerja Tahun 2020 48

II. Matriks Realisasi Rencana Aksi Perwakilan RI di Sarajevo Tahun 2020 61 III. Matriks Informasi Kinerja Perwakilan RI di Sarajevo Tahun 2020 64

(4)

3 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020

RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo Tahun 2020 disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) serta Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Dalam melaksanakan tugas dan misi sebagai Perwakilan RI di luar negeri, KBRI Sarajevo telah menetapkan sasaran strategis yang dinilai melalui alat ukur / indikator kinerja utama.

Sebagaimana sejak tahun 2018, KBRI Sarajevo pada tahun 2020 telah menetapkan Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama yang disesuaikan dengan Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama yang dimiliki Kementerian Luar Negeri. Sasaran Strategis tersebut dihitung berdasarkan empat perspektif yang berbeda yaitu:

• Stakeholders Perspective. Dalam perpektif ini KBRI Sarajevo mencapai nilai 42,37%.

Nilai ini diperoleh dari penghitungan capaian-capaian terkait nilai perdagangan, nilai investasi, jumlah inbound wisatawan, dan indeks citra Indonesia. Rendahnya nilai yang diperoleh dalam perpektif ini dikarenakan jumlah inbound wisatawan asal Bosnia dan Herzegovina ke Indonesia yang masih berada di bawah jumlah yang ditargetkan, dan belum adanya nilai investasi antara kedua negara baik investasi Indonesia di Bosnia dan Herzegovina maupun investasi Bosnia dan Herzegovina di Indonesia. Namun demikian, nilai perdagangan bilateral dalam tahun 2020 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dan melebihi dari yang ditargetkan oleh KBRI Sarajevo sebelumnya.

• Customer Perspective. Capaian untuk perspektif ini adalah 108,08%. Nilai ini diperoleh dari penghitungan capaian terkait indeks kepuasan pelayanan konsuler, indeks kepuasan pelayanan perlindungan WNI, dan persentase tindak lanjut kesepakatan bilateral. Selama tahun 2020, KBRI Sarajevo telah melakukan maupun memfasilitasi tindak lanjut kesepakatan bilateral melebihi dari target yang ditetapkan sebelumnya.

• Internal Business Process Perspective. Nilai capaian untuk perspektif ini KBRI Sarajevo memperoleh nilai 110,00%. Nilai ini diperoleh dari penghitungan capaian-capaian terkait jumlah kesepakatan di bidang ekososbud, indeks respon positif terhadap data economic intelligence, penyelesaian kasus, , pembinaan masyarakat, dan peningkatan impresi dan engagement pada media sosial yang dimiliki KBRI Sarajevo. Dalam hal ini, capaian perpektif yang tinggi tersebut diperoleh karena sejumlah kesepakatan di bidang ekonomi, sosial dan budaya yang jauh melebihi dari yang ditargetkan sebelumnya. Kesepakatan- kesepakatan tersebut antara lain kesepakatan kerja sama perdagangan antar pengusaha kedua negara dan penandatanganan 1 Memorandum of Understanding antara Universitas Pertahanan Indonesia dengan University of Sarajevo. Selain itu, capaian KBRI Sarajevo terkait indeks economy intelligence, penanganan kasus, pembinaan masyarakat, dan media sosial terjadi penurunan target yang telah ditetapkan sebelumnya oleh karena kondisi pandemi COVID-19.

• Learning & Growth Perpective. Capaian KBRI Sarajevo untuk perspektif ini mencapai nilai 104,35%. Penilaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah KBRI Sarajevo mengalami sedikit penurunan walau tingkat akuntabilitas kinerja masih berada di nilai BB. Sementara itu, untuk pengelolaan anggaran, selama tahun 2020 realisasi anggaran KBRI Sarajevo adalah 95,03%.

(5)

4 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 Guna mendukung pelaksanaan misi Perwakilan ditengah kondisi pandemi COVID-19,

KBRI telah berupaya berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta di Bosnia dan Herzegovina untuk mempromosikan perdagangan dan pariwisata Indonesia yang sebagian besar dilakukan secara virtual namun masih terdapat beberapa kegiatan yang diselenggarakan.

Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Bosnia dan Herzegovina akan Indonesia, KBRI selain berpartisipasi dalam berbagai kegiatan promosi, juga gencar melakukan pendekatan-pendekatan dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah kota, akademisi, pengusaha industri, pengusaha UKM, sampai dengan masyarakat umum di Bosnia dan Herzegovina baik secara visual maupun kegiatan yang diselenggarakan. Selain itu, KBRI juga melakukan pendekatan dengan berbagai media termasuk dengan adanya wawancara Dubes RI maupun staf KBRI lainnya dengan media cetak maupun digital.

Dari capaian-capaian sasaran tersebut, secara keseluruhan capaian yang diraih KBRI Sarajevo pada tahun 2020 adalah 92.96%. Walaupun terjadi penurunan namun telah mencapai nilai yang cukup memuaskan, KBRI Sarajevo masih menghadapi beberapa kendala antara lain kurangnya dukungan pusat baik pemerintah maupun pihak swasta terhadap kegiatan promosi yang diselenggarakan KBRI, terbatasnya bahan promosi maupun sponsor dari Indonesia, serta terbatasnya biaya yang diterima KBRI guna menunjang kegiatan promosi, kondisi pandemi COVID-19 yang mengakibatkan pergerakan diplomasi maupun dilaksanakannya work from home staf KBRI Sarajevo maupun instansi Pemerintahan Bosnia dan Herzegovina serta pengusaha. Terkait dengan hal-hal itu, KBRI akan terus berupaya meningkatkan pendekatan kepada pihak-pihak terkait guna terus meningkatkan dan menguatkan misi promosi Indonesia oleh KBRI.

---

(6)

1 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 20208 1

BAB I PENDAHULUAN

A. PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA DI SARAJEVO

Hubungan bilateral antara Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina dimulai sejak pembukaan hubungan diplomatik kedua negara pada tanggal 11 April 1994. Gedung KBRI Sarajevo dibuka secara resmi pada tanggal 29 Desember 2010 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2009 tentang Pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk beberapa negara sahabat.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sarajevo sebagai salah satu Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri memiliki tanggung jawab untuk mewakili dan memperjuangkan kepentingan Bangsa, Negara, dan Pemerintah Republik Indonesia secara keseluruhan di Bosnia dan Herzegovina. Tanggung jawab tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 108 Tahun 2003, tanggal 31 Desember 2003 adalah mewakili dan memperjuangkan kepentingan Bangsa, Negara, dan Pemerintah Republik Indonesia serta melindungi Warga Negara Indonesia, Badan Hukum Indonesia di Negara Penerima dan/atau Organisasi Internasional, melalui pelaksanaan hubungan diplomatik dengan Negara Penerima dan/atau Organisasi Internasional, sesuai dengan kebijakan politik dan hubungan luar negeri Pemerintah Republik Indonesia, peraturan perundang-undangan nasional, hukum internasional, dan kebiasaan internasional.

Untuk melaksanakan tugas pokok di atas, Perwakilan Diplomatik menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1. Meningkakan dan mengembangkan kerja sama politik dan keamanan, ekonomi, sosial dan budaya dengan Bosnia dan Herzegovina;

2. Meningkatkan persatuan dan kesatuan, serta kerukunan antara sesama Warga Negara Indonesia di Bosnia dan Herzegovina;

3. Memberikan pengayoman, pelayanan, perlindungan dan pemberian bantuan hukum dan fisik kepada Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, dalam hal terjadi ancaman dan/atau masalah hukum di Bosnia dan Herzegovina, sesuai dengan peraturan perundang‐undangan nasional, hukum internasional, dan kebiasaan internasional;

4. Melakukan pengamatan, penilaian, dan pelaporan mengenai situasi dan kondisi Bosnia dan Herzegovina;

5. Melakukan kegiatan manajemen kepegawaian, keuangan, perlengkapan, pengamanan internal Perwakilan, komunikasi dan persandian;

6. Melakukan fungsi‐fungsi lain sesuai dengan hukum dan praktek internasional.

Berdasarkan Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 07 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Indeks pada beberapa Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk beberapa negara sahabat, struktur organisasi KBRI Sarajevo adalah sebagai berikut:

1. Unsur Pimpinan yaitu Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh

2. Unsur Pelaksana yaitu Pejabat Diplomatik dan Konsuler yaitu satu orang dengan gelar diplomatik Counsellor, dan satu orang dengan gelar diplomatik Sekretaris Ketiga

(7)

2 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 20208 2 3. Unsur Penunjang yaitu Penyelenggara Adminstrasi dan Penata Kerumahtanggaan

dan Petugas Komunikasi.

Susunan Unsur Pelaksana KBRI Sarajevo berubah sesuai dengan hasil keputusan Tim Pendukung Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan pada tanggal 25 Februari 2016 terkait penambahan dua Pejabat Diplomatik dan Konsuler untuk ditugaskan pada KBRI Sarajevo, sehingga Unsur Pelaksana KBRI Sarajevo saat ini terdiri dari dua orang dengan gelar diplomatik Counsellor, dua orang dengan gelar diplomatik Sekretaris Kedua, unsur Penunjang yaitu Penyelenggara Adminstrasi dan Penata Kerumahtanggaan dan Petugas Komunikasi . Sementara Pegawai Setempat pada KBRI Sarajevo saat ini berjumlah 7 orang. Diharapkan dalam waktu dekat, jumlah Pegawai Setempat dapat disesuaikan dengan jumlah Unsur Pelaksana yang bertambah.

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya tersebut, KBRI Sarajevo diwajibkan untuk menyusun Laporan Kinerja sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas, fungsi, dan peranannya dalam pengelolaan sumber daya dan kebijakan. Laporan Kinerja tersebut memuat informasi yang berisi capaian, evaluasi, dan analisis terhadap pengukuran kinerja untuk setiap sasaran strategis atau hasil program serta langkah- langkah perbaikan ke depan.

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo Tahun 2020 disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) serta Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri Luar Negeri No.04 Tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Manajemen Kinerja Kemenlu dan Perwakilan RI.

B. ASPEK STRATEGIS ORGANISASI

KBRI Sarajevo memiliki peran strategis dalam pelaksanaan kebijakan politik luar negeri di Bosnia dan Herzegovina terutama dalam upaya mewujudkan kepentingan nasional melalui peningkatan hubungan dan kerja sama antara Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina baik di bidang politik, ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, sosial dan budaya serta pembinaan dan perlindungan Warga Negara Indonesia di Bosnia dan Herzegovina.

Kehadiran fisik Pemerintah Republik Indonesia melalui pembukaan KBRI Sarajevo memiliki arti penting dalam peningkatan hubungan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina. Sebagaimana diketahui, posisi Indonesia adalah mendukung penuh pembentukan dan keberadaan Bosnia dan Herzegovina sejak negara tersebut memutuskan untuk memisahkan diri dari negara Yugoslavia pada tahun 1992. Secara historis nama Indonesia sudah cukup dikenal oleh masyarakat setempat dimulai dengan kerja sama yang diupayakan oleh Presiden Soekarno dan Presiden Josip Bros Tito dari Yugoslavia, termasuk dalam kerja sama pembentukan Gerakan Non-Blok. Namun kedekatan ini tidak dapat dilanjutkan terutama setelah Proklamasi Kemerdekaan Bosnia dan Herzegovina dari Yugoslavia yang memicu Perang Bosnia Tahun 1992-1995 yang secara efektif memutus hubungan Indonesia dengan wilayah Bosnia dan Herzegovina.

Dengan dibukanya Perwakilan Republik Indonesia di Bosnia dan Herzegovina, KBRI Sarajevo memiliki peran yang penting dan strategis untuk lebih meningkatkan kerja sama bilateral antara kedua negara di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, serta people-to-people contact. Sepanjang tahun 2020, KBRI Sarajevo terus memikirkan

(8)

3 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 20208 3 dan menjalankan inisiatif baru dalam pengembangan dan perluasan kerja sama walaupun pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia, dengan tetap berkoordinasi dengan Pusat mengingat peningkatan hubungan bilateral perlu dikelola dan dikembangkan sesuai dengan kebijakan luar negeri Indonesia. Salah satu inisiatif tersebut ditandai dengan berhasilnya dicapai kesepakatan kerja sama dan penandatanganan Memorandum of Understanding antara Universitas Pertahanan Indonesia dengan University of Sarajevo serta kesepakatan saling dukung pencalonan RI dan BiH dari segi multilateral.

C. ISU-ISU STRATEGIS

Situasi dalam negeri Bosnia dan Herzegovina di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya turut mempengaruhi pencapaian misi KBRI Sarajevo. Sebagaimana diketahui, kondisi dan situasi politik di Bosnia dan Herzegovina masih belum stabil walaupun Perang Bosnia telah berakhir selama lebih dari 20 tahun. Sistem perpolitikan yang dianut oleh Bosnia dan Herzegovina adalah unik yang dihasilkan dari Perjanjian Damai Dayton (The General Framework Agreement for Peace in Bosnia and Herzegovina) pada tanggal 14 Desember 1995. Di dalam annex 4 perjanjian tersebut turut tercantum Undang-Undang Dasar Bosnia dan Herzegovina, yang mengharuskan susunan pemerintah dan parlemen Bosnia dan Herzegovina diisi oleh perwakilan dari tiga etnis utama di Bosnia dan Herzegovina yang bertikai dalam Perang Bosnia yaitu etnis Bosniak, etnis Serb, dan etnis Kroat. Salah satu akibat dari peraturan ini adalah Kepala Negara Bosnia dan Herzegovina berupa Presidensi yang terdiri dari 3 orang dari masing-masing etnis tersebut. Dari ketiga anggota Presidensi tersebut, ditunjuk satu orang secara bergiliran selama 8 bulan untuk menjabat sebagai Ketua Presidensi.

Dengan adanya tiga Presiden dari tiga etnis dan kepentingan yang berbeda, pemerintah Bosnia dan Herzegovina acap kali tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang sederhana.

Perjanjian Damai Dayton walau berhasil menghentikan Perang Bosnia, namun mengakibatkan sistem perpolitikan di Bosnia dan Herzegovina menjadi kompleks.

Selain mengharuskan etika etnis utama tersebut terwakili dalam semua aspek politik, perjanjian tersebut juga menyatakan bahwa walau Bosnia dan Herzegovina merupakan suatu negara yang berdaulat, wilayah Bosnia dan Herzegovina terbagi menjadi dua bagian atau entitas, yaitu entitas Federasi Bosnia dan Herzegovina, dan entitas Republik Srpska. Dalam sistem pemerintahan Bosnia dan Herzegovina, kedua entitas tersebut berada di bawah pemerintahan Bosnia dan Herzegovina pusat yang dipimpin oleh Presidensi Bosnia dan Herzegovina. Kedua entitas ini memiliki hak otonomi terbatas, dan memiliki sistem pemerintahan sendiri. Masing-masing entitas memiliki presiden dan perdana menteri beserta dengan kabinetnya masing-masing.

Sebagian besar warga Republik Srpska merupakan warga dengan latar belakang etnis Serb, sementara warga Federasi Bosnia dan Herzegovina mayoritas gabungan dari etnis Bosniak dan Kroat. Pada tahun 1999, dunia internasional yang mengawasi perkembangan dalam negeri Bosnia dan Herzegovina selepas perang, yaitu Office of High Representative, memutuskan bahwa Distrik Brčko yang secara geografis terletak di antara kedua entitas, sebagai daerah istimewa yang memiliki otonomi tersendiri, dan tidak termasuk ke dalam salah satu entitas. Hal ini dikarenakan warga Distrik Brčko tidak dapat memutuskan untuk bergabung ke salah satu entitas.

Penerapan sistem perpolitikan yang unik tersebut dan kondisi pandemi COVID-19 yang dialami oleh seluruh negara di dunia termasuk Bosnia dan Herzegovina mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat Bosnia dan Herzegovina di bidang ekonomi, perdagangan, investasi maupun sosial budaya. Berbagai keputusan terkait kerja sama perdagangan dan investasi maupun pembangunan daerah sangat tergantung kepada wilayah-wilayah yang warganya mayoritas berasal dari etnis

(9)

4 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 20208 4 tertentu. Pengambil keputusan dari satu etnis terlihat cenderung hanya memperhatikan kerja sama dan pembangunan yang dipusatkan ke wilayah-wilayah yang berpenduduk mayoritas dari etnis yang sama. Akibatnya pembangunan di Bosnia dan Herzegovina hanya terjadi secara sendiri-sendiri dan tidak terhubung satu dengan yang lain. Walau telah memasuki masa damai selama lebih dari 20 tahun, berbeda dengan negara-negara tetangga lainnya, kota-kota di Bosnia dan Herzegovina tidak saling terhubung dengan infrastruktur yang memadai baik jalan raya maupun jalur kereta. Akibat tidak langsung dari hal ini adalah masih tingginya beban biaya transportasi barang sehingga menaikkan juga harga barang yang masuk ke Bosnia dan Herzegovina.

Isu strategis lainnya adalah rendahnya lapangan pekerjaan di Bosnia dan Herzegovina dengan kondisi pandemi COVID-19 mengakibatkan semakin banyaknya masyarakat Bosnia dan Herzegovina yang kehilangan pekerjaanya dan mengandalkan bantuan dari Pemerintah maupun organisasi internasional. Sebuah lembaga independen setempat telah mengeluarkan data bahwa sejak tahun 2013, sebanyak 150 ribu warga telah meninggalkan wilayah Bosnia dan Herzegovina untuk mencari pekerjaan dan menetap di luar negeri. Sementara angka pengangguran di Bosnia dan Herzegovina pada tahun 2016 tercatat sebanyak 26%, sementara angka pengangguran usia muda (15-25 tahun) mencapai 67%.

Situasi dalam negeri Bosnia dan Herzegovina ini diperburuk dengan masih seringnya pemimpin pemerintahan maupun politikus setempat dalam mengeluarkan pernyataan- pernyataan retorika yang membangga-banggakan etnisnya masing-masing yang jika terus dilakukan tanpa henti dikhawatirkan akan menimbulkan konflik baru.

---

(10)

5 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 20208 5

BAB II PERENCANAAN KINERJA

A. RENCANA STRATEGIS

Rencana Strategis KBRI Sarajevo yang merupakan turunan dan bagian yang utuh dari Rencana Strategis Kementerian Luar Negeri, meliputi pernyataan visi, misi, tujuan, dan sasaran, serta Indikator Kinerja Utama yang menjadi ukuran keberhasilan pencapaian kinerja.

Keterkaitan Rencana Strategis Kementeria Luar Negeri Tahun 2020-2024 dengan Rencana Strategi KBRI Sarajevo Tahun 2020-2024:

Visi Kementerian Luar Negeri

Memimpin diplomasi yang aktif dan efektif untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong.

Misi Kementerian Luar Negeri

• Memperkuat peran dan kepemimpinan Indonesia sebagai negara maritim dalam kerja sama internasional untuk memajukan kepentingan nasional.

• Memantapkan peran Kementerian Luar Negeri sebagai penjuru pelaksana hubungan luar negeri dengan dukungan dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan nasional.

• Mewujudkan kapasitas Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI yang mumpuni.

Visi KBRI Sarajevo

Meningkatkan peran KBRI Sarajevo sebagai ujung tombak dalam mendukung terwujudnya wibawa diplomasi dan kepentingan nasional Indonesia

Misi KBRI Sarajevo

• Memperkuat diplomasi publik untuk meningkatkan saling pengertian dan kerja sama antara Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina.

• Meningkatkan peran Perwakilan dalam mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang-peluang kerja sama ekonomi demi mendukung kepentingan nasional.

• Memberikan pelayanan dan perlindungan kepada Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia.

(11)

6 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 20208 6 B. PETA STRATEGI

Dalam rangka pencapaian Visi dan Misi, KBRI Sarajevo telah menetapkan Peta Strategi tahun 2020 berdasarkan metode manajemen kinerja berbasis Balanced Scorecard (BSC), dengan tujuan agar proses pencapaian kinerja dapat lebih terukur dan terarah. Sistem manajemen kinerja berbasis BSC tersebut terdiri atas 10 Sasaran Strategi (SS) dan 15 Indikator Kinerja Utama (IKU), yang terangkum dalam 4 perpective yaitu: (1) Stakeholder Perspective yang terdiri atas 2 Sasaran Strategi; (2) Customer Perspective yang terdiri atas 2 Sasaran Strategi; (3) Internal Business Process Perspective yang terdiri atas 3 Sasaran Strategi; dan (4) Learning and Growth Perpective yang terdiri atas 3 Sasaran Strategi.

PETA STRATEGI

PERWAKILAN RI SARAJEVO

Kode SS

Sasaran Strategis (SS) Kode IKU

Indikator Kinerja Utama (IKU)

Target 2020

(1) (2) (3) (4) (5)

Stakeholders Perspective

S.1

Nilai Manfaat Diplomasi Ekonomi KBRI Sarajevo yang Optimal

IKU S.1.1

Persentase Peningkatan Nilai Perdagangan Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

3%

IKU S.1.2 Persentase

Peningkatan Nilai 1%

Stakeholders:

Presiden RI, Wakil Presiden RI, Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Luar Negeri, DPR, MPR, K/L

StakeholdersCustomerInternal Business ProcessLearning & Growth

C1. Pelindungan WNI/BHI dan Pelayanan Publik KBRI

Sarajevo yang Prima S1. Nilai Manfaat Diplomasi

Ekonomi KBRI Sarajevo yang Optimal

S2. Citra Positif Indonesia yang Meningkat di Negara Akreditasi

KBRI Sarajevo

B1. Diplomasi Ekonomi, Sosial dan Budaya KBRI Sarajevo yang Kuat

B2. Diplomasi Polkam KBRI Sarajevo yang

Kuat

B3. Basis Data WNI KBRI Sarajevo

yang Akurat

L1. Tata Kelola Organisasi KBRI Sarajevo

yang Baik

L3. Pengelolaan Anggaran KBRI Sarajevo yang Optimal L2. Sarana dan

Prasarana KBRI Sarajevo yang Memadai Customer: WNI/BHI,

Diaspora, WNA, Perwakilan Asing, Media, Akademisi, LSM, Pemda, Pemprov, Badan Usaha Asing

C2. Dukungan dan Komitmen yang Tinggi atas

Kesepakatan Bilateral di Negara Akreditasi KBRI

Sarajevo

(12)

7 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 20208 7 Kode

SS

Sasaran Strategis (SS) Kode IKU

Indikator Kinerja Utama (IKU)

Target 2020

(1) (2) (3) (4) (5)

Investasi Asing ke Indonesia dari Negara Akreditasi KBRI Sarajevo IKU S.1.3 Persentase

Peningkatan Jumlah Wisatawan

Mancanegara ke Indonesia dari Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

5%

S.2

Citra Positif Indonesia yang Meningkat di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

IKU S.2.1

Indeks Citra Indonesia di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

3,8 (skala 5)

Customer Perspective

C.1

Pelindungan WNI/BHI dan Pelayanan Publik KBRI Sarajevo yang Prima

IKU C.1.1

Persentase kasus WNI di negara akreditasi KBRI Sarajevo yang diselesaikan

73%

IKU C.1.2

Indeks Kepuasan Pelayanan

Kekonsuleran KBRI Sarajevo

4 (skala 4)

IKU C.1.3

Indeks Kepuasan Pelayanan Pelindungan WNI/BHI KBRI

Sarajevo

4 (skala 4)

C.2

Dukungan dan Komitmen yang Tinggi atas

Kesepakatan Bilateral di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

IKU C.2.1

Persentase tindak lanjut/ implementasi kesepakatan bilateral Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

86,90%

Internal Business Process Perspective

B.1

Diplomasi Ekonomi, Sosial dan Budaya KBRI Sarajevo yang Kuat

IKU B.1.1

Jumlah Kesepakatan di Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya

2

IKU B.1.2

Indeks Respon Positif terhadap Informasi Data Economic Intelligence/Market Intelligence KBRI Sarajevo

4 (skala 5)

(13)

8 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 20208 8 Kode

SS

Sasaran Strategis (SS) Kode IKU

Indikator Kinerja Utama (IKU)

Target 2020

(1) (2) (3) (4) (5)

B.2 Diplomasi Polkam KBRI

Sarajevo yang Kuat IKU B.2.1

Jumlah Kesepakatan Hasil Perundingan di Bidang Diplomasi Polkam

1

B.3

Basis Data WNI KBRI Sarajevo

yang Akurat

IKU B.3.1

Persentase WNI di negara akreditasi KBRI Sarajevo yang

Terdaftar di Portal Peduli WNI

20%

Learning and Growth Perspective L.1 Tata Kelola Organisasi

KBRI Sarajevo yang Baik

IKU L.1.1 Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) KBRI Sarajevo

78 (BB)

L.2

Sarana dan Prasarana KBRI Sarajevo yang Memadai

IKU L.2.1

Persentase Sarana dan Prasarana KBRI

Sarajevo yang Dipenuhi Sesuai dengan Rencana

100%

L.3

Pengelolaan Anggaran KBRI Sarajevo yang Optimal

IKU L.3.1 Nilai Kinerja Anggaran

KBRI Sarajevo 90

No. Kegiatan Pagu Anggaran

(Rp)

1 Penyelenggaraan Kegiatan Dukungan Manajemen pada

Perwakilan RI di Luar Negeri 17.670.247.000,-

2 Peningkatan Sarana dan Prasarana Perwakilan RI di

Luar Negeri 3.681.055.000,-

3 Penyelenggaraan Diplomasi dan Kerjasama

Internasional 449.553.000,-

Pagu Anggaran KBRI Sarajevo 2020 21.800.855.000,-

C. PERJANJIAN KINERJA KBRI SARAJEVO TAHUN 2020

Sebagai bentuk pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja, KBRI Sarajevo telah menyusun Perjanjian Kinerja Tahun 2020 yang berisi tekad dan janji yang akan dicapai sebagai berikut:

(14)

9 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 20208 9 Kode

SS Sasaran Strategis (SS) Kode

IKU Indikator Kinerja Utama (IKU) Target 2020

(1) (2) (3) (4) (5)

Stakeholders Perspective

S.1

Nilai Manfaat Diplomasi Ekonomi KBRI Sarajevo yang Optimal

IKU S.1.1

Persentase Peningkatan Nilai Perdagangan Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

3%

IKU S.1.2

Persentase Peningkatan Nilai Investasi Asing ke Indonesia dari Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

1%

IKU S.1.3

Persentase Peningkatan Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia dari Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

5%

S.2

Citra Positif Indonesia yang Meningkat di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

IKU S.2.1

Indeks Citra Indonesia di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

3,8 (skala

5) Customer Perspective

C.1

Pelindungan WNI/BHI dan Pelayanan Publik KBRI Sarajevo yang Prima

IKU C.1.1

Persentase kasus WNI di negara akreditasi KBRI Sarajevo yang diselesaikan

73%

IKU C.1.2

Indeks Kepuasan Pelayanan Kekonsuleran KBRI Sarajevo

4 (skala

4) IKU

C.1.3

Indeks Kepuasan Pelayanan Pelindungan WNI/BHI KBRI Sarajevo

4 (skala

4)

C.2

Dukungan dan Komitmen yang Tinggi atas

Kesepakatan Bilateral di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

IKU C.2.1

Persentase tindak lanjut/

implementasi kesepakatan bilateral Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

86,90%

Internal Business Process Perspective

B.1

Diplomasi Ekonomi, Sosial dan Budaya KBRI Sarajevo yang Kuat

IKU B.1.1

Jumlah Kesepakatan di Bidang

Ekonomi, Sosial, dan Budaya 2

IKU B.1.2

Indeks Respon Positif terhadap Informasi Data Economic

Intelligence/Market Intelligence KBRI Sarajevo

4 (skala

5)

B.2 Diplomasi Polkam KBRI Sarajevo yang Kuat

IKU B.2.1

Jumlah Kesepakatan Hasil Perundingan di Bidang Diplomasi Polkam

1

B.3

Basis Data WNI KBRI Sarajevo

yang Akurat

IKU B.3.1

Persentase WNI di negara akreditasi KBRI Sarajevo yang Terdaftar di Portal Peduli WNI

20%

(15)

10 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 20208 10 Kode

SS Sasaran Strategis (SS) Kode

IKU Indikator Kinerja Utama (IKU) Target 2020

(1) (2) (3) (4) (5)

Learning and Growth Perspective L.1 Tata Kelola Organisasi

KBRI Sarajevo yang Baik

IKU L.1.1

Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) KBRI Sarajevo

78 (BB)

L.2

Sarana dan Prasarana KBRI Sarajevo yang Memadai

IKU L.2.1

Persentase Sarana dan Prasarana KBRI Sarajevo yang Dipenuhi Sesuai dengan Rencana

100%

L.3

Pengelolaan Anggaran KBRI Sarajevo yang Optimal

IKU L.3.1

Nilai Kinerja Anggaran KBRI

Sarajevo 90

No. Kegiatan Pagu Anggaran

(Rp) 1 Penyelenggaraan Kegiatan Dukungan Manajemen pada

Perwakilan RI di Luar Negeri

17.670.247.000

2 Peningkatan Sarana dan Prasarana Perwakilan RI di Luar Negeri

3.681.055.000

3 Penyelenggaraan Diplomasi dan Kerjasama Internasional 449.553.000 Pagu Anggaran KBRI Sarajevo 2020 21.800.855.000

D. PENGUKURAN KINERJA

Pencapaian Kinerja KBRI Sarajevo tercermin dari Nilai Kinerja Organisasi (NKO) yang diperoleh dari serangkaian perhitungan dengan menggunakan data target dan realisasi IKU yang tersedia. Dengan membandingkan antara data target dan realisasi IKU, akan dicapai data capaian IKU, Nilai Sasaran Strategis (NSS), Nilai Perspektif (NP), hingga Nilai Kinerja Organisasi (NKO). Penghitungan capaian IKU dimaksud dilaksanakan dengan mempertimbangkan bobot dan nilai kualitas IKU yang didasarkan atas nilai Tingkat Validitas (V) dan Tingkat Kendali (C) IKU, di mana penetapannya terangkum dalam Manual IKU.

Adapun proses penghitungan indeks capaian IKU dimaksud juga akan memperhitungkan jenis polarisasi IKU yang berlaku, yakni maximize, minimize dan stabilize. Ketentuan penetapan nilai capaian IKU adalah sebagai berikut:

1) Angka maksimum adalah 120;

2) Angka minimum adalah 0;

3) Formula penghitungan nilai capaian IKU untuk setiap jenis polarisasi adalah sebagai berikut:

a. Polarisasi Maximize, yaitu kriteria nilai terbaik pencapaian IKU adalah realisasi yang lebih tinggi dari target dengan formula:

Pengukuran kinerja tersebut didasarkan atas kualitas IKU yang sangat tergantung kepada besarnya kualitas coverage IKU terhadap pencapaian Sasaran Strategis (SS).

(16)

11 Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 20208 11 Realisasi

Capaian IKU = Target X 100%

b. Polarisasi Minimize, yaitu kriteria nilai terbaik pencapaian IKU adalah realisasi yang lebih kecil dari target dengan formula:

Capaian IKU = [1+(1-Realisasi/Target)] X 100%

c. Polarisasi Stabilize, yaitu kriteria nilai terbaik pencapaian IKU adalah realisasi yang berada dalam suatu rentang tertentu dibandingkan target.

Untuk realisasi lebih dari target, rumus capaian IKU adalah:

Realisasi Capaian IKU = Target X 100%

Untuk realisasi kurang dari target, rumus capaian IKU adalah:

Capaian IKU = 100 - [(Realisasi/Target x 100%) - 100%]

Terkait dengan proses pengukuran dan evaluasi atas capaian kinerja KBRI Sarajevo dalam laporan ini, perbandingan data capaian kinerja yang akan digunakan terutama didasarkan pada perkembangan data capaian kinerja tahun 2019 atau 1 (satu) tahun sebelumnya.

---

(17)

12

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 12

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Sepanjang tahun 2020, KBRI Sarajevo telah berhasil melaksanakan berbagai kegiatan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat Bosnia dan Herzegovina terhadap Indonesia, yang diikuti semakin meningkatnya kerja sama antara Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina di berbagai bidang yaitu politik, ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, sosial budaya dan bidang lainnya yang bermanfaat bagi kepentingan nasional Indonesia. Proses penyusunan rencana kegiatan pada tahun 2020 mengalami peningkatan dan perbaikan dibandingkan dengan proses penyusunan pada tahun-tahun sebelumnya.

Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kegiatan yang tidak sesuai dengan perencanaan. Hal tersebut terjadi mengingat adanya penyesuaian terhadap perkembangan yang ada seperti adanya perubahan kebijakan maupun adanya inisiatif kegiatan baru yang dianggap lebih sesuai dengan perkembangan yang terjadi di tahun berjalan dan kondisi pandemi COVID-19.

Pengukuran capaian kinerja KBRI Sarajevo dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) pada masing-masing persepktif. Dari hasil pengukuran kinerja tersebut, diperoleh data bahwa nilai capaian kinerja KBRI Sarajevo tahun 2020 adalah sebesar 91,11%. Nilai tersebut berasal dari capaian kinerja pada masing-masing perspektif sebagaimana terlihat pada tabel berikut.

Tabel 1.

Capaian Kinerja KBRI Sarajevo Tahun 2020

No Perspektif Bobot Capaian

1 Stakeholders 25% 42,37%

2 Customer Perspective 15% 108,08%

3 Internal Business Process 30% 110,00%

4 Learning and Growth 30% 104,35%

Nilai Kinerja Organisasi 91,11%

Grafik 1.

Capaian Kinerja KBRI Sarajevo Tahun 2020 Berdasarkan Perspektif

42,37%

108,08% 110,00%

104,35%

STAKEHOLDERS

PERSPECTIVE CUSTOMER

PERSPECTIVE INTERNAL BUSINESS

PROCESS PERSPECTIVELEARNING & GROWTH PERSPECTIVE

(18)

13

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 13 Dinamika capaian kinerja dan serapan anggaran KBRI Sarajevo dalam 3 tahun terakhir terlihat dalam grafik berikut.

Grafik 2.

Capaian Kinerja dan Serapan KBRI Sarajevo

A. CAPAIAN KINERJA – Stakeholders Perpective

Penghitungan capaian kinerja yang dilihat dari Stakeholders Perspective dibagi ke dalam dua Sasaran Strategis yaitu S1 “Nilai Manfaat Diplomasi Ekonomi KBRI Sarajevo yang Optimal”; dan S2“Citra Positif Indonesia yang Meningkat di Negara Akreditasi”.

Sasaran Strategis KBRI Sarajevo “Nilai Manfaat Diplomasi Ekonomi KBRI Sarajevo yang Optimal”, merupakan turunan dari Sasaran Strategis Kemlu “Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas” yang sesuai dengan visi dan misi Presiden RI untuk mengedepankan diplomasi ekonomi. Untuk itu, KBRI Sarajevo berupaya keras untuk memberikan kontribusi lebih intensif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih berkualitas.

Sepanjang tahun 2020 dan di tengah kondisi pandemi COVID-19, KBRI Sarajevo telah menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan pemangku kepentingan baik di Indonesia maupun di negara akreditasi guna mencapai tujuan sasaran untuk turut memberikan sumbangan bagi upaya pemerintah untuk meningkatkan pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pencapaian Sasaran Strategis “Dukungan diplomasi KBRI Sarajevo yang optimal untuk mewujudkan peningkatan pembangunan nasional”, diukur melalui capaian 3 (tigat) Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu:

1. S.1.1 Persentase Peningkatan Nilai Perdagangan Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

0,00%

10,00%

20,00%

30,00%

40,00%

50,00%

60,00%

70,00%

80,00%

90,00%

100,00%

2018 2019 2020

Capaian Kinerja Serapan Anggaran

Sasaran Strategis (S.1): Nilai Manfaat Diplomasi Ekonomi KBRI Sarajevo yang Optimal.

(19)

14

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 14 2. S.1.2 Persentase Peningkatan Nilai Investasi Indonesia dengan negara Akreditasi

KBRI Sarajevo

3. S.1.3 Persentase Peningkatan Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia dari Negara Akreditasi KBRI Sarajevo.

• Analisis IKU S.1.1: Persentase Peningkatan Nilai Perdagangan Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, selama tahun 2020, KBRI Sarajevo terus mengupayakan peningkatan nilai perdagangan bilateral Indonesia - Bosnia dan Herzegovina, antara lain dengan rencana program-program untuk meningkatkan saling kunjung kalangan bisnis dari negara akreditasi ke Indonesia, maupun hadir pameran dagang atau menyelenggarakan pertemuan bisnis lainnya. Namun dikarenakan adanya pandemi COVID-19 di seluruh dunia dimulai pada awal bulan Maret 2020, rencana- rencana program kegiatan mulai terhambat dan dibatalkan. Upaya-upaya KBRI Sarajevo sebelum pandemi adalah pendekatan kepada sejumlah pihak terkait baik tingkat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dan perusahaan-perusahaan di Indonesia dan di Bosnia dan Herzegovina, untuk berpartisipasi dalam kegiatan Indonesia - Bosnia dan Herzegovina Business Matching 2020 pada bulan April 2020.

Sejumlah instansi terkait sudah mengajukan minat partisipasi termasuk Menteri Pertanian RI dan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS) beserta pengusaha-pengusaha di bidang turunan minyak sawit, turunan kayu, dan makanan lainnya. Namun, kegiatan ini terpaksa dibatalkan akibat pandemi COVID-19.

KBRI Sarajevo tetap mengupayakan program-program terkait dengan peningkatan perdagangan pada tahun 2020 dengan menyesuaikan kondisi pandemi yang terjadi.

Pendekatan juga dilakukan ke perusahaan di wilayah Republika Srpska (RS) seperti dengan perusahaan Swisslion d.o.o di Trebinje, RS pada tanggal 29 Oktober 2020.

Swisslion doo sudah lama menggunakan produk turunan minyak sawit dari Indonesia, namun tidak diperoleh secara langsung melainkan dari pihak ketiga di Bosnia dan Herzegovina yaitu melalui distributor Delmes d.o.o. Swisslion d.o.o melihat potensi besar Indonesia dapat memasok kebutuhan perusahaan ini, seperti produk turunan minyak sawit (margarine titik leleh 36-390 C, Mellorine zt 0.3 37-390 C) yang dibutuhkan sebanyak 5 kontainer setiap tahun, minyak goreng sebanyak 3000 L setiap tahun, cacao beans, 7000 ton gula, dan vanili ekstrak. KBRI Sarajevo telah menghubungkan dengan suplier langsung dari Indonesia, namun masih mengalami tantangan di bidang persaingan harga terutama dengan Malaysia. Selain itu, mereka berharap bisa memasarkan produknya di Indonesia terutama produk coklat dan Eurocrem yang sangat laku di paaran dan telah mendapatkan label halal.

Usaha-usaha lain dengan perusahaan di Bosnia dan Herzegovina antara lain memfasilitasi permintaan atau inquiries dari Indonesia. Permintaan dari Indonesia yang

Foto 1

Pertemuan Bisnis dengan Swisslion d.o.o, 29 Oktober 2020 di Trebinje, Republika Srpska

(20)

15

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 15 datang melalui KBRI Sarajevo antara lain produk detonator di perusahaan Pobjeda- Rudet dd yang telah sampai pada proses transaksi pembelian 20 ribu unit detonator oleh PT Pusaka Ayu Bahari. Pobjeda-Rudet dd sebelumnya juga pernah mengikuti TEI pada tahun 2018. Permintaan lainnya adalah mengenai penawaran harga munisi di Igman dd dari PT Pindad yang direncanakan akan direalisasikan pada tahun 2020.

Pihak-pihak lain yang telah didekati oleh KBRI dalam upaya promosi Trade, Tourism, and Investment (TTI), adalah pejabat pemerintah pusat yang menentukan kebijakan nasional, pejabat pemerintah daerah. Dari pertemuan-pertemuan tersebut KBRI dapat menyusun daftar pengusaha yang memiliki potensi dan keinginan kuat untuk melakukan kerja sama perdagangan dengan pengusaha Indonesia. Perusahaan- perusahaan tersebut sebagian besar merupakan pelaku bisnis terbesar dan ternama di daerahnya masing-masing dan telah memiliki pasar baik di Bosnia dan Herzegovina maupun di negara-negara tetangga di kawasan. Beberapa perusahaan tersebut bahkan pernah memiliki pengalaman dalam melakukan hubungan perdagangan dengan Indonesia.

Upaya pendekatan KBRI Sarajevo di tingkat pemerintah di antaranya adalah pemerintah daerah Brcko, yaitu dengan diadakannya pertamuan pada tanggal 19 Juni 2020, Walikota Distrik Brcko, Mr. Sinisa Milic dan Kepala Inspektorat Distrik Brcko, Mr.

Damir Bulcevic di Kantor Walikota Distrik Brcko, kemudian bertemu dengan Walikota Opcina Celic, Mr. Sead Muminović didampingi Ketua Dewan Kota Celic, Mr. Mujo Music, berserta pengusaha dari Vocar doo. Tujuan pertemuan adalah untuk membahas tindak lanjut kerjasama yang dapat dilakukan dari pengusaha-pengusaha di wilayah Brcko dan Celic dengan mitanya di Indonesia. Kerjasama perdagangan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari perjanjian Sister City antara Distrik Brcko dengan Kota Magelang yang ditandatangani pada bulan Juli 2018.

Pendekatan juga dilakukan di tingkat pusat seperti melakukan pertemuan dengan Presiden Kadin Federasi Bosnia dan Herzegovina, Mr. Mirsad Jasarspahic, beserta Ketua Komite Sektor Industri dan Jasa, Ms. Anela Karahasan pada tanggal 3 Juli 2020 di kantor KBRI Sarajevo. Dalam pertemuan ini dibahas bahwa Indonesia saat ini sudah lebih fokus hanya pada produk-produk yang paling diminati kedua negara mulai dari minyak sawit, spices, arang briket kelapa, alas kaki, dan suku cadang elektronik.

Sementara dari Bosnia dan Herzegovina, Indonesia fokus pada senjata di mana Bosnia dan Herzegovina memang sudah unggul sejak masa Yugoslavia. Kegiatan ini dilakukan dengan didasari keinginan bersama untuk mendorong dan memfasilitasi kerjasama B to B antara kedua negara.

Foto 2

Pertemuan dengan Pejabat Daerah Brcko, 19 Juni 2020 di Distrik Brcko

(21)

16

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 16 Upaya-upaya keras KBRI Sarajevo tersebut tidak dapat mengelakkan dampak pandemi COVID-19 terhadap perdagangan bilateral antara Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina. Namun demikian, KBRI Sarajevo terus mengupayakan pendekatan dan peningkatan kontak bisnis langsung antar pengusaha di Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina demi pemulihan ekonomi dan perdagangan bilateral kedua negara di masa pandemi ini.

Untuk mengukur persentase peningkatan nilai perdagangan Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina, KBRI Sarajevo menggunakan data dari Kementerian Perdagangan RI.

Catatan: Sampai dengan Laporan Kinerja ini disusun data dari Kemendag terkait nilai perdagangan Indonesia - Bosnia dan Herzegovina baru sampai dengan periode bulan Januari - Oktober 2020.

Rincian informasi untuk capaian kinerja IKU S.1.1 adalah sebagai berikut.

Tabel 2

Capaian IKU S.1.1 KBRI Sarajevo

IKU S.1.1

Total Perdagangan Bilateral Tahun

2019

Total Perdagangan Bilateral Tahun

2020

Nilai

Persentase peningkatan nilai

perdagangan Indonesia dengan negara Akreditasi KBRI Sarajevo

US$ 2.946.600 US$ 1.537.300

Realisasi IKU S.1.1 0.00%

Capaian (%) dari target peningkatan 3%

0%

(batas toleransi)

Untuk megetahui perubahan nilai perdagangan antara Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina, dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3

Neraca Perdagangan Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina 2017-2020

(Dalam USD)

Uraian 2017 2018 2019 Jan-Okt

2019 2020

Total Perdagangan 3.809.900 1.744.800 2.946.600 2.486.800 1.537.300 Ekspor 1.146.000 982.600 1.990.000 1.627.900 773.800

Foto 3

Pertemuan dengan Presiden Kadin Federasi BOSNIA DAN HERZEGOVINA, 3 Juli 2020 di KBRI Sarajevo

(22)

17

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 17

Impor 2.664.000 762.200 956.600 858.900 763.400

Neraca Perdagangan -1.518.000 220.300 1.0334.00 769.000 10.500 Sumber: Badan Pusat Statistik RI, diolah Pusat Data dan Sistem Informasi Data Kementerian

Perdagangan RI

Sebagai langkah ke depan dan untuk meningkatkan diplomasi ekonomi di negara akreditasi, KBRI Sarajevo akan melakukan berbagai upaya solutif antara lain: (a) lebih meningkatkan engagement kepada pengusaha-pengusaha potensial asal Bosnia dan Herzegovina; (b) meminta bantuan KADIN dan asosiasi-asosiasi pengusaha lainnya di Indonesia untuk lebih menyeleksi perusahaan-perusahaan asal Indonesia sebelum diajukan untuk menjadi mitra dagang dengan pengusaha Bosnia dan Herzegovina; dan (c) terus meningkatkan upaya promosi perdagangan yang lebih terarah, terpadu dan bersinergi dengan K/L teknis maupun dengan pelaku usaha dengan memanfaatkan data economic intelligence yang telah disusun oleh KBRI Sarajevo.

• Analisis IKU S.1.2: Persentase Peningkatan Nilai Investasi Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo.

KBRI Sarajevo melakukan promosi investasi bersamaan dengan kegiatan-kegiatan promosi perdagangan maupun pariwisata. KBRI Sarajevo terus melakukan pendekatan kepada sejumlah perusahaan yang dipandang memiliki potensi untuk melakukan investasi di Indonesia. Pendekatan kepada Foreign Investment Promotion Agency Bosnia dan Herzegovina (FIPA) juga terus dilakukan secara intensif. Promosi investasi lainnya adalah dengan menggalang pengusaha di Bosnia dan Herzegovina untuk mengikuti Trade Expo Indonesia – Virtual Exhibition yang dilaksanakan pada tanggal 10-16 November 2020. KBRI Sarajevo telah berhasil menjaring 5 pengusaha dari Bosnia dan Herzegovina dari berbagai bidang untuk mengikuti kegiatan ini.

KBRI Sarajevo juga terus melakukan berbagai pendekatan dan kegiatan untuk mempromosikan iklim investasi di Indonesia untuk menarik potensi investor Bosnia dan Herzegovina, namun sampai dengan tahun 2020, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal RI (BKPM) sampai saat ini belum tercatat adanya investasi Bosnia dan Herzegovina di Indonesia, maupun investasi Indonesia di Bosnia dan Herzegovina.

Tabel 4

Capaian IKU S.1.2 KBRI Sarajevo

IKU S.1.2

Nilai Investasi BOSNIA DAN HERZEGOVINA di Indonesia tahun 2018

Nilai Investasi BOSNIA DAN HERZEGOVINA di Indonesia tahun 2019

Nilai

Persentase peningkatan nilai investasi Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

US$ 0 US$ 0

Realisasi IKU S.1.2 0%

Capaian (%) dari target peningkatan 1% 0%

• Analisis IKU S.1.3: Persentase Peningkatan Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia dari Negara Akreditasi KBRI Sarajevo.

Pada awal tahun 2020, KBRI Sarajevo berencana untuk terus secara aktif mempromosikan pariwisata Indonesia dengan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan promosi maupun eksibisi di Bosnia dan Herzegovina. Namun demikian, karena penetapan status pandemi akibat penyebarluasan virus COVID-19 mengakibatkan mobilitas menjadi terbatas. Kebijakan dalam negeri Indonesia yang juga menutup akses masuk WNA untuk melakukan kunjungan wisata ke Indonesia menjadi faktor dominan yang menyebabkan angka wisatawan asing, khususnya dari

(23)

18

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 18 Bosnia dan Herzegovina mengalami penurunan tajam. Di samping itu, masih karena kondisi pandemi COVID-19 menjadikan perekonomian Bosnia dan Herzegovina seperti negara-negara lainnya di dunia mengalami kemunduran.

Dalam kondisi yang serba tidak mendukung langkah promosi Pemerintah Indonesia di negara Bosnia dan Herzegovina, KBRI Sarajevo tetap melakukan beragam upaya promosi dengan mengubah strategi komunikasi promosi Indonesia beradaptasi pada situasi terkini.

Optimalisasi diplomasi digital menjadi salah satu bentuk adaptasi yang dilakukan oleh KBRI Sarajevo untuk terus melakukan promosi Indonesia. Dalam mengimplementasikan diplomasi digital, KBRI Sarajevo saat ini selain memanfaatkan portal KBRI Sarajevo (www.kemlu.go.id/Sarajevo), juga memanfaatkan beberapa platform media sosial dalam mengomunikasikan isu-isu politik luar negeri maupun kegiatan KBRI Sarajevo serta mempromosikan potensi pariwisata maupun produk unggulan Indonesia.

Mempromosikan budaya Indonesia dengan mendirikan 2 (dua) Indonesian Corner di universitas di wilayah Bosnia dan Herzegovina. Indonesian Corner yang terletak di Universitas Zenica telah diperbaharui koleksinya pada tanggal 26 Oktober 2020, sementara di Universitas Tuzla pada tanggal 11 November 2020.

Koleksi Indonesian Corner di Universitas Zenica mengangkat tema kekayaan Indonesia berupa kesenian Wayang dan Batik. Sementara, koleksi di Universitas Zenica mempromosikan beragam produk kerajinan tangan unggulan Indonesia. Diharapkan dengan promosi yang dilakukan melalui Indonesian Corner tersebut, dapat menggugah keingintahuan lebih besar dari para pemuda Bosnia dan Herzegovina untuk mengenal lebih mendalam mengenai Indonesia hingga berkeinginan untuk mengunjungi Indonesia.

Untuk menghitung capaian peningkatan kunjungan wisatawan asal Bosnia dan Herzegovina ke Indonesia KBRI Sarajevo menggunakan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik RI.

Catatan: Sampai dengan Laporan Kinerja ini disusun, data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik RI terkait jumlah wisatawan mancanegara asal Bosnia dan Herzegovina ke Indonesia baru mencapai periode Januari-Juni 2020 yaitu mencapai 261 orang. Hal ini diakibatkan dampak pandemi COVID-19.

Foto 4

Pembaharuan Indobesia Corner Zenica (kiri), Pembaharuan Indonesia Corner Tuzla (kanan)

(24)

19

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 19 Tabel 5

Capaian IKU S.1.3 KBRI Sarajevo

IKU S.1.3

Jumlah pengunjung asal BOSNIA DAN HERZEGOVINA ke Indonesia tahun 2019

Jumlah pengunjung asal BOSNIA DAN HERZEGOVINA ke Indonesia tahun 2020

Nilai

Persentase peningkatan jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia dari negara Akreditasi KBRI Sarajevo

1.345 261

Realisasi IKU S.1.3 0%

Capaian (%) dari target peningkatan 5% 0%

Perkembangan jumlah wisatawan asal Bosnia dan Herzegovina yang berkunjung ke Indonesia dari tahun 2017 sampai dengan 2020 dapat dilihat dalam grafik berikut:

Grafik 3

Data Kunjungan Wisatawan Bosnia dan Herzegovina ke Indonesia

Di bidang pariwisata, kedua negara masih banyak yang dapat dieksplorasi dan dikembangkan. Kendala utama yang ditemui adalah masih kurangnya penerbangan dari Bosnia dan Herzegovina ke Indonesia, dan tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk tiket penerbangan tersebut. Selain itu, masyarakat Bosnia dan Herzegovina sebagaimana masyarakat negara-negara kawasan Balkan lainnya, cenderung tidak melakukan perjalanan yang memakan waktu relatif lama sehingga lebih memilih untuk berkunjung ke negara-negara Eropa atau negara di kawasan Balkan lainnya.

Terbatasnya anggaran promosi untuk negara-negara yang tidak menjadi prioritas utama, termasuk Bosnia dan Herzegovina dari kementerian terkait juga menjadi kendala dalam upaya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Jumlah wisatawan Bosnia dan Herzegovina yang datang ke Indonesia, masih terbilang sangat kecil. Sejak Mei 2016, pemerintah Indonesia telah memberikan kebijakan bebas visa bagi warga negara Bosnia dan Herzegovina. Jumlah wisatawan Bosnia dan Herzegovina yang datang ke Indonesia tahun 2017 adalah sebanyak 1.784 orang, tahun 2018 sebanyak 1.057 orang, dan tahun 2019 sebanyak 1.345 orang. Tahun 2020 menurun menjadi 261 orang hingga Juni 2020 akibat adalanya COVID-19. Selama tahun 2016 hingga 2020, sebagai perwakilan yang tidak lama dibuka, KBRI Sarajevo selalu berperan aktif dalam memperkenalkan wisata Indonesia dalam bentuk pameran budaya disertai pertunjukan tarian dan musik. Selain itu, adanya pandemi COVID-19 serta kembali diberlakukannya visa bagi warga Bosnia dan Herzegovina berpengaruh pada penurunan jumlah wisatawan Bosnia dan Herzegovina yang akan berkunjung ke Indonesia.

Sehubungan dengan hal itu, KBRI Sarajevo ke depannya akan lebih mendorong kementerian dan instansi terkait lainnya di Indonesia untuk bekerja sama lebih erat

0 500 1000 1500 2000

2017 2018 2019 2020

1784

1057

1345

261

(25)

20

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 20 untuk meningkatkan promosi pariwisata Indonesia ke Bosnia dan Herzegovina dengan terlibat aktif dalam pameran maupun kegiatan temu bisnis lainnya yang diselenggarakan di Bosnia dan Herzegovina.

Capaian Sasaran Strategis S.1 KBRI Sarajevo tahun 2020 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 6

Tabel Capaian Sasaran Strategis S.1 KBRI Sarajevo Tahun 2020

No IKU Target Bobot Realisasi Capaian Capaian

Pembobotan 1 Persentase Perningkatan Nilai

Perdagangan Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

3% 35,62 0% 0% 0%

2 Persentase Peningkatan Nilai Investasi Indonesia dengan Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

10% 35.62 0% 0% 0%

3 Persentase Peningkatan Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia dari Negara Akreditasi KBRI Sarajevo

5% 28.77 0% 0% 0%

Capaian S.1 0%

Citra merupakan salah satu dampak akhir yang terbentuk dari suatu usaha diplomasi ataupun kebijakan luar negeri yang diambil. Citra positif adalah hal yang perlu dibangun oleh Indonesia di mata dunia internasional. Adanya citra positif yang terbentuk akan meningkatkan kepercayaan dunia internasional, sehingga dapat menempatkan posisi Indonesia sebagai bangsa yang positif dalam berbagai aspek kehidupan.

Faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap citra meliputi isu-isu di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan. Oleh karena itu, isu-isu tersebut harus dapat dikelola dengan baik oleh Indonesia. Isu-isu yang ada kemudian akan disebarkan oleh media informasi sebagai alat penyebar berita kepada publik.

Sasaran Strategis (S.2): Citra Positif Indonesia yang Meningkat di Negara Akreditasi

Foto 4

Presentasi mengenai Indonesia oleh Seniman dan Budayawan Bali, Prof. Dr. Anak Gde Agung Rai di Universitas Tuzla dan Universitas Džemal Bijedić Mostar, 24 dan 25 Februari 2020.

(26)

21

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 21 Pemberitaan positif dan negatif tentunya akan berpengaruh terhadap mindset publik terhadap Indonesia, sehingga strategi dalam mengelola dan menangani media perlu dilakukan oleh Indonesia.

Diplomasi Digital menjadi tren baru dalam diplomasi yang dilakukan dengan mengunakan internet untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Tugas diplomasi digital masih sama dengan yang dilakukan secara konvensional, seperti mengumpulkan dan menganalisis informasi informasi penting untuk mendukung kebijakan luar negeri;

mengkomunikasikan posisi kebijakan luar negeri; serta melindungi kepentingan negara dan warga negara dengan memanfaatkan teknologi komunikasi informasi. Diplomasi digital menawarkan cara baru dalam berkomunikasi dan memberikan kesempatan untuk memberikan ekspresi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Dengan menggunakan platform berbasis media sosial ini, penyebaran informasi tersebut dapat berjalan dua arah, serta tingkat ketertarikan dari masyarakat dapat lebih terukur. Media sosial yang dimanfaatkan oleh KBRI Sarajevo saat ini adalah akun

@IndonesiaInBiH di Twitter, akun @indonesiainsarajevo di Instagram, akun

@Kedutaan Besar RI Sarajevo di Facebook, dan akun Indonesian Embassy in Sarajevo di saluran Youtube.

Dalam kurun waktu 2020, peningkatan infrastruktur dan konten terus dilakukan oleh KBRI Sarajevo. Hal ini tampak pada peningkatan engagement akun-akun resmi KBRI Sarajevo di sejumlah media sosial yang terlihat dari terus bertambahnya jumlah pengikut (follower) yang mengikuti informasi dan konten resmi KBRI Sarajevo. Follower akun Facebook dan Twitter hampir mencapai 1000 pengikut pada akhir tahun 2020.

Peningkatan optimalisasi penggunaan media sosial sebagai salah satu tools dalam melakukan proses diplomasi juga menjadi salah satu poin yang menjadi perhatian oleh para pimpinan Kementerian Luar Negeri. Apresiasi telah diberikan kepada KBRI Sarajevo atas pemanfaatan media sosial oleh Kementerian Luar Negeri RI dalam pemberian anugerah Social Media Award Perwakilan RI untuk kategori Best Growth untuk tahun 2020 yang diumumkan bersamaan dengan pelaksanaan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI tahun 2021 pada hari Rabu, 6 Januari 2021.

Diharapkan dengan pemberian informasi tanpa henti kepada publik Bosnia dan Herzegovina melalui saluran komunikasi yang memanfaatkan teknologi komunikasi saat ini dapat memberikan dampak yang lebih luas daripada upaya diplomasi dalam langkah yang konvensional tatap muka.

Sasaran Strategis “Meningkatnya citra Indonesia di negara akreditasi KBRI Sarajevo”

diukur dengan IKU “Indeks citra Indonesia di negara akreditasi KBRI Sarajevo”. IKU ini untuk mengukur sampai sejauh mana citra positif Indonesia di negara akreditasi.

• Analisis IKU S.2.1: Indeks Citra Indonesia di Negara Akreditasi KBRI Sarajevo.

IKU “Indeks citra Indonesia di negara akreditasi KBRI Sarajevo” menggambarkan indeksasi citra positif penyelenggaraan politik luar negeri dan diplomasi Indonesia berdasarkan persepsi masyarakat internasional yang diterjemahkan oleh Kementerian Luar Negeri melalui berbagai program diseminasi informasi dan diplomasi publik (soft power diplomacy).

IKU “Indeks citra Indonesia di negara akreditasi KBRI Sarajevo” diukur dengan metode survei berdasarkan “Model Anholt”, melalui penyebaran kuesioner kepada para

(27)

22

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 22 responden di negara akreditasi dengan pertimbangan bahwa dimensi pengukuran yang digunakan oleh Anholt dinilai mendekati dengan tugas dan fungsi Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar negeri.

Pemilihan metode survei melalui penyebaran model Simon Anholt ini dipilih berdasarkan kesepakatan seluruh Satker Pusat di Kementerian Luar Negeri dengan BPO dan Tim Konsultan, dengan pertimbangan-pertimbangan antara lain:

Latar Belakang/Background info:

• Diplomasi publik berhubungan dengan upaya mempengaruhi sikap publik, meliputi dimensi-dimensi dalam hubungan internasional;

• Dimensi-dimensi tersebut selain dimensi penanaman opini publik oleh pemerintah kepada masyarakat di negara lain, juga termasuk interaksi kelompok kepentingan suatu negara kepada kelompok kepentingan di negara lain;

• Dimensi publik sangat memiliki arti dalam suatu perubahan, dan berpengaruh terhadap perilaku diplomasi. Tidak ada masalah besar luar negeri atau inisiatif dalam negeri yang diambil saat ini tanpa pertama-tama diuji oleh opini publik, dan dimensi publik tidak hanya menyangkut opini publik, tetapi juga konsultasi, keterlibatan, dan tindakan publik;

• Opini publik sangat berhubungan dengan dukungan rakyat terhadap suatu kebijakan negara;

• Hubungan diplomasi publik dengan citra suatu negara adalah, bahwa citra dibangun berdasarkan pengalaman yang dialami suatu bangsa;

• Citra dapat berubah setiap waktu di saat orang menerima pesan baru;

• Citra adaah sebuah kesatuan mental atau interpretasi sensual suatu bangsa didasarkan kepada bukti yang tersedia, dikondisikan oleh adanya kesan, kepercayaan, gagasan, dan emosi;

• Dengan demikian citra yang baik dapat menumbuhkan opini publik yang menguntungkan yang akan menjadi modal utama untuk melaksanakan diplomasi publik yang menguntungkan.

Pemilihan Model Anholt

• Simon Anholt berpengalaman menyelenggarakan survei citra di 25 negara yang paling komprehensif di seluruh dunia;

• The Anholt-Gfk Nation Brands Index telah membantu pemerintah, organisasi dan kalangan bisnis untuk memahami, mengukur dan membangun citra dan reputasi suatu negara;

• Brand Index ini mengukur kekuatan dan kualitas citra suatu negara dengan memperhitungkan kombinasi 6 dimensi yakni:

• Governance yakni mengukur opini publik tentang “Competency and Fairness”

termasuk komitmen suatu negara (Indonesia) terhadap isu-isu global;

• Export yakni mengukur opini publik tentang citra produk dan jasa yang dihasilkan suatu negara (Indonesia);

• Tourism yakni mengukur ketertarikan publik untuk mengunjungi suatu negara (Indonesia) baik untuk wisata alam maupun menonton atraksi atau even pariwisata;

• Investment and Immigration yakni mengukur ketertarikan atau minat publik untuk tinggal, atau berinvestasi atau belajar, di suatu negara (Indonesia) termasuk pandangan mereka tentang kualitas hidup dan lingkungan bisnis di Indonesia;

• Culture and Heritage yakni mengukur ketertarikan publik tentang Budaya Warisan maupun Kontemporer suatu negara (Indonesia);

(28)

23

Laporan Kinerja KBRI Sarajevo 2020 23

• People yakni mengukur pandangan publik tentang reputasi penduduk suatu negara (Indonesia) tentang kompetensi, keterbukaan, keramahtamahan, nilai-nilai universal seperti toleransi.

Metode survei pengukuran “Indeks citra Indonesia di negara akreditasi KBRI Sarajevo”

berbasis online dan manual ini pertama kali dilakukan dalam sistem manajemen kinerja berbasis Balanced Scorecard (BSC) pada tahun 2017. Untuk penerapannya di Perwakilan RI di luar negeri baru dilaksanakan pada tahun 2018.

Pada tahun 2020, indeks yang diperoleh adalah pada skala 3,22 atau capaiannya.

Dengan menggunakan rumus Anholt (skala tertinggi 5), maka pada tahun 2020 memiliki nilai 3,22/5 x 100 = 64,43 (kategori Cukup Baik), karena indeks citra yang cukup baik adalah pada kisaran nilai 50,02 – 66,68.

Pada tahun 2020, pencapaian Sasaran Strategis “Meningkatnya citra Indonesia di negara akreditasi KBRI Sarajevo” adalah sebesar 80,5%. Nilai capaian tersebut diperoleh dari realisasi IKU “Indeks citra Indonesia di negara akreditasi KBRI Sarajevo”

sebesar 3,22 dengan perhitungan 3,22/4,00 x 100% = 80,5%

Nilai Indeks Citra Indonesia di KBRI Sarajevo tahun 2020 diperoleh dari data survei manual yang didapatkan dari 102 responden yang merupakan para warga negara Bosnia dan Herzegovina yang memberikan penilaiannya mengenai Indonesia pada kegiatan-kegiatan promosi yang diselenggarakan oleh KBRI Sarajevo sepanjang tahun 2020.

Rumus perhitungan nilai Indeks Citra berdasarkan model Anholt adalah sebagai berikut:

Dari skala 0 – 5 Nilai Indeks Citra adalah nilai rata-rata indeks/skala indeks tertinggi x 100.

Sehingga jika nilai rata-rata 2,68/5 x 100 = 53,50 secara rata-rata tingkat persepsi Citra Indonesia di negara X adalah 53,50 atau dapat dikatakan bahwa citra Indonesia di negara X adalah Cukup Baik. Indeks Citra didapatkan dari nilai rata-rata kombinasi enam dimensi pengukuran berdasarkan Anholt.

Interval Katagori Indeks 0 – 16,67 Sangat Buruk 16,68 – 35,35 Buruk

35,36 – 50,01 Cukup Buruk 50,02 – 66,68 Cukup Baik 66,69 – 83,35 Baik

83,36 - 100 Sangat Baik

Capaian Sasaran Strategis S.2 KBRI Sarajevo tahun 2020 dapat dilihat pada tabel berikut.

Gambar

Tabel Capaian Sasaran Strategis S.1 KBRI Sarajevo Tahun 2020
Tabel Capaian Sasaran Strategis S.2 KBRI Sarajevo Tahun 2020

Referensi

Dokumen terkait

Untuk tujuan arahan pengembangan penataan ruang dan aktivitas kawasan dapat dilakukan dengan melanjutkan program revitalisasi yang telah berhasil seperti Festival Kota

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah dan komite sekolah ada persamaan jawaban tetapi sedikit berbeda dalam memberikan jawaban terhadap faktor penghambat dan

Peranan motivasi guru dan kemampuan pengelolaan kelas terhadap daya serap peserta didik terhadap mata pelajaran akidah akhlak khususnya di MIS Guppi Laikang Kecamatan

Tujuan membaca permulaan kelas satu dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan tujuan Kompetensi Dasar, yaitu siswa dapat membaca nyaring kata-kata dan

Kelayakan usaha untuk mengetahui tingkat kelayakan apabila dijalankan memberikan keuntungan sehingga dapat menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan usaha

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosis dengan fortifikasi β-caroten dari labu kuning sebagai substitusi filler sampai level 100% berpengaruh sangat nyata (P<0,01)

orang Papua. Tawaran dialog per- lu segera disambut dengan lang- kah-langkah konkret, dibarengi dengan penegakkan hukum dan penanganan berkas-berkas kasus

Besaran neutrofil dan CRP dapat merupakan prediktor terjadinya MOF yang mempunyai signifikansi dalam sensitivitas dan spesifisitas pada pasien dengan multi- trauma