BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
3.1. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Pengukuran capaian kinerja organisasi tahun 2018 merupakan bagian dari penyelenggaraan akuntabilitas kinerja tahunan Pemerintah Kabupaten Way Kanan.
Pengukuran dilakukan terhadap capaian kinerja strategis, capaian kinerja program (outcome) dan capaian kinerja kegiatan (output) dibandingkan target dalam rencana strategis dan target yang diperjanjikan dalam dokumen Perjanjian Kinerja 2018.
Target-target kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen perjanjian kinerja Pemerintah Kabupaten Way Kanan tahun 2018, diukur dan dianalisis tingkat keberhasilan/kegagalan yang dituangkan dalam uraian Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Way Kanan Tahun 2018 dengan menyajikan perbandingan tingkat capaian kinerja pada tahun 2018 dengan tingkat capaian kinerja pada tahun 2018 dan membandingkan dengan capaian yang telah di capai di tahun sebelumnya serta membandingkan dengan Target akhir RPJMD.
Pada Tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Way Kanan melaksanakan 13 (tiga belas) Sasaran Strategis yang meliputi 30 (tiga puluh) Indikator Sasaran. Namun hasil evaluasi SAKIP Tahun 2017, terdapat beberapa indikator yang perlu dievaluasi. Atas
maka pada tahun 2018, jumlah indikator sasaran Pemerintah Kabupaten Way Kanan dilakukan revisi dari 30 indikator menjadi 27 indikator sasaran yang dianggap strategis. Sesuai dengan Dokumen Perjanjian Kinerja Perubahan Tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Way Kanan melaksanakan 13 (tiga belas) Sasaran Strategis yang meliputi 33 (tiga puluh tiga) Indikator Sasaran, yang dapat dijabarkan sebagai berikut:
Secara umum Pemerintah Kabupaten Way Kanan telah dapat melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Pemerintah Kabupaten Way Kanan Tahun 2018. Adapun tingkat capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Way Kanan pada Tahun 2018 berdasarkan hasil pengukurannya diatas dapat diilustrasikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 3.2.
3 Nilai/ Peringkat Laporan Penyelenggaraan
Misi 1 1 Tujuan 2 Sasaran 4 Indikator
Misi 2 1 Tujuan 3 Sasaran 4 Indikator
Misi 3 2 Tujuan 3 Sasaran 16 Indikator
Misi 4 1 Tujuan 1 Sasaran 1 Indikator
Misi 5 1 Tujuan 1 Sasaran 3 Indikator
Misi 6 2 Tujuan 3 Sasaran 5 Indikator
SASARAN INDIKATOR KINERJA
4 Nilai Pelayanan Publik Skor/
Status
5 Jaringan Irigasi Dalam Kondisi Baik
11 Angka Partisipasi Kasar PAUD
Poin 56,71 56,88 100,30
12 Angka Partisipasi Murni SD/ MI
Poin 99,40 99,20 99,80
13 Angka Partisipasi Murni SMP/ MTts
14 Angka Kematian Ibu (AKI) /100.000 KH
/100.000 KH
49,40 49,02 100,77 15 Angka Kematian Bayi
(AKB)/ 1000 KH
SASARAN INDIKATOR KINERJA
Persentase Kategori Pencapaian Indikator Sasaran
NO KATEGORI JUMLAH INDIKATOR
SASARAN PERSENTASE
Pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai di atas adalah dengan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran. Adapun rincian dan analisis capaian kinerja masing-masing sasaran dan indikator sasaran dalam pencapaian Visi dan Misi Kabupaten Way Kanan adalah sebagai berikut:
Misi 1 : Menciptakan Tatakelola Pemerintahan yang baik dengan peningkatan kapasitas kebijakan, ketatalaksanaan, kapasitas kelembagaan, dan sumberdaya manusia aparatur
Tujuan 1 : Peningkatan pelayanan administrasi pemerintahan dan pelayanan publik
3.2.1. Analisis Pencapaian Sasaran ke-1 : Peningkatan kapasitas kebijakan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat
Mengacu pada sasaran yang hendak dicapai dalam melaksanakan misi pertama pada RPJMD Kabupaten Way Kanan Tahun 2016-2021 ditetapkan sasaran strategis yang pertama yaitu “Peningkatan kapasitas kebijakan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat”, diperoleh capaian kinerja sebagaimana tercantum pada tabel berikut:
Tabel 3.4.
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 1
Peningkatan kapasitas kebijakan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN CAPAIAN 2017
TARGET 2021
TAHUN 2018
KATEGORI TARGET REALISASI CAPAIAN
KINERJA
Pada Tahun 2018 terdapat 6 (enam) indikator kinerja Sasaran Peningkatan kapasitas kebijakan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Atas Saran dari evaluator, maka 3 (tiga) indikator kinerja tidak digunakan sebagai
Peningkatan kapasitas kebijakan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, menjadi 3 (tiga) indikator kinerja, dimana realisasi nilai capaian kinerjanya Baik. Rata-rata capaian kinerja sasaran pada tahun 2018 sebesar 93,98%
atau kategori Baik. Hal ini memiliki makna bahwa Sasaran Peningkatan kapasitas kebijakan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pencapaian kinerjanya BAIK.
❖ Terkait Capaian indikator Kinerja Opini pengelolaan keuangan Daerah
Penilaian atas laporan keuangan pemerintah dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) didasarkan pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara, yaitu pemeriksaan yang meliputi pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan juga meliputi atas penerapan prinsip akuntansi yan digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Way Kanan, penilaian atas kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, penilaian atas keandalan sistema pengendalian intern yang berdampak material terhadap laporan keuangan serta penilaian terhadap penyajian atas laporan keuangan secara keseluruhan. BPK yakin bahwa pemeriksaan tersebut memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan opini.
Pemerintah Kabupaten Way Kanan kembali meraih predikat Wajar Tanpa pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) mengenai Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Way Kanan tahun anggaran 2017. Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) mengenai Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang diraih Kabupaten Way Kanan Tahun 2018 merupakan yang Kedelapan Kalinya secara Berturut-turut sejak tahun 2010. Opini Wajar tanpa pengecualian adalah opini audit yang akan diterbitkan jika laporan keuangan dianggap memberikan informasi yang bebas dari salah saji material. Jika laporan keuangan diberikan opini jenis ini, artinya auditor meyakini berdasarkan bukti-bukti audit yang dikumpulkan, pemerintah dianggap telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik, dan kalaupun ada kesalahan, kesalahannya dianggap tidak material dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan.
Dalam rangka untuk mempertahankan capaian opini BPK berupa WTP atas Laporan Pengelolaan Keuangan, telah dilakukan upaya-upaya antara lain melakukan perbaikan penatausahaan persediaan, melakukan proses perbaikan/
inventarisasi aset yang dimiliki, pendataan tanah, koordinasi dengan instansi terkait dan pengamanan secara persuasif atas tanah yang dikuasai oleh Pihak Ketiga dan melakukan proses inventarisasi dan perbaikan data atas peralatan dan mesin yang dimiliki serta penerapan kiat-kiat menuju.
❖ Terkait Capaian indikator Kinerja Nilai/Predikat Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) adalah merupakan amanat Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Hasil Penilaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Way Kanan yang dilaksanakan oleh Kementerian PAN dan
yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Way Kanan berhasil meningkatkan nilai kinerja pada Tahun 2017 secara signifikan. Hasil penilaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Way Kanan dari tahun 2014 sampai dengan Tahun 2018 adalah sebagai berikut:
Tabel 3.5.
Penilaian Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Way Kanan Tahun 2014-2017
NO. KOMPONEN YANG DI NILAI BOBOT NILAI
2014 2015 2016 2017 1. Perencanaan Kinerja 35 13,34 14,15 18,25 19,70
2. Pengukuran Kinerja 20 7,61 8,00 13,33 14,07
3. Pelaporan Kinerja 15 5,78 5,78 7,49 8,58
4. Evaluasi Kinerja 10 3,85 3,85 3,90 4,48
5. Capaian Kinerja 20 8,30 8,33 9,95 8,43
Nilai Hasil Evaluasi 100 38,88 40,11 52,92 55,26
Tingkat Akuntabilitas Kinerja C C CC CC
Sumber: Kementerian PAN dan RB RI, 2018
Jika dibandingkan dengan penilaian Tahun 2016, hasil penilaian laporan kinerja Pemerintah Kabupaten Way Kanan hanya meningkat sebanyak 2,34 poin saja, sehingga predikat penilaian kinerja pada Tahun 2017 Tetap pada CC (Cukup). Capaian tersebut sesuai target yang telah ditetapkan pada Tahun 2017 yakni mencapai predikat CC. Perbaikan terus dilakukan dalam rangka meningkatkan nilai kinerja Pemerintah Kabupaten Way Kanan antara lain menindaklanjuti rekomendasi Kementerian PAN dan RB antara lain dengan menyederhanakan Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama.
dalam penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Way Kanan dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil Evaluasi dari Kementrian PAN dan Rb adalah sebagai berikut:
1. Pemerintah Kabupaten Way Kanan masih berfokus pada penyerapan anggaran yang hanya menghasilkan output kegiatan dan belum sepenuhnya berorientasi pada hasil (outcome) yang memberikan kemanfaatan pada masyarakat secara nyata.
2. Dokumen Perencanaan Kinerja pada level satuan kerja belum sepenuhnya merupakan penjabaran/cascading dari tujuan dan sasaran pemerintah daerah, belum dilengkapi dengan indikator kinerja yang relevan dan terukur, serta target, target yang memadai. Perjanjian kinerja juga belum sepenuhnya diuraikan dalam target-target yang lebih operasional yang dituangkan dalam perjanjian kinerja di tingkat eselon III dan IV.
3. Perjanjian Kinerja belum sepenuhnya di lengkapi dengan rencana aksi yang menguraikan secara rinci berbagai aktivitas yang akan dilakukan serta anggaran yang digunakan.
4. Sistim monitoring belum dilaksanakan secara konsisten untuk menjamin pencapaian kinerja sesuai dengan rencana aksi dan target-target yang akan dicapai.
5. Pelaporan Kinerja belum sepenuhnya menggambarkan informasi kinerja karena masih sebatas pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran.
6. Sistem evaluasi masih sebatas pada evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran, belum menyentuh pada evaluasi keberhasilan pelaksanaan program, sehingga belum mampu memberikan umpan balik bagi perbaikan kinerja.
Berdasarkan uraian hasil evaluasi di atas, maka Pemerintah Kabupaten Way Kanan harus lebih mengefektifkan penerapan SAKIP di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, antara lain dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melakukan reviu dan perbaikan dokumen perencanaan Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk memastikan bahwa dokumen-dokumen perencanaan tersebut dapat memberikan arah yang jelas sesuai dengan prioritas daerah dalam upaya
2. Membuat cascading atau penjabaran dokumen perencanaan secara berjenjang sampai dengan eselon III dan IV sebagai indikator kinerja yang relevan dan terukur, serta target, target yang memadai serta menguraikan target-target yang lebih operasional yang dituangkan dalam perjanjian kinerja di tingkat eselon III dan IV.
3. Menerapkan anggaran berbasis kinerja dengan mewajibkan seluruh OPD mempertanggungjawabkan kinerja pada Tahun sebelumnya sesuai dengan perjanjian kinerja sebelum mengajukan anggaran pada tahun selajutnya.
4. Memastikan bahwa pengajuan anggaran harus mengacu pada kegiatan-kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada output tetapi juga harus menghasilkan outcome yang relevan dengan upaya pencapaian tujuan dan sasaran.
5. Melaksanakan monitoring secara konsisten untuk menjamin pencapaian kinerja sesuai dengan rencana aksi dan target-target yang akan dicapai dengan menggunakan Perjanjian Kinerja sebagai instrumen manajemen untuk melakukan monitoring dan evaluasi, penilaian kinerja satuan kerja dan individu, pemberian penghargaan dan sebagainya.
6. Melakukan reviu terhadap program, kegiatan, dan komponen anggaran secara berkala dengan mengacu pada penyempurnaan IKU. Hasil evaluasi tersebut untuk memastikan bahwa anggaran belanja dilaksanakan secara efektif dan efisien dan dialokasikan untuk pencapaian sasaran strategis pembangunan.
❖ Terkait Capaian indikator Kinerja Nilai/ Peringkat Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) adalah sebuah model evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, dengan fokus evaluasi pada pengambilan dan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Bahan utama bagi proses EKPPD, adalah Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) yang disusun berdasarkan hasil evaluasi mandiri Pemda terhadap berbagai dimensi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) merupakan gambaran kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah setiap tahun dan setiap akhir masa jabatan Kepala
pemerintahan antara pemerintah daerah dan Pemerintah dalam kerangka mengevaluasi kinerja pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah guna menunjang terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Nilai LPPD diukur dari skor evaluasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.
Hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) juga memberikan hasil yang baik. Tahun 2017 Kabupaten Way Kanan mendapatkan nilai 2, 9928 (Tinggi), Tahun 2018 merupakan kedua kalinya Kabupaten Way Kanan masuk ke dalam peringkat 10 (sepuluh) besar berprestasi kinerja terbaik kabupaten/kota se Provinsi Lampung.
Tabel 3.6.
Penilaian LPPD Pemerintah Kabupaten Way Kanan Tahun 2015-2017
NO. PEMDA TAHUN 2016 TAHUN 2017
KET.
SKOR STATUS SKOR STATUS
1 Lampung Barat 3,3016 Sangat Tinggi 3,3435 Sangat Tinggi 2 Metro 3,2980 Sangat Tinggi 3,2889 Sangat Tinggi 3 Lampung Utara 3,0262 Sangat Tinggi 3,0930 Sangat Tinggi 4 Lampung Tengah 2,9917 Tinggi 3,0755 Sangat Tinggi 5 Bandar Lampung 2,9476 Tinggi 3,0379 Sangat Tinggi 6 Way Kanan 2,9632 Tinggi 2,9928 Tinggi 7 Lampung Selatan 2,9827 Tinggi 2,9745 Tinggi
8 Pesawaran 2,9448 Tinggi 2,9807 Tinggi
9 Tulang Bawang Barat 2,9392 Tinggi 2,9726 Tinggi
10 Pringsewu 2,8904 Tinggi 2,9293 Tinggi
11 Lampung Timur 2,8198 Tinggi 2,8935 Tinggi 12 Tulang Bawang 2,8171 Tinggi 2,9011 Tinggi
13 Tanggamus 2,7863 Tinggi 2,8374 Tinggi
14 Mesuji 2,7201 Tinggi 2,7967 Tinggi
15 Pesisir Barat - - - - -
16 Provinsi Lampung
Sumber: Kepmendagri Nomor 100-53 Tahun 2018, diolah
Nilai LPPD Kabupaten Way Kanan pada tahun 2017 adalah sebesar 2,9928 dengan kategori Tinggi. Nilai tersebut meningkat dari Tahun 2016 yaitu sebesar 2,9632. Namun demikian capaian tersebut tetap belum sesuai dengan target yang
indikator nilai LPPD meskipun tidak 100% yakni hanya mencapai sebesar 96,54%.
Sampai dengan akhir periode RPJMD pada Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Way Kanan menargetkan nilai LPPD dapat tercapai 3,1000 atau pada Kategori sangat Tinggi serta dapat menduduki peringkat tertinggi se-Provinsi Lampung. Sehingga Visi Pemerintah Kabupaten Way Kanan yang berdaya saing dapat tercapai.
Secara Peringkat Nilai LPPD Kabupaten Way Kanan pada Peringkat 6 diantara Kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Meskipun dari nilai LPPD menurun dibandingkan capaian tahun 2015 yang mencapai nilai LPPD sebesar 3,0324. Sebagian besar kabupaten/kota se-provinsi Lampung nilainya juga turun. Pemerintah Kabupaten Way Kanan senantiasa memperbaiki mekanisme pelaporan. Penyajian data dukung LPPD yang semakin baik dan lengkap. Target Akhir RPJMD Nilai LPPD sebesar 3,2500. Berdasarkan Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan pada tingkat Provinsi Lampung dari 15 (Lima Belas) Kabupaten/Kota, Nilai LPPD Kabupaten Way Kanan Tahun 2018 berada pada urutan ke-6.
Peringkat kinerja ditetapkan dengan pengelompokan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam kelompok berprestasi sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan peringkat kinerja, pemerintah menetapkan tiga besar penyelenggaraan pemerintahan provinsi yang berprestasi paling tinggi dan tiga besar penyelenggara pemerintahan provinsi yang berprestasi paling rendah. Sementara untuk pemerintahan kabupaten/kota ditetapkan masing-masing 10 terbaik dan 10 terendah. Apabila sebuah daerah masuk kelompok berprestasi rendah selama tiga tahun berturut-turut, maka pemerintah dapat melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan otonomi daerah.
Evaluasi kinerja pelaksanaan otonomi daerah menggunakan aspek kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah.
Permasalahan:
SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan memandang bahwa LPPD hanya bersifat formalitas belaka. Hal ini dikarenakan LPPD yang dibuat oleh Pemerintah Daerah dan diserahkan ke Pusat (Kemendagri) dipandang belum ada
and punishment”. Sebagian besar SKPD mengeluhkan banyaknya laporan yang dibuat, termasuk LPPD sehingga mereka menganggap terlalu disibukkan dengan kegiatan pembuatan laporan dan cenderung menganggu kegiatan rutin. Selama ini, selain menyusun LPPD, SKPD juga wajib menyusun LKPJ, LKjIP, dan IPPD sehingga hal ini dianggap sebagai beban. Penyusunan LPPD masih dianggap sebagai sesuatu yang
“kurang penting” jika dibandingkan dengan penyusunan LKPJ. Hal ini dikarenakan penyusunan LKPJ sangat sensitif dan politis karena berhadapan dengan lembaga DPRD (legislatif daerah), sedangkan LPPD diserahkan ke pusat (depdagri) yang sampai dengan saat ini mereka masih menganggap kurang ada umpan balik.
Solusi:
Upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan capaian nilai LPPD adalah antara lain dengan mendorong SKPD untuk memenuhi indikator kinerja kunci dengan akurat dan tepat serta melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Dalam Negeri. Program penunjang peningkatan kinerja pemerintahan adalah Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah Daerah atau Wakil Kepala Daerah dengan Kegiatan Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah lainnya.
3.2.2. Analisis Pencapaian Sasaran 2 : Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Mengacu pada sasaran yang hendak dicapai dalam melaksanakan misi pertama pada RPJMD Kabupaten Way Kanan Tahun 2016-2021 ditetapkan sasaran strategis yang kedua yaitu “Peningkatan Kapasitas Kelembagaan”, diperoleh capaian kinerja sebagaimana tercantum pada tabel berikut:
Tabel 3.7.
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 2:
Peningkatan Kapasitas Kelembagaan
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN CAPAIAN 2017
TARGET 2021
TAHUN 2018
KATEGORI TARGET REALISASI CAPAIAN
KINERJA
terdapat 2 (dua) indikator kinerja, yaitu 1) Organisasi Perangkat Daerah yang menerapkan SOP dan 2) Proporsi Pengelolaan Arsip secara Baku. Namun pada Evaluasi SAKIP Tahun 2017, terdapat saran bahwa kedua sasaran tersebut tidak strategis untuk menjadi sasaran Pemerintah Kabupaten Way Kanan, karena tidak langsung menyentuh pelayanan pada masyarakat. Sehingga mulai tahun 2018, indikator Sasaran “Peningkatan Kapasitas Kelembagaan” di revisi menjadi “Nilai Pelayanan Publik”. Predikat kepatuhan Tinggi atau zona hijau diperoleh dari rentang nilai 81-100, Predikat kepatuhan Sedang atau zona kuning diperoleh dari rentang nilai 51-80, dan Predikat kepatuhan Rendah atau zona merah diperoleh dari rentang nilai 0-50. Akumulasi nilai tersebut diperoleh dari nilai bobot per variabel pertanyaan yang dilihat dari sisi ketampakan fisik pada penyelenggaraan layanan administratif pada tingkat kabupaten. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan peningkatan kualitas pelayanan public yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah.
Dari hasil pengukuran, Pada Tahun 2018 dari target Nilai Pelayanan Publik sebesar 51,20 tercapai sebesar 42,29 atau mendapat predikat Kepatuhan yang masih Rendah atau Zona Merah. Capaian Kinerjanya sebesar 82,60, atau pada kategori BAIK.
Adapun Penilaian terhadap Pelayanan Publik dilaksanakan oleh Ombudsman Republik Indonesia terhadap implementasi standar pelayanan publik. Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik dilakukan untuk mendorong penyelenggara pelayanan publik mematuhi amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Berdasarkan Hasil penilaian kepatuhan Standar Pelayanan Publik yang dilakukan terhadap produk pelayanan administrasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, dari 56 (lima puluh enam) produk layanan administrasi diperoleh nilai 42,29 dan termasuk dalam zona merah dengan predikat kepatuhan Rendah sebagaimana ditunjukkan tabel berikut:
Nilai Kepatuhan Pemerintah Kabupaten Way Kanan terhadap Standar Pelayanan Publik Tahun 2018
terhadap Implementasi standar pelayanan publik dalam berbagai bentuk yaitu ketidakjelasan proses dan prosedur, ketidakpastian jangka waktu pelayanan, dan khususnya mengenai ketidakpastian hokum perizinan investasi. Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan publik yang buruk, potensi mengakibatkan perilaku koruptif, dan menurunnya kewibawaan pemerintah.
Hasil Penilaian ini perlu disikapi secara positif dengan berbagai upaya perbaikan dan komitmen Pemerintah Daerah. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik secara efektif dan efisien yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, maka Pemerintah Kabupaten Way Kanan berkomitmen akan senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik secara efektif dan efisien, sehingga dapat membentuk tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih sebagai salah satu syarat terciptanya keadilan hukum serta kesejahteraan bagi masyarakat. Agar Setiap permasalahan yang menyangkut pelayanan publik bisa direspon dengan cepat, maka Pemerintah Kabupaten Way Kanan akan bekerjasama dengan Ombudsman Republik Indonesia, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayan publik yang lebih baik sehingga tingkat kepuasan publik juga tetap terjaga dengan baik.
Misi 1 : Menciptakan Tatakelola Pemerintahan yang baik dengan peningkatan kapasitas kebijakan, ketatalaksanaan, kapasitas kelembagaan, dan sumberdaya manusia aparatur
Tujuan 1 : Peningkatan pelayanan administrasi pemerintahan dan pelayanan publik
3.2.3. Analisis Pencapaian Sasaran 3 : Peningkatan kondisi infrastruktur sumberdaya air
Mengacu pada sasaran yang hendak dicapai dalam melaksanakan misi pertama pada RPJMD Kabupaten Way Kanan Tahun 2016-2021 ditetapkan sasaran strategis yang Ketiga yaitu “Peningkatan kondisi infrastruktur sumberdaya air”, diperoleh capaian kinerja sebagaimana tercantum pada tabel berikut:
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 3
Peningkatan kondisi infrastruktur sumberdaya air
INDIKATOR KINERJA
UTAMA SATUAN CAPAIAN 2017
TARGET 2021
TAHUN 2018
KATEGORI TARGET REALISASI CAPAIAN
KINERJA 1 Jaringan Irigasi
Dalam Kondisi Baik
% 22,73 70.00 55,00 58,53 106,42 Sangat Baik
Rata-rata 106,42 Sangat
Baik
Dari tabel di atas terlihat bahwa indikator sasaran Peningkatan kondisi infrastruktur sumberdaya air, yaitu indikator kinerja Jaringan Irigasi Dalam Kondisi Baik hasil pencapaian indikatornya Sangat Baik. Nilai capaian kinerjanya pada tahun 2018 sebesar 106,42%. Kondisi Jaringan Irigasi dalam kondisi baik meningat dari Tahun 2017 yang hanya sebesar 22,73%. Jika dibandingkan dengan Target pada akhir periode RPJMD yaitu Tahun 2021, dimana target pada akhir periode sebesar 70,00%. Sehingga jumlah irigasi dalam kondisi baik di Kabupaten Way Kanan.
Capaian pada indikator ini mendukung untuk tercapainya kinerja jaringan irigasi untuk mengalirkan air irigasi ke petak sawah. Kapasitas P3A/GP3A/IP3A juga berpengaruh terhadap sampainya air ke petak irigasi. Ketersediaan air irigasi menjadi kebutuhan petani untuk meningkatkan produktifitas lahan dan mendukung ketahanan pangan. Mengingat bahwa posisi geografis Kabupaten Way Kanan yang sebagian besar
Hal ini sangat potensial untuk pengembangan irigasi. Sungai tersebut antara lain:
- Way Kanan dengan panjang lebih kurang 51 km dengan luas daerah aliran seluas 1.198 km2.
- Way Umpu dengan panjang lebih kurang 100 km dengan luas daerah aliran seluas 1.179 km2.
- Way Besay dengan panjang lebih kurang 113 km dengan luas daerah aliran seluas 870 km2.
- Way Giham dengan panjang lebih kurang 80 km dengan luas daerah aliran seluas 506 km2.
- Way Tahmi dengan panjang lebih kurang 60 km dengan luas daerah aliran seluas 550 km.
Capaian ini tidak terlepas dari pelaksanaaan beberapa kegiatan berupa kegiatan pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan jaringan irigasi pada beberapa daerah irigasi kewenangan kabupaten dengan sumber dana berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Infrastruktur jaringan irigasi kewenangan kabupaten saat ini sebagian besar masih berstatus sebagai irigasi semi teknis dan sederhana dengan total luas areal 3.080 ha yang terdiri dari (94) Daerah Irigasi tersebar pada 14 kecamatan. Kondisi saluran irigasi saat menunjukkan tingkat yang beragam yakni 60%
kondisi baik, rusak ringan 10%, rusak sedang 10%, dan rusak berat 20%.
Untuk mencapai indikator kinerja rasio jaringan irigasi kabupaten dalam kondisi baik, telah dilakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
- Pembangunan bendung dan bangunan penampung air lainnya.
- Peningkatan jaringan irigasi.
- Rehabilitasi jaringan irigasi.
- Perbaikan pintu air.
- Peningkatan jalan inspeksi saluran irigasi
Kabupaten Way Kanan yang merupakan lumbung padi yang potensial untuk dikembangkan kedepan dalam upaya perkuatan pangan di daerah, hal ini dapat kita tinjau dari potensi-potensi jaringan irigasi yang ada di Kabupaten ini baik yang dikelola secara optimal maupun yang belum tertangani secara Optimal oleh Kabupaten seperti Daerah
dengan luas lahan terairi kurang lebih 2.456 Ha dari lahan baku 5.136 Ha yang terletak pada
dengan luas lahan terairi kurang lebih 2.456 Ha dari lahan baku 5.136 Ha yang terletak pada