PERNYATAAN TELAH DIREVIU
PEMERINTAH KABUPATEN WAY KANAN TAHUN ANGGARAN 2018
Kami telah mereviu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk tahun anggaran 2018 sesuai Pedoman Reviu Atas Laporan Kinerja.
Substansi informasi yang dimuat dalam laporan kinerja menjadi tanggung jawab manajemen Pemerintah Kabupaten Way Kanan.
Reviu bertujuan untuk memberikan keyakinan terbatas laporan kinerja telah disajikan secara akurat andal, dan valid.
Berdasarkan reviu kami, tidak terdapat kondisi atau hal-hal yang menimbulkan perbedaan dalam meyakini keandalan informasi yang disajikan di dalam laporan kinerja ini.
Blambangan Umpu, Maret 2019 INSPEKTUR KABUPATEN WAY KANAN,
Dra. YULIAWATI, MM Pembina Utama Muda NIP. 19620620 198702 2 003
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan 2016–2021 sebagai Dokumen perencanaan strategis yang disusun dan dirumuskan setiap lima tahun (perencanaan jangka menengah) yang tetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Way Kanan Nomor 4 Tahun 2016 RPJMD Kabupaten Way Kanan Tahun 2016- 2021. Untuk merealisasikan pelaksanaan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Way Kanan, perlu ditetapkan tujuan dan sasaran pembangunan daerah yang akan dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan. Perumusan tujuan dan sasaran merupakan salah satu tahap perencanaan kebijakan (policy planning) yang memiliki kritikal poin dalam penyusunan RPJMD. Hal ini untuk mempermudah dalam mengoperasionalkan visi dan misi kedalam sistem penyelenggaraan pemerintahan. Sehubungan dengan hal tersebut maka pada RPJMD Kabupaten Way Kanan 2016-2021 telah dirumuskan 10 tujuan dan 16 sasaran strategis.
Berdasarkan hasil konsultasi dan memperhatikan saran/arahan dari Kementerian PAN dan RB serta dari BPKP Provinsi Lampung, bahwa indikator kinerja yang ada dalam RPJMD Kabupaten Way Kanan dapat diringkas dipilih indikator kinerja utama yang betul- betul strategis. Sesuai arahan tersebut maka dirumuskan 8 tujuan dan 13 sasaran strategis 30 indikator sasaran yang kemudian ditetapkan dengan Peraturan Bupati Way Kanan Nomor 34 Tahun 2018 tentang Indikator Kinerja Utama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Way Kanan 2016-2021.
Tahun 2018 merupakan upaya pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD 2016-2021.
Mengacu pada Peraturan Bupati Way Kanan Nomor Tahun 2018, dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2018 ditetapkan 8 tujuan dan 13 Sasaran Strategis 33 indikator sasaran.
Secara umum Pada Tahun 2018 pencapaian sasaran melalui indikator-indikator sasaran menunjukkan keberhasilan untuk mencapai misi dan tujuan sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD 2016-2021, dimana pencapaian tujuan dan sasaran Tahun 2018 dalam rangka mencapai visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah sebagai berikut:
- Capaian indikator sasaran, dari 4 indikator sasaran kategori baik (mencapai target).
Misi 2 terdapat 1 tujuan, 3 sasaran dan 4 indikator kinerja:
- Capaian indikator sasaran, sebanyak 1 indikator sasaran kategori baik sekali (melampaui target), dan 3 indikator sasaran kategori baik (mencapai target).
Misi 3 terdapat 2 tujuan, 3 sasaran dan 16 indikator kinerja:
- Capaian indikator sasaran, sebanyak 10 indikator sasaran kategori baik sekali (melampaui target), 6 indikator sasaran kategori baik (mencapai target).
Misi 4 terdapat 1 tujuan, 1 sasaran dan 1 indikator kinerja:
- Capaian indikator sasaran yakni sebanyak 1 indikator sasaran capaiannya pada kategori baik (mencapai target).
Misi 5 terdapat 1 tujuan, 1 sasaran dan 3 indikator kinerja:
- Capaian indikator sasaran, sebanyak 3 indikator sasaran kategori baik (mencapai target).
Misi 6 terdapat 2 tujuan, 3 sasaran dan 5 indikator kinerja:
- Capaian indikator sasaran, sebanyak 5 indikator sasaran kategori baik (mencapai target).
Selanjutnya berkenaan dengan pencapaian indikator sasaran terhadap target yang telah ditetapkan sebagaimana di atas, hasil analisis capaian indikator sasaran terhadap 13 sasaran yang mencakup 33 indikator sasaran, diketahui bahwa 11 indikator sasaran atau 33,33% realisasi nilai capaian kinerjanya Baik Sekali dan 21 indikator sasaran atau 63,64% realisasi nilai capaian kinerjanya Baik, serta 1 Indikator Sasaran atau 3,03% realisasi nilai capaian kinerjanya Cukup. Rata-rata realisasi capaian kinerja mencapai 106,95% atau dengan kategori capaian kinerja Baik Sekali. Sehubungan dengan hal tersebut maknanya bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan pada tahun 2018 memiliki kinerja yang Baik Sekali.
Alhamdulillahi robbil’alamin, kami panjatkan segala puji syukur kehadirat Allah S.W.T., karena atas rahmat dan hidayah-Nya, Pemerintah Kabupaten Way Kanan telah menyelesaikan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Way Kanan Tahun 2018, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Secara umum Laporan Kinerja ini berisi informasi tentang perencanaan dan capaian kinerja dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan periode 2016-2021, baik keberhasilan maupun kegagalan dalam mencapai tujuan dan sasaran strategis serta juga memuat aspek keuangan yang secara langsung mengaitkan hubungan antara dana masyarakat yang dibelanjakan dengan hasil atau manfaat yang diterima oleh masyarakat. Laporan Kinerja digunakan sebagai media pertanggungjawaban kinerja Pemerintah Kabupaten Way Kanan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dan sebagai sarana untuk mengevaluasi capaian kinerja Pemerintah secara berkelanjutan, sehingga Laporan Kinerja ini dapat menjadi salah satu pemacu dalam memperbaiki kinerja ke depan secara lebih produktif, efektif dan efisien, baik dari aspek-aspek perencanaan, pengorganisasian, maupun koordinasi pelaksanaannya.
Akhir kata, semoga Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Way Kanan Tahun 2018 ini bermanfaat dan dapat dijadikan parameter terhadap pencapaian kinerja pelaksanaan pembangunan Tahun 2018 serta dijadikan sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan dan peningkatan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Blambangan Umpu, Maret 2019 BUPATI WAY KANAN,
Hi. RADEN ADIPATI SURYA, S.H., M.M.
DAFTAR ISI
Halaman HALAMAN COVER
PERNYATAAN TELAH DI REVIU
KATA PENGANTAR ... i
IKHTISAR EKSEKUTIF ... ii
DAFTAR ISI ... v
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. LATAR BELAKANG ... 1
1.2. GAMBARAN UMUM KABUPATEN ... 2
1.2.1. Kondisi Geografis ... 2
1.2.2. Kondisi Pemerintahan ... 6
1.2.3. Kondisi Pegawai Negeri Sipil ... 10
1.2.4. Kondisi Demografi ... 12
1.3. SISTEMATIKA PENYAJIAN ... 15
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 16
2.1. RPJMD KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2016-2021 ... 17
2.1.1. Visi dan Misi ... 17
2.1.2. Tujuan dan Sasaran ... 20
2.1.3. Strategi Pembangunan ... 22
2.1.4. Arah Kebijakan Pembangunan ... 25
2.2. INDIKATOR KINERJA UTAMA ... 30
2.3. RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) ... 32
2.4. PERJANJIAN KINERJA (PK) ... 33
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 36
3.1. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI ... 37
3.2. ANALISIS CAPAIAN KINERJA ... 41
3.3. AKUNTABILITAS KEUANGAN TAHUN 2017 ... 116
3.3.1. Pengelolaan Pendapatan Daerah ... 117
3.3.2. Pengelolaan Belanja Daerah ... 120
3.3.3. Pembiayaan ... 122
BAB IV PENUTUP ... 124
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. PERATURAN BUPATI NOMOR TAHUN 2018 TENTANG PERUBAHAN INDIKATOR KINERJA UTAMA RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2016-2021.
2. RENCANA KINERJA TAHUN 2018.
3. PERJANJIAN KINERJA (PK) TAHUN 2018.
4. PENGUKURAN KINERJA TAHUN 2018.
5. DAFTAR PENGHARGAAN.
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang menegaskan bahwa akuntabilitas merupakan perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan melalui program dan kegiatan yang telah di rencanakan secara periodik. Ini berarti bahwa akuntabilitas berkaitan dengan pelaksanaan reviu dan evaluasi mengenai standar pelaksanaan kegiatan, apakah standar yang dibuat sudah tepat dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, dan apabila dirasa sudah tepat. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan standar-standar tersebut.
Untuk memberikan arah bagi pelaksanaan tugas, fungsi dan peran yang diamanahkan, Kabupaten Way Kanan telah menetapkan visi, misi, rencana strategis, tujuan, sasaran, program serta rencana kerja yang terukur dan selaras serta dilaksanakan setiap tahun. Selanjutnya, sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi, Kabupaten Way Kanan berwajiban menyusun dan menyajikan laporan kinerja atas prestasi kerja yang dicapai berdasarkan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Way Kanan Tahun 2018 dimaksudkan untuk memberikan gambaran kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dan sebagai wujud pertanggungjawaban keberhasilan/kegagalan pencapaian target sasaran dalam kurun waktu Tahun 2018 serta sebagai wujud akuntabilitas kinerja yang tercermin pada hasil pencapaian kinerja berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
LKJIP menjadi salah satu alat untuk mendapatkan masukan stakeholders demi perbaikan kinerja Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Identifikasi keberhasilan, permasalahan dan solusi yang tertuang dalam LKjIP, menjadi sumber untuk perbaikan
Bab I : Pendahuluan - 2 -- perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan datang. Dengan pendekatan ini, LKjIP sebagai proses evaluasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perbaikan yang berkelanjutan di pemerintah untuk meningkatkan kinerja pemerintahan melalui perbaikan pelayanan publik, selain itu LKjIP merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah daerah selama kurun waktu 1 tahun dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi. Penyusunan LKjIP juga menjadi alat kendali untuk mendorong peningkatan kinerja setiap unit organisasi.
1.2. Gambaran Umum Kabupaten Way Kanan 1.2.1. Kondisi Geografis
Sumber : BPS, Way Kanan dalam Angka 2018
Secara astronomis, Kabupaten Way Kanan terletak antara 4 12’ - 4 58’ Lintang Selatan dan antara 104 17’-105 04’ Bujur Timur, dengan ketinggian bervariasi antara 450–
1500 meter dari permukaan laut. Berdasarkan posisi geografisnya, Kabupaten Way Kanan memiliki batas-batas: Utara–Provinsi Sumatera Selatan; Selatan–Kabupaten Lampung Utara; Barat–Kabupaten Lampung Barat; Timur–Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Sumber : BPS, Way Kanan dalam Angka 2018
Kabupaten Way Kanan merupakan salah satu dari 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, dengan ibukota Blambangan Umpu merupakan pemekaran dari Kabupaten Lampung Utara. Terbentuk secara resmi pada tanggal 20 April 1999 berdasarkan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Kabupaten Way Kanan, bersama 2 kabupaten/kota lainnya yaitu Kabupaten Lampung Timur dan Kota Metro. Sejak berdirinya, Kabupaten Way Kanan telah terjadi perkembangan yang cukup signifikan dalam bidang pemerintahan, dimana pada awalnya terdiri dari 6 (enam) kecamatan selanjutnya dimekarkan menjadi 14 kecamatan.
Jumlah desa/kelurahan di Kabupaten Way Kanan tahun 2018 sebanyak 227.
Kecamatan Blambangan Umpu merupakan kecamatan dengan jumlah desa/kelurahan terbanyak. Pusat pemerintahan daerah Kabupaten Way Kanan berada di Kecamatan Blambangan Umpu. Dari tahun 2013 sampai 2015 terjadi perubahan jumlah kampung karena adanya pemekaran. Pada tahun 2014 ada penambahan 5 kampung baru yang terdiri dari 1 kampung di Kecamatan Blambangan Umpu, 1 kampung di Kecamatan Negeri
Bab I : Pendahuluan - 4 -- Agung, dan 3 kampung di Kecamatan Bahuga sehingga total kampung/kelurahan pada tahun 2014 sebanyak 227. Sedangkan pada tahun 2018 jumlah tersebut masih sama.
Tabel 1.1.
Jumlah kecamatan, Jumlah Kampung dan Jarak Kecamatan dari Ibukota Kabupaten
No Kecamatan Ibukota
Jarak Dari Ibukota Kabupaten Ke
Ibukota Kecamatan
Jumlah Kampung
Jumlah Kelurahan
1 Banjit Pasar Banjit 71 19 1
2 Baradatu Tiuh Balak Pasar 31 19 3
3 Gunung Labuhan Gunung 41 21 -
4 Kasui Jaya Tinggi 30 18 1
5 Rebang Tangkas Gunung Sari 41 10 -
6 Blambangan Umpu Blambangan Umpu 1 25 1
7 Way Tuba Way Tuba 36 13 -
8 Negeri Agung Negeri Agung 35 19 -
9 Bahuga Mesir Ilir 75 11 -
10 Buay Bahuga Bumi Harjo 88 9 -
11 Bumi Agung Bumi Agung 65 10 -
12 Pakuan Ratu Pakuan Ratu 65 19 -
13 Negara Batin Negara Batin 85 15 -
14 Negeri Besar Negeri Besar 122 13 -
JUMLAH 221 6
Sumber : BPS, Way Kanan dalam Angka 2018, diolah
Kabupaten Way Kanan mempunyai luas 392.163 hektar. Meskipun lebih luas dari Kabupaten induknya terdahulu yaitu Kabupaten Lampung Utara, yakni sebesar 272.587 hektar, jumlah kecamatan dan desa/kelurahan di Kabupaten Lampung Utara lebih banyak dari Kabupaten Way Kanan. Jumlah kecamatan di Kabupaten Way Kanan sebanyak 14 Kecamatan yang terdiri dari 221 desa dan 6 kelurahan. Kabupaten Way Kanan memiliki 3 buah gunung dan 6 buah sungai. Gunung tertinggi yaitu Gunung Punggur dengan ketinggian 1.700 meter dari permukaan laut, sedangkan sungai terpanjang adalah Sungai Way Besay yaitu mencapai 113 km.
Tabel 1.2.
Luas wilayah menurut kecamatan Di Kabupaten Way Kanan
Kecamatan Luas Wilayah dan Persentase Luas Wilayah (km2) Persentase
Banjit 331.6 8.46
Baradatu 152.03 3.88
Gunung Labuhan 115.22 2.94
Kasui 150.27 3.83
Rebang Tangkas 207.18 5.28
Blambangan Umpu 532.99 13.59
Way Tuba 206.25 5.26
Negeri Agung 562.98 14.36
Bahuga 138.22 3.52
Buay Bahuga 102.03 2.6
Bumi Agung 131.75 3.36
Pakuan Ratu 580.34 14.8
Negara Batin 348.4 8.88
Negeri Besar 362.37 9.24
Way Kanan 3921.63 100
Sumber : BPS, Way Kanan dalam Angka 2018
Topografi Kabupaten Way Kanan terdiri dari Lereng-lereng curam atau terjal dengan ketinggian bervariasi antara 450–1500 m dari permukaan laut. Daerah ini meliputi Bukit Barisan yang umumnya ditutupi oleh hutan vegetasi primer atau sekunder dengan puncak-puncaknya antara lain Bukit Barisan dan Bukit Pesagi. Bentuk medan topografi di Sebelah barat, kurang dari 7% dari luas wilayah Kabupaten Way Kanan sedangkan sebelah timur lebih kurang 93% dari luas wilayah Kabupaten Way Kanan terbentang dataran yang sebagian besar berupa sawah serta perkebunan dataran rendah.
Bab I : Pendahuluan - 6 -- Tabel 1.3.
Geografi Kabupaten Way Kanan
Uraian Satuan 2015
Luas Ha 392.163
Batas Daerah Utara
Selatan Barat Timur
Sumatra Selatan Lampung Utara Lampung Barat Tulang Bawang Barat
Sungai Buah 6; Sungai Way Kanan,
Way Pisang, Way Umpu, Way Besay, Way Giham, Way Tahmi
Gunung Buah 3; Gunung Punggur, Remas, Bukit
Duduk Sumber: BPS, Way Kanan dalam Angka, 2016
1.2.2. Kondisi Pemerintahan
Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Kepala Daerah dibantu oleh perangkat daerah. Pasal 1 angka 23 UU No.23 Tahun 2014 mendefinisikan Perangkat Daerah sebagai unsur pembantu Kepala Daerah dan DPRD dalam penyelenggaraan Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Kewenangan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam UU No 23 Tahun 2014 terdiri atas kewenangan urusan absolut, urusan konkuren dan urusan pemerintahan umum. Daerah mempunyai kewenangan untuk mengatur dan mengurus urusan konkuren yang telah ditetapkan dalam Undang-undang.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, telah dilakukan penataan kembali Organisasi Perangkat Daerah berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Way Kanan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Way Kanan. Susunan Perangkat Daerah berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Way Kanan Nomor 8 Tahun 2016 sebagai berikut:
a. Sekretariat Daerah Kabupaten Way Kanan merupakan Sekretariat Daerah Tipe A.
b. Sekretariat DPRD Kabupaten Way Kanan merupakan Sekretariat DPRD Tipe A.
c. Inspektorat Daerah Kabupaten Way Kanan merupakan Inspektorat Tipe A.
d. Dinas Daerah Kabupaten Way Kanan, terdiri dari:
1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tipe A, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan dan bidang Kebudayaan.
2. Dinas Kesehatan Tipe A, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Kesehatan.
3. Dinas Sosial Tipe A, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Sosial;
4. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Tipe A, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pertanian subbidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan.
5. Dinas Perkebunan Tipe B, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pertanian subbidang Perkebunan.
6. Dinas Perikanan Tipe C, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Kelautan dan Perikanan.
7. Dinas Ketahanan Pangan Tipe B, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pangan.
8. Dinas Pekerjaan Umum Tipe A, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman.
9. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tipe B, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
10. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tipe B, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Tenaga Kerja dan bidang Transmigrasi.
11. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tipe A, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
12. Dinas Lingkungan Hidup Tipe B, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Lingkungan Hidup.
13. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Tipe B, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
14. Dinas Perhubungan Tipe C, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Perhubungan.
Bab I : Pendahuluan - 8 -- 15. Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Tipe B, menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
16. Dinas Komunikasi dan Informatika Tipe B, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Komunikasi dan Informatika, bidang Persandian, dan bidang Statistik.
17. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tipe B, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Penanaman Modal.
18. Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Tipe B, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Kepemudaan dan Olahraga dan bidang Pariwisata;
19. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tipe B, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Perindustrian dan bidang Perdagangan.
20. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tipe C, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Perpustakaan dan bidang Kearsipan.
21. Satuan Polisi Pamong Praja Tipe B, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat sub urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum, dan sub urusan Kebakaran.
e. Badan Daerah Kabupaten Way Kanan, terdiri dari :
1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tipe A, melaksanakan fungsi penunjang urusan di bidang Perencanaan dan bidang Penelitian dan Pengembangan.
2. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Tipe B, melaksanakan fungsi penunjang urusan di bidang Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan.
3. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Tipe A, melaksanakan fungsi penunjang urusan di bidang Keuangan subbidang Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.
4. Badan Pendapatan Daerah Tipe B, melaksanakan fungsi penunjang urusan di bidang Keuangan subbidang Pendapatan Daerah.
Kabupaten Way Kanan memiliki 14 Kecamatan yang ditetapkan sebagai perangkat daerah, yaitu:
1. Kecamatan Blambangan Umpu, Tipe A;
2. Kecamatan Pakuan Ratu, Tipe A;
3. Kecamatan Baradatu, Tipe A;
4. Kecamatan Kasui, Tipe A;
5. Kecamatan Banjit, Tipe A;
6. Kecamatan Bahuga, Tipe A;
7. Kecamatan Way Tuba, Tipe A;
8. Kecamatan Negeri Agung, Tipe A;
9. Kecamatan Rebang Tangkas, Tipe A;
10. Kecamatan Gunung Labuhan, Tipe A;
11. Kecamatan Negara Batin, Tipe A;
12. Kecamatan Negeri Besar, Tipe A;
13. Kecamatan Buay Bahuga, Tipe A; dan 14. Kecamatan Bumi Agung, Tipe A.
Selain Perangkat Daerah sebagaimana tersebut di atas, terdapat beberapa Satuan Perangkat Daerah yang belum dilakukan perubahan yakni Badan Kesatuan Bangsa dan Politik masih ditetapkan sebagai perangkat daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan dibidang kesatuan bangsa dan politik sambil menunggu peraturan perundang-undangan yang berlaku/mengatur Urusan Pemerintahan Umum. Selain itu terdapat Perangkat Daerah yang melaksanakan Sub Urusan Pemerintahan Bidang Bencana tetap melaksanakan tugasnya sampai dengan dibentuknya Perangkat Daerah baru yang melaksanakan Sub Urusan bencana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Begitu pula dengan Sekretariat Kopri yang masih melaksanakan tugasnya sampai dengan keluarnya ketentuan baru tentang pembentukan Sekretariat Kopri.
Bab I : Pendahuluan - 10 -- 1.2.3. Kondisi Pegawai Negeri Sipil
Salah satu instrumen penunjang pokok pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Perangkat Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat adalah pegawai dengan kuantitas dan kualitas yang memadai.
Jika dilihat dari jumlah PNS di Kabupaten Way Kanan, terjadi penurunan pada tahun 2014, yaitu dari 5.783 pada tahun 2013 menjadi 5.643 Orang PNS pada tahun 2014, kembali naik menjadi 5.969 Orang PNS pada tahun 2015. Kemudian pada Tahun 2016 Jumlah PNS di Kabupaten Way Kanan kembali mengalami penurunan yakni menjadi berjumlah 5.335 Orang. Pada Tahun 2018 ini Jumlah Pegawai Way Kanan menjadi berjumlah 5.329 Orang.
Dilihat dari Jenis Kelamin PNS Kabupaten Way Kanan lebih banyak berjenis kelamin Perempuan dibandingkan laki-laki, meskipun selisihnya tidak terlalu besar.
Sedangkan jika dilihat dari tingkat pendidkan, sebagian besar didominasi oleh PNS yang memiliki tingkat Pendidikan S1 sebesar 52,57 persen dan DIII sebesar 18,36 persen.
Sementara itu, tingkat pendidikan tertinggi yang dimiliki oleh pegawai negeri adalah S2 sebesar 1,48 persen.
Tabel 1.4.
Jumlah PNS Menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Way Kanan, 2018
NO TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH PROSENTASE
1 PENDIDIKAN DASAR 20 0.38%
2 SLTP 52 0.98%
3 SLTA 1112 20.87%
4 DIPLOMA I 39 0.73%
5 DIPLOMA II 672 12.61%
6 DIPLOMA III 564 10.58%
7 DIPLOMA IV 73 1.37%
8 SARJANA 2511 47.12%
9 PASCA SARJANA 286 5.37%
JUMLAH 5329 100.00%
Sumber : BKPSDM Kab. Way Kanan, 2018
Tabel 1.5.
Jumlah Jabatan Struktural dan Non Struktural di Kabupaten Way Kanan, 2018
No Nama Jabatan Jumlah Prosentase
1 eselon II.a 1 0.02%
2 eselon II.b 35 0.66%
3 eselon III.a 62 1.16%
4 eselon III.b 108 2.03%
5 eselon IV.a 443 8.31%
6 eselon lV.b 55 1.03%
7 fungsional 3.518 66.02%
8 pelaksana 906 17.00%
9 CPNS 201 3.77%
JUMLAH 5.329 100.00%
Sumber : BKPSDM Kab. Way Kanan, 2018
Bab I : Pendahuluan - 12 -- Tabel 1.6.
Komposisi PNS Berdasarkan Golongan Ruang Penggajian di Kabupaten Way Kanan, 2018
NO GOLONGAN RUANG JUMLAH GOL JUMLAH PROSENTASI GOL RUANG
PROSENTASE GOL
1 l/a 5 0.09%
2 l/b 4 l 42 0.08% 0.79%
3 l/c 25 0.47%
4 l/d 8 0.15%
5 ll/a 241 4.52%
6 ll/b 155 ll 1110 2.91% 20.83%
7 ll/c 576 10.81%
8 ll/d 138 2.59%
9 lll/a 753 14.13%
10 lll/b 790 lll 2933 14.82% 55.04%
11 lll/c 755 14.17%
12 lll/d 635 11.92%
13 lV/a 993 18.63%
14 lV/b 232 4.35%
15 lV/c 19 lV 1244 0.36% 23.34%
16 lV/d 0 0.00%
17 lV/e 0 0.00%
TOTAL 5329 5329 100.00%
Sumber : BKPSDM Kab. Way Kanan, 2018
1.2.4. Kondisi Demografi
Penduduk merupakan aset vital dalam suatu pembangunan. Penduduk dapat menjadi objek dan subjek dalam pembangunan sekaligus. Pembangunan dapat berjalan dengan optimal apabila penduduk ikut serta berpartisipasi secara aktif di dalamnya merupakan peran penduduk sebagai subjek. Sedangkan penduduk sebagai objek pembangunan dimana bahwa karakteristik penduduk dari berbagai dimensi merupakan ukuran keberhasilan pembangunan. Dalam pengambilan kebijakan pembangunan, kondisi demografi/penduduk dalam suatu wilayah sangat penting diketahui dan salah satu bahan pertimbangan dalam merencanakan pembangunan wilayah tersebut. Semakin padat suatu wilayah maka semakin besar perhatian yang diperlukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Jika dihubungkan dengan masalah-masalah sosial dan lingkungan hidup, maka semakin padat suatu wilayah,
semakin besar kemungkinan terjadinya kerawanan sosial dan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya.
Tabel 1.7.
Jumlah Penduduk Kabupaten Way Kanan Tahun 2018
KECAMATAN LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH PENDUDUK
01-BLAMBANGAN UMPU 34,923 32.987 67.910
02-KASUI 17.198 16.031 33.229
03-BANJIT 25.098 23.499 48.597
04-BARADATU 22.600 21.889 44.489
05-BAHUGA 5.709 5.371 11.080
06-PAKUAN RATU 22.988 21.708 44.696
07-NEGERI AGUNG 19.566 18.496 38.062
08-WAY TUBA 13.043 12.374 25.417
09-REBANG TANGKAS 12.642 11.692 24.316
10-GUNUNG LABUHAN 16.143 15.753 31.896
11-NEGARA BATIN 18.586 17.616 36.202
12-NEGERI BESAR 11.976 11.468 23.444
13-BUAY BAHUGA 11.007 10.408 21.415
14-BUMI AGUNG 14.320 13.531 27.851
TOTAL 245.781 232.823 478.604
Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Way Kanan, 2018
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Way Kanan, jumlah penduduk hingga akhir tahun 2018 sebanyak 478.604 jiwa.
Jumlah ini menurun 780 jiwa dari jumlah penduduk tahun 2016 sebanyak 477.824 jiwa.
Pada Tahun 2017 terjadi penurunan jumlah Penduduk sebanyak 888 Jiwa. Penurunan ini akibat adanya pemutakhiran data, kematian, dan perpindahan penduduk. Bahwa ada pemutakhiran data penduduk Juni 2017 lalu. Pada Pemutakhiran data penduduk, terdapat penduduk Kabupaten Way Kanan tetapi tidak berdomisili di Kabupaten Way Kanan.
Pemutakhiran atau pembersihan data penduduk perlu dilakukan karena terdapat penduduk yang memiliki data kependudukan atau NIK ganda dan lain sebagainya. Namun pada Tahun 2018 jumlah penduduk meningkat kembali menjadi 478.604 jiwa. Hal ini disebebkan, data penduduk yang sudah dimutakhirkan dengan cara pembersihan data, kemudian melaporkan kembali status kependudukannya.
Bab I : Pendahuluan - 14 -- Tabel 1.8.
Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Way Kanan Tahun 2016-2018
Kecamatan Jumlah Penduduk Pertumbuhan
Penduduk 2016 2017 2018
01-BLAMBANGAN UMPU 65.653 66.659 67.910 1,70
02-KASUI 33.405 33.639 33.229 -0,26
03-BANJIT 47.450 48.166 48.597 1,20
04-BARADATU 43.377 43.635 44.489 1,27
05-BAHUGA 11.264 11.254 11.080 -0,82
06-PAKUAN RATU 42.346 43.598 44.696 2,74
07-NEGERI AGUNG 38.496 38.535 38.062 -0,57
08-WAY TUBA 25.413 25.012 25.417 0,01
09-REBANG TANGKAS 25.030 24.472 24.316 -1,44 10-GUNUNG LABUHAN 32.869 31.877 31.896 -1,49
11-NEGARA BATIN 36.193 36.308 36.202 0,01
12-NEGERI BESAR 25.006 23.861 23.444 -3,17
13-BUAY BAHUGA 21.696 21.295 21.415 -0,65
14-BUMI AGUNG 29.626 28.625 27.851 -3,04
TOTAL 477.824 476.936 478.604 0,08 Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Way Kanan, 2018
Data Jumlah penduduk Kabupaten Way Kanan berbeda dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) karena data BPS merupakan data sensus untuk 10 tahun sekali yang tiap tahun data jumlah penduduk tersebut diprediksi naik dalam persen.
Sedangkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan data pelayanan tiap hari yang dapat berubah sesuai dengan kondisi yang ada. Sehingga data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dapat dikatakan data riil karena selalu ter-update. Setiap perubahan data penduduk selalu terekam, misalnya terdapat penduduk yang pindah atau meninggal dunia, datanya akan terhapus secara otomatis.
1.3. SISTEMATIKA PENYAJIAN
Sistematika penyajian Laporan Kinerja berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
menggambarkan secara ringkas mengenai latar belakang, Isu-isu Strategis, Visi dan Misi, dan Permasalahan Pembangunan Daerah serta Sistematika Penyajian.
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
menjelaskan secara ringkas tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2016-2021, serta menjelaskan rencana kinerja tahunan 2018 dan perjanjian kinerja (dokumen penetapan kinerja) Tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Way Kanan.
BAB IV AKUNTABILITAS KINERJA
menyajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi, dan menguraikan realisasi anggaran yang digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.
BAB V PENUTUP
menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari laporan akuntabilitas Pemerintah Kabupaten Way Kanan, saran dan harapan yang ingin dicapai untuk tahun mendatang.
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) menyebutkan, bahwa setiap Kementerian/Lembaga diwajibkan menyusun Rencana Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra K/L) untuk periode lima tahun. Menindaklanjuti UU tersebut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016–2021 yang merupakan perencanaan jangka menengah Kabupaten Way Kanan yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan periode lima tahun sesuai Daerah Nomor 4 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Way Kanan Tahun 2016–2021.
Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis lokal, nasional, global dan tetap berada dalam tatanan Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan pendekatan perencanaan strategis yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi, peluang, dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabilitas kinerjanya. Setiap instansi pemerintah diharapkan dapat mengembangkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga terwujud suatu pelayanan prima. Selanjutnya melalui penyusunan Laporan Akuntabuilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) akan mengetahui keberhasilan atau kegagalan yang bersangkutan dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat.
2.1. RPJMD KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2016-2021
Gambar 2.1.
Visi dan Misi Kabupaten Way Kanan 2.1.1. Visi dan Misi
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Way Kanan Tahun 2016-2021, merupakan tahap ketiga dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2005-2025, yaitu tahap Mengembangkan Komoditas Unggulan Daerah dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik serta Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat. Dengan
MISI 1 :
Menciptakan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Dengan Peningkatan Kapasitas Kebijakan, Ketatalaksanaan, Kapasitas Kelembagaan, Dan
Sumberdaya Manusia Aparatur
MISI 4 :
Revitalisasi Kebijakan Pertanian dalam Rangka Meningkatkan Produktifitas, dan
Nilai Tambah Hasil Pertanian Melalui Pengembangan Produk Unggulan Daerah
MISI 3 :
Mempersiapkan Sumberdaya Manusia Yang Kompetitif dengan Mewujudkan Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas dan Terjangkau, Serta Perluasan Akses dan Penguatan Peran Perempuan, Pemuda
MISI 2 :
Peningkatan Kualitas dan Jangkauan Infrastruktur Dasar dengan Meningkatkan Proporsi Jalan dalam Kondisi Mantap, Rasio Elektrifikasi, dan
Jaringan Irigasi MISI 6 :
Mewujudkan Sistem Keamanan dan Ketertiban yang Kondusif, Kerukunan Hidup
antar Umat Beragama, Penanggulangan Bencana dan Menjaga Kelestarian
Lingkungan Hidup
MISI 5 :
Mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Menuju
Keunggulan Kompetitif dan Komparatif
MISI :
“WAY KANAN MAJU DAN BERDAYA
SAING 2021”
mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang serta isu- isu strategis yang terjadi di Kabupaten Way Kanan, maka Visi Pembangunan Tahun 2016-2021 yaitu :
“Way Kanan Maju dan Berdaya Saing 2021”
Makna yang terkandung dalam visi tersebut dijabarkan sebagai berikut:
Maju : Menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat Way Kanan yang tinggi
Berdaya saing : Menunjukkan kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lainnya dalam memanfaatkan potensi daerah.
Indikator maju dalam visi ini adalah indeks pembangunan manusia sedangkan indikator berdaya saing adalah pertumbuhan ekonomi daerah yang ditopang oleh hasil produksi dan peningkatan nilai tambah produk pertanian, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Secara umum visi “maju dan berdayasaing” tersebut dapat terwujud perlu didukung oleh kondisi tata kelola pemerintahan yang baik, kondisi infrastruktur yang baik, dan kondisi keamanan ketertiban yang kondusif.
Visi ini dijabarkan lebih lanjut kedalam misi yang menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Way Kanan yang terdiri dari aparatur pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, organisasi politik, organisasi sosial Masyarakat, Lembaga pendidikan, Dunia Usaha, Tokoh Masyarakat dan seluruh anggota masyarakat untuk mewujudkan Way Kanan yang Maju dan Berdaya Saing Tahun 2021.
Dalam rangka pencapaian visi yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kondisi dan permasalahan yang ada, tantangan ke depan, serta memperhitungkan peluang yang dimiliki, maka ditetapkan 6 (enam) misi sebagai berikut:
Misi 1 : Menciptakan Tatakelola Pemerintahan yang baik dengan peningkatan kapasitas kebijakan, ketatalaksanaan, kapasitas kelembagaan, dan sumberdaya manusia aparatur;
Misi 2 : Peningkatan kualitas dan jangkauan infrastruktur dasar dengan meningkatkan proporsi jalan dalam kondisi mantap, rasio elektrifikasi dan jaringan irigasi;
Misi 3 : Mempersiapkan Sumberdaya Manusia yang kompetitif dengan mewujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, serta perluasan akses dan penguatan peran perempuan, pemuda;
Misi 4 : Revitalisasi kebijakan pertanian dalam rangka meningkatkan produktifitas, dan nilai tambah hasil pertanian melalui pengembangan produk unggulan daerah;
Misi 5 : Mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah menuju keunggulan kompetitif dan komparatif;
Misi 6 : Mewujudkan sistem keamanan dan ketertiban yang kondusif, kerukunan hidup antar umat beragama, penanggulangan bencana dan menjaga kelestarian lingkungan hidup;
Misi utama dalam RPJMD Kabupaten Way Kanan yaitu pada misi ketiga, mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dengan mewujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, serta perluasan akses dan penguatan peran perempuan, pemuda. misi tersebut menunjukkan makna Visi Maju.
Kemudian misi keempat dan misi kelima, Revitalisasi kebijakan pertanian dalam rangka meningkatkan produktifitas, dan nilai tambah hasil pertanian melalui produk unggulan daerah serta mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah menuju keunggulan kompetitif dan komparatif menunjukan makna Visi Berdaya Saing. Sedangkan misi pertama, misi kedua dan misi keenam merupakan penunjang atau pondasi dalam pencapaian misi-misi utama tersebut.
Keenam misi tersebut akan dijabarkan dalam tujuan dan sasaran pembangunan, yang setiap tujuan dan sasaran tersebut akan dicapai melalui program kegiatan pembangunan. Untuk mengimplementasikan keutuhan tujuan dan sasaran tersebut
diperlukan strategi pembangunan yang tepat, berdasarkan pada kondisi lingkungan internal dan eksternal pada tahun awal perencanaan.
2.1.2. Tujuan dan Sasaran
Untuk merealisasikan pelaksanaan misi pemerintah Kabupaten Way Kanan, perlu ditetapkan tujuan pembangunan daerah yang akan dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan. Tujuan dan sasaran pada setiap misi akan memberikan arahan bagi pelaksanaan setiap urusan pemerintahan daerah baik urusan wajib maupun urusan pilihan dalam mendukung pelaksanaan misi dimaksud. Di samping itu juga dalam rangka memberikan kepastian operasional dan keterkaitan terhadap isu strategis yang telah ditetapkan.
Berdasarkan visi dan misi pembagunan daerah Kabupaten Way Kanan ditetapkan Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja yaitu sebagai berikut:
Tabel 2.1
Matrik Hubungan Antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kabupaten Way Kanan
VISI : WAY KANAN MAJU DAN BERDAYASAING
MISI TUJUAN SASARAN
1. Menciptakan Tatakelola Pemerintahan yang baik dengan peningkatan kapasitas kebijakan, ketatalaksanaan, kapasitas kelembagaan, dan
sumberdaya manusia aparatur
1. Peningkatan pelayanan administrasi pemerintahan dan pelayanan publik
1. Peningkatan kapasitas kebijakan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat
2. Peningkatan kapasitas kelembagaan
3. Peningkatan kapasitas SDM aparatur
2. Peningkatan kualitas dan jangkauan infrastruktur dasar dengan
meningkatkan proporsi jalan dalam kondisi mantap, rasio elektrifikasi dan jaringan irigasi
1. Terwujudnya kondisi
infrastruktur dasar yang baik
1. Peningkatan kondisi
infrastruktur sumberdaya air 2. Peningkatan kondisi
infrastruktur Jalan
3. Peningkatan kondisi
pemukiman dan lingkungan pemukiman
MISI TUJUAN SASARAN 2. Terwujudnya
penataan kawasan
1. Terwujudnya kesesuaian dan keterpaduan perwujudan pembangunan yang berkelanjutan.
3. Tertatanya arus barang dan manusia serta informasi
1. Terwujudnya sistem
transportasi, telekomunikasi dan komunikasi serta informatika daerah
3. Mempersiapkan
Sumberdaya Manusia yang kompetitif dengan
mewujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, serta perluasan akses dan penguatan peran perempuan, pemuda
1. Meningkatkan Kualitas SDM Masyarakat Way Kanan Yang terdidik, sehat, Relegius,
Berkarakter dan Berakhlak mulia
1. Meningkatkan akses dan mutu pendidikan serta membangun karakter dan jatidiri masyarakat.
2. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan pembinaan keluarga berencana
2. Pemberdayaan masyarakat
1. Menurunkan angka kemiskinan
4. Revitalisasi kebijakan pertanian dalam rangka meningkatkan
produktifitas, dan nilai tambah hasil pertanian melalui pengembangan produk unggulan daerah
1. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui
pengembangan produk unggulan daerah
1. Pengembangan produk unggulan pertanian, peternakan, dan perikanan
5. Mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah menuju
1. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui
1. Pengembangan koperasi dan usaha mikro kecil menengah, industri, pariwisata dan perdagangan daerah.
MISI TUJUAN SASARAN keunggulan kompetitif dan
komparatif
peningkatan nilai tambah produk unggulan 6. Mewujudkan sistem
keamanan dan ketertiban yang kondusif, kerukunan hidup antar umat
beragama,
penanggulangan bencana dan menjaga kelestarian lingkungan hidup
1. Terwujudnya kondisi keamanan
dan ketertiban yang kondusif, dan
berkurangnya dampak bencana
1. Terciptanya kondisi keamanan dan ketertiban yang kondusif
2. Mengurangi dampak bencana 2. Terwujudnya
kelestarian lingkungan hidup
1. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup
2.1.3. Strategi Pembangunan
Strategi merupakan langkah-langkah yang berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran. Strategi harus dijadikan salah satu rujukan penting dalam perencanaan pembangunan daerah (strategy focused management). Strategi diperlukan untuk memperjelas arah pengembangan program prioritas kepala daerah. Rumusan strategi berupa pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai, yang selanjutnya diperjelas dengan serangkaian arah kebijakan.
Secara umum strategi pembangunan Kabupaten Way Kanan Tahun 2016-2021, dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan adalah sebagai berikut:
1. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dengan peningkatan kapasitas kebijakan, ketatalaksanaan, kapasitas kelembagaan, dan sumberdaya aparatur, melalui strategi :
a. Peningkatan pelayanan administrasi pemerintahan
b. Peningkatan kualitas penyelenggaraan administasi sekretariat daerah c. Peningkatan kualitas produk perencanaan daerah dengan memperhatikan
kebutuhan masyarakat dengan didukung kajian yang memadai
d. Peningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan aset daerah yang akuntabel.
e. Meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih f. Peningkatan kapasitas pemerintahan kampung
g. Perluasan akses masyarakat dalam memanfaatkan arsip daerah
h. Penataan kelembagaan pemerintahan yang tepat fungsi dan tepat ukuran i. Peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan
j. Peningkatan pelayanan administrasi umum
k. Terlaksananya hubungan masyarakat dan keprotokolan yang baik
l. Peningkatan kinerja dan disiplin aparatur yang berbasis kinerja dan kompetensi
2. Peningkatan kualitas dan jangkauan infrastruktur dasar dengan meningkatkan proporsi jalan dalam kondisi mantap, rasio elektrifikasi dan jaringan irigasi;
malalui stategi :
a. Peningkatan dan pengembangan prasarana dan sarana ketersediaan air baku, jaringan irigasi, serta konservasi sumberdaya air.
b. Peningkatan kondisi jalan strategis yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan dan penanganan kondisi jalan kabupaten yang mengalami rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.
c. Penataan pemukiman
d. Peningkatan penyelenggaraan pemanfaatan ruang dalam rangka menunjang pembangunan yang berkelanjutan.
e. Pengembangan sistem transportasi daerah.
f. Penguatan sistem telekomunikasi dan komunikasi serta informatika daerah.
g. Pengembangan statistik daerah.
3. Mempersiapkan sumberdaya manusia yang kompetitif dengan mewujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, serta perluasan akses dan penguatan peran perempuan, pemuda; melalui strategi:
a. Menyelenggarakan pendidikan dasar dengan akses yang terjangkau.
b. Peningkatan kualitas hasil pendidikan yang didukung dengan kompetensi tenaga pendidikan yang memadai.
c. Peningkatan kualitas pendidikan non formal.
d. Kerjasama kemitraan pelayanan pendidikan.
e. Peningkatan budaya baca masyarakat.
f. Pelestarian budaya lokal.
g. Peningkatan pembinaan pemuda dan olahraga.
h. Peningkatan upaya kesehatan yang promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
i. Revitalisasi keluarga berencana.
j. Membangun kemandirian pangan daerah.
k. Pemberdayaan masyarakat kampung.
l. Peningkatan daya saing ketenagakerjaan dan mengurangi pengganguran.
m. Peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.
n. Peningkatan kesejahteraan penyandang masalah kesejahteraan sosial.
o. Pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender.
p. Pemberdayaan keluarga.
4. Revitalisasi kebijakan pertanian dalam rangka meningkatkan produktifitas, dan nilai tambah hasil pertanian melalui pengembangan produk unggulan daerah;
melalui strategi :
a. Pengembangan komoditas pertanian unggulan.
b. Pengembangan komoditas ternak unggulan c. Pengembangan komoditas perikanan unggulan.
d. Pengembangan komoditas perkebunan unggulan.
e. Peningkatan kualitas dan kompetensi SDM petani.
5. Mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah menuju keunggulan kompetitif dan komparatif; melalui strategi:
a. Pengembangan koperasi dan usaha mikro , kecil dan menengah.
b. Pengembangan pariwisata.
c. Pengembangan industri olahan berbasis komoditas unggulan daerah.
d. Peningkatan perdagangan daerah dan perlindungan konsumen.
6. Mewujudkan sistem keamanan dan ketertiban yang kondusif, kerukunan hidup antar umat beragama, penanggulangan bencana dan menjaga kelestarian lingkungan hidup; melalui strategi:
a. Meningkatkan wawasan kebangsaan, kesadaran politik dan demokrasi masyarakat.
b. Terpeliharanya keamanan dan ketertiban umum.
c. Meningkatkan upaya penanggulangan bencana secara efektif dan efisien.
d. Meningkatkan kualitas perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
2.1.4. Arah Kebijakan Pembangunan
Berdasarkan rumusan strategi yang akan dilakukan dalam upaya pencapaian visi misi Kabupaten Way Kanan, maka arah kebijakan pembangunan yang akan dilaksanakan adalah:
1. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dengan peningkatan kapasitas kebijakan, ketatalaksanaan, kapasitas kelembagaan, dan sumberdaya aparatur, melalui:
a. Meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil b. Meningkatkan pelayanan perizinan terpadu satu pintu dan penanaman
modal daerah
c. Meningkatkan pelayanan prima penerbitan ijin lokasi
d. Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi perkantoran pemerintah e. Meningkatkan kapasitas kelembagaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
f. Meningkatkan kapasitas jasa konstruksi daerah.
g. Penataan administrasi hukum pemerintahan
h. Penataan administrasi pembangunan i. Penataan administrasi perekonomian
j. Penataan administrasi pemerintahan umum dan pertanahan k. Penataan administrasi sumberdaya alam
l. Penataan administrasi kesejahteraan sosial dan kemasyarakatan
m. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah.
n. Pengembangan data dan informasi sebagai bahan penyusunan perencanaan
o. Pengembangan inovasi daerah
p. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran yang seimbang.
q. Meningkatkan pendapatan daerah r. Penataan aset daerah
s. Meningkatkan kualitas pengawasan daerah
t. Meningkatkan Penyelenggaraan pemerintahan kampung yang bersih dan akuntabel.
u. Penataan arsip daerah dan perbaikan sistem administrasi kearsipan
v. Penataan struktur organisasi Pemerintah Daerah yang tepat fungsi dan tepat ukuran, dan pembenahan mekanisme kerja, serta pelembagaan budaya kerja organisasi yang produktif.
w. Meningkatkan sarana dan prasarana kerja sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan tugas.
x. Pembangunan dan rehabilitasi gedung perkantoran pemerintah y. Meningkatkan tata kelola administrasi umum
z. Peningkatan kualitas pelayanan humas dan protokol
aa. Meningkatkan kualitas manajemen dan disiplin SDM aparatur
bb. Meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah melalui pendidikan dan pelatihan, serta peningkatan jenjang pendidikan pegawai yang disesuaikan dengan kebutuhan unit kerja.
2. Peningkatan kualitas dan jangkauan infrastruktur dasar dengan meningkatkan proporsi jalan dalam kondisi mantap, rasio elektrifikasi dan jaringan irigasi;
malalui:
a. Meningkatkan kualitas dan kapasitas prasarana dan sarana jaringan irigasi secara berkelanjutan.
b. Pengembangan, pengelolaan konservasi sungai, danau, dan sumber air lainnya.
c. Meningkatkan kualitas penyediaan air baku
d. Mengoptimalkan percepatan rehabilitasi jalan, peningkatan struktur jalan strategis dan pemeliharaan berkala.
e. Meningkatkan ketersediaan peralatan dan perbekalan penunjang fungsi kebinamargaan.
f. Peningkatan prasarana dan sarana permukiman yang berkualitas.
g. Pemberdayaan komunitas dan pengembangan lingkungan pemukiman h. Meningkatkan perencanaan, pengendalian dan pengawasan dalam
pemanfaatan penggunaan lahan sesuai dengan arahan pola maupun struktur ruang.
i. Penataan wajah kabupaten
j. Pembangunan sarana dan prasarana perhubungan
k. Pengembangan sistem telekomunikasi dan komunikasi serta informatika daerah
l. Peningkatan pelayanan sandi daerah m. Pengelolaan data statistik daerah
3. Mempersiapkan sumberdaya manusia yang kompetitif dengan mewujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, serta perluasan akses dan penguatan peran perempuan, pemuda; melalui:
a. Pengembangan pendidikan anak usia dini
b. Melaksanakan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun c. Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan
d. Peningkatan manajemen pelayanan pendidikan
e. Peningkatan pendidikan non formal
f. Meningkatkan kerjasama pendidikan dengan perguruan tinggi g. Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan h. Melestarikan seni dan budaya positif berbasis kearifan lokal i. Pembinaan pemuda yang berkarakter dan berjiwa luhur j. Meningkatkan upaya kesehatan
k. Kemitraan pelayanan kesehatan
l. Meningkatkan sumber daya manusia kesehatan
m. Menjamin ketersediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan n. Mengembangkan manajemen, informasi dan regulasi kesehatan o. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan p. Meningkatkan upaya pelayanan kesehatan di rumah sakit q. Peningkatan pelayanan keluarga berencana
r. Peningkatan kesehatan reproduksi remaja s. Peningkatan ketahanan pangan daerah
t. Meningkatkan keberdayaan masyarakat pedesaan
u. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun desa v. Pengembangan lembaga ekonomi pedesaan
w. Meningkatkan peran perempuan di pedesaan
x. Pengembangan dan pemanfaaran teknologi tepat guna (TTG)
y. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja di berbagai bidang keahlian z. Meningkatkan ketersediaan lapangan pekerjaan
aa. Memberikan fasilitasi hubungan industrial bagi perusahaan dan pekerja, menjamin hak-hak pekerja dan melindungi tenaga kerja untuk meningkatkan kesejahteraan
bb. Pengembangan wilayah transmigrasi
cc. Pembinaan masyarakat transmigran melalui pengembangan usaha ekonomi, dan penguatan kelembagaan masyarakat.
dd. Pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
ee. Pembinaan penyandang masalah kesejateraan sosial
ff. Keserasian kebijakan peningkatan kualitas anak dan perempuan gg. Penguatan kelembagaan pengarustamaan gender dan anak hh. Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan
ii. Peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan jj. Pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak
kk. Pembinaan keluarga sejahtera
4. Revitalisasi kebijakan pertanian dalam rangka meningkatkan produktifitas, dan nilai tambah hasil pertanian melalui pengembangan produk unggulan daerah;
melalui:
a. Peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian
b. Meningkatkan produksi dan produktifitas komoditas unggulan dan utama c. Meningkatkan produksi dan produktifitas ternak unggulan
d. Meningkatkan pemasaran hasil produksi peternakan
e. Meningkatkan produksi dan produktifitas perikanan unggulan f. Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan
g. Meningkatkan produksi dan produktifitas komoditas perkebunan unggulan h. Meningkatkan pemasaran hasil produksi perkebunan
i. Penguatan Kelembagaan Petani
j. Pemberdayaan penyuluh pertanian lapangan
5. Mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah menuju keunggulan kompetitif dan komparatif; melalui:
a. Revitalisasi kelembagaan koperasi
b. Menciptakan iklim kelembagaan dan usaha UMKM yang kompetitif.
c. Pengembangan destinasi wisata berbasis keunggulan dan potensi daerah d. Pengembangan pemasaran dan kemitraan pariwisata
e. Membangun dan memperkuat sentra-sentra industri olahan dengan memperhatikan keterkaitan hulu-hilir produk.
f. Peningkatan pemanfaatan teknologi industri produk unggulan.
g. Pengembangan dan penataan sarana prasarana perdagangan, serta pembinaan pedagang.
h. Perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan
6. Mewujudkan sistem keamanan dan ketertiban yang kondusif, kerukunan hidup antar umat beragama, penanggulangan bencana dan menjaga kelestarian lingkungan hidup; melalui:
a. Pengembangan wawasan kebangsaan b. Pendidikan politik masyarakat
c. Peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan
d. Peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) dan penegakan perda
e. Pencegahan dini bencana f. Penanganan bencana
g. Penanganan dan pencegahan bahaya kebakaran
h. Meningkatkan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan pada air serta udara diwilayah kabupaten.
i. Meningkatkan upaya perlindungan dan konservasi sumberdaya alam untuk pembangunan yang berkelanjutan.
2.2. INDIKATOR KINERJA UTAMA
Indikator kinerja utama (IKU) adalah ukuran keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan merupakan ikhtisar hasil berbagai Program dan Kegiatan sebagai penjabaran tugas dan fungsi organisasi. IKU Pemerintah Kabupaten Way Kanan merupakan indikator kinerja yang berada pada perspektif manfaat bagi stakeholders yang menunjukkan peran utama Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Way Kanan. Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Way Kanan ditetapkan melalui Peraturan Bupati Way Kanan Nomor 34 Tahun 2018 tentang Indikator Kinerja Utama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Way Kanan Tahun 2016-2021. Adapun IKU Pemerintah Kabupaten Way Kanan sebagaimana berikut:
Tabel 2.2.
Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Way Kanan
SASARAN INDIKATOR KINERJA UTAMA
1 Peningkatan kapasitas kebijakan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat
1 Opini pengelolaan keuangan Daerah 2 Nilai/ Predikat Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah
3 Nilai/ Peringkat Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
2 Peningkatan kapasitas kelembagaan
4 Nilai Pelayanan Publik 3 Peningkatan kondisi
infrastruktur sumberdaya air
5 Jaringan Irigasi Dalam Kondisi Baik 4 Peningkatan kondisi infrastruktur
Jalan
6 Proporsi jalan dalam kondisi mantap 5 Peningkatan kondisi pemukiman
dan lingkungan pemukiman
7 Rasio Rumah tangga pengguna air bersih 8 Rasio Rumah Tangga Teraliri Listrik 6 Meningkatkan akses dan mutu
pendidikan serta membangun karakter dan jatidiri masyarakat
9 Persentase SD terakreditasi 10 Persentase SMP terakreditasi 11 Angka Partisipasi Kasar PAUD 12 Angka Partisipasi Murni SD/ MI 13 Angka Partisipasi Murni SMP/ MTts 7 Meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat dan pembinaan keluarga berencana
14 Angka Kematian Ibu (AKI) /100.000 KH 15 Angka Kematian Bayi (AKB)/ 1000 KH 16 Presentase Balita Kekurangan Gizi pada
Anak Balita
17 Presentase Balita stunting pada Anak Balita
18 Persentase RS terakreditasi
19 Cakupan Puskesmas yang Terakreditasi 20 Persentase rumah tangga berperilaku
hidup bersih dan sehat (PHBS) 21 Cakupan rumah sehat
22 Persentase Desa/ Kelurahan STBM 23 Laju Pertumbuhan Penduduk 8 Menurunkan angka kemiskinan 24 Tingkat kemiskinan
9 Pengembangan produk unggulan pertanian, peternakan, dan perikanan
25 Laju Pertumbuhan Sektor Pertanian
10 Pengembangan koperasi dan usaha mikro kecil menengah, industri, pariwisata dan perdagangan daerah.
26 Laju Pertumbuhan Industri Pengolahan 27 Laju Pertumbuhan Sektor Perdagangan 28 Jumlah Pertumbuhan UMKM
11 Terciptanya kondisi keamanan dan ketertiban yang kondusif
29 Cakupan penanganan gangguan ketenteraman dan ketertiban
SASARAN INDIKATOR KINERJA UTAMA 12 Mengurangi dampak bencana 30 Cakupan pelayanan bencana kebakaran
31 Cakupan Penanganan daerah rawan bencana
13 Meningkatkan kualitas lingkungan hidup
32 Penilaian Adipura
33 Indek Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)
IKU Pemerintah Kabupaten Way Kanan terbagi menjadi dua perspektif, yang pertama bersifat outward looking yaitu perspektif manfaat langsung bagi stakeholders eksternal yang menunjukkan peran utama Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Way Kanan. Perspektif kedua bersifat inward looking yang menunjukkan manfaat bagi stakeholders internal Pemerintah Kabupaten Way Kanan.
RPJMD telah menetapkan tujuan dan sasaran untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Untuk lebih memberikan fokus pada penetapan dan pencapaian sasaran, maka ditetapkan indikator kinerja utama (IKU) melalui Peraturan Bupati Way Kanan Nomor Tahun 2018 tentang Indikator Kinerja Utama Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2016-2021. Penetapan indikator dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan dan sasaran strategis dan kegiatan- kegiatan yang mendukung tujuan strategis. Indikator ini digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran strategis, sedangkan keberhasilan kegiatan diukur dengan menggunakan indikator keluaran (output). Selanjutnya Indikator Kinerja Utama (IKU) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2016-2021 disajikan pada Lampiran 1.
2.3. RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT)
RPJMD berisikan perencanaan yang bersifat makro sehingga perlu dijabarkan dalam perencanaan yang lebih mikro pada setiap tahunnya yang dituangkan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT). Oleh karena itu, maka RKT Pemerintah Kabupaten Way Kanan Tahun 2018 ini disusun berdasarkan RPJMD Tahun 2016-2021 dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2018. Di dalam Rencana Kinerja ditetapkan Rencana Capaian Kinerja Tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan Pemerintah Kabupaten Way Kanan Tahun 2018.