• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

Dalam dokumen SKRIPSI CBSA DENGAN PERMAINAN KARTU (Halaman 31-39)

BAB II LANDASAN TEORI

C. Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

Menurut Yanti (2008) dalam dunia pendidikan, dikenal dua macam pendekatan yaitu :

1. Teacher centered

Merupakan model pembelajaran ceramah dengan cara komunikasi satu arah, dimana yang aktif adalah pengajar.

2. Student centered

Pembelajaran yang fokus pada pembelajar dan pembelajaran. Siswa memperoleh kesempatan untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pengalaman yang mendalam. Dari kedua pendekatan tersebut, dikembangkan sebuah pendekatan yang dapat mengkombinasikan kedua pendekatan tersebut sehingga dalam pembelajaran, bukan hanya guru yang aktif namun juga siswa. Keaktifan yang diciptakan lebih mengarah kepada keaktifan siswa sehingga guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu namun siswa dapat mengembangkan diri sepenuhnya untuk mengkonstruksi pengetahuan baru. Pendekatan inilah yang disebut Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).

1. Pengertian

Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learning (SAL) adalah proses kegiatan belajar mengajar yang subyek didiknya terlibat secara intelektual dan emosional sehingga ia betul-betul berperan dan berpartisipasi aktif dalam melakukan kegiatan belajar. CBSA menempatkan siswa sebagai inti dalam kegiatan belajar mengajar. Dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud CBSA

adalah salah satu cara strategi belajar mengajar yang menuntut keaktifan dan partisipasi subyek didik seoptimal mungkin sehingga siswa mampu mengubah tingkah lakunya secara lebih efektif dan efisien. (Sudjana, 1989).

Indikator terwujudnya Cara Belajar Siswa Aktif dapat dilihat dari lima segi, yaitu :

a. Dari sudut siswa dapat dilihat dari :

1. keinginan, keberanian menampilkan minat, kebutuhan dan permasalahan

2. keinginan, keberanian, kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran

3. kebebasan atau keleluasaaan melakukan hal tersebut di atas tanpa tekanan dari guru atau pihak lain

b. Dari sudut guru, tampak :

1. adanya usaha mendorong, membina gairah belajar dan partisipasi siswa secara aktif

2. peranan guru tidak mendominasi

3. guru memberi kesempatan siswa untuk belajar menurut cara dan keadaan masing-masing

4. Guru menggunakan berbagai metode mengajar c. Dari segi program, hendaknya :

1. tujuan insrtuksional serta konsep maupun isi pelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat serta kemampuan anak didik

2. program jelas dan dimengerti siswa serta menantang siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar

3. bahan pembelajaran mengandung fakta atau informasi atau konsep, prinsip dan ketrampilan

d. Dari situasi belajar, tampak adanya :

1. iklim hubungan intim dan erat antara guru dan siswa 2. gairah serta kegembiraan belajar siswa

e. Dari sarana belajar, tampak adanya : 1. sumber-sumber belajar bagi siswa

2. fleksibilitas waktu untuk melakukan kegiatan belajar 3. dukungan dari berbagai jenis media pembelajaran 4. kegiatan tidak terbatas di dalam kelas

2. Dasar Pemikiran CBSA dalam pembelajaran

Proses pengajaran harus mengoptimalkan kadar keaktifan siswa. Pernyataan ini dapat dikaji berdasarkan perangkat yaitu asumsi mengenai :

a. Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar memanusiakan manusia atau membudayakan manusia, merupakan proses sosialisasi menuju kedewasaan sesuai dengan kemampuan dan martabatnya sebagai manusia.

Asumsi ini didasarkan pada (1) anak adalah manusia seutuhnya yang memiliki potensi untuk berkembang, (2) setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda, (3) individu adalah insan yang aktif, kreatif dan dinamis, (4) anak didik mempunyai motivasi untuk memenuhi kebutuhannya. c. Guru

Asumsi ini bertolak dari tanggung jawabnya atas pencapaian hasil belajar siswa, memiliki kemampuan profesional sebagai pengajar, mempunyai kode etik keguruan, berperan sebagai sumber belajar dan fasilitator sehingga memungkinkan terciptanya kondisi yang baik untuk belajar. d. Proses pengajaran

Proses pengajaran direncanakan dan dilaksanakan sebagai suatu sistem. Peristiwa belajar terjadi apabila siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru dan lebih efektif apabila menggunakan metode dan teknik yang tepat dan berdaya guna. Pengajaran memberi tekanan pada proses produk secara seimbang dan inti pengajaran adalah adanya kegiatan belajar secara optimal.

3. Penerapan CBSA dalam proses belajar-mengajar

CBSA harus tercermin dalam satuan pelajaran dan dalam praktek pengajaran. Guru yang akan mengajar dengan penekanan CBSA harus

memikirkan hal-hal apa yang akan dilakukan serta menuangkannya secara tertulis dalam satuan pelajaran. Dengan berpedoman kepada satuan pelajaran yang telah dibuat, guru harus menciptakan lingkungan belajar yang mendorong semua siswa aktif melakukan kegiatan belajar secara nyata. Beberapa ciri yang harus tampak dalam proses belajar tersebut adalah :

a. Situasi kelas menantang siswa melakukan kegiatan belajar secara bebas namun terkendali

b. Guru tidak mendominasi pembicaraan

c. Guru menyediakan dan menggunakan sumber belajar bagi siswa d. Kegiatan belajar siswa bervariasi

e. Hubungan guru dan siswa sifatnya harus mencerminkan hubungan yang manusiawi

f. Situasi dan kondisi kelas tidak kaku

g. Belajar tidak hanya dilihat dari hasil yang dicapai namun juga proses yang dilakukan siswa

h. Adanya keberanian siswa untuk mengajukan pendapat i. Guru senantiasa menghargai pendapat siswa

4. Prinsip-prinsip belajar siswa aktif

a. Stimulus Belajar

Stimulus dapat berbentuk verbal, visual, auditif, taktik dan lain-lain. Stimulus hendaknya benar-benar mengkomunikasikan informasi atau pesan yang hendak disampaikan oleh guru kepada siswa. Cara yang mungkin dapat membantu siswa agar pesan tersebut mudah diterima yaitu dengan pengulangan atau siswa menyebutkan kembali pesan yang disampaikan oleh guru kepada siswa.

b. Perhatian dan motivasi

Perhatian dan motivasi merupakan prasyarat utama dalam proses belajar mengajar. Stimulus yang diberikan oleh guru tidak akan berarti tanpa adanya perhatian dan motivasi dari siswa. Cara untuk menumbuhkan perhatian dan motivasi antara lain melalui cara mengajar yang bervariasi, menggunakan media yang menarik, memberi stimulus baru. Memberikan pujian kepada siswa yang menunjukkan prestasi belajar merupakan upaya menumbuhkan motivasi dari luar diri siswa.

c. Respons yang dipelajari

Keterlibatan atau respons siswa terhadap stimulus guru bisa meliputi perhatian, proses internal terhadap informasi, partisipasi kegiatan belajar seperti mengerjakan tugas – tugas yang diberikan oleh guru. Dalam proses belajar mengajar banyak kegiatan belajar siswa yang dapat ditempuh melalui respon fisik (motorik) di

samping respons intelektual. Respons inilah yang harus ditumbuhkan pada diri siswa.

d. Penguatan

Sumber penguat belajar untuk pemenuhan kebutuhan berasal dari luar dan dalam dirinya. Penguat belajar yang berasal dari luar seperti nilai, hadiah dan lain-lain. Sedangkan penguat dari dalam diri bisa terjadi apabila respons yang dilakukan oleh siswa betul-betul memuaskan dirinya dan sesuai dengan kebutuhannya.

e. Pemakaian dan pemindahan

Belajar dengan memperluas pembentukan asosiasi dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memindahkan apa yang sudah dipelajari kepada situasi lain yang serupa pada masa mendatang. Asosiasi dapat dibentuk melalui pemberian bahan yang bermakna, berorientasi yang jelas, pemberian latihan yang teratur, pemecahan masalah yang serupa, dilakukan dalam situasi yang menyenangkan. Siswa dihadapkan kepada situasi baru yang menuntut pemecahan melalui informasi yang telah dimilikinya.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa CBSA memiliki karakteristik keaktifan yaitu melibatkan siswa secara intelektual-emosional dalam kegiatan pembelajaran asimilasi dan akomodasi kognitif dalam pencapaian pengetahuan, perbuatan serta pengalaman langsung dalam pembentukan sikap. Dengan kata lain, keaktifan dalam CBSA adalah keaktifan mental.

Dalam dokumen SKRIPSI CBSA DENGAN PERMAINAN KARTU (Halaman 31-39)

Dokumen terkait