POLA PENGAMANAN OBVITNAS CANDI BOROBUDUR
E. CARA BERtTINDAK
Kondisi keamanan Obvitnas Candi Borobudur dibagi menjadi 3 situasi, yaitu Situasi Aman, Situasi Rawan, dan Situasi Sangat Rawan. Orang yang berhak dalam menentukan situasi keamanan adalah Kepala Balai Konservasi Borobudur. Kepala Balai Konservasi Borobudur menerima informasi dari petugas mengenai
84 Standard Operasional Prosedur (SOP)
PENGAMANAN OBVITNAS CANDI BOROBUDUR
suatu keadaan yang segera untuk ditangani dan segera dilakukan perubahan situasi. Melalui disposisi, memerintahkan Kasi Layanan Konservasi mencari kebenaran akan infomasi tersebut, jika ternyata benar adanya keadaan yang segera harus ditangani, maka Kepala Balai Konservasi Borobudur menyatakan perubahan situasi dan segera menulis disposisi kepada Kasi Layanan Konservasi untuk ditindaklanjuti. Kasi Layanan Konservasi kemudian mengkoordinasikan dengan Koordinator Pokja Pengamanan. Oleh Koordinator Pokja Pengamanan dikoordinasikan bersama Komandan Satpam Candi Borobudur, untuk kemudian diteruskan kepada Satuan Pengamanan Candi Borobudur. Berikut bagan prosedur penetapan situasi keamanan :
Kepala Balai Konservasi Borobudur menulis disposisi kepada Kasi Layanan Konservasi
untuk melakukan mencari kebenaran informasi
Kepala Balai Konservasi Borobudur memperoleh informasi dari petugas tentang
keadaan yang harus segera diatasi
Kasi Layanan Konservasi berkoordinasi dengan Koordinator Pokja Pengamanan Jika ditemukan kebenaran akan infromasi tersebut, Kepala Balai Konservasi Borobudur
menyatakan perubahan situasi dan segera menulis disposisi kepada Kasi Layanan
Ada pun prosedur keamanan yang wajib di jalankan oleh personil Satuan Pengamanan Candi Borobudur dan instansi terkait adalah sebagai berikut :
1. Situasi Aman
a. Satpam terbagi dalam 4 (empat) regu dan terbagi dalam 4 shift jaga, tiap shift adalah setiap 6 (enam) jam. Jadwal jaga tiap shiftnya yaitu pukul 00.00-pukul 06.00 WIB; pukul 06.00-pukul 12.00 WIB; pukul 12.00-18.00 WIB; dan pukul 12.00-18.00-00.00 WIB;
b. Tiap regu Satpam melakukan patroli di Candi Borobudur dan di lingkungannya. Satu orang berjaga di Pos Keamanan Utama, 2 (dua) orang berpatroli di atas Candi Borobudur, 2 (dua) orang berpatroli di halaman Candi Borobudur, 1 (satu) orang berpatroli mengeliling Zona I Candi Borobudur, dan 1 (satu) orang berjaga di pos keamanan Balai Konservasi
Kepala Balai Konservasi Borobudur menulis disposisi kepada Kasi Layanan Konservasi
untuk melakukan mencari kebenaran informasi
Kepala Balai Konservasi Borobudur memperoleh informasi dari petugas tentang
keadaan yang harus segera diatasi
Koordinator Pokja Pengamanan koordinasi dengan Komandan Satuan Pengamanan
Komandan Satuan Pengamanan mengkoordinasikan Satpam Kasi Layanan Konservasi berkoordinasi dengan Koordinator Pokja Pengamanan Jika ditemukan kebenaran akan infromasi tersebut, Kepala Balai Konservasi Borobudur
menyatakan perubahan situasi dan segera menulis disposisi kepada Kasi Layanan
c. Setiap pos atau titik ditempatkan paling tidak 2 (dua) orang agar jika terjadi sesuatu ada saksi maupun tetap ada yang stand by berjaga jika ada yang ijin meninggalkan pos jaga untuk keperluan tertentu; d. Satuan Petugas Keamanan dan Ketertiban tiap
regunya berjaga di area Candi Borobudur, meliputi halaman, lorong, plateau, maupun teras stupa guna memperlancar alur kunjungan di Candi Borobudur dan menciptakan rasa aman, nyaman, dan tertib bagi pengunjung;
e. Setiap kejadian dicatatkan ke dalam buku mutasi yang tersedia di Pos Keamanan Utama;
f. Kendaraan pribadi tidak diijinkan memasuki area Zona I Candi Borobudur, kecuali tamu VIP atau VVIP yang telah mendapatkan ijin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kepala Balai Konservasi Borobudur dan kendaraan khusus.
2. Situasi Rawan
a. Satpam pengelola Obvitnas Candi Borobudur mendapat bantuan personil pengamanan dari Satpam pengelola Obvitnas Taman Wisata Borobudur, yang mendapat tembusan disposisi tertulis dari Kepala Balai Konservasi Borobudur. Disposisi tertulis tersebut menyatakan perubahan status menjadi Situasi Rawan, diteruskan pula kepada PAM Obvit Polres Magelang, Polsek Borobudur, dan Polres Magelang;
b. Perubahan personil Satpam pengelola Obvitnas Candi Borobudur tiap regu menjadi 13 (tiga belas) orang dengan menggabungkan 2 (dua) regu dan per shift menjadi 12 (dua belas) jam;
d. Setiap kejadian dicatatkan ke dalam buku mutasi yang tersedia di Pos Keamanan Utama;
e. Kendaraan pribadi tidak diijinkan memasuki area Obvitnas Candi Borobudur, kecuali tamu VIP/VVIP yang telah mendapatkan ijin tertulis dari Kepala Balai Konservasi Borobudur;
f. Kendaraan Khusus dapat parkir di area Obvitnas Candi Borobudur untuk keperluan tertentu;
g. Mobil ambulance, tandu, dan 4 (empat) orang personil kesehatan disediakan di Obvitnas Candi Borobudur oleh Pengelola Obvitnas Taman Wisata Borobudur; h. POLRI dapat meminta bantuan kepada TNI jika tidak
dapat atau diperkirakan tidak akan dapat mengatasi gangguan atau ancaman yang terjadi.
3. Situasi Sangat Rawan
a. Apabila Situasi Sangat Rawan terjadi secara tiba-tiba, disposisi perubahan status keamanan dapat berupa disposisi lisan dari Kepala Balai Konservasi Borobudur, yang kemudian dapat disusul dengan disposisi tertulis;
b. Permintaan bantuan tambahan personil keamanan PAM Obvit Polres Magelang, Polsek Borobudur, Polres Magelang yang dapat dilakukan secara lisan oleh Kepala Balai Konservasi Borobudur, kemudian dapat disusul dengan surat tertulis;
c. Perubahan penjagaan keempat regu Satpam pengelola Obvitnas Candi Borobudur menjadi 1 (satu) regu dan berjaga selama 24 (dua puluh empat) jam; d. Satpam pengelola Obvitnas Candi Borobudur bersama
dengan Satpam Obvitnas Taman Wisata Borobudur dan personil dari PAM Obvit Polres Magelang, Polsek Borobudur, dan Polres Magelang melakukan kegiatan pengamanan di Candi Borobudur;
e. Apabila terjadi kejadian bencana alam seperti gunung meletus dan gempa bumi, personil Satpam Obvitnas
Candi Borobudur dapat menelpon PLN untuk meminta listrik dimatikan dalam rangka mencegah hal-hal yang tidak diinginkan;
f. Apabila terjadi kejadian bencana alam, atau terorisme, atau hal berbahaya lainnya yang dapat membahayakan jiwa pengunjung Candi Borobudur, Kepala Balai Konservasi Borobudur berkoordinasi dengan Kepala Unit Pengelola Obvitnas Taman Wisata Borobudur dapat memerintahkan para pengunjung untuk dievakuasi dari Obvitnas Candi Borobudur menuju tempat yang aman dengan meminta bantuan dari tim SAR setempat;