• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara-cara pelaksanaan bimbingan karier.

Dalam dokumen Modul bimbingan konseling badar. pdf (Halaman 118-122)

BIMBINGAN KARIER

F. Cara-cara pelaksanaan bimbingan karier.

Bimbingan karier di skolah dasar dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Berikut ini dikemukakan beberapa cara yang dapat dilaksanakan guru sekolah dasar.

1. Paket bimbingan karier

Pemerintah, melalui badan penelitian dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan (balitbang) departemen pendidikan dan kebudayaan (tanpa tahun), telah memberikan buku paket bimbingan karier untuk sekolah dasar. Buku tersebut terdiri dari empat bagian masing- masing disebut:

a. Paket I,Bimbingan Karier, Pemahaman Diri

Buku paket ini membuat beberapa sub-topik, yaitu: 1) Bakat

2) Minat

3) Keadaan fisik

4) Keadaan sosial, ekonomi, budaya 5) Cita-cita

Semua sub-sub topik ini diberikan pada kelas satu dan kelas dua. Dalam mempelajari paket ini, murid diharapkan memperoleh gambaran tentang keadaan dirinya guna dapat memperoleh gambaran tentang keadaan dirinya guna dapat mengembangkan bakat, kemampuan, minat, dan cita-cita yang menuju tercapainya cara hidup yang selaras.

b. Paket II,Bimbingan Karier, Pemahaman Diri

Paket ini memuat sub-topik: 1) Informasi pendidikan,

2) Informasi pembangunan, 3) Kemungkinan jabatan, dan 4) Wiraswasta.

Semua sub topik ini diberikan pada kelas lima. Dengan mempelajari masing-masina sub-topik yang ada dalam paket ini, murid diharapkan dapat memperoleh beberapa informasi yang ada di lingkungannya, khususnya yang menyangkut pendidikan, pembangunan, pekerjaan, dan kewiraswastaan.

c. Paket III,Bimbingan Karier, Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan

Paket ini memuat sub-topik: 1) Hambatan-hambatan dari dalam diri; 2) Hambatan-hambatan dari luar.

Dengan mempelajari paket ini, murid diharapkan dapat mengetahui berbagai hambatan yang mungkin dihadapi dalam pengembangan karier, baik yang bersumber dari dalam diri sendiri maupun bersumber dari luar. Selanjutnya, dengan memahami hambatan-hambatan itu, murid diharapkan dapat mengatasi sendiri hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pengembangan karier.

d. Paket IV,Bimbingan Karier, Menciptakan Masa Depan

Paket ini memuat sub-topik: 1) Informasi diri dan lingkungan; 2) Cita-cita dan gaya hidup; 3) Rencana untuk masa depan.

Sebagaima dengan paket II dan III, maka paket ini juga diberikan pada kelas lima. Dengan mempelajari paket ini, murid diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang baik tentang diri dan lingkungannya, serta dapat membuat rencana yang realistik untuk masa depannya.

2. Pengamatan (observasi)

Murid-murid sekolah dasar dapat mempelajari lebih banyak berbagai jenis pekarjaan yang ada di sekitarnya dengan jalan mengadakan pengamatan ke objek-objek yang terkait. Dalam kehidupan sehari-hari murid sering berhadapan dengan para pekerja, tetapi tidak mengetahui apa pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing pekerja itu dan apa sumbangan pekerja itu terhadap masyarakat banyak. Dengan menugaskan murid mengadakan pengamatan dan diskusi yang terbimbing tentang pekerja dan pekerjaan yang dilakukannya akan dapat membantu murid untuk lebih memahami dunia kerja.

Wawasan murid tentang berbagai jenis pekerjaan dapat diperluas kalau guru membawa mereka mengunjungi berbagai lapangan kerja yang ada di sekitarnya. Misalnya ke pabrik-pabrik, badan-badan usaha, perkebunan-perkebunan, dan sebagainya. Melalui kunjungan seperti ini, murid dapat melihat, mendengar, merasa dan membaui lingkungan kerja. Selain kepada hasil, perhatian murid juga akan tertuju kepada para pekerja. Di pabrik, badan usaha, dan lapangan kerja lainnya itu murid dapat mengamati secara langsung berbagai jenis pekerjaan yang ada serta suasana kerjanya.

Kunjungan yang baik memerlukan adanya perencanaan yang baik. Tempat-tempat atau objek-objek yang dikunjungi harus sesuai dengan tingkat perkembangan murid. Karena itu, pengaturan perlu dilakukan sejak dasar, baik menyangkut objek yang akan dikunjungi maupun pertanyaan-pertanyaan yang ingin disampaikan atau diketahui jawabannya. Setelah kunjungan selesai, perlu diadakan suatu pembicaraan atau diskusi bersama. Hal ini

dimaksudkan untuk memeperbaiki keliruan-kekeliruan atau kesalahan-kesalahan murid tentang objek yang telah dikunjungi itu.

3. Terpadu di dalam kurikulum

Sebagian dari bahan-bahan bimbingan karier dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum atau mata pelajaran tertentu. Mosalnya, pengenalan tentang perlunya kerjasama dalam suatu satuan kerja tertentu dipadu ke dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Berkenaan dengan hal ini, guru perlu mengadakan kerjasama dengan pihak-pihak lain dalam mengembangkan kurikulum yang di samping memuat bahan-bahan pelajaran biasa juga mengandung bahan-bahan bimbingan karier.

Norris (dalam Hansen dan Stevic, 1974) mencoba memadu ide-ide tersebut di atas dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai berikut:

Kelas 1. Murid mempelajari berbagai pekerjaan yang ada di lingkungannya yang terdekat yaitu rumah tangga, sekolah dan tetangganya.

Kelas 2. Murid mempelajari keadaan anggota-anggota masyarakat yang telah memberikan pelayanan kepadanya, seperti warung-warung atau toko-toko yang dikenalnya. Kelas 3. Murid mempelajari keadaan masyarakat yang lebih lama. Tekanan diletakkan pada

transportasi, komunikasi, dan telekomunikasi.

Kelas 4. Murid mempelajari dunia kerja yang tingkatannya lebih tinggi, berupa badan-badan untuk usaha milik negara yang ada di daerahhya atau daerah lain yang terdekat. Kelas 5. Pelajaran yang akan dipelajari diperluas dengan badan-badan usaha milik negara

yang ada di daerah lain yang lebih jauh.

Kelas 6. Program bimbingan karier diperluas lagi, tidak saja menyangkut dunia kerja yang ada di negaranya sendiri tetapi juga yang ada di negara lain.

4. Bacaan

Bacaan tentang orang-orang yang berhasil dalam pekerjaannya merupakan sumber belajar yang penting untuk meningkatkan pengetahuan murid tentang keduniakerjaan. Bacaan-bacaan tentang ini biasanya dapat diperoleh di dalam buku-buku (khususnya buku- buku ilmu sosial), majalah, surat kabar, dan sebagainya. Bacaan-bacaan seperti itu sebaiknya tersedia di perpustakaan sekolah atau perpustakaan kelas.

5. Nara sumber

Selain dengan cara-cara di atas, bimbingan karier dapat pula dilakukan dengan mendatangkan nara sumber untuk memberikan atau menyampaikan pengalaman-pengalaman serta upaya-upaya yang dilakukan dalam mengembangkan kariernya sehingga ia sampai menjadi seperti keadaan sekarang. Sebaliknya, murid juga dapat diberi kesempatan menemui

nara sumber secara perorangan, mengadakan wawancara dengan nara sumber yang bersangkutan, dan melaporkan hasilnya di depan kelas. Kesempatan-kesempatan seperti itu bukan saja memungkinkan murid memperoleh informasi tentang pekerjaan, tetapi juga membantu murid dalam belajar menghadapi orang lain dan memikul tanggung jawab.

G. Rangkuman

Dalam bidang bimbingan karier, pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa mengenali dan mulai mengarahkan diri untuk masa depan karier. Bimbingan karier di Sekolah merupakan kegiatan yang paling awal dan mendasar bagi pengembangan karier secara menyeluruh. Pemberian materi bimbingan karier untuk para siswa disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang diikutinya. Bagi siswa SD pada umumnya, bimbingan karier dimaksudkan untuk:

1. Mengembangkan sikap positif terhadap segala jenis pekerjaan. Dalam hal ini guru kelas harus berhati-hati. Guru kelas menunjukkan atau menampilkan prasangka ataupun kecenderungan tertentu terhadap jenis-jenis pekerjaan (misalnya, pekerjaan tertentu disikapi positif, sedang lainnya disikapi negatif).

2. Membawa para siswa menyadari betapa luasnya dunia kerja yang ada, terentang dari pekerjaan yang dijabat orang tua sampai ke segala macam pekerjaan di masyarakat.

3. Menjawab berbagai pertanyaan para siswa tentang pekerjaan. Dorongan ingin tahu anak- anak akan membawa mereka menanyakan segala sesuatu tentang pekerjaan. Dalam hal ini jawaban atau informasi yang tepat dan benar harus segera diberikan setiap waktu bertanya. 4. Menekankan jasa dari masing-masing jenis pekerjaan, yaitu untuk kesejah-teraan hidup

rumah tangga dan masyarakat (tidak hanya mengemukakan besarnya gaji atau penghasilan yang diperoleh melalui pekerjaan itu). Perlunya bakat atau kemampuan/keterampilan khusus untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu, terutama pekerjaan yang bermanfaat bagi pemberian bantuan kepada sesama manusia, hendaklah disampaikan.

BAB VIII

Dalam dokumen Modul bimbingan konseling badar. pdf (Halaman 118-122)