• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Memanfaatkan Celana sebagai Pelampung

HANJAR 04 RENANG PONCO

7. Cara Memanfaatkan Celana sebagai Pelampung

Metode Pembelajaran

1. Metode ceramah

Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang renang ponco.

2. Metode tanya jawab

Metode ini digunakan untuk mengukur pemahaman peserta didik terkait materi yang telah disampaikan.

3. Metode Brainstroming (curah pendapat)

Metode ini digunakan pendidik untuk mengeksplor pendapat peserta didik tentang materi yang disampaikan.

4. Metode praktik/drill

Metode ini digunakan untuk mempraktikkan renang ponco.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 47 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar

1. Alat

a. bahan ajar/modul renang

Kegiatan Pembelajaran

1. Tahap awal: 10 menit.

Pendidik melaksanakan apersepsi:

a. Pendidik menugaskan peserta didik melakukan refleksi materi sebelumnya;

b. Pendidik mengaitkan materi yang sudah disampaikan dengan materi yang akan disampaikan;

c. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada hanjar ini.

2. Tahap inti: 70 menit.

a. Pendidik menjelaskan materi tentang renang ponco.

b. Peserta didik memperhatikan, mencatat hal-hal penting, bertanya jika ada materi yang belum dimengerti/dipahami;

c. Pendidik memberikan kesempatan peserta didik untuk melaksanakan curah pendapat tentang materi yang disampaikan;

d. Peserta didik melaksanakan curah pendapat tentang materi yang disampaikan oleh pendidik;

e. Pendidik memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya kepada pendidik tentang materi yang belum dimengerti;

f. Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang materi yang

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 48 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR belum dimengerti;

g. Pendidik memberikan contoh dan memerintahkan peserta didik untuk mempraktikkan renang ponco;

h. Peserta didik mempraktikkan materi yang diberikan oleh pendidik;

i. Pendidik menyimpulkan materi yang telah disampaikan.

3. Tahap Akhir: 10 menit.

a. Penguatan materi

Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi pembelajaran secara umum.

b. Cek penguasaan materi

Pendidik mengecek penguasaan materi dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik.

c. Keterkaitan mata pelajaran dengan pelaksanaan tugas

Pendidik menggali manfaat yang bisa diambil dari materi yang disampaikan.

d. Pendidik menugaskan peserta didik untuk meresume materi yang telah disampaikan.

Tagihan/Tugas

1. Peserta didik mengumpulkan resume materi yang telah diberikan oleh pendidik.

2. Peserta didik mempraktikkan renang ponco.

Lembar Kegiatan

1. Pendidik menugaskan peserta didik meresume materi yang telah diberikan.

2. Pendidik menugaskan peserta didik untuk mempraktikkan renang ponco.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 49 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Bahan Bacaan

RENANG PONCO

1. Pengertian Renang Ponco

Renang ponco adalah gerakan atau cara renang yang khusus dipelajari dan menggunakan ponco sebagai pengganti pelampung.

Ponco merupakan kain parasit dipergunakan sebagai pelindung hujan atau dipergunakan sebagai tenda kecil.

2. Tujuan Renang Ponco

a. Membantu penyusupan dalam melaksanakan tugas operasi.

b. Penyelamatan diri dengan melewati rintangan sambil membawa beban sebagai pengganti pelampung.

3. Ketentuan Renang Ponco

Dalam melaksanakan tugas operasi yang dihadapkan dengan medan berupa laut atau sungai yang dalam, dalam keadaan darurat dimana tidak tersedia pelampung, maka dapat digunakan ponco sebagai pelampung dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Ponco dalam keadaan utuh.

b. Sifatnya sementara.

4. Cara Memanfaatkan Ponco sebagai Pelampung

a. Ponco dibuka lebar diletakkan diatas lantai atau tanah.

b. Seluruh perlengkapan dimasukkan atau ditata rapi ditengah-tengah.

c. Selanjutnya ponco digulung/dilipat dengan rapi dan dililit di ikat dengan tali sehingga air tidak ada yang masuk ke dalam ponco.

5. Persiapan dalam Renang Ponco

Ketrampilan dalam memanfaatkan ponco sebagai pelampung dapat dilakukan latihan. Tahap pertama yang dilakukan adalah persiapan yakni berdiri di tepi kolam dengan posisi ponco disamping kanan/kiri.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 50 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 51 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 6. Pelaksanaan Renang Ponco

Ponco didorong kedepan dimasukan ke kolam dengan posisi membujur ke depan, setelah itu kedua tangan berpegangan pada salah satu ujung ponco dan kaki bertumpu pada dinding kolam selanjutnya didorong ke depan dengan kedua kaki setelah meluncur dilanjutkan dengan gerakan kaki lipat buka tutup (gerakan renang gaya dada).

7. Cara Memanfaatkan Celana sebagai Pelampung

Jika dalam keadaan darurat celana dapat digunakan sebagai pelampung sebagaimana ponco.

a. Ketentuan:

1) Celana yang dipakai dalam keadaan utuh.

2) Sifat sementara.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 52 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR b. Cara membuat:

1) Celana dibalik kemudian ujung celana diikat dengan kuat, semakin ke ujung menalinya hasilnya akan semakin bagus.

2) Setelah ujung celana diikat celana dibalik sehingga ikatannya berada di dalam dan sleting di kencangkan.

c. Persiapan

Ketrampilan dalam memanfaatkan celana sebagai pelampung dapat dilakukan latihan. Tahap pertama yang dilakukan adalah persiapan yakni berdiri di tepi kolam dengan posisi celana sudah diangkat diatas kepala dibuat sedemikian rupa celana bisa terbuka.

d. Pelaksanaan

Sambil meloncat celana ditepukkan ke air sehingga udara akan masuk ke dalam celana, dengan demikian celana akan mengembang dan mengapung, kemudian celana dirapatkan agar udara tidak keluar kemudian berenang dengan menggunakan gerakan kaki lipat buka tutup.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 53 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Rangkuman

1. Renang ponco adalah gerakan atau cara renang yang khusus dipelajari dan menggunakan ponco sebagai pengganti pelampung.

Ponco merupakan kain parasit dipergunakan sebagai pelindung hujan atau dipergunakan sebagai tenda kecil.

2. Tujuan Renang Ponco

a. Membantu penyusupan dalam melaksanakan tugas operasi.

b. Penyelamatan diri dengan melewati rintangan sambil membawa beban sebagai pengganti pelampung.

3. Pelaksanaan Renang Ponco

Ponco didorong kedepan dimasukan ke kolam dengan posisi membujur ke depan, setelah itu kedua tangan berpegangan pada salah satu ujung ponco dan kaki bertumpu pada dinding kolam selanjutnya didorong ke depan dengan kedua kaki setelah meluncur dilanjutkan dengan gerakan kaki lipat buka tutup (gerakan renang gaya dada).

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 54 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Latihan

1. Jelaskan pengertian renang ponco!

2. Jelaskan tujuan renang ponco!

3. Jelaskan ketentuan renang ponco!

4. Praktikkan cara memanfaatkan ponco sebagai pelampung!

5. Praktikkan persiapan sebelum renang ponco!

6. Praktikkan pelaksanaan renang ponco!

7. Praktikkan pemanfaaatan celana sebagai pelampung!

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 55 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

HANJAR

05

RENANG LAUT

8 JP (360 menit)

Pengantar

Dalam hanjar ini membahas materi tentang cara menggunakan perlengkapan renang laut, tahapan renang laut, pengorganisasian, pengertian Survival Swimming, teknik-teknik Survival Swimming, penyelamatan nyawa di laut, renang jarak jauh, dan kegiatan renang malam.

Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik memahami dan terampil menerapkan renang laut.

Kompetensi Dasar

Memahami dan menerapkan renang laut Indikator hasil belajar:

1. Mempraktikkan cara menggunakan perlengkapan renang laut;

2. Mempraktikkan tahapan renang laut;

3. Menjelaskan pengorganisasian;

4. Menjelaskan pengertian Survival Swimming;

5. Mempraktikkan teknik-teknik Survival Swimming;

6. Mempraktikkan penyelamatan nyawa di laut.

7. mempraktikkan renang jarak jauh;

8. mempraktikkan kegiatan renang malam;

9. mempraktikkan renang laut.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 56 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Materi Pelajaran

Pokok Bahasan:

Renang Laut

Sub Pokok Bahasan:

1. Cara menggunakan perlengkapan renang laut;

2. Tahapan renang laut;

3. Pengorganisasian;

4. Pengertian Survival Swimming;

5. Teknik-teknik Survival Swimming;

6. Penyelamatan nyawa di laut;

7. Renang jarak jauh;

8. Kegiatan renang malam.

Metode Pembelajaran

1. Metode ceramah

Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang renang laut.

2. Metode tanya jawab

Metode ini digunakan untuk mengukur pemahaman peserta didik terkait materi yang telah disampaikan.

3. Metode Brainstroming (curah pendapat)

Metode ini digunakan pendidik untuk mengeksplor pendapat peserta didik tentang materi yang disampaikan.

4. Metode praktik/drill

Metode ini digunakan untuk mempraktikkan renang laut.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 57 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar

1. Alat

a. bahan ajar/modul renang

Kegiatan Pembelajaran

1. Tahap awal: 10 menit.

Pendidik melaksanakan apersepsi:

a. Pendidik menugaskan peserta didik melakukan refleksi materi sebelumnya;

b. Pendidik mengaitkan materi yang sudah disampaikan dengan materi yang akan disampaikan;

c. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada hanjar ini.

2. Tahap inti: 250 menit.

a. Pendidik menjelaskan materi tentang renang laut;

b. Peserta didik memperhatikan, mencatat hal-hal penting, bertanya jika ada materi yang belum dimengerti/dipahami;

c. Pendidik memberikan kesempatan peserta didik untuk melaksanakan curah pendapat tentang materi yang disampaikan;

d. Peserta didik melaksanakan curah pendapat tentang materi yang disampaikan oleh pendidik;

e. Pendidik memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya kepada pendidik tentang materi yang belum dimengerti;

f. Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang materi yang

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 58 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR belum dimengerti;

g. Pendidik memberikan contoh dan memerintahkan peserta didik untuk mempraktikkan renang laut;

h. Peserta didik mempraktikkan materi yang diberikan oleh pendidik;

i. Pendidik menyimpulkan materi yang telah disampaikan.

3. Tahap Akhir: 10 menit.

a. Penguatan materi

Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi pembelajaran secara umum.

b. Cek penguasaan materi

Pendidik mengecek penguasaan materi dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik.

c. Keterkaitan mata pelajaran dengan pelaksanaan tugas

Pendidik menggali manfaat yang bisa diambil dari materi yang disampaikan.

d. Pendidik menugaskan peserta didik untuk meresume materi yang telah disampaikan.

4. Tes Sumatif: 90 menit

Tagihan / Tugas

1. Peserta didik mengumpulkan resume materi yang telah diberikan oleh pendidik.

2. Peserta didik mempraktikkan renang laut.

Lembar Kegiatan

1. Pendidik menugaskan peserta didik meresume materi yang telah diberikan.

2. Pendidik menugaskan peserta didik untuk mempraktikkan renang laut.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 59 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Bahan Bacaan

RENANG LAUT

1. Cara Menggunakan Perlengkapan Renang Laut a. Pelampung

Pelampung merupakan alat utama dalam renang laut yang berfungsi untuk membantu menahan berat badan agar tidak tenggelam di air. Pelampung kebanyakan terbuat dari bahan styro foam. Bentuk pelampung yang digunakan adalah berbentuk rompi.

Secara umum cara menggunakan pelampung yang berbentuk rompi ada dua macam yaitu:

1) Pelampung dilipat memanjang menjadi dua bagian, kemudian ditempelkan persis di dada dengan posisi badan telungkup agar memudahkan gerakan kaki dan tangan.

2) Masukkan kedua tangan pada kedua lobang rompi yang terdapat pada sisi kanan dan kiri, lalu kuncikan pelampung dengan menggunakan ressleting/tali pengunci.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 60 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR b. Perahu karet/perahu fiber

Perahu karet sebagai alat pendukung renang laut berfungsi untuk mengangkut pasukan dan barang-barang di perairan.

Sedangkan penggunaannya dengan cara mendayung dan memasang mesin tempel.

c. Tabung angin/Pompa

Tabung angin/Pompa sebagai alat pendukung renang laut berfungsi untuk mengisikan udara ke dalam perahu karet.

Pompa angin yang paling cepat dan praktis digunakan dalam mengisi udara adalah pompa jenis compressor, dengan cara memasang regulator selang yang dihubungkan ke kenop perahu (pentil). Akan tetapi dalam keadaan tertentu bisa digunakan pompa angin manual dengan diinjak dengan kaki (pompa injak).

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 61 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR d. Lampu Mercuri

Lampu mercuri sebagai alat pendukung renang laut berfungsi untuk memberikan pembatas jarak pada waktu renang yang dilaksanakan pada malam hari. Untuk memberikan tanda perhatian dan mempermudah pengelihatan bagi para perenang pada malam hari maka lampu merkuri dibuat dengan warna merah. Untuk menyalakan lampu merkuri digunakan batrei elemen kering (batu batrei) ukuran A.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 62 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR e. Lampu Senter

Lampu Senter sebagai alat pendukung renang laut berfungsi untuk membantu penerangan dalam keadaan gelap/malam hari. Yang lazim dan banyak digunakan dalam kegiatan renang laut pada malam hari adalah Lampu Senter besar dengan suplai bateri ukuran A sebanyak 6 buah, karena dapat dihasilkan warna terang dan pemakaian yang cukup maksimal serta lama.

f. Mesin tempel

Mesin tempel sebagai alat pendukung renang laut berfungsi untuk menggerakkan perahu karet/perahu fiber. Ada dua macam mesin tempel ditinjau kekuatan pendorongnya (satuan PK/tenaga kuda) yaitu 40 dan 25 PK. Mesin tempel digerakkan dengan bahan bakar bensin. Cara pemasangannya:

1) Mesin diletakan di tengah-tengah bagian ekor perahu.

2) Pengunci mesin tempel dikencangkan.

3) Pemasangan selang bbm ke mesin tempel.

g. Alat selam sebagai alat pendukung renang laut yang digunakan oleh pelatih untuk menolong siswa.

Banyak macam yang termasuk alat selam diantaranya:

1) Tabung angin

Tabung angin berfungsi menyimpan udara untuk membantu pernafasan, sedangkan caranya regulator dipasang pada tabung, kemudian tabung pengunci udara di buka sehingga udara ke bagian mounthfish bisa keluar dan dapat digunakan untuk membantu pernafasan.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 63 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 2) Pin

Pin berfungsi untuk membantu gerakan kaki sehingga menghasilkan luncuran yang lebih cepat sedangkan cara pemakaiannya pin dan kaki harus dalam keadaan basah.

3) Snorcle

Snorcle berfungsi untuk membantu pernafasan saat kepala masuk dalam air dan cara penggunaannya snorcle bagian bawah dimasukkan ke mulut kemudian mengambil dan mengeluarkan nafas dari mulut.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 64 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 4) Masker/pelindung mata

Fungsi masker adalah untuk melindungi mata dan hidung agar tidak kemasukan air sedangkan cara memakai masker dengan menarik tali masker ke belakang kepala kemudian masker ditarik memutar ke bagaian belakang atas kepala dan ditempelkan ke bagian hidung dan mata.

5) Weight Belt/sabuk pemberat

Fungsi weight belt adalah unuk mempermudah masuk ke dalam air dengan caa melingkarkan ke pinggang seperti menggunakan sabuk.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 65 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 6) Rompi tabung/BC (boyency control)

Fungsi rompi tabung adalah untuk mengontrol gerak ke atas dan ke bawah air.Caranya dengan menekan tombol bagian atas untuk membuang udara dan tombol bawah untuk mengisi udara.

2. Tahapan Renang Laut a. Pemanasan

Sebelum melaksanakan kegiatan renang laut harus dilakukan pemanasan terlebih dahulu, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam kegiatan renang di laut, misalnya kram perut dan kram kaki.

b. Penyesuaian di air laut

Sebelum siswa melaksanakan kegiatan penyesuaian di laut dibagi kelompok atau regu bersaff setelah itu siswa dibawa masuk ke air kedalaman satu meter dengan kegiatan sebagai berikut:

1) Melaksanakan hirup tiup atau mengambil udara di

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 66 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR permukaan air laut dan mengeluarkan di dalam air laut dengan beraturan begitu dilakukan berkali-kali.

2) Siswa melaksanakan renang gaya dada jarak ± 10 meter dilaksanakan per saff/bergantian

3) Siswa melaksanakan menyelam dengan kedalaman minimal 1 meter.

4) Siswa melaksakan latihan cara mengapung dengan kedalaman ± setinggi dada.

c. Pengambilan data (Letter U)

Pelaksanaaan letter U dengan jarak ± 300 meter dengan tujuan untuk mengetahui siswa yang bisa berenang dan siswa yang tidak bisa berenang yang nantinya pada waktu pelaksanaan berenang akan dikelompokkan guna memudahkan pengawasan pada waktu pelaksanaan renang laut.

Kegiatan dilaksanakan sebagai berikut:

1) Siswa dibagi kelompok (lima orang).

2) Siswa berenang menuju pos pertama/perahu yang diisi dengan pelampung secukupnya dari tepi menuju perahu dengan kedalaman ± 2 meter.

3) Bagi siswa yang tidak bisa berenang langsung diberikan pelampung begitu seterusnya sampai habis kelompok.

4) Setelah melewati pos I langsung menuju ke bendera I jarak 100 meter dari pantai dilanjutkan lagi menuju ke bendera II jarak 100 meter dari bendera I, dilanjutkan lagi kembali ke pantai dengan jarak 100 meter.

5) Setelah sampai di pantai dibagi menjadi dua kelompok yang bisa berenang dan kelompok yang tidak bisa berenang.

d. Renang jarak Dekat

Pelaksanaan kegiatan berenang yang dialaksanakan dengan jarak ± 1000 meter dengan kegiatan sebagai berikut:

1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.

2) Satu kelompok diangkut dengan satu perahu dan diawasi oleh satu pelatih.

3) Setelah persiapan selesai siswa di atas perahu dibawa menuju bendera jarak 1000 meter kemudian dilepas.

4) Siswa melaksanakan kegiatan renang menuju pantai dengan ikatan kelompok atau regu yang selalu didampingi / diawasi oleh pelatih.

5) Begitu seterusnya dilaksanakan sampai habis regunya

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 67 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR secara bergantian.

e. Renang jarak jauh

Pelaksanaan kegiatan berenang yang dialaksanakan dengan jarak ± 3000 meter dengan kegiatan sebagai berikut :

1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok

2) Satu kelompok diangkut dengan satu perahu dan diawasi oleh satu pelatih

3) Setelah persiapan selesai siswa di atas perahu dibawa menuju bendera jarak 3000 meter kemudian dilepas.

4) Siswa melaksanakan kegiatan renang menuju pantai dengan ikatan kelompok atau regu yang selalu didampingi/diawasi oleh pelatih.

5) Begitu seterusnya dilaksanakan sampai habis regunya secara bergantian.

f. Renang Malam

Pelaksanaan kegiatan berenang yang dilaksanakan pada malam hari dengan jarak ± 1500 meter dengan kegiatan sebagai berikut:

1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.

2) Satu kelompok diangkut dengan satu perahu dan diawasi oleh satu pelatih.

3) Setelah persiapan selesai siswa di atas perahu dibawa menuju bendera jarak 1500 meter kemudian dilepas.

4) Siswa melaksanakan kegiatan renang menuju pantai dengan ikatan kelompok atau regu yang selalu didampingi/diawasi oleh pelatih.

5) Siswa melaksananakan kegiatan renang malam harus memperhatikan SOP (Standard Operational Procedure) antara lain disiplin kegiatan, disiplin suara dan dikendalikan oleh komandan regu atau komandan kelompoknya masing-masing.

6) Begitu seterusnya dilaksanakan sampai habis regunya secara bergantian.

g. Renang pertolongan

Renang pertolongan adalah salah satu usaha atau kegiatan dalam menolong orang yang tenggelam atau yang diperkirakan korban masih ada tanda-tanda kehidupan, teknik dan pelaksanaan adalah sebagai berikut:

1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok ada yang kelompok medis, korban dan pembawa korban atau penolong.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 68 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 2) Korban diangkut perahu pelatih jarak 100 meter.

3) Dua orang penolong diangkut perahu pelatih dibawa mendekati korban dengan jarak 10 meter dua orang penolong meloncat mendekati korban.

4) Setelah sampai di lokasi korban, penolong membawa korban dengan teknik yang sudah diberikan menuju pantai, setelah di pantai diserahkan pada tim medis.

5) Setelah ada penyerahan dari kelompok pengambil korban dilanjutkan dengan kegiatan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) oleh tim Medis.

6) Begitu seterusnya dilaksanakan secara bergantian.

3. Pengorganisasian

Pengorganisasian dalam kegiatan renang laut dibagi menjadi dua kelompok:

a. Komandan regu yang bertugas mengendalikan dan mengecek dalam pelaksanaan renang laut.

b. Anggota kelompok atau regu.

4. Pengertian Survival Swimming

Setiap orang yang dapat berenang secara otomatis akan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan jiwa/diri sendiri. Tetapi banyak perenang sengaja mengambil pelajaran penyelamatan diri/jiwa agar juga dapat membantu orang lain yang tidak dapat berenang, atau mereka yang tidak dapat berenang karena mengalami cedera atau gangguan lainnya. Yang paling penting dalam ”SURVIVAL” adalah ”sanggup mengurus diri sendiri.

Dengan mengurus diri sendiri kita tidak perlu membahayakan jiwa orang lain yang harus mengurus kita yaitu:

a. Janganlah berenang kalau sudah ada papan larangan karena tempat itu dinyatakan berbahaya.

b. Jangan menyelam ke dalam air tanpa memeriksa dahulu seberapa dalamkah air itu.

c. Jangan menyelam ke dalam air yang dikelilingi pantai atau sisi yang curam sehingga anda tidak dapat naik lagi ke darat.

d. Jangan berenang di dalam sungai yang deras arusnya, karena besar kemungkinan anda akan terbawa arus.

e. Jangan berenang terlalu jauh ke laut dan terlalu jauh ke danau, diluar batas kemampuan kita sendiri.

f. Yang paling penting adalah Save Your Energy.

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 69 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 5. Teknik-teknik Survival Swimming

a. Menginjak-injak Air (Treading Water/Watertrappen)

Berdiri tegak dalam air dengan relaks, meskipun kaki kita tidak dapat menyentuh dasar kolam/laut.

Maksud dari gerkan ini adalah membiarkan air menyokong berat badan kita, sehingga sedapat mungkin pertahankan tubuhmu didalam air.

Cara melakukan gerakan ini:

1) Kebelakangkan kepala sedikit, gerakkan lengan mendekati dan menjauhi tubuh kita, kita dapat memperthankan tubuh kita dalam keadaan mengapung, kakipun dapat membantu.

2) Setiap gerakan kai yang digunakan dalam gerakan yang kita sebutkan dapat digunakan bahkan kau dapat berpura-pura juga mengendarai sepeda di dalam air. Kau gerakkan kakimu seakan-akan mengayuh pedal.

3) Yang terpenting simpanlah energimu sebanyak mungkin, jangan gerakkan apapun yang terlalu melelahkan.

b. Membuka Baju

Kalau kau masuk ke dalam air berpakaian lengkap, maka sebentar saja baju itu basah dan semakin berat saja.

Sebelum membuka pakaian/baju terlebih dahulu pastikan dingin atau tidak airnya, berapa jauh lifeguard atau pantai:

dikarenakan air yng dingin dapat membunuhmu, seluruh panas tubuhmu terisap dan energimu sebenta akan habis sehingga akan membuat kamu lemas.

Caranya:

1) Baju sejenis sepatu, mantel dan jaket memang berbahaya untuk tetap dipakai dalam air, jadi buang saja ini semua. Buka dulu tali sepatu dan sepakkan agar terbuka (demikain juga kalau kamu hendak menyelamatkan orang lain, bukalah sepatu dan mantelnya).

2) Baju bagian atas tubuhmu sebaiknya dibuka kancingnya, dibuka resluitingnya atau disobek saja daripada harus dibuka dari kepala. Kalau terpaksa harus dikeluarkan melalui kepala maka geserkan ke bahu dan ambillah nafas sebelum mengeluarkan dari kepala. Jaga agar wajah jangan sampai tertutup lama karena bila baju yang basah menempel pada hidung

KETANGKASAN PENDUKUNG (RENANG DASAR) 70 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR dan mulut akan membuat kamu tidak dapat bernafas.

Membuka baju (hem atau blus) yang diapungkan membantu kita untuk menyelamatkan diri sendiri sampai bantuan datang. Dengan menyimpulkan kedua lengan dan dan leher lalu tiupkan udara ke dalam baju melalui bagian bawah sehingga baju berisi udara kemudian simpulkan juga bagian bawah baju.

Dan dapat digunakan sebagai pelampung.

c. Mebuka Celana

1) Celana harus dibuka dari atas lalu diturunkan sampai kebawah. Lalu tariklah nafas sebelum mengeluarkannya dari bawah kakimu agar jangan sampai kau kehabisan energi dan kaki tersangkut.

2) Setelah itu simpulkan ujung-ujung kakinya, buka resluitingnya dan isilah celana itu dengan udara melalui pinggang.

3) celana dapat kau pegang di atas kepalamu dan kau gerakkan maju mundur diatas kepalamu. Dengan demikian udara akan masuk dan tertahan di situ oleh

3) celana dapat kau pegang di atas kepalamu dan kau gerakkan maju mundur diatas kepalamu. Dengan demikian udara akan masuk dan tertahan di situ oleh