• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Cara Pengambilan Kesimpulan

Dalam mengambil kesimpulan mengacu pada analisis statistik deskriptif. Hasil analisis yang diperoleh berupa data kuantitatif lalu diinterpretasikan melalui teknik kategorisasi yang menjadi kualitas hasil pembelajaran.

Kualitas hasil pembelajaran yang ditunjukkan berdasarkan teknik kategorisasi menjadi kesimpulan terhadap perlakuan tindakan yang diberikan kepada siswa. Pengambilan kesimpulan mengacu pada proses teknik analisis data, teknik kategorisasi dan interpretasi kualitas kategori.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Kuantitatif

Hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto setelah pelaksanaan tindakan siklus I melalui pengajaran langsung.

Dari hasil analisis data deskriptif diperoleh rangkuman nilai statistik yang menunjukkan hasil belajar bahasa Indonesia melalui pengajaran langsung pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannyasiswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto setelah pelaksanaan tindakan siklus I.

Tabel 1. Nilai Statistik hasil belajar bahasa Indonesia melalui pengajaran langsung pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya setelah pelaksanaan tindakan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto pada siklus I.

Statistik Nilai Statistik

Ukuran sampel 36

Nilai tertinggi 74

Nilai terendah 30

Rentang nilai 44

Nilai rata-rata 58,06

Pada tabel 1 menunjukkan bahwa dari 36 siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto setelah pelaksanaan tindakan siklus I melalui pengajaran langsung yang menjadi sampel penelitian ini, nilai tertinggi diperoleh adalah 74 nilai terendah 30 dan nilai rata-rata 58,06.

Dari keseluruhan nilai diperoleh siswa jika dikelompokkan dalam lima kategori, maka distribusi frekuensi dan kategori hasil belajar bahasa Indonesia pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto setelah pelaksanaan tindakan siklus I melalui pengajaran langsung pada tabel 2.

Tabel 2. Distribusi frekuensi persentase dan kategori hasil belajar bahasa Indonesia melalui pengajaran langsung pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I.

Rentang nilai Kategori

Frekuensi Persentase Relatif Kumulatif Relatif Kumulatif

0-34,0 Sangat rendah 2 2 5,55 5,55

35,0-54,0 Rendah 10 12 27,78 33,33

55,0-64,0 Sedang 13 25 36,11 69,44

65,0-84,0 Tinggi 11 36 30,56 100

85,0-100 Sangat tinggi 0 0 0 0

Jumlah 36 100

Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa dari 36 siswa semua kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto yang menjadi sampel penelitian

5,55% memiliki hasil belajar bahasa Indonesia pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya dikategorikan sangat rendah, 27,78% dikategorikan rendah, 36,11% dikategorikan sedang, 30,56%

dikategorikan tinggi, dan 0% dikategorikan sangat tinggi.

B. Hasil Analisis Deskriptif Kualitatif Siklus I

Hasil pengisian lembar observasi dari pengamatan terhadap hasil perilaku siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto selama pelaksanaan tindakan siklus I melalui pengajaran langsung dalam enam kali pertemuan disajikan pada tabel 3. Untuk lebih jelasnya rangkuman rata-rata persentase siswa pada perilaku yang diamati selama enam kali pertemuan disajikan dalam tabel 3.

Tabel 3. Rata-rata persentase hasil belajar melalui pengajaran langsung pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya selama pelaksanaan tindakan pada perilaku yang diamati, siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto pada siklus I.

No. Komponen yang diperhatikan

Pertemuan

% 1 2 3 4 5 6

1. Siswa yang hadir 35 34 36 34 35 34 96,29 2. Siswa yang memperhatikan penjelasan

guru

34 34 35 33 34 34 94,44

3. Siswa yang mengajukan pertanyaan tentang menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya yang belum dipahami

3 4 5 5 6 2 11,57

4. Siswa yang dapat menyelesaikan soal latihan menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya dengan benar

33 34 35 32 33 34 93,06

5. Siswa yang mempresentasikan hasil pekerjaannya dengan baik

34 34 34 33 32 34 93,05

C. Hasil Refleksi Siklus I

Berdasarkan nilai hasil pemberian tes setelah pelaksanaan tindakan siklus I melalui pengajaran langsung terlihat bahwa secara umum hasil belajar bahasa Indonesia pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto dikategorikan sedang, hasil pengamatan menunjukkan bahwa masih

rendah rata-rata perilaku siswa yang menunjukkan aktivitas mereka dalam melakukan proses belajar mengajar.

Selanjutnya, berdasarkan hasil siklus II melalui pengajaran langsung disajikan pada tabel 4.

Tabel 4. Nilai Statistik hasil belajar bahasa Indonesia melalui pengajaran langsung pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya setelah pelaksanaan tindakan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto pada siklus II.

Statistik Nilai Statistik

Ukuran sampel 36

Nilai tertinggi 82

Nilai terendah 40

Rentang nilai 42

Nilai rata-rata 66,06

Pada tabel 4 menunjukkan bahwa dari 36 siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto setelah pelaksanaan tindakan siklus II melalui pengajaran langsung yang menjadi sampel penelitian ini, nilai tertinggi diperoleh adalah 82, nilai terendah 40 dan nilai rata-rata 66,06.

Dari keseluruhan nilai yang diperoleh siswa, jika dikelompokkan dalam lima kategori, maka distribusi frekuensi persentase dan kategori nilai hasil belajar bahasa Indonesia pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto setelah pelaksanaan tindakan melalui pengajaran langsung dapat dilihat pada tabel 5.

Tabel 5. Distribusi frekuensi persentase dan kategori hasil belajar bahasa Indonesia melalui pengajaran langsung pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya setelah pelaksanaan tindakan, siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto pada siklus II.

Rentang nilai Kategori

Frekuensi Persentase Relatif Kumulatif Relatif Kumulatif

0-34,0 Sangat rendah 0 0 0 0

35,0-54,0 Rendah 3 3 8,33 8,33

55,0-64,0 Sedang 10 13 27,78 36,11

65,0-84,0 Tinggi 23 36 63,89 100

85,0-100 Sangat tinggi 0 0 0 0

Jumlah 36 100

Tabel 5 menunjukkan bahwa dari 36 siswa semua kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto yang menjadi sampel penelitian

0% memiliki hasil belajar bahasa Indonesia pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya dikategorikan sangat rendah, 8,33% dikategorikan rendah, 27,78% dikategorikan sedang, 63,89%

dikategorikan tinggi, dan 0% dikategorikan sangat tinggi.

Hasil pengisian lembar observasi dari pengamatan terhadap hasil perilaku siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto selama pelaksanaan tindakan siklus II melalui pengajaran langsung dalam enam kali pertemuan disajikan dalam tabel 6. Untuk lebih jelasnya rangkuman rata-rata persentase siswa pada perilaku yang diamati selama enam kali pertemuan disajikan dalam tabel 6 berikut ini.

Tabel 6. Rata-rata persentase hasil belajar bahasa Indonesia melalui pengajaran langsung pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya selama pelaksanaan tindakan pada perilaku yang diamati, siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto pada siklus II.

No. Komponen yang diperhatikan

Pertemuan

% 1 2 3 4 5 6

1. Siswa yang hadir 35 36 36 35 35 35 98,15 2. Siswa yang memperhatikan

penjelasan guru

35 35 36 35 34 35 97,22

3. Siswa yang mengajukan pertanyaan tentang menulis surat permohonan kerja dan mengenali

bagian-bagiannya yang belum dipahami

2 3 3 2 2 3 6,94

4. Siswa yang dapat menyelesaikan soal latihan menulis surat

permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya dengan benar

35 35 35 34 34 35 96,29

5. Siswa yang mempresentasikan hasil pekerjaannya dengan baik

35 34 35 34 34 35 95,83

D. Hasil Analisis Deskriptif Kualitatif Siklus II

Hasil pengisian lembar observasi dari pengamatan terhadap hasil perilaku siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto selama pelaksanaan tindakan siklus II melalui pengajaran langsung terlihat bahwa secara umum hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 66,06. Selanjutnya, berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata mengalami peningkatan.

Hasil refleksi pelaksanaan tindakan siklus II merupakan hasil akhir dari pelaksanaan penilaian yang telah dilaksanakan melalui pengajaran langsung. Hasil penelitian ini selanjutnya dilaporkan sebagai bahan rekomendasi.

Dari nilai rata-rata siswa dikategorikan bahwa tingkat pengamatan bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto setelah menggunakan metode pengajaran langsung, 3 orang (8,33%) berada dalam tingkat penguasaan rendah, 10 orang (27,78%) berada dalam tingkat penguasaan sedang, dan 23 orang (63,89%) berada dalam tingkat penguasaan tinggi.

Dengan demikian, dari nilai rata-rata siswa setelah menggunakan metode pengajaran langsung dari siklus I dan siklus II terlihat bahwa tingkat

hasil belajar bahasa Indonesia melalui pengajaran langsung pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya, siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto pada pelajaran bahasa Indonesia menjadi kategori baik.

E. Hal-hal Lain yang Ditemukan

Di samping terjadi peningkatan penguasaan bahasa Indonesia siswa melalui pengajaran langsung pada akhir pembelajaran atau dengan kata lain terjadi peningkatan hasil belajar siswa juga ditemukan hal-hal lain yang menunjukkan meningkatnya aktivitas siswa.

Hal-hal lain tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) persentase kehadiran siswa meningkat dari 96,29% menjadi 98,15%, (2) persentase siswa yang memperhatikan materi pelajaran meningkat dari 94,34% menjadi 97,22%, (3) persentase siswa yang mengajukan pertanyaan tentang menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya yang belum dipahami menurun dari 11,57% menjadi 6,94%, (4) persentase siswa yang

dapat menyelesaikan soal latihan menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya dengan benar meningkat dari 93,06% menjadi 96,26% dan (5) persentase siswa yang dapat mempresentasikan pekerjaannya di papan tulis meningkat dari 93,05 menjadi 95,83%.

F. Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka peneliti merekomendasikan agar dalam pelaksanaan proses belajar mengajar bahasa Indonesia, guru dapat menerapkan strategi pengajaran langsung. Dengan penerapan strategi tersebut, secara kuantitatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan secara kualitatif dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Tingkat kesulitan soal yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan siswa. Selain itu pada setiap awal proses belajar mengajar dilakukan pembahasan soal yang diberikan pada pertemuan sebelumnya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Secara kuantitatif hasil belajar bahasa Indonesia pada konsep menulis surat

permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto setelah pelaksanaan tindakan

siklus I melalui pengajaran langsung dikategorikan sedang dengan nilai rata-rata 58,06 dan setelah pelaksanaan siklus II dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 66,06.

2. Secara kualitatif, persentase hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto yang terlibat secara aktif dalam pelaksanaan proses pembelajaran mengalami peningkatan pada konsep menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya siswa kelas VII SMP Negeri 2 Binamu Kabupaten Jeneponto. Begitu pula setelah pelaksanaan tindakan khususnya pada beberapa orang siswa yang pada pelaksanaan siklus I masih bermasalah khususnya pemahaman dan tingkah laku pada siklus II dapat teratasi.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, maka penulis menyarankan:

1. Kepada siswa, disarankan agar dapat mengerjakan tugas yang diberikan karena dapat mengaktifkan siswa di satu sisi serta menjadi informasi bagi guru tentang tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.

2. Kepada guru pelajaran bahasa Indonesia, agar dalam setiap pelaksanaan strategi pengajaran langsung hendaknya diterapkan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa.

3. Kepada peneliti selanjutnya kiranya dapat mengadakan penelitian lanjutan untuk memperkuat dan mengembangkan hasil penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar Isi. Jakarta: BNSP.

Dimyati dan Pudjiono. 1983. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Endang. S. 2003. Pembelajaran Langsung. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2005. Jakarta: Diperbanyak oleh PT. Balai Pustaka.

Kardi, S. & M. Nur. 2000. Pembelajaran Langsung UNESA. Surabaya: University Press.

Mirsehell J.S. Nasution. 1995. Mengajar dengan Sukses. Jakarta: Bumi Aksara.

Mustofa, Ahmad. 2003. Contoh Proposal PTK Bahasa Indonesia. Diakses dari internet. Juli 2013. www.massofa.wordpress.com.

Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Slameto. 1955. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:

Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. 1992. Metode Statistik. Bandung: Tarsito.

___________ . 1991. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Bandung.

Tim Peneliti UNM. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Lembaga Penelitian UNM Makassar.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Usman UM dan L Setiawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

LAMPIRAN - LAMPIRAN

LAMPIRAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

2 2

Sekolah : SMP Negeri 2 Binamu Kab.Jeneponto Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : VII/1

Alokasi waktu : 4x 40 menit ( 2x Pertemuan )

A. Standar Kompetensi

4. Mengungkapkan pengalaman dalam surat permohan kerja

B. Kompetensi Dasar

4.1 Menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya

C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan pertama:

 Peserta didik dapat Mengamati dan mencermati contoh surat permohonan kerja

 Peserta didik dapat Menulis surat permohonan kerja dan mengenali bagian-bagiannya

Pertemuan kedua:

 Peserta didik dapat Mengembangkan pokok-pokok pengalaman Menulis surat permohonan kerja

 Karakter siswa yang diharapkan : Dapat dipercaya ( Trustworthines) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence )

Tanggung jawab ( responsibility ) Berani ( courage )

Ketulusan ( Honesty ) D. Materi Pembelajaran

Penulisan surat permohonan kerja

E. Metode Pembelajaran 1. Tanya jawab

2. Penugasan

F. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama: 2 x 40’

1. Kegiatan Pendahuluan Apersepsi :

a. Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang Menulis surat permohonan kerja

b. Peserta didik mengungkakan pembelajaran dalam Menulis surat permohonan kerja

Motivasi :

a. Mengamati dan mencermati contoh Menulis surat permohonan kerja b. Membentuk kelompok terdiri atas 5 orang kemudian memilih nama

kelompok dengan nama-nama yang berhubungan dengan unsur-unsur yang ada dalam Menulis surat permohonan kerja.

2. Kegiatan Inti

 Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

 Peserta didik dapat Mengamati dan mencermati contoh Menulis surat permohonan kerja.

 Peserta didik dapat Menulis pokok-pokok Menulis surat permohonan kerja

 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran;

 Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

 Perwakilan kelompok mengambil penulis surat permohonan kerja yang dipersiapkan guru secara bergantian dalam waktu yang ditentukan (5, 7, atau 9 menit) atau melalui permainan

 Setiap kelompok mendiskusikan isi Menulis surat permohonan kerja yang berisi contoh surat permohonan kerja

 Peserta didik Menulis pokok-pokok surat permohonan kerja yang terjadi sehari sebelumnya dengan alasan yang logis melalui kegiatan berdiskusi

 Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok yang tidak tampil menanggapinya

 membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu

 memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa

 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,

 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;

 membantu menyelesaikan masalah;

 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;

 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;

 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;

 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau

memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

 menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Pertemuan Kedua: 2 x 40’

1. Pendahuluan Apersepsi :

a. Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang Menulis surat permohonan kerja

Motivasi :

a. Peserta didik menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan

2. Kegiatan Inti

a. Setiap kelompok memilih buku harian atau pengalaman pribadi terbaik yang ditulis anggota kelompok berdasarkan rubrik penilaian yang telah dikomunikasikan

b. Surat terbaik kelompok ditukarkan dengan kelompok lain untuk dinilai dan dikritisi

c. Setiap Kelompok penilai menyampaikan hasil penilaiannya disertai daya dukung penilaiannya, kelompok surat ternilai menyapaikan tanggapan

b. Setiap kelompok Mengembangkan pokok-pokok penulisan surat permohonan kerja, Perwakilan kelompok penilai menempel surat yang dinilai pada papan tersedia setelah mendapat tanggapan kelompok penulis surat permohonan kerja

d. Peserta didik dan guru menyimpulkan pokok-pokok surat permohonan kerja itu menjadi sebuah tulisan

e. Setiap Kelompok Mampu secara rutin menuliskan surat permohonan kerja dengan bahasa yang ekspresif!

3. Kegiatan Penutup

f. Peserta didik Mengembangkan pokok-pokok surat permohonan kerja itu menjadi sebuah tulisan

g. Peserta didik dan guru menyimpulkan surat permohonan kerja.

kegiatan untuk perbaikan kegiatan berikutnya

h. Peserta didik menerima tugas berupa memperbaiki surat permohonan kerja yang telah dikritisi oleh kelompok lain secara individu

G. Sumber Belajar

a. Bagan identifikasi pengalaman

b. Gambar c. Narasumber

d. Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

H. Penilaian terjadi dalam suatu hari!

 Mampu secara rutin

menulis kan pengalaman dalam surat permohonan kerja dengan bahasa yang ekspresif!

permohonan kerja yang terjadi di kelas kemarin!

 Tuliskanlah pengalaman

pribadimu secara rutin ke dala menulis surat

permohonan kerja mulai hari ini!

Gunakanlah bahasa yang ekspresif untuk

mencurahkan pemikiran dan perasaanmu!

Kumpulkanlah buku harianmu setiap dua

minggu untuk diparaf!

Mengetahui, Kepala ...………

(__________________________) NIP / NIK : ...

…..,……… 20

…….

Guru Mapel BHS Indonesia.

(_______________________) NIP / NIK : ...

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah : SMP Negeri 2 Binamu Kab.Jeneponto Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : VII/1

Alokasi waktu : 4x 40 menit ( 2x Pertemuan )

A. Standar Kompetensi

4. Menulis surat permohonan kerja dengan memperhatikan komposisi, isi, dan bahasa

B. Kompetensi Dasar

4.2 Menulis surat pribadi dengan memperhatikan komposisi, isi, dan bahasa

C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan pertama:

1. Peserta didik dapat menyimpulkan perbedaan surat pribadi dengan surat permohonan kerja

2. Peserta didik dapat menulis surat pribadi dengan memperhatikan komposisi isi dan bahasa

Pertemuan kedua:

Peserta didik dapat menyunting surat pribadi yang ditulis teman

 Karakter siswa yang diharapkan : Dapat dipercaya ( Trustworthines) Tekun ( diligence )

Tanggung jawab ( responsibility ) Berani ( courage )

Integritas ( integrity ) Peduli ( caring ) Jujur ( fairnes ) D. Materi Pembelajaran

Penulisan surat pribadi

Langkah-langkah penulisan surat pribadi

E. Metode Pembelajar 1. Tanya jawab 2. Penugasan

F. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama: 2 x 40’

1. Kegiatan Pendahuluan Apersepsi :

a. Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang kegiatan surat-menyurat

b. Peserta didik mengungkakan kebermaknaan pembelajaran menulis surat pribadi dalam kehidupan sehari-hari

Motivasi :

a. Peserta didik mengungkapkan kesiapannya mengikuti pembelajaran menulis surat pribadi dan surat permohonan kerja b. Peserta didik membentuk kelompok terdiri atas 5 orang kemudian

memilih nama kelompok dengan nama-nama yang berhubungan dengan surat-menyurat

2. Kegiatan Inti

 Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

 Perwakilan kelompok mengambil amplop yang dipersiapkan guru secara bergantian dalam waktu yang ditentukan (5, 7, atau 9 menit) atau melalui permainan

 Setiap kelompok mendiskusikan isi amplop yang berisi contoh surat pribadi dan surat resmi (2 atau lebih contoh surat pribadi dan resmi)

 Peserta didik dapat Mengamati dan mencermati contoh buku harian/catatan harian

 Peserta didik dapat Menulis pokok-pokok pengalaman pribadi yang terjadi sehari sebelumnya

 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran;

 Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

 Perwakilan kelompok mengambil buku harian/catatan harian yang dipersiapkan guru secara bergantian dalam waktu yang ditentukan (5, 7, atau 9 menit) atau melalui permainan

 Setiap kelompok mendiskusikan isi buku harian/catatan harian yang berisi contoh buku harian/catatan harian

 Peserta didik Menulis pokok-pokok pengalaman pribadi yang terjadi sehari sebelumnya dengan alasan yang logis melalui kegiatan berdiskusi

 Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok yang tidak tampil menanggapinya

 membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

 memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

 Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa

 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

Dokumen terkait