• Tidak ada hasil yang ditemukan

Carcinoma Mammae (Kanker Payudara)

Dalam dokumen Index of /files/disk1/20 (Halaman 30-44)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

4. Carcinoma Mammae (Kanker Payudara)

a. Definisi kanker payudara

Kanker payudara disebut juga carcinoma mammae adalah sebuah tumor ganas yang tumbuh dalam jaringan payudara. Tumor ini dapat tumbuh dalam kelenjar susu, jaringan lemak, maupun pada jaringan ikat payudara (Suryaningsih, 2009).

b. Etiologi

Menurut Suryaningsih (2009), penyebab kanker payudara tidak diketahui secara pasti. Faktor pemicu terjadinya kanker payudara, antara lain :

1) Zat karsinogenik

Salah satu zat karsinogen pemicu kanker adalah berasal dari gorengan. Gorengan yang mengandung karbohidrat tersebut, saat

18

dipanaskan akan terurai kemudian bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) yang disebut akrilamida.

2) Senyawa kimia

Banyak sekali senyawa kimia yang ada disekitar kita. Zat-zat tersebut kebanyakan bersifat racun bagi tubuh kita. Senyawa kimia tersebut adalah seperti saccarin, arsen, arang, tarr, asap rokok dan lain-lain.

3) Faktor fisik

Faktor-faktor fisik yang dapat memicu di sekitar kita adalah seperti radiasi matahari, nuklir dan radio nukleide.

4) Makanan

Banyak bahan makanan dan makanan yang dapat memicu terjadinya kanker dan harus dihindari dan dikurangi konsumsinya. Bahan makanan dan makanan tersebut antara lain : taoge, vetsin, tapai, cabai, es, garam, kelengkeng, alkohol, nanas, soft drink dan rokok.

5) Kelemahan genetik sel-sel pada tubuh sehingga memudahkan munculnya kanker.

c. Tanda dan Gejala Kanker Payudara

Menurut Mulyani dan Nuryani (2013), gejala kanker payudara yaitu, antara lain:

1) Adanya benjolan/massa pada payudara

Gejala awal yang signifikan dan sering dialami oleh wanita ialah benjolan tidak biasa yang ditemukan pada payudara. Benjolan itu biasanya ditandai dengan rasa sakit bila dipegang atau ditekan. 2) Nyeri pada payudara

Nyeri adalah fisiologis jika timbul sebelum atau sewaktu haid dan dirasakan oleh kedua payudara. Kanker payudara dalam taraf permulaan tidak menimbulkan rasa nyeri. Nyeri baru terasa jika infiltrasi ke sekitar sudah mulai.

3) Perubahan pada payudara

Biasanya gejala yang terjadi adalah berubah ukuran, bentuk payudara dan puting. Di mana gejala itu awalnya ditandai dengan permukaan payudara akan berwarna merah, kemudian kulit perlahan akan mengerut seperti kulit jeruk.

4) Nipple discharge

Nipple discharge ialah cairan yang dikeluarkan putting payudara secara spontan dan memberikan bekas di kutang. Cairan yang keluar berupa darah, tetapi juga terkadang berwarna kuning, kehijau-hijauan berupa nanah.

5) Timbulnya kelainan kulit

Kelainan kulit berupa kemerahan pada suatu tempat di payudara, edema kulit, dan peau d’orange yaitu kulit pada payudara berubah warna menjadi orange(gambaran seperti kulit jeruk).

20

6) Pembengkakan pada payudara

Gejala kanker payudara juga ditandai dengan pembengkakan pada payudara tanpa adanya benjolan seperti gejala umumnya. Bahkan, kadang-kadang pembuluh darah pada salah satu payudara jadi lebih terlihat.

d. Stadium Pada Kanker Payudara

Menurut Suryaningsih (2009), stadium yang terdapat pada kanker payudara yaitu :

1) Stadium 0

Stadium ini disebut dengan ductal carcinoma in situ atau nonnvasiv cancer. Dimana kanker tidak menyebar keluar dari pembuluh atau saluran payudara dan kelenjar-kelenjar ( lobules) susu pada payudara.

2) Stadium I

Stadium I tumor masih sangat kecil dan tidak menyebar serta tidak ada titik pada pembuluh getah bening.

3) Stadium IIA

Pada stadium ini benjolan kanker hanya berukuran 2 cm, sehingga tidak dapat terdeteksi dari luar. Karena tidak terdeteksi maka akan sulit mengindikasikan orang terjangkit kanker payudara atau tidak. Namun meskipun begitu dengan kecanggihan alat-alat medis kedokteran pada stadium ini masih bisa ditemukan di sekitar titik-titik saluran getah bening di ketiak ( axillary limph nodes). Dengan

pemeriksaan dini ini maka sel kanker dapat tidak menyebar ke bagian tubuh dan tidak akan berlanjut ke stadium berikutnya. Kemungkinan sembuh sekitar 70%.

4) Stadium IIB

Benjolan pada stadim dua telah berukuran kurang lebih 2 namun tidak lebih dari 5 cm dengan penyebaran sudah sampai ke kelenjar susu dan daerah ketiak. Pada stadium ini kemungkinan sembuh adalah 30 – 40%. Jika sudah diketahui penderita kanker pada stadium 2 maka biasanya dilakukan operasi dengan pengangkatan sel-sel kanker yang ada pada tubuh. Setelah operasi biasana dokter akan melakukan penyinaran untuk memastikan bahwa tidakada lagi sel-sel yang tertinggal.

5) Stadium IIIA

Pada tahap stadium IIIA ini kanker payudara 87% telah menyebar ke daerah limfa dan telah berukuran lebih dari 5 cm dan telah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening ketiak. Diameter tumor juga bisa lebih besar dari 5 cm dan telah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening ketiak.

6) Stadium IIIB

Benjolan pada stadium IIIB lebih panjang lagi dan telah menyebar ke seluruh payudara. Bahkan telah menyebar ke seluruh bagian kulit dinding dada, tulang rusuk dan otot dada. Dapat menyebabkan pembengkakan bisa juga luka bernanah di payudara. Didiagnosis

22

sebagai Inflammatory Breast Cancer. Bisa juga benjolan menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening di ketiak lengan atas, tapi tidak menyebar ke organ tubuh lainnya. Jika kondisi pasien sudah pada tahap ini, maka hal yang harus dilakukan adalah pengangkatan payudara.

7) Stadium III C

Pada stadium III C ini benjolah telah menyebar ke titik-titik pembuluh getah bening. Kanker telah menyebar lebih dari 10 titik disaluran getah bening di bawah tunga selangka.

8) Stadium IV

Pada stadium IV kanker sudah begitu parah sudah menjalar ke bagian tubuh lain, sehingga tidak ada jalan lain selain pengangkatan payudara. Kanker juga telah bermetafisis yaitu kanker telah menyebar dari payudara dan kelenjar getah bening di sekitar ketiak ke bagian lain seperti paru, tulang, hati dan otak. Kanker pada payudara itu bisa membengkak dan pecah, jika sudah begini bau busuk dan anyir akan keluar dari buah dada.

e. Deteksi Dini Kanker Payudara

Menurut Pamungkas (2011), macam-macam deteksi dini kanker payudara antara lain :

1) Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), dapat dilakukan dengan:

(a) Langkah 1

Berbaringlah miring dan tempatkan lengan kanan anda dibelakang kepala. Saat berbaring jaringan payudara menyebar searah dengan dinding dada dan serenggang mungkin, yang membuat lebih mudah untuk merasakan semua jaringan payudara.

Gambar 2.2 Langkah 1 (b)Langkah 2

Gunakan telapak tangan dari tiga jari tengah pada tangan kiri untuk merasakan berbagai benjolan pada payudara kanan. Gunakan gerakan memutar ke atas dan ke bawah menggunakan telapak jari untuk merasakan jaringan payudara.

24

(c) Langkah 3

Gunakan tiga tingkatan tekanan berbeda untuk merasakan semua jaringan payudara. Tekanan ringan dibutuhkan untuk merasakan jaringan yang paling dekat dengan kulit, tekanan sedang untuk merasakan sedikit lebih dalam, dan tekanan kuat untuk mersakan jaringan yang paling dekat dengan dada dan tulang rusuk.

Gambar 2.4 Langkah 3 (d)Langkah 4

Gerakan tangan pada payudara dengan pola gerak ke atas dan ke bawah untuk memulai baris bayangan yang tergambar lurus ke bawah sisi dari lengan, dan bergerak melintasi payudara ke tengah tulang dada. Pastikan untuk memeriksa seluruh area pada payudara.

Gambar 2.5 Langkah 4

(e) Langkah 5

Ulangi pemeriksaan pada payudara kiri dengan menggunakan telapak jari tangan kanan.

(f) Langkah 6

Berdiri atau duduk didepan cermin dengan kedua tangan menekan ke bawah pada pinggul, dan kemudian perhatikan keadaan payudara apakah payudara dalam keadaan normal dari segi bentuk, kontur, lesung, ukuran, bentuk puting apakah normal (menonjol) atau tertarik kedalam, dan besar payudara simetri atau tidak, dan ada kemerahan atau bersisik pada putting atau kulit payudara.

26

Gambar 2.6 Langkah 6

2) Mammogram

Mammogram adalah proses penyinaran sinar-X terhadap payudara. Pemeriksaan mammogram biasanya mencakup dua sisi pandangan, yaitu gambar sinar-X diambil dari sudut-sudut yang berbeda dari setiap payudara wanita. Pemerikasaan mammogram juga digunakan untuk mencari penyakit payudara pada wanita yang seperti tampak tidak mempunyai masalah pada payudara. 3) Ultrasongrafi (USG) Payudara

USG payudara (breast ultrasound) sering digunakan untuk mengevalusi ketidaknormalan payudara yang ditemukan pada hasil mammography screening atau uji klinis payudara. USG dengan cepat dapat menemukan kista ataupun penambahan volume jaringan padat yang biasanya dirujuk dilakukannya biopsi untuk menentukan apakah jaringan tersebut bersifat ganas (cancerous).

4) Biopsi

Biopsi payudara (breast biopsy) merupakan tindakan untuk mengambil contoh jaringan payudara dan dilihat dari bawah lensa mikroskop untuk mengetahui adanya sel kanker pada payudara. Biopsi payudara biasanya dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut benjolan payudara yang ditemukan pada saat pemeriksaan dengan mammografi atau USG payudara. Hasil biopsi payudara akan memberikan jawaban apakah contoh jaringan payudara pada benjolan tersebut merupakan bersifat kanker ganas atau jinak. f. Pengobatan Pada Kanker Payudara

Menurut Mulyani dan Nuryani (2013), pengobatan yang dilakukan pada kanker payudara, yaitu:

1) Pembedahan (Mastectomy)

(a) Radical Mastectomy

Operasi pengangkatan sebagian dari payudara (lumpectomy). Pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara. Lumpectomy biasanya dilakukan pada pasien yang tumornya kurang dari 2cm dan letaknya di pinggir payudara.

(b) Total (simple) Mastectomy

Operasi pengangkatan seluruh payudara tapi tidak pada kelenjar di ketiak.

28

(c) Modified Radical Mastectomy

Operasi pengangkatan pada seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.

2) Radioterapi

Radioterapi untuk kanker payudara ini dilakukan dengan sinar-X dengan intensitas tinggi untuk membunuh sel kanker yang tidak terangkat saat pembedahan. Terapi ini bertujuan untuk menyembuhkan dan mengecilkan kanker pada stadium dini. 3) Terapi hormonal

Terapi hormonal ini dapat menghambat pertumbuhan tumor yang peka hormon dan dapat dipakai sebagai terapi pendamping setelah pembedahan atau pada stadium akhir. Hal ini biasa dikenal sebagai

Therapy anti-estrogen yang sistem kerjanya untuk memblok

kemampuan hormon estrogen yang ada dalam menstimulus perkembangan kanker payudara.

4) Kemoterapi

Kemoterapi merupakan terapi sistemik yang digunakan bila ada penyebaran sisitemik dan sebagai terapi adjuvant. Kemoterapi adjuvant diberikan kepada pasien setelah operasi pembedahan untuk jenis kanker payudara yang belum menyebar dengan tujuan untuk mengurangi resiko timbulnya kembali kanker payudara.

5) Terapi imunologik

Terapi kanker ini berlandaskan pada fungsi sistem imun yang tujuannya untuk mengenali dan menghancurkan sel yang berubah sifat sebelum sel tumbuh menjadi tumor serta membunuh sel tumor yang telah terbentuk.

g. Pencegahan kanker payudara

Menurut Suryaningsih (2009), pencegahan kanker payudara dapat dicegah dengan cara, yaitu :

1) Pencegahan primer

Pencegahan primer adalah pencegahan yang paling utama. Caranya adalah dengan upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup yang sehat. Hal-hal yang dapat dilakukan pada pencegahan primer, yaitu:

a) Membatasi konsumsi alkohol b) Menjaga berat baan ideal

c) Berkonsultasi dengan dokter mengenai cara alternatif untuk menambah estrogen atau hormon lain.

d) Menggabungkan aktivitas fisik ke di kehidupan sehari- hari. e) Mengkonsumsi makanan kaya serat dan rendah lemak. f) Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran.

30

2) Pencegahan Sekunder

Pencegahan sekunder adalah pencegahan yang dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah resiko datangnya kanker payudara adalah dengan cara:

a) Usia 20 tahun melakukan SADARI setiap tiga bulan sekali b) Usia 35-40 tahun melakukan mamografi

c) Diatas 40 tahun melakukan check-up pada dokter ahli atau melakukan Cancer Risk Assessement Survey.

d) Lebih dari 50 tahun check-up rutin dan mamografi setiap tahun 3) Pencegahan Tersier

Pencegahan ini ditujukan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Pencegahan ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan :

a) Operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita.

b) Tindakan kemoterapi dengan sitostatika.

c) Pada stadium tertentu, pengobatan diberikan hanya berupa simptomatik.

Dalam dokumen Index of /files/disk1/20 (Halaman 30-44)

Dokumen terkait