District Courts (PN) and Religious Courts
5. Public Service Satisfaction in District Courts (PN) and Religious Courts (PA)
5.3 Public Legal Aid Service 6
5.3.4 Case Fee Waiver 7
53% 47% 0% 0% 0% 20% Diagram LXXVI : Kepuasan Informasi Bantuan Hukum Per Wilayah
Diagram LXXVI: Legal Aid Information Satisfaction per Area
5.3.4 Pembebasan Biaya Perkara7
Pada bagian pembebasan biaya perkara, terdapat beberapa aspek komposisi pengalaman yang ditanyakan kepada responden, yakni, prosedur pembebasan biaya perkara dan lama waktu pembebasan biaya perkara. Pada bagian akhir, akan ditanyakan pula kepuasan responden secara keseluruhan terhadap pembebasan biaya perkara. Rata-rata responden menyatakan proses permohonan pembebasan biaya perkara kurang dari 7 hari (57 %). Pengalaman ini terpaut jauh dengan harapan responden yang menyatakan pemberitahuan pembebasan perkara seharusnya dilakukan kurang dari 7 hari (80 %).
5.3.4 Case Fee Waiver7
In the case fee waiver section, there are several experience composition aspects asked to respondents, namely case fee waiver procedure and duration of case fee waiver. In the last part, respondents will be asked about their overall satisfaction on case fee waiver. The average respondents said that the case fee waiver process took less than 7 days (57 %). This experience is very different than respondent expectation, in which they think the notification of case fee waiver should have been done in less than 7 days (80 %). Wilayah I (Area I) Wilayah II (Area II) Wilayah III (Area III) Wilayah IV (Area IV)
Puas (Satisfied) Cukup (Adequate) Buruk (Dissatisfied)
7 Tidak terdapat cukup data untuk pembebasan biaya perkara
Diagram LXXVII: Kepuasan Pembebasan Biaya Perkara Per Komposisi
Diagram LXXVII: Case Fee Waiver Satisfaction Per Composition
Pada aspek pengalaman pembebasan biaya perkara, rata-rata responden dibantu pengurusannya oleh advokat piket pada Posbakum (64 %), kemudian disusul oleh petugas pengadilan (52 %), dan lainnya (14 %.). Mayoritas responden memberikan penilaian baik pada dua aspek komposisi pengalaman, yakni, kejelasan prosedur (49 %) dan kemudahan syarat (54%). Namun demikian, tingginya aspek ketidakpuasan pada masing-masing responden juga cukup signifikan, yakni, kejelasan prosedur (24 %) dan kemudahan syarat (22 %).
In terms of experience on case fee waiver, the average respondents were assisted by advocate on duty in Posbakum (64 %), followed by court staff (52 %), and others (14 %.). The majority of respondents gave good ratings on two experience composition aspects, namely procedure clarity (49 %) and simple requirements (54%). However, the dissatisfaction aspect of each respondent is significantly high , namely for procedure clarity is 24 %, and simple requirements 22 %.
27% 49%
24% 24% 22%
54%
Pada total kepuasan, mayoritas responden menyatakan puas (52 %), di mana sisanya menyatakan cukup (25 %), dan tidak puas (22 %). Hal ini mengindikasikan belum optimalnya kepuasan yang diperoleh,
In terms of total satisfaction, the majority of respondents said to be satisfied (52 %), where the rest said to be adequate (25 %), and dissatisfied (22 %). This indicates that the satisfaction is not optimal, therefore needs to be improved. Furthermore, the Kejelasan Prosedur (Procedure Clairity) Kemudahan Syarat (Simple Requirements) Puas (Satisfied) Cukup (Adequate) Tidak Puas (Dissatisfied)
sehingga masih dirasakan perlu untuk meningkatkan kepuasan yang ada. Lebih lanjut, komposisi kepuasan yang ada, menunjukkan tantangan untuk mengoptimalisasikan hal tersebut relatif tidak terlalu berat.
Pada preferensi Jenis Kelamin, jumlah responden Wanita (61 %) yang menyatakan puas relatif lebih banyak dibandingkan dengan Pria (45 %). Pada preferensi tingkat pendidikan, mayoritas responden yang menyatakan puas berasal dari tingkat pendidikan dasar (70 %), diikuti oleh menengah (56 %), dan tinggi (25 %).
current satisfaction composition shows that the challenge in optimizing the satisfaction is relatively not too difficult.
In terms of gender preference, the number of satisfied female respondents (61 %) is relatively more than males (45 %). In terms of education level preference, the majority of satisfied respondents are from primary education level (70 %), followed by secondary education (56 %), and tertiary education (25 %).
52%
26%
22%
Diagram LXXVIII: Kepuasan Pembebasan Biaya Perkara
Diagram LXXVIII: Case Fee Waiver Satisfaction
Pembebasan Biaya Perkara
(Case Fee Waiver)
Puas (Satisfied) Cukup (Adequate) Tidak Puas (Dissatisfied)
Diagram LXXIX: Kepuasan Informasi Bantuan Hukum Per Jenis Pengadilan
Diagram LXXIX: Legal Aid Information Satisfaction per Type of Court
Pada distribusi per jenis pengadilan, data menunjukkan bahwa kepuasan terhadap PN (58 %) lebih baik dibandingkan PA (48 %). Berbeda dengan aspek administrasi pengadilan, kepuasan di PN lebih baik dibandingkan dengan di PA.
In terms of distribution per type of court, data shows that satisfaction towards PN (58 %) is higher than PA (48 %). Different with court administrative aspect, the satisfaction in PN is better than in PA. Level Kepuasan
Satisfaction Level
Tingkat Kepuasan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Pendidikan
Satisfaction Level based on Gender and Education
Jenis Kelamin Gender Tingkat Pendidikan Education Level Pria (Male) Wanita (Female) Dasar (Primary) Menengah (Secondary) Tinggi (Tertiary) Lainnya (Others) Puas (Satisfied) 45 % 61 % 69 % 56 % 25 % 0 % Cukup (Adequate) 28 % 22 % 23 % 16 % 50 % 100 % Tidak Puas (Dissatisfied) 27 % 17 % 8 % 28 % 25 % 0 % Tabel 19: Kepuasan Preferensi Jenis Kelamin dan Pendidikan Pembebasan Biaya Perkara
Table 19: Case Fee Waiver Satisfaction based on Gender and Education Preference
26% 58% 16% 29% 23% 48%
Pada aspek distribusi wilayah, hal ini menjadi tidak signifikan, karena sedikitnya jumlah responden yang mengalami pembebasan biaya perkara.
In the area distribution aspect, this becomes insignificant, due to the few respondents who receive case fee waiver. For example, in Area II there is almost no PN (District Court) PA (Religious Court)
Puas (Satisfied) Cukup (Adequate) Tidak Puas (Dissatisfied)
49%
13% 38%
Diagram LXXX: Kepuasan Bantuan Hukum
Diagram LXXX: Legal Aid Satisfaction
Sebagai contoh, di Wilayah II hampir tidak ada responden yang berhasil ditemui untuk memberikan pendapatnya terkait dengan bantuan hukum ini. 5.3.5 Total Kepuasan Bantuan Hukum
Setelah menguraikan aspek-aspek komposisi penilaian dan kepuasan, pertanyaan terakhir dari keseluruhan modul bantuan hukum ini adalah kepuasan secara keseluruhan. Total keseluruhan kepuasan terhadap pelayanan bantuan hukum ternyata sangat rendah. Mayoritas responden menyatakan puas (49 %), disusul dengan responden yang menyatakan cukup (38 %), dan tidak puas (13 %). Hal ini mengindikasikan masih belum optimalnya pelayanan yang diberikan, meskipun tantangan untuk meningkatkan kepuasan, relatif lebih mudah diatasi.
respondent to meet to give their opinion regarding this legal aid.