Peraturan
Perundang-Undangan Uraian/ Description
POJK No. 27 /POJK.03/2016 tanggal 27 Juli 2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan
1. Latar Belakang
Dalam rangka menciptakan Lembaga Jasa Keuangan yang sehat, melindungi Pemangku kepentingan dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perun-dang-undangan, diperlukan pelaksanaan tata kelola di Lembaga Jasa Keuangan, dan untuk mewujudkan tata kelola tersebut, Lembaga Jasa Keuangan harus dimiliki dan dikelola oleh pihak yang senantiasa memenuhi persyaratan kemampuan dan kepatutan.
1. Background
In order to create the Institute of Financial Services are healthy, protecting stakeholders and improve compliance with legislation, the necessary implementing governance at the Institute of Financial Services, and to realize the governance of the Institute of Financial Services shall be owned and managed by the party that always meet requirements fit and proper.
2. Hal-hal yang diatur
a. Calon Pihak Utama wajib memperoleh persetujuan dari OJK sebelum menjalankan tindakan, tugas dan fungsinya sebagai Pihak Utama (PSP, anggota Direksi, dan anggota Dewan Komisaris);
b. Calon PSP atau calon Pengendali Peru-sahaan Perasuransian yang merupakan pemegang saham yang belum memperoleh persetujuan dari OJK, dilarang melakukan tindakan sebagai PSP atau Pengendali Perusahaan Perasuransian walaupun telah memiliki saham LJK;
c. Calon anggota Direksi, calon anggota Dewan Komisaris dan/atau calon anggota Dewan Pengawas Syariah yang belum memper-oleh persetujuan OJK, dilarang melakukan tindakan, tugas dan fungsi sebagai anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, atau anggota Dewan Pengawas Syariah LJK walaupun telah mendapat persetujuan dan diangkat oleh RUPS;
2. Things that regulated
a. Major Party Candidates must obtain approv-al from the FSA before carrying out the acts, duties and functions as the Main Party (PSP, member of the Board of Directors, and the Board of Commissioners);
b. PSP candidate or candidates Controlling Insurance Company is a shareholder who has not received the approval of the FSA, is prohibited as a PSP or Controlling Insurance Company owns shares despite LJK; c. Prospective members of the Board of
Direc-tors, candidates for Board of Commissioners and / or member of the Sharia Supervisory Board who have not obtained the approval of the FSA, is prohibited, duties and functions as members of the Board of Directors, Board of Commissioners, or the Sharia Supervisory Board LJK although it has been approved and appointed by GMS;
Peraturan
Perundang-Undangan Uraian/ Description
d. Penilaian kemampuan dan kepatutan dilaku-kan untuk menilai bahwa calon Pihak Utama memenuhi persyaratan:
- Integritas dan kelayakan keuangan bagi calon PSP atau calon Pengendali Perusahaan Perasuransian yang merupakan pemegang saham;
- Integritas dan reputasi keuangan bagi calon Pengendali Perusahaan Perasuransian yang bukan merupakan pemegang saham; - Integritas, reputasi keuangan dan
kom-petensi bagi selain calon PSP atau calon Pengendali Perusahaan Perasuransian. e. Calon Pihak Utama yang sedang menjalani: - Proses hukum;
- Proses penilaian kemampuan dan kepatutan di OJK; dan/atau
- Proses penilaian kembali karena terdapat indikasi permasalahan integritas, kelayakan keuangan, reputasi keuangan, dan/atau kompetensi pada suatu LJK.
tidak dapat diajukan untuk mengikuti penilaian kemampuan dan kepatutan untuk menjadi Pihak Utama.
d. The fit and proper test conducted to assess that Top Party candidate meets the require-ments:
- Integrity and financial feasibility for poten-tial PSP or prospective Controlling Insurance Company is a shareholder;
- The integrity and financial reputation for prospective Controlling Insurance Company is not a shareholder;
- The integrity, reputation and financial com-petence for other than the candidate or can-didates Controller PSP Insurance Company. e. Top Party candidates who are undergoing: - Legal proceedings;
- The process of fit and proper in the FSA; and/or
- The assessment process again because there are indications of problems of integrity, financial standing, financial reputation, and/ or competency in a LJK.
can not be proposed to follow the fit and proper to be a Party Primary.
f. Permohonan untuk memperoleh persetu-juan menjadi pihak utama diajukan kepada OJK oleh calon pihak utama dilengkapi dengan dokumen persyaratan administratif; g. LJK harus terlebih dahulu melakukan
penilaian sendiri (self assessment) terhadap calon Pihak Utama selain calon PSP dan calon Pengendali Perusahaan Perasuran-sian sebelum diajukan kepada OJK. Hasil penilaian tersebut disampaikan kepada OJK pada saat pengajuan permohonan;
h. OJK dapat menghentikan penilaian kemam-puan dan kepatutan calon Pihak Utama LJK apabila calon tersebut tidak memenuhi per-syaratan dan/ atau sedang menjalani proses hukum;
i. Calon Pihak Utama yang dihentikan pe-nilaian kemampuan dan kepatutannya oleh OJK, dapat dicalonkan kembali kepada OJK untuk menjadi Pihak Utama apabila yang bersangkutan telah selesai menjalani proses sebagaimana disebutkan pada huruf h;
f. Application for approval Becomes the main parties submitted to the FSA by the major party candidates with documentation of administrative requirements;
g. LJK must first of make an assessment (self-assessment) against Popular Party candidate other than the candidate PSP and prospective Controlling Insurance Company prior to submission to the FSA. The results of Reviews These assessments have been sub-mitted to the FSA at the time of application; h. FSA can stop the fit and proper candidates
for the Main Party LJK if the candidate does not meet the requirements and / or are undergoing the process of law;
i. Top Party candidate who discontinued the fit and the merits by the FSA, may be renom-inated to the FSA to Become a Top Party if the person concerned has been completed through the process as Mentioned in the letter h;
j. Bagi calon PSP yang tidak disetujui oleh OJK namun telah memiliki saham LJK:
- Yang bersangkutan wajib mengalihkan kepemilikan sahamnya pada LJK yang ber-sangkutan dan tidak melakukan Pengenda-lian; dan
- Dilakukan pembatasan atas hak pemegang saham pada LJK yang bersangkutan.
j. For prospective PSP that is not approved by the FSA but have had stock LJK:
- The concerned shall be transferred its shares at LJK concerned and do not control; and - Do restrictions on the rights of shareholders
at LJK concerned.
Peraturan
Perundang-Undangan Uraian/ Description
k. Bank wajib melaporkan rencana perubahan struktur kelompok usaha yang terkait den-gan Bank termasuk badan hukum pemilik Bank sampai dengan ultimate shareholders kepada OJK paling lambat 1 (satu) bulan sebelum terjadinya perubahan.
k. Banks are required to report the plan to change the structure of the business group associated with the Bank including legal en-tities owners of the Bank until the ultimate shareholders to FSA no later than 1 (one) month before the change.
3. Implikasi bagi Perseroan
a. Perseroan telah memenuhi ketentuan terse-but dalam pelaksanaan kegiatan usahanya. b. Apabila Perseroan melanggar ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam beberapa ketentuan OJK ini, akan dikenakan Sanksi Administratif dan sanksi lainnya sebagaima-na diatur dalam perundang-undangan.
3. Implications for the Company
a. The Company has fulfilled the requirements in the implementation of its business activ-ities.
b. If the Company violates the provisions referred to in some of the provisions of this FSA, will apply Administrative and other sanctions as stipulated in the legislation
Peraturan OJK Nomor 18/ POJK.03/2016 tanggal 16 Maret 2016 perihal Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum
1. Latar Belakang
Peraturan OJK ini diterbitkan dalam rangka melalui penerapan Manajemen Risiko, Bank diharapkan dapat mengukur dan mengendalikan Risiko yang dihadapi dalam melakukan kegiatan usahanya dengan lebih baik. Selanjutnya, penerapan Manajemen Risiko yang dilakukan perbankan akan mendukung efektivitas kerangka pengawasan Bank berbasis Risiko yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan. 2. Hal-hal yang diatur
a. Penerapan Manajemen Risiko paling sedikit mencakup:
1) pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris;
2) kecukupan kebijakan dan prosedur Manajemen Risiko serta penetapan limit Risiko;
3) kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian Risiko, serta sistem informasi Manajemen Risiko; dan 4) sistem pengendalian intern yang
menyeluruh.
b. Dalam rangka pelaksanaan proses dan sistem Manajemen Risiko yang efektif, Bank wajib membentuk:
1) Komite Manajemen Risiko; dan 2) Satuan kerja Manajemen Risiko c. Bank wajib menyampaikan laporan
produk atau aktivitas baru kepada Otoritas Jasa Keuangan, yang terdiri atas : 1) Laporan rencana penerbitan produk
atau pelaksanaan aktivitas baru; dan 2) Laporan realisasi penerbitan produk
atau pelaksanaan aktivitas baru.
1. Background
FSA regulation is published in order through the application of risk management, the Bank will be able to measure and control the risks involved in conducting business activities better. Furthermore, the application of risk management in the banking system that would support the effectiveness of risk-based supervision framework Bank conducted by the Financial Services Authority.
2. Things that regulated
a. Application of Risk Management at least include:
1) active surveillance of Directors and Board of Commissioners;
2) the adequacy of risk management policies and procedures as well as the establishment of limits Risk;
3) adequacy of identification, measurement, monitoring, and controlling risks, and risk management information systems; and 4) a comprehensive system of internal control. b. In the implementation process and effective
Risk Management system, the Bank is required to establish:
1) Risk Management Committee; and 2) Risk Management Unit
c. Banks are required to submit reports new product or activity to the Financial Services Authority, which consists of:
1) The report's proposed products or implementation of new activities; and 2) Report the realization of publishing products
Peraturan
Perundang-Undangan Uraian/ Description
3. Implikasi bagi Perseroan
Perseroan telah memenuhi ketentuan tersebut dalam pelaksanaan kegiatan usahanya.
3. Implications for the Company
The Company has fulfilled the requirements in the implementation of its business activities.
Peraturan OJK Nomor 6/ POJK.03/2016 tanggal 03 Februari 2016 perihal Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank
1. Latar Belakang
Peraturan OJK ini diterbitkan dalam rangka peningkatan ketahanan, daya saing, dan efisiensi perbankan nasional, perlu dilakukan penataan cakupan kegiatan usaha dan pembukaan jaringan kantor yang disesuaikan dengan kapasitas permodalan bank.
2. Hal-hal yang diatur
a. Bank hanya dapat melakukan Kegiatan Usaha dan memiliki Jaringan Kantor sesuai Modal Inti yang dimiliki.
b. Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha, yang selanjutnya disebut BUKU, adalah pengelompokan Bank berdasarkan Kegiatan Usaha yang disesuaikan dengan Modal Inti yang dimiliki.
c. Berdasarkan Modal Inti yang dimiliki, Bank (Konven dan Syariah) dikelompokkan menjadi 4 (empat) BUKU, yaitu BUKU 1, 2, 3, dan 4.
d. Dalam hal Bank mengalami penurunan Modal Inti sehingga terjadi perubahan BUKU selama 3 (tiga) bulan berturut-turut, Bank wajib menyampaikan rencana tindak (action plan) dalam rangka pemenuhan persyaratan Modal Inti sesuai BUKU. 3. Implikasi bagi Perseroan
a. Perseroan telah memenuhi ketentuan tersebut dalam pelaksanaan kegiatan usahanya.
b. Bank yang tidak mentaati beberapa ketentuan sebagaimana diatur POJK No 6/POJK.03/2016 , dikenakan sanksi administratif berupa:
1) Teguran tertulis;
2) Penurunan peringkat tingkat kesehatan Bank;
3) Larangan pembukaan jaringan kantor baru; dan/atau
4) Pembekuan Kegiatan Usaha tertentu.
1. Background
FSA regulation is published in order to increase resilience, competitiveness, and efficiency of the national banking system, it is necessary to do the arrangement scope of business activities and the opening of the office networks that are tailored to the capacity of bank capital.
2. Things that regulated
a. Banks may only conduct business activities and have the appropriate Office Network Core Capital owned.
b. Commercial Bank based Business Activities, hereinafter referred BOOK, is a grouping of banks based Business Activities adjusted core capital owned.
c. Based on core capital owned, Bank (Convent of Sharia) are grouped into 4 (four) BOOKS, BOOKS ie 1, 2, 3, and 4.
d. In the case of Core Capital Bank decreased resulting in a change BOOK for three (3) consecutive months, the Bank is obliged to submit an action plan (action plan) in order to meet core capital requirements in accordance BOOK.
3. Implications for the Company
a. The Company has fulfilled the requirements in the implementation of its business activities.
b. Banks that do not comply with the provisions stipulated some POJK No 6 / POJK.03 / 2016, subject to administrative sanctions in the form of:
1) Written warning;
2) The downgrade of the Bank;
3) Prohibition of opening of new branch offices; and / or
4) The freezing of certain business activities.
Peraturan
Perundang-Undangan Uraian/ Description
Peraturan OJK Nomor 11/ POJK.03/2016 tanggal 16 Februari 2016 perihal Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum
1. Latar Belakang
Peraturan OJK ini diterbitkan dalam rangka menciptakan sistem perbankan yang sehat dan mampu berkembang serta bersaing secara nasional maupun internasional, bank perlu meningkatkan kemampuan untuk menyerap risiko yang disebabkan oleh kondisi krisis dan/atau pertumbuhan kredit perbankan yang berlebihan, maka diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas permodalan bank sesuai standar internasional yang dilakukan melalui penyesuaian persyaratan komponen dan instrument modal bank serta penyesuaian rasio-rasio permodalan.
1. Background
Regulation FSA is published in order to create a sound banking system and is able to grow and compete nationally and internationally, the bank needs to increase its ability to absorb risks caused by crisis and / or bank credit growth is excessive, it is necessary to increase the quality and quantity of bank capital according to international standards is done through the adjustment component requirements and bank capital instruments as well as adjustments to capital ratios.
2. Hal-hal yang diatur
a. Penyediaan modal minimum dihitung dengan menggunakan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).
b. Selain kewajiban penyediaan modal minimum sesuai profil risiko, Bank wajib membentuk tambahan modal sebagai penyangga (buffer) berupa Capital Conservation Buffer, Countercyclical Buffer; dan/atau Capital Surcharge untuk D-SIB.
c. Dalam hal Bank memiliki dan/atau melakukan Pengendalian terhadap Perusahaan Anak, kewajiban penyediaan modal minimum dan kewajiban pembentukan tambahan modal sebagai penyangga (buffer) berlaku bagi Bank baik secara individu maupun secara konsolidasi dengan Perusahaan Anak. d. Bank wajib menyampaikan laporan
perhitungan KPMM sesuai profil risiko kepada Otoritas Jasa Keuangan yang disampaikan bersamaan dengan penyampaian hasil self-assessment tingkat kesehatan bank.
3. Implikasi bagi Perseroan
a. Perseroan telah memenuhi ketentuan tersebut dalam pelaksanaan kegiatan usahanya.
b. Bank yang tidak memenuhi beberapa ketentuan Peraturan OJK Nomor 11/ POJK.03/2016 dikenakan sanksi
administratif, denda dan sanksi lainnya yang diatur dalam bab VII.
2. Things that regulated
a. The minimum capital adequacy ratio is calculated using the Capital Adequacy Ratio (CAR).
b. In addition to minimum capital adequacy appropriate risk profile, the Bank is required to establish an additional capital as a buffer (buffer) in the form of Capital Conservation Buffer, Countercyclical Buffer; and / or Capital Surcharge for D-SIB.
c. In the case of Bank owns and / or control of the subsidiaries, the capital adequacy ratio and liabilities forming additional capital as a buffer (buffer) applies to the Bank, both individually and on a consolidated basis with its subsidiaries.
d. Banks are required to submit reports CAR calculation according to the risk profile of the Financial Services Authority submitted concurrently with the submission of the results of self-assessment of the bank. 3. Implications for the Company
a. The Company has fulfilled the requirements in the implementation of its business activities. b. Banks that do not comply with certain
provisions of the FSA Regulation No. 11 / POJK.03 / 2016 subject to administrative sanctions, fines and other sanctions set forth in chapter VII.
Peraturan OJK Nomor 4/ POJK.03/2016 tanggal 03 Februari 2016 perihal Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum
1. Latar Belakang
Peraturan OJK ini diterbitkan bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas penilaian tingkat kesehatan bank untuk menghadapi perubahan, diperlukan penilaian tingkat kesehatan bank dengan pendekatan berdasarkan risiko baik secara individu maupun secara konsolidasi.
1. Background
FSA regulation is published in order to improve the effectiveness of the ratings of the bank to deal with change, is necessary to assess the soundness of banks with a risk based approach, both individually and on a consolidated basis.
Peraturan
Perundang-Undangan Uraian/ Description
2. Hal-hal yang diatur
a. Tingkat Kesehatan Bank adalah hasil penilaian kondisi Bank yang dilakukan terhadap risiko dan kinerja Bank, dengan cakupan penilaian terhadap faktor-faktor : 1) profil risiko (risk profile);
2) Good Corporate Governance (GCG); 3) rentabilitas (earnings); dan
4) permodalan (capital).
b. Bank wajib memelihara dan/atau meningkatkan Tingkat Kesehatan Bank dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dalam melaksanakan kegiatan usaha.
c. Bank wajib melakukan penilaian sendiri (self-assessment) atas Tingkat Kesehatan Bank. Dan wajib dilakukan paling sedikit setiap semester untuk posisi akhir bulan Juni dan akhir bulan Desember. d. Dalam hal berdasarkan hasil identifikasi
dan penilaian Otoritas Jasa Keuangan ditemukan permasalahan atau pelanggaran yang secara signifikan mempengaruhi atau akan mempengaruhi operasional dan/ atau kelangsungan usaha Bank, Otoritas Jasa Keuangan berwenang menurunkan Peringkat Komposit Tingkat Kesehatan Bank.
e. Dalam hal berdasarkan hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan/atau hasil penilaian sendiri (self-assessment) oleh Bank terdapat hasil penilaian kurang sehat dan/ tidak sehat maka Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau pemegang saham pengendali Bank wajib menyampaikan rencana tindak (action plan) kepada Otoritas Jasa Keuangan.
2. Things that regulated
a. Banks are the results of the assessment carried out on the condition of the bank and the risk of the Bank's performance, with coverage assessment of the following factors:
1) the risk profile (risk profile); 2) Good Corporate Governance (GCG); 3) profitability (earnings); and 4) capital (capital).
b. Banks are required to maintain and / or increase of the Bank by applying the principles of prudence and risk management in conducting business activities.
c. Banks are required to conduct their own assessment (self-assessment) on the Bank. And must be done at least every semester to position the end of June and the end of December.
d. In the case of based on the identification and assessment of the Financial Services Authority found problems or violations that significantly affect or will affect our operations and / or business continuity of the Bank, the Financial Services Authority is authorized to lower the Composite Rating of the Bank.
e. In the case based on the results of the Bank Rating conducted by the Financial Services Authority and / or the results of the assessment (self-assessment) by the Bank are the assessment results are less healthy / unhealthy, the Board of Directors, Board of Commissioners, and / or controlling shareholders of the Bank shall submit an action plan (action plan) to the Financial Services Authority.
3. Implikasi bagi Perseroan
a. Perseroan telah memenuhi ketentuan tersebut dalam pelaksanaan kegiatan usahanya.
3. Implications for the Company
a. The Company has fulfilled the requirements in the implementation of its business activities.
b. Bank yang melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK No 4/POJK.03/2016 dikenankan sanksi administratif sebagai berikut : 1) teguran tertulis
2) penurunan Tingkat Kesehatan Bank 3) pembekuan kegiatan usaha tertentu; dan/
atau
4) pencantuman pengurus dan/atau pemegang saham Bank dalam daftar pihak-pihak yang mendapatkan predikat tidak lulus dalam penilaian uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).
b. Bank violating the provisions stipulated in POJK No 4 / POJK.03 / 2016 dikenankan administrative sanctions as follows: 1) a written reprimand
2) a decrease in the Bank
3) freezing of certain business activities; and/or 4) the inclusion of the board and / or
shareholders of the Bank in the list of parties awarded does not pass the fit and proper test ratings (fit and proper test).
Peraturan
Perundang-Undangan Uraian/ Description
Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 18/2/DPTP tanggal 28 Januari 2016 perihal Penyelenggaraan Sistem Bank Indonesia Government Electronic Banking
1. Latar Belakang
Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) ini diterbitkan sebagai upaya meningkatkan tata kelola penyelenggaraan sarana elektronik serta meningkatkan kualitas layanan jasa perbankan oleh Bank Indonesia. 2. Hal-hal yang diatur
a. Sistem Bank Indonesia Government-electronic Banking yang selanjutnya disebut Sistem BIG-eB adalah suatu sarana elektronik dan on-line yang disediakan untuk Pemilik Rekening Giro dalam rangka melakukan Transaksi Keuangan dan memperoleh Informasi Keuangan. b. ruang lingkup Transaksi Keuangan dan
Informasi Keuangan melalui Sistem BIG-eB didasarkan pada:
1) Kepemilikan Rekening Giro
2) Ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai rekening giro; dan/atau 3) Perjanjian penggunaan Sistem BIG-eB
antara Bank Indonesia dengan Peserta apabila diperlukan.
1. Background
Bank Indonesia Circular Letter (SEBI) was published as an effort to improve governance in the implementation of electronic means as well as improve the quality of banking