• Tidak ada hasil yang ditemukan

dalam jutaan Rupiah/ in million Rupiah

Keterangan

Description

Posisi

Position Kenaikan (Penurunan)

Increase (Decrease)

2015 Kontribusi(%) 2014 Selisih (%)

Pundi Kencana Pundi Kencana 1.300.929 45,36 1.177.643 123.286 10,47

Laguna Laguna 35.872 1,25 21.204 14.667 69,17

Linkage BPR APEX & Non APEX

Linkage BPR APEX &

Non APEX 252.779 8,81 288.385 (35.606) -12,35

KUR KUR 142.544 4,97 447.804 (305.259) -68,17

Resi Gudang Resi Gudang 50 0,00 784 (734) -93,62

Bankit KKPA Bankit KKPA 272.642 9,51 130.478 142.164 108,96

Bankit KKOP Bankit KKOP 31.902 1,11 27.445 4.457 16,24

KUMK SU-005/KIP KUMK SU-005/KIP 163.639 5,71 211.796 (48.158) -22,74

KUPS KUPS 51.178 1,78 56.156 (4.978) -8,86 KKPE KKPE 27.551 0,96 113.199 (85.648) -75,66 Dana Penguatan Modal (DPM) Perikanan Dana Penguatan Modal (DPM) Perikanan 81 0,00 206 (125) -60,61

Kredit Jatim Mikro Kredit Jatim Mikro 562.361 19,61 519.834 42.528 8,18 Kredit Si UMI Kredit Si UMI 26.523 0,92 954 25.569 2.678,86

Jumlah Total 2.868.051 100 2.995.888 (127.837) -4,27

needs that not violating prevailing law.

As of December 31, 2016, Employee Loan achieved Rp963,389 million, increased Rp261,095 million or 37.18% from Rp702,293 million booked in 2015 followed by 305 debitors or 10.51% growth in total debitors from 2,901 debitors in 2015 to 3,206 debitors.

PRODUCTIVE LOAN

Productive Loan refers to credit provided to individual, group and Enterprise both having or not having Legal Entity, disbursed for Working Capital and/or Business Investment needs.

Sampai dengan posisi 31 Desember 2016, Perseroan berhasil menyalurkan kredit produktif sebesar Rp2.868.051 juta, turun Rp127.837 juta atau 4,27% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp2.995.888 juta yang terdiri dari Kredit Pundi Kencana, Kredit Mikro Laguna, Kredit Linkage Program BPR, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Resi Gudang, Kredit Bankit KKPA, Kredit Bankit KKOP, KUMK SU-005/ KIP, Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), Kredit Ketahanan Pangan & Energi (KKPE), DPM Perikanan, Kredit Jatim Mikro dan Kredit Si UMI. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan kredit Linkage BPR, KUR, Kredit Resi Gudang, KUMK SU-005/KIP, KUPS, KKPE dan DPM Perikanan dimana masing-masing menurun sebesar Rp35.606 juta atau 12,35%; Rp305.259 juta atau 68,17%; Rp734 juta atau 93,62%; Rp48.158 juta atau 22,74%; Rp4.978 juta atau 8,86%; Rp85.648 juta atau 75,66% dan Rp125 juta atau 60,61%.

Kredit Produktif

15 16

2.995.888 2.868.051

dalam juta Rupiah / in million Rupiah dalam juta Rupiah / in million Rupiah

Komposisi Kredit Produktif

Linkage BPR 8,81% KUR 4,97% BANKIT KKPA 9,51% BANKIT KKOP 1,11% KUMK SU-005/ KIP 5,71% KUPS 1,78% KKPE 0,96% Kredit Jatim Mikro 19,61% Kredit SI UMI 0,92% Pundi Kencana 45,36% Laguna 1,25%

As of December 31, 2016, the Company successfully disbursed productive loan amounted to Rp2,868,051 million, decreased by Rp127,837 million or 4.27% from Rp2,995,888 million booked in 2015 comprising of Pundi Kencana Loan, Mikro Laguna Loan, Linkage BPR Program Loan, Micro Loan (KUR), Warehouse Receipt Loan, Bankit KKPA Loan, Bankit KKOP Loan, KUMK Su-005/KIP, Cow Breeding Business Loan (KUPS), Food & Energy Security Loan (KKPE), Fisheries DPM, Jatim Mikro Loan and Si UMI Loan. Decrease was driven by decreasing Linkage BPR Loan, Warehouse Receipt Loan, KUMK SU-005/KIP Loan, KUPS, KKPE and Fisheries DPM with Rp35,606 million or 12.35%; Rp305,259 million or 68.17%; Rp734 million or 93.62%; Rp48,158 million or 22.74%; Rp4,978 million or 8.86%; Rp85.648 million or 75.66% and Rp125 million or 60.61% decrease, respectively.

Berdasarkan komposisi, Pundi Kencana memberikan kontribusi terbesar hingga mencapai 45,36% diikuti dengan kredit Jatim Mikro sebesar 19,61% , Bankit KKPA sebesar 9,51% dan Linkage BPR sebesar 8,81% dari jumlah kredit produktif posisi 31 Desember 2016.

Penurunan jumlah kredit produktif diikuti dengan penurunan jumlah debitur, dimana sampai dengan posisi 31 Desember 2016, jumlah debitur Bank Jatim tercatat sebanyak 38.582 debitur, turun sebanyak 547 debitur atau 1,40%.

Debitur Kredit Produktif 2016

Productive Loan Debitur in 2016

dalam jutaan Rupiah/ in million Rupiah

Keterangan

Description

Posisi

Position Kenaikan (Penurunan)

Increase (Decrease)

Des 2016 Des 2015 Selisih (%)

Pundi Kencana Pundi Kencana 20.852 18.922 1.930 10,20

Laguna Laguna 1.534 2.266 (732) (32,30)

Linkage BPR APEX & Non APEX

Linkage BPR APEX & Non

APEX 280 291 (11) (3,78)

KUR KUR 2.998 8.138 (5.140) (63,16)

Resi Gudang Resi Gudang 13 10 3 30,00

Bankit KKPA Bankit KKPA 5.354 2.700 2.654 98,30

Bankit KKOP Bankit KKOP 62 47 15 31,91

KUMK SU-005/KIP KUMK SU-005/KIP 1.913 2.339 (426) (18,21)

KUPS KUPS 22 26 (4) (15,38)

KKPE KKPE 514 1.035 (521) (50,34)

Dana Penguatan Modal (DPM) Perikanan

Dana Penguatan Modal (DPM)

Perikanan 4 4 - 0,00

Kredit Jatim Mikro Kredit Jatim Mikro 4.807 3.340 1.467 43,92

Kredit Si UMI Kredit Si UMI 229 11 218 1.981,82

Jumlah Total 38.582 39.129 (547) (1,40)

Based on composition, Pundi Kencana shared the largest contribution to 45.36% followed by 19.61% Jatim Mikro Loan, 9.51% KKPA Bankit and 8.81% Linkage BPR of total productive loan booked as of December 31, 2016 position.

Decrease in total productive loan was followed by decreasing number of debitors, where total debitors of Bank Jatim achieved 38,582 debitors as of December 31, 2016 position, decreased by 547 debitors or 1.40%.

Debitur Kredit Produktif

15 16

39.129 38.582

dalam juta Rupiah / in million Rupiah

A. Kredit Pundi Kencana

Adalah kredit yang dapat diberikan kepada semua usaha Produktif yang dinyatakan layak berdasarkan asas-asas perbankan dan perkreditan yang sehat meliputi Usaha Perdagangan, Usaha Pertanian/Perkebunan/ Perikanan/Peternakan, Usaha Industri, Usaha Jasa, Untuk keperluan lain, yang menurut Bank layak dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber dana penyaluran kredit Pundi Kencana selain dari dana pihak ketiga Bank, juga berasal dari dana Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sehingga dapat membantu Bank dalam menyalurkan kredit kepada Usaha Mikro dan Kecil dengan suku bunga yang kompetitif. Kredit Pundi Kencana posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp1.300.929 juta, tumbuh sebesar Rp123.286 juta atau 10,47% dibandingkan tahun

A. Pundi Kencana Loan

A credit product provided to all Productive feasible business based on sound banking and credit principles including Trading Business, Agriculture/Plantation/Fisheries/Livestock Business, Industry Business, Service Business, for other needs that is considered feasible and accountable by the Bank.

Source of fund for Pundi Kencana Loan was from Bank’s third party fund, and also fund from Cooperatives and Micro Small and Medium Enterprise Revolving Fund Manager Agency (LPDB-KUMKM) to help the Bank in disbursing loan for Micro and Small Enterprises with competitive interest rate.

As of December 31, 2016, Pundi Kencana Loan achieved Rp1,300,929 million, grew Rp123,286 million or 10.47% from Rp1,177,643 million

2015 sebesar Rp1.177.643 juta, yang diikuti dengan pertumbuhan jumlah debitur sebanyak 1.930 debitur atau 10,20% dari 18.922 debitur menjadi 20.852 debitur.

B. Kredit Mikro Laguna

Adalah kredit yang diberikan kepada usaha mikro guna pengembangan usahanya sehingga dapat meningkat menjadi usaha kecil dan menengah secara langsung kepada perorangan atau kelompok usaha.

Sumber dana penyaluran kredit Mikro Laguna selain dari dana pihak ketiga Bank, juga berasal dari dana Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Loan

Agreement) sehingga dapat membantu Bank dalam

menyalurkan kredit kepada usaha Industri Primer dengan suku bunga yang sangat ringan.

Kredit Mikro Laguna posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp35.872 juta, naik sebesar Rp14.667 juta atau 69,17% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp21.204 juta, dan berbanding terbalik dengan penurunan jumlah debitur sebanyak 732 debitur atau 32,30% dari 2.266 debitur menjadi 1.534 debitur.

C. Kredit Linkage Program BPR

Adalah fasilitas kredit yang diberikan Bank Jatim kepada pengusaha mikro dan kecil melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Perbamida dan Perbarindo, baik yang sudah menjadi anggota APEX maupun belum menjadi anggota APEX. Sumber dana penyaluran kredit Linkage BPR

selain dari dana pihak ketiga Bank, juga berasal dari dana Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Loan

Agreement) sehingga dapat membantu Bank dalam

menyalurkan kredit kepada BPR milik pemerintah Kabupaten/Kota/Provinsi di Jawa Timur untuk

booked in 2015 followed by 1,930 debitors or 10.20% growth in total debitors from 18,922 debitors to 20,852 debitors.

B. Mikro Laguna Loan

A credit product provided to micro enterprise for business expansion into small and medium enterprises that is directly disbursed to individual or business group.

Besides from Bank’s third party fund, source of fund for Mikro Laguna loan disbursement was allocated from East Java Provincial Government (Loan Agreement) to help the Bank in disbursing loan to Primary Industry with very affordable interest rate.

As of December 31, 2016, Mikro Laguna loan amounted Rp35,872 million, increased Rp14,667 million or 69.17% from Rp21,2014 million booked in 2015, and reverse with decreasing number of total debitors by 732 debitors or 32.30% from 2,266 debitors to 1,534 debitors.

C. Linkage BPR Program Loan

A credit product provided by Bank Jatim to micro and small enterprises via Rural Bank (BPR) Perbamida and Perbarindo, either as member of APEX or not.

Besides from Bank’s third party, source of fund for Linkage BPR loan disbursement was also allocated from East Java Provincial Government (Loan Agreement) to help the Bank in disbursing loan to Primary Industry with very affordable interest rate.

disalurkan kepada usaha Industri Primer dengan suku bunga yang sangat ringan.

Kredit Linkage Program BPR posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp252.779 juta, turun sebesar Rp35.606 juta atau 12,35% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp288.385 juta.

D. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) di bidang usaha yang produktif dan layak namun belum bankable dengan plafond kredit sampai dengan Rp500 juta yang dijamin oleh Perusahaan Penjaminan.

Kredit Usaha Rakyat posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp142.544 juta, turun sebesar Rp305.259 juta atau 68,17% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp447.804 juta, yang diikuti dengan penurunan jumlah debitur sebanyak 5.140 debitur atau 63,16% dari 8.138 debitur menjadi 2.998 debitur. Penurunan jumlah kredit dan debitur Kredit Usaha Rakyat disebabkan karena Bank sejak tahun 2015 sudah tidak menyalurkan. E. Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS)

Adalah kredit yang diberikan bank pelaksana kepada Pelaku Usaha Pembibitan Sapi yang memperoleh subsidi bunga dari Pemerintah. Yang dimaksud Pelaku Usaha Pembibitan Sapi adalah perusahaan peternakan, koperasi, kelompok/ gabungan kelompok peternak yang melakukan Usaha Pembibitan Sapi.

Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp51.178 juta, turun 8,86% atau sebesar Rp4.978 juta dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp56.156 juta, yang diikuti dengan penurunan jumlah debitur sebanyak 4

As of December 31, 2016 position, Linkage BPR Program Loan achieved Rp252,779 million, decreased by Rp35,606 million or 12.35% from Rp288,385 million booked in 2015.

D. Micro Loan (KUR)

A credit/working capital and/or investment financing product for Micro, Small, Medium Enterprises and Cooperatives (UMKMK) in productive and feasible but not yeat bankable business with loan plafond to Rp500 million insued by Insurance Company.

As of December 31, 2016 position, Micro Loan achieved Rp142,544 million, decreased by Rp305,259 million or 68.17% from Rp447,804 million booked in 2015 followed by decreasing number of debitors by 5,140 debitors or 63.16% from 8,138 debitors to 2,998 debitors. Decreasing amount of loans and debitors of Micro Loan was due to the Bank had not disbursed the loan since 2015.

E. Cow Breeding Business Loan (KUPS)

A credit product provided by provider banks to Cow Breeding Businessman with interest rate subsidy from Government. Cow Breeding Businessman includes farms, cooperatives, breeder group/syndication who run Cow Breeding Busoness.

As of December 31, 2016, Cow Breeding Business Loan (KUPS) achieved Rp51,178 million, decreased 8.86% or Rp4,978 million from Rp56,156 million booke din 2015 followed by decreasing number of debitors by 4 debitors

debitur atau 15,38% dari 26 debitur menjadi 22 debitur. Penurunan jumlah kredit dan debitur Kredit Usaha Pembibitan Sapi disebabkan karena Bank sejak tahun 2015 sudah tidak menyalurkan kredit tersebut.

F. Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) Adalah kredit investasi dan/atau modal kerja yang diberikan dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Ketahanan Pangan dan Energi dibidang pertanian, perkebunan, peternakan dan kelautan & perikanan yang memperoleh subsidi bunga dari Pemerintah.

Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp27.551 juta, turun 75,66% atau sebesar Rp85.648 juta dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp113.119 juta, yang diikuti dengan penurunan jumlah debitur sebanyak 521 debitur dari 1.035 debitur menjadi 514 debitur. Penurunan jumlah kredit dan debitur Kredit Ketahanan Pangan & Energi disebabkan karena Bank sejak tahun 2016 sudah tidak menyalurkan.

G. KREDIT RESI GUDANG

Adalah kredit yang diberikan Bank untuk keperluan modal kerja dan sumber pembayaran kembalinya jelas dan dapat dipastikan, baik dari hasil usaha maupun penjualan barang yang pemilikannya dibuktikan dengan resi gudang dan dijadikan jaminan di Bank. Kredit Resi Gudang yang disalurkan oleh Bank adalah Kredit Resi Gudang Non Subsidi dan Kredit Skema Subsidi Resi Gudang (S-SRG) yang memperoleh subsidi bunga dari Pemerintah.

Kredit Resi Gudang posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp50 juta, turun sebesar Rp734 juta atau 93,62% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp784 juta.

or 15.38% from 26 debitors to 22 debitors. Decreasing amount of loans and debitors of Cow Breeding Business Loan was due to the Bank had not disbursed the loan since 2015.

F. Food and Energy Security Loan (KKPE)

An investment and/or working capital loan provided to support implementation of Food and Energy Security Program in Agriculture, Plantation, Livestock and Marine & Fisheries sectors with interest rate subsidy from the Government.

As of December 31, 2016 position, Food and Energy Security Loan (KKPE) achieved Rp27,551 million, decreased by 75.66% or Rp85,648 million from Rp113,119 million booked in 2015, followed with 521 debitors decrease from total 1,035 debitors to 514 debitors. Decreasing amount of loans and debitors of Food & Energy Security Loan was due the Bank had not disbursed the loan since 2016.

G. WAREHOUSE RECEIPT LOAN

A credit product provided by the Bank for working capital loan and have fixed and certain source of payment, either from the business or for sales of goods whose ownership is proven with warehouse recept and put as collateral in the Bank. Warehouse Receipt Loan disbursed by the Bank refers to Non-Subsidized Warehouse Receipt Loan and Subsidized Warehouse Receipt Scheme Loan (S-SRG) with interest rate subsidy from the Government.

As of December 31, 2016, Warehouse Receipt Loan amounted Rp50 million, decreased by Rp734 million or 93.62% from Rp784 million booke in 2015.

H. KUMK SU-005/Kredit Investasi Pemerintah (KIP)

Adalah kredit/pembiayaan yang sumber dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digunakan untuk membiayai kegiatan peningkatan produksi dan/atau pengendalian produksi yang dilakukan oleh usaha mikro dan usaha kecil.

KUMK SU-005/KIP posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp163.639 juta, turun sebesar Rp48.158 juta atau 22,74% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp211.796 juta, yang diikuti dengan penurunan jumlah debitur sebanyak 426 debitur atau 18,21% dari 2.339 debitur menjadi 1.913 debitur. I. KREDIT BANKIT KKPA

Adalah kredit modal kerja yang diberikan Bank kepada Koperasi, baik Koperasi Primer maupun Koperasi Sekunder untuk disalurkan kepada anggotanya.

Sumber dana penyaluran kredit Bankit KKPA selain dari dana pihak ketiga Bank, juga berasal dari dana Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sehingga dapat membantu Bank dalam menyalurkan kredit kepada Koperasi Primer dengan suku bunga yang kompetitif. Kredit Bankit KKPA posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp272.642 juta, tumbuh sebesar Rp142.164 juta atau 108,96% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp130.478 juta, yang diikuti dengan pertumbuhan jumlah debitur sebanyak 2.654 debitur atau 98,30% dari 2.700 debitur menjadi 5.354 debitur.

H. KUMK SU-005/Government Investmetn Loan (KIP)

A credit/financing product whose source of fund is allocated from State Budget and disbursed to finance production expansion and/or production controlling activity operated by micro and small enterprises.

As of December 31, 2016 position, KUMK SU-005/KIP achieved Rp163,639 million, decreased by Rp48,158 million or 22.74% from Rp211,796 million booked in 2015, followed by decreasing total debitors number by 426 debitors or 18.21% from 2,339 debitors to 1,913 debitors.

I. BANKIT KKPA LOAN

A working capital loan provided by Bank to Cooperatives, both Primary and Secondary Cooperatives to be disbursed to their members.

Besides from Bank’s third party fund, source of fund for Bankit KKPA Loan disbursement was also allocated from Cooperatives and Micro Small and Medium Enterprises Revolving Fund Manager Agency (LPDB – KUMKM) to help the Bank in disbursing loan to Primary Cooperatives with competitive interest rate.

As of December 31, 2016, Bankit KKPA Loan amounted Rp272,642 million, increased Rp142,164 million or 108.96% from Rp130,478 million booked in 2015 followed by increasing number of debitors by 2,654 debitors or 98.30% from 2,700 debitors to 5,354 debitors.

J. KREDIT BANKIT KKOP

Adalah kredit modal kerja dan/atau kredit investasi yang diberikan Bank kepada Koperasi, baik Koperasi Primer maupun Koperasi Sekunder untuk memenuhi kebutuhan Koperasi sebagai lembaga. Kredit Bankit KKOP posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp31.902 juta, tumbuh sebesar Rp4.457 juta atau 16,24% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp 27.445 juta, yang diikuti dengan pertumbuhan jumlah debitur sebanyak 15 debitur atau 31,91% dari 47 debitur menjadi 62 debitur. K. Kredit Jatim Mikro

Adalah kredit modal kerja dan/atau investasi disektor produktif yang diberikan untuk pembinaan usaha kepada pengusaha mikro dan kecil.

Sumber dana penyaluran kredit Jatim Mikro selain dari dana pihak ketiga Bank, juga berasal dari dana Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) dan dari dana Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Loan Agreement) sehingga dapat membantu Bank dalam menyalurkan kredit kepada Usaha Mikro dan Kecil dengan suku bunga yang sangat ringan.

Kredit Jatim Mikro posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp562.361 juta, tumbuh sebesar Rp.42.528 juta atau 8,18% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp519.834 juta, yang diikuti dengan pertumbuhan jumlah debitur sebanyak 1.467 debitur atau 43,92% dari 3.340 debitur menjadi 4.807 debitur.

L. Kredit Si UMI

Adalah kredit modal kerja dan/atau investasi yang diberikan oleh Bank untuk pelaku usaha produktif skala mikro & kecil yang memiliki Ijin Usaha Mikro

J. BANKIT KKOP LOAN

A working capital and/or investment loan product provided by the bank to Cooperatives, both Primary and Secondary Cooperatives to fulfill Cooperative’s requirement as institution.

As of December 31, 2016 position, Bankit KKOP Loan amounted Rp31,902 million, increased Rp4,457 million or 16.24% from Rp27,445 million booked in 2015 followed by increasing total debitors by 15 debitors or 31.91% from 47 debitors to 62 debitors.

K. Jatim Mikro Loan

A working capital and/or investment loan in productive sector which is provided for business development to micro and small enterprises. Besides from Bank’s third party fund, source

of fund for Jatim Mikro Loan was also allocated from Cooperatives and Micro Small and Medium Enterprise Revolving Fund Manager Agency (LPDB-KUMKM) and from East Java Provincial Government budget (Loan Agreement) to help the Bank in disbursing loan to Micro and Small Enterprises with very affordable interest rate.

As of December 31, 2016 position, Jatim Mikro Loan amounted Rp562,361 million, increased Rp42,528 million or 8.18% from Rp519,834 million booked in 2015 followed by increasing total debitors by 1,467 debitors or 43.92% from total 3,340 debitors to 4,807 debitors.

L. Si UMI Loan

A working capital and/or investment loan provided by Bank for micro & small scale productive enterprises with Micro and Small

Kecil (IUMK) dan kartu ATM tabungan SIKLUS yang didalamnya terdapat data-data calon debitur. Kredit SI UMI posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp26.523 juta, tumbuh sebesar Rp.25.569 juta atau 2678,86% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp954 Juta, yang diikuti dengan pertumbuhan jumlah debitur sebanyak 218 debitur atau 1981,82% dari 11 debitur menjadi 229 debitur.

Faktor Pendukung Pertumbuhan Kredit

Dokumen terkait